• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF PENGARUH PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KELUARGA TERHADAP ... - Unismuh

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF PENGARUH PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KELUARGA TERHADAP ... - Unismuh"

Copied!
83
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KELUARGA TERHADAP KEPRIBADIAN REMAJA DI DUSUN

SERREN KEC.MALUA KAB.ENREKANG

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam ( S.Pd.I ) Pada Program Pendidikan

Agama Islam Fakultas Agama Islam Unismuh Makassar

NASRAWATI.K 105 191568 12

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 1437 H / 2016 M

(2)

vii

Kesuksesan butuh sebuah proses,di dalam sebuah proses butuh perjuangan. Tidak ada kata kesuksesan jika tidak berjuang.

PERSEMBAHAN

Skripsi ini kupersembahkan kepada :

 Ibuku tercinta yang selalu mendo’akan,dan memberi motivasi demi suksesnya skripsi ini.. terima kasih atas kasih sayang, do’a serta segala pengorbanan yang telah engkau berikan kepadaku..

Kakak dan adik-adikku yang tersayang, yang senantiasa memberikan dorongan moral maupun material demi suksesnya penulisan sekripsi ini.

Ibu Dra. Hj.Atika Achmad M.Pd dan Bapak Markas Iskandar S.Ag. M.Pd.I yang meluangkan waktu untuk membimbing

penulis dalam penyelesaian skipsi ini dengan sabar dan ikhlas

Bapak dan Ibu dosen serta karyawan UNISMUH Makassar yang telah memberikan bekal hidup.

Teman teman yang telah membantu terselesainya skripsi ini (satmayani) , dan Seluruh teman- teman seperjuanganku, khususnya kalas

PAI B 2012.

Pembaca yang budiman

(3)
(4)
(5)
(6)

iii

Dengan penuh kesadaran, Penulis/Peneliti yang bertanda tangan dibawah ini, menyatakan bahwa skripsi ini benar adalah hasil karya penulis/peneliti sendiri, jika kemudian hari terbukti bahwa ia merupakan duplikat, tiruan, plagiat dibuat atau dibantu langsung orang lain baik secara keseluruhan, maka skripsi dan gelar yang diperoleh karenanya batal demi hukum.

Makassar , 21 Ramadhan 1437 H 27 Juni 2016M

Peneliti

NASRAWATI.K 105 191568 12

(7)

viii

KATA PENGANTAR

ا ِمْسِب ﻤْﺤَّﺭﻟﺍِﷲ ِن

ِمْﻴِﺤَّﺭﻟﺍ

ِهِﻟا ىَلَعَو َْيِْلَس ْرُﻤْﻟاَو ِءاَﻴِب ْنلاا ِفَرْشَا ىَلَع ُمَلََّسﻟاَو ُة َلََّصﻟاَو َْيِْﻤَﻟاَعْﻟا ِبَر ِهَّلِﻟُدْﻤَْلَْا ُدْعَ ب اَّمَا,َْيِْعَْجَْا ِهِبْﺤَصَو

Sebagai penghambaan kepada sang pencipta, sepantasnya setiap saat penulis mengucapkan puji syukur pada-Nya. Tak terkecuali pada kesempatan ini, dalam sebuah aktivitas akademik yang penulis lakukan, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Semoga segala aktivitas prenulis bernilai pahala dan mendapat rahmat serta hidayah- Nya. Salawat dan salam tecurahkan juga kepada baginda Rasulullah Saw,

Dalam penyelesaian Skripsi ini penulis sangat terbantu dengan dukungan, motivasi, bimbingan, kritik, dan saran dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa hormat yang sebesar-besarnya kepada:

1. Ibunda Canania tersayang, Orangtua Penulis yang telah mengasuh dan memberikan dukungan baik moril maupun materi sejak kecil sampai sekarang. Terima kasih kepada Saudara saya yang telah memberikan banyak motivasi dalam penulisan skripsi ini.

2. Bapak DR.H.Irwan Akib, M.Pd, Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah memberikan bantuan dalam pengembangan kemampuan dan keterampilan kepemimpinan kepada penulis.

(8)

3. Bapak Drs.H. Mawardi Pewangi M.Pd.I. Dekan Fakultas Agama Islam beserta seluruh staf yang telah mengembangkan fakultas.

4. Ibu Amirah Mawardi, S.Ag, M.Si, Ketua jurusan Pendidikan Agama Islam.yang senantiasa membantu penulis dalam persoalan akademik.

5. Dra. Hj Atika Achmad M.Pd pembimbing I dan Markas Iskandar. S.Ag.

M.Pd.I Pembimbing II, yang telah banyak mencurahkan perhatian dan bimbingannya hingga terselesaikannya penulisan dan penyusunan skripsi ini.

6. Basri (kepala desa) beserta jajarannya yang telah membantu dalam hal penelitian hingga dapat menyelesaikan skripsi ini.

7. Teman-teman seperjuangan khususnya kelas PAI B yang telah membantu menyelesaikan skripsi ini.

Akhirnya penulis memohon semoga Allah Swt, selalu memberkati kerjasama berbagai pihak melalui penulisan dan penyusunan Skripsi ini, untuk memuliakan nama-Nya dengan harapan dan do’a semoga karya ini bermanfaat adanya. Amin

Makassar , 18 Ramadhan 1437 H 24 juni 2016 M Peneliti

(9)

i ABSTRAK

Nasrawati.k 10519156812 “Pengaruh Pendidikan Akhlak Dalam Keluarga Terhadap Kepribadian Remaja Di Dusun Serren Kec. Malua Kab. Enrekang”. (dibimbing oleh Hj Atika Achmad Dan Markas Iskandar).

Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang dianalisis deskriptif,yaitu memberikan gambaran tentang pengaruh pendidikan akhlak dalam keluarga terhadap kepribadian remaja. penelitian ini mengambil lokasi di Dusun Serren Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang. Dalam penelitian ini terdapat 159 populasi dan dari populasi tersebut diambil sampel sebanyak 16 orang. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu pengaruh pendidikan akhlak dalam keluarga (variabel bebas) dan kepribadian remaja (variabel terikat). Seluruh data dalam penelitian ini melalui instrument berupa obserasi, wawancara, angket dan dokumentasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan akhlak dalam keluarga terhadapa kepribadian remaja memiliki pengaruh. Hal ini terbukti dari hasil persentase angket, sebagaimana kita ketahui bahwa intervalnya ada 3 sebagaiberikut : 16- 18 = kategori A sebanyak = 7 orang dan 13-15 = kategori B = 3 orang. jadi dapat dipersentasekan dengan rumus : P =F/N X100% dengan nilai persentase P=7/10 X 100 %= 70% dan P= 3/10 X 100 % = 30 % . Dari hasil tersebut terbukti bahwa bahwa ada 70 % berpengaruh dan hanya 30 % kurang berpengaruh.dengan kata lain Orangtua dan anak yang mampu mengaktualisasikan nilai-nilai ibadah terhadap perilaku dan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari serta berupaya untuk mempertahankannya. Adapun upaya Orangtua dalam hal ini suami dan istri dalam membina keluarganya sehingga terbentuknya karakter yang islami dan mulia pada diri anak dengan memberikan contoh teladan yang baik, memberikan kasih sayang dan perhatian penuh serta pengawasan terhadap apa- apa yang dilakukan oleh anggota keluarganya dalam perilakunya sehari-hari.

(10)

xi

SAMPUl ... i

ABSTRAK……….. ... ii

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... iii

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... v

PENGESAHAN SKRIPSI ... iv

ACARA MUNAQASYA ... vi

MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR ISI ... xii

BAB I Pendahuluan ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 5

C. Tujuan Penelitian ... 5

D. Manfaat Penelitian ... 6

BAB II Tinjauan Pustaka ... 8

A. Pendidikan akhlak dalam keluarga ... 8

1. Pengertian pendidikan ... 8

2. Pengertian akhlak ... 9

(11)

xii

3. Pengertian pendidikan akhlak dalam keluarga ... 14

4. Tanggung jawab keluarga dalam pendidikan akhlak ... 14

5. tujuan pendidikan akhlak ... 15

B. kepribadian Remaja ... 16

1. Pengertian kepribadian ... 16

2. Pengertian Remaja ... 17

3. Perkembangan Kepribadian Remaja………19

4. Cirri-ciri Remaja ... 20

C. Pengaruh pendidikan akhlah dalam keluarga terhadap kepribadian remaja ... 21

1. Pengertian keluarga ... 21

2. Pentingnya pendidikan akhlak dalam keluarga ... 22

3. Peran dan fungsi keluarga ... 22

4. Struktur Keluarga ... 27

BAB III Metode Penelitian ... 29

A. Jenis Penelitian ... 29

B. Lokasi dan objek penelitian ... 29

C. Variabel Penelitian ... 29

D. Definisi Operasional Variabel ... 30

E. Populasi dan Sampel ... 31

F. Instrumen Penelitian ... 33

G. Tehnik Pengumpulan Data ... 35

H. Tehnik Analisis Data ... 36

Bab IV Hasil Penelitian ... 57

A. Gambaran umum lokasi penelitian Di dusun serren kecamatan malua kabupaten enrekang ... 57

(12)

B. Konsep Pendidikan Akhlak Dalam Keluarga Terhadap Kepribadian Remaja Di Dusun Serren Kecamatan Malua

Kabupaten Enrekang ... 59

C. Kepribadian Remaja Di Dusun Serren Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang ... 40

D. Pengaruh Pendidikan Akhlak Dalam Keluarga Terhadap Kepribadian Remaja Didusun Serren Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang ... 45

Bab V Penutup ... 59

A. Kesimpulan ... 59

B. Saran ... 60

Daftar Pustaka ... 62 Lampiran

(13)

ix

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Keadaan populasi ………... 32

2. Keadaan Sampel………. .... ... 33

3. Keadaan umum dusun serren... 38

4. Pekerjaan masyarakat………... 38

5. Tingkat Pendidikan masyaraka……… 39

6. Orantua mengajarkan bersikap disiplin ... 48

7. Orangtua membimbing untuk shalat 5 waktu ... 50

8. Pembinaan orang tua dengan anak... 51

9. Menanamkan pentingnya bersikap jujur...……….. 52

10. Usaha orangtua menjadi figur teladan yang baik... 53

11. Keharmonisan antara orang tua dan anak……… …. ……. 54

12. Etika anak dalam keluarga dan masyarakat…..…….…..…… 55

13. Sikap anak dalam kehidupan sehari-hari. ……….. 56

14. Orangtua mengajarkan bergaul dengan baik……… 57

15. Pengaruh pendidikan akhlak orangtua dan kepribadian remaja………. 58

(14)

1 A. Latar Belakang Masalah

Telah menjadi pengetahuan umum bahwa keluarga adalah tempat pertama di mana proses pendidikan berlangsung . di dalam keluarga, benih pendidikan mulai tumbuh dalam hubungan cinta kasih , tolong – menolong dan saling memberi hubungan pengertian , peringatan, pengetahuan, bimbingan, dan pengarahan secara timbale balik di antara suami istri dan antara orangtua kepada anak-anak. Di dalam kehidupan keluarga, pendidikan mulai membentuk suatu sentra lingkungan kecil yang di sebut disebut lingkungan pendidikan lapis pertama. Tegasnya , jika pendidikan diasosiasikan sebagai

„pengasuhan‟ di dalam keluarga anaklah pertama kali di ikut sertakan dalam kegiatan pendidikan.

Orang tua pertama kali memberikan pengetahuan instingtif berupa ksih sayang, perlindungan , dan penjagaan yang ketad kepada anak- anak. Setelah itu, orang tua memberikan pengetahuan empiric seperti percontohan, bimbingan, dan arahan. Kemudian memberikan pengetahuan rasional kearah pemecahan masalah, seperti menentukan pilihan, mengatur kegiatan terencana, dan mulai membentuk sikap percaya diri. Di dalam kehidupan keluarga, anak mendapat bimbingan dan

(15)

2

perawatan dalam rangka membentuk perwatakan dan kepribadian anak, untuk menjadi dirinya sendiri atau menjadi diri pribadi yang utuh. Bagi anak, persekutuan keluarga adalah lahan subur di mana berlangsung pembinaan kepribadian sehingga menjadi pribadi yang utuh.

Kita liat sekarang ini terjadi perkembagan global di segala bidang kehidupan selain terjadi kemajuan ummat manusia di satu pihak, juga terjadi kemunduran akhlak dipihak lain. Kemajuan kebudayaan melalui pengembangan iptek oleh manusia yang tidak seimbang dengan kemajuan moral akhlak, telak memunculkan gejala baru berupa krisis akhlak.

Dalam lingkungan kehidupan rumah tangga atau keluarga, gejala perubahan nilai-nilai terlihat jelas dalam tingka laku anak yang tidak menghargai, bahkan mudah menghardik orang tuanya. Sebaliknya , mulai muncul orang tua yang tidak dapat menempatkan dirinya sebagai orangtua yang harus membimbing keluarganya ke jalan yang benar dengan cara yang bijaksana.

Muncul pula gejala yang tidak menyayangi yan mudah, sedngkan yang mudah tidak menghormati yang tua. Bimbingan hidup mulai tergantikan oleh bimbingan hidup yang amburadur. Di tengah perkembangan dalam bidang sosial, budaya, dan ekonomi ini hubungan orang tua dan anak cenderung menjadi renggang karena lingungannya semakin luas dan kesibukan orang tua pun semakin tinggi. Hal ini

(16)

mengakibatkan perteman anak dengan orang tua semakin berkurang. Hal ini bisa berakibat pada kurangnya sikap hormat anak kepada orang tua.

Problemnya, ada orang tua yang tidak sadar dengan tangung jawab dan amanahnya.

Sejalan dengan itu, posisi keluarga sangat startegis dan menentukan pembentuan karakter sebuah generasi. Generasi yang baik pada umumnya lahir dari keluarga yang baik. Sebaliknya, dari keluarga yang rusak tidak banyak ndiharapkan munculnya generasi yang memiliki watak dan kepribadian yang baik dan bertanggung jawab pula.

Pendidikan Islam mula-mula diberikan di lingkungan keluarga karena keluarga adalah benteng utama tempat anak-anak diasuh dan dibesarkan serta merupakan lingkungan pertama bagi anak untuk memperoleh pendidikan. Segalah kelakuan dan tindakan orang-orang dewasa dalam keluarga sangatlah berpengaruh terhadap perkembagan prilaku anak itu sendiri. Pendidikan islam ini selanjutna diberikan di lingkungan, sehingga kehidupan beragama yang telah dibina dalam keluarga akan terus menerus berkesinambungan.

pendidikan Islam adalah usaha mengubah tingkah laku individu dilandasi oleh nilai-nilai islami dalam kehidupan pribadinya atau kehidupan masyarakatnya dan kehidupan dalam alam sekitar melalui proses kependidikan.

Pendidikan Islam adalah salah satu sarana untuk mengembangkan seluruh aspek kepribadian manusia yang berlangsung seumur hidup,

(17)

4

dan pelaksanaanya dimulai dari anak dilahirkan sampai akhir hayat, serta menjadi tanggung jawab bersama antar keluarga, masyarakat, dan pemerintah.

Menurut Abuddin Nata (2013:340) Pendidikan Islam adalah sebagai berikut:

upayah membimbing, mengarahkan, dan membina peserta didikan yang dilakukan secara sadar dan terencana agar terbina suatu kepribadian yang utama sesuai dengan nilai-nilai ajaran islam.

Mengingat pentingnya keselamatan anak dalam keluarga, maka keselamatannya harus didahulukan daripada keselamatan masyarakat, karena keselamatan masyarakat pada hakikatnya bertumpu pada keselamatan keluarga sebagaimana dalam Al-Qur‟an surat 26 (Asy Syuaraa) ayat 214 :

Terjemahnya:

“Dan berilah peringatakan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat”(

Kemenag RI 2012:377)

Secara mendasar, pendidikan anak merupakan tanggung jawab orang tua. Hal itu merupakan rahmat yang telah diamanatkan Allah SWT, kepada setiap orang tua dan mereka tidak bisa menghindari tanggung jawab itu, karena telah menjadi amaat Allah yang dibebankan kepada kita.

Pendidikan dalam keluarga sebenarnya adalah jembatan untuk

meneruskan kepada jenjang pendidikan yang lebih, meskipun pendidikan dalam keluarga bukanlah pendidikan formal. Ada baiknya jika yang

(18)

diutamakan yang diajarkan dalam keluarga adalah pendidikan agama dalam hal ini pendidikan akhlak. Karena semua agama pasti mengajarkan kebaikan kepada penganutnya.

Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas maka pendidikan akhlak merupakan salah satu bagian pendidikan dalam islam yang sangat diperlukan terutama pendidikan dalam keluarga karna pendidikan lingkungan keluarga mempunyai pengaruh yang sangat penting dalam pembentukan kepribadian anak. Oleh karena itu , penulis memilih judul,”

PENGARUH PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KELUARGA TERHADAP KEPRIBADIAN REMAJA DI DUSUN SERREN KECAMATAN MALUA KABUPATEN ENREKANG.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimanakah Konsep pendidikan akhlak dalam keluarga di Dusun Serren Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang?

2. Bagaimana kepribadian remaja di Dusun Serren Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang?

3. Bagaimana pengaruh pendidikan akhlak dalm keluarga terhadap Kepribadian Remaja di Dusun Serren Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang ?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh titik terang mengenai pendidikan akhlak dalam keluarga terhadap kepribadian

(19)

6

remaja. Perumusan masalah di atas bertujuan untuk memperoleh mengetahui tentang :

1. Konsep pendidikan akhlak dalam keluarga di Dusun Serren Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang.

2. Kepribadian remaja di Dusun Serren Kecamatan Malua Kaupaten Enrekang

3. Pengaruh pendidikan akhlak dalam keluarga terhadap Kepribadian Remaja di Dusun Serren Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang

D. Mamfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis

Dengan hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan dan informasi (literature)dalam usaha meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di dalam keluarga terutama pada orang tua dalam mendidik anak-anaknya agar tercipta generasi yang berkepribadian yang baik sesuai pendidikan islam.

2. Manfaat Prakrtis

a. Bagi orang tua yaitu dapat menambah wawasan pengetahuan bagi orangtua dalam mendidik anaknya.dimana keluarga (orang tua) akan mengetahui tanggung jawab dan peranan penting dalam membentukm kepribadian anak.

(20)

b. Bagi anak (remaja) yaitu anak sebagai subyek langsung dari penelitian ini,yang langsung menerima pendidikan dari keluarga.

c. Bagi peneliti yaitu menambah wawasan pengetahuan peneliti berkenan dengan masalah pendidikan akhlak dalam keluarga.

(21)

8 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pendidikan Akhlak Dalam Keluarga 1. Pengertian pendidikan

Pendidikan dalam arti teoritis filosofis adalah pemikiran manusia terhadap masalah-masalah kependidikan untuk memecahkan dan menyusun teori-teori baru dengan mendasarkan pada pemikiran normatif,spekulatif,rasional empiric nasional filosofis, maupun historis filosofik.

Pendidikan adalah segala situasi hidup yang memengaruhi pertumbuhan individu sebagai pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepajang hidup.

Menurut Anas Salahuddin (2013:94) pendidikan adalah sebagai berikut:

usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai- nilai masyarakat dan kebudayaannya.

Pendidikan diposisikan dan diperankan secara sentral didalam kehidupan bermasyarak dengan suatu system ’linier’ ,dan berproses secara berkesinambung. Penyelenggaraan pendidikan bertujuan untuk menumbuh-kembangkan segala potensi individual manusia agar kehidupan berlangsung dan berkembang sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan. Jadi,dengan pemberdayaan triparti pendidikan, setiap individu dikemudian hari mampu memerankan tanggung jawab pendidikan secara benar, kreatif, dan berkeadilan, sehingga kehidupan

(22)

masyarakat menjadi semakin tumbuh dan berkembang menurut prinsif- prinsif nilai cultural manusiawi. Sebagai mana firman Allah dalam Q.S Al-Mujadalah ayat 11































































Terjemahnya:

“Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, berlapang-lapanglah dalam majelis, maka lapangkanlah,niscayah Allah akan memberikan kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan oranh-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan bebarapa derajat, dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Kemenag RI 2009:543).

2. Pengertian akhlak

Menurut Rosihon A( 2008:205) “akhlak” berasa dari bahasa arab

“khuluq”, jamaknya “khuluqun”, menurut lughat diartikan sebagai budi pekerti, peragai, tingkah laku, atau tabiat. Kata “akhlak” ini lebih luas artinya daripada moral dan etika yang sering dipakai dalam kamus bahasa Indonesia sebab “akhlak” meliputi segi-segi kejiwaan dari tingkah laku lahiriah dan batiniah seseorang.

(23)

10

Kata ”akhlak” mengandung segi-segi persesuaian dengan perkataan

“khalqun” yang berarti kejadian serta eratb hubungannya denagn khaliq yang berarti pencipta, dan makhluk yang berarti yang diciptakan.

Perumusan pengertian akhlak timbul sebagai media yang memungkinkan adanya hubungan baik antara khaliq dengan makhluq dan antar makhluq dengan makhluq

Akhlak adalah sikap yang melahirkan perbuatan dan tingkah laku manusia.Akhlak menempati posisi yang sangat penting dalam islamia dengan takwa, yang akan dibicarakan nanti, bercabang dan berdaun syariah. Pentingnya kedudukan akhlak , dapat dilihat dari berbagai sunnah qaulyiah (sunnah dalam bentuk perkataan) rasulullah.

Perkataan tersebut dipetik dari kalimat yang tercantum dalam Q.S.Al-Qalam:4











Terjamahnya:

“Dan sesungguhnya engkau (ya Muhammad) mempunyai budi pekerti yang baik.” (Kemenag RI 2009:564)

Demikian juga hadist Nabi saw,

َة َرْي َرُه ْىِبَا ْنَع َع ُالله ىَّلَص ِالله ُل ْوُسَر َلاَق : َلاَق ُهْنَع ُالله َي ِضَر

هْيَل :مّلَس َو

ق َلَ ْخَ ْلِا َحِلاَص َمِّمَتُ ِلِ ُتْثِعُب اَمَّنِإ

ى ِراَخُبْلا ُها َوَر(

)

Artinya:

(24)

“Abu Huraira r.a berkata: Rasulullah saw. Bersabda: Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan peragai (budi pekerti) yang mulia.(

Shahih Bukhari, 2004)

Akhlak secara terminologis menurut Al-Ghazali dalam Abudin Nata (2002:4) mengatakan bahwa akhlak : “sifat yang tertanam (terpatri) dalam jiwa yang darinya menimbulkan perbuatan-perbuatan yang gampang dan mudah tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbngan (perenungan)

a. Akhlak terbagi atas dua bagian antara lain:

1) Akhlak al-mahmudah (akhlak terpuji)

Akhlak terpuji merupakan salah satu tanda kesempurnaan iman, tanda tersebut dimanifestasikan dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan ajaran-ajaran yang terandung dalam alqur‟an dan hadist. misalnya tawakkal atau berserah diri kepada allah swt.

Allah berfirman dalam Q.S Al-Imran ayat 159































































Terjemahya:

“maka disebabkan rahmat dari allah-lah kamu berlaku lemah lembut kepada mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkan

(25)

12

lah mereka; mohonkanlah ampun kepada mereka, dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabil kamu telah membulatkan tekad, maka bertakwalah kepada Allah.

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada- Nya. (Kemenag RI.2009:71)

Nabi shallallahu „alaihi wasallam telah menjelaskan betapa beratnya nilai timbangan akhlaq mulia di akhirat kelak jika dibandingkan dengan seluruh amalan. Beliau bersabda:

Hadis Rasulullah SAW. Menyatakan

َق ُهْنَع ُالله َي ِض َر َة َرْي َرُه ْىِبَا ْنَع ُهلَص ِالله ُل ْوُس َر لاَق : َلا

َج َرَد ِهِب ُغُلْبَيَل ِقُلُخْلا ِنْسُح َبِحاَص َّنِإ َو ِقُلُخْلا ِنْسُح ْنِم ُلَقْثَأ ِناَزيِمْلا يِف ُعَضوُي ٍء ْيَش ْنِم اَم َة

لَ َّصلا َو ِبِحاَص ِم ْوَّصلا

( )

Artinya:

“Abu Huraira r.a. berkata: Rsulullah saw. Bersabda: Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat timbangannya dari akhlaq mulia ketika diletakkan di atas mizan (timbangan amal) dan sungguh pemilik akhlaq mulia akan mencapai derajat orang yang mengerjakan puasa dan shalat.” (HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah No. 876)

2) Akhlak mamdudah (akhlak tercela)

Akhlak tercela adalah suatu sikap atau perbuatan yang dilakukan manusia yang membawa pada kehancuran dirinya, yang tentu saja bertentangan dengan fitrahnya untuk selalu mengarah kepada kebaikan.

Hadist rasulullah saw yang berbunyi

(26)

.ِثْيِد َحْلا ُبَذْكَأ َّنَّظلا َّنِإَف ، ِّنَّظلا َو ْمُكاَّيِإ :َلاَق م.ص ِالله َل ْوُس َر َّنَأ : ض.ر َةَرْي َرُه يِبَأ ُثْيِدَح َلا َو

ا ْوُن ْوُك َو ،ا ْوُرَباَدَت َلا َو ،ا ْوُضَغاَبَت َلا َو ،ا ْوُدَسا َحَت َلا َو ،ا ْوُش َجاَنَت َلا َو ،ا ْوُسَّس َجَت َلا َو ،ا ْوُسَّس َحَت .اًنا َو ْخِإ ِالله َداَبِع

مِلْسُم َو ى ِراَخُبْلا ُها َوَر(

)

Artinya:

”Abu Hurairah r.a. berkata : Rasulullah saw. Bersabda : Berhati-hatilah kalian dari sangka-sangka, sebab sangka itu sedusta-dusta cerita (berita), dan jangan menyelidiki, dan jangan memata-matai (mengamati) hal orang, dan jangan menawar untuk menjerumuskan orang lain, dan jangan hasud menghasud, dan jangan benci membenci dan jangan belakang membelakangi dan jadilah kalian sebagai hamba Allah itu bersaudara. (Shahih Bukhari, 2004)

Manusia memang diberikan dua jalan yakni jalan yang baik (takwa) dan jlan yang buruk (fujur). Keduanya menjadi potensi di dalam diri manusia sejak awal penciptaan manuasia. Firman Allah dalam Q.S Al- Balad ayat 10







Terjemahnya:

“Dan kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.(Kemenag RI.

2009:594).

Akan tetapi kedua potensi itu ada dalam diri manusia tetap saja ditemukan isyarat dalam al-qur‟an bahwa kebajikan lebih dahulu menghiasi jiwa manusia daripada kejahatan, dan bahwa manusia pada dasarnya lebih cenderung pada kebaikan. Sebagai mana yang digambarkan dalam Q.S Taha ayat 21

















Terjemahnya:

(27)

14

Allah berfirnan: ”penganglah ia dan jangan takut, kami akan mengembalikan kepada keadaannya semula.” (Kemenag RI. 2009:313)

3. Pengertian pendidikan akhlak dalam keluarga

Pendidikan akhlak dalam keluarga adalah pendidikan yang mengenai dasar-dasar akhlak (moral) dan keutamaan perangai, perilaku, dan sikap yang harus dimiliki dan di jadikan kebiasan oleh anak hingga ia menjadi seorang yang dewasa sebagai bekal dalam mengarungi kehidupan.Sebagai mana Muhammad saw. Bersabda :

دبع نب هلادبع ِالله ُل ْوُس َر لاَق : َلاَق ُهْنَع ُالله َي ِض َر

مَّلَس َو ِهْيَلَع ُالله ىَّلَص

لَضْفَأ ٍبَدَأ ْنِم ٍنَسَح

ََ اًدَل َو دِلا َو َلَحَن ما ( )

“Abdullah Bun Abbas r.a. berkata: Rsulullah saw. Bersabda:tidak ada suatu pemberian yang diberikan oleh seorang ayah kepada anaknya yang lebih utama dari pada pemberian budi pekerti yang baik (akhlak mulia).” (HR. At-Tirmidzi). (shahih sunan at tirmidzi).

4. Tanggung jawab keluarga dalam pendidikan akhlak

a. Sejak anak masih kecil didik untuk berkata jujur, amanah, istiqamah, tidak mudah mengeluh.

b. Menanamkan pada anak sikap untuk mampu memberikan mamfaat kepada orang lain, menghargai yang lebih tua, tidak boleh menyakiti dengan cara apapun, dan mencintai orang lain.

c. Mengajarkan anak mengenai perihal menjaga lisan dari perkataan- perkataan yang kotor dan keji.

(28)

d. Mengajarkan kepada anak agar melakukan kebiasaan yang tidak bertentangan dengan norma agama,,dan mencegah sesuatu yang akan merendahkan kehormatan dan harga dirinya.

e. Menanamkan perasaan kasih sayang, lemah lembut,berbuat baik pada anak yatim, fakir miskin, dan orang-orang yang terkena musibah.

5. Tujuan pendidikan akhlak

Tujuan utama pendidikan akhlak adalah agar manusia berada dalam kebenaran dan senantiasa berada dijalan yang lurus (al-shirat al- mustaqim), yakni jalan yang telah digariskan oleh Allah. Sebagaimana firman Allah dalam Q.S Al-fatihah ayat 7





















Terjemahnya:

“(yaitu) jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”(Kemenag RI.2009:1).

Tujuan pokok pendidikan akhlak yaitu akhlak yang mulia seperti melakukan hal-hal sebagai berikut :

a. Mencintai orang lain sebagaimana mencintai dirinya sendiri. Hal ini dapat mencerminkan lewat perkataan dan perbuatan

b. Bersikap toleran (tasamuh) dan memberikan kemudahan kepada sesame dalam semua urusan dan transaksi.

c. Menunaikan hak-hak keluarga,kerabat, dan tetangga, tanpa harus diminta terlebih dahulu.

(29)

16

d. Menghindarkan diri dari sikap-sikap tamak (rakus), elit, dan semua sifat tercela lainnya.

e. Tidak memutuskan silaturahmi dengan sesama f. Berusaha menghiasi dirinya dengan sifat-sifat terpuji.

B. Kepribadian Remaja 1. Pengertian kepribadian

Menurut Mahfuszh,2011 pada fase perkembangan anak dari usia enam tahun sampai usia dua belas tahun disebut paripurnah anak.

Pada usia ini keteladanna dari orang tua dan guru memberikan pengaruh yang lebih besar dari pada omelan dan nasehat,”

keteladanna merupakan metode yang influinitif keberhasilannya dalam membentuk moral spiritual dan social anak.” Dengan demikian keteladanan dalam proses pembinaan kepribadian anak sangat di perlukan.

stilah kepribadian merupakan terjeman dari bahasa inggris

“personality” sedanglan istilah personality secara etimologis berasal dari bahasa latin “person” (kedok) dan “personare” (menembus.

Sedangkan kepribadian secara terminologis merupakan system yang dinamis dari sifat , sikap dan kebiasaan yang menghasilkan tingkat konsisten respons individu yang beragam (pikunas, 1976)

Menurut Gordon W. Allport mengemukakan bahwa kepribadian adalah sebagai berikut:

(30)

organisasi dinamis dalam diri individu sebagai system individu sebagai psikofisis terhadap lingkungan Organ tubuh.

Sebagimana Hadis Rasulullah Saw:

ٍد ْوُل ْوَم ُّلُك : َمَّلَس َو ِهْيَلَع ُالله ىَّلَص ِالله ُل ْوُس َر َلاَق : َلاَق ُهْنَع ُالله َي ِض َر َة َرْي َرُه ْىِبَا ْنَع ُي ْوَا ِهِناَد ِّوَهُي ِة َرْطِفْلا ىَلَع ُدَل ْوُي هِنَس ِّجَمُي ُها َوَبَاَف ْوَا ِهِن َرِّصَن

) مِلْسُم َو ى ِراَخُبْلا ُها َوَر(

Artinya:

“setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (tauhidullah), maka pengaruh orangtuanyalah dia menjadi yahudi, nasrani, atau majusi.”

(H.R. Bukhari) (Shahih Bukhari, 2004) Allah berfirman dalam Q.S Al-Rum ayat 22





























Terjemahnya:

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu.

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda- tanda bagi orang-orang yang mengetahui”. (Kemenag RI. 2009:406)

2. Pengertian Remaja

Remaja berasl dari kata latin adolescere yang berarti Remaja yang berarti “tumbuh” atau “tumbuh menjadi dewasa”.

Dalam baghasa ingris,murahaqoh adalah adolescence yang berarti at- tadarruj yang berati berangsur-angsur. Jadi artinya berangsur-angsur

(31)

18

menuju kematangan secara fisik, akal, kejiwaan, dan sosial serta emosional.

Dalam Islam, secara etimologi, kalimat remaja berasal dari murahaqoh atau raahaqo yang berarti al-iqtirab (dekat). Secara terminologi, berarti mendekatkan kematangan secara fisik, akal, dan jiwa serta sosial.

Menurut Muhammad Al-Miqhwar (2006:56) masa remaja adalah sebagai berikut :

usia saat individu berinteraksi dengan masyarakat dewasa, usia saat anak tidak lagi merasa di bawah tingkah orang-orang yang lebih tua, melainkan berada dalam tingkatan yang sama.

Remaja merupakan masa perkembangan sikap tergantung (dependence) terhadap orang tua kearah kemandirian (independence), minat-minat seksual, perenungan diri, dan perhatian terhadap nilai- nialia ekstetika dan isu-isu moral.

Jalaluddin (1996) berpendapat bahwa usia remaja hampir disepakati oleh ahli jiwa ialah antara 13 sampai 21 tahun. Jika kita tinjau dari segi psikologi,maka batas usia remaja lebih bayak bergantung kepada keadaan masyarakat dimana remaja itu berada.

Dalam proses penyesuaian diri menuju kedewasaan, ada tiga tahap perkembangan remaja:

a. Remaja awal 12-15 tahun (early adolescence)

Seorang remaja pada tahap ini masih terheran-heran akan perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuhnya sendiri dan dorongan-dorongan yang menyertai perubahan-perubahan itu

(32)

b. Remaja madya 15-18 tahun (middle adolescence)

Pada tahap ini remaja sangat membutuhkan kawan-kawan.ia senang kalau banyak teman yang menyukainya.

c. Remaja akhir 19-22 tahun (late adolescence)

Tahap ini masa konsolidasi menuju periode dewasa ditanndai dengan pencapaian beberapa hal,yaitu:

a) Minat yang makin mantap terhadap fungsi-fungsi intelek

b) Egonya mencari kesempatan untuk bersatu dengan orang- orang lain dan dalam pengalaman-pengalaman baru

c) Terbentuk identitas seksual yang tidak akan berubah lagi.

3. Perkembangan kepribadian remaja

a. Perkembangan kepribadian remaja awal

Pribadi berkembang sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan dalam segala aspeknya, baik biologis, psikologis maupun sosiologis. Kepribadian merupakan bentuk dari faktor internal, seperti pembawaan yang melekat pada organism dan citra diri dan faktor eksternal, seperti pengaruh lingungan, khususnya lingkungan sosial. Karena kualitas dan kuantitas kedua faktor yang mempengaruhi ini ber beda-beda, kepribadian seseorang pun, termasuk remaja awal menjadi unik

b. Perkembangan kepribadian remaja akhir

(33)

20

Sebagaimana halnya remaja awal, kepribadian remaja akhir juga dipengaruhi oleh faktor internal, terutama citra diri dan rasa percaya diri , dan faktor eksternal, terutama lingkungan social

4. Ciri-ciri masa remaja

a. Masa remaja sebagai masa yang penting

Kendati semua periode dalam rentang kehidupan adalah penting, namun kadar kepentingannya berbeda-beda.

b. Masa remaja sebagai periode peralihan

Peralihan tidak berarti terputus atau berubah dari apa yang terlah terjadi sebelumnya,tetapi sebuah peralihan dari tahap perkembangan sebelumna ke tahap berikutnya.

c. Masa remaja sebagai periode perubahan

Tingkat perubahan dalam sikap dan prilaku selama masa remaja sejajar dengan tingkat perubahan fisik.

d. Masa remaja sebagaimasa mencari identitas

Sepanjang usia geng pada akhir masa anak-anak, penyesuain diri dengan standar kelompok adalah jauh lebih penting bagi anak yang lebih besar dari pada individualitas

e. Masa remaja sebagai ambang masa dewasa

(34)

Dengan semakin mendekatnya usia kematngan yang sah, para remaja menjadi gelisah untuk meninggalkan stereotip belasan tahun dan untuk memberian kesan bahwa mereka sudah hamper dewasa.

C. Pengaruh Pendidikan Akhlak dalam Keluarga terhadap Kepribadian Remaja

a. Pengertian keluarga

Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga.

Kulawarga yang berarti anggota, kelompok, kerabat. Keluarga merupakan lingkungan dimana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu.pengertian keluarga menurut beberapa ahli antara lain:

Komrowi Buhori (1990) Keluarga merupakan dasar pembentukna dasar utama struktur social yang lebih luas, dalam pengertian bahwa lembaga-lembaga lainya tergantung pada eksitensinya, peran ntingka laku yang dipelajari merupakan contoh tingka lau dalam masyarakat.

Pengertian-pengertian lainnya sebagai berikut : 1. Keluarga adalah yang meliputi orangtua dan anak

2. Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang terdiri atas ayah, ibu, anak-anak, dan kerabat lainya.

(35)

22

3. Keluarga merupakan lingkungan pertama paling utama bagi anak oleh karena itu kedudukan keluarga dalam pengembangan kepribadian anak sangatlah dominan.

4. Menurut Mahmud keluarga adalah suatu system sosial yang terdiri dari subsistem yang berhubungan dan saling mempengaruhi satu sama lain.

Adapun ciri-ciri keluarga menurut Lawang antara lain:

a. Para anggota dari satu keluarga hidup bersama-sama dalam suatu rumah tangga dan membentu rumah tanga lagi.

b. Keluaraga terdiri dari sejumlah orang yang diikat oleh ikatan perkawinan.

c. Keluarga mempertahankan suatu kebudayaan bersama yang sebagian besar dari keluarga umum yang lebih luas.

d. Didalam rumah tangga berlangsung interaksi, komunikasi dan memainkan peranannya masing-masing.

b. Pentingnya pendidikan akhlak dalam keluarga

Sebagai mana yang kita ketahui bahwa keluarga merupakan unit terkenal yang perananyan sangat besar. Peranannya yang sangat besar ini di sebabkan, oleh karena keluarga mempunyai fungsi yang angat penting di dalam kelangsungan kehidupan bermasyarakat,seperti rasa saling menghargai dan menghormayi antar sesama manusia.Sebagai mana firman Allah dalam Q.S.Lukman: 18





















(36)















Terjemahnya.:

“janganlah kamu memalingkan mukamu terhadap manusia (karena mengaggap rendah) dan janganlah engkau berjalan dimuka bumi dengan sombong.” (Kemenag RI. 2009:412).

Dalam Q.S Taha Ayat 132



























Terjemahnya:

“dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya.kami tidak akan meminta rezki kepadamu, kamilah yang memberian rezki kepadamu dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.” (Kemenag RI. 2009:321)

Keluarga yang bahagia merupakan suatu hal yang sangat penting bagi perkembangan emosi para anggotanya (terutama anak).kebahagian ini dapat diperoleh apabila keluarga dapat memerankan fungsinya secara baik.

c. Peran dan fungsi keluarga

Peran orangtua dalam keluarga sangat penting dalam menjalankan fungsi sosialisasi pada anak. Orang tua harusbekerja sama secara baik agar anak dapat mencontohnya, karena anak merupakan mesin perekam yang cukup baia karena masih dakam tahap perkembagan.

(37)

24

Anne Ahira mengemukakan peran orang tua adalah:

a. Sebagai orang tua: mereka membesarkan, merawat, memelihara, dan memberikan anak kesempatan untuk berkembang.

b. Sebagai guru :pertama mengajar etangkasan motorik, keterampilan melalui latihan-latihan. Kedua adalah mengajar peraturan-peraturan tata cara keluarga, dan tatanan lingkunagan bermasyarakat

c. Sebagai tokoh teladan: orang tua sebagai tokoh yang ditiru pola tingkah lakunya, cara berekspresi, cara berbicara..

d. Sebagai pengawas: orang tua sangat memperhatikan, mengamati, kelakuan,tingka laku anak.

Dilihat dari sudut pandang sosiologis,fungsi keluarga dapat diklarifikasian kedalam fungsi-fungsi berikut:

1. Fungsi biologis

Keluarga dipandang sebagai pranata sosial yang memberikan legalitas, kesempatan dan kemudahan bagi para anggotanya kebutuhan ini meliputi (a) pangan,sandang, dan papan, (b) hubungsn seksual suami dan istri. Dalam memenuhi kebubutuhan nilai pangan sangat di utamakan, karena dalam agama dikemukakan bahwa

َمَّلَس َو ِهْيَلَع ُالله ىَّلَص ِالله ُل ْوُس َر َلاَق : َلاَق ُهْنَع ُالله َي ِض َر َة َرْي َرُه ْىِبَا ْن ع هِب ىَل ْوَأ ُراَّنلاَف ِت ْحُّسلا َنِم ُهُم ْحَل َتَبَن ْنَم

( ( )

Artiny:

(38)

“Abu Huraira r.a. berkata: Rsulullah saw. Bersabda :setiap yang tumbuh dari yang haram maka neraka lebih utama baginya.” (H.R.

Turmidzi) (Imam Az-Zabidi, 2002).

2. Fungsi ekonomis

Keluarga (dalam hal in ayah) mempunyai kewajiban intuk menafkakan anggota keluarganya (istri dan anak) . dalam surah Al- baqarah :233











































. . .



Terjemahnya:

“Para ibu hendaklam menyusukan anak-anaknya selam adua tahun penuh,yaitu bagi yang ingin meyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberikan makanan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma‟ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupanny”.(Kemenag RI.2009:37)

3. Fungsi pendidikan

Keluarga merupakan lingkungsn pendidikan pertama dan utama bagi anak. Pendidikan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga dan memberikan keyakinan agama, nilai budaya ,nilai moral, dan keterampilan.Firman Allah dalamQ.S Luqman 17











(39)

26



























Terjemahnya:

“Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka ) dari perbuatan yang mungkar dan bersabar terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang dmikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan ( oleh allah)”. (Kemenag RI.2009:412)

Dan firman allah dalam surat al-baqarah ayat 132.



































Terjemahnya :

“dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian ya‟qub, (Ibrahim berkata): „hai anak-anak ku. Sesungguhnya allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama islam.”(Kemenag RI.2009:20).

4. Fungsi sosialisasi

Keluarga merupakan buaian atau penyemuaian bagi masyarakat masa depan, dan lingkungan keluarga merupakan faktor penentu ( determinant factor) yang sangat mempengaruhi kualitas generasi yang akan datang.

5. Fungsi perlindungan

Keluarga berfungsi sebagai perlindungan bagi para anggota keluarganya dari gangguan, ancaman atau kondisi yang menimbulkan ketidaknyamanan ( fisik-psikologis)para anggotanya.

(40)

6. Fungsi rekreatif

Keluarga harus diciptakan sebagai lingungan yang memberikan kenyamanan, keceriaan, kehangatan dan penuh semangat bagi anggotanya.

7. Fungsi agama

Keluarga berfungsi sebagai penanaman agama kepada anak agar mereka memiliki pedoman hidup yang benar.Dalam Al-Qur‟an surat At- Tahrim: 6















































Terjemahnya:

“hai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari siksaan api neraka.” (Kemenag RI. 2009:560).

Dari berbagai fungsi keluarga yang telah di uraikan tersebut, penulis dapat menyimpulkan bahwa pendidikan dalam keluarga sangat berpengaruh terhadap anak. setiap orang tua memiliki tanggung jawab yang besar dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik, karena sangat berpengaruh sekali kepada anak apabila ia tidak menjalankan tugasnya sebagai kepala keluarga dalam rangka memmelihara dan membesarkan anaknya, melindungi dan menjamin keselamatan baik

(41)

28

jasmani maupun rohani, dari berbagai gangguan penyakit dan dari penyelewengan kehidupan dari tujuan hidup yang sesuai dangan filsafat hidup dan agama yang dianutnya. Member pengajaran dalam arti luas sehingga anak memperoleh peluang untuk memiliki pengetahuan dan kecakapan seluas dan setinggi mungkin yang dapat dicapainya. Membahagiakan anak, baik didunia maupun akhirat, sesuai dengan pandangan dan tujuan hidup muslim.

d. Struktur keluarga

Keluarga sebagai lembaga ditandai dengan norma ntertentu yang menenpatkan setiap individu dalam keluarga kedalam suatu struktur dan funfsi tertentu. Diman struktur dan fungsi merupakan cirri utama dari suatu lembaga untuk dapat digolongkan sebagai suatu lembaga sosialisasi.

Apabila ditinjau dari struktur keluarga, keluarga hampir sama dengan semua lembaga yang lain dimana keluarga adalah suatu system norma dan tata cara yang diterima untuk menyelesaikan tugas penting. Oleh sebab itu penguraian dari struktur keluarga adalah keluarga iru suatu kelompok kekerabatan yang disatukan oleh dara atau perkawinan, satu orang dengan beberapa orang anak. Keluarga berbentuk kelompok yang mempunyai anak, pasangan perkawinan denagan atau tanpa anak.

(42)
(43)

29 BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatf kemudian penelitian di analisis dengan analisis deskriptif kuantitatif, yaitu memberikan gambaran tentang pengaruh pendidikan akhlak dalam keluarga terhadap kepribadian remaja.

B. Lokasi dan Objek Penelitian

Penelitian ini mengambil lokasi di dusun serren kecamatan malua kabupaten enrekang sebagai responden dalam penelitian ini.

Alasan memilih lokasi ini melihat kurangnya pengaruh pendidikan akhlak dalam keluarga terhadap kepribadian remaja. Penunjukan lokasi ini dilakukan secara langsung. Penempatan lokasi penelitian berdasarkan pokok permasalahan pada pengaruh pendidikan akhlak dalam keluarga terhadap kepribadian remaja di dusun serren

Objek Penelitian adalah orangtua dan anak di dusun serren kecamatan malua kabupaten enrekang.

C. Variabel Penelitian

Menurut Sugiyono (2015:21) bahwa variabel adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang ,obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

(44)

Berdasarkan teori tersebut, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa dalam penelitian ini terdapa dua variabel antar lain:

a. Pengaruh pendidikan akhlak dalam keluarga yaitu variabel bebas (yang mempengaruhi)

b. Kepribadian remaja yaitu variabel terikat ( yang dipengaruhi).

D. Defenisi Operasional Variabel

Untuk menghindari adanya kesalahan dalam mengartikan makna variabel penelitian ini, maka berikut ini akan dijelaskan defenisi operasional variabel penelitian ini.

a. Pengaruh pendidikan akhlak dalam keluarga diartikan sebagai dampak orang tua dalam keluarga dalam mendidik, membimbing, mengajar anak–anaknya agar dapat menjadi anak yang memiliki karakter yang dilandasi nilai-nilai islami.

b. Kepribadaian remaja diartikan sebagai system yang dinamis dari sifat, sikap, dan kebiasaan yang menghasilkan tingkat konsistensi respons individu yang beragam seperti fisik, seksual, emosional, social, kongnitif, dan nilai-nilai.

Jadi, kesimpulan dari dua variabel diatas bahwa untuk menciptakan anak yang memiliki kepribadian yang baik maka orang tua harus memperhatikan tanggung jawab dan kewajibannya terhadap anak seperti membimbing, mendidik, dan mengajarkan nilai-nilai islami agar apa yang diharapan bisa tercapai.

(45)

31

E. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Untuk lebih jelasnya penulis mengemukakan beberapa rumusan tentang pengertian populasi menurut para ahli:

a. Menurut sugiyono (2002:55) populasi adalah keseluruhan obyek yang akan diteliti baik berupa benda ,kejadian ,nilai, maupun hal-hal yang terjadi .

b. Menurut Suharsimi Arikunto (2007:102) populasi adalah keseluruhan gejala-gejala,peristiwa, atau fakta-fata yang menjadi obyek penelitian apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada diwilayah penelitian itu, merupakan penelitian populasi.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas menurut para ahli tentang populasi maka penulis dapat menyimpulkan bahwa populasi adalah keseluruhan obyek peneliti yang ada dalam suatu wilayah.

Adapun populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah Orangtua dan Remaja didusun serren kecamatan malua kabupaten enrekang.

(46)

Tabel I

Keadaan Populasi No.

Orang Tua Dan Remaja

Jenis Kelamin

Jumlah Laki-Laki Perempuan

1. Orangtua 77 63 140

2. Remaja 9 10 19

Jumlah 86 73 159

Sumber Data = Kantor Desa buntu batuan, 02 januari 2016

1. Sampel .

a. Menurut sugiyono sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.

b. Menurut Sutrisno Hadi (1998:194) sampel adalah sebagian individu yang diselidiki dari keseluruhan individu penelitian.

Dari defenisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sampel adalah sebagian atau wakil dari jumlah populasi yang menjadi obyek penelitian.

Hal ini sesuai dengan pandangan suharsimi Arikunto (1998: 120) bahwa bila subyek kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi, selanjutnya jika subyeknya besar, dapat dimbil antara 10%-15% atau 20%-25% atau lebih. Merujuk pada pendapat pakar diatas dalam penentuan besarnya sampel, maka penulis dalam hal ini mengambil sampel sebanyak 10% dari jumlah populasi sebagaimana teori

(47)

33

Suharsimi Arikunto. Jadi, Berdasarkan pendapat di atas, dengan jumlah populasi 159 orang maka, 10% dari 159 adalah 16 orang .

Teknik yang digunakan dalam penarikan sampel adalah Random sampling yaitu, pengambilan wakil atau penentuan sampel yang dilakukan dengan cara mencampur secara acak, sehingga responden dianggap sama. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut

Tabel II Keadaan Sampel No.

Orang Tua Dan Remaja

Jenis kelamin

Jumlah Laki- laki Perempuan

1. Orangtua 3 3 6

2. Remaja 5 5 10

Jumlah 8 8 16

F. Instrumen Penelitian

Menurut Suharsimi Arikunto (2006) instrument penelitin adalah alat atau fasilitas yang yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaanna lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkapdan sistematis sehinggah lebih mudah mendapatkan informasi datauntuk memudahkan peneliti dalam mengumpulkan data, maka peneliti menggunakan beberapa instrument pengumpulan data yang terdiri dari:

(48)

a. Pedoman observasi

Menurut Sugiyono (2015:203) pedoman observasi adalah pengamatan dann pencatatan terhadap obyek penelitian secara langsung yang ada hubungannya dengan penelitian.

Penulis menyimpulkan observasi adalah teknik yang dilakukan dengan cara pengamatan dan mencatat secara langsung untuk mendapatkan suatu data yang berhubungan dengan masala yang akan di teliti.

b. Pedoman wawancara

Menurut Esterberg dalam Sugiyono (2015:317) wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksasikan makna dalam suatu topik tersebut.

Penulis menyimpulkan bahwa wawancara adalah daftar pertanyaan dipergunakan untuk mendapatkan informasi berupa pendapat dari orang tua.

c. Pedoman angket

Menurut Sugiyono (2015:199) angket adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada respon untuk dijawabnya.

Penulis menyimpulkan bahwa angket adalah pertanyaan tertulis yang akan disebarkan pada responden yang secara logis dan berhubungan dengan masalah yang akan diteliti.

d. Catatan Dokumen

Menurut Arikunto (2006:158) dokumen adalah mengumpulkan data mengenai hal-hal berupa catatan,artikel, majallah, surat kabar dan sebagainya.

(49)

35

Penulis menyimpulkan catatan dokumen adalah data yang ada dilokasi yang berhubungan dengan apa yang aanditeliti baik berupa catatan maupun artikel dan sebagainya

G. Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu:

a. Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan kuesiner. Atau wawancara dan kuesioner selalu berkomunikasi dengan orang, maka observasi tida terbatas pada orang , tetapi juga obyek-obyek alam lainya.

b. Wawancara yaitu sebuah dialog yang dilakukan oleh peneliti apabila ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam.

c. Angket yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertayaan atau atau pernyataan kepada responden untuk dijawabnya.

d. Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.dokumentasi bias berbentuk tulisan, gambar, atau karya- karya monumental dari seseorang.

(50)

H. Teknik Analisis Data

Menurut Bogdan (dalam Sugiyono, 2014 : 244 ) menyatakan bahwa :

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah difahami, dan temuanya dapat diinformasikan kepada orang lain.

Dalam penyusunan proposal ini, penyusun menggunakan analisis deskriptif kualitatif dalam bentuk :

1. Metode induktif, yaitu tehnik analisis data dengan bertitik tolak dari suatu data yang bersifat khusus, kemudian dianalisis dan disimpulkan dengan bersifat umum.

2. Metode deduktif, yaitu suatu teknik analisis data yang bertitik tolak dari data yang bersifat umum kemudian dianalisis dan diambil kesimpulan yang bersifat khusus.

3. Data yang diperoleh dari hasil sebaran angket di analisis dengan rumus tabel sederhana ( rumus presentase).

F

P = X 100 % N

Keterangan :

F : Frekuensi yang sedang dicari presentasenya N : Jumlah frekuensi / banyaknya responden P : Angka presentase

(51)

37

37 BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. PROFIL UMUM DUSUN SERREN 1. Sejarah Berdirinya

Awal Berdirinya Dusun serren karena pada saat itu terdapat hutan tua yang sangat luas dan pepohonan yang besar dan daunnya yang lebat sehingga kelihatan angker. Setiap ada orang yang yang lewat di pinggir hutan ini merasa takut karena merasa bahwa hutan ini kelihatan angker atau bahasa kampungnya sirri. jadi pada saat itu ada beberapa orang yang mulai bermukim disitu memberi nama serren. Dan pada tahun 1964 setelah tentara jawa semua masyarakat dikumpulkan untuk mulai tinggal di serren karena pada saat itu semua masyarakat masing-masing memilih tinggal di kebun mereka. Ada yang tinggal di sikolong, tombang, parang tangga.

Setelah di kumpulkan , masyarakat terpecah kembali banyak yang memilih tinggal di kampung lain seperti dusun paredean dan dusun duri-duri. Masyarakat yang tinggal di serren memilih membentuk satu dusun yang namanya dusun serren sampai sekarang.

(52)

2. keadaan Umum Dusun Serren Tabel 3

Letak batas Desa/dusun keterangan

Sebelah utara Desa tallungngura Sebelah selatan Dusun paredean Sebelah barat Desa mekkala Sebelah timur Dusun duri-duri

Sumber Data : Kantor Desa Buntu Batuan

3. Pekerjaan Masyarakat

Tabel 4

pekerjaan persen

Petani 65%

Bidan 12%

Guru 23%

Sumber Data : Kantor Desa Buntu Batuan

(53)

39

4. Tingkat Pendidian Masyarakat

Tabel 5

Pendidikan Persen

Putus Sekolah 15%

SD 10%

SMP 15%

SMA 30%

D1 10%

S1 20%

Sumber Data : Kantor Desa Buntu Batuan

B. Konsep Pendidikan Akhlak dalam Keluarga Terhadap Kepribadian Remaja Di Dusun Serren Kec. Malua Kab. Enrekang

Keluarga adalah ikatan laki-laki dan wanta berdasarkan hokum atau undang-undang perkawinan yang sah. Di dalam keluarhga ini lahirlah anak.dan dalam keluarga pula terjadi interaksi pendidikan. Keluarga merupakan pendidik utama dan paling utama dalam pendidikan anak karena keluarga secara umum merupakan tempat dimana anak didik menghabiskan sebagian besar waktunya sehari-hari.

Anak lahir dalam keadaan fitrah. Keluarga dan lingkungan anaklah yang mempengaruhi dan membentuk kepribadian, priaku, dan

(54)

kecenderungan sesuai dengan bakat yang ada didalam dirinnya. Lebih jauh terkait penddidikan akhlak. Keluarga memengan peranan penting dalam pendidikan akhlak bagi anak-anak , sebagai inistitusi yang mula-mula sekali berinteraksi dengannya, oleh karena mereka mendapat pengaruh atas segalah tingkah lakunya. Seperti yang di jelaskan oleh Maltran ( Pak Imam) sebagai berikut :

“Keluarga harus mengajarkan nilai yang berpengang kepada akhlak seperti membimbing akan akhlak dalam bersikap, bertindak, dan berkomunikasi dengan baik semenjak kecil sebab manusia sesuai dengan hak asasinya menerima nasehat jika datangnya melaui rasa cinta dan kasih sayang, dan pasti akan menolaknya jika disertai dngan kekerasan.”( wawancara 15 juni 2016)

Salah satu metode yang tepat dalam membentuk akhlak anak adalah melalui keteladan karena anak lebih mudah memahami apa yang disampaikan dengan memperlihatkan contoh. Sebagai orangtua haru memberikan contoh seperti bagaimana bersikap, berbuat dan berkomunikasi yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua mengajarkan anak-anaknya dengan penuh kasih sayang. Sebab banya anak yang menolak jika disertai dengan kekerasan.

C. Kepribadian Remaja Di Dususn Serren Kec. Malau Kab. Enrekang

Kepribadian anak di Dusun Serren sesuai dengan hasil pengamatan peneliti sudah jauh dari nilai-nilai agama dan moral, pengaruh globalisasi

(55)

41

yang tidak dibarengi dengan pondasi agama yang kuat telah berdampak negatif bagi kehidupan masyarakat terutama di kalangan muda dan anak- anak. Pengaruhnya terhadap anak-anak sangat memprihatinkan sebab merusak sisi yang sangat penting dari sendi kehidupan yakni akhlak dan moralnya. Banyak anak muda kita kehilangan kepribadian dan jati diri sebagai umat Islam dan budaya seperti pada masyarakat Sulawesi pada umumnya . Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang. Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita.

Seperti yang dijelaskan Mutmainnah (Tokoh Masyarakat) Sebagai berikut :

“Perilaku anak dan remaja di dusun serren agak memprihatinkan karena sudah jauh dari nilai-nilai agama, seperti cara berbicara dan berprilaku yang kurang sopan kepada yang lebih tua, sering mengucapkan kata-kata kotor dan berbau porno, merokok dan minum minuman keras, hanya sebagian saja anak yang berprilaku yang baik namun itu bisa dikatakan sangat sedikit dibanding jumlah anak-anak dan remaja yang ada. (Wawancara 16 juni 2016).

Sidamin (Kepala Dusun) juga menjelaskan gambaran perilaku remaja di dusun serren sebagai berikut :

“Teknologi internet dan Televisi juga mempengaruhi karakter anak sebab teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari-hari. Jika digunakan dengan

Gambar

Tabel II  Keadaan Sampel   No.
Tabel  di  atas  menunjukan  bahwa  perilaku  anak  yang  tidak  sopan  70%  menjawab  ya
Tabel  di  atas  menunjukkan  bahwa  orangtua  menagajarka  agar  bergaul  dengan  baik  90%  menjawab  “ya”  dan  10%  menjawab   “kadang-kadang”.dapat disimpulkan bahwa kepedulian orang tua terhadap pergaulan  anak sangat diperhatikan

Referensi

Dokumen terkait

Dalam pendidikan, perhatian dari orang tua sangat dibutuhkan oleh siswa. Orang tua mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap pendidikan anaknya. Memberikan

Kurva Cadsvs t untuk penentuan waktu kontak optimum Berdasarkan kurva Cads terhadap t untuk penentuan waktu kontak optimum, dapat dilihat bahwa lamanya waktu kontak pada proses