• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persentase Punggung

Dalam dokumen Rataan Persentase Dada (Halaman 37-40)

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Persentase Punggung

Rataan persentase punggung ayam KUB dipelihara selama 60 hari yang diberi tepung Azolla microphylla fermentasi ke dalam pakan dengan konsentrasi yang berbeda disajikan pada Grafik 2.

Grafik 2. Rataan Persentase Punggung Ayam KUB yang Diberi Tepung Azolla microphylla Fermentasi ke dalam Pakan dengan Konsentrasi yang Berbeda

Berdasarkan uji statistik pemberian tepung Azolla microphylla fermentasi ke dalam pakan dengan konsentrasi yang berbeda menunjukkan hasil tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap persentase punggung ayam KUB (sesuai Lampiran 4).

28.64

28.86

29.04

28.91

28,4 28,5 28,6 28,7 28,8 28,9 29 29,1

Rataan Persentase Punggung

P0 (0%) P1 (4%) P2 (8%) P3 (12%)

Faktor yang menyebabkan pemberian tepung Azolla microphylla fermentasi ke dalam pakan tidak berpengaruh nyata terhadap persentase punggung diduga karena pada punggung sebagian besar tersusun dari tulang maka bobot punggung lebih dipengaruhi oleh kandungan mineral dalam pakan dan ayam pada penelitian ini masih tahap awal pertumbuhan. Berdasarkan pernyataan Amaludin dkk., (2013) bahwa punggung ayam banyak mengandung jaringan tulang, sehingga kandungan mineral dalam ransum lebih berpengaruh terhadap bobot punggung dibandingkan dengan protein. Dinyatakan oleh Soeparno (2009) bahwa selama pertumbuhan, tulang tumbuh secara terus-menerus dengan kadar lajupertumbuhan relatif lambat.

Ilham (2012) menyatakan bahwa bobot punggung yang hampir sama dalam setiap perlakuan disebabkan karena punggung bukan merupakan terjadinya deposisi daging yang utama sehingga pada masa pertumbuhan, nutrisi untuk pembentukan daging terdapat pada tempat- tempat terjadinya deposisi daging.

Secara statistik menunjukkan hasil tidak berpengaruh nyata namun secara biologis persentase punggung hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian tepung Azolla microphylla fermentasi ke dalam pakan pada masing-masing perlakuan cenderung meningkat. Perlakuan dengan persentase punggung paling rendah pada P0 (tanpa penambahan tepung Azolla microphylla terfermentasi) yaitu 28,64% dan persentase punggung

paling tinggi pada P2 (8% tepung Azolla microphylla terfermentasi) yaitu 29,04%.

Rataan persentase punggung yang diperoleh dalam penelitian ini berkisar 28,64-29,04%. Penelitian ini memperoleh nilai lebih tinggi dibandingkan penelitian Mahardhika.,dkk (2019) yang melaporkan rataan persentase punggung ayam kampung persilangan dengan pemberian Azolla microphylla fermentasi yaitu 24,12-27,13%.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis ragam dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung Azolla microphylla fermentasi ke dalam pakan dengan konsentrasi yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap terhadap persentase dada dan persentase punggung ayam KUB.

B. Saran

Disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dengan level pemberian tepung Azolla microphylla 12% untuk meningkatkan persentase dada dan persentase punggung.

DAFTAR PUSTAKA

Amaludin, F., I. Suswoyo, Roesdiyanto. 2013. Bobot Dan Persentase Bagianbagian Karkas Itik Mojosari Afkir Berdasarkan Sistem Dan Lokasi Pemeliharaan. Jurnal Ilmiah Peternakan. 1 (3) : 924-932.

Balai Penelitian Ternak, 2011. Ayam KUB (Kampung Unggul Balitnak).

Badan Litbang Pertanian. Kementerian Pertanian RI.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP Balitbangtan). 2020. Buku Saku Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP). Sumatera Utara.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. 2018. Ayam KUB (Ayam Kampung Unggul Balitbangtan). Jawa Timur

Darwanto,J. 2021. Pengaruh Pemberian Larutan Asam Amino Yang Berbasis Maggot BSF (Hermetia Illucians) Dengan Konsentrasi Yang Berbeda Ke Dalam Pakan Terhadap Persentase Dada Punggung Ayam KUB. Skripsi. Universitas Bosowa. Makassar.

Dewanti, R. 2007. Potensi Nutrisi Tepung Azolla microphylla dalam Memperbaiki Performan Itik Manila (Cairina moschata). Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan, 5(2), 12-17.

Ditjen PKH. 2020. Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Jakarta

Djojosuwito, S. 2000. Azolla Pertanian Dan Multiguna. Penerbit Kanisius.

Yogyakarta.

Erisir Z, O. Poyraz, E. Onbasilar, E. Erdem, G. Oksuztepe. 2009. Effect Of Housing System, Swimming Pool And Slauger Age On Duck Performance, Carcass And Meat Characteristics. J Anim Vet Adv 8 (9): 1864-1869.

Ghofoer. 2013. Pemanfaatan Azolla Terhadap Pakan Unggas. Diktat Kuliah.Universitas Brawijaya Press.

Hanafiah, A.H., 2000. Rancangan Percobaan Teori dan Aplikasi.

Edisi Ketiga. Rajawali Pers. Jakarta.

Handajani, 2006. Pemanfaatan Tepung Azolla Sebagai Penyusun Pakan Ikan terhadap Pertumbuhan dan Daya Cerna Ikan Nila Gift (Oreochiomis sp). Jurnal Penelitian Gamma Vol. 1 No. 2.

Herlina B., dan R. Novita. 2021. Penggunaan Tepung Azolla (Azolla microphylla) dalam Ransum terhadap Organ Pencernaan Ayam Kampung Super. Jurnal Sain Peternakan Indonesia.

Hidayat, C., A. Faninidi., S. Sopiyana dan Komarudin. 2011. Peluang Pemanfaatan Tepung Azolla Sebagai Bahan Pakan Sumber Protein Untuk Ternak Ayam. Balai Penelitian Ternak, Bogor.

Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner.

Ilham, M. 2012. Pengaruh Penggunaan Eceng Gondok (Eichornia crassipes) Fermentasi dalam Ransum Terhadap Persentase Karkas, Nonkarkas dan Lemak Abdomial Itik Lokal Jantan Umur 8 Minggu. Fakultas Pertanian. Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Iqbal F, Atmomarsono U, Muryani R. 2012. Pengaruh Berbagai Frekuensi Pemberian Pakan Dan Pembatasan Pakan Terhadap Efisiensi Penggunaan Protein Ayam Broiler. Anim Agric. 1:4-5.

Irham, M. 2012. Pengaruh Penggunaan Eceng Gondok Fermentasi Dalam Ransum Terhadap Persentase Karkas, Non Karkas Dan Lemak Abdominal Itik Lokal Jantan Umur Delapan Minggu. Skripsi.

Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Laelasari dan Purwadaria, T. 2004. Pengkajian Nilai Gizi Hasil Fermentasi Mutan Aspergillus Niger Pada Subtrat Bungkil Kelapa Dan Bungkil Inti Sawit. Biodiversitas, 5(2): 48-51.

Lawrence, T. L. J. and V. R. Fowler. 2002. Growth of Farm Animals. 2nd Edition. CABI Publishing, London.

Londok, J. J. M. R. dan J. E. G. Rompis. 2018. Pengaruh Pembatasan Pakan Pada Periode Starter Terhadap Potongan Komersial 2 Strain Ayam Pedaging. Seminar Nasional VII HITPI. 5-6 November 2018.

Mahardhika, M. F., R. Muryani dan D. Sunarti. 2019. Persentase Karkas Dan Potongan Bagian Karkas Ayam Kampung Persilangan Akibat Penggunaan Tepung Azolla Microphylla Difermentasi Pada Pakan. Universitas Diponegoro. Semarang

Massolo, R., A. Mujnisa, L. Agustina. 2016. Persentase Karkas Dan Lemak Abdominal Broiler Yang Diberi Prebiotik Inulin Umbi Bunga Dahlia (Dahlia Variabillis). Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak 12 (2): 50-58

Melita, S. N., R. Muryani dan I. Mangisa. 2018. Pengaruh Tepung Azolla microphylla Terfermentasi dalam Pakan terhadap Penggunaan

Protein pada Ayam Kampung Persilangan. Jurnal Peternakan Indonesia.

Noferdiman., H. Syafwan dan Sestilawarti. 2014. Dosis Inokulan Lama Fermentasi Jamur Pleurotus Ostreatus Terhadap Kandungan Nutrisi Azolla microphylla. Jurnal Peternakan. 11 (1): 29-36.

Pribady, W. A. 2008. Produksi Karkas Angsa (Anser cygnoides) Pada Berbagai Umur Pemotongan. Skripsi. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.Bogor.

PT. Charoen Phokpand Indonesia. 2012. Kandungan Nutrisi BP-11.

Jakarta.

PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. 2016. Kandungan Bahan Pakan.

Jakarta.

Ramdani, I. D., D Kardaya dan Anggraeni. 2016. Pengaruh Substitusi Pakan Komersial Dengan Tepung Ampas Kelapa Terhadap Bobot Potong Dan Bobot Karkas Ayam Kampung. Jurnal Peternakan Nusantara. 2 (1) : 24422541

Raras, A., R. Muryani dan W. Sarengat. 2017. Pengaruh Pemberian Tepung Azolla Fermentasi (Azolla microphylla) Terhadap Performa Ayam Kampung Persilangan. Jurnal Peternakan Indonesia Vol. 19 (1): 30-36. Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang

Resnawati, H. 2004. Bobot Potong Karkas, Ayam Pedaging Yang Diberi Ransum Menggunakan Tepung Cacing Tanah (Lumbricus Rubellus). Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Balai Penelitian Ternak. Bogor.

Rifo, S. A. 2021. Pengaruh Fermentasi Ransum Berbasis Azolla Microphylla Menggunakan Starter Berbeda Terhadap Pertumbuhan Itik Kamang Periode Starter . Doctoral Dissertation, Universitas Andalas.

Rukmana, R dan Yudirachman, H. Wirausaha. 2016. Ayam Lokal Pedaging, Telur dan, Hias. Penerbit Nuansa. Bandung.

Sartika, T. 2016. Panen ayam kampung 70 hari. Penebar Swadaya Grup Sidadolog, J.H.P. dan T. Yuwanta. 2009. Pengaruh Konsentrasi Protein-

Energi Pakan Terhadap Pertambahan Berat Badan, Efisiensi Energi Dan Efisiensi Protein Pada Masa Pertumbuhan Ayam Merawang. Jurnal Anim. Prod.11(1): 15-22.

Sinurat, Haryati T, Sartika T, Pratiwi N. 2020. Penambahan Enzim dalam Pakan dengan Kepadatan Gizi yang Berbeda terhadap Performa Ayam KUB Masa Starter. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner Virtual

Soeparno. 2009. Ilmu dan Teknologi Daging Cetakan V. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Supartoto, P. Widyasunu, Rusdianto dan M.Santoso. 2012. Eksplorasi Potensi Azolla microphylla. Purwokerto.

Suprijatna dan Kartasudjana. 2006. Manajemen Ternak Unggas. Penebar Swadaya. Jakarta

Tumiran, M, J. E. G. Rompis, J. S. Mandey, F. J. Nangoy, J. Londok.

2019. Potongan Komersial Karkas Ayam Broiler Strain Cobb Yang Mengalami Pembatasan Pakan Dan Pemberian Sumber Serat Kasar Berbeda Pada Periode Grower. Zootec Vol. 39 No.1:122–133. Fakultas Peternakan, Universitas Sam Ratulangi Manado.

Wahyu. 2004. Ilmu Nutrisi Unggas. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Wahyu. 2006. Ilmu Nutrisi Unggas. Revisi. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Widianingrum, S., N. Dewi, W. Indra Duwi Fanata, dan U. Sholikhah.

2019. Pengembangan Budidaya Azolla mycrophilla Sebagai Alternatif Pakan Ternak dan Pemanfaatannya Sebagai Pupuk Bio Organik di Wilayah Masyarakat Desa Baletbaru. Jurnal Abdimas Madani dan Lestari.

Widodo. W. 2002. Nutrisi Dan Pakan Unggas Konteksual. UMM. Malang.

Zakariah, M .A. 2012. Fermentasi Asam Laktat Pada Silase. Fakultas Peternakan. Universits Gajah Mada. Yogyakarta

LAMPIRAN

Lampiran 1. Rataan Persentase Dada Ayam KUB

Ulangan Perlakuan

P0 P1 P2 P3

1 23.60 23.07 24.18 24.46

2 23.16 18.81 22.16 25.86

3 23.01 22.55 23.52 23.22

4 24.29 26.59 23.57 23.89

Jumlah 94.06 91.02 93.43 97.43

Rataan 23.52 22.76 23.36 24.36

SD 0.57 3.18 0.85 1.12

Sumber : Data primer yang diolah (2022)

Lampiran 2. Analisis Ragam (ANOVA) Persentase Dada Between-Subjects Factors

N Tepung

Azolla

1 4

2 4

3 4

4 4

Levene's Test of Equality of Error Variancesa Dependent Variable: Persentase Dada

F df1 df2 Sig.

1.745 3 12 .211

Tests the null hypothesis that the error variance of the dependent variable is equal across groups.

a. Design: Intercept + Perlakuan

Estimated Marginal Means Tepung Azolla

Dependent Variable:Persentase Dada Tepung

Azolla Mean Std. Error 95% Confidence Interval Lower Bound Upper Bound

1 23.515 .882 21.593 25.437

2 22.755 .882 20.833 24.677

3 23.358 .882 21.435 25.280

4 24.358 .882 22.435 26.280

Lampiran 3. Rataan Persentase Punggung Ayam KUB

Ulangan Perlakuan

P0 P1 P2 P3

1 27.92 27.59 27.56 28.79

2 29.65 30.59 30.16 29.60

3 28.00 30.30 29.10 29.13

4 28.97 26.95 29.33 28.11

Jumlah 114.54 115.43 116.15 115.63

Rataan 28.64 28.86 29.04 28.91

SD 0.83 1.86 1.09 0.63

Tests of Between-Subjects Effects Dependent Variable : Persentase Dada

Source

Type III Sum of Squares

df Mean

Square F Sig.

Partial Eta Squared Corrected

Model 5.243a 3 1.748 .561 .651 .123

Intercept 8833.180 1 8833.180 2.837E3 .000 .996

Perlakuan 5.243 3 1.748 .561 .651 .123

Error 37.363 12 3.114

Total 8875.786 16

Corrected Total 42.606 15

a. R Squared = .123 (Adjusted R Squared = -.096)

Lampiran 4. Analisis Ragam (ANOVA) Persentase Punggung Between-Subjects Factors

Value

Label N

Tepung Azolla

1 P0 4

2 P1 4

3 P2 4

4 P3 4

Levene's Test of Equality of Error Variancesa Dependent Variable : Persentase Punggung

F df1 df2 Sig.

5.451 3 12 .013

Tests the null hypothesis that the error variance of the dependent variable is equal across groups.

a. Design: Intercept + Perlakuan Tests of Between-Subjects Effects Dependent Variable: PersentasePunggung

Source

Type III Sum of Squares

df Mean

Square F Sig.

Partial Eta Squared Corrected

Model .338a 3 .113 .079 .970 .019

Intercept 13325.816 1 13325.816 9.354E3 .000 .999

Perlakuan .338 3 .113 .079 .970 .019

Error 17.096 12 1.425

Total 13343.250 16 Corrected Total 17.433 15

a. R Squared = .019 (Adjusted R Squared = -.226)

Estimated Marginal Means Tepung Azolla

Dependent Variable:Persentase Punggung

Tepung Azolla Mean Std. Error 95% Confidence Interval Lower Bound Upper Bound

P0 28.635 .597 27.335 29.935

P1 28.858 .597 27.557 30.158

P2 29.037 .597 27.737 30.338

P3 28.908 .597 27.607 30.208

Lampiran 5. Hasil Uji Analisis Proksimat Tepung Azolla microphylla

Dalam dokumen Rataan Persentase Dada (Halaman 37-40)

Dokumen terkait