• Tidak ada hasil yang ditemukan

PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN STRATEGIK

BAB 2. PRINSIP-PRINSIP MANJEMEN STRATEGIK

C. PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN STRATEGIK

manajemen strategik adalah dasar untuk mengembangkan dan mengimplementasikan strategi yang efektif. Prinsip- prinsip ini memberikan kerangka kerja untuk berpikir strategis dan untuk membuat keputusan yang tepat untuk organisasi.

Sumber: David, F. R. (2014)

Environmental Scanning

SWOT Analysis

Setting Objectives

Formulating Strategies

Implementing Strategies

Evolving Strategies

Gambar 2. 4. Prinsip-Prinsip Manajemen Strategik

15

1. Environmental Scanning

Environmental Scanning atau disebut dengan pemindaian lingkungan adalah proses pengumpulan informasi tentang lingkungan eksternal organisasi, seperti lingkungan ekonomi, politik, sosial, teknologi, dan kompetitif. Pemindaian lingkungan membantu organisasi untuk memahami peluang dan ancaman yang ada di lingkungannya.

Pemindaian lingkungan adalah langkah pertama dalam proses manajemen strategis. Penting bagi organisasi untuk memahami lingkungan eksternalnya untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman.

Lingkungan eksternal dapat dibagi menjadi empat komponen:

a) Lingkungan Ekonomi: Pemindaian lingkungan ekonomi adalah proses mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang faktor-faktor ekonomi yang dapat mempengaruhi suatu organisasi. Ini mencakup aspek-aspek seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, tingkat suku bunga, dan fluktuasi mata uang. Dalam konteks ini, organisasi perlu memahami bagaimana kondisi ekonomi dapat mempengaruhi permintaan atas produk atau layanan mereka, biaya produksi, dan ketersediaan sumber daya keuangan.

b) Lingkungan Politik: pemindaian lingkungan politik adalah penelitian terhadap faktor-faktor politik dan hukum yang dapat memengaruhi operasi organisasi.

Ini mencakup perubahan dalam peraturan pemerintah, kebijakan pajak, stabilitas politik, dan peraturan lingkungan. Dalam konteks ini, organisasi perlu memahami bagaimana perubahan dalam lingkungan politik dapat mempengaruhi cara mereka beroperasi, termasuk perizinan, pajak, dan kepatuhan hukum.

c) Lingkungan Sosial: pemindaian lingkungan sosial melibatkan penelitian tentang tren dan perubahan dalam masyarakat, seperti preferensi konsumen, nilai-nilai sosial, dan perubahan demografis. Ini juga mencakup isu-isu sosial yang berkaitan dengan etika, tanggung jawab sosial perusahaan, dan keberlanjutan. Dalam konteks ini, organisasi perlu memahami bagaimana faktor-faktor sosial ini dapat memengaruhi permintaan produk atau layanan mereka dan citra merek mereka.

d) Lingkungan Teknologi: pemindaian lingkungan teknologi adalah penelitian tentang perkembangan teknologi yang dapat mempengaruhi industri atau sektor tertentu. Ini mencakup inovasi teknologi, tren dalam pengembangan produk, dan perubahan dalam infrastruktur teknologi. Dalam konteks ini, organisasi perlu memahami bagaimana perubahan teknologi dapat memengaruhi efisiensi operasional, kompetitivitas, dan potensi peluang bisnis baru.

Pemindaian lingkungan ini adalah bagian integral dari manajemen strategis karena membantu organisasi dalam merencanakan strategi mereka dengan memahami faktor-faktor eksternal yang dapat memengaruhi kinerja dan kelangsungan mereka. Dengan informasi yang tepat dari keempat lingkungan ini, organisasi dapat mengambil keputusan yang lebih baik dalam merancang strategi masa depan mereka.

2. SWOT Analysis

Analisis SWOT adalah proses identifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman organisasi. Analisis SWOT membantu organisasi untuk memahami kondisi internal dan eksternalnya. Analisis SWOT adalah alat yang membantu organisasi untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancamannya. Kekuatan dan

17

kelemahan adalah faktor internal, sedangkan peluang dan ancaman adalah faktor eksternal.

3. Setting Objectives

Penyusunan tujuan adalah proses penentuan apa yang ingin dicapai organisasi. Tujuan harus jelas, spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan memiliki batas waktu.

Penyusunan tujuan adalah langkah penting dalam proses manajemen strategis. Penting bagi organisasi untuk memiliki tujuan yang jelas dan spesifik. Tujuan harus dapat diukur, dapat dicapai, relevan, dan memiliki batas waktu

a) Spesifik (Specific): Tujuan harus dirumuskan dengan jelas dan spesifik. Mereka harus menjawab pertanyaan "Apa yang ingin dicapai?" dengan tepat.

Contohnya, bukan hanya "meningkatkan penjualan," tetapi "mencapai peningkatan penjualan sebesar 10% pada tahun ini."

b) Terukur (Measurable): Tujuan harus dapat diukur dengan parameter yang jelas. Ini memungkinkan organisasi untuk menilai kemajuan dan keberhasilan. Misalnya, jika tujuannya adalah mengurangi biaya produksi, maka persentase pengurangan biaya harus ditentukan.

c) Dapat Dicapai (Achievable): Tujuan harus realistis dan dapat dicapai. Mereka harus sesuai dengan sumber daya yang tersedia dan kondisi lingkungan.

Tujuan yang terlalu ambisius dan tidak mungkin dicapai dapat menyebabkan frustrasi dan kegagalan.

d) Relevan (Relevant): Tujuan harus relevan dengan visi dan misi organisasi. Mereka harus mendukung arah strategis organisasi dan berkontribusi terhadap pencapaian tujuan jangka panjang.

e) Batas Waktu (Time-Bound): Setiap tujuan harus memiliki batas waktu atau tenggat waktu yang jelas.

Ini memberikan kerangka waktu untuk pencapaian tujuan dan membantu dalam pengukuran kemajuan.

f) Contoh tujuan yang baik dalam konteks manajemen strategis adalah: "Mencapai pangsa pasar 15%

dalam dua tahun ke depan dengan meningkatkan efisiensi operasional untuk mengurangi biaya produksi sebesar 8% dalam satu tahun pertama."

Penyusunan tujuan yang sesuai dengan karakteristik ini membantu organisasi untuk memiliki panduan yang kuat dalam merancang strategi, mengukur kemajuan, dan mencapai hasil yang diharapkan dalam jangka waktu tertentu.

4. Formulating Strategies

Pembentukan strategi adalah proses pengembangan rencana untuk mencapai tujuan organisasi. Strategi harus sejalan dengan tujuan organisasi, dan harus realistis dan dapat dicapai

Pembentukan strategi adalah langkah keempat dalam proses manajemen strategis. Ini adalah proses pengembangan rencana untuk mencapai tujuan organisasi.

Ada banyak kerangka kerja perencanaan strategis yang berbeda yang dapat digunakan, seperti analisis SWOT, model Lima Kekuatan Porter, dan Matriks Ansoff.

5. Implementing Strategies

Implementasi strategi adalah proses penerapan strategi organisasi. Implementasi strategi melibatkan alokasi sumber daya, pengembangan rencana, dan komunikasi strategi kepada karyawan.

Implementasi strategi adalah langkah kelima dalam proses manajemen strategis. Ini adalah proses penerapan strategi organisasi. Ini melibatkan alokasi sumber daya, pengembangan rencana, dan komunikasi strategi kepada karyawan.

19

6. Evolving Strategies

Evaluasi kinerja adalah proses penilaian kinerja organisasi terhadap pencapaian tujuannya. Evaluasi kinerja membantu organisasi untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.

Evaluasi kinerja adalah langkah terakhir dalam proses manajemen strategis. Penting bagi organisasi untuk mengevaluasi kinerjanya terhadap pencapaian tujuannya.

Evaluasi kinerja membantu organisasi untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.

a) Penilaian Pencapaian Tujuan: Evaluasi kinerja memungkinkan organisasi untuk menilai apakah mereka telah mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Ini membantu dalam mengukur keberhasilan strategi yang telah diterapkan.

b) Identifikasi Peningkatan: Melalui evaluasi kinerja, organisasi dapat mengidentifikasi area di mana mereka telah mencapai kesuksesan dan di mana mereka perlu melakukan perbaikan. Ini memberikan wawasan yang berharga untuk perbaikan proses dan strategi di masa mendatang.

c) Pengambilan Keputusan: Hasil dari evaluasi kinerja dapat digunakan dalam pengambilan keputusan selanjutnya. Jika organisasi telah mencapai tujuan dengan baik, mereka mungkin memutuskan untuk mempertahankan strategi yang ada. Namun, jika ada masalah, perubahan atau penyesuaian mungkin diperlukan.

d) Akuntabilitas: Evaluasi kinerja membantu dalam menciptakan akuntabilitas dalam organisasi. Ini membantu para pemimpin dan anggota tim untuk bertanggung jawab atas hasil yang telah dicapai atau tidak dicapai.

e) Peningkatan Kesadaran: Proses evaluasi kinerja meningkatkan kesadaran tentang faktor-faktor yang memengaruhi kinerja organisasi. Ini mencakup

pemahaman lebih mendalam tentang lingkungan eksternal dan internal yang memengaruhi organisasi.

f) Pengembangan Strategi Baru: Jika evaluasi menunjukkan bahwa tujuan tidak tercapai atau ada masalah serius dalam kinerja, organisasi dapat menggunakan hasil ini untuk mengembangkan strategi baru atau mengubah yang ada.

Evaluasi kinerja adalah alat penting untuk organisasi dalam memastikan bahwa mereka terus bergerak menuju pencapaian tujuan mereka dan terus beradaptasi dengan perubahan di lingkungan mereka. Ini adalah proses refleksi yang membantu dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi dalam jangka panjang.

Prinsip-prinsip manajemen strategik adalah dasar untuk mengembangkan dan mengimplementasikan strategi yang efektif. Prinsip-prinsip ini memberikan kerangka kerja untuk berpikir strategis dan untuk membuat keputusan yang tepat untuk organisasi.

Dokumen terkait