• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perubahan Selera dan Perdagangan di Kedua Negara

BAB II PEMBAHASAN

E. Pertumbuhan, Perubahan Selera, dan Perdagangan di Kedua Negara

2. Perubahan Selera dan Perdagangan di Kedua Negara

Melalui waktu, tidak hanya ekonomi yang tumbuh tapi selera nasional juga cenderung berubah. Sebagaimana kita lihat, pertumbuhan memengaruhi kurva penawaran ekspor suatu negara melalui efek dimana pertumbuhan memengaruhi batas produksi suatu negara. Demikian pula, pertumbuhan serta memengaruhi kurva penawaran eskpor suatu negara melalui efek dimana perubahan selera memengaruhi kurva indiferen suatu negara.

Jika keinginan Negara 1 untuk komoditas Y (kmoditas ekspor Negara 2) meningkat, Negara 1 akan bersedia untuk menawarkan lebih banyak komoditas X (komoditas ekspor Negara 1) untuk setiap unit komoditas Y yang diimpor.

Cara lain untuk menyatakan ini adalah Negara 1 akan bersedia menerima kurang dari komoditas Y untuk jumlah tertentu komoditas X yang diekspor. Hal ini akan menyebabkan kurva penawaran ekspor Negara 1 memutar searah jarum jam, katakanlah dari 1 ke 1* pada Gambar 7.8, menyebabkan peningkatan volume perdagangan, tetapi penurunan dalam nilai tukar Negara 1.

Disisi lain, jika selera Negara 2 untuk komoditas X mengalami peningkatan, kurva penawaran ekspornya akan memutar berlawanan arah dengan jarum jam, katakanlah dari 2 ke 2*, meningkatkan volume perdagangan, tetapi mengurangi nilai tukar Negara 2. Jika selera berubah dikedua negara, kedua kurva

30

penawaran ekspor akan berputar. Apa yang terjadi dengan volume perdagangan dan nilai tukar tergantung pada jenis dan derajat perubahan selera yang terjadi di setiap negara, seperi dalam kasus pertumbuhan. Studi kasus 7-5 membahas perubahan keunggulan komparatif terungkap dari berbagai negara dan region dari waktu ke waktu. studi kasus 7-6 kemudian membahas pertumbuhan output, perdagangan, dan kesejahteraan kelompok G-7 yang terdiri atas negara-negara industri.

Studi Kasus 7-5 Perubahan dalam Keunggulan Komparatif Terungkap dari Berbagai Negara dan Region

Tabel 7.5 memperlihatkan perubahan dalam keunggulan komparatif terungkap atau kelemahan dalam barang-barang hasil manufaktur yang bersifat padat modal, padat tenaga kerja terampil, dan padat tenaga kerja tidak terampil dari berbagai negara atau region mulai 1973 hingga 1993. Dalam komoditas yang bersifat padat modal, keunggukan komparatif mengalami kenaikan untuk Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Kanada, serta penurunan untuk Jepang. Dalam komoditas yang bersifat padat tenaga kerja terampil, keunggulan komparatif mengalami penurunan di Amerika Serikat dan Uni Eropa, serta mengalami peningkatan di Jepang. Untuk Kanada, keunggulan komparatif berubah menjadi kelemahan komparatif. Hasil-hasil ini secara umum konsisten dengan prediksi yang dihasilkan dari faktor produksi bawaan relatif yang diperlihatkan Tabel 7.1.

tabel 7.5 juga memperlihatkan bahwa untuk komoditas yang bersifat padat modal, kelemahan komparatif meningkat untuk Meksiko dan negara-negara Amerika Latin lainnya, dan menurun untuk Hong Kong, Korea Selatan, Taiwan, dan Singapura. Cina dan India tampaknya mempunyai keunggulan komparatif dalam komoditas yang bersifat padat modal 1973, tetapi hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh penurunan perdagangan yang besar yang mereka alami selama 1970-an. Hal ini tampaknya menyebabkan perubahan menjadi kelemahan komparatif, yang biasa terjadi pada negara-negara miskin seperti halnya Cina dan India ketika mereka menghilangkan banyak dari praktik proteksi perdagangan mereka selama akhir 1980-an dan awal 1990-an. Untuk

31

komoditas yang bersifat padat tenaga kerja terampil, kelemahan komparatif menurun untuk Meksiko dan negara-negara Amerika Latin lainnya, dan untuk Hong Kong, Korea Selatan, Taiwan dan Singapura, tetapi meningkat untuk Cina dan India. Untuk komoditas yang bersifat padat tenaga kerja tidak terampil, keunggulan komparatif menurun untuk negara-negara kelompok pertama tetapi meningkat untuk Cina dan India.

Modal Tenaga kerja terampil

Tenaga kerja tidak terampil

Negara/Region 1973 1993 1973 1993 1973 1993

Amerika Serikat 0,03 0,11 0,23 0,06 -

0,42

-0,30

Uni Eropa 0,02 0,03 0,02 0,01 -

0,05

-0,06

Jepang 0,08 0,07 0,07 0,15 -

0,17

-0,50

Kanada 0,14 0,19 -0,28 -0,25 0,08 -0,03

Negara OECD lainnya

0,01 0,00 0,01 -0,01 -

0,02

0,01

Meksiko -0,04 -0,05 -0,20 0,02 0,48 0,01

Negara Amerika Latin lainnya

-0,11 -0,16 -0,30 -0,23 0,48 0,47

Cina 0,19 -0,24 -0,19 -0,25 -

0,11

0,44

India 0,21 -0,44 -0,60 -0,64 0,15 0,37

Hong Kong, Korea Selatan, Taiwan, Singapura

-0,28 -0,11 -0,21 -0,03 0,39 0,14

Negara Asia lainnya -0,08 -0,33 -0,35 -0,05 0,48 0,40

32 Eropa Timur

(termasuk Rusia)

-0,04 -0,08 -0,07 -0,31 0,12 0,36

OPEC 0,05 -0,09 -0,08 -0,29 0,06 0,45

Negara didunia lainnya

-0,23 -0,17 -0,29 -0,18 0,61 0,40

OECD = Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi, yang mencakup negara-negara lais

OPEC = Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak

Sumber: Gabungan dari W. Cline, Trade and Income Distribution, op. Cit, hlm. 192.

Studi Kasus 7-6 Pertmbuhan, Perdagangan, dan Kesejahteraan di Negara- Negara Industri Termuka

Tabel 7.6 memperlihatkan data rata-rata tahunan laju pertumbuhan pendapatan domestik bruto (PDB) rill, ekspor, nilai tukar, dan pendapatan per kapita untu negara-negara G-7 (negara-negara industri terkemuka) dari 1984 hingga 2004. Tabel tersebut memperlihatkan bahwa rata-rata laju pertumbuhan per tahun dari PDBrill berkisar antara 3,3 di Amerika Serikat hingga 1,9 persen di Italia, dengan rata-rata 2,5 persen untuk keseluruhan negara-negara G-7.

Rata-rata laju pertumbuhan volume ekspor berkisar antara 6,6 persen untuk Amerika Serikat 4,5 persen untuk Italia, dengan rata-rata 5,3 persen untuk ketujuh negara. Karena itu, ekspor tumbuh jauh lebih dua kali lipat lebih cepat dibandingkan dengan PDB.

Perubahan dalam hal nilai tukar berkisar antara peningkatan antara rata-rata laju per tahun sebesar 0,8 persen di Inggris, hingga penurunan dengan laju 0,1 persen pertahun di Jerman, dengan rata-rata peningkatan sebesar 0,4 persen pertahun untuk ke tujuh negara. Kolom terakhir dari Tabel 7.5 memperlihatkan bahwa pertumbuhan pertahun pendapatan perkapita rill (sebagai ukuran kasar rata-rata dalam pertubuhan standar hidup) berkisar antara 2,4 persen untuk Amerika Serikat hingga 1,7 persen untuk Prancis, dengan rata-rata peningkatan 2,0 persen pertahun untuk semua tujuh negara. Walaupun banyak faktor yang berkontribusi pada pertumbuhan dari pendapatan perkapita rill, pertumbuhan ekspor dapat dipastikan sebagai salah satu yang berkontribusi.

33

TABEL 7.6 Pertumbuhan PDB dan Ekspor, serta Nilai Tukar, 1984-2004 PDB rill Volume

Ekspor

Nilai tukar

PDB Per Kapita

Amerika Serikat 3,3 6,6 0,3 2,4

Jepang 2,4 5,0 0,6 2,2

Jerman 2,0 5,4 -0,1 1,8

Prancis 2,1 5,0 0,2 1,7

Inggris 2,7 4,7 0,8 2,3

India 1,9 4,5 0,7 1,9

Kanada 3,0 6,0 0,0 1,8

Rata-rata tertimbung 2,5 5,3 0,4 2,0

Sumber: International Manetary Furd, Internasional Financial Statistic (Washigton, D.C,Berbagi Edisi);dan OECD, Economic Outlook (Part, Berbagai Edisi).

34 BAB III

Dokumen terkait