• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFIL UMUM DUSUN SERREN 1. Sejarah Berdirinya

Awal Berdirinya Dusun serren karena pada saat itu terdapat hutan tua yang sangat luas dan pepohonan yang besar dan daunnya yang lebat sehingga kelihatan angker. Setiap ada orang yang yang lewat di pinggir hutan ini merasa takut karena merasa bahwa hutan ini kelihatan angker atau bahasa kampungnya sirri. jadi pada saat itu ada beberapa orang yang mulai bermukim disitu memberi nama serren. Dan pada tahun 1964 setelah tentara jawa semua masyarakat dikumpulkan untuk mulai tinggal di serren karena pada saat itu semua masyarakat masing-masing memilih tinggal di kebun mereka. Ada yang tinggal di sikolong, tombang, parang tangga.

Setelah di kumpulkan , masyarakat terpecah kembali banyak yang memilih tinggal di kampung lain seperti dusun paredean dan dusun duri-duri. Masyarakat yang tinggal di serren memilih membentuk satu dusun yang namanya dusun serren sampai sekarang.

2. keadaan Umum Dusun Serren Tabel 3

Letak batas Desa/dusun keterangan

Sebelah utara Desa tallungngura Sebelah selatan Dusun paredean Sebelah barat Desa mekkala Sebelah timur Dusun duri-duri

Sumber Data : Kantor Desa Buntu Batuan

3. Pekerjaan Masyarakat

Tabel 4

pekerjaan persen

Petani 65%

Bidan 12%

Guru 23%

Sumber Data : Kantor Desa Buntu Batuan

39

4. Tingkat Pendidian Masyarakat

Tabel 5

Pendidikan Persen

Putus Sekolah 15%

SD 10%

SMP 15%

SMA 30%

D1 10%

S1 20%

Sumber Data : Kantor Desa Buntu Batuan

B. Konsep Pendidikan Akhlak dalam Keluarga Terhadap Kepribadian Remaja Di Dusun Serren Kec. Malua Kab. Enrekang

Keluarga adalah ikatan laki-laki dan wanta berdasarkan hokum atau undang-undang perkawinan yang sah. Di dalam keluarhga ini lahirlah anak.dan dalam keluarga pula terjadi interaksi pendidikan. Keluarga merupakan pendidik utama dan paling utama dalam pendidikan anak karena keluarga secara umum merupakan tempat dimana anak didik menghabiskan sebagian besar waktunya sehari-hari.

Anak lahir dalam keadaan fitrah. Keluarga dan lingkungan anaklah yang mempengaruhi dan membentuk kepribadian, priaku, dan

kecenderungan sesuai dengan bakat yang ada didalam dirinnya. Lebih jauh terkait penddidikan akhlak. Keluarga memengan peranan penting dalam pendidikan akhlak bagi anak-anak , sebagai inistitusi yang mula-mula sekali berinteraksi dengannya, oleh karena mereka mendapat pengaruh atas segalah tingkah lakunya. Seperti yang di jelaskan oleh Maltran ( Pak Imam) sebagai berikut :

“Keluarga harus mengajarkan nilai yang berpengang kepada akhlak seperti membimbing akan akhlak dalam bersikap, bertindak, dan berkomunikasi dengan baik semenjak kecil sebab manusia sesuai dengan hak asasinya menerima nasehat jika datangnya melaui rasa cinta dan kasih sayang, dan pasti akan menolaknya jika disertai dngan kekerasan.”( wawancara 15 juni 2016)

Salah satu metode yang tepat dalam membentuk akhlak anak adalah melalui keteladan karena anak lebih mudah memahami apa yang disampaikan dengan memperlihatkan contoh. Sebagai orangtua haru memberikan contoh seperti bagaimana bersikap, berbuat dan berkomunikasi yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua mengajarkan anak-anaknya dengan penuh kasih sayang. Sebab banya anak yang menolak jika disertai dengan kekerasan.

C. Kepribadian Remaja Di Dususn Serren Kec. Malau Kab. Enrekang

Kepribadian anak di Dusun Serren sesuai dengan hasil pengamatan peneliti sudah jauh dari nilai-nilai agama dan moral, pengaruh globalisasi

41

yang tidak dibarengi dengan pondasi agama yang kuat telah berdampak negatif bagi kehidupan masyarakat terutama di kalangan muda dan anak- anak. Pengaruhnya terhadap anak-anak sangat memprihatinkan sebab merusak sisi yang sangat penting dari sendi kehidupan yakni akhlak dan moralnya. Banyak anak muda kita kehilangan kepribadian dan jati diri sebagai umat Islam dan budaya seperti pada masyarakat Sulawesi pada umumnya . Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang. Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita.

Seperti yang dijelaskan Mutmainnah (Tokoh Masyarakat) Sebagai berikut :

“Perilaku anak dan remaja di dusun serren agak memprihatinkan karena sudah jauh dari nilai-nilai agama, seperti cara berbicara dan berprilaku yang kurang sopan kepada yang lebih tua, sering mengucapkan kata-kata kotor dan berbau porno, merokok dan minum minuman keras, hanya sebagian saja anak yang berprilaku yang baik namun itu bisa dikatakan sangat sedikit dibanding jumlah anak-anak dan remaja yang ada. (Wawancara 16 juni 2016).

Sidamin (Kepala Dusun) juga menjelaskan gambaran perilaku remaja di dusun serren sebagai berikut :

“Teknologi internet dan Televisi juga mempengaruhi karakter anak sebab teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari-hari. Jika digunakan dengan

semestinya tentu kita memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan anak-anak dibawah umur yang menggunakan tidak semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno dan menonton Film-film yang porno yang mudah di akses melalui Handphone.

Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun kepada yang lebih tua dan cenderung tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. (Wawancara 17 juni 2016).

Fakta-fakta tentang perilaku buruk remaja telah menjadi bagian dari persoalan jangka panjang. faktor yang mempengaruhi kepribadian yaitu :

1. lingkungan

Lingkungan merupakan bagian terpenting dan mendasar dari kehidupan manusia. Sejak dilahirkan manusia sudah berada dalam lingkungan baru dan asing baginya. Dari lingkungan baru inilah sifat dan perilaku manusia terbentuk dengan sendirinya. Lingkungan yang baik dapat mempengaruhi perkembangan kepribadianyang baik, sementara lingkungan yang buruk akan membentuk sifat dan perilaku yang buruk pula.

Akal memang bagian diri manusia yang dikaruniakan Tuhan sejak kita lahir. Dengan akal ini manusia dapat berfikir, namun akal tidak akan berguna apabila tidak ada lingkungan disekitarnya yang akan diubah.

Dengan kata lain lingkungan akan mengubah dan membentuk prilaku manusia yang ada di dalamnya. Manusia akan berinteraksi dan berusaha

43

untuk bertahan dalam lingkungan dimana dia berada. Salah satu usaha yang harus dilakukan adalah mengubah perilaku sesuai lingkungan tempat tinggalnya sehingga dia akan bisa terus bertahan didalam lingkungan tersebut.

Jamaluddin ( Kepala Rumah Tangga) menjelaskan bahwa :

Lingkungan sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak sebab anak adalah peniru yang sangat baik, apapun yang didengar, dilihat, dan dirasakan akan berpengaruh terhadap kondisi kejiwaannya, lingkungan yang bebas sangat mendukung dalam menciptakan pergaulan yang bebas, sehingga untuk menjadi benteng, lingkungan keluarga yang kondusif harus menjadi modal awal sebelum keluar berinteraksi dengan lingkungan masyarakat (wawancara 17 juni 2016).

2. Keluarga

Suasana dalam iklim keluarga sangat penting bagi perkembangan kepribadian anak. Seorang anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang hharmonis dan agamis dalam arti, orang tua memberikan curahan kasih sayang, perhatian serta bimbingan dalam kehidupan berkeluarga.

Sidamin ( Kepala Dusun) menjelaskan bahwa :

“Keluarga sangatla berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian anak atau remaja. Karena pabila ana yang dikembangkan dalam lingkungan keluarga yang broken home, kurang harmonis, orang tua bersiap kerasa terhadap anak atau tidak memperhatikan nilai-nilai agama dalam eluarga, maka perkembangan kepribadian cenderung akan mengalami kelainan”.(wawancara 16 juni 2016

3. Teman Sebaya

Setelah masuk sekolah,anak mulai bergaul dengan teman sebayanya dan menjadi anggota dari kelompokkanya. Pada ssat inilah dia mulai mengalihkan perhatiannya untuk mengembangkan sifat-sifat atau prilaku yang cocok atau dikagumi oleh teman-temannya, walau mungin tidak sesuai dengan harapan orang tuanya. Melalui hubungan interpersonal dengan teman sebaya, anak belajar menilai dirinya sendiri dan kedudukannya dalam kelompok.

Pista (Ibu Rumah Tangga) menjelaskan bahwa:

“kita sebagai orangtua hendaknya memperhatikan anaknya dengan baik.karena kebayakan anak yang kurang mendapatkan kasih sayang, perhatian dan bimbingan keagamaan atau etika dari orangtuanya, mudah sekali terpengaruh oleh sifat dan prilaku kelompoknya. Tidak sedikit anak yang menjadi perokok berat, minum minuman keras dan bergaul bebas di karenaka pengaruh dari teman sebaya”. (wawancara 19 juni 2016)

4. Kebudayaan

Setiap kelompok masyarakat (bangsa, ras, atau suu bangsa) memilliki tradisi, adat atau kebudayaan yang khas.tradisi atau kebudayaan suatu masyarakat memberikan pengaruh terhadap kepribadian setiap anggotanya, baik yang menyangut cara berpikir (seperti cara memandang sesuatu), bersikap atau cara berprilaku.pengaruh kebudayaan terhadap kepribadian itu, dapat dilihat dari adanya perbedaan antara masyarakat modern – yang budayanya relative maju ( khususnya IPTEK) – dengan

45

masyarakat primitif – yang budayanya relative masih sederhana – seperti dalam cara makan, berpakaiaan,hubungan interpersonal atau cara memandang waktu.

D. Pengaruh Pendidikan Akhlak Dalam Keluarga Terhadap Kepribadian Remaja Didusun Serren Kec.Malua Kab. Enrekang

Pengaruh Pendidikan Akhlak Keluarga terhadap kepribadian remaja dapat menimbulkan pengaruh positif seperti yang dijelaskan oleh Dahlia (Guru Mengaji) (wawancara 18 junu 2016) sebagai berikut :

1. Kasih sayang, yaitu apabila orang tua menaruh kasih sayang kepada anak, maka dia pun menaruh kasih kepada mereka.

2. Dapat mengontrol emosi, yaitu individu dapat mengatur perasaan- perasaannya terhadap keluarga dan terhadap pasangan. Tidak mudah berbuat hal yang menyakiti perasaan, misalnya marah, Dsbg.

3. Menerima tanggung jawab yaitu dia mempuntai keyakina terhadap kemampuannya untuk mengatasi masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya.

Beberapa metode pengembangan kepribadian pada remaja yang dapat diterapkan orangtua dalam rumah tangga, metode tersebut adalah:

a. Metode Keteladanan

Metode keteladanan merupakan salah satu metode yang dianggap paling tepat diterapkan dalam mendidik remaja, sebab dengan metode ini remaja akan melihat langsung penampilan yang ditunjukkan orang tua. Jika seorang remaja melihat dari pada orang tua suatu kebaikan, maka dia aan belajar tentang kebaikan dan begitu pula sebaliknya.

Dalam hal ini, sangat penting bagi orangtua menjadi teladanyang baik bagi para anaknya, baik lisan maupun perbuatan.perluh kita tegaskan bahwa pengaruh yang besar dalam memberikan pembentukan kepribadian anak dan remaja adalah contoh yang di berikan oleh orang dewasa disekitarnya, khususnya orang tua.

b. Mendidik melalui Nasehat

Diantara metode dan cara-cara mendidik yang efektif dalam upaya membentuk akidah anak, mempersiapkan secara moral, psikis dan sosial adalah mendidiknya dengan memberi nasehat sebab, nasehat sangat berperang dalam menjelaskan kepada anak tentang segala hakekat, menghiasinya dengan moral mulia dan mengajarinya tentang prinsip-prinsip Islam.

Orangtua sebagai orang yang pertama kali berinteraksi dengan anak- anaknya melaksanakan fungsi dan tanggung jawabnya sebagai pendidik dan pemelihara serta pelindung keluarga. Oleh karena itu

47

orangtua senantiasa membimbing dan memberikan nasehat dengan komunikasi yang baik agar anak dapat tumbuh dan menjadi anak yang penurut serta mendengar nasehat dari orangtuanya.

c. Mendidik melalui pembiasaan

Metode pembiasaan yaitu cara yang yang dapat dilakukan untuk membiasakan anak untuk berpikir, bersikap bertindak sesuai dengan ajaran agama. Pendidikan tentang kebiasaan pada remaja dimulai dari bagai mana bertingah laku yang baik. pembiasaan ini dapat dalam bentuk menanamkan rasa tanggung jawabterhadap diri dan lingkungan, belajar menaati aturan secara ikhlas dan juga toleran terhadap perbedaan pendapat dan gagasan baik dengan teman maupun keluarga dirumah.

Jamaluddin (Kepala keluarga) sebagai Orangtua menjelaskan bahwa :

“Orangtua hendaknya mempunyai beberapa peran ganda bukan hanya sebagai orangtua biologisnya, akan tetapi dia kadang harus menjadi teman bagi sang anak sebagai teman bermain sehingga akan mampu melahirkan kedekatan secara personal dan emosional, tidak hanya itu sebagai orangtua harus mengetahui secara mendalam sebab akibat kepribadian (baik sifat dan tingkah lakunya) sang anak, ; memahami keinginan dan cita-citanya sehingga orangtua tidak terkesan otoriter dalam melakukan pembinaan kepada anak, dan memahami kelebihan dan kekurangan kita, dan tidak menilai orang berdasarkan diri sendiri”

(Wawancara 17 juni 2016)

1. Orangtua mengajarkan untuk disiplin

Disiplin dalam keluarga adalah kunci sukses dalam seluruh pihak terkait dalam rumah seperti ibu,bapak dan anak. Disiplin adalah konsisten terhadap aturan yang dibuat serta dilakun secara berkelanjutan dan terus menerus. Orangtua yang disiplin akan menyadari perluhnya telaudan atas aturan yang dibuat.mereka sadar peraturan akan hanya tinggal rangkaian kata-kata apabila tidak diikuti dengan kemauan dengan semua pihak untuk menaatinya.dan ketaatan itu harus dimulai dari pembuat peraturan itu sendiri

yaitu kepala keluarga dalam hal ini ayah dan ibu. Apabila orangtua sudah dapat mendisiplinkan diri sendiri, maka mendisiplinkan anak tidaklah sulit.

Data frekuensi intensitas orangtua mengajarkan untuk disiplin dalam beribadah dapat dilihat pada table berikut :

Tabel 6

orangtua mengajarkan untuk disiplin

Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

ya 4 40%

Sering 6 60%

Jumlah 100 %

Sumber data: Hasil Angket No.1

Pembinaan orangtua kepada anak tentang sikap disiplin dari hasil analisis angket menjelaskan bahwa kategori jawaban yang menjawab “ya”

sebanyak 40% yang menjawab “kadang-kadang” sebanyak 60% Peneliti

49

menyimpulkan bahwa pembinaan orangtua kepada anak mengenai sikap disiplin kurang. menurut mutmainnah (ibu rumah tangga) mengatakan bahwa:

“pembinaan orangtua kepada anak tentang kedisiplinan sangatlah penting dan sebagai orang tua harus diperhatikan karena orang yang memiliki kedisiplinan yang bagus maka akan mencapai tujuan yang di inginkan.tidak sedikit orang yang yang memiliki sikap disiplin memiliki masadepan yang cerah.”( wawancara 16 juni 2016)

2. Orangtua membimbing untuk shalat fardhu

Didalam keluarga, orangtua berperan sebagai pendidik yang utama bagi anak-anaknya. Idealnya orangtua diharapkan dapat membimbing, mendidik, mengajar dan melatih anak dalam masalah yang menyangkut pembentukan kepribadian dan kegiatan belajar anak. Misalnya orang tua membimbing anak untuk melaksanakan shalat 5 waktu. Sebagaimana yang di jelaskan dalam surat luqman yg artinya hai anakku dirikanlah shalat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah perbuatan yang mungkar.

Data frekuensi intensitas pembinaan orang tua dan anak dapat dilihat pada table berikut :

Tabel 7

Orangtua membimbing untuk selalu shalat 5 waktu

Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

Ya 6 60%

Sering 4 40%

Jumlah 100 %

Sumberdata:Hasil Angket No.2

Orangtua membimbing anak untuk melaksanakan shalat bahwa fardhu dari hasil analisis angket menjelaskan bahwa frekuensi yang menjawab “kadang-kadang” sebanyak 40%, dan menjawab “ya” sebanyak 60%. Jadi peneliti menyimpulkan bahwa orang tua sangat memperhatikan ibadah dalam kehidupan anak.

mulyono ( Kepala Rumah Tangga) menjelaskan :

pernah saya dengar ada pencerama,Rasulullah SAW mengatakan kepada orang tua agar menyuruh anak-anak mengerjakan shalat ketika berumur tujuh tahun. sejak umur 10 tahun untuk melaksanakan shalat dan bila tidak mendengar jangan ragu untuk memukulnya.jadi dapat di simpulkan bahwa orang tua sangat berperan aktif dalam mendidik anak dalam keluarga.(wawancara 18 juni 2016)

3. Anak mendengarkan nasehat orangtua

Data Frekuensi pembinaan orangtua dengan anak terlihat pada tabel berikut :

51

Tabel 8

Anak mendengarkan nasehat orangtua

Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

Ya 4 40%

Sering 6 60%

Jumlah 100 %

Sumber data:Hasil Angket No.3

Salah satu metode yang digunakan orangtua dalam pembentukan kepribadian anak yaitu metode nasehat. Table diatas menunjukkan bahwa 40% orang yang menjawab “ya” dan 60% orang yang menjawab “ kadang- kadang”. Dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa kurangnya perhatian orangtua kepada anak.

Mutmainnah ( ibu rumah tangga) mengatakan bahwa:

“dalam memberikan nasehat kepada anak atau remaja ,orangtua sebaiknya menggunakan cara dan bahasa yang mudah dan menyenagkan ,menjauhi cara yang berkesan kasar dan keras.

(wawancara 17 juni 2016)

4. Menanamkan pentingnya bersikap jujur

Kejujuran sangat diperlukan dalam bebrbagai aspek kehidupan. Dan dalam keluarga, kejujuran sangat diperlukan agar rasa kekeluargaan yang ada dapat terjaga dengan baik.menerpakan sikap jujur memang sulit tetapi itu telah menjadi tuntutan hidup agar selalu berada dijalan yang benar,yaitu jalan yang diridoi oleh allah SWT.sikap kejujuran dikembangkan mulai sejak dini,anak-anak kita sejak kecil harus kita didik

untuk jujur dan bertanggung jawab kepada dirinya sendiri,maka dari itu orang tua harus menjadi teladan bagi anak-anaknya

Tabel 9

Menanamkan pentingnya bersikap jujur

Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

Ya 6 60%

Sering 4 40%

Jumlah 100 %

Sumberdata:HasilAngket No.4

Menanamkan sikap jujur dalam diri kita sangat penting terutama pada anak. Dari table diatas dapat dianalisis bahwa berkata jujur 60% anak menjawab “ya” dan 40% yang menjawab “kadang-kadang”. Maka dapat di simpulkan bahwa orangtua sangat memperhatikan Tingkah laku anak dalam kehidupan anaknya.

Pista (ibu rumah tangga) mengatakan bahwa :

“menanamkan sikap jujur pada anak sangat penting sebab kejujuran yang kita miliki adalah kunci dari segalanya, kepercayaan yang diberikan kepada seseorang sangatlah berharga untuk diri sendiri, maka dari itu orang tua hendaknya memperhatikan karakter atau tingkah laku anak-anaknya.” (wawancara 15 juni 2016 )

5. Usaha Orangtua menjadi contoh teladan bagi anak

Keladanan dalam mendidik anak memang perlu untuk kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Demikian pula kita sebagai orang tua dalam memberikan keteladan yang baik kepada anak-anak kita. Karena

53

memang seorang anak memerlukan figur dan contoh teladan yang baik dari orang tuanya sendiri sebelum meneladani orang lain. Untuk itu diperlukan teladan orang tua yang baik untuk anak-anaknya juga.

Mendidik anak tetap menjadi bagian dari tanggung jawab orang tua yang harus dijalankan dengan baik agar menghasilkan anak-anak yang sholeh dan sholehah. Termasuk ketika mendidik anak sejak dalam kandungan sampai dengan anak lahir ke dunia nantinya.

Tabel 10

Usaha Orangtua menjadi contoh teladan bagi anak

Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

Ya 6 60%

Sering 4 40%

Jumlah 100%

Sumberdata:HasilAngket No.5

Tabel di atas menunjukan bahwa yang memberikan teladan bagi anak-anaknya, 60% menjawab ya. Dan menjawab kadang-kadang 40%.

serta Dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa Orangtua peduli dalam memberikan teladan bagi anak.

6. Keharmonisan antara orangtua dan anak

Keharmonisan menjadikan hubungan orangtua dan anak menjadi terjalin salah satu indikatornya adalah kepatuhan anak kepada orangtuanya.

Sebagaimana dipaparkan oleh syamsumarlin ( Ketua RT I) yaitu :

“Seorang anak yang mempunyai hubungan yang harmonis dengan orangtuanya akan menumbuhkan hubungan emosional. Ikatan emosi menimbulkan pengaruh yang kuat dalam komunikasi sehingga akan menciptakan kesepahaman sehingga anak akan menjadi patuh kepada orangtua”.( wawancara 21 juni 2016)

Tabel 11

Sikap anak kepada Orangtuanya

Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

Ya 6 60%

Sering 4 40%

Jumlah 100 %

Sumberdata:HasilAngket No.6

Tabel di atas, menunjukan bahwa sikap anak yang membantah Orangtua 60% menjawab ya. Dan 40% menjawab kadang-kadang .. Dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa tingkat keharmonisan antara Orangtua dan anak agak kurang.

7. Etika anak dalam keluarga dan masyarakat

Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku. Etika adalah ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia.

55

Etika berhubungan dengan kesusilaan. Kesusilaan memberikan gambaran kepribadian seseorang. Secara psikologis kepribadian meliputi semua aspek kehidupan seseorang dan keseluruhan kualitas dirinya yang dapat diperhatikan pada car berbuat, berpendapat, bersikap, minat, berfalsafah, dan sebagainya.

Kepribadian merupakan organisasi dinamis dalam individu sebagi sistem yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Kepribadian memiliki sifat berkembang dan kerjanya meliputi tubuh dan jiwa. Dan memiliki ciri khas satu sama lainnya dalam penyesuaian diri terhadap lingkungannya. Dalam islam seorang ibu yang sedang mengandung supaya berdoa agar anaknya kelak sehat, shaleh, berbakti kepada orang tua, berguna bagi bangsa dan negara serta agama.

Setelah anak dilahirkan, menjadi tugas orang tuanya yang mendidik anak- anaknya. Orang tua dan lingkungan hidup seorang anak sangat berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian anak.

Tabel 12

Etika anak dalam keluarga dan masyarakat

Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

Ya 3 30%

Sering 7 70%

Jumlah 100 %

Sumberdata:HasilAngket No.7

Tabel di atas menunjukan bahwa perilaku anak yang tidak sopan 70% menjawab ya. Dan 30% menjawab kadang-kadang . Dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa perilaku tidak sopan pada anak sangat tinggi dan sering dilakukan.

8. Sikap anak dalam kehidupan sehari-hari Tabel 13

Sikap anak dalam kehidupan sehari-hari

Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

Ya 7 70%

Sering 3 30%

Jumlah 100 %

Sumberdata:HasilAngket No.8

Tabel di atas menunjukan bahwa sikap anak dalam kehidupan sehari-hari suka menolong orang lain 70% yang menjawab “ya” dan 30%

yang menjawab “kadang-kadang”. Jadi dari analisis di atas dapat disimpulkan bahwa kepedulian anak sesama manusia sangat tinggi,dan sering dilakukan.

Maltran mengatakan bahwa :

“kalau orang tua memposisikan dirinya sebagai orang tua bagi anak-anaknya maka tidak heranlah kalau seorang anak memiliki sikap tangung jawab dan kepedulian antar sesama yang tinggi.”

(Wawancara 23 juni 2016)

57

9. Orangtua menagajarkan anak bergaul dengan baik Tabel 15

Orangtua menagajarkan anak bergaul dengan baik

Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

Ya 9 90%

Sering 1 10%

Jumlah 100 %

Sumberdata:HasilAngket No.9

Tabel di atas menunjukkan bahwa orangtua menagajarka agar bergaul dengan baik 90% menjawab “ya” dan 10% menjawab “kadang- kadang”.dapat disimpulkan bahwa kepedulian orang tua terhadap pergaulan anak sangat diperhatikan.

Pista menyatakan bahwa :

“orang tua harus memberikan kasih sayang kepada anak dan memperhatikan dengan siapa anak-anak bergaul, karena kebanyakan sekarang anak terjerumus ke pergaulan bebas akibat salah memilih teman.( wawancara 19 juni 2016)

Dari hasil analisa data dan hasil wawancara di atas, penulis memberi kesimpulan bahwa pendidikan Orangtua dalam hal ini antara suami istri adalah sarana untuk membentuk kepribadian yang positif. Seorang anak akan merasa sangat berharga dan berkesan dalam jiwanya ketika mendapat perhatian, kasih sayang dan tuntunan pendidikan orangtua.terutama tuntunan seorang bapak. Karena biasanya bapak sedikit waktunya dengan anak karena sibuk dengan kerjaannya.

Dokumen terkait