Adapun
persyaratan persiapanlokasi
Pembibitan oleh PTPNIV Unit
Usaha Pabatu adalah sebagai berikut:yang telah
ditentukanAreal harus rata
Dekat dengan sumber air
Relatif dekat dengan areal penanaman Tidak tergenang air
Jauh dari sumber hama dan penyakit tanaman Berdekatan dengan sumber tenaga kerja
Luas bibitan disesuaikan dengan rencana penanaman Lokasi
dipilih
suatu tempat yang perrnanena b
c. d
.
c. l g.
h
.
4.2.2. Persiapan Bahan
Tanam
Bibit yang dipakai PTPN IV Unit
Usaha Pabatu adalah tanaman dari persilangan Durax
Pesifera merupakanbibit
yang dihasilkan dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) danPT.
SOCFINDO dengan melakukan penyeleksian dari bagian tanaman dengan perhitungan kebutuhan kecambah/bibit untuk penanaman, sisipanTBM,
sisipanTM
dan Thining Out.4.2.3 Sistem
Pembibitan
Pada proses pembibitan biasanya menggunakan 2 sistem, yaitu:
o.
Single stage nurseryb.
Double stage nurseryTetapi
di
PTPNIV Unit
Usaha Pabatu menggunakan pembibitan dengan 2tahap double stage nursery. Karena
sebelum penanamanpada polybag
besar terlebih dahulubibit
ditanam dan dipelihara dalam polybagkecil
4.2.4
Manajemen Pembibitan
a. Pre nurseryLuas lahan yang
di
gunakan dalam pembibitan pre nurserydi
PTPNIV Unit
Usaha Pabatu seluas 0,3 ha. Dengan ukuran bedenganyaitu
panjangl0
m,lebar
1,20m
danjarak
antar bedengan0,50 m. Untuk
menjagaair
agar tidak tergenangdi
dalam bedengan, maka bagian bawah bedengandilapisi
dengan pasirsetebal +5 cm. dalam satu
bedenganterdapat +1200 polybag bibit. Bibit
prenursery dipelihara sampai umur
t
3 bulan dengan menggunakan baby polybag yangberukuran2} x
15 cm.Pada pemeliharaan prenursery,
bibit
yang sudah ditanamdi beri
naungan dengan menggunakan (shadow nethitam)
gunanyauntuk
mengurangi intensitascahaya matahari
secaralangsung yang menyinari bibit-bibit di
prenursery.Adapun bahan yang di gunakan dalam
pembuatannaungan adalah
dengan menggunakan bambu sebagai tiang dengantinggi 2
m.jarak
antar tiang4 x 3
m dan menggunakan bahan atap pelepah atau (shadow net hitam).Tanah yang di
gunakanuntuk mengisi polybag harus dial'ak
terlebih dahulu dengan ukuran ayakan 10 mm, tujuannya adalah agar tanah tersebut bersihdari akar, ranting tanaman, sampah dan lain-lain.Kemudian tanah
tersebut dicampur dengan pupuk Rock Phospa(RP) sebanyak 5Kg/Ton
tanah. Kemudian tanah dimasukkan kedalam polybagkecil
dengan menggunakan tangan atau alat sesuai dengan ukuranpolybag.
Sebelumdilakukan
penanaman kecambah. agar tanahtidak
padat harusdiisi
dengan tanahkering
dan dilakukan penyiraman2
x sehari, agar tanahturun
kebawah dan tanah merata. Danuntuk I ton
tanah dapatdiisi ke dalam 800 polybag dan
disusundidalam
bedenganyang telah
berisi naunagan. Penanamanbibit
kedalam polybagkecil
terlebih dahuludi
buat lubang denganjari
sedalam*3
cm. Kemudianbibit
dimasukkan kedalam lubang denganbagian
akar(Radikula)
pada bagian bawahdan
bagian daunyang tajam
yang menyerupaitombak
(plumula) pada atas, dan padawaktu
penanaman kecambah harus di tanamI
cm dari permukaan tanah.b. Main nursery
Lahan
yang
digunakanuntuk main nursery di PTPN IV Unit
Usaha Pabatu seluas 19,5 ha.Bibit
dipindahkan daripre
nursery saat berumur3
bulan.Polybag yang digunakan adalah polybag berwarna hitam (polybag besar). dengan panjang
40 cm,
lebar50 cm
dan tebal 0,20mm.
Polybag tersebutdiisi
dengan tanah yang telah diayak, kompos dan meja plus. Dengan perbanciingan 113 tanahtop soil, kompos 4 kg, kemudian 1/3 tanah top soil kembali, ditaburkan meja plus 50 g dan diusahakan tanah bebas dari hama dan penyakit.
Setelah
polybag diisi kemudian dilakukan
pemancangan denganjarak tanam 70 x 80 cm kemudian polybag disusun di areal yang
telah dipersiapkan.Setelah semuapolybag
disusundi areal yang telah
dipersiapkan.Setelah
polybag
selesaidisusun kemudian dilakukan
pemindahanbibit.
Cara pemindahannya ialahbibit - bibit
pre nursery dipindahkan kelahan main nursery dengan menggunakan angkong. Sebelum diecer,polybag main
nursery disiramdan dibuat lubang tanam dengan
menggunakanbor, lubang tanam
dibuatmengikuti
atau sesuai dengan ukuran polybagkecil,
kemudianbibit
diletakkanatau diecer kedalam lubang tanam polybag yang telah disiram lebih
dahulu.Penanaman
bibit dilakukan
denganmenyayat polybag lalu
sayatan diangkatsedikit
kemudian dimasukan kedalamlubang
tanam kemudianpolybag ditarik
keluar, setelahitu
tanah dipadatkan dan diratakan sama dengan permukaanJanahpolybag, kemudian disiram.
Setelah penanaman selesai,dibuat papan
berisi nomor, tanggal tanam,jumlah bibit
dan nomor persilangan.4.3. Pemeliharaan
TBM( Tanaman Belum Menghasilkan)
Kegiatan PKL di
pemeliharaanTBM terdiri dari
pengendalian hama Oryctes, chemist piringan dan pasarpikul,
mengecer tankos dan kastrasi.4.3.1
PengendalianHama Kumbang
Tanduk(Oryctes rhinoceros)Kegiatan pengendalian hama kumbang tanduk (Oryctes
rhinoceros)dilakukan pada tanggal 10 Agustus 2018 di kebun Pabatu Afdeling II.
Pengendalian hama kumbang
tanduk ini dilakukan
dengan dua carayaitu
carakimiawi dengan menggunakan insektisida bermerek dagang scud
danpengendalian mekanis dengan menggunakan
Jaring-jaring. Areal
yang dilakukan pengendaliankumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) ini di areal TBM
(017).Bahan yang digunakan dalam pengendalian kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros)
ini
ialah insektisida dengan merek dagang scud berbahanaktif
Sipermetrin 100 g/1. Dosisuntuk
7ha
75cc+
15Liter air lalu di
campurkandi
dalam kep/solo sprayer. Cara kerja dalam pengendalian kumbang tanduk (Orcytes rhinoceros)rni dengan
menggunakaninsektisida bermerek dagang scud ialah dengan
cara menyemprotkanke
batang atau pelepahdan
menyemprotkanke daun
tombaktanaman kelapa sawit. Pengaplikasian insektisida bermerek dagang
scud dilakukan4 kali
dalamI
bulandi
arealTBM I,
pada arealTBM II dilakukan
3kali
dalam 1 bulan, pada arealTBM III
dilakukan 2kali
dalam 1 bulan.Pengendalian mekanis dengan menggunakan
Jaring-jaring yaitu
dengancara melilitkan jaring*jaring ke
batang/pelepah tanamankelapa sawit
sampai batang/pelepah nya tertutup olehjaring*jaring
setinggi 30 cm.Dalamkegiafin ini
untukt
ha tanaman kelapa sawit membutuhkanjaring-jaring
sebanyak 4 kg.‐
1‐
・ 4:
r′ ″ ri 'Iニ
Gambar 2. (a)Insektisida merek Scud , (b)Pemasangan
jaring
plastikmengendalikan kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) (Dokumentasi septiano adi, 201 8)
卜 =寅 Fif
ILl14饗
卜:テ■γ
4.3.2 Chemist
Piringan
dan PasarPikul
Kegiatan chemist
piringan
dan pasarpikul ini kami
lakukan pada tanggal 13 Agustus 2018di TBM
(015)Aftleling II Linit
Usaha Pabatu. Pada kegiatan chemistpiringan
dan pasarpikul di TBM
(015)Afdeling II Unit
Usaha pabatu, mahasiswa/prakerinlangsung
melakukanpraktek
chemistpiringan dan
pasarpikul.
Pestisidayang digunakan dalam chemist piringan dan
pasarpikul ini
menggunakan merk pestisida Elang berbahan
aktif
Glifosat danMetil
/a Sifuron.Dosis untuk pestisida Glifosat untuk luasan areal I ha
sebanyak500
cc, sedangkan dosisMetil asifuron (Ally)
sebanyak 10gr untuk
luasanareal I
ha.Cara pengaplikasian
nya yaitu
dengan cara menyemprotkan langsungke
gulmayang ada
di
piringan dan pasarpikul
dengan mengelilingi piringan dan kemudian berpindah ke pasarpikul
setelahitu
berpindah lagi ke piringan, pengaplikasiannya seperti membentuk angka 8.Tabel 3. Pemakaian Herbisida dalam chemist Piringan dan Pasar
Pikul
rUraian Jenis Herbisida
Pemakaian/Ha
Rotasi/tahun
ml atau gram Us
:
TBM II Clyphosat + Ally 500+15 0,5
-
1,0 6xTBM I
TBM IⅡ Glyphosat + AIly 500+15
Gambar 3.Kegiatan chemist piringan dan pasar pikul(Dokumentasi septiano adi, 2018 )