• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DINAMIKA MAKNA TRADISI ARAK

B. Praktek Tradisi Arak-arakan Barong Suku Using di Desa

B. Praktek Tradisi Arak-arakan Barong Suku Using di Desa Kemiren

Barong Ider Bumi ini tidak diikuti oleh semua elemen masyarakat Desa Kemiren. Tradisi Barong Ider Bumi dahulu hanya diikuti oleh sebagaian orang yang merupakan keluarga dari pemain barong dan pemilik barong. sebelum akhirnya di sekitar tahun 90-an seluruh masyarakat Desa Kemiren turut serta dalam upacara ini. Bahkan pelakasanaan barong ider bumi juga melibatkan semua kalangan utamanya umat beragama, islam, hindu-budha dan sebagaiknya. Namun karena sekarang masyarakat Kemiren lebih banyak beragama islam, makanya pemain barong dan pelaksana arak-arakan barong kebanyakan umat islam.

Adapun praktek/pelaksanaan arak-arakan barong ini sebagai berikut:

1. Cara pertama

Cara pertam upacara barong ider bumi diawali dengan berdoa di makam Mbah Buyut Cili. Cara ini dinilai sebagai langka awal yang sacral untuk pelaksanaan upacara Barong Ider Bumi. Mas Eddi selaku ketua Pelaksana upacara Barong Ider Bumi ini juga memberikan gambaran mengapa sosok Mbah Buyut Cili itu merupakan sosok yang sakral bagi masyarakat Kemiren.

“Ya buyut cili itu yang dianggap yang mengayomi yang menjaga Desa Kemiren. Dari dulu itu ya sudah jadi buyut atau sesepuh yang dihormati grup barong. Jadi setiap malam senin sama malam jumat itu ngaturi nyekar ke makam buyut cili, semacam melakukan selametan terus minta doa kalau mau tampil barongnya.

Ya seperti itu dari dulu sudah begitu. Percaya ngga percaya tapi hal yang semacam itu masih terjadi disini, ya akhirnya ngga hanya grup barong saja, masyarakat kalau mau ada apa gitu selametannya ya di makam buyut cili itu, berdoanya tapi ya tetap ke Yang Maha Kuasa”14

Berdoa di makan Mbah Buyut Cili juga dikonfirmasi oleh bapak Rifa‟i kalau cara tersebut merupakan langka pertama ketika melaksanakan seni pertunjukan barong khususnya ider bumi. Tujuannya

14Wawancara ini di ambil dari penelitian yang dilakukan oleh saudari Aprilia Dwi Shanti, Etnografi Komunikasi Tradisi Barong Ider Bumi Bagi Orang Using, Skripsi, (Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Malang: 2018), h. 23

tidak lainnya supaya proses pertunjukan dapat berjalan dengan lancer tanpa halangan apapun.

Dokumentasi Pribadi 2022 Makam Mbah Buyut Cili

Bapak Suhaimi menegaskan bahwa berdoa di makam Mbah Buyut Cili ini bukan bertujuan untuk berbuat musyrik, tetapi lebih kepada meminta restu agar upacara ini berjalan dengan lancar. Tidak sedikitpun orang-orang yang datang kepada makam tersebut berminta-minta, tetapi berdoa dan meminta kepada tuhan supaya Mbah Buyut Cili juga mendoakan supaya acara sukes dilaksanakan.

“Disini cuma ada 2 KK yang bukan islam itupun pendatang jadi ya semuanya islam. Tapi disini islamnya masih ada nuansa- nuansa Hindunya masih ada. Karena masih percaya dengan selametan, termasuk ritual-ritual seperti itu gitu, jadi antara agama dan budaya itu ada sedikit benturan kan. Karena ada yang selametan di makam namanya makam Buyut Cili. Namanya Islam kan harusnya ngga boleh hehe tapi saya disini sebagai ketua lembaga adat memahami itu sebagai niat. Kalo niatnya kesana itu mendoakan ya boleh, tapi kalau niatnya minta kan musrik kan. Jadi wong Kemiren tidak masalahkan itu karena balik individu ke Yang Maha Kuasa, dan yang terpenting bagaimana memupuk toleransi sesama.”15

15Bapak Suhaimi, (Selaku Ketua Adat Suku Using Adat Desa Kemiren), diwawancarai oleh Chilmad Fuad Achmad, Banyuwangi, 26 April 2021

2. Cara kedua

Dalam proses arak-arakan ini ada beberapa hal yang harus dipersiapkan, salah satunya sembur uthik-uthik yang nantinya akan ditaburkan selama prosesi upacara ini berlangsung. Sembur uthik-uthik merupakan campuran beras kuning dan uang logam yang sudah didoakan oleh pemangku adat. Sembur uthik-uthik ini juga memiliki makna tersendiri dalam upacara Barong Ider Bumi, setiap pertuntujukan barong saat acara ider bumi pasti selalu disiapkan.

Sebagai salah satu pemangku adat, Pak Suhaimi tahu betul mengenai detail detail serta makna dari setiap kegiatan dalam tradisi Barong Ider Bumi. Salah satu aspek yang paling penting dalam Barong Ider Bumi menurut Pak Suhaimi adalah penggunaan Sembur uthik-uthik dalam tradisi ini.16

“Sumber uthik-uthik itu uang logam yang dicampur beras kuning. Kemarin mengahabiskan 6 juta uang logam yang dicampur beras kuning yang dimantrai atau didoa‟i itu sambil arak-arakan itu paling depan sendiri ada tiga sesepuh yang melempar-lempar uang logam dengan beras kuning, tujuannya untuk mengusir roh-roh jahat yang menganggu Desa Kemiren, jadi sampe ke barat kembali lagi ke timur. Setelah itu diakhiri selametan pecel pithik ditengan jalan raya.”

Dokumentasi Pribadi 2022

Uang Logam (yang akan dicampur dengan beras kuning)

16Bapak Suhaimi, (Selaku Ketua Adat Suku Using Adat Desa Kemiren) , diwawancarai oleh Chilmad Fuad Achmad, Banyuwangi, 18 februari 2021

3. Cara ketiga

Selain sembur uthik-uthik, masyarakat Kemiren juga harus menyiapkan sejumlah sesaji pada saat pertunjukan. Sesaji ini menjadi elemen yang penting dalam upacara ini, di mana sesaji ini biasanya merupakan hasil bumi dari pertanian masyarakat Kemiren. Kemudian diakhir acara dimakan tumpeng tersebut secara bersama-sama sebagai simbol kebersamaan dan persatuan.

“Tumpeng-tumpeng itu kan sarana untuk apa ya, untuk mengompakkan masyarakat. Tumpeng itu dipilih karena simbol dari kebersamaan, akhirnya sampai sekarang Barong Ider Bumi semakin rame partisipasi masyarakat Desa Kemiren. Tumpeng ini kalau melihat ke zaman dulu, tumpeng adalah makana, nah, makanan itu di ambil dari panen suku using, iya macam-macam jenis tumpengnya, cuman kebiasaan bentuk tumpeng seperti itu bentuknya”

Selain menjadi sebuah simbol kebersamaan, makan tumpeng bersama ini juga memiliki arti yang lain. Menurut Mas Eddi, makan tumpeng itu juga menjadi perlambang masyarakat Desa Kemiren untuk menghilangkan hal-hal yang kurang baik pada diri mereka.17

Dokumentasi Suasana Makan Tumpeng http://m.kbr.id/nusantara/09-2014/tumpeng

17Ardhika Mula Sari, dkk, “Dinamika Upacara Adat Barong Ider Bumi Sebagai Obyek Wisata Budaya Using Di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Bayuwangi Tahun 1830- 2014, Unej Jurnal Pendidikan vol. 1 no. 1 (2015): 22-30

Apalagi tumpeng yang dimakan merupakan hasil tani yang mereka tanam dan dikelolah kemudian dinikmati bersama. selain sebagai sebuah sarana untuk menolak marabahaya bagi Desa mereka, Kang Pur juga menilai barong memiliki arti yang lain, yaitu sebagai sarana pemersatu untuk masyarakat Desa Kemiren.

“Barong itu sampai sekarang masih menjadi sarana untuk menarik masyarakat, tapi karna itu kontinu dilakukan sejak dulu hingga sekarang sehingga barong itu sudah menjadi bagian dari ritual itu sendiri. Sebetulnya kan berdoa itu kan disitu, tapi barong tetep menjadi daya tariknya dan sekarang ini karena sudah bertahun-tahun dilakukan akhirnya menjadi sebuah ikon dalam ritual itu. Dan barong selalu mewarnai semua ritual-ritula di Desa Kemiren. Karena barong itu kan juga arti dari sebuah kebersamaan.

Seperti pring sak barong, pare sak barong, gedhang sak barong.

Barong itu kan sebenernya rumpun.”

Pak Andi juga menitikberatkan bahwa Barong Ider Bumi ini adalah sebuah upacara yang sakral, di mana sebagai bentuk syukur, masyarakat menampilkan kesenian-kesenian yang ada di Desa Kemiren. Selain itu upacara ini dianggap bagus karena membantu untuk melestarikan kebudayaan-kebudayaan masyarakat Desa Kemiren.

“Barong bisa menjadi sakral kan disebabkan acara itu ider bumi, selamatan Desan tasyakkuran dan sebagainya. Dipercaya sebagai sarana untuk menolak bala. Bahkan dengan adanya pertunjukan barong ider bumi ini, semua seni dan kebudayaan yang ada di Desa Kemiren keluar semua. Kebudayaan kesenian harus keluar. Diantaranya ada samroh, arisan perkutut ada, arisan jaran kecak, mocoan lontar yusuf, dzikiran atau borda, kuntulan, angklung. dalam satu hari keluar semua, yang ada di Kemiren.

Bahkan aliran-aliran dulu itu ikut. Aliran purwo ayu madyiutomo, sapto darmo, manunggaling kaula gusti juga ikut. Setelah jadi ider bumi, semua budaya kesenian yang ada di Kemiren ikut semua.

Ikut berbaris”

4. Cara Keempat

Persiapan lainnya dalam pertunjukan seni barong yaitu adanya alat- alat music klasik, berupa gendang, dan sejenisnya. Namun seiring perkembangan zaman globalisasi alat music tersebut mulai mengikuti zaman, walaupun tidak keseluruhan namun perubahan alat tersebut menunjukkan bahwa pengaruh zaman juga sangat besat.

Dokumentasi Pribadi 2022

Salah satu alat musik yang digunakan saat pertunjukan barong

“Pertunjukan barong sat acara ider bumi dan selamata Desa, itu pasti di iringi musik. Dan music ini konon sudah begitu, sejak dahulu, meskipun akhirnya juga ada perubahan dan penambahan.

Iya maklumlah, kan harus mengikuti perkembangan. Namun tidak semuanya berubah hanya beberapa bagiannya saja. Dan alat music ini nanti dimainkan supaya barong itu bisa ber-antraksi, artinya barong itu mengikuti irama music itu.”

Dokumen terkait