• Tidak ada hasil yang ditemukan

Populasi dan Sampel Penelitian

Dalam dokumen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR MAKASSAR (Halaman 40-50)

BAB III METODE PENELITIAN

D. Populasi dan Sampel Penelitian

25

kecil NPF maka semakin kecil pula resiko kredit yang ditanggung

4 Liquidity (FDR)

FDR adalah

seberapa banyak dana dari pihak ketiga (litriani, 2016) berada pada bank syariah diteruskan untuk pembiayaan oleh bank kepada masyarakat

(Muhammad, manajemen bank syariah, 2015)

(Sumber diolah penelitian)

D. Populasi dan Sampel Penelitian

Berdasarkan ketentuan diatas, terdapat 14 Bank umum syariah yang memenuhi krateria. Adapun nama Bank umum syariah tersebut tersaji dalam tabel berikut.

Tabel 3.2

Daftar bank umum syariah

No Bank Umum Syariah

1. PT. Bank Aceh Syariah

2. PT. Bpd Nusa Tenggara Barat Syariah 3. PT. Bank Muamalat Indonesia

4. PT. Bank Victoria Syariah 5. PT. Bank BRI Syariah

6. PT. Bank Jabar Banten Syariah 7. PT. Bank BNI Syariah

8. PT. Bank Syariah Mandiri 9. PT. Bank Mega Syariah 10. PT. Bank Panin Dubai Syariah 11. PT. Bank Syariah Bukopin 12. PT. BCA Syariah

13. PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah

14. PT. Maybank Syariah Indonesia Sumber : data diolah 2021

2. Sampel penelitian

Menurut Sugiyono, Alfabeta,( 2017) bahwa sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini dalam penentuan sampling adalah dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu sampel yang dipilih secara sengaja dari populasi yang diteliti. Adapun kriteria dalam penentuan sampel dalam pengambilan data penelitian tersebut adalah :

a. Bank umum syariah yang terdaftar di BEI pada periode 2016- 2020.

27

b. Bank umum syariah yang berdiri lebih dari 10 tahun terhitung dari tahun 2008-sekarang.

c. Laporan kuangan tahunan dalam 5 tahun berturut-turut 2016 s/d 2020.

d. Perusahaan tersebut memiliki kelengkapan data ROA, CAR, NPF, dan FDR.

Tabel 3.3

Kriteria Sampel Penelitian

NO Keterangan Total

1 Bank umum syariah ada di Indonesia 14 2 Bank yang tidak mempunyai saham dibursa

efek di Indonesia

9

Jumlah bank syariah yang menjadi sampel 5

Jumlah Observasi (4 x 5) 20

Sumber diolah 2021

Tabel 3.4 Daftar sampel

NO Bank umum syariah

1 Bank Muamalat Indonesia 2 Bank Syariah Mandiri

3 Bank Rakyat Indonesia Syariah 4 Bank Negara Indonesia Syriah 5 Bank BTPN Syariah

Sumber data diolah 2021

E. Teknik Pengumpulan Data

Jenis data dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder adalah data yang sudah tersedia dan dikumpulkan oleh pihak lain (Sanusi, 2014). Sumber penelitian ini menggunakan data yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan yang diterbitkan oleh bank syariah dalam website resmi masing-masing.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, yaitu data yang diukur dalam skala numberik (angka). Data dari penelitian ini berasal dari data sekunder yang diperoleh dari data tahunan bank syariah umum di Indonesia.

F. Teknik Pengolahan Dan Analisis Data

Teknik analisis data adalah mendeskripsikan teknik analisis apa yang yang digunakan oleh peneliti untuk dianalisis data yang dikumpulkan, termasuk pengujinya. Data yang dikumpulkan tersebut ditemukan oleh masalah penelitian yang sekaligus mencerminkan karakteristik tujuan studi apakah untuk eksplorasi, deskripsi, atau menguji hipotesis.

Penelitian yang dilakukan sering melibatkan sejumlah variabel yang berbeda-beda, tergantung pada kompleksitas masalah yang digarap (Sanusi,2011).

Teknik analisis yang digunakan di dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif yang datanya diukur dalam skala numeric atau data yang berupa angka-angka yang diambil dari laporan-laporan yang berkaitan dengan masalah yang tentunya akan diteliti (Aswar, 2016). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi yang perhitungannya menggunakan aplikasi SPSS versi 24. Regresi yang

29

digunakan dengan tujuan untuk mengukur besarnya variabel independen terhadap variabel dependen. Metode yang digunakan meliputi metode uji Statistik Deskriptif, Uji Asumsi klasik, Analisis regresi berganda dan Uji Hipotesis.

1. Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagai mana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku umum atau genealisasi. Hal-hal yang sering menjadi patokan analisis lebih lanjut antara lain tentang nilai minimum, nilai maksimum, nilai rata-rata dan data standar deviasi atas variabel-variabel penelitian. Dalam penelitian ini statistic deskripitip digunakan untuk menganalisis variabel ROA, CAR, NPF dan FDR (Sugiono, 2019).

2. Uji asumsi klasik

Menurut (Widarjono, 2016), dalam melakukan analisis regresi berganda harus memenuhi beberapa persyaratan dan berhasil melewati serangkaian asumsi klasik yang terdiri dari :

a. Uji normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Seperti diketahui bahwa uji T dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Jika asumsi ini

dilanggar, maka uji menjadi tidak valid untuk jumlah sampe kecil (Ghozali,2013).

(Sarjono, 2011) menambahkan “ pada dasarnya uji normalitas adalah membandingkan antara data yang kita memiliki dan data yang berdistribusi normal yang memiliki mean dan standar devisiasi yang sama dengan data kita” . uji normalitas menjadi hal yang penting karena salah satu syarat pengujian uji parametric adalah data harus memiliki distribusi normal.

Salah satu metode yang digunakan untuk mendeteksi masalah normalitas yaitu menggunakan uji jarquw-bera. Hipotesis nol uji ini menyatakan bahwa residual didistribusikan secara normal. Jika nilai statistic JB ini tidak signifikan atau nilai profitabilitas dari statistik JB lebih besar dari tingkat signifikan a = 5% maka kita menerima hipotesis nol bahwa residual mempunyai distribusi normal (Widarjono,2016).

b. Uji multikolinearitas

Multikolinearitas adalah adanya suatu hubungan linier yang sempurna mendekati sempurna) antara beberapa atau semua variabel bebas (Kuncoro, 2009). Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui apakah hubungan diantara variabel bebas memiliki masalah multikorelasi (gejala multikolinearitas) atau tidak.

Multikorelasi adalah korelasi yang sangat tinggi atau sangat rendah yang terjadi pada hubungan diantara variabel independen lebih dari satu.

c. Uji heterokedastistas.

31

Heterokedastistas. Muncul apabila kesalahan atau residual dari model yang diammati tidak memiliki varian yang konstan dari satu observasi lainnya. Artinya, setiap observasi mempunyai reliabilitas yang berbeda akibat perubahan dalam kondisi yang melatar belakangi tidak terangkum dalam spefikasi model. Gejala heteroskedstitas sering dijumpai data kerat silang dari pada runtut waktu, maupun juga sering muncul dalam analisis yang menggunakan rata-rata (Kuncoro,2011).

Menurut Sarjono dan Jualianita (2011: 66), heterokedastistas menunjukkan bahwa varians variabel tidak sama untuk semua pengamatan/observasi. Jika varians dan residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap maka disebut homokedastsitas. Model regresi yang baik adalah terjadi homokedasititas, yaitu dengan melihat scatterplot serta melalui / menggunakan uji gletjer, uji park, dan uji white.uji heterokedastisitas ini dilakukan dengan menggunakan uji glesjer dan dapat diketahui apabila angka signifikan lebih besar dari 0,05 maka dalam model terjadi homoskedastisitas. Sebaliknya apabila angka signifikan lebih kecil dari 0,05 maka dalam model terjadi heterokedastisitas.

d. Uji autokorelasi

Menurut Sarjono dan Julianita (2011 : 80), “uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam suatu model regresi model linier ada korelasi antara kesalahan penganggu pada periode t dengan kesalahaan pengganggu pada periode t- 1 (sebelumnya)”. Jika

terjadi korelasi maka dinamakan ada problem autokorelasi. Maka auto korelasi sering terjadi pada data time series (runtun waktu).

Selain itu, pada data cross section, uji autokorelasi dapat dilakukan dengan uji durbin-watson, uji langrage multiplier (LM), uji statisti Q, dan uji rum test, uji auto korelasi yang paling sering digunakan adalah uji durbin-watson,

Menurut Sanusi (2011). Pendeteksian gejala autokorelasi dapat dilakukan dengan pengujian durbin Watson (d). hasil perhitungan durbin Watson (d). dibandingkan dengan nilai dtabel pada a=0,05. Tabel d memiliki dua nilai yaitu nilai batas atas (du) dan nilai batas bawah (dL) untuk berbagai nilai n dan k.

Jika d<dL ; maka terjadi autokorelasi positif, d>4 – du : maka terjadi autokorelasi negative dU<d<4 – dU : maka tidak terjadi autokorelasi dl <d<du : maka pengujian tidak meyakinkan.

3. Analisis regresi Linier Berganda

Metode analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda. Untuk melihat sebuah fenomena yang mempengaruhi kondisi dari variabel dependen (Y), Karna hampir semua kondisi yang berpengaruh terhadap suatu faktor, yang disebabkan oleh lebih dari faktor variabel independen (x).

persamaan regresi linier berganda adalah sebagai berikut : Y = a + β1X1 + β2X2 + β3X3 + £

Keterangan :

Y = Profitabilitas (ROA)

33

A = Konstanta

β1 β2 β3 = Koefisien Regresi

X1 = Capital Adequacy Ratio (CAR) X2 = Non Performing Financing (NPF) X3 = Financing To Deposite Ratio (FDR)

£ = Error 4. Uji Hipoteis

a. Uji t

Uji t diperlukan guna menguji signifikan koefisien regresi secara persial atau pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Pengaruh variabel independen secara individu dan signifikan terhadap variabel dependen. Uji t dilakukan dengan cara melihat tingkat signifikan atau a, dimana didalam penelitian ini a yang digunakan adalah 5%. Untuk melakukan uji t digunakan dengan cara membandingkan nilai t-tabel dengan t- hitung dari masing-masing variabel independen terhadap a yaitu 5%. Hipotesis yang digunakan :

a) H0 : βi > 0 atau H0 : βi > 0 artinya variabel independen berpengaruh positif atau negatif terhadap variabel dependen.

b) 1 : βi = 0, artinya variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.

Uji t diperlukan guna mengukur seberapa jauh berpengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen.

c) Bila nilai t-hitung > t-tabel atau – t-hitung > t-tabel 5% (a), maka H0 tidak ditolak. Artinya secara individual variabel independen Xi berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

d) Bila nilai t-hitung < t-tabel atau – t-hitung < t-tabel 5% (a), maka H0 ditolak. Artinya secara individual variabel independen Xi tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel independen

b. Uji koefisien determinasi (R2)

Digunakan untuk mengetahui sampai seberapa besar persentase variasi variabel terikat pada model dapat diterangkan oleh variabel bebas. Koefisien determinasi (R2) dinyatakan dalam persentase yang nilainya berkisar antara 0 < R2 < 1.

Nilai (R2) yang kecll berarti kemampuan variabel – variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen amat terbatas (Ghozali, 2014). Nilai yang mendekati 1 (satu) berarti variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.

35

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Dan Objek Penelitian 1. Bank Muamalat

PT Bank Muamalat Indonesia merupakan bank yang berbasis syariah pertama di Indonesia. Bank muamalat Indonesia sendiri dibentuk pada tanggal 1 november 1991 atau lebih tepatnya 24 rabi`us tsani 1412 H.

pendiri bank muamalat Indonesia digagas oleh majelis ulama Indonesia (MUI), ikatan cendikiawan muslim Indonesia (ICMI) dan pengusaha muslim yang kemudian mendapat dukungan dari pemerintah repiblik Indonesia. Sejak resmi beroperasi pada 1 mei 1992 atau 27 syawal 1412 H, (indonesia, 2016).

Bank muamalat Indonesia terus berenovasi dengan mengeluarkan produk – produk keuangan syariah seperti asuransi syariah (asuransi takaful), dana pension lembaga keuangan muamalat (DPLK muamalat) dan multifinance syariah (AL-ijarah Indonesia finance) yang seluruhnya menjadi terobosan barui di Indonesia.selain dari itu, produk bank lainnya yaitu shar-e yang dilucurkan pada tahun 2004 juga merupakan tabungan instan pertama di Indonesia. Produk shar-e gold debit visa yang diluncurkan pada 2011 tersebut memperoleh penghargaan dari museum rekor Indonesia (MURI) sebagai kartu debit syariah dengan teknologi chip pertama di Indonesia serta layanan e-channel seperti enternet banking, mobile banking, ATM, dan cash management. Seluruh produk-produk itu

menjadi pionir produk syariah di Indonesia dan menjadi tonggak sejarah penting di industry perbankan syariah.

Seiring kapasitas Bank yang semakin besar dan diakui, BMI kian melebarkan sayap dengan terus menambah jaringan kantor cabangnya tidak hanya di seluruh indoensia, akan tetapi juga di luar negeri. Di tahun 2009, BMI mendapatkan izin untuk membuka kantor cabang dikuala lumpur, Malaysia dan menjadi bank pertama di Indonesia serta satu- satunya yang mewujudkan ekspansi bisnis dimalaysia. Sampai saat ini BMI sudah memiliki 240 kantor layanan termasuk satu kantor dimalaysia.

BMI tidak pernah berhenti untuk berkembang dan terus bermetamorfosa untuk menjadi entitas yang semakin membaik dan meraih pertumbuhan jangka panjang. Dengan strategi bisnis yang terarah, bank muamalat Indonesia akan terus melaju mewujudkan visi menjadi “the best Islamic bank and top 10 bank in Indonesia with strong regional presence”.

2. Bank Syariah Mandiri

Bank syariah mandir (BSM) didirikan pada tahun 1999, sesungguhnya merupakan hikmah sekaligus berkah pasa krisis ekonomi dan moneter 1997-1998. Dalam kondisi tersebut, industry perbankan nasional yang di dominasi oleh bank-bank konvensional mengalami krisis luar biasa. Pemerintah akhirnya mengambil tindakan dengan merestrukturisasi dan merekapitulasi sebagian bank-bank di Indonesia (mandiri, 2017).

Pemerintah melakukan penggabungan (marger) empat bank (bank

37

Bank baru bernama PT Bank Mandiri (persero) sebagai tindak lanjut dari keputusan marger, bank mandiri melakukan konsolidasi serta membentuk tim pengembangan perbankan syariah. Pembentukan tim ini bertujuan untuk mengabungkan layanan perbankan syariah dikelompok perusahaan bank mandiri, sebagai respon atas diberlakukannya UU No. 10 tahun 1998, yang memberi peluang bank umum untuk melayani transaksi syariah (Bank syariah mandiri 2017).

Oleh karena itu, tim pengembangan perbankan syariah segera mempersiapkan system dan insfrastrukturnya, sehingga kegiatan usaha BSB berubah dari Bank konvensional menjadi bank yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah dengan nama PT Bank Syariah Mandiri sebagai mana yang tercantum dalam akta notaris; Sutjipto, SH No. 23 tanggal 8 september 1999.

3. Bank Rakyat Indonesia Syariah

Berawal dari akuisisi PT. Bank Rakyat Indonesia terhadap bank jasa arta pada 19 desember 2007 dan setelah mendapatkan izin dari bank Indonesia pada 16 oktober 2008 melalui suratnya o.10/67/KEP.GBI/DpG/2008, maka pada tanggal 17 November 2008 PT bank BRI syariah secara resmi beroperasi. Kemudian Bank BRI Syariah merubah kegiatan usahanya yang sebelumnya beroperasi secara Konvensional, kemudian diubah menjadi kegiatan perbankan berdasarkan prinsip syariah Islam (syariah, 2017)

Dua tahun lebih PT. bank BRIsyariah hadir mempersembahkan sebuah bank ritel modern terkemuka dengan layanan finansial sesuai kebutuhan nasabah dengan jangkauan termudah untik kehidupan lebih

bermakna. Melayani nasbah dengan pelayanan prima (service excelcen) dan menawarkan produk yang sesuai harapan nasabah dengan prinsip syariah.

Sesuai dengan visinya, saat ini PT. bank BRISyariah merintis sinergi dengan PT. Bank Rakyat Indonesia (persero)Tbk., dengan memanfaatkan jaringan kerja PT.bank Rakyat Indonesia (persero).Tbk., sebagai kantor layanan syariah dalam mengembangkan bisnis yang berfokus pada kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan kegiatan consumer berdasarkan prinsip syariah.

4. Bank Nasional Indonesia Syariah

BNI Syariah adalah salah satu unit usaha dari Bank Nasional Indonesia (BNI) yang sekarang telah resmi menjadi Bank umum Syariah.

Dari pertama didirikannya BNI pada tanggal 5 juli 1946 secara resmi pertama kali yang dimiliki Indonesia. BNI menjadi pelopor terciptanya sebagai produk layanan jasa perbankan. Tidak hanya melulu dengan produk dan layanan perbankan BNI memperluas perannya dengan melayani kebutuhan transaksi perbankan masyarakat umum mulai dari bank sarinah dimana bank tersebut dikhususkan untuk perempuan, kemudian bank terapun, samai dengan bank bocah dimana khususnya anak-anak.

BNI membuka layanan perbankan yang sesuai dengan prinsip syariah dengan konsep dual system banking, yaitu menyediakan layanan perbankan umum dan syariah sekaligus. Dengan berlandaskan UU Nomor 10 Tahun 1998, pada tanggal 29 april 2000 BNI Syariah membuka

39

Banjarmasintahun berikutnya BNI Syariah mebuka kembali 5 kantor cabang syariah yaitu 2 kantor cabang di Jakarta, Bandung, Makassar, dan padang.

Berdasarkan keputusan gubernur bank Indonesia Nomor 12/41/KEP.GBI/2010 tanggal 21 mei 2010 PT. BNI Syariah diberi isin usaha. Status BNI Syariah sebagai unit usaha syariah dinyatakan bersifat tempror dan akan dilakukan spin-off tahun 2009. Pada tanggal 19 juni 2010 BNI Syariah mulai beroperasi sebagai bank umum syriah (BUS).

Beroperasinya BNI syariah dari awal hingga sekarang ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan.komitmen pemerintah untuk mengembangkan perbankan syariah juga semakin kuatdan kesadaran dalam keunggulan produk-produk perbankan syariah juga semakin meningkat dikalangan masyarakat.

5. Bank Tabungan Negara Syariah (BTN Syariah)

PT. Bank Tabungan Negara adalah suatu lembaga yang bergerak sebagai sarana penghimpun dana dari masyarakat serta menyalurkan lagi kembali kemasyarakat dalam bentuk pembiayaan atau kredit perumahan dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

PT. BTN Syariah mulai beroperasi pada tanggal 14 februari 2005 bertepatan dengan 5 muharram 1426 H dengan kantor cabang syariah yang pertama dijakarta. Selanjutnya pembukaan BTN kantor cabang syariah yang kedua dibandung tanggal 28 februari 2005, dan ketiga disurabaya tanggal 17 maret 2005, keempat di Yoyakarta 4 april 2005, kelima dimakassar pada tanggal 11 april 2005, hingga agustus 2009

dibuka 20 kantor dibeberapa kota di Indonesia, dengan 119 kantor layanan syariah.

Tujuan pendirian UUS Bank Tabungan Negara adalah untuk memenuhi kebutuhan nasabah akan produk dan layanan perbankan sesuai dengan prinsip syariah, dan memberi manfaat yang setara, seimbang dalam pemenuhan kebutuhan kepentingan nasabah dan bank.

PT. Bank tabungan Negara syariah yang merupakan bagian dari bank tabungan Negara konvensional yang merupkan bank BUMN,BT syariah menjalankan fungsi intermediasi dengan menghimpun dana dari masyarakat melalui produk-produk giro, tabungan dan deposito serta menyalurkannya kembali melalui sector rill melalui berbagai produk pembiayaan KPR, multi guna, investasi dan modal kerja. Sesuai dengan mottonya “ Maju dan sejahtera Bersama” maka bank tabungan Negara syariah mengutamakan prinsip keadilan dan kesetaraan dalam penerapan imbalan bagi hasil antara nasabah dan bank. (Riau, 2015) B. Hasil penelitian

1. Uji deskriptif

Variabel dalam penelitian ini dideskripsikan menggunakan analisis deskriptif. Analisis ini digunakan untuk menjalankan variabel-variabel dalam penelitian, meliputi variabel independen yaitu CAR (capital adequacy ratio), NPF (non performing financing), FDR (financing to depositeratio) serta variabel dependen yaitu ROA ( return on asset).

Statistik deskriptif menyajikan ukuran numerik berupa nilai minimum, maximum dan mean pada perbankan syariah yang terdaftar di Bursa Efek

41

Indonesia periode 2016-2020. Pengolahan data menggunakan IBM SPSS statistics 24.

Berdasarkan hasil ujin statistik deskriptip sebanyak 25 data observasi untuk perusahaan perbankan syariah dengan jumlah sampel dilihat sebagai berikut:

Tabel 4.1 Uji deskriptif Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

CAR 25 .12 .35 .1924 .06050

NPF 25 .00 .09 .0260 .01756

FDR 25 .30 .65 .4700 .12162

ROA 25 .00 .10 .0212 .03232

Valid N (listwise) 25

(sumber,output SPSS yang diolah, 2021)

Dari hasil deskriptip pada tabel diatas, maka dapat diketahui jumlah observasi data dalam penelitian adalah 25. Nilai minimum dari variabel CAR adalah 0.12 dan maximum sebesar 0.35 dengan nilai rata- rata (mean) sebesar 0.1924 dan standar deviasi sebesar 0.06050 selanjutnya pada variabel NPF nilai minimum adalah 0.00 dan maximum 0,09 dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 0.0260 dan standar deviasi sebesar 0.01756. pada variabel FDR nilai minimumnya sebesar 0.30 dan nilai maximum sebesar 0.65 dengan nilai rata-rata (mean) 0.4700 dan standar deviasi sebesar 0.12162. Pada variabel ROA nilai minimum sebesar 0,00 dan nilai maximum sebesar 0,10 dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 0,0212 dan standar deviasi sebesar 0,03232.

2. Uji Asumsi Klasik

Berdasarkan hasil pengujian segala penyimpangan klasik terhadap penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Uji Normalitas

Tabel 4.2 Hasil Uji Normalitas

N 25

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std. Deviation .02853566

Most Extreme Differences Absolute .158

Positive .158

Negative -.120

Test Statistic .158

Asymp. Sig. (2-tailed) .109c

(sumber ; output spss yang diolah, 2021)

Berdasarkan nilai signifikan dari tabel diatas diperoleh nilai signifikan sebesar 0,109 > 0,05 yang dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal yang berarti variabel x dan variabel Y layak digunakan untuk dapat dianalisis lebih lanjut.

b. Uji Multikolonieritas

Uji multikolonieritas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi yang digunakan terdapat kolerasi antar variabel independen untuk mengetahui bahwa apakah terjadi multikolonieritas pada suatu model dapat dilihat dari nilai tolerance dan variance factor

43

(VIP). Suatu model regresi dapat dikatakan terbebas dari multikolonieritas adalah apabila nilai dari tolerance diatas 0,10 dan VIF dibawah 10.

Tabel 4.3

Hasil Uji Multikolonieritas s

u m b e r

;

o u t

put SPSS yang diolah, 2021)

Dari hasil multikolonieritas diatas dapat dilihat bahwa tidak ada variabel dependen yang memiliki nilai tolerance kurang dari 0,10 yaitu CAR sebesar 0,791, NPF sebesar 0,819 dan FDR sebesar 0,958. Maka dapat disimpulkan bahwa persamaan model regresi diajukan bebas dari multikolonieritas.

c. Uji Heterokedastistas

UJi heterokedastistas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi yang akan digunakan terjadi ketidaksamaan variance dan residual satu pengamatan yang lain. Dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji glesjer. Jika apabila nilai sig > 0,05 maka artinya tidak terjadi heterokedastitas. Dapat dilihat pada table dibawa ini :

B Std. Error Beta

Toleran ce VIF 1 (Consta

nt)

.011 .041 .257 .800

CAR .198 .116 .371 1.714 .101 .791 1.264

NPV .194 .392 .105 .495 .626 .819 1.221

FDR -.069 .052 -.261 -1.326 .199 .958 1.043

Tabel 4.4 Uji gletsjer Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) .034 .019 1.822 .083

CAR .120 .052 .399 2.296 .532

NPV .146 .177 -.140 -.821 .421

FDR .068 .024 -.452 -2.863 .609

(sumber : output SPSS yang diolah 2021)

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil uji glesjer menunjukkanbahwa semua variabel bebas memiliki nilai sig. CAR sebesar 0,532 dan NPF sebesar 0.421 dan FDR sebesar 0,609 (sig. >

0,05) yang berarti bahwa data penelitian ini tidak terjadi heterokedastistas pada model regresi ini.

d. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya) (Ghozali,2011).

Berikut hasil analisis penelitian dengan tabel sebagai berikut : Tabel 4.5

Hasil Uji Auto Korelasi Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

Durbin- Watson

1 .469a .220 .109 .03051 1.887

(sumber ouput SPSS yang diolah 2021)

Berdasarkan nilai DW yang diperoleh sebesar 1,887 maka untuk

45

atau d > 4-dimaka terdapat autokorelasi, dan jika dl < dw < du atau 4 – du

<dw < 4 – dl maka tidak memiliki autokorelasi. Persamaan d, du dan didapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.6

Persamaan DW, DU dan DL

DW DL DU 4-DL 4-DU

1.887 1.1228 1.6540 2.8772 2.346

(sumber: output SPSS yang dioalah 2021)

Berdasarkan tabel diatas maka persamaan du < d < 4-dl adalah 1,6540 < 1,887 < 2,8772 dimana nilai dw terletak antara nilai du (batas atas) dan nilai dl (batas bawah), maka koefisien autokorelasi sama dengan nol sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat autokorelasi dalam model regresi yang digunakan dalam penelitian ini.

3. Pengujian hipotesis

a. Analisis Regresi Berganda

Hasil analisis regresi berganda untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.7

Analisis regresi berganda

(sumber : output SPSS diolah 2021)

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) .011 .041 .257 .800

CAR .198 .116 .371 1.714 .012

NPF .194 .392 .105 .495 .026

FDR .069 .052 .261 1.326 .199

Dalam dokumen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR MAKASSAR (Halaman 40-50)

Dokumen terkait