BAB III METODE PENELITIAN
G. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data adalah suatu metode yang digunakan untuk mengelola hasil penelitian guna memperoleh suatu kesimpulan. Statistik adalah kumpulan data yang disajikan dalam bentuk tabel atau daftar, gambar, diagram, atau ukuran-ukuran tertentu, misalnya statistik penduduk, statistik kelahiran, dan statistik pertumbuhan ekonomi. Statistik adalah pengetahuan mengenai pertumbuhan data, klasifikasi data, penyediaan data, pengolahan data, penarikan kesimpulan dan pengambilan keputusan berdasarkan masalah tertentu.36 Dalam penelitian ini peneliti menggunakan statistik berdasarkan bentuk parameternya yaitu statistik parametrik. Statistik parametrik adalah statistik yang mempertimbangkan jenis sebaran atau distribusi data yang berdistribusi normal dan memiliki variabel homogen.37
1. One Sample T Test / Uji t satu sampel
One sample t test merupakan teknik analisis untuk membandingkan satu variabel bebas. Teknik ini digunakan untuk menguji apakah nilai tertentu berbeda secara signifikan atau tidak dengan rata-rata sebuah sampel.
36Sofian Siregar, Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif dilengkapi dengan Perhitungan Manual dan Aplikasi SPSS Versi 17 (Jakarta: Bumi Aksara, 2012), h. 1.
37Sofian Siregar, Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif dilengkapi dengan Perhitungan Manual dan Aplikasi SPSS Versi 17, h.3.
Rumus :
π‘ =π₯Μ β π π
ββπ Ket :
t = Koefisien t π₯Μ = Mean sampel π = Mean populasi
S = Standard deviasi sampel N = Banyak sampel
2. Analisis Koefisien Korelasi
Analisis koefisien korelasi yaitu merupakan suatu cara untuk mengetahui kuat atau tidaknya hubungan antara variabel X dan Y apabila dapat dinyatakan dengan fungsi linier (paling tidak mendekati) dan diukur dengan suatu nilai yang disebut koefisien korelasi. Setelah melakukan pengumpulan data, selanjutnya adalah menganalisis data. Data yang diperoleh melalui riset lapangan diolah dengan menggunakan metode kuantitatif.38
Selanjutnya untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya, maka digunakan rumus product moment sebagai berikut:39
ππ₯π¦ = π β ππβ(β π) (β π)
β[π β π2β (β π)2 ][π βπ2β(β π)2]
38 Fatimah, βPengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Memilih Tabungan Mudharabah (Studi Nasabah Bank Rakyat Indonesia Syariah KCP Pinrang)β (Skripsi Sarjana; Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam: Parepare, 2019), h. 41.
39Sambas Ali Muhibin dan Maman Abdurrahman, Analisis Korelasi, dan Jalur Dalam Penelitian, (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2007), h. 188.
Dimana:
ππ₯π¦ = Koefisien korelasi variabel x dan y n = Jumlah sampel
β π₯ = Hasil jumlah dari variabel x
β π¦ = Hasil jumlah dari variabel y
β 2π₯ = Hasil jumlah kuadrat dari variabel x
β 2π¦ = Hasil jumlah kuadrat dari variabel y
β π₯π¦ = Hasil jumlah perkalian antara variabel x dan y 3. Uji π 2 atau Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi merupakan ikhtisar yang menyatakan seberapa baik garis regresi mencocokkan data. Nilai π 2 berkisar antara 0-1. Nilai yang kecil berarti kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Sebaliknya, nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.
4. Analisis Regresi Linear Sederhana
Analisis regresi linear sederhana adalah hubungan secara linear antara variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y). Analisis ini digunakan untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah posistif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. Suatu hubungan dikatakan positif apabila kenaikan atau penurunan diikuti oleh kenaikan atau penurunan Y, begitu pula sebaliknya. Model regresi yang dikembangkan adalah:
Y = Ξ± + π½π₯ + e Dimana:
Y = Minat Bekerja Di Bank (variabel dependen atau nilai yang diprediksikan) a = Konstanta (nilai yang tidak berubah)
b = Koefisien Variabel X
X = Pengetahuan Perbankan (variabel independen atau variabel yang mempengaruhi variabel dependen)
e = Standar Error40
40 Resky Amalia Jufri, βPengaruh Pembiayaan Murabahah Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Usaha Mikro (Studi BMT Asy-Syabaab Kabupaten Pinrang)β (Skripsi Sarjana; Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, STAIN Parepare: Parepare, 2017), h. 36.
36 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data
Pengertian dari deskripsi data yaitu upaya menampilkan data agar data tersebut dapat dipaparkan secara baik dan diinterpretasikan secara mudah.41 Dalam penelitian ini populasinya adalah mahasiswa program studi perbankan syariah IAIN Parepare dan metode yang digunakan adalah metode kuesioner atau angket, dengan memberikan kuesioner atau angket kepada mahasiswa program studi perbankan syariah IAIN Parepare sebanyak 100 mahasiswa.
B. Karakteristik Responden
1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Dari seluruh responden yang diteliti, maka responden-responden tersebut dapat dikategorikan sebagai berikut:
Tabel 4.1
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Jumlah Presentase (%)
Laki-laki 24 24%
Perempuan 76 76%
Dari tabel 4.1, maka dapat diketahui bahwa responden terbanyak adalah mahasiswa perempuan yaitu sebesar 76 responden dengan presentase 76%.
41Asep Saefuddin, et al., Statistika Dasar, (Bandung: Grasindo, 2009), h. 29.
2. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Tabel 4.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Usia Responden Jumlah Presentase %
21 - -
22 47 47%
23 48 48%
24 5 5%
Dari tabel 4.2 maka dapat diketahui bahwa responden terbanyak jika dilihat dari segi umur adalah usia 23 Tahun yaitu sebanyak 48 responden atau setara dengan 48%.
3. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Tabel 4.3
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Pendidikan Terakhir
Responden
Jumlah Presentase %
SMA 79 79%
SMK 10 10%
MAN 11 11%
Dari tabel 4.3, dapat diketahui bahwa responden terbanyak jika dilihat dari pendidikan terakhirnya adalah SMA sebanyak 79 orang atau setara dengan 79%.
4. Karakteristik Responden Berdasarkan Alamat Tabel 4.4
Karakteristik Responden Berdasarkan Alamat
Alamat Responden Jumlah Presentase %
Parepare 36 36%
Pinrang 48 48%
Barru 7 7%
Sidrap 9 9%
Dari tabel 4.4 diatas, maka dapat diketahui bahwa jumlah responden berdasarkan alamat terbanyak adalah Pinrang sebanyak 48 responden atau setara dengan 48%.
C. Deskripsi Jawaban Responden
1. Deskripsi jawaban keseluruhan responden mengenai ilmu pengetahuan
perbankan (X) Dapat dilihat dari seluruh responden untuk variabel X mengenai ilmu
pengetahuan perbankan hasil perhitungannya dari 100 responden berdasarkan kuesioner atau angket yang diberikan yaitu sejumlah 2718 untuk variabel Ilmu Pengetahuan Perbankan dan rata-ratanya sebesar 27,18.
Tabel 4.5
Hasil Statistik Deskriptif Variabel Ilmu Pengetahuan Perbankan Statistics
Ilmu Pengetahuan Perbankan
N Valid 100
Missing 0
Mean 27,18
Std. Error of Mean ,161
Median 26,5
Std. Deviation 1,610
Variance 2,594
Kurtosis -,378
Std. Error of Kurtosis ,478
Range 7
Minimum 23
Maximum 30
Sum 2718
Sumber Data : Diolah menggunakan SPSS
Pada tabel 4.5 statistik diatas dapat diketahui bahwa hasil penelitian menunjukkan skor jawaban dari item pernyataan Ilmu Pengetahuan Perbankan (Variabel X) berada pada angka 23-30, dengan skor rata-rata (mean) sebesar 27,18 dan standar devisi (std. Deviation) sebesar 1,610. Berdasarkan tabel di atas untuk mengetahui skor ideal variabel Ilmu Pengetahuan Perbankan = 5 x 6 x 100 = 3.000 (5
= skor tertinggi, 6 = jumlah butir instrumen Ilmu Pengetahuan Perbankan dan 100 = jumlah responden). Total perhitungan jawaban responden sejumlah 2.718. Jadi skor ideal Ilmu Pengetahuan Perbankan adalah 2.718 : 3.000 = 0,90 = 90%.
Penentuaan klasifikasi dari skor Ilmu Pengetahuan Perbankan dilakukan dengan presentase sebagai berikut:
Tabel 4.6 Skor Klasifikasi
Skor Klasifikasi
80 β 100 Sangat Baik
66 β 79 Baik
56 β 65 Cukup
40 β 55 Buruk
<39 Sangat Buruk
Dari tabel skor klasifikasi diatas dapat disimpulkan bahwa Ilmu Pengetahuan Perbankan dengan skor ideal sebesar 90% mempunyai klasifikasi yang sangat baik.
2. Jawaban Responden Terhadap Minat Bekerja di Bank (Y)
Dapat dilihat dari seluruh responden untuk variabel Y Minat Bekerja di Bank hasil perhitungannya dari 100 responden berdasarkan kuesioner atau angket yang diberikan yaitu sejumlah 2.526 untuk variabel Minat Bekerja di Bank dan nilai rata- ratanya sebesar 26,5.
Tabel 4.7
Hasil Statistik Deskriptif Variabel Minat Bekerja di Bank Statistics
Minat Bekerja di Bank
N Valid 100
Missing 0
Mean 25,26
Std. Error of Mean ,177
Median 26,5
Std. Deviation 1,773
Variance 3,144
Kurtosis -,152
Std. Error of Kurtosis ,478
Range 8
Minimum 22
Maximum 30
Sum 2526
Sumber Data : Diolah menggunakan SPSS
Pada tabel statistik diatas dapat diketahui bahwa hasil penelitian menunjukkan skor jawaban dari item pernyataan Minat Bekerja di Bank (Variabel Y) berada pada angka 22-30, dengan skor rata-rata (mean) sebesar 25,26 dan standar deviasi (Std. Deviation) sebesar 1,773. Berdasarkan tabel di atas untuk mengetahui skor ideal Minat Bekerja di Bank = 5 x 6 x 100 = 3.000 (5 = skor tertinggi, 5 = jumlah butir instrumen Minat Bekerja di Bank dan 100 = jumlah responden). Total perhitungan jawaban responden sejumlah 2.526. Jadi skor ideal Minat Bekerja di Bank adalah 2.526 : 3.000 = 0,84 = 84%. Penentuan klasifikasi dari skor Minat Bekerja di Bank dilakukan dengan persentase sebagai berikut:
Tabel 4.8 Skor Klasifikasi
Skor Klasifikasi
80 β 100 Sangat Baik
66 β 79 Baik
56 β 65 Cukup
40 β 55 Buruk
<39 Sangat Buruk
Dari tabel skor klasifikasi diatas dapat disimpulkan bahwa Minat Bekerja di Bank dengan skor ideal sebesar 84% mempunyai klasifikasi yang sangat baik.
D. Pengujian Persyaratan Analisis Data 1. Uji Validitas
Validitas adalah suatu ukur yang menunjukkan tingkat ketepatan dan kesahihan suatu instrumen. Kegunaan validitas adalah untuk mengetahui sejauh mana ketepatan kecermatan suatu instrumen pengukuran dalam melakukan fungsi ukurnya. 42 Uji validitas digunakan untuk mengetahui apakah alat ukur yang digunakan di dalam penelitian ini yaitu pengaruh ilmu pengetahuan perbankan terhadap minat bekerja di bank apakah valid atau tidak valid digunakan untuk mengukur. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud.43
Adapun hasil uji validitas dari setiap item pernyataan variabel dalam penelitian ini, dapat dilihat pada tabel berikut:
a. Ilmu Pengetahuan Perbankan
42Vicky Diatama, βPengertian Analisis Validitas dan Reabilitas Dataβ, Itβs My Blog, http://vickydiatama.blogspot.com/2013/10/pengertian-analisis-validitas-dan.html, (Diakses pada 23 Maret 2021).
43Rostina Sundayana, Statistika Penelitian Pendidikan (Bandung: Alfabeta, 2016), h. 59.
Tabel 4.9
Correlations Variabel X (Ilmu Pengetahuan Perbankan) Correlations
Item _1
Item _2
Item _3
Item _4
Item _5
Item _6
Total _item Item_
1
Pearson Correlation
1 ,477
**
- ,114
,161 ,109 - ,065
,426**
Sig. (2- tailed)
,000 ,261 ,110 ,280 ,518 ,000
N 100 100 100 100 100 100 100
Item_
2
Pearson Correlation
,477
**
1 ,074 ,237
*
,161 -
,059
,594**
Sig. (2- tailed)
,000 ,466 ,017 ,109 ,557 ,000
N 100 100 100 100 100 100 100
Item_
3
Pearson Correlation
- ,114
,074 1 ,040 ,024 ,005 ,419**
Sig. (2- tailed)
,261 ,466 ,695 ,812 ,964 ,000
N 100 100 100 100 100 100 100
Item_
4
Pearson Correlation
,161 ,237
*
,040 1 ,178 -
,009
,584**
Sig. (2- tailed)
,110 ,017 ,695 ,076 ,929 ,000
N 100 100 100 100 100 100 100
Item_
5
Pearson Correlation
,109 ,161 ,024 ,178 1 ,335
**
,577**
Sig. (2- tailed)
,280 ,109 ,812 ,076 ,001 ,000
N 100 100 100 100 100 100 100
Item_
6
Pearson Correlation
- ,065
- ,059
,005 -
,009
,335
**
1 ,390**
Sig. (2- tailed)
,518 ,557 ,964 ,929 ,001 ,000
N 100 100 100 100 100 100 100 Total
_item
Pearson Correlation
,426
**
,594
**
,419
**
,584
**
,577
**
,390
**
1 Sig. (2-
tailed)
,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000
N 100 100 100 100 100 100 100
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
Sumber Data : Diolah menggunakan SPSS
Dasar pengambilan keputusan dalam uji validitas adalah:
Jika r hitung > r tabel = valid Jika r hitung< r tabel = tidak valid
Tingkat signifikasi a = 5% (0,05), df = N-2 Tabel 4.10
Rekap Uji Validitas Ilmu Pengetahuan Perbankan
Variabel r hitung r tabel Keterangan
Ilmu Pengetahuan Perbankan
X1 0,426
0,196
Valid
X2 0,594 Valid
X3 0,419 Valid
X4 0,584 Valid
X5 0,577 Valid
X6 0,390 Valid
Sumber Data : Diolah menggunakan SPSS
Dari tabel 4.9 dan 4.10 diatas dapat menunjukkan bahwa hasil uji validitas dari 6 butir pernyataan variabel Ilmu Pengetahuan Perbankan diatas dapat diperoleh Corrected Item seperti diatas, maka apabila r hitung > r tabel (0,196). Hal ini berarti setiap butir pernyataan dari variabel ilmu pengetahuan perbankan yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid (sah). Hal ini bisa dilihat dari;
Hasil uji validitas dari X1 diperoleh Corrected Item Total Correlaation r hitung (0,426) > r tabel (0,196). Hal ini berarti pernyataan dari X1 yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid (sah).
Hasil uji validitas dari X2 diperoleh Corrected Item Total Correlaation r hitung (0,594) > r tabel (0,196). Hal ini berarti pernyataan dari X2 yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid (sah).
Hasil uji validitas dari X3 diperoleh Corrected Item Total Correlaation r hitung (0,419) > r tabel (0,196). Hal ini berarti pernyataan dari X3 yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid (sah).
Hasil uji validitas dari X4 diperoleh Corrected Item Total Correlaation r hitung (0,584) > r tabel (0,196). Hal ini berarti pernyataan dari X4 yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid (sah).
Hasil uji validitas dari X5 diperoleh Corrected Item Total Correlaation r hitung (0,577) > r tabel (0,196). Hal ini berarti pernyataan dari X5 yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid (sah).
Hasil uji validitas dari X6 diperoleh Corrected Item Total Correlaation r hitung (0,390) > r tabel (0,196). Hal ini berarti pernyataan dari X6 yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid (sah).
b. Minat Bekerja di Bank
Tabel 4.11
Correlations Variabel Y (Minat Bekerja di Bank) Correlations
Item_
1
Item_
2
Item_
3
Item_
4
Item_
5
Item_
6
Total_it em Item_1 Pearson
Correlation
1 ,160 ,013 ,245* ,305** ,099 ,550**
Sig. (2-tailed) ,112 ,899 ,014 ,002 ,327 ,000
N 100 100 100 100 100 100 100
Item_2 Pearson Correlation
,160 1 ,264** ,045 ,363** ,154 ,608**
Sig. (2-tailed) ,112 ,008 ,657 ,000 ,125 ,000
N 100 100 100 100 100 100 100
Item_3 Pearson Correlation
,013 ,264** 1 -,018 ,190 ,069 ,446**
Sig. (2-tailed) ,899 ,008 ,859 ,059 ,498 ,000
N 100 100 100 100 100 100 100
Item_4 Pearson Correlation
,245* ,045 -,018 1 ,242* ,153 ,523**
Sig. (2-tailed) ,014 ,657 ,859 ,015 ,129 ,000
N 100 100 100 100 100 100 100
Item_5 Pearson Correlation
,305** ,363** ,190 ,242* 1 ,063 ,674**
Sig. (2-tailed) ,002 ,000 ,059 ,015 ,531 ,000
N 100 100 100 100 100 100 100 Item_6 Pearson
Correlation
,099 ,154 ,069 ,153 ,063 1 ,466**
Sig. (2-tailed) ,327 ,125 ,498 ,129 ,531 ,000
N 100 100 100 100 100 100 100
Total_it em
Pearson Correlation
,550** ,608** ,446** ,523** ,674** ,466** 1
Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000
N 100 100 100 100 100 100 100
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Sumber Data : Diolah menggunakan SPSS Tabel 4.12
Rekap Uji Validitas Minat Bekerja di Bank
Variabel r hitung r tabel Keterangan
Minat Bekerja di Bank
Y1 0,550
0,196
Valid
Y2 0,608 Valid
Y3 0,446 Valid
Y4 0,523 Valid
Y5 0,674 Valid
Y6 0,466 Valid
Dari tabel 4.11 dan 4.12 diatas dapat menunjukkan bahwa hasil uji validitas dari 6 butir pernyataan variabel loyalitas nasabah diatas dapat diperoleh Corrected Item seperti diatas, maka apabila r hitung > r tabel (0,196). Hal ini berarti setiap butir pernyataan dari variable teknologi informasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid (sah). Hal ini bisa dilihat dari;
Hasil uji validitas dari Y1 diperoleh Corrected Item Total Correlaation r hitung (0,550) > r tabel (0,196). Hal ini berarti pernyataan dari Y1 yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid (sah).
Hasil uji validitas dari Y2 diperoleh Corrected Item Total Correlaation r hitung (0,608) > r tabel (0,196). Hal ini berarti pernyataan dari Y2 yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid (sah).
Hasil uji validitas dari Y3 diperoleh Corrected Item Total Correlaation r hitung (0,446) > r tabel (0,196). Hal ini berarti pernyataan dari Y3 yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid (sah).
Hasil uji validitas dari Y4 diperoleh Corrected Item Total Correlaation r hitung (0,523) > r tabel (0,196). Hal ini berarti pernyataan dari Y4 yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid (sah).
Hasil uji validitas dari Y5 diperoleh Corrected Item Total Correlaation r hitung (0,674) > r tabel (0,196). Hal ini berarti pernyataan dari Y5 yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid (sah).
Hasil uji validitas dari Y6 diperoleh Corrected Item Total Correlaation r hitung (0,466) > r tabel (0,196). Hal ini berarti pernyataan dari Y5 yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid (sah).
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas instrumen penelitian adalah suatu alat yang memberikan hasil yang tetap sama (konsisten). Hasil pengukuran itu harus tetap sama jika pengukurannya diberikan pada subyek yang sama meskipun dilakukan oleh orang yang berbeda, waktu yang berlainan, dan tempat yang berbeda pula. Tidak terpengaruh oleh pelaku, situasi dan kondisi. Alat ukur yang reliabilitasnya tinggi disebut alat ukur yang reliabel. Tujuan reliabilitas untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukur yang sama pula.44
Adapun hasil uji reabilitas dari setiap item pernyataan variabel yang digunakan dalam penelitian ini, dapat dilihat pada tabel dibawah:
Dasar pengambilan keputusan dalam uji reliabilitas adalah:
Jika alpha > r tabel = konsisten (handal) Jika alpha < r tabel = tidak konsisten
a. Ilmu Pengetahuan Perbankan (X)
Tabel 4.13
Hasil Uji Reliabilitas Ilmu Pengetahuan Perbankan Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
,676 7
Sumber Data : Diolah menggunakan SPSS
44Sofyan Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif, (Jakarta: PT. Fajar Interpratama Mandiri, 2013), h. 55.
Data pada tabel di atas merupakan hasil uji reliabilitas, dimana nilai Cronbachβs Alpha (r hitung) dari 6 pernyataan adalah 0, 676. Nilai r hitung (0,676) >
r tabel (0,196). Hal ini berarti setiap pernyataan dari setiap variabel Ilmu Pengetahuan Perbankan (X) yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsisten (reliabel).
Nilai Cronbach Alpha dari keseluruhan butir pernyataan variabel Ilmu Pengetahuan Perbankan (X) dalam instrumen penelitian ini adalah 0,676 yang menunjukkan tingkat konsistensi (kehandalan) dari instrumen penelitian yang digunakan adalah sebesar 67%, artinya apabila kuesioner dalam penelitian ini akan digunakan secara berulang- ulang pada populasi akan memberikan nilai objektifitas, stabilitas, akurasi dan konsistensi yang tinggi untuk mengukur pengaruh Ilmu Pengetahuan Perbankan terhadap Minat Bekerja di Bank.
b. Minat Bekerja di Bank (Y)
Tabel 4.14
Hasil Uji Reliabilitas Minat Bekerja di Bank (Y)
Sumber Data : Diolah menggunakan SPSS
Data pada tabel di atas merupakan hasil uji reliabilitas, dimana nilai Cronbachβs Alpha (r hitung) dari 6 pernyataan adalah 0,712. Nilai r hitung (0,712) >
r tabel (0,196). Hal ini berarti setiap pernyataan dari setiap variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsisten reliabel. Nilai Cronbach Alpha dari keseluruhan
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
,712 7
butir pernyataan dalam instrumen penelitian ini adalah 0,712 yang menunjukkan tingkat konsistensi (kehandalan) dari instrumen penelitian yang digunakan adalah sebesar 71%, artinya apabila kuesioner dalam penelitian ini akan digunakan secara berulang-ulang pada populasi akan memberikan nilai objektifitas, stabilitas, akurasi dan konsistensi yang tinggi untuk mengukur pengaruh Ilmu Pengetahuan Perbankan terhadap minat bekerja di bank.
3. Uji Normalitas
Uji normalitas adalah uji prasyarat untuk melakukan teknik analisis statistika parametrik. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui normal atau tidaknya distribusi yang menjadi syarat untuk menentukan jenis statistik yang digunakan dalam analisis selanjutnya.45 Uji normalitas berguna untuk menentukan data yang telah dikumpulkan berdistribusi normal atau diambil dari populasi normal.46 Salah satu metode yang biasa digunakan untuk mendeteksi masalah normalitas yaitu: uji Kolmogrov-Sminorv yang digunakan untuk mengetahui apakah sampel berasal dari populasi berdistribusi normal.47
45Tri Hidayanti, Ita Handayani dan Ines Heidiani Ikasari, Statistika Dasar Panduan Bagi Dosen dan Mahasiswa, (Jawa Tengah: CV. Pena Persada, 2019), h. 77.
46Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung:
Alfabeta, 2012), h. 183.
47Agus Eko Sujianto, Aplikasi Statistik Dengan SPSS 16.0, (Jakarta: PT. Prestasi Pustakarya, 2009), h. 94.
Gambar 4.1. Uji Normalitas
Gambar di atas menunjukkan bahwa sebaran titik berada disepanjang garis diagonal dan mengikuti garis diagonal. Hasil dari pengujian normalitas yang dilakukan dengan metode grafik ini dapat disimpulkan bahwa model regresi layak digunakan untuk mengukur pengaruh Ilmu Pengetahuan Perbankan terhadap Minat Bekerja di Bank karena telah memenuhi asumsi normalitas.
4. Uji One Sample T Test
a. Ilmu Pengetahuan Perbankan (X)
Pengambilan keputusan sebagai berikut: Jika H0 lebih kecil atau sama dengan 75% dari skor ideal, dan Ha lebih besar dari 75% dari skor ideal/yang diharapkan.
Ho = Β΅ < 75%
Ha = Β΅ > 75%
Tabel 4.15
Hasil One Sample T Test Variabel (X) Ilmu Pengetahuan Perbankan One-Sample Test
Test Value = 75
T Df
Sig. (2- tailed)
Mean Difference
95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Ilmu
Pengetahuan
-296,936 99 ,000 -47,820 -48,14 -47,50
Sumber Data : Diolah menggunakan SPSS
Dari hasil t test diatas diperoleh nilai t hitung sebesar -296,936 jika dibandingkan dengan nilai t tabel dengan dk = n - 1 = (100 β 1 = 99) dengan taraf signifikan a = 5% (0.05) diperoleh nilai t tabel sebesar 1,660. Nilai t hitung (- 296,936) < t tabel (1,660), maka H0 diterima dan Ha ditolak, dengan demikian bahwa ilmu pengetahuan perbankan βpaling tinggi 75% dari nilai idealβ tidak dapat diterima atau terdapat perbedaan antara yang diduga di dalam populasi dengan data yang terkumpul dari sampel. Dari perhitungan jawaban responden diketahui bahwa rata- rata ilmu pengetahuan perbankan 90% dari yang diharapkan.
b. Minat Bekerja Di Bank (Y)
Pengambilan keputusan pengambilan keputusan sebagai berikut: Jika H0 lebih kecil atau sama dengan 75% dari skor ideal, dan Ha lebih besar dari 75% dari skor ideal/yang diharapkan.
Ho = Β΅ > 75%
Ha = Β΅ < 75%
Tabel 4.16
Hasil One Sample T Test Variabel (Y) Minat Bekerja Di Bank One-Sample Test
Test Value = 75
T Df
Sig. (2- tailed)
Mean Difference
95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Minat
Bekerja Di Bank
-280,528 99 ,000 -49,740 -50,09 -49,39
Sumber Data : Diolah menggunakan SPSS
Dari hasil t test diatas diperoleh nilai t hitung sebesar -280,528 jika dibandingkan dengan nilai t tabel dengan dk = n - 1 = (100 β 1 = 99) dengan taraf signifikan a = 5% (0.05) diperoleh nilai t tabel sebesar 1,660. Nilai t hitung (- 280,528) < t tabel (1,660), maka H0 ditolak dan Ha diterima, dengan demikian bahwa minat bekerja di bank βpaling tinggi 75% dari nilai idealβ tidak dapat diterima atau terdapat perbedaan antara yang diduga di dalam populasi dengan data yang terkumpul dari sampel. Dari perhitungan jawaban responden dapat diketahui bahwa rata-rata minat bekerja 84% dari yang diharapkan.
5. Analisis Koefisien Korelasi
Analisis koefisien korelasi yaitu merupakan suatu cara untuk mengetahui kuat atau tidaknya hubungan antara variabel X dan Y apabila dapat dinyatakan dengan fungsi linier (paling tidak mendekati) dan diukur dengan suatu nilai yang disebut koefisien korelasi. Setelah melakukan pengumpulan data, selanjutnya adalah
menganalisis data. Data yang diperoleh melalui riset lapangan diolah dengan menggunakan metode kuantitatif.48
Hipotesis dalam penetilian ini adalah sebagai berikut:
H0 = tidak ada hubungan yang positif dan signifikan antara ilmu pengetahuan perbankan terhadap minat bekerja di bank.
Ha = ada hubungan yang positif dan signifikan antara ilmu pengetahuan perbakan terhadap minat bekerja di bank
Tabel 4.17 Hasil Uji Korelasi Correlations
Ilmu
Pengetahuan Minat Bekerja
Ilmu Pengetahuan Pearson Correlation 1 ,045**
Sig. (2-tailed) ,658
N 100 100
Minat Bekerja Pearson Correlation ,045 1
Sig. (2-tailed) ,658
N 100 100
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Sumber Data : Diolah menggunakan SPSS
Pada pengujian ini dasar pengambilan keputusannya adalah:
Jika rxy < r tabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak
Jika jika rxy > r tabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima dengan signifikan a = 5% (0,05).
48 Fatimah, βPengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Memilih Tabungan Mudharabah (Studi Nasabah Bank Rakyat Indonesia Syariah KCP Pinrang)β (Skripsi Sarjana; Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam: Parepare, 2019), h. 41.
Pada tabel correlation diatas dapat diketahui bahwa nilai r hitung sebesar 0,264, dan nilai r tabel sebesar 0,196. Nilai r hitung (0,045) > r tabel (0,196), dengan nilai signifikansi (0,658) < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima, jadi dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara ilmu pengetahuan perbankan terhadap minat bekerja di bank.
Tabel 4.18
Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai r Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,80 - 1,000 Sangat Kuat
0,60 - 0,799 Kuat
0,40 - 0,599 Sedang
0,20 - 0,399 Rendah
0,00 β 0,199 Sangat Rendah
Berdasarkan pada tabel interpretasi koefisien korelasi nilai r diketahui bahwa hubungan ilmu pengetahuan perbankan terhadap minat bekerja di bank dengan nilai 0,045 memiliki hubungan yang sangat rendah.
6. Uji πΉπ atau Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi merupakan ikhtisar yang menyatakan seberapa baik garis regresi mencocokkan data. Nilai π 2 berkisar antara 0-1. Nilai yang kecil berarti kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Sebaliknya, nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.