BAB III METODE PENELITIAN
H. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis data adalah:
1. Analisis Statistika Deskriptif
Analisis statistika deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik skor dari sampel penelitian untuk masing-masing variabel. Data yang dimaksud pada bagian ini adalah data yang diperoleh dari hasil penelitian, yaitu:
a) Hasil belajar Matematika
Kriteria yang digunakan untuk menentukan kategori hasil belajar matematika adalah berdasarkan teknik kategorisasi yang ditetapkan oleh sekolah sebagai berikut:
Tabel 3.2 Kategori Ketuntasan Hasil Belajar
No Nilai Kategori
1 1 ≤ < 2,67 Tidak Tuntas
2 2,67 ≤ ≤ 4 Tuntas
Di samping itu hasil belajar siswa juga diarahkan pada pencapaian hasil belajar individual dan klasikal. Kriteria seorang siswa dikatakan tuntas belajar
apabila memiliki nilai paling sedikit 2,67 sedangkan ketuntasan klasikal tercapai apabila 80% siswa dikelas tersebut telah mencapai skor paling sedikit 2,67.
Ketuntasan belajar Klasikal = , 100%
b) Data yang diperoleh dari hasil pretest dan posttest dianalisis untuk mengetahui hasil belajar siswa. Besarnya peningkatan sebelum dan sesudah pembelajaran dihitung dengan rumus Gain Ternormalisasi.
= −
−
Keterangan:
g= gain ternormalisasi
= skor pretes
= skor postest
= Skor maksimum ideal
Untuk pengklasifikasian Gain Ternormalisasi terlihat pada tabel berikut:
Tabel 3.3 Klasifikasi Gain Ternormalisasi
Koefisien normalisasi gain Klasifikasi
g< 0,3 Rendah
0,3≤ < 0,7 Sedang
≥ 0,7 Tinggi
Sumber: Fitriani (2013, 106)
c) Aktivitas Siswa
Langkah-langkah analisis aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran adalah:
Menentukan frekuensi hasil pengamatan aktivitas siswa untuk setiap kategori dalam satu kali pertemuan
Mencari persentasi frekuensi setiap indikator dengan membagi besarnya frekuensi dengan jumlah siswa kemudian dikalikan 100
Untuk menghitung rata-rata persentase setiap aspek aktifitas siswa digunakan rumus sebagai berikut :
%
100
T Pta Ta
Keterangan:
Pta =Presentese aktivitas siswa untuk melakukan suatu jenis aktivitas tertentu.
TaBanyaknya jenis aktivitas tertentu yang dilakukan siswa setiap pertemuan.
T Banyaknya seluruh aktivitas setiap pertemuan.Indikator keberhasilan aktivitas siswa dalam penelitian ini ditunjukkan dengan sekurang-kurangnya 70% siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
d) Keterlaksanaan Pembelajaran
Teknik analisis data terhadap keterlaksanaan pembelajaran digunakan analisis rata-rata. Artinya tingkat kemampuan guru dihitung dengan cara menjumlah nilai tiap aspek kemudian membaginya dengan banyak aspek yang dinilai. Adapun pengkategorian kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran digunakan kategori pada tabel berikut:
Tabel 3.4 Konversi Nilai Tingkat Keterlaksanaan Pembelajaran
No. Skor Rata-Rata Kategori
1 1,00≤ ≤ 1,50 Tidak terlaksana dengan baik 2 1,50˂ ≤ 2,50 Kurang Terlaksana dengan baik
3 2,50˂ ≤ 3,50 Terlaksana dengan baik
4 3,50˂ ≤ 4,50 Terlaksana dengan sangat baik
Keterangan:
= rata-rata keterlaksanaan pembelajaran
Kriteria keterlaksanaan metode berada pada kategori terlaksana dengan baik.
e) Respon Siswa
Data tentang siswa diperoleh dari angket respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran, dan selanjutnya dianalisis dengan persentase. Kegiatan yang dilakukan untuk menganalisis data respon siswa adalah:
a. Menghitung banyaknya siswa yang memberi respon positif sesuai dengan aspek yang ditanyakan, kemudian menghitung persentasenya.
b. Menentukan kategori untuk respon positif siswa dengan cara mencocokkan hasil persentase dengan kriteria yang ditetapkan.
Kriteria yang ditetapkan untuk mengatakan bahwa para siswa memiliki respon positif terhadap pembelajaran matematika melalui penerapan model Kooperatif tipe Think pair Share (TPS) adalah apabila rata-rata persentase tiap aspek berada dalam kategori senang, merasa haru, berminat, dapat memahami, dan tertarik lebih besar atau sama dengan 75%.
2. Analisis Statistika Inferensial
Analisis statistik inferensial dimaksudkan untuk menguji hipotesis penelitian. Analisis statistik inferensial bertujuan untuk melakukan generalisasi yang meliputi estimasi (perkiraan) dan pengujian hipotesis berdasarkan suatu data.
Untuk menguji hipotesis penelitian, sebelumnya dilakukan dengan tahapan sebagai berikut yaitu:
a. Uji Normalitas
Pengujian normalitas bertujuan untuk melihat apakah data hasil belajar matematika siswa adalah data yang berdistribusi normal atau tidak. Untuk keperluan pengujian digunakan SPSS (Statistical Package for Social Science) versi 16 dengan One Sample Kolmograv Smirnov dengan menggunakan taraf signifikansi 5% atau 0,05 dengan syarat:
Jika Pvalue≥ = 0,05maka distribusinya adalah normal.
Jika Pvalue< = 0,05maka distribusinya adalah tidak normal.
b. Pengujian Hipotesis
Rata-rata hasil belajar siswa setelah diajar dengan menggunakan model kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dihitung dengan menggunakan uji- t one sample test yang dirumuskan dengan hipotesis sebagai berikut:
H0: < 2,67 H1: ≥ 2,67 Keterangan:
: Parameter skor rata-rata hasil belajar siswa
Rata-rata Gain Ternormalisasi siswa setelah diajar dengan menggunakan model Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dihitung dengan menggunakan uji-t one sample test yang dirumuskan dengan hipotesis sebagai berikut:
H0: < 0,30 H1: ≥ 0,30 Keterangan:
: Parameter skor rata-rata Gain ternormalisasi
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis statistika deskriptif dan analisis statistika inferensial.
1. Hasil Analisis Statistika Deskriptif
Berikut ini akan diuraikan hasil analisis statistika deskriptif yaitu hasil tes kemampuan awal siswa sebelum pembelajaran dan hasil belajar siswa setelah pembelajaran melalui penerapan model Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS), hasil observasi aktivitas siswa, hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan respons siswa terhadap pembelajaran melalui penerapan model Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS).
a. Deskripsi Hasil Belajar Matematika
1) Data Kemampuan Awal Siswa Sebelum Diberikan Perlakuan (Pretest) Skor Kemampuan awal siswa sebelum diberikan perlakuan (Pretest) pada siswa kelas X MIA 6 SMA Negeri 1 Sungguminasa disajikan secara lengkap pada lampiran D. Selanjutnya, berdasarkan hasil analisis statistika deskriptif terhadap skor kemampuan awal siswa sebelum diberikan perlakuan ditunjukkan seperti pada Tabel 4.1 berikut:
37
Tabel 4.1 Statistik Skor Kemampuan Awal Siswa Kelas X MIA 6 SMA Negeri 1 Sungguminasa Sebelum Pembelajaran Melalui Penerapan Model Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS)
Statistik Nilai
Skor ideal 4,00
Skor tertinggi 3,00
Skor terendah 0,36
Rentang skor 2,64
Rata-rata skor 1,54
Deviasi standar 0,66
Sumber: Data oleh lampiran D
Pada tabel 4.1 di atas dapat dilihat bahwa rata-rata skor kemampuan awal siswa Kelas X MIA 6 SMA Negeri 1 Sungguminasa sebelum proses pembelajaran melalui penerapan model Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) adalah 1,54 dari skor ideal 4,00 yang mungkin dicapai oleh siswa dengan deviasi standar 0,66.
Skor yang dicapai oleh siswa tersebut dari skor terendah 0,36 sampai dengan skor tertinggi 3,00 dengan rentang skor 2,64. Jika hasil belajar matematika siswa dikelompokkan kedalam 4 kategori maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase seperti pada Tabel 4.2 berikut:
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Dan Persentase Skor Kemampuan Awal Siswa Kelas X MIA 6 SMA Negeri 1 Sungguminasa
Sumber: Data oleh lampiran D No. Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)
1. 0≤x < 1,66 Kurang 20 62,5
2. 1,66≤ x < 2,67 Cukup 9 28,12
3. 2,67≤x < 3,66 Baik 3 9,38
4. 3,66≤ x≤ 4 Sangat Baik 0 0
Jumlah 32 100
Pada tabel 4.2 di atas menunjukkan bahwa dari 32 siswa kelas X MIA 6 siswa yang memperoleh skor pada kategori Kurang ada 20 siswa (62,5%), siswa yang memperoleh skor pada kategori cukup ada 9 siswa (28,12%), siswa yang memperoleh skor pada kategori baik ada 3 siswa (9,38%) dan tidak ada siswa (0%) yang memperoleh skor pada kategori sangat baik. Setelah rata-rata skor hasil belajar siswa sebesar 1,50 dikonversi ke dalam 4 kategori di atas, maka rata-rata skor kemampuan awal siswa kelas X MIA 6 SMA Negeri 1 Sungguminasa sebelum diajar melalui penerapan model kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) berada pada kategori Kurang.
Berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), seorang siswa dikatakan tuntas apabila memperoleh nilai paling sedikit 2,67. Berdasarkan tabel 4.2 di atas dapat dilihat bahwa jumlah siswa yang tidak memenuhi kriteria ketuntasan individu adalah sebanyak 29 orang atau 90,62% dari jumlah siswa, sedangkan siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan individu dari jumlah seluruh siswa sebanyak 3 orang atau 9,38%. Dari deskripsi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kemampuan awal siswa kelas X MIA 6 SMA Negeri 1 Sungguminasa sebelum diterapkan Model Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) tergolong tidak tuntas.
2) Data Hasil Belajar Matematika Siswa Setelah Diberikan Perlakuan (Posttest)
Skor hasil belajar matematika siswa setelah diberikan perlakuan (Posttest) pada siswa kelas X MIA 6 SMA Negeri 1 Sungguminasa disajikan secara lengkap pada lampiran D. Selanjutnya berdasarkan hasil analisis statistika deskriptif
terhadap skor hasil belajar matematika siswa setelah diberikan perlakuan ditunjukkan seperti pada Tabel 4. 3 berikut:
Tabel 4.3 Statistik Skor Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X MIA 6 SMA Negeri 1 Sungguminasa Setelah Pembelajaran Melalui Penerapan Model Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS)
Statistik Nilai
Skor ideal 4
Skor tertinggi 4
Skor terendah 1,87
Rentang skor 2,13
Rata-rata skor 3,44
Deviasi standar 0,45
Sumber: Data oleh lampiran D
Pada tabel 4.3 di atas dapat dilihat bahwa rata-rata skor hasil belajar siswa Kelas X MIA 6 SMA Negeri 1 Sungguminasa setelah proses pembelajaran melalui penerapan model kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) adalah 3,44 dari skor ideal 4,00 yang mungkin dicapai oleh siswa dengan deviasi standar 0,45.
Skor yang dicapai oleh siswa tersebut dari skor terendah 1,87 sampai dengan skor tertinggi 4,00 dengan rentang skor 2,13. Jika hasil belajar matematika siswa dikelompokkan kedalam 4 kategori maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase seperti pada Tabel 4.4 berikut:
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Dan Persentase Skor Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X MIA 6 SMA Negeri 1 Sungguminasa Setelah diberikan Perlakuan
No. Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)
1. 0≤x < 1,66 Kurang 0 0
2. 1,66≤ x < 2,67 Cukup 2 6,25
3. 2,67≤x < 3,66 Baik 21 62,62
4. 3,66≤ x≤ 4 Sangat Baik 9 28,13
Jumlah 32 100
Sumber: Data oleh lampiran D
Pada tabel 4.4 di atas menunjukkan bahwa dari 32 siswa kelas X MIA 6 siswa yang memperoleh skor pada kategori kurang 0 siswa (0%), siswa yang memperoleh skor pada kategori cukup ada 2 siswa (6,25%), siswa yang memperoleh skor pada kategori baik ada 21 siswa (62,62%), siswa yang memperoleh skor pada kategori sangat baik ada 9 siswa (28,13%). Setelah rata- rata skor hasil belajar siswa sebesar 3,44 dikonversi ke dalam 4 kategori di atas, maka rata-rata skor hasil belajar matematika siswa kelas X MIA 6 SMA Negeri 1 Sungguminasa setelah diajar melalui penerapan model kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) berada pada kategori baik.
Dari tabel 4.4 terlihat bahwa siswa yang tidak tuntas sebanyak 2 siswa (6,25%) sedangkan siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan individu sebanyak 30 siswa (93,75%).Apabila tabel 4.4 dikaitkan dengan indikator ketuntasan hasil belajar siswa maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika kelas X MIA 6 SMA Negeri 1 Sungguminasa setelah diterapkan model Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) telah memenuhi indikator ketuntasan hasil belajar secara klasikal.
3) Deskripsi Klasifikasi Gain Ternormalisasi atau Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa
Data gain hasil belajar siswa sebelum (Prestest) dan setelah (Postest) pembelajaran dengan model kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis statistika deskriptif yang hasilnya dapat dilihat pada Tabel 4.5 berikut:
Tabel 4.5 Statistik Skor Gain Ternormalisasi atau Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Setelah Diterapkan Model Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS)
Statistik Nilai Statistik
Ukuran Sampel 32
Rentang Skor 0,83
Rata-Rata Skor 0,77
Standar Deviasi 0,18
Sumber: Data oleh lampiran D
Pada tabel 4.5 di atas menunjukkan bahwa rata-rata Skor gain ternormalisasi atau rata-rata skor peningkatan hasil belajar matematika siswa setelah diterapkan model Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) sebesar 0,77 dengan standar deviasi 0,18 dan rentang skor 0,83.
Untuk melihat persentase peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut.
Tabel 4.6 Deskripsi Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Setelah Diterapkan Model Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS)
Nilai Gain Kategori Frekuensi Persentase (%)
g >0,70 Tinggi 23 71,87
0,30≤g≤0,70 Sedang 8 25
g<0,30 Rendah 1 3,12
Jumlah 32 100%
Sumber: Data oleh lampiran D
Berdasarkan Tabel 4.6 di atas dapat dilihat bahwa terdapat 23 atau 71,87%
siswa yang memiliki nilai gain > 0,70 yang artinya peningkatan hasil belajarnya berada pada kategori tinggi, terdapat 8 atau 25% siswa yang memiliki nilai gain pada interval 0,30 ≤ g≤0,70 yang artinya peningkatan hasil belajarnya berada
pada kategori sedang, dan terdapat 1 siswa dengan nilai gain 0,17 atau 3,12%
yang memiliki nilai gain pada interval < 0,30 yang artinya peningkatan hasil belajarnya berada pada kategori rendah.
Pada tabel 4.5 rata-rata skor gain ternomalisasi siswa adalah >0,70.Hal ini berarti peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas X MIA 6 SMA Negeri 1 Sungguminasa setelah diterapkan model kooperatif tipe Think Pair Share ( TPS) berada pada kategori tinggi.
b. Deskripsi Hasil Observasi Aktivitas Siswa
Hasil Observasi aktivitas siswa melalui penerapan model Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) selama 4 kali pertemuan dapat dilihat pada Lampiran D.
Berdasarkan hasil Observasi aktivitas siswa pada pembelajaran Matematika melalui penerapan model Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) diperoleh rata- rata persentasi Aktivitas siswa yang aktif dalam kegiatan pembelajaran adalah sebesar 73,06% .
Hasil Observasi diatas diperoleh dari rata-rata persentasi setiap aspek atau aktivitas positif siswa yang diamati pada pertemuan II sampai dengan pertemuan V seperti yang ditunjukkan dibawah ini :
a. Persentase rata-rata kehadiran siswa sebesar 92,70%.
b. Persentase rata-rata siswa yang memperhatikan selama proses pembelajaran berlangsung sebesar 88,28%
c. Persentase rata-rata siswa yang aktif dalam belajar dan mengerjakan tugas kelompok sebesar 88,28%
d. Persentase rata-rata siswa yang aktif melakukan kegiatan berpikir (thinking) sebesar 92,97%
e. Persentase rata-rata siswa yang aktif mengikuti arahan dan mencari pasangannya (Pairing.) sebesar 92,97%
f. Persentase rata-rata siswa yang aktif meminta bimbingan/ bantuan dalam mengerjakan soal-soal latihan LKS sebesar 25,78
g. Persentase rata-rata siswa yang bisa berbagi (Sharing)/ mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas sebesar 30,47%
h. Persentase rata-rata siswa yang melakukan kegiatan lain diluar kegiatan pembelajaran sebesar 7,03%.
Sesuai dengan indikator aktivitas siswa yaitu aktivitas siswa dikatakan berhasil jika rata-rata persentase sekurang-kurangnya 70% siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, sedangkan dari hasil observasi rata-rata persentase siswa yang aktif dalam kegiatan pembelajaran yaitu 73,06% maka aktivitas siswa mencapai kriteria efektif.
c. Deskripsi Keterlaksanaan Pembelajaran
Data tentang keterlaksanaan pembelajaran diperoleh dari hasil observasi selama 4 kali pertemuan dapat dilihat pada Lampiran D. Berdasarkan hasil Obervasi rata-rata keterlaksanaan pembelajaran melalui penerapan model Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) yaitu,3,18. Dalam kriteria keterlaksanaan pembelajaran yang telah dipaparkan pada bab III, nilai rata-rata yang diperoleh berada pada interval 2,50 ˂ ≤ 3,50 yang artinya keterlaksanaan pembelajaran berada pada kategori terlaksana dengan baik sehingga dapat dikatakan efektif.
d. Deskripsi Respons Siswa Terhadap Kegiatan Pembelajaran
Untuk memperoleh data respons siswa digunakan instrumen angket respons siswa. Hasil analisis data respons siswa terhadap proses pembelajaran melalui penerapan model Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) yang diisi oleh 32 siswa dinyatakan dalam persentase yang dapat dilihat pada Lampiran D.
Berdasarkan analisis angket respon siswa dapat dilihat bahwa rata-rata persentase respons positif siswa terhadap proses pembelajaran melalui Penerapan Model Kooperatif Think Pair Share (TPS) adalah 95,83%. Oleh karena itu, respons siswa dapat dikatakan efektif karena rata-rata jawaban siswa terhadap pernyataan aspek positif telah mencapai persentase≥ 80%.
2. Hasil Analisis Statistika Inferensial
Analisis statistika inferensial digunakan untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan, dan sebelum melakukan analisis statistika inferensial terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji gain.
a. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah rata-rata skor hasil belajar siswa (pretest-posttest) berdistribusi normal. Kriteria pengujiannya adalah:
Jika Pvalue ≥ α = 0,05 maka distribusinya adalah normal.
Jika Pvalue < α = 0,05 maka distribusinya adalah tidak normal.
Dengan menggunakan bantuan program komputer dengan program Statistical Product and Service Solutions (SPPS) versi 16 dengan Uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil analisis rata-rata skor untuk pretest menunjukkan nilai Pvalue> α yaitu 0,200 > 0,05 dan rata-rata skor untuk posttest menunjukkan
nilai Pvalue > α yaitu 0,122 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest dan posttest termasuk kategori normal.Untuk data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran D.
b. Uji Gain
Pengujian Normalized gain bertujuan untuk mengetahui seberapa besar ketuntasan hasil belajar siswa. Dari hasil pengujian Normalized gain yang dapat dilihat pada lampiran D, untuk data gain ternormalisasi adalah 0,071 yang
> 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data gain ternormalisasi siswa berdistribusi normal.
Sedangkan rata-rata skor data Gain ternormalisasi yaitu 0,77. Hal ini berarti berada pada interval ≥ 0,7maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa berada pada kategori tinggi.
c. Pengujian Hipotesis
Uji hipotesis dianalisis dengan menggunakan uji-t untuk mengetahui apakah pembelajaran matematika efektif melalui Penerapan model Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada siswa kelas X MIA 6 SMA Negeri 1Sungguminasa.
1) Rata-rata skor hasil belajar siswa setelah diajar dengan menggunakan model Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dihitung dengan menggunakan uji-t one sample test yang dirumuskan dengan hipotesis sebagai berikut:
H0: < 2,67 H1: ≥ 2,67 : skor rata-rata hasil belajar siswa
Berdasarkan kriteria uji diterima jika nilai signifikan ≥ 0,05, sebaliknya jika nilai signifikan < 0,05maka ditolak. Tampak bahwa Nilai p (sig.(2-tailed)) adalah 0,000< 0,05 menunjukan bahwa rata- rata skor hasil belajar siswa setelah diajar melalui model kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) lebih dari atau sama dengan 2,67. Ini berarti bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yakni rata-rata skor hasil belajar posttes siswa kelas X MIA 6 lebih dari atau sama dengan KKM.
2) Rata-rata skor gain ternormalisasi siswa setelah diajar dengan menggunakan model kooperatif tipe Think Pair Share dihitung dengan menggunakan uji-t one sample test yang dirumuskan dengan hipotesis sebagai berikut:
: < 0,3melawan : ≥ 0,3 Keterangan :
: skor rata-rata gain ternormalisasi
Berdasarkan hasil analisis (Lampiran D) tampak bahwa Nilai p (sig.(2-tailed)) adalah 0,000 < 0,05 menunjukan bahwa rata-rata gain ternormalisasi pada siswa kelas X MIA 6 lebih dari atau sama dengan 0,3. Ini berarti bahwa H0
ditolak dan H1 diterima yakni skor gain ternormalisasi hasil belajar siswa berada pada kategori minimal sedang.
B. Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan sebelumnya maka pada bagian ini akan diuraikan hasil penelitian yaitu pembahasan hasil analisis statistika deskriptif dan pembahasan hasil analisis statistika inferensial.
1. Pembahasan Hasil Analisis Statistika Deskriptif
Pada pembahasan hasil analisis statistika deskriptif meliputi hasil belajar siswa, aktivitas siswa dalam proses pembelajaran melalui model kooperatif tipe Think Pair Share, keterlaksanaan pembelajaran, serta respons siswa terhadap proses pembelajaran melalui model kooperatif tipe Think Pair Share akan diuraikan sebagai berikut:
a. Hasil Belajar Siswa
Hasil belajar siswa dikatakan efektif apabila siswa di kelas tersebut telah mencapai tingkat ketuntasan secara klasikal paling sedikit 80%.
1) Kemampuan Awal Siswa Sebelum Pembelajaran Melalui Penerapan Model kooperatif tipe Think Pair Share
Hasil analisis data kemampuan awal siswa sebelum pembelajaran melalui penerapan model Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) menunjukkan bahwa hanya terdapat 3 orang siswa atau 9,38% siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sedangkan siswa yang tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebanyak 29 siswa atau 90,62%. Dengan kata lain, kemampuan awal siswa sebelum pembelajaran melalui penerapan model Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) sangat rendah dan tidak memenuhi kriteria ketuntasan secara klasikal.
2) Hasil Belajar Siswa Setelah Pembelajaran Melalui penerapan model kooperatif tipe Think Pair Share (TPS)
Hasil analisis data hasil belajar siswa sebelum pembelajaran melalui model Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) menunjukkan bahwa terdapat 30 orang
siswa atau 93,75% siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sedangkan siswa yang tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebanyak 2 siswa atau 6,25%. Dengan kata lain, hasil belajar siswa setelah pembelajaran melalui penerapan model Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) berada pada kategori baik dan hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa telah memenuhi kriteria ketuntasan klasikal.
b. Aktivitas Siswa
Hasil pengamatan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran melalui penerapan model Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada siswa kelas X MIA 6 SMA Negeri 1 Sungguminasa menunjukkan bahwa aspek yang diamati memenuhi kriteria berhasil. Hal ini terlihat dari hasil analisis data observasi yang menunjukkan rata-rata persentase siswa yang aktif dalam proses pembelajaran yaitu 73,06% dari kriteria keberhasilan yang ditetapkan sekurang-kurangnya siswa yang terlibat aktif yaitu 70%.
c. Keterlaksanaan Pembelajaran
Hasil analisis data observasi terhadap keterlaksanaan pembelajaran melalui penerapan model Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dari pertemuan II sampai dengan pertemuan V menunjukkan rata-rata skor 3,18. Nilai rata-rata yang diperoleh berada pada interval 2,50 ˂ ≤ 3,50 yang artinya berada pada kategori terlaksana dengan baik sehingga dapat dikatakan efektif.
d. Respons Siswa
Dari hasil analisis respons siswa diperoleh 95,83% yang memberikan respons positif terhadap pembelajaran matematika melalui penerapan model kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Dari hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran melalui penerapan model kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) telah mencapai indikator efektivitas yang dijadikan tolak ukur, dimana respon positif minimal 80% dari keseluruhan responden.
Dengan demikian, dari hasil analisis data yang diperoleh menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa tuntas secara klasikal, aktivitas siswa mencapai kriteria berhasil, keterlaksanaan pembelajaran berada pada kategori terlaksana dengan baik, serta siswa memberikan respons positif terhadap proses pembelajaran melalui penerapan model kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) . Bersarkan hal tersebut pembelajaran dikatakan efektif karena ketiga indikator keefektifan (Hasil belajar siswa, Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dan respons siswa terhadap proses pembelajaran) serta terpenuhinya keterlaksanaan pembelajaran maka dapat disimpulkan bahwa “Pembelajaran matematika efektif melalui penerapan model kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada siswa kelas X MIA 6 SMA Negeri 1 Sungguminasa”.
2. Pembahasan Hasil Analisis Statistika Inferensial
Hasil analisis Statistika inferensial yang dimaksudkan adalah pembahasan terhadap hasil pengujian hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya. Hasil analisis Statistika inferensial menunjukkan bahwa rata-rata skor hasil belajar siswa setelah pembelajaran melalui penerapan model kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) Nilai p (sig.(2-tailed)) adalah 0,000< 0,05 menunjukkan bahwa rata-