• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pimpinan OJK

Dalam dokumen BUKU SAKU - Otoritas Jasa Keuangan (Halaman 35-52)

O TORIT AS JASA KEU ANGAN

A. Tentang OJK

7. Pimpinan OJK

OJK dipimpin oleh sembilan Dewan Komisioner yang kepemimpinannya bersifat kolektif dan kolegial. Susunan Dewan Komisioner tersebut terdiri atas:

a. Seorang Ketua b. Seorang Wakil Ketua c. Seorang Kepala Eksekutif

Pengawas Perbankan

d. Seorang Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal

e. Seorang Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank

f. Seorang Ketua Dewan Audit

g. Seorang anggota yang membidangi Edukasi dan Perlindungan Konsumen h. Seorang ex-officio dari Bank Indonesia i. Seorang ex-officio dari Kementerian

Keuangan

Jabatan yang ada di OJK, yaitu :

Untuk membantu tugasnya, Dewan Komisioner mengangkat pejabat struktural maupun fungsional antara lain Deputi Komisioner, direktur, dan pejabat di bawahnya.

Deputi Komisioner

Para Deputi Komisioner adalah pejabat yang langsung berada di bawah Dewan Komisioner.

Berikut ini adalah sembilan pembidangan Deputi Komisioner OJK:

a. Deputi Komisioner Manajemen Strategis I b. Deputi Komisioner Manajemen Strategis IIA c. Deputi Komisioner Manajemen Strategis II B d. Deputi Komisioner Audit Internal,

Managemen Risiko dan Pengendalian Kualitas

e. Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I f. Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II g. Deputi Komisioner Pengawas Industri

Keuangan Non Bank I

h. Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank II

i. Deputi Komisioner Eduk asi dan Perlindungan Konsumen

Dalam mengemban fungsi dan tugasnya OJK memiliki pegawai yang berasal dari Bank Indonesia dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.

Muliaman D. Hadad, Ph. D Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan

Lahir di Bekasi pada 3 April 1960. Meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia Jakarta dan gelar PhD dalam bidang Business and Economics, dari Monash University, Melbourne, Australia.

Mengawali karirnya sebagai staf umum di Kantor Bank Indonesia Mataram Tahun 1986. Pada tahun 2003 diangkat sebagai Kepala Biro Stabilitas Sistem Keuangan dan sebagai Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan sejak tahun 2005. Saat ini beliau juga aktif sebagai 8. Profil Dewan Komisioner OJK

Periode 2012 – 2017

ketua Masyarakat Ekonomi Syariah, duduk dalam kepengurusan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), dan dosen di beberapa perguruan tinggi di Jakarta.

Muliaman D. Hadad diangkat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia sesuai Keputusan Presiden RI No.69 /P Tahun 2006, tanggal 22 Desember 2006 dan diambil sumpahnya (dilantik) pada tanggal 11 Januari 2007. Kemudian dilantik kembali untuk masa jabatan kedua sesuai Keputusan Presiden RI No.75/P tanggal 21 Desember 2011 dan dilantik pada tanggal 29 Desember 2011.

Pada tanggal 18 Juli 2012 ditetapkan sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 67/P Tahun 2012 dan dilantik pada tanggal 20 Juli 2012 oleh Ketua Mahkamah Agung untuk masa jabatan 2012 - 2017.

DR. Rahmat Waluyanto, MBA Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan sebagai Ketua Komite

Etik Merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan

Lahir di Metro, Lampung pada 3 Oktober 1956.

Meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta dan gelar PhD dalam bidang Accounting dan Finance, dari University of Birmingham, UK.

Mengawali karir sebagai PNS Departemen pada tahun 1985 sebagai staf pada Direktorat Pembinaan BUMN, Direktorat Jenderal Moneter Dalam Negeri. Pada tahun 2005 diangkat sebagai Direktur Pengelolaan Surat Utang Negara dan pada tahun 2006 diangkat sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Utang, Kementerian Keuangan.

Pada tanggal 18 Juli 2012 ditetapkan sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 67/P Tahun 2012 dan pada tanggal 20 Juli 2012 mengambil sumpah di hadapan Ketua Mahkamah Agung untuk masa jabatan 2012 - 2017, kemudian berdasarkan keputusan Presiden Nomor 72/P Tahun 2012 diangkat sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Sebagai Ketua Komite Etik merangkap anggota.

Nelson Tampubolon, SE, MSM Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Merangkap Anggota Dewan Komisioner

Otoritas Jasa Keuangan

Lahir di Balige pada Januari 1954. Meraih gelar sarjana Ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Parahyangan, Bandung dan gelar Master of Science In Management (MSM) di Arthur D Little Management Institut, Boston, USA.

Mengawali karirnya di Bank Indonesia Kantor Pusat sebagai Staf Umum Pengawasan Bank pada tahun 1982 s/d 1983. Pada tahun 1983 menjalani tugas belajar di New York dan pada tahun 1988 diangkat sebagai Kepala Seksi di Bidang Pengembangan Organisasi. Setelah menjalani promosi dan rotasi dibeberapa Direktorat, diangkat sebagai Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan pada tahun 2002.

Sejak tahun 2005 hingga 2008 menjabat sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Singapura dan selanjutnya sebagai Direktur Direktorat Internasional pada tahun 2008 s/d Januari 2012.

Selain itu, pernah mengikuti Kursus Singkat Angkatan XIII, Lemhanas pada tahun 2005.

Pada tanggal 18 Juli 2012 ditetapkan sebagai Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 67/P tahun 2012 dan mengucapkan sumpah di hadapan Ketua Mahkamah Agung untuk masa jabatan 2012 - 2017.

Ir. Nurhaida, MBA

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Merangkap Anggota Dewan Komisioner

Otoritas Jasa Keuangan

Lahir di Padang Panjang pada 27 Juni 1959.

Meraih gelar Insinyur di Bidang Kimia Tekstil dari Institut Teknologi Tekstil Bandung dan gelar Master of Business Administration, dari Indiana University, Bloomington, USA.

Nurhaida mengawali karirnya di Kementerian Keuangan pada tahun 1989. Pada tahun 2006 mulai menjabat sebagai Eselon II (Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil) di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Beliau diangkat sebagai Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kebijakan dan Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan dengan Keputusan Presiden Nomor 20/M Tahun 2011 tanggal 21 Januari 2011.

Pada tanggal 18 Juli 2012 ditetapkan sebagai Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 67/P tahun 2012 dan mengucapkan sumpah di hadapan Ketua Mahkamah Agung untuk masa jabatan 2012 - 2017.

DR. Firdaus Djaelani, MA Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank Merangkap Anggota

Dewan Komisioner

Lahir di Jakarta pada 17 Desember 1954. Meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia Jakarta dan gelar Master dari Ball State University Indiana USA, kemudian gelar Doktor dari Universitas Gajah Mada.

Mengawali karirnya sebagai staf Departemen Keuangan tahun 1981. Pada tahun 2000 diangkat sebagai Direktur Asuransi DJLK Departemen Keuangan. Saat ini beliau juga aktif sebagai

Ketua Indonesia Senior Executive Association (ISEA), duduk dalam kepengurusan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), dan Penasehat Masyarakat Ekonomi Syariah.

Firdaus Djaelani diangkat sebagai Anggota Dewan Komisioner merangkap Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada tahun 2008 s/d tahun 2012. Kemudian dilantik kembali untuk masa jabatan kedua Anggota Dewan Komisioner merangkap Ketua Komite Informasi LPS pada tahun 2012 sampai kemudian diangkat menjadi Anggota Dewan Komisioner OJK.

Pada tanggal 18 Juli 2012 ditetapkan sebagai Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 67/P tahun 2012 dan mengucapkan sumpah di hadapan Ketua Mahkamah Agung untuk masa jabatan 2012 - 2017.

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Yang Membidangi Edukasi dan

Perlindungan Konsumen

Lahir di London UK pada 21 Juli 1954. Meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia Jakarta pada tahun 1979 dan gelar legum Magister dari Washington College of Law, The American University USA pada tahun 1984 serta gelar Doktor Ilmu Hukum diraih di Universitas Indonesia Jakarta pada tahun 2008.

Mengawali karirnya sebagai staf di Bagian Pemeriksaan Kredit, Urusan Perencanaan Pengawasan Kredit di Bank Indonesia tahun 1980.

Pada tahun 2001 diangkat sebagai Deputi Direktur memimpin Direktorat Hukum Bank Indonesia dan pada tahun 2003 diangkat sebagai Direktur Direktorat Luar Negeri Bank Indonesia. Direktur Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan Bank Indonesia pada tahun 2006. Serta pada DR. Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono, S.H., LLM

tahun 2007 Kusumaningtuti S. Soetiono menjabat sebagai Direktur Direktorat Sumber Daya Manusia. Pada tahun 2010 Kusumaningtuti S. Soetiono diberi amanat sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia New York hingga tahun 2012.

Pada tanggal 18 Juli 2012 ditetapkan sebagai Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 67/P tahun 2012 dan mengucapkan sumpah di hadapan Ketua Mahkamah Agung untuk masa jabatan 2012 - 2017.

Prof. Dr. Ilya Avianti, S.E., M,Si., Ak. CPA Ketua Dewan Audit Merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Lahir di Bandung pada 7 Juli 1959. Meraih gelar Sarjana Ekonomi dan Akuntan, gelar Magister Sains (M.Si) di bidang Akuntansi, serta gelar

Doktor di bidang Akuntansi dari Universitas Padjajaran, Bandung.

Mengawali karir sebagai dosen pada Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran, Bandung pada tahun 1985. pada tahun 2007 s.d. 2012 melaksanakan tugas di Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), sebagai Tenaga Ahli dan terakhir sebagai Auditor Utama Keuangan Negara VII BPK RI.

Sejak tahun 2002 aktif di Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan terakhir sebagai Ketua Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) Ikatan Akuntan Indonesia.

Pada tanggal 18 Juli 2012 ditetapkan sebagai Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 67/P tahun 2012 dan mengucapkan sumpah di hadapan Ketua Mahkamah Agung untuk masa jabatan 2012 - 2017.

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Ex-Officio Kementerian Keuangan,

Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia Mardiasmo lahir di Solo, Jawa Tengah, 10 Mei 1958.

Ia menyelesaikan pendidikan jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada pada 1981, magister pada University of Bridgeport, Connecticut, Amerika Serikat, pada 1989 dan Doktor School of Public Policy, University of Birmingham Inggris pada 1999.

Pada 10 Desember 2010, Mardiasmo terpilih menjadi Ketua Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) periode 2010-2014 dalam Kongres XI IAI di Jakarta. Di sektor publik, Mardiasmo pernah menyampaikan keinginannya agar akuntan dapat mengawal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dari perencanaan hingga pelaporan, sehingga APBN benar- benar sampai ke tujuan, melalui pembangunan.

Prof. Dr. H. Mardiasmo, MBA, PhD, Akt, QIA, CA, CFrA

Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) itu pun pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 2010.

Pada 28 Jumi 2012, Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan mengangkat Mardiasmo sebagai Komisaris Utama Jasa Rahaja berdasarkan Keputusan Pemegang Saham Perusahaan di Luar Rapat Umum Pemegang Saham, tentang Pengangkatan Anggota-Anggota Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan.

Dan pada 27 Oktober 2014, Presiden Joko Widodo menunjuk Mardiasmo sebagai Wakil Menteri Keuangan saat pelantikan menteri Kabinet Kerja 2014-2019. Mardiasmo menggantikan Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro pada Kabinet Indonesia Bersatu II era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 2009-2014.

DR. Halim Alamsyah, SH, SE, MA Deputi Gubernur Bank Indonesia, Anggota Dewan Komisioner Jasa Keuangan ex-Officio

Bank Indonesia

Lahir di Bangka pada 6 Maret 1957, memulai karir di Bank Indonesia sebagai analis kredit pada Urusan Kredit Koperasi pada tahun 1982.

Saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Sebelumnya ia pernah menjabat Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan, Direktur Direktorat Statistik Moneter, Direktur Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan dan Direktur Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat.

Pernah ditempatkan (Secondment) sebagai Analis Konjungtur Siklus (Business Cycle) pada Central Planning Bureau, Den Haag - Belanda pada 1990 - 1992 dan sebagai Peneliti Ekonomi pada Asia Pasific Department, IMF - Washington DC pada tahun 1996/1997.

Halim Alamsyah menyelesaikan pendidikannya pada Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta jurusan Ekonomi Perusahaan (1980) dan Fakultas Hukum UGM Yogyakarta jurusan Hukum Agraria (1981). Ia juga mendapatkan gelar Master dalam bidang Ekonomi Pembangunan dari Boston University Amerika (1985) dan gelar Doktor dari Universitas Indonesia pada tahun 2008.

9. Strategi OJK Untuk Merealisasikan Visi

Dalam dokumen BUKU SAKU - Otoritas Jasa Keuangan (Halaman 35-52)

Dokumen terkait