• Tidak ada hasil yang ditemukan

Profil Industri Ceramic & Porcelain

Dalam dokumen model structure-conduct-performance (scp) (Halaman 123-133)

4.3 Profil industri manufaktur

4.3.7 Profil Industri Ceramic & Porcelain

Perusahaan manufaktur sektor Ceramic & Porcelain pada kuadran I memiliki MBV Rendah dan growth industri rendah sebesar 42,30% atau 11 perusahaan. Pada tahun 2005 ada 1 perusahaan yang masuk dalam katagori kuadran 1 yaitu PT.Inti Keramik Alam Asri Industri Tbk dengan kode IKAI. Memiliki total equity sebesar 208.060.515 dengan harga saham penutupan akhir tahun sebesar Rp. 800 perlembar dan jumlah saham beredar sebesar 12.500 lembar saham, dan memiliki MBV sebesar 0,0481.

MBV yang dicapai IKAI ini termasuk sangat rendah karena memiliki MBV rendah dari Average MBV sebesar 5,1635.

Pada Tahun 2006 ada 4 perusahaan yang masuk dalam katagori kuadran 1 yaitu pertama, PT.Inti Keramik Alam Asri Industri Tbk dengan kode IKAI. Memiliki total equity sebesar 208.060.515 dengan harga saham penutupan akhir tahun sebesar Rp. 800 perlembar dan jumlah saham beredar sebesar 12.500 lembar saham, dan memiliki MBV sebesar 0,0481. MBV yang dicapai IKAI ini termasuk sangat rendah karena memiliki MBV rendah dari Average MBV sebesar 5,1635. Kedua, PT.Surya Toto Indonesia Tbk dengan kode TOTO. Memiliki total equity sebesar 280.678.500 dengan harga saham penutupan akhir tahun sebesar Rp. 173 perlembar dan jumlah saham beredar sebesar 6.000 lembar saham, dan memiliki MBV sebesar 0,0037. MBV yang dicapai TOTO ini termasuk sangat rendah karena memiliki MBV rendah dari Average MBV sebesar 5,1635. Ketiga, PT.Keramika Indonesia Assosiasi Tbk dengan kode KIAS.

Memiliki total equity sebesar 1.856.030 dengan harga saham penutupan akhir tahun sebesar Rp. 355 perlembar dan jumlah saham beredar sebesar 25.000 lembar saham, dan memiliki MBV sebesar 4,7817. MBV yang dicapai KIAS ini termasuk rendah karena memiliki MBV rendah dari Average MBV sebesar 5,1635. Dan Keempat, PT.Mulia Industrindo Tbk dengan kode MLIA. Memiliki total equity sebesar 5.986.429 dengan harga saham penutupan akhir tahun sebesar Rp. 155 perlembar dan jumlah saham beredar sebesar 140.000 lembar saham, dan memiliki MBV sebesar 3,6249.

MBV yang dicapai MLIA ini termasuk sangat rendah karena memiliki MBV rendah dari Average MBV sebesar 5,1635.

Pada tahun 2009 ada 3 perusahaan yang masuk dalam katagori kuadran 1 yaitu Pertama, PT.Inti Keramik Alam Asri Industri Tbk dengan kode IKAI. Memiliki total equity sebesar 30.739.910.000 dengan harga saham penutupan akhir tahun sebesar Rp. 900 perlembar dan jumlah saham beredar sebesar 62.586.500 lembar saham, dan memiliki MBV sebesar 1,8324. MBV yang dicapai IKAI ini termasuk sangat rendah karena memiliki MBV rendah dari Average MBV sebesar 5,1635. Kedua, PT.Mulia Industrindo Tbk dengan kode MLIA. Memiliki total equity sebesar 21.362.144 dengan harga saham penutupan akhir tahun sebesar Rp.

400 perlembar dan jumlah saham beredar sebesar 2.560 lembar saham, dan memiliki MBV sebesar 0,0479. MBV yang dicapai MLIA ini termasuk sangat rendah karena memiliki MBV rendah dari Average MBV sebesar

5,1635. dan Ketiga PT.Keramika Indonesia Assosiasi Tbk dengan kode KIAS. Memiliki total equity sebesar 1.494.897.400 dengan harga saham penutupan akhir tahun sebesar Rp. 700 perlembar dan jumlah saham beredar sebesar 8.613.000 lembar saham, dan memiliki MBV sebesar 4,0331.MBV yang dicapai KIAS ini termasuk rendah karena memiliki MBV rendah dari Average MBV sebesar 5,1635.

Pada tahun 2010 ada 1 perusahaan yang masuk dalam katagori kuadran 1 yaitu Kedua, PT.Mulia Industrindo Tbk dengan kode MLIA.

Memiliki total equity sebesar 485.221.516 dengan harga saham penutupan akhir tahun sebesar Rp. 420 perlembar dan jumlah saham beredar sebesar 26.000 lembar saham, dan memiliki MBV sebesar 0,0225.MBV yang dicapai MLIA ini termasuk sangat rendah karena memiliki MBV rendah dari Average MBV sebesar 5,1635. Kedua, PT.Asahimas Flat Glass Tbk dengan kode AMFG. Memiliki total equity sebesar 1.842.925.000 dengan harga saham penutupan akhir tahun sebesar Rp. 5.800 perlembar dan jumlah saham beredar sebesar 443.500 lembar saham, dan memiliki MBV sebesar 1,3958. MBV yang dicapai AMFG ini termasuk rendah karena memiliki MBV lebih rendah dari Average MBV sebesar 5,1635. Ketiga, PT.Arwana Citra Mulia Tbk dengan kode ARNA. Memiliki total equity sebesar 415.059.946 dengan harga saham penutupan akhir tahun sebesar Rp. 290 perlembar dan jumlah saham beredar sebesar 1.118.000 lembar saham, dan memiliki MBV sebesar 0,7811. MBV yang dicapai ARNA ini termasuk

rendah karena memiliki MBV lebih rendah dari Average MBV sebesar 5,1635.

Pada industri manufaktur sektor Ceramic & Porcelain pada kuadran 2 memiliki MBV Tinggi dan Growth Industri Rendah sebesar 19, 23% atau 5 perusahaan. Pada tahun 2005 ada 4 perusahaan yang masuk dalam katagori kuadran 2 yaitu pertama, PT.Asahimas Flat Glass Tbk dengan kode AMFG. Memiliki total equity sebesar 86.677.654 dengan harga saham penutupan akhir tahun sebesar Rp. 1.325 perlembar dan jumlah saham beredar sebesar 542.000 lembar saham, dan memiliki MBV sebesar 8,2853.MBV yang dicapai AMFG ini termasuk tinggi karena memiliki MBV lebih tinggi dari Average MBV sebesar 5,1635. Kedua, PT.Arwana Citra Mulia Tbk dengan kode ARNA. Memiliki total equity sebesar 172.264.676 dengan harga saham penutupan akhir tahun sebesar Rp. 840 perlembar dan jumlah saham beredar sebesar 2.349.100 lembar saham, dan memiliki MBV sebesar 11,4547. MBV yang dicapai ARNA ini termasuk tinggi karena memiliki MBV lebih tinggi dari Average MBV sebesar 5,1635. Ketiga, PT.Keramika Indonesia Assosiasi Tbk dengan kode KIAS.

Memiliki total equity sebesar 2.041.327 dengan harga saham penutupan akhir tahun sebesar Rp. 133 perlembar dan jumlah saham beredar sebesar 361.000 lembar saham, dan memiliki MBV sebesar 23,5205. MBV yang dicapai KIAS ini termasuk tinggi karena memiliki MBV lebih tinggi dari Average MBV sebesar 5,1635. dan Keempat PT.Mulia Industrindo Tbk

dengan kode MLIA. Memiliki total equity sebesar 2.679.790 dengan harga saham penutupan akhir tahun sebesar Rp. 155 perlembar dan jumlah saham beredar sebesar 140.000 lembar saham, dan memiliki MBV sebesar 8,0976.

MBV yang dicapai MLIA ini termasuk tinggi karena memiliki MBV lebih tinggi dari Average MBV sebesar 5,1635.

Pada Tahun 2009, ada 1 perusahaan yang berada pada kuadran 2 yaitu PT.Asahimas Flat Glass Tbk dengan kode AMFG. Memiliki total equity sebesar 152.931.200 dengan harga saham penutupan akhir tahun sebesar Rp. 1.850 perlembar dan jumlah saham beredar sebesar 622.500 lembar saham, dan memiliki MBV sebesar 7,5303. MBV yang dicapai AMFG ini termasuk tinggi karena memiliki MBV lebih tinggi dari Average MBV sebesar 5,1635.

Pada industri manufaktur sektor Ceramic & Porcelain pada kuadran 3 memiliki MBV rendah dan Growth Industri tinggi sebesar 30,76% atau 8 perusahaan. Pada Tahun 2007 ada 2 perusahaan yang masuk dalam katagori kuadran 3 yaitu pertama, PT.Mulia Industrindo Tbk dengan kode MLIA. Memiliki total equity sebesar 785.782.900 dengan harga saham penutupan akhir tahun sebesar Rp. 340 perlembar dan jumlah saham beredar sebesar 826.000 lembar saham, dan memiliki MBV sebesar 0,3574. MBV yang dicapai MLIA ini termasuk rendah karena memiliki MBV lebihrendah dari Average MBV sebesar 5,1635. dan Kedua PT.Arwana Citra Mulia Tbk dengan kode ARNA. Memiliki total equity sebesar 233.519.343 dengan

harga saham penutupan akhir tahun sebesar Rp. 380 perlembar dan jumlah saham beredar sebesar 3.000.000 lembar saham, dan memiliki MBV sebesar 4,8818. MBV yang dicapai ARNA ini termasuk rendah karena memiliki MBV lebihrendah dari Average MBV sebesar 5,1635

Pada tahun 2008 ada 3 perusahaan yang masuk dalam katagori kuadran 3 yaitu pertama, PT.Inti Keramik Alam Asri Industri Tbk dengan kode IKAI. Memiliki total equity sebesar 342.992.477 dengan harga saham penutupan akhir tahun sebesar Rp. 1.110 perlembar dan jumlah saham beredar sebesar 142.500 lembar saham, dan memiliki MBV sebesar 0,4612.

MBV yang dicapai IKAI ini termasuk rendah karena memiliki MBV lebih rendah dari Average MBV sebesar 5,1635. Kedua, PT.Surya Toto Indonesia Tbk dengan kode TOTO. Memiliki total equity sebesar 363.189.996 dengan harga saham penutupan akhir tahun sebesar Rp. 1.000 perlembar dan jumlah saham beredar sebesar 20.000 lembar saham, dan memiliki MBV sebesar 0,0551. MBV yang dicapai TOTO ini termasuk rendah karena memiliki MBV lebih rendah dari Average MBV sebesar 5,1635. Dan Ketiga PT.Mulia Industrindo Tbk dengan kode MLIA.

Memiliki total equity sebesar 75.186.397 dengan harga saham penutupan akhir tahun sebesar Rp. 340 perlembar dan jumlah saham beredar sebesar 826.000 lembar saham, dan memiliki MBV sebesar 3,7353. MBV yang dicapai MLIA ini termasuk rendah karena memiliki MBV lebih rendah dari Average MBV sebesar 5,1635.

Pada Tahun 2011 ada 3 perusahaan yang berada pada kuadran 3 yaitu pertama, PT.Arwana Citra Mulia Tbk dengan kode ARNA. Memiliki total equity sebesar 483.173.285 dengan harga saham penutupan akhir tahun sebesar Rp. 385 perlembar dan jumlah saham beredar sebesar 545.200 lembar saham, dan memiliki MBV sebesar 0,4344. MBV yang dicapai ARNA ini termasuk rendah karena memiliki MBV lebih rendah dari Average MBV sebesar 5,1635. Kedua PT.Mulia Industrindo Tbk dengan kode MLIA. Memiliki total equity sebesar 872.575.894 dengan harga saham penutupan akhir tahun sebesar Rp. 430 perlembar dan jumlah saham beredar sebesar 1.937.500 lembar saham, dan memiliki MBV sebesar 0,9548 . MBV yang dicapai MLIA ini termasuk rendah karena memiliki MBV lebih rendah dari Average MBV sebesar 5,1635. Ketiga, PT.Surya Toto Indonesia Tbk dengan kode TOTO. Memiliki total equity sebesar 760.541.257 dengan harga saham penutupan akhir tahun sebesar Rp. 30.000 perlembar dan jumlah saham beredar sebesar 40.000 lembar saham, dan memiliki MBV sebesar 1,5778 . MBV yang dicapai TOTO ini termasuk rendah karena memiliki MBV lebih rendah dari Average MBV sebesar 5,1635.

Pada industri manufaktur sektor Ceramic & Porcelain pada kuadran 4 memiliki MBV tinggi dan Growth Industri tinggi sebesar 2 7,69% atau 2 perusahaan. Pada tahun 2007 ada 1 perusahaan yang berada di kuadran 4 yaitu PT.Asahimas Flat Glass Tbk dengan kode AMFG. Memiliki total equity sebesar 13.004.760 dengan harga saham penutupan akhir tahun

Tinggi

Tinggi Rendah

Tingkat MBV Rendah

sebesar Rp. 3.200 perlembar dan jumlah saham beredar sebesar 64.500 lembar saham, dan memiliki MBV sebesar 15,8711. MBV yang dicapai AMFG ini termasuk tinggi karena memiliki MBV lebih tinggi dari Average MBV sebesar 5,1635.

Pada tahun 2008 ada 1 perusahaan yang termasuk dalam katagori 4 yaitu PT.Keramika Indonesia Assosiasi Tbk dengan kode KIAS.

Memiliki total equity sebesar 1.221.615 dengan harga saham penutupan akhir tahun sebesar Rp. 120 perlembar dan jumlah saham beredar sebesar 310.000 lembar saham, dan memiliki MBV sebesar 30,4515. MBV yang dicapai KIAS ini termasuk tinggi karena memiliki MBV lebihtinggi dari Average MBV sebesar 5,1635. Berdasarkan data yang telah diolah posisi Industri Keramik, Porselen dan Kaca dalam Matrik SCP Selengkapnya pada gambar 4.15 sebagai berikut.

Gambar 4.15

Posisi Kuadran Perusahaan dalam Industri Ceramic & Porcelain

Thn 2005 Thn 2006 Thn 2007 Thn 2008 Thn 2009 Thn 2010 Thn 2011 Thn 2005 Thn 2006 Thn 2007 Thn 2008 Thn 2009 Thn 2010 Thn 2011

AMFG KIAS AMFG AMFG

ARNA KIAS MLIA

Thn 2005 Thn 2006 Thn 2007 Thn 2008 Thn 2009 Thn 2010 Thn 2011 Thn 2005 Thn 2006 Thn 2007 Thn 2008 Thn 2009 Thn 2010 Thn 2011

MLIA IKAI ARNA IKAI IKAI IKAI MLIA

ARNA TOTO MLIA TOTO MLIA AMFG

MLIA TOTO KIAS KIAS ARNA

MLIA

kuadran 4 kuadran 2

kuadran 3 kuadran 1

Sumber : Data yang diolah

Pertumbuhan Industri

Kondisi pertumbuhan industri Ceramic & Porcelain mengalami pertumbuhan yang tinggi pada tahun 2007 ; 2008 dan 2011 berturut turut sebesar 0, 5486 ; 0,2247 dan 0,3563. Pertumbuhan penjualan yang diperoleh perusahaan pada 3 tahun ini berada pada kondisi yang baik. Sehingga memberikan peluang untuk berinvestasi guna meningkatkan NPV positif dimasa yang akan datang. Dibuktikan dengan growth industri yang lebih tinggi dari rata- rata pertumbuhan industri yang sebesar 0,1902. Hal ini berarti perusahaan pada industri ini berada pada kuadran 3 dan 4.

Pertumbuhan penjualan rendah di rasakan pada tahun 2005 ; 2006 ; 2009 ; 2010 sebesar 0,0357 ; 0,1006 ; 0,0781 dan 0,1460 lebih rendah dari rata- rata pertumbuhan industri yang sebesar 0,1902. Hal ini berarti perusahaan dalam industri ini berada pada kuadran 1 dan 3, pendapatan dari penjualan dalam kodisi yang tidak bagus. Sehingga harus mempertimbangkan dan memilih serangkaian investasi yang akan dilakukan dengan selalu mempertimbangkan kondisi pertumbuhan industrinya.

Selengkapnya ilustrasi diatas dijelaskan dalam gambar 4.22 mengenai grafik kesempatan Investasi (MBV) dan Pertumbuhan Industri (GI) pada perusahaan Industri Industri Industri Keramik, Porselen dan Kaca Selengkapnya grafik gambar 4.16 sebagai berikut

Gambar 4.16

Grafik SCP Industri Ceramic & Porcelain Tahun 2005-2011

0.0000 5.0000 10.0000 15.0000 20.0000 25.0000 30.0000 35.0000

1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25

MBV

MBV

0.0000 0.1000 0.2000 0.3000 0.4000 0.5000 0.6000

1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25

Growth Industri

Growth Industri

Sumber : Data yang diolah

Dalam dokumen model structure-conduct-performance (scp) (Halaman 123-133)