BAB III METODOLOGI PENELITIAN
G. Teknik Analisis Data
Model dari penelitian ini adalah model penelitian analisis Stuctural Equation Modelling (SEM) yang dioperasikan dengan menggunakan program aplikasi statistik Analysis of Moment Structure (AMOS). Dimana peneliti akan menggunakan teknik analisis model struktural dengan pendekatan confirmatory factor analysis (CFA).
confirmatory factor analysis menurut Joreskog dan Sorborn digunakan untuk menguji unidimensional, validitas dan reliabilitas model pengukuran konstruk yang tidak dapat diukur langsung.16 Model pengukuran CFA akan
14 Sugiyono, Metodelogi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.
(Bandung: Alfabeta, 2013). h.348
15 Ghozali, Imam, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. (Yogyakarta: Badan Penerbit BPFE, 2013). h.47
16 Joreskog, K.G & Sorbom, Dag. Lisrel 8: Structural Equation Modelling with the Simplis Command Language. (Chicago, SSI Inc, 1993).
h.193
76 menunjukkan operasionalisasi dari suatu konstruk penelitian menjadi indikator terukur yang dirumuskan dalam bentuk persamaan dan diagram jalur tertentu.17 Tujuan CFA adalah untuk mengkonfirmasikan atau menguji model, yaitu model pengukuran yang perumusannya berasal dari teori.
1. Keunggulan SEM-Amos
Keunggulan SEM pada suatu penelitian adalah kemampuannya dalam mengukur hubungan secara teoritis.18 Berikut beberapa kelebihan dari penggunaan metode SEM-Amos dalam pengolahan data yaitu:
a. Dapat memperkirakan suatu koefisien yang tidak diketahui dari persamaan structural linier.
b. Mencakup model yang memuat variabel – variabel laten.
c. Memuat hasil pengukuran kesalahan, baik pada variabel dependen maupun variable independen.
d. Mengukur efek langsung dan tidak langsung pada variabel penelitian
e. Memuat hubungan sebab akibat
17 Kusnendi. Model-Model Persamaan Struktural Satu dan Multigroup. Sampai dengan LISREL. (Bandung: Alfabeta, 2008). h.270
18 Ghozali, Imam, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. (Yogyakarta: Badan Penerbit BPFE, 2013). h.159
77
2. Tahap Analisis SEM-Amos
Berikut ini merupakan tahap dalam pemodelan analisis persamaan Stuctural Equation Modelling - Analysis of Moment Structure (SEM-Amos) yang dilakukan dalam penelitian :19
a. Pengembangan Model Teoritis
Langkah pertama dalam pengembangan model SEM yaitu dengan melakukan pencarian atau pengembangan model yang mempunyai justifikasi teoritis yang kuat. Dimana seorang peneliti harus melakukan serangkaian telaah pustaka yang intens agar mendapatkan suatu justifikasi atas model teoritis yang dikembangkan.
b. Pengembangan Diagram Alur (Path Diagram) Setelah melakukan identifikasi pada variabel- variabel penelitian secara teoritis dan merumuskan model, langkah selanjutnya adalah menyusun diagram jalur untuk menggambarkan hubungan- hubungan antar variabel tersebut. Umumnya terdapat dua model penelitian dalam SEM, yaitu model struktural dan measurement model.
Model struktural adalah model yang menggambarkan hubungan antara variabel laten
19 Haryono, Siswoyo & Wardoyo, Parwoto. Structural Equation Modeling. (Bekasi : Intermedia Personalia Utama, 2013). h.102
78 endogen dengan variabel laten eksogen.
Sedangkan, measurement model adalah model yang menggambarkan hubungan variabel laten endogen atau eksogen dengan variabel manifest.20 Lebih lanjut, dalam menyusun bagan alur dapat digambarkan dengan hubungan antar konstruk melalui anak panah. Anak panah yang digambarkan lurus menyatakan hubungan kausal yang langsung antara satu konstruk satu dengan konstruk lainnya. Sedangkan, garis-garis lengkung antar konstruk menunjukkan korelasi antar konstruk.
c. Persamaan Structural
Setelah suatu teori atau model teoritis dikembangkan dan digambarkan dalam sebuah diagram alur, peneliti dapat mulai mengkonversikan spesifikasi model tersebut ke dalam rangkaian persamaan.
d. Memilih Jenis Input Matriks dan Estimasi Model
Aplikasi stuctural equation modelling (SEM) menggunakan matriks varians, matriks kovarians, atau matriks korelasi sebagai data input untuk
20 Desi Rahmatina, Pemodelan Structural Equation Modelling pada Data Ordinal dengan Menggunakan Metode Weighted Least Square (WLS)‟, (Prosiding SNM 2014). h.1
79
keseluruhan estimasi yang dilakukannya. Data mentah observasi individu dapat dimasukkan dalam program AMOS, yang sebelumnya diubah menjadi matriks kovarians.
e. Menilai Identifikasi Model Structural
Dalam menilai identifikasi model struktural sering didapat hasil estimasi yang tidak logis atau meaningless. Hal ini berkaitan dengan masalah identifikasi model struktural. Problem identifikasi ketidak mampuan proposed model untuk menghasilkan unique estimate. Cara melihat ada tidaknya problem identifikasi adalah dengan melihat hasil estimasi.
1) Adanya nilai strandard error yang besar untuk satu atau lebih koefisien
2) Ketidakmampuan program untuk invert information matrix
3) Nilai estimasi yang tidak mungkin misalnya error variance yang negatif
4) Adanya nilai korelasi yang tinggi antar koefisien.
f. Menilai Kriteria Goodness Of Fit
Kesesuaian model di evaluasi melalui telaah terhadap kriteria goodness of fit. Dengan mengevaluasi data yang digunakan sehingga dapat
80 memenuhi asumsi – asumsi SEM yaitu melalui pengujian ukuran sampel, uji normalitas, uji outliers, multikolinieritas. Beberapa indeks kesesuaian yang dapat digunakan untuk menguji sebuah model diterima atau ditolak yaitu :
1) Chi-square
Pengujian ini dilakukan untuk mengembangkan dan menguji seberapa dekat hubungan antar matriks kovarian sampel dengan matriks kovarian model. Semakin kecil hasil nilai, maka akan semakin baik model tersebut. Suatu model dapat diterima apabila nilai probabilitas cut-off sebesar p = 0,05.
2) The Root Mean Square Error Of Approximation
Merupakan nilai yang digunakan untuk mengukur penyimpangan nilai parameter suatu model dengan matriks kovarian populasinya. Nilai RMSEA ≤ 0,05 adalah suatu nilai indeks yang dapat diterimanya model.
3) Goodness of Fit Indexs (GFI)
Yaitu, pengukuran mengenai ketepatan suatu model dalam menghasilkan observed
81
matriks kovarians. GFI merupakan suatu ukuran non statistical yang mempunyai rentang nilai antara 0,00 (poor fit) sampai dengan 1,00 (perfect fit). Nilai yang tinggi dalam indeks ini menunjukkan sebuah better fit. Nilai yang disyaratkan oleh beberapa ahli untuk menilai kecocokan model ini adalah 0,90.
4) Adjusted Goodness of Fit Indexs (AGFI) Merupakan pengembangan dari GFI, perbedaannya terletak pada penyesuaian terhadap pengaruh degree of freedom dalam model. Analog dengan R² pada regresi berganda, ukuran atau nilai AGFI yang direkomendasikan adalah > 0,90. Semakin besar nilai AGFI maka semakin baik kesesuaian yang dimiliki model.
5) Discrepancy Function (CMIN/DF)
CMIN/DF merupakan hasil perhitungan statistic dari chi-square (X²), dibagi df–nya sehingga X² - relatif. Nilai X² - relatif kurang dari 3,00 ada indikasi dari acceptable fit antar model dan data.
82 6) Tucker Lewis Indexs (TLI)
Yaitu indeks kesesuaian incremental dengan membandingkan sebuah model yang diuji terhadap sebuah baseline model. TLI digunakan untuk mengatasi permasalahan yang timbul akibat kompleksitas model. Nilai TLI yang menjadi acuan diterimanya suatu model adalah sebesar ≥ 0,90.
7) Comparative Fit Index (CFI)
Merupakan salah satu indeks kesesuaian incremental. Nilai CFI yang mendekati 1 mengindikasikan model memiliki tingkat kesesuaian yang baik.. Nilai CFI penerimaan yang direkomendasikan adalah > 0,90.
Tabel 3.3
Goodness of Fit Index Table
Goodness of Fit Indexs Cut off Value Chi-Square Diharapkan kecil Significancy probability ≥ 0,05
RMSEA ≤ 0,08
GFI ≥ 0,90
AGFI ≥ 0,90
CMIN/DF ≤ 2,00
TLI ≥ 0,90
CFI ≥ 0,90
83
g. Interpretasi dan Modifikasi Model
Setelah sebuah model diestimasi, nilai residualnya haruslah kecil atau mendekati nol dan distribusi frekuensi dari kovarians residual harus bersifat simetrik. Model yang baik mempunyai standardized residual variance kecil.
84 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pendeskripsian Objek Penelitian
Pendeskripsian objek penelitian merupakan penjelasan dan penjabaran terkait objek yang di angkat dalam suatu penelitian. Dalam sub bab ini, pendeskripsian objek penelitian pada PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) Syariah digambarkan peneliti melalui sejarah berdirinya, visi misi, alamat atau lokasi perusahaan dan job description karyawan PT. PNM Syariah Cabang Kota Bengkulu.
1. Sejarah Berdirinya PT. PNM
PT permodalan nasional madani (Persero) merupakan sebuah lembaga keungan khusun yang sahamnya 100% milik pemerintah. PT permodalan nasional madani (Persero) atau yang di singkat PT.
PNM berdiri di Jakarta berdasarkan TAP XVI/MPR/1998, Letter of Intent IMF pada tanggal 16 Maret 1999, PP No. 38/99 pada tanggal 25 Mei 1999 dan Akte Notaris No. 1 pada tanggal 1 Juni 1999 yang mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman RI No. C-11.609. HT.01.TH 99 pada tanggal 23 Juni 1999.
Awal berdirinya PT.PNM memiliki modal dasar sebesar Rp. 1.2 trilyun. Dengan tugas utama yaitu
85
memberikan solusi pembiayaan pada Usaha Mikro, Kecil, Menengah, Koperasi (UMKMK) berdasarkan kemampuan dan kelayakan usaha serta prinsip ekonomi pasar. Dalam operasinya, kebijakan PT. PNM ini bekerja sama dengan lembaga-lembaga keuangan seperti modal lembaga venture, Bank umum atau Syariah, koperasi simpan pinjam, BPRS/S, dan lembaga keungan mikro syariah lainya di seluruh propinsi Indonesia. Adapun fokus pengembangan UMKM yang menjadi target PT. PNM adalah para pelaku usaha di sektor agribisnis yang meliputi bidang pangan, perkebunan, perikanan, peternakan, kehutanan, industri rumah tangga yang berorientasi ekspor atau substitusi impor dengan menghasilkan nilai tambah.
Awal berdirinya sumber pembiayaan yang disalurkan PT. PNM hanya berasal dari modal pemerintah, namun seiring berkembangnya PT. PNM dapat berasal dari investor lokal dan luar negeri yang di himpun PT. PNM melalui Unit Investasi Management yang dimilikinya. Berdasarkan SK Menteri Keuangan RI No. 487/KMK017/1999 pada tanggal 13 Oktober 1999 PT. PNM telah ditetapkan menjadi salah satu Lembaga BUMN sebagai koordinator penyaluran kredit program eks. KLBI yang dikelolah dengan prinsip-prinsip profesionalisme, transparansi, syariah
86 dan good corporate governance untuk melangkah memasuki era indonesia baru dengan membangun masyarakat madani yang di cita-citakan.
2. Visi dan Misi PT. PNM a. Visi
Menjadi lembaga pembiayaan termuka dalam meningkatkan nilai tambah secara berkelanjutan bagi Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasai yang berdasarkan Good Corporate Governance (GCG).
b. Misi
Secara umum, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) mengembangkan Misi sebagai berikut:
1) Meningkatkan kelayakan usaha dan kemampuan wirausaha Mikro, Kecil, Menengah, Koperasi (UMKMK).
2) Meningkatkan akses pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah, Koperasi kepada lembaga keuangan baik bank maupun non- bank dalam rangka perluasan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
3) Meningkatkan kreativitas dan produktivitas karyawan untuk mencapai kinerja terbaik
87
dalam mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, Menengah, Koperasi (UMKMK).
3. Jenis Pembiayaan PT. PNM
Sejak awal berdirinya, PNM telah merintis usaha pinjaman (kredit)modal kepada pelaku UMKM dengan mengemasnya dalam dua jenis produk, yaitu Unit Layanan Modal Mikro (UlaMM) dan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar). Dimana, pembiayaan UlaMM adalah jenis pembiayaan yang ditujukan untuk usaha mikro kecil dan menengah, sedangkan pada jenis pembiayaan Mekaar merupakan jenis pembiayaan untuk para ibu-ibu atau keluarga sejahtera yang berada di bawah angka kemiskinan atau tidak mampu untuk membuka usaha karena tidak memiliki modal. ULaMM maupun Mekaar menyasar para pelaku usaha yang belum terjamah akses perbankan, dengan cara melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat di berbagai daerah dan menurunkan Tim PNM (AO)untuk melakukan pendampingan usaha kepada setiap nasabah. Selain itu, PT. PNM juga melakukan penanaman nilai bagi setiap nasabah untuk selalu bersikap jujur dalam melakukan usahanya, serta disiplin dalam mengangsur pinjaman. Langkah ini merupakan strategi-strategi dari PT. PNM untuk
88 mendorong partisipasi masyarakat dalam sektor wirausaha.
4. Lokasi dan Alamat PT. PNM Syariah Cabang Kota Bengkulu
PT PermodalanNasional Madani (Persero) Cabang Gading Cempaka, yang beralamat di Jl. Poskai No. 72 Rt. 022 Rw. 007 Ds. Cempaka Permai Kec. Gading Cempaka Kab. Kota Bengkulu Berikut merupakan interprestasi Google Maps terkait alamat PT. PNM Cabang Gading Cempaka.
Gambar 4.1
Alamat PT. PNM Cabang Gading Cempaka
Sumber : Data Google Maps 2022
89
5. Struktur Organisasi PT. PNM Syariah Cabang Kota Bengkulu
Gambar 4.2 di bawah ini merupakan bentuk interprestasi dari penggambaran struktur organisasi pada PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) Syariah Cabang Kota Bengkulu.
Gambar 4.2
Struktur Organisasi PT. PNM Syariah Cabang Gading Cempaka
Sumber : Data Primer, Diolah 2022
Direktur Utama
Direktur Bisnis
KADIV PBM 2
Kepala Regional
Kepala Area
Kepala Cabang
KADIV PMM
WAKADIV PMM
Regional
Officer RPM
Account Officer
90 Job Description Karyawan PT. PNM Syariah
Job description atau uraian jabatan adalah suatu pernyataan tertulis yang berisi tujuan dari dibentuknya suatu jabatan. Dimana uraian ini akan memberikan gambaran tentang apa yang harus dilakukan oleh pemegang jabatan tersebut, dan bagaimana suatu pekerjaan dilakukan, alasan-alasan mengapa pekerjaan tersebut dilakukan, hubungan antara suatu posisi tertentu dan posisi lainnya di luar lingkup pekerjaannya dan di luar organisasi untuk mencapai tujuan unit kerja dan perusahaan secara luas. Tabel 4.1 di bawah ini merupakan interprestasi job description karyawan yang bekerja di PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) Syariah.
Tabel 4.1
Job Description Karyawan PT. PNM Syariah No. Jabatan Fungsi dan Tanggung Jawab
1 Pimpinan Cabang
1. Penanggung jawab jalannya operasional Kantor bengkulu.
2. Membuat kebijakan internal terkait dengan kebijakan disiplin dan kebijakan operasional perusahaan.
3. Mengambil keputusan Persetujuan kredit dalam
91
batasan wewenang Kepala Kantor Unit.
4. Mewakili Kantor Pusat dalam membangun kerjasama bisnis dengan pihak eksternal.
5. Memimpin rapat Komite Kredit, Komite SDM, Komite Risiko dan Rapat Umum lainnya
6. Mewakili Direksi dalam menyelesaikan permasalahan hukum yang terjadi di wilayah Cabang Bengkulu
No. Jabatan Fungsi dan Tanggung Jawab
2
Wakil Kepala Cabang
1. Mewakili Kepala Kantor Cabang bengkulu dalam hal kepala Kantor berhalangan hadir
2. Perpanjangan tangan dari Kepala Kantor untuk koordinasi kerja ke bagian Supervisi, SDM, Kredit Support, Accounting, IT 3. Bertanggung jawab atas
kelancaran kinerja pada unit kerja operasional
4. Membuat kebijakan dan
92 strategi pengembangan
mekanisme kerja pada unit kerja operasional
5. Bertanggung jawab terhadap pencairan pinjaman.
3 Account Officer
1. Membuat strategi mencari pasar baru
2. Memonitoring kondisi dan kualitas debitur.
3. Bertanggung jawab terhadap kualitas debitur masing- masing.
4. Melakukan monitoring masing-masing debitur dalam periode tertentu
5. Menganalisa permohonan kredit dari calon debitur.
6. Ikut serta dalam Komite Kredit.
4 Cluster Coordinator
Bertanggung jawab terhadap seluruh aktifitas operasional yang ada didalam cluster. Menangani koordinasi antara cabang dan operasi lapangan di level regional 5 Kepala
Remedial
Bertanggung jawab untuk memeriksa legalitas peminjam dan
93
asset yang disediakan oleh peminjam untuk jaminan pinjaman.Menyiapkan persetujuan pinjaman dan dokumen legalitas lainnya untuk menjamin keabsahan pinjaman dari segi legalitas.
6
Koordinator SDM
Bertanggung jawab untuk mengatur departemen sumber daya manusia dan fungsi - fungsi yang terkait dengannya seperti merekrut, orientasi, wawancara, komunikasi karyawan, tunjangan, pelatihan, mengatur data karyawan, konseling karyawan, gaji, dll.
94 No. Jabatan Fungsi dan Tanggung Jawab
7
Kepala Unit Kredit Support
1. Bertanggung jawab terhadap kelengkapan dan legalitas permohonan kredit.
2. Melakukan cros cek terhadap kualitas calon debitur meliputi usaha, karakter, jaminan, status hukum,dsb.
3. Melakukan penilaian terhadap hubungan bisnis calon debitur dengan rekanannya
4. Mewakili Kepala Kantor dalam keterkaitan permasalahan kredit dengan pihak hukum.
5. Mewakili Kepala Kantor dalam urusan dengan pihak Badan Pertahanan, Asuransi, Dinas Pertamanan, Notaris, Kejaksaan, Balai Lelang, dan Instansi Pemerintah lainnya.
6. Melakukan penilaian dengan calon debitur.
7. Menyelesaikan status hokum Kredit Bermasalah.
8. Melaporkan kondisi
95
pinjaman per periode ke Kantor Pusat dan Bank Indonesia
9. Memaintenance jamina kredit berupa dokumen- dokumen asli milik debitur.
10. Memaintenance dokumen- dokumen kredit terkait kredit berupa Perjanjian Kredit, Ofering Letter, dan dokumen lainnya terkait dengan pencairan kredit.
11. Membuka fasilitas pinjaman untuk proses pencairan kredit.
8
Loan Admin (Administrasi
Pinjaman)
1. Melakukan pencairan pinjaman setelah mendapat persetujuan dari Kepala Group Operasional 2. Melakukan Maintenance
terhadap administrasi pinjaman
3. Maintenance terhadap pembayaran pokok,bunga,
96 tunggakan pinjaman.
4. Menghentikan bunga pinjaman debitur meninggal dan PHK.
5. Melakukan pelunasan pinjaman.
6. Membuat laporan perkembangan kredit
No. Jabatan Fungsi dan Tanggung Jawab
9
Financial Control dan Manajemen Informasi
Sistem
1. Monitoring perkembangan budget dengan realisasi pada neraca dan laba rugi 2. Membuat laporan ke
Kantor Pusat dan Bank Indonesia.
3. Monitoring pertumbuhan kredit.
4. Monitoring pendapatan dan biaya.
5. Monitoring perkembangan kinerja keuangan
perusahaan.
10 Unit Kontrol Harian
1. Memeriksa semua transaksi yang terjadi H+1.
2. Mengevaluasi dan mereview kebijakan internal yang dibuat.
97
3. Monitoring kinerja masing- masing unit kerja.
11
Unit Kepatuhan /
Risk Manajemen
1. Menilai risiko yang muncul dari setiap aktivitas
operasional yang dijalankan
2. Menilai risiko yang muncul dari kebijakan yang
diambil.
3. Memitigasi risiko yang muncul dari setiap kredit yang dicairkan.
4. Memitigasi risiko yang muncul dari setiap prosedur kerja yang dijalankan.
12 Teller
1. Menginput semua transaksi harian ke komputer.
2. Melayani penyetoran warkat / uang tunai dan pengambilan uang tunai setiap hari.
3. Meneliti dan bertanggung jawab atas keabsahan uang warkat / slip
transaksi dan tanda tangan dari nasabah.
Sumber : Data Primer Diolah, 2022
98 Berdasarkan Informasi pada Tabel 4.1 di atas, yang merupakan interprestasi tugas dan tanggung jawab dari karyawan yang bekerja di PT. PNM Syariah ini, maka dapat disimpulkan bahwa PT. PNM telah memiliki spesialisi pekerjaan yang baik dalam menjalankan fungsi perusahaannya sebagai salah satu lembaga BUMN yang bertugas menyalurkan pembiayaan kepada para pelaku UMKMK guna mendorong terciptanya masyarakat madani.
B. Informasi Responden Penelitian
Analisis deskriptif responden bertujuan untuk menjelaskan profil biografi responden yang menjadi sampel dalam penelitian. Tujuan lainnya dari analisis deskriptif adalah untuk menunjukkan bahwa responden yang menjadi subjek penelitian, pantas dalam menjawab tujuan permasalahan penelitian. Kategori analisis deskriptif responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah Jenis Kelamin, Usia, Pekerjaan, Jenis dan Intensitas Menggunakan Media Sosial.
1. Jenis Kelamin Responden
Pada tataran praktis, perbedaan gender lebih ditekankan pada isu discrepancy gender. Identifikasi hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan dalam hal discrepancy gender antara responden laki-laki dan perempuan.
99
Gambar 4.3 berikut, menginformasikan persentase responden dengan jenis kelamin laki–laki adalah sebanyak 64 orang atau sebesar 47.06% dan responden dengan jenis kelamin perempuan berjumlah sebanyak 72 orang atau sebesar 52.94%, sehingga hasil analisis pada kategori ini, menunjukkan responden perempuan lebih banyak dibandingkan responden laki–laki, namun perbedaan tersebut tidak terlalu signifikan.
Sumber : Data Primer, Diolah 2022 Usia Responden
Untuk memperoleh gambaran lebih jelas mengenai responden penelitian, peneliti menggunakan klasifikasi atau kategori usia responden untuk mengidentifikasi sebaran rentang usia dari responden yang menjadi sampel dalam penelitian. Dimana, dalam penelitian ini peneliti mengklasifikasikan pengelompokan usia responden menjadi empat kategori, yaitu responden
47%
53%
Jenis Kelamin
136 Tanggapan
Laki-laki
100 dengan retang usia 17 Tahun – 25 Tahun, 26 Tahun – 35 Tahun, 36 Tahun – 45 Tahun, dan Lebih Dari 46 Tahun. Gambar 4.4 berikut merupakan bentuk interprestasi hasil identifikasi rekap data kuesioner penelitian berdasarkan usia responden.
Gambar 4.4 di bawah ini, menunjukan bahwa mayoritas responden dalam penelitian ini, berada pada rentang usia produktif, yaitu direntang usia 36 – 45 tahun yang berjumlah sebanyak 48 orang responden atau sebesar 35% dan untuk rentang usia responden terbanyak ke dua yaitu responden dengan kategori usia 26 – 35 tahun yang berjumlah sebanyak orang 46 orang atau sebesar 34%. Sedangkan, untuk kategori responden dengan rentang usia 17 – 25 tahun merupakan responden terbanyak ke tiga yang berjumlah sebanyak 22 orang atau sebesar 16%, sementara itu untuk kategori usia responden lebih dari 46 Tahun merupakan jumlah responden terendah yaitu 20 orang atau sebesar 15%.
101
Gambar 4.4
Informasi Usia Responden
Sumber : Data Primer, Diolah 2022 3. Pekerjaan Responden
Informasi mengenai pekerjaaan responden dimaksudkan agar peneliti dapat mengetahui mengenai data dari penyebaran kuesioner penelitian kepada responden yang menjadi sampel penelitian. Dimana, penelitian yang meneliti mengenai pengaruh E-wom dan Brand Trust terhadap Consumer Decision akan mengelompokkan responden penelitian ke dalam empat kategori yaitu, responden yang berkerja sebagai PNS, Wiraswasta, Pensiunan, dan Lainnya. Gambar 4.5 berikut merupakan bentuk interprestasi hasil rekap data kuesioner penelitian berdasarkan pekerjaan responden.
16%
35% 34%
15%
Usia
136 Tanggapan
17 - 25 Tahun 26 - 35 Tahun 36 - 45 Tahun Lebih dari 46 Tahun
102 Gambar 4.5
Informasi Pekerjaan Responden
Sumber : Data Primer, Diolah 2022
Berdasarkan Gambar 4.5 di atas, menunjukan informasi bahwa responden yang bekerja sebagai wiraswasta merupakan sampel responden penelitian tertinggi dengan jumlah sebanyak 52 orang atau sebesar 38%, dan untuk kategori pekerjaan responden tertinggi ke dua adalah responden yang bekerja di lainnya dengan jumlah sebanyak 46 orang atau sebesar 34%. Sedangkan, untuk kategori pekerjaan responden sebagai pensiunan merupakan responden tertinggi ke tiga dengan jumlah sebanyak 23 orang atau sebesar 17%. Sementara itu, untuk klasifikasi pekerjaan responden sebagai PNS merupakan kategori paling rendah dengan jumlah sebanyak 15 orang atau sebesar 11%. Dengan banyaknya responden yang bekerja sebagai wiraswasta dan lainnya, secara tidak langsung
11%
38%
17%
34%
Pekerjaan
136 Tanggapan
PNS Wiraswasta Pensiunan Lainnya
103
mengindikasikan bahwa informasi-informasi mengenai PT.PNM sudah cukup baik tersebar dikalangan para pelaku wiraswasta yang berada di Kota Bengkulu.
4. Jenis Media Sosial
Media sosial merupakan salah satu alat dalam penyebaran informasi yang akan sangat memungkinkan setiap penggunanya saling berinteraksi dan secara tidak langsung telah menciptakan suatu ruang virtual tersendiri bagi setiap penggunanya untuk mengekspresikan diri. Dimana, seseorang cenderung menggunakan media sosial dengan berdasarkan fungsi dan manfaat setiap jenis media sosial tersebut, agar dapat menunjang aktivitas kesehariannya mulai dari memperoleh, mencari dan keinginan untuk menyebarkan informasi tersebut.
Gambar 4.6
Informasi Jenis Media Sosial Responden
Sumber : Data Primer, Diolah 2022 25%
10%
49%
16%
Jenis Media Sosial
136 Tanggapan
Faceebook Twitter
104 Berdasarkan Gambar 4.6 menunjukan informasi bahwa mayoritas responden dengan kategori media sosial instagram merupakan responden tertinggi dengan jumlah sebanyak 67 orang atau sebesar 49%, dan untuk responden dengan jenis media sosial facebook menempati urutan tertinggi ke dua dengan jumlah responden sebanyak 34 orang atau sebesar 25%.
Sedangkan, untuk responden dengan jenis media sosiallainnya menempati urutan tertinggi ke tiga dengan jumlah responden sebanyak 22 orang atau sebesar 16%, sementara itu untuk kategori jenis media sosial twiter merupakan responden terendah dengan jumlah sebanyak 13 orang atau sebesar 10%.
5. Intensitas Penggunaan Media Sosial
Intensitas merupakan realitas dari motivasi dalam rangka mencapai tujuan. Terciptanya suatu intensitas sangat erat kaitannya dengan motivasi diri seseorang.
Suatu intensitas akan di dahului dengan adanya motivasi diri. Dengan kata lain terciptanya motivasi seseorang dapat mempengaruhi intensitas orang tersebut. Analisis intensitas penggunaan dari media sosial, bertujuan untuk mengetahui informasi terkait motivasi dari setiap responden, dengan waktu penggunaan sebagai tolak ukur dari motivasi responden tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti