ma saja, melainkan juga penguatan moderasi beragama di Kementerian/Lembaga (K/L) lain yang terkait.
Perlu dipahami Bersama bahwa kehidupan beraga- ma di Indonesia sendiri sangat dinamis dan membutuhkan respon “moderat” yang bentuk persisnya harus disesuaikan dengan konteks peristiwa dan zamannya. Karenanya, konsep dan strategi implementasi penguatan moderasi beragama ini menjadi dokumen yang bisa berubah dan berkembang (living document).
Secara konstitusional, penguatan moderasi beragama memiliki landasan hukum yang kuat karena Undang-un- dang Dasar 1945 telah menegaskan adanya kewajiban negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut aga- manya dan kepercayaannya itu. Perlindungan terhadap ke- bebasan beragama ini juga dinyatakan dalam UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
624 Kementerian Agama RI 2020
gama itu memang secara khusus diemban oleh Kementerian Agama, yang memiliki tugas menyelenggarakan urusan pe- merintahan di bidang agama, untuk membantu Presiden da- lam menyelenggarakan pemerintahan negara, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Prepres) Nomor 83 Tahun 2015 Tentang Kementerian Agama. Namun demikian, karena kebebasan beragama adalah bagian dari Hak Asasi Manusia, maka tugas ini juga menjadi tanggung jawab Kementerian/
Lembaga lainnya.
Gambar 1: Dasar Hukum Penguatan Moderasi Beragama
Pertanyaan besarnya, mengapa moderasi beragama pen- ting dalam ikut menentukan arah kebijakan negara?
Untuk menjawab pertanyaan ini, setiap orang harus benar-benar memahami bahwa Indonesia adalah negara yang masyarakatnya sangat majemuk dan memiliki kekhasan dalam hal beragama dan bernegara. Di satu sisi, masyarakat Indonesia sangat relijius, di mana kehidupan sehari-harinya sangat lekat dengan nilai-nilai agama. Nyaris tidak ada satu
Peta Jalan Moderasi Beragama
PMA 18 2020 tentang Renstra Kementerian Agama 2020-
2024 Perpres 18
Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-
2024 Perpres 83
Tahun 2015 tentang Kementerian
Agama UU 39 Tahun
1999 tentang Hak Asasi
Manusia UUD 1945
Negara menjamin kemerdekaan tiap- tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu
Pasal 29 ayat (2)
Setiap orang bebas memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu
Pasal 22 ayat (2)
Kementerian Agama mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara Pasal 2
Program Prioritas memperkuat moderasi beragama, yang bertujuan untuk mengukuhkan toleransi, kerukunan dan harmoni sosial, menjadi tanggung jawab Kementerian Agama Lampiran III
Kementerian Agama yang profesional dan andal dalam membangun masyarakat yang saleh, moderat, cerdas dan unggul untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong royong Lampiran I
4
Dasar Hukum
63
G. PETA JALAN PENGUATAN MODERASI BERAGAMA
Peta Jalan (roadmap) ini disusun sebagai panduan pelak- sanaan penguatan moderasi beragama tahun 2020-2024, untuk diterapkan baik dalam lingkup Kementerian Agama sebagai leading sector, maupun lingkup nasional. Adapun tahap penguatan moderasi beragama dalam lingkup Ke- menterian Agama adalah sebagai berikut (Gambar 18):
1. Tahun 2021: Penguatan perspektif moderasi beragama dalam institusi. Tahap ini ditempuh melalui beberapa agenda sebagai berikut:
a. Pengembangan kerangka kerja tingkat direktorat;
b. Penyiapan instrumen implementasi penguatan moderasi beragama;
c. Pemenuhan anggaran;
d. Program penguatan moderasi beragama berbasis tugas dan fungsi; dan
Kementerian Agama.
2. Tahun 2022: Penyelenggaraan layanan dan program keagamaan berperspektif moderasi beragama. Tahap ini ditempuh melalui agenda sebagai berikut:
a. Pengembangan dan penguatan pelayanan publik berperspektif moderasi beragama; dan
b. Pelibatan pemangku kepentingan dalam imple- mentasi moderasi beragama.
3. Tahun 2023: Penguatan peran masyarakat dalam pe- nguatan moderasi beragama. Tahap ini ditempuh me- lalui agenda sebagai berikut:
a. Penguatan pelibatan pemangku kepentingan de- ngan fasilitasi program masyarakat untuk imple- mentasi moderasi beragama; dan
b. Peningkatan fasilitasi program masyarakat sesuai tugas dan fungsi.
4. Tahun 2024: Peneguhan dan apresiasi negara dan bangsa berperspektif moderasi beragama. Capaian ta- hap ini ditandai dengan parameter sebagai berikut:
a. Tercapainya indeks-indeks sesuai target;
b. Pemenuhan regulasi akan hak sipil berbasis mo- derasi beragama;
c. Penurunan jumlah kasus konflik atas nama agama;
dan
d. Apresiasi implementasi moderasi beragama.
derasi beragama itu akan dilakukan? Apa Langkah-langkah yang akan ditempuh agar tujuannya untuk menciptakan ke- hidupan umat beragama yang harmonis, rukun, dan damai dapat tercapai secara sistematis dan terukur? Bagaimana pula rencana aksi penguatan moderasi beragama itu, baik dalam lingkup Kemenag maupun lingkup nasional, yang melibatkan Kementerian/Lembaga lain?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itulah Peta Ja- lan Penguatan Moderasi Beragama 2020-2024, selanjutkan disebut Peta Jalan, ini hadir di hadapan pembaca. Peta Jalan ini tidak diproyeksikan hanya untuk melakukan penguatan moderasi beragama di kalangan internal Kementerian Aga- ma saja, melainkan juga penguatan moderasi beragama di Kementerian/Lembaga (K/L) lain yang terkait.
Perlu dipahami Bersama bahwa kehidupan beraga- ma di Indonesia sendiri sangat dinamis dan membutuhkan respon “moderat” yang bentuk persisnya harus disesuaikan dengan konteks peristiwa dan zamannya. Karenanya, konsep dan strategi implementasi penguatan moderasi beragama ini menjadi dokumen yang bisa berubah dan berkembang (living document).
Secara konstitusional, penguatan moderasi beragama memiliki landasan hukum yang kuat karena Undang-un- dang Dasar 1945 telah menegaskan adanya kewajiban negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut aga- manya dan kepercayaannya itu. Perlindungan terhadap ke- bebasan beragama ini juga dinyatakan dalam UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
Kewajiban negara untuk melindungi kebebasan bera- gama itu memang secara khusus diemban oleh Kementerian Agama, yang memiliki tugas menyelenggarakan urusan pe- merintahan di bidang agama, untuk membantu Presiden da- lam menyelenggarakan pemerintahan negara, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Prepres) Nomor 83 Tahun 2015 Tentang Kementerian Agama. Namun demikian, karena kebebasan beragama adalah bagian dari Hak Asasi Manusia, maka tugas ini juga menjadi tanggung jawab Kementerian/
Lembaga lainnya.
Gambar 1: Dasar Hukum Penguatan Moderasi Beragama
Pertanyaan besarnya, mengapa moderasi beragama pen- ting dalam ikut menentukan arah kebijakan negara?
Untuk menjawab pertanyaan ini, setiap orang harus benar-benar memahami bahwa Indonesia adalah negara yang masyarakatnya sangat majemuk dan memiliki kekhasan dalam hal beragama dan bernegara. Di satu sisi, masyarakat Indonesia sangat relijius, di mana kehidupan sehari-harinya sangat lekat dengan nilai-nilai agama. Nyaris tidak ada satu
Peta Jalan Moderasi Beragama
PMA 18 2020 tentang Renstra Kementerian Agama 2020-
2024 Perpres 18
Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-
2024 Perpres 83
Tahun 2015 tentang Kementerian
Agama UU 39 Tahun
1999 tentang Hak Asasi
Manusia UUD 1945
Negara menjamin kemerdekaan tiap- tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu
Pasal 29 ayat (2)
Setiap orang bebas memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu
Pasal 22 ayat (2)
Kementerian Agama mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara Pasal 2
Program Prioritas memperkuat moderasi beragama, yang bertujuan untuk mengukuhkan toleransi, kerukunan dan harmoni sosial, menjadi tanggung jawab Kementerian Agama Lampiran III
Kementerian Agama yang profesional dan andal dalam membangun masyarakat yang saleh, moderat, cerdas dan unggul untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong royong Lampiran I
4
Dasar Hukum
Gambar 18: Peta Jalan penguatan moderasi beragama pada Kementerian Agama
Adapun Peta Jalan penguatan moderasi beragama tahun 2020-2024 untuk lingkup nasional, adalah sebagai berikut (Gambar 19):
1. Tahun 2021: Pengembangan infrastruktur penguatan perspektif moderasi beragama. Tahap ini ditempuh melalui agenda sebagai berikut:
a. Sosialisasi dan penyelarasan konsep dan kerangka kerja moderasi beragama;
b. Penguatan regulasi perspektif moderasi beragama;
dan
c. Penguatan dukungan kebijakan dan anggaran Ke- menterian/Lembaga di tingkat pusat sampai peme- rintah daerah.
2. Tahun 2022: Penguatan perspektif dan kapasitas pe- nyelenggara negara & lembaga keagamaan dalam pe- nguatan perspektif moderasi beragama. Tahap ini di- tempuh melalui agenda sebagai berikut:
a. Peningkatan perspektif dan kapasitas penyelengga- ra negara;
b. Pelibatan kelompok-kelompok kunci dalam pe- nguatan moderasi beragama;
c. Implementasi awal program penguatan moderasi beragama pada target utama RPJMN.
3. Tahun 2023: Penguatan perspektif moderasi beragama dalam kehidupan keberagamaan Indonesia di semua
Beragama
tan Prioritas (KP)2021202220232024 Penguatan Perspektif Moderasi Beragama dalam Institusi Penyelenggaraan Layanan dan Program Keagamaan berperspektif Moderasi Beragama Penguatan Peran Masyarakat dalam Penguatan Moderasi Beragama
Peneguhan dan Apresiasi Negara dan Bangsa Berperspektif Moderasi Beragama ncara sikap, dan eragamajalan
•Pengembangan kerangka kerja tingkat Pusat dan Daerah •Penyiapan rencana aksi dan instrumen implementasi Penguatan Moderasi Beragama •Pemenuhan anggaran •Program Penguatan ModerasiBeragama berbasis tugas dan fungsi •Peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag
•Pengembangan dan penguatan pelayanan publik berperspektif Moderasi Beragama •Pelibatan pemangku kepentingan dalam implementasi Moderasi Beragama •Sinergi dan sinkronisasi regulasi terkait Penguatan Moderasi Beragama
•Penguatan pelibatan pemangku kepentingan dengan fasiitasi program masyarakat untuk implementasi Moderasi Beragama •Peningkatan fasilitasi program masyarakat sesuai tugas dan fungsi •Penguatan peran media dalam sosialisasi perspektif moderasi beragama
•Tercapainya indeks- indeks sesuai target •Pemenuhan regulasi akan hak sipil berbasis Moderasi Beragama •Penurunan jumlah kasus konflik atas nama agama •Apresiasi implementasi Moderasi Beragama
n harmonisasi unan umat asan relasi an budaya tan kualitas n kehidupan a bangan i dan sumber aan
al an
an Moderasi Beragama enterian Agama 273
Peta Jalan (Roadmap) Penguatan Moderasi Beragama Tahun 2020-2024
derasi beragama itu akan dilakukan? Apa Langkah-langkah yang akan ditempuh agar tujuannya untuk menciptakan ke- hidupan umat beragama yang harmonis, rukun, dan damai dapat tercapai secara sistematis dan terukur? Bagaimana pula rencana aksi penguatan moderasi beragama itu, baik dalam lingkup Kemenag maupun lingkup nasional, yang melibatkan Kementerian/Lembaga lain?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itulah Peta Ja- lan Penguatan Moderasi Beragama 2020-2024, selanjutkan disebut Peta Jalan, ini hadir di hadapan pembaca. Peta Jalan ini tidak diproyeksikan hanya untuk melakukan penguatan moderasi beragama di kalangan internal Kementerian Aga- ma saja, melainkan juga penguatan moderasi beragama di Kementerian/Lembaga (K/L) lain yang terkait.
Perlu dipahami Bersama bahwa kehidupan beraga- ma di Indonesia sendiri sangat dinamis dan membutuhkan respon “moderat” yang bentuk persisnya harus disesuaikan dengan konteks peristiwa dan zamannya. Karenanya, konsep dan strategi implementasi penguatan moderasi beragama ini menjadi dokumen yang bisa berubah dan berkembang (living document).
Secara konstitusional, penguatan moderasi beragama memiliki landasan hukum yang kuat karena Undang-un- dang Dasar 1945 telah menegaskan adanya kewajiban negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut aga- manya dan kepercayaannya itu. Perlindungan terhadap ke- bebasan beragama ini juga dinyatakan dalam UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
664 Kementerian Agama RI 2020
Kewajiban negara untuk melindungi kebebasan bera- gama itu memang secara khusus diemban oleh Kementerian Agama, yang memiliki tugas menyelenggarakan urusan pe- merintahan di bidang agama, untuk membantu Presiden da- lam menyelenggarakan pemerintahan negara, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Prepres) Nomor 83 Tahun 2015 Tentang Kementerian Agama. Namun demikian, karena kebebasan beragama adalah bagian dari Hak Asasi Manusia, maka tugas ini juga menjadi tanggung jawab Kementerian/
Lembaga lainnya.
Gambar 1: Dasar Hukum Penguatan Moderasi Beragama
Pertanyaan besarnya, mengapa moderasi beragama pen- ting dalam ikut menentukan arah kebijakan negara?
Untuk menjawab pertanyaan ini, setiap orang harus benar-benar memahami bahwa Indonesia adalah negara yang masyarakatnya sangat majemuk dan memiliki kekhasan dalam hal beragama dan bernegara. Di satu sisi, masyarakat Indonesia sangat relijius, di mana kehidupan sehari-harinya sangat lekat dengan nilai-nilai agama. Nyaris tidak ada satu
Peta Jalan Moderasi Beragama
PMA 18 2020 tentang Renstra Kementerian Agama 2020-
2024 Perpres 18
Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-
2024 Perpres 83
Tahun 2015 tentang Kementerian
Agama UU 39 Tahun
1999 tentang Hak Asasi
Manusia UUD 1945
Negara menjamin kemerdekaan tiap- tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu
Pasal 29 ayat (2)
Setiap orang bebas memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu
Pasal 22 ayat (2)
Kementerian Agama mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara Pasal 2
Program Prioritas memperkuat moderasi beragama, yang bertujuan untuk mengukuhkan toleransi, kerukunan dan harmoni sosial, menjadi tanggung jawab Kementerian Agama Lampiran III
Kementerian Agama yang profesional dan andal dalam membangun masyarakat yang saleh, moderat, cerdas dan unggul untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong royong Lampiran I
4
Dasar Hukum
67 lini. Tahap ini ditempuh melalui agenda sebagai beri-
kut:
a. Implementasi penguatan moderasi beragama oleh penyelenggara negara;
b. Peningkatan pelibatan tokoh publik dan organisasi berpengaruh dalam penguatan moderasi beraga- ma; dan
c. Kebijakan afirmasi penguatan moderasi beragama.
4. Tahun 2024: Peneguhan kerukunan umat beragama dan kehidupan keberagamaan berperspektif moderasi beragama. Capaian tahap ini ditandai dengan parame- ter sebagai berikut (Gambar 19):
a. Tercapainya indeks kerukunan umat beragama, in- deks kesalehan umat beragama, dan indeks peneri- maan umat beragama atas keragaman budaya;
b. Rekognisi dan afirmasi kepada pelaku moderasi beragama;
c. Tercapainya target rumah ibadah sebagai pusat syiar agama yang toleran;
d. Moderasi beragama menjadi perspektif utama da- lam dunia pendidikan; dan
e. Menguatnya peran media masa dalam program pe- nguatan moderasi beragama.
Gambar 19: Peta Jalan penguatan moderasi beragama pada lingkup nasional
67
Peta Jalan ModerasiBeragama NoKegiatan Prioritas (KP)2021202220232024PengembanganInfrastruktur PenguatanPerspektif Moderasi Beragama Penguatan Perspektif danKapasitas Penyelenggara Negara & Lembaga Keagamaan dalamPengarusutamaan PerspektifModerasi Beragama PengarusutamaanPerspektif Moderasi Beragama dalamKehidupan Keberagamaan Indonesiadi semua lini Peneguhan KerukunanUmat Beragama danKehidupan KeberagamaanBerperspektif Moderasi Beragama 1Penguatancara pandang, sikap, dan praktikberagamajalan tengah •Sosialisasi danpenyelarasan konsep dankerangka kerja Moderasi Beragama•Penguatan regulasi perspektif Moderasi Beragama•Penguatan dukungan kebijakan dan anggaranKementerian/Lembaga di tingkat pusat sampai pemerintah daerah•Pengembangan kelembagaan Moderasi Beragama •Peningkatan perspektif dankapasitas penyelenggara negara.•Pelibatan kelompok-kelompok kunci dalam Penguatan Moderasi Beragama•Sinergi dan sinkronisasi regulasi terkait Penguatan Moderasi Beragama•Kajian awal ProgramPengarusutamaan Moderasi Beragama pada target utama RPJMN •Implementasi penguatan Moderasi Beragama oleh penyelenggara negara.•Peningkatan pelibatan tokoh publik dan organisasi berpengaruhdalam penguatanModerasi Beragama•Kebijakan afirmasi penguatan Moderasi Beragama•Pelibatan media dalamprogram Penguatan Moderasi Beragama •Tercapainya Indeks KUB, Indeks Kesalehan Umat Beragama, dan Indeks Penerimaan Umat Beragama ataskeragaman budaya•Rekognisi dan afirmasi kepada pelaku Moderasi Beragama•Tercapainya target rumahibadah sebagai pusat syiar agama yang toleran•Moderasi Beragama menjadi perspektif utama dalam dunia pendidikan•Media masa menjadi agen Penguatan Moderasi Beragama 2Penguatan harmonisasidan kerukunan umat beragama
3Penyelarasan relasi agama dan budaya4Peningkatan kualitas pelayanan kehidupan beragama
5Pengembangan ekonomi dan sumber daya keagamaan
Pe ta J al an
PenguatanModerasiBeragamapadaLingkupNasional28
derasi beragama itu akan dilakukan? Apa Langkah-langkah yang akan ditempuh agar tujuannya untuk menciptakan ke- hidupan umat beragama yang harmonis, rukun, dan damai dapat tercapai secara sistematis dan terukur? Bagaimana pula rencana aksi penguatan moderasi beragama itu, baik dalam lingkup Kemenag maupun lingkup nasional, yang melibatkan Kementerian/Lembaga lain?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itulah Peta Ja- lan Penguatan Moderasi Beragama 2020-2024, selanjutkan disebut Peta Jalan, ini hadir di hadapan pembaca. Peta Jalan ini tidak diproyeksikan hanya untuk melakukan penguatan moderasi beragama di kalangan internal Kementerian Aga- ma saja, melainkan juga penguatan moderasi beragama di Kementerian/Lembaga (K/L) lain yang terkait.
Perlu dipahami Bersama bahwa kehidupan beraga- ma di Indonesia sendiri sangat dinamis dan membutuhkan respon “moderat” yang bentuk persisnya harus disesuaikan dengan konteks peristiwa dan zamannya. Karenanya, konsep dan strategi implementasi penguatan moderasi beragama ini menjadi dokumen yang bisa berubah dan berkembang (living document).
Secara konstitusional, penguatan moderasi beragama memiliki landasan hukum yang kuat karena Undang-un- dang Dasar 1945 telah menegaskan adanya kewajiban negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut aga- manya dan kepercayaannya itu. Perlindungan terhadap ke- bebasan beragama ini juga dinyatakan dalam UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
Kewajiban negara untuk melindungi kebebasan bera- gama itu memang secara khusus diemban oleh Kementerian Agama, yang memiliki tugas menyelenggarakan urusan pe- merintahan di bidang agama, untuk membantu Presiden da- lam menyelenggarakan pemerintahan negara, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Prepres) Nomor 83 Tahun 2015 Tentang Kementerian Agama. Namun demikian, karena kebebasan beragama adalah bagian dari Hak Asasi Manusia, maka tugas ini juga menjadi tanggung jawab Kementerian/
Lembaga lainnya.
Gambar 1: Dasar Hukum Penguatan Moderasi Beragama
Pertanyaan besarnya, mengapa moderasi beragama pen- ting dalam ikut menentukan arah kebijakan negara?
Untuk menjawab pertanyaan ini, setiap orang harus benar-benar memahami bahwa Indonesia adalah negara yang masyarakatnya sangat majemuk dan memiliki kekhasan dalam hal beragama dan bernegara. Di satu sisi, masyarakat Indonesia sangat relijius, di mana kehidupan sehari-harinya sangat lekat dengan nilai-nilai agama. Nyaris tidak ada satu
Peta Jalan Moderasi Beragama
PMA 18 2020 tentang Renstra Kementerian Agama 2020-
2024 Perpres 18
Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-
2024 Perpres 83
Tahun 2015 tentang Kementerian
Agama UU 39 Tahun
1999 tentang Hak Asasi
Manusia UUD 1945
Negara menjamin kemerdekaan tiap- tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu
Pasal 29 ayat (2)
Setiap orang bebas memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu
Pasal 22 ayat (2)
Kementerian Agama mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara Pasal 2
Program Prioritas memperkuat moderasi beragama, yang bertujuan untuk mengukuhkan toleransi, kerukunan dan harmoni sosial, menjadi tanggung jawab Kementerian Agama Lampiran III
Kementerian Agama yang profesional dan andal dalam membangun masyarakat yang saleh, moderat, cerdas dan unggul untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong royong Lampiran I
4
Dasar Hukum