BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan Penelitian
1. Pelatihan Sumber Saya Manusia
Pelatihan menurut pendapat Suwatno (2014) merupakan proses jangka pendek yang mempergunakan prosedur terorganisir dan sistematis di mana karyawan non manajerial mempelajari keterampilan teknis dan pengetahuan dalam tujuan terbatas. Pelatihan juga merupakan sarana penting untuk pengembangan sumber daya manusia. Pelatihan pada dasarnya di lihat sebagai penerapan keterampilan dan kecakapan pekerjaan, oleh karena itu pelatihan fokus pada bagaimana melakukan tugas-tugas khusus.
Sebelum pelatihan dilakukan PT. Pos Indonesia Regional X Kota
kebutuhan yang diperlukan, di mana setiap bidang mengajukan saran pelatihan yang dibutuhkan untuk mengupdate kemampuan pegawai di setiap bidang, dalam upaya yang dilakukan untuk mengikuti pelatihan pengembangan sumber daya manusia tentu di pilih dengan kebuituhan pegawai dan organisasi karena dalam penentuan pelatihan pimpinan yang melihat beban kerja yang dirasakan pegawai. Selanjutnya akan di ajukan ke pusat untuk ditanggapi terkait dengan saran pelatihan yang diajukan.
Kegiatan pelatihan secara regional dengan mengudang pemateri dari pusat, atau mengundang pemateri skala regional yang ahli dibidangnya. Pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan setiap funsi, jika terjadi pergantian jabatan dilakukan pelatihan untuk mengingat kembali ilmu yang sudah diberikan atau mengupdate ilmu baru. Pelatihan juga dilakukan jika ada aplikasi baru yanga akan diterapkan di Pos Indonesia Regional X Kota Makassar.
Metode pelatihan yang digunakan adalah membentuk kelas-kelas kemudian akan di bagi menjadi beberapa sesi sesuai dengan jumlah materi yang akan dipelajari. Pelatihan yang dilakukan secara offine metode yang digunakan adalah penyampaian materinya secara ceramah atau kuliah dalam suatu ruangan khusus yang jadwalnya sudah di atur, diadakan sesi tanya jawab, dan di evaluasi dengan melakukan tes sesudah materi, untuk mengetahui sejauh mana peserta menguasai materi yang telah diberikan.
sekarang di masa pandemi pelatihan banyak menggunakan video comperance dengan pemateri denga tim pusat yang biasa disebut metode pelatihan vestibule , dilakukan oleh masing-masing funsi. Sebelum
pandemi, ada undangan untuk mengikuti pelatihan yang di khususkan untuk manajer yang datang lansung, namun sekarang semua lewat onine.
Di masa pandemi seperti sekarang ini program pelatihan dialihkan secara online, program pelatihan ini tidak rutin dilakukan disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Program pelatihanya dilakukan dalam bentuk sosialisasi tentang sistem baru, refresh atau penyegaran kembali materi pelatihan yang perna di ikuti, dan memberikan support kepada peserta dilakukan dalam bentuk FGD (Focus group discussion). Program pelatihan yang berupa aplikasi, prakteknya lansung diterapkan di tempat masing- masing. Untuk yang berupa informasi pengerjaan naska memerlukan biaya tambahan dalam pengerjaanya sebagai proses dari pelatihan. Pelatihan yang rutin dilakukan adalah dalam bentuk FGD, setiap unit setiap pekan melakukan FGD untuk membenahi kekurangan yang terjadi baik dari pembenahan operasi maupun progres mutu. Pelatiahan memberikan hak kepada peserta untuk berpendapat, karyawan lebih mudah dalam menyampaikan persepsi satu dengan yang lainya. Ada beberapa program pelatihan yang dilakukan diantaranya pelatihan pengeluaran kas, perpajakan dan aplikasi.
Evaluasi dilakukan dengan memonitoring pencapaian yang dibebankan apakah sudah tercapai, dan sudah sejauh mana pencapaianya, di masa pandemi sekarang ini memberikan target-target pencapaian kepada setiap bidang untuk bersaing dalam memaksimalkan kinerjanya untuk mencapai target yang dibebangkan. Pelatihan yang telah diakukan evaluasinya dapat
di lihat di sistem, untuk memantau secara lansung digunakan grup telegram untuk melihat keberhasilan dan pencapaian yang telah dilakukan. Jika ada yang tidak berjalan dengan baik selanjutnya akan di bahas di FGD yang dilakukan setiap pekan. Untuk penilaian secara individu dilakukan secara berjenjang dan di pantau dari kineja karyawan tersebut. Mengevauasi karyawan yang mendapatkan pelatihan di lihat dari aplikasi terkait tentang pekerjaan yang sudah dilakukan. Evaluasi juga dilakukan oleh kantor yang bersangkutan tentang pelaksanaan dari hasil pelatihan yang sudah didapatkan. Jika memang hasil yang diharapkan tidak sesuai dengan harapan selama satu bulan, maka lansung ditanyakan secara lansung kepada yang bersangkutan terkait kendala yang dihadapi dalam proses pelaksanaanya.
2. Pendidikan Sumber Saya Manusia
Terkait dengan pengembangan sumber daya manusia, sesungguhnya dapat di amati dari dua aspek yaitu kualitas dan kuantitas. Kuantitas sumber daya manusia yang tidak di sertai dengan kualitas sumber daya manusia yang baik akan menjadi beban suatu organisasi. Kadarisman (2009) berpendapat pengembangan sumber daya manusia adalah proses persiapan individu- individu untuk memikul tanggungjawab yang berbeda atau lebih tinggi di dalam organisasi, biasanya berkaitan dengan peningkatan kemampuan intelektual untuk melaksanakan pekerjaan yang lebih baik.
Pada dasarnya pendidikan merupakan proses peningkatan pengetahuan teoritik karyawan, pendidikan yang dilakukan tidak lepas dari kebutuhan
oragnaisasi dan karyawan, dengan pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni berpengaruh terhadapa kinerja karyawan. Strategi lain yang dapat berpengaruh dalam pengembangan yaitu tingktat pendidikan, semakin tinggi tingkat pendidikan karyawan akan mengahsilkan SDM yang berkualitas dan dapat ditempatkan sesuai dengan bidang ilmunya masing- masing.
Pendidikan yang dilakukan di Pos Indonesia Regional X Makassar merupakan kewenangan dari pusat, namun kebijakanya dapat dilimpahkan ke Regional dengan melakukakan tes kepada karyawan yang memenuhi kriteria, dengan di bantu oleh tim pusat yang datang lansung dalam proses training di Pos Indonesia Regional X Makassar, selain itu jika tidak memungkinkan maka akan diadakan di pusat yang sifatnya nasional.
Karyawan yang diterima bekerja di Pos Indonesia Regional X Makassar banyak yang berijasah SMA, untuk itu diikutkan dalam kuliah untuk mendapatkan gelar sarjana, yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
Manfaat yang diperoleh dari pendidikan tersebebut adalah jenjang karir pegawai bisa naik atau dapat dipromosikan ke jenjang yang lebih tinggi tentunya dengan mempunyai talenta yang bagus dengan latar belang pendidikan yang sesuai. Pengembangan karir Pos Indonesia Regional X Makassar dibagi menjadi tiga jenis karir trasvariabe lokal, trasvariabel regional dan trasvariabel nasional.
Pendidikan yang dilakukan bukan hanya untuk pegawai baru, melainkan juga untuk pegawai yang didik ulang dengan disetarakan
pendidikan strata satu (S1) yang dilakukan oleh tim pusat dengan menginformasikan kepada seluruh jajaran. Pendidikan bagi karyawan Pos Indonesia Regional X Makassar di lihat sangat penting dan dibutuhkan, dengan pendidikan tersebut pengetahuan pegawai akan meningkat.
3. Pengembangan Karir
Pengembangan karir adalah proses pembelajaran dengan tujuan akhirnya dapat melampaui kinerja saat ini dan memiliki kurun waktu yang panjang.
Pengembangan karir menjadi aktivitas manajemen dalam hal mengidentivikasi jalur dan aktivitas setiap individu yang berkembang di dalam suatu oragnisasi agar sesuai dengan bakat dan kebutuhanya (Miftahuddin, Arif Rahman, 2018).
Proses pengembangan karir dalam hal promosi ada level-levelnya dan setiap level ada kriterianya seperti dari kinerja individu yang dimasukkan lansung ke sistem setiap tiga bulan sekali, setelah memenuhi kriteria yang ada akan di tes oleh tim pusat melalui E-Mail atau Google Document untuk di nilai kelayakanya untuk naik level yang disesuaikan dengan latar belakang pendidikanya. Level ini dibagi menjadi dua bagian yaitu level personal dan level jabatan, level jabatan bisa di isi oleh personal level satu garis dibawahnya dan maksimal satu garis diatasnya. proses pengembangan karier dilakukan dengan menganti pegawai yang sudah pensiun dengan dengan karyawan yang posisinya sebagai pegawai lokal yang sudah lulus 100 % sebagai pegawai.
Pada saat ada informasi pengembangan karir, promosi yang lebih
tinggi selanjutnya mengajukan permohonan kepada kepala kantor yang bersangkutan yang akan di kirim ke kantor regional, untuk jadwal tesnya pusat akan mengirimkan lewat E-Mail kepada yang memohon, jika lulus dan memenuhi kriteria maka akan ditempatkan sesuai dengan latar belakang pendidikan dan jabatan yang dibutuhkan yang masih dalam area regional, untuk setiap jenjang karir ada tahapan yang dilewati untuk menduduki jabatan yang baru. Sebelum menempati jabatan tetap dilakukan uji coba selama enam bulan, dan akan dievaluasi untuk menempati jabatan tersebut. jenjang karier setiap tahun tidak selalu ada, sedangkan untuk yang menduduki jabatan kepala regional atau kepala cabang dapat menambah wawasan dengan mengikuti jenjang karir yang perlu diperhatikan adalah menduduki jabatan struktural.
Manfaat yang diperoleh dari pegembangan karir, diantaranya sebelum pegembangan karir hanya mengetahui bagian dalam lingkup pekerjaan setelah pengembangan karier pengetahuanya meningkat ke bagian-bagain yang lain. Dengan pengembangan karier adanya kesadaran bahwa pengusaaan tentang produk pos masih kurang dan leader dapat memanajemen karyawan untuk mencapai target yang lebih baik. Adanya pengembangan karir, posisi yang kosong akan terisi sehingga tidak terjadi kekosongan jabatan dalam jangka waktu yang lama.
Manfaat yang peroleh karyawan dalam pengembangan karirnya adalah bertambahnhya jumlah penghasilan yang di terimah lebih besar dari jabatan yang lama, mendapatkan pengalaman baru karna harus beradaptasi
dengan lingkungan yang berbeda, juga harus bisa mengetahui kondisi bawahanya untuk melakukan langkah yang tepat dalam membentuk tim kerja yang sukses. Dari segi perusahaan manfaatnya dapat memberikan inovasi baru yang nantinya bisa diterapkan dalam proses pengembangan karyawan.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Bedasarkan hasil penelitian mengenai strategi pengembangan sumber daya manusia dalam meningkatkan kinerja karyawan di PT. Pos Indonesia Regional X Makassar maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Pelatihan untuk meningkatkan kinerja karyawan sudah dilakukan dengan melakukan perencanaan terkait dengan kebutuhan yang diperlukan.
Metode pelatihan adalah membentuk kelas-kelas kemudian akan di bagi menjadi beberapa sesi sesuai dengan jumlah materi yang akan dipelajari.
Di masa pandemi seperti sekarang ini program pelatihan dialihakan secara online dalam bentuk sosialisasi tentang sistem baru, refresh atau penyegaran kembali materi pelatihan dan memberikan support dalam bentuk FGD (Focus group discussion). Evaluasinya pelatihan dapat dilihat di sistem, untuk memantau secara lansung digunakan telegram untuk membuat grup untuk memantau keberhasilan dan pencapaian yang telah dilakukan.
2. Pendidikan yang dilakukan di PT. Pos Indonesia Regional X Kota Makassar kewenangan dari pusat, kebijakanya dapat dilimpahkan ke Regional dibantu oleh tim pusat yang datang lansung dalam proses training di PT. Pos Indonesia Regional X Makassar. Pendidikan dilakukan dengan disetarakan pendidikan strata satu (S1). Pendi dikan sangat penting untuk menambah pengetahuan bagi pegawai.
3. Proses pengembangan karir ada levelnya dan setiap level ada kriterianya.
Level ini dibagi menjadi dua bagian yaitu level personal dan level jabatan, level jabatan bisa di isi oleh personal level satu garis dibawahnya dan maksimal satu garis diatasnya. Sebelum menempati jabatan tetap dilakukan uji coba selama enam bulan dan akan dievaluasi untuk menempati jabatan. Manfaat pengembangan karir diantaranya pengetahuan karyawan meningkat, posisi yang kosong akan terisi, mendapatkan pengalaman baru untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda.
Strategi PT. Pos Indonesia Regional X Makassar adalah melaksanakan pelatihan yang menekankan kepada peningkatan keahlian individu pegawai sesuai dengan bidang masing-masing untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik disertai dengan evaluasi yang dilakukan secara berkala, memanfaatkan teknologi terbaru guna mendukung kelancaran penerimaan dan pengiriman paket yang saat ini masih lambat ke konsumen, selanjutnya melakukan kerjasama dengan berbagai marketplace dan bisnis online guna memudahkan costemer dalam menjangkau layanan PT. Pos Indonesia Regional X Makassar sehingga dapat menjangkau lebih banyak penguna layanan pos. Pendidikan meningkatkan wawasan pegawai secara teoritis dan menambah pengetahuan lebih luas dengan hal tersebut dapat membantu PT. Pos Indonesia Regional X Makassar dalam menciptakan inovasi baru yang sesuai dengan perkembangan zaman sekarang ini.
B. Saran
Berdasarkan hasil peneitian yang diakukan pada pembahasan bab sebelumnya, peneliti memberikan saran untuk meningkatkan pengembangan sumber daya manusia di Pos Indonesia Regional X Makassar, diantaranya sebagai berikut :
1. Peningkatan kualitas SDM (karyawan) di bidang IT dimana perubahan teknologi sekarang ini sangat canggih, dengan cara memperbanyak pelatihan terkait dengan teknologi
2. Pelaksanaan pendidikan sumber daya manusia terus dijalankan dan ditingkatkan agar perusahaan mampu menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi di tengah persaigan yang ketat.
3. Untuk memberikan motivasi kerja kepada karyawan sebaiknya memberikan perencanaan karir yang sesuai dengan perencanaan sumber daya manusia
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, M. (2020). Pengaruh pelatihan terhadap kinerja pegawai divisi antaran pt pos indonesia (persero) ciputat. Jurnal Disrupsi Bisnis, 3(1), 115–134., 3(1).
Ainun, R., Harahap, M., Silvianita, A., & Telkom, U. (2016). Pengaruh Pelatihan Terhadap Kinerja Karyawan PT Pos Indonesia (Persero) Regional V Bandung Influence of Training on Employee Performance PT Pos Indonesia (Persero) Regional V Bandung. 3(2), 1956–1973.
Bantubisnismu.com. ( 20 Juni 2021 ). Pentingnya Pelatihan dan Pengembangan SDM Bagi Karyawan dan Perusahaan Diluncurkan. Bantubisnismu. Diperoleh darihttps://www.bantubisnismu.com/pentingnya-pelatihan-dan-
pengembangan-sdm-bagi-karyawan-dan-perusahaan/.
Eurniawan Saefullah. (2005). Pengantar Manajemen. Prenamedia.
Findarti, F. R. (2016). Pengaruh pengembangan sumber daya manusia terhadap kinerja pegawai pada kantor Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan Timur. E-Journal Ilmu Administrasi Bisnis, 4(5), 937–946.
Handoko. (2008). Manajemen Personalia dan Manajemen Sumber Daya Manusia.
BPFE.
Itworks.id. (9 Januari 2022). Kebijakan Indonesia untuk dukung peran pos di masa pandemi. Diluncurkan Itworks.id. Diperoleh dari https://www.itworks.id/42570/ini-3-kebijakan-indonesia-untuk-dukung- peran-pos-di-masa-pandemi.html.
Kadarisman. (2009). manajemen pengembangan sumber daya manusia. Jakarta kencana.
Kasmir. (2016). Faktor yang Mempengaruhi dan Dipengaruhi Kinerja Pegawai.
Raja Grafindo Persada.
Miftahuddin, Arif Rahman, A. I. S. (2018). Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan. 3(April), 1–16.
https://doi.org/10.15575/Fakultas
Parimita, W. (n.d.). Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pt Pos Indonesia ( Persero ) Bekasi. 326–351.
Rachmawati. (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia. andi.
Rini, A. (2015). Pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia Terhadap Produktivitas Karyawan Pada Pt. Karya Plasindo Medan. Ekonomikawan:
Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Studi …, 14, 1–7.
http://jurnal.umsu.ac.id/index.php/ekawan/article/view/213
Sastradipoera. (2002). Menejemen Sumber Daya Manusia: Suatu Pendekatan Fungsi Operatif. Kappa Sigma.
Sinambela. (2016). Manajemen Kinerja. Gramedia Pustaka.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kualitativ, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Susilowati, S., & Farida, I. (2019). Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Di Pt. Gaya Sukses Mandiri Kaseindo ( Safeway) Surabaya. Develop, 3(2), 10.
https://doi.org/10.25139/dev.v3i2.1772
Susanto. (2017). Kinerja Pegawai. Raja Grafindo Persada.
Susilowati, T. (2014). Studi Tentang Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan PT.
POS Indonesia (PERSERO) di Kantor Pos Samarinda 7500. E-Journal Administrasi Negara, 2(4), 1787–1800. Peningkatan, Kualitas Pelayanan, PT.
Pos Indonesia (Persero)
Suwatno. (2014). Suwatno, Manajemen SDM Dalam Organisasi Publik Dan Bisnis, (Bandung : Alfabeta, 2014), h.105. Alfabeta.
Tubagus, A. D. (2015). Konsep Dasar Manajemen Personalia Masa Kini. PT Refika Aditama.
Yunus, E. (2016). Manajemen Stratgis. Andi.
L
A
M
P
I
R
A
N
PEDOMAN WAWANCARA
Judul Penelitian : Strategi Pengembangan sumber daya manusia dalam meningkatkan kualitas pelayanan di Pos Indonesia Regional X Kota Makassar
Nama : Mazlang
Nim : 105611111217
Fakultas/Jurusan : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik/ Ilmu Administrasi Negara Alamat : JL. Sultan Alauddin, Perumahan BPH bumi 19 No. 20
No HP : 082296246541
A. Pimpinan
1. Berapa jumlah pegawai Pos Indonesia Regional X Makassar ? 2. Latang belakang pendidikan pegawai mulai dari apa ?
3. Apa perencanaan yang dilakukan sebelum melakukan pelatihan ? 4. Metode apa yang digunakan dalam proses pelatihan ?
5. Dalam proses pelatihan, program apa saja yang dilakukakan ? 6. Bagaimana evaluasi dari proses pelatihan tersebut ?
7. Apa perencanaan yang dilakukan sebelum melakukan pendidikan ? 8. Metode apa yang digunakan dalam proses pendidikan ?
9. Dalam proses pendidikan, program apa saja yang dilakukakan ? 10. Bagaimana evaluasi dari proses pendidikan tersebut ?
11. Bagimana proses/tahapan pengembangan karir yang dilakukan ? 12. Apa manfaat/dampak yang diperoleh dari pengembangan karir ? B. Karyawan
1. Bagaimana menurut anda tentan proses pendidikan di Pos Indonesia Regional X Makassar ?
2. Sebelum pendidikan diterpakan oleh pihak Pos Indonesia Regional X Makassar, apa anda merasa kesulitan dalam pelayanan ?
3. Program pendidikan apa saja yang ada di Pos Indonesia Regional X Makassar ?
4. Apa program pendidikan yang ada berdampak bagi kuaitas pelayanan ? 5. Bagaimana menurut anda tentang proses pelatihan di Pos Indonesia
Regional X Makassar ?
6. Sebelum pelatihan diterpakan oleh pihak Pos Indonesia Regional X Makassar, apa anda merasa kesulitan dalam pelayanan ?
7. Program pelatihan apa saja yang ada di Pos Indonesia Regional X Makassar ?
8. Apa program pendidikan yang ada berdampak bagi kuaitas pelayanan ? 9. Bagaimana menurut anda tentan pengembangan karir di Pos Indonesia
Regional X Makassar ?
10. Apa manfaaat yang anda peroleh dari pengembangan karir ?
Struktur Organisasi Kantor Pos Regional X Kota Makassar
Wawancara dengan kepala pos ( Makassar, 14 Juli 2021)
Wawancara dengan Manajemen sumber daya manusia Kantor Pos Regional X Kota Makassar ( Makassar,24 Juni 2021)
Wawancara dengan funsional Bidang Pengembangan dan Pelatihan Kantor Pos Regional X Kota Makassar ( Makassar, 7 Juli 2021)
Wawancara dengan bidang pengendalian jasa keuwangan Kantor Pos Regional X Kota Makassar ( Makassar, 14 Juli 2021)