PEMERINTAHAN UMUM
4. Pertanian 5. Perhubungan
o o o o o o a o o o o o o a 3 o o o o
O
o a o
92
pemerintah kabupaten/kota memiliki kewenangan yang sangat banyak
dan
besar. Oleh karenaitu,
bobot kewenangan terletakdi
pemerintahkabupaten/kota.
Mengenai
kewenanganyang menjadi
kompetensi kabupaten/kota, baik undang-undang maupun Peraturan Pemerintah tidak mengatursecara spesifik.
Undang-Undanghanya
memberi rumusanumum yang pada dasarnya meletakkan semua
kewenanganpemerintahan pada tingkat
kabupaten/kota,kecuali
kewenangan- kewenanganyang
ditentukan pemerintah pusatdan
provinsi. Dengan demikian, kabupaten/kota dapat berinisiatif membuat kewenangan sendiri berdasakan kebutuhan daerahnya. Kewenangan yang dimaksud bukan berdasarkan pendekatan sektor, departemen, dan non departemen yang ada, tapi berdasarkan pembidangan kewenangan. Kabupaten/kota dapat membuatrincian
kewenanganlalu
diagregasikansehingga
menjadi kewenangan yang setara/setingkat antar bidang. Sehingga penggunaan nomenklaturnya didasarkan rumpun pekerjaan yang mempunyai karakter dan sifat sejenis dan saling berkaitan serta pekerjaan yang memerlukan penanganan khusus.Namun demikian,
pasal 11 ayat 2
Undang-Undang Nomor 22Tahun 1999 menentukan bahwa daerah
kabupaten/kota harus melaksanakan 11 kewenangan wajib yaitu :1.
Pekerjaan umumo o o o 3 o o
O
o o o o o a a o o a o o a
t
o
93
7.
Penanaman modal8.
Lingkungan hidup9.
Pertanahan 10. Koperasi 11. Tenaga kerjaBerbeda dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, Undang-
Undang Nomor 32 Tahun 2004
menetapkanurusan
pemerintahan pemerintah kabupaten/kotayang
bersifatwajib dan pilihan.
Urusanpemerintah yang bersifat wajib mencakup urusan-urusan
di
bawah yang berskala kabupaten/kota :1.
Perencanaan dan pengendalian pembangunan2.
Perencanaan, pengawasan, dan pemanfaatan tata ruang3.
Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat4.
Penyediaan sarana dan prasarana umum5.
Penangan bidang kesehatan6.
Penyelenggaraan bidang pendidikandan
alokasi sumber daya manusia potensial7.
Penanggulangan masalah sosial8.
Pelayanan bidang ketenagakerjaan9.
Fasilitasi pengembangan koperasi, usaha kecil, dan menengah 10. Pengendalian lingkungan hidup1 1. Pelayanan pertanahan
l2.Pelayanan kependudukan dan catatan sipil 13, Pelayanan administrasi umum pemerintahan 14. Pelayanan administrassi penanaman modal 15. Penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya, dan
16. Urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang- undangan.
Adapun urusan yang bersifat pilihan meluputi urusan pemerintahan yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi, kekhasan,
dan
potensi unggulan daerah yang bersangkutan.o o o o o
I
a a o
I
o o o a a o o a o o o a o
94
sebagaimana halnya povinsi, kabupaten/kota juga menerima tugas pembantuan dari pemerintah atasnya yaitu pemerintah pusat dan provinsi (sebagai daerah otonom). Tugas pembantuan yang diberikan pemerintah kepada kabupaten/kota meliputi sebagian tugas bidang politik luar negeri,
pertahanan keamanan, peradilan, moneter
dan fiskal, agama,
dan kewenanganlain yakni
kebijakan tentang perencanaan nasional dan pengedalian pembangunan secara makro, dana perimbangan keuangan,sistem administrasi negara dan lembaga
perekonomian negara, pembinaan dan pemberdayaan sumber daya manusia, pendayagunaan sumber daya alam serta teknologi tinggi yang strategis, konservasi, dan standarisasi nasional. Sedangkan tugas pembantuan yang diberikan olehprovinsi sebagai daerah otonom kepada
kabupaten/kota meluputi sebagian tugds dalam bidang pemerintahan yang bersifat lintas kabupatendan kota, serta
sebagiantugas
pemerintahandalam
bidang tertentu lainnya, termasukjuga
sebagian tugas pemerintahan yangtidak
atau belum dapat dilaksanakan oleh provinsi.Adapun tugas pembantuan yang diberikan provinsi sebagai wirayah administrasi kepada kabupaten/kota mencakup sebagian tugas dalam bidang pemerintahan yang dilimpahkan kepada gubernur sebagai wakil
pemerintah. Jadi, tugas pembantuan yang diberikan
kepada kabupaten/kotaadalah
kewenanganyang merupakan
kompetensi pemerintah pusat dan pemerintah provinsi baik sebagai daerah otonom maupun sebagai wilayah administrasi.o o o o o
I I t
O
o
O
I
o
O
o
O
o a o o o o o
95
Pemerintah kabupaten dipimpin oleh bupati, dan memiliki DPRD Kabupaten yang merupakan lembaga pembuat kebijakan dan pengawas pemerintahan
daerah yang
anggotanyadipilih oleh rakyat
melaluipemilihan umum. Di samping
pemerintahankabupaten ada
jugapemerintahan kota. Sebelum Undang-Undang Nomor
22
Tahun 1999, pemerintah kota disebut sebagai Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkatll. Menurut UU
No.2211999 nomenklaturtersebut
berubah menjadi pemerintah kota saja, yaitu pemerintahan yang sejajar dengan pemerintah kabupatenyang
keduanya sama-sama daerah otonom dengan asas desentralisasipenuh.
Pemerintahkota
dipimpinoleh walikota,
dan memiliki DPRD Kota yang merupakan pembuat kebijakan dan pengawas kebijakan daerah.3.5.
Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah2ePemerintah daerah adalah subsistem pemerintahan nasional dalam
struktur Negara Kesatuan Republik Indoneisa. Oleh sebab
itu,penyelenggaraan pemerintahan daerah harus tetap dalam koridor negara
kesatuan. Untuk
melaksanakanhal tersebut maka
diperlukannya pembinaandan
pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah.Dalam rangka pembinaan Peraturan Pemerintah Nomor 20
Pengawasan
Penyelenggaraandan
pengawasan tersebut dikeluarkan Tahun 2001 tentang Pembinaan danPemerintahan Daerah
sebagai 8/btd, 199-199o o o o o o o a o o o o o a o o o
I
o
O
o o o
pelaksanaan Bab
Xll
Undang-Undang Nomor 22Tahun 1999. DUelaskan bahwa pembinaan adalah upaya yang dilakukan oleh pemerintah pusatterhadap
pemerintahdaerah, yang meliputi pemberian
pedoman,bimbingan, pelatihan, arahan, dan supervise. Pemerintah
pusat memberikan pedoman dalam bentuk pertanggungjawaban, laporan, dan evaluasiatas
akuntabilitaskinerja
gubernur,bupati, serta
walikota.Pemerintah pusat memberikan bimbingan terhadap penyusunan prosedur
dan tata kerja
pelaksanaan pemerintahan provinsi/kabupaten/kota.Pemerintah
pusat
memberikan pelatihan dalam rangka meningkatkan mutu sumber daya manusia aparat pemerintahan provinsi/kabupaten/kota dalam bentuk pendidikan dan pelatihan. Pemerintah pusat memberikan arahan terhadap penyusunan rencana, program dan kegiatan/proyek yangbersifat nasional dan regional sesuai dengan
periodisasinya. Danpemerintah pusat melakukan supervisi terhadap
pelaksanaan pemerintahan provinsi/kabupaten/kota. Untuk melaksanakan pembinaan tersebut, pemerintah pusat dapat melimpahkan kewenangannya kepada gubernur sebagai wakil pemerintahdi
daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Di samping
memberikan pembinaan, pemerintahpusat
juga melakukan pengawasan. Pengawasandalam
bahasa Inggris disebutcontrol.
Sementaradalam ilmu
manajemen, pengawasan diartikan sebagai tindakan mengendalikan agar apa yang telah direncanakan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana, dantidak
menyimpang. AdanyaO
o o o a o
I
a o o o
O
o o
t
o a o a o
t
I I
97
pengawasan yang sistematis dan terpogram maka semua kegiatan akan dijaga agar terus terarah pada sasaran-sasaran yang ingin dicapai. Dalam
PP
No.2012a02 dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan pengawasan atas penyelenggaraan pemerintah daerah adalah proses kegiatan yang ditujukan untuk menjaminagar
pemerintahan daerah berkalan sesuai dengan rencanadan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Dalam pengawasan dikenal dua jenis pengawasan, yaitu :
1)
Pengawasan PreventifPengawasan yang bersifat mencegah, dalam artian pencegahan
agar pemerintah daerah tidak mengambil kebijakan
yang bertentang_andengan peraturan
perundang-undangani"ng berlaku. Dalam
pengertianyang sifatnya
operasional, y"ng dimaksuddengan
pengawasanpreventif adalah
pengawasan terhadap pemerintahandaerah agar
pemerintahdaerah
tidak menetapkan kebijakanyang
bertentangan dengan kepentingan umum dan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi atau peraturan perundang-undangan lainnya.2)
Pengawasan RepresifPengawasaan
yang berupa
penangguhanatau
pembatalanterhadap kebijakan yang telah ditetapkan daerah,
baik
beruapa Peraturan Daerah, Keputusan Kepala Daerah, Keputusan DPRD,maupun Keputusan Pimpinan DPRD dalam
rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah. Dalamarti lain,
bahwa pengawasanrepresif
dilaksanakanuntuk
penangguhan atau pembatalan terhadap kebijakan daerah yang dinilai bertentangan dengan kepentingan umum, seperti har-har yang berkaitan dengan kepatutan atau kebiasaan yang berlaku di suatu daerah, layaknya norma agama, adat istiadat, budaya serta susila, danjuga
yangbertentangan dengan peraturan
perundang-undangan yangberlaku.
Pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah pusat
agar pelaksanaan otonomidaerah dapat
berjalansesuai
dengan tujuan, dilakukan dalam bentuk :o
O
o
O
o o t
a o o o o o
I
o o
I
o o
O
I
o
t
a.
Pengawasan terhadap produk kebijakan daerah, yaitu pengawasan yang bersifat represif yang dilaksanakan oleh Menteri Dalam Negeridan gubernur selaku wakir pemerintah pusat terhadap kebijakan daerah yang dilaksanakan.
b. Pengawasan terhadap kebijakan daerah
menyangkut kesesuaiannya terhadap kepentingan umum (meit review'1.c. Pengawasan terhadap kebijakan daerah
menyangkut kesesuaiannya dengan peraturan perundang-undangan yang teoin tinggi (legal review).selain itu,
pengawasanjuga
dilakukan terhadap penggunaan Anggaran Pendapatandan
Beranja Daerah (APBD), dana dokesentrasi dan dana tugas pembantuan yang dilaksanakan oleh Badan pemeriksa Keuangan(BPK). sesuai
dengan fungsinya sebagai lembaga tinggi negara memeriksa, menguji,dan
menilai penggunaan apakah sesuai dengan tujuan penganggaran yang telah direncanakan. BpK melakukan pengawasan penggunaan APBD dalam tahun anggaran yang berjalan.Hasil pemeriksaan dilaporkan kepada DPR dan DPRD untuk ditindak lebih