1. Untuk memperoleh keyakinan bahwa Sistem Pengendalian Intern partai politik memadai;
Untuk memperoleh keyakinan tentang pemahaman sistem pengendalian intern yang memadai, sebelum dilakukan pelaksanaan audit fieldwork, terlebih dahulu akuntan akan mereview penerapan Sistem Pengendalian Intern. Cakupan review standar untuk evaluasi internal control untuk tiap organisasi sektor publik telah dijelaskan pada bab terdahulu. Pada bagian ini menjelaskan secara spesifik media Internal Control Questionaire untuk partai politik sebagai berikut :
Organisasi :
Internal control questionnaire Umum :
1. Apakah terdapat bagan organisasi dan job description dari Partai Politik yang cukup jelas?
2. Apakah terdapat Internal Audit atau sejenis Badan Pengawas? Jika ya:
Apakah terdapat laporan tertulisnya?
Apakah bertanggungjawab langsung kepada Ketua Parpol, Badan Pengawas Partai?
Apakah mempunyai staf yang memadai?
Apakah memiliki audit plan, audit program dan audit working paper atau kertas kerjan sejenisnya?
3. Jika Partai Politik memiliki Biro Pengawasan, apakah Biro tersebut telah memiliki Standar Kerja untuk semua aktivitas di Partai Politik atau mekanisme pemantauan yang terukur dengan jelas;
4. Apakah fungsi akuntansi terlepas dari fungsi :
• Pembelian/pengadaan peralatan pendidikan Kampanye atau sejenis lainnya
• Penerimaan Kader Partai
• Pembayaran Biaya-biaya kampanye
• Penyimpanan persediaan
5. Bila penyimpanan uang dan surat berharga bukan pemilik yang dapat dipercaya, apakah ada uang jaminan? Bila ya berapa besarnya?
6. Apakah tercegah kemungkinan kolusi antar karyawan Partai Politik yang mungkin merupakan keluarga?
7. Apakah karyawan Partai Politik atau yang menyimpan uang dan barang diberi hak cuti serta dijalankan rutin?
8. Apakah fungsi pembukuan digilir secara periodik?
9. Apakah akte pendirian Partai Politik sudah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman?
10. Apakah pengawasan terhadap unit-unit pelaksana teknis Partai Politik cukup efektif?
11. Apakah terdapat staf tertentu Partai Politik yang memperhatikan agar setiap asuransi (gedung, peralatan kampanye lainnya/ asuransi karyawan) selalu ditutup dengan cukup dan pada waktunya?
12. Apakah penilaian atas aktiva dilakukan secara rutin dan dapat diandalkan untuk menentukan jumlah yang harus diasuransikan?
13. Apakah setiap pinjaman uang harus disetujui Dewan Pengawas Partai Politik atau pejabat lainnya ?
14. Apakah syarat perjanjian kredit selalu mendapat perhatian secukupnya atau ada bagian yang memperhatikan pinjaman?
15. Apakah hasil rapat-rapat selalu dinotulenkan dan ditanda-tangani secara rapih, didistribusikan kepada peserta rapat, dikontrol follow up?
16. Apakah setiap kegiatan partai politik sudah teragendakan dalam program kerja tahunan partai, serta dilengkapi anggaran penerimaan dan pengeluarannya;
17. Apakah Partai politik menilai kinerja dari para partisipannya dari kemampuan fund raising nya, jelaskan mekanismenya;
18. Apakah setiap fund raising yang dilakukan, harus memenuhi peraturan per- undangan yang berlaku:
Siklus Kas dan Bank
1. Untuk setiap penerimaan kas/bank, Apakah Partai Politik menggunakan kuitansi bernomor urut cetak ? dan selalu teradministrasi secara baik, selalu terupdate?
2. Apakah penagih piutang (kolektor) atau orang yang membuka sampul pengiriman uang membuat daftar cek atau uang tunai yang diterima? Bila ya apakah Copynya diberikan ke bagian akuntansi, dan dicocokan dengan kuitansi?
3. Apakah hasil penerimaan uang dari transaksi apapun dalam Partai Politik disetorkan ke bank pada hari itu juga?
4. Apakah penyetoran dilakukan oleh pegawai yang bukan pemegang buku piutang?
5. Apakah bukti setoran dicocokan dengan kuitansi/invoice tunai oleh bagian akuntansi?
6. Apakah bukti setoran dicocokan dengan kuitansi /invoice tunai, memo debet dari bank oleh bagian akuntansi?
7. Apakah tugas kasir terpisah dari pembukuan piutang?
8. Jika organisasi menerima cek mundur, apakah : Hanya diberikan kuitansi sementara?
Disetorkan ke bank saat jatuh tempo
Memiliki pengadministrasikan cek mundur yang baik?
9. Apakah pengamanan untuk uang kas cukup memadai, misalnya ada brankas yang kuncinya dipegang oleh 2 (dua) orang yang berbeda?
10. Apakah penerimaan yang sifatnya rutin, direview secara berkala, sehingga jika terdapat kekurangannya, segera dibuatkan catatan dan diinvestigasi?
11. Jika memiliki kas kecil, bagaimana pengelolaanya, apakah imprest fund, flluktuasi?
12. Apakah semua cheque yang dibatalkan tetap melekat pada buku cheque dan dirusak (diberi keterangan batal) agar tidak dapat disalahgunakan?
13. Apakah cheque dilindungi dari pemalsuan tulisan?
14. Apakah kebijaksanaan Partai Politik:
Tidak memungkinkan penandatangan blanko cheque;
Menghindari pengeluaran cheque “tunai’ (tidak atas nama) Tidak mengeluarkan cheque mundur?
15. Haruskah semua cheque discounter signed, dilengkapi dengan bukti pendukung yang cukup bila diajukan untuk ditandatangani?
16. Sebutkan batas jumlah yang dapat ditanda-tangani oleh tiap pejabat pada Partai Politik tersebut?
17. Apakah pendatanganan cheque terpisah dari yang menyimpan uang kas dan pemegang buku?
18. Bila digunakan stempel, apakah disimpan oleh yang berhak menandatangani cheque?
19. Apakah setiap pembayaran didukung bukti yang otentik yang telah diperiksa dan disetujui oleh orang yang berbeda dari yang menandatangani cheque dan diparaf?
20. Untuk menghindari pembayaran double, apakah semua bukti yang telah dibayar distempel lunas?
21. Apakah orang yang menyiapkan cheque terlepas dari orang yang menanda-tangani cheque dan pembayar uang kas?
22. Bila Partai Politik menerima cheque mundur dari penyumbang, cheque tersebut tidak pernah dibayarkan lagi kepada pihak ke tiga?
23. Apakah rekonsiliasi bank dibuat : a. Dibuat paling sedikit sebulan sekali;
b. Oleh seorang pejabat terpisah dari pemegang uang kas termasuk penyetor uang kas ke bank;
c. Direview oleh pejabat Partai Politik yang senior?
24. Apakah rekening Koran langsung dikirim oleh bank kepada orang yang membuat rekonsiliasi;
25. Apakah outstanding cheque dan deposit intransit, interbank transfer diperhatikan dengan seksama pada saat rekonsiliasi;
26. Bila seseorang mengordinir lebih dari satu kas, apakah dibina dan dibukukan secara terpisah dengan rapih;
27. Apakah bukti pengeluaran kas kecil : a. Diperlukan untuk semua pembayaran;
b. Ditanda-tangani terpisah oleh yang melakukan pembayaran dan memeriksa pembayaran;
c. Selain dengan huruf juga ditulis angkanya dan disetujui oleh pejabat yang berwenang;
28. Apakah secara berkala dilakukan cash opname mendadak;
29. Apakah pengisian kembali kas kecil dilakukan dengan cheque dan terlebih dahulu semua dokumen yang mendukung pembayaran diperiksa;
30. Apakah pemberian uang muka harus disetujui oleh pejabat perusahaan yang berwenang;
31. Tidak terdapat bon kas yang menggantung lama yang tidak dipertanggung- jawabkan;
Siklus Penghimpunan Dana/sumbangan
1. Apakah Partai Politik memiliki anggaran untuk setiap aktivitasnya (misalnya kampanye Presiden dan Wapres, Pemilihan pilkada dan aktivitas lainnya);
2. Jika terdapat penyimpangan dari daftar anggaran, apakah harus mendapat persetujuan oleh pejabat yang berwenang dari Partai Politik tersebut?
3. Apakah invoice penerimaan atau pengeluaran menggunakan invoice yang prenumbered?
4. Apakah form penerimaan pembayaran terkontrol pengadministrasiannya, dan diperiksa ketepatannya;
5. Jika terdapat invoice atau faktur yang batal, apakah tetap tersimpan guna pemeriksaan;
6. Apakah fungsi penerimaan dana/sumbangan terpisah dari bagian keuangan, bagian akuntansi, bagian penyimpanan;
7. Apakah penerimaan tunai sama dengan dengan penerimaan kredit;
8. Apakah sistem informasi fund raising meliputi informasi penerimaan, grafik trend sumbangan, laporan tertulis sumbangan, penjelasan atas penyimpangan- penyimpangan;
9. Apakah prosedur fund raising cukup efisien;
10. Apakah Partai Politik memiliki kartu piutang? Jika ya ;
a. Apakah secara bualanan atau kuartalan diadakan pencocokan saldo perkiraan control (buku besar piutang) dengan kartu piutang?
b. Apakah pengamanan phisik kartu piutang cukup;
c. Apakah hanya orang tertentu yang memegangnya;
d. Apakah pencatatannya bergilir/terpisah dari yang mengerjakan buku besar?
11. Apakah perkiraan piutang per-debitur secara terpisah diperiksa
12. Apakah setiap bulan kepada debitur secara periodik dikirimkan rekening koran, bila ya :
a. Dicocokkan dengan kartu piutang, oleh orang yang tidak berhubungan dengan penerimaan uang, pengeluaran uang dan nota kredit;
b. Terkontrol kemungkinannya diubah sebelum dikirim;
c. Diposkan/dikirim oleh orang lain dan bukan petugas administrasi piutang;
13. Jika terdapat perselisihan dengan debitur apakah ditangani oleh bagian kredit atau atasan atau orang lain yang dikuasakan dan tidak dilakukan oleh kasir atau petugas pengadministrasian piutang;
14. Jika Partai Politik ingin memberikan potongan atau discount, apakah perlu mendapat persetujuan khusus dari pejabat Partai Politik tersebut;
15. Apakah jika ingin menghapus piutang, atau memperbaiki invoice juga harus mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang dalam Partai Politik;
16. Apakah penghapusan piutang juga diamankan untuk mencegah penyalahgunaan;
17. Apakah secara periodik dibuat analisa umur piutang dan yang sudah lama jatuh tempo di follow up;
18. Apakah penagihan dibuatkan tanda terima, bernomor urut tercetak, apakah tanda terima dibuat setelah diperiksa lebih dahulu ke masing-masing saldo piutang;
19. Apakah penerimaan berupa cek mundur diberikan ke bagian akuntansi;
20. Apakah hasil penagihan langsung diserahkan kepada kasir dalam waktu yang tidak terlalu lama dan dalam jumlah yang seharusnya diterima?
21. Apakah pada cek mundur yang diterima Partai Politik telah dicantumkan nama Partai Politik?
22. Apakah bagian akuntansi mengadakan jurnal khusus penerimaan cek mundur Surat berharga
1. Apakah surat berharga disimpan dengan aman untuk mencegah kehilangan atau penyalahgunaan;
2. Apakah surat berharga milik pihak ke tiga yang diterima sebagai jaminan atau untuk kepentingannya disimpan secara terpisah dan aman?
3. Apakah pembelian atau penjualan dijaminkan, surat berharga harus mendapat otorisasi oleh pejabat yang berwenang dalam Partai Politik;
4. Apakah surat berharga yang dimiliki adalah atas nama Partai Politik, bila tidak apakah di endorsed atas nama Partai Politik, dan dilengkapi surat kuasa penuh;
5. Apakah bagian akuntansi mencatat perincian surat berharga yang dimiliki dan surat berharga milik pihak ke tiga yang disimpan perusahaan;
6. Apakah terdapat perbedaan penilaiaan surat berharga antara jangka pendek atau jangka panjang, misalnya untuk yang longterm “comwil”?
Persediaan
1. Apakah persediaan disimpan secara berkelompok, diatur secara rapih, aman, secara berkala dicocokkan dengan kartu gudang;
2. Apakah persediaan dibawah pengawasan petugas tertentu dan tidak setiap orang bisa masuk ke gudang kecuali petugas;
3. Apakah setiap pengeluaran dari gudang didasarkan pada dokumen tertentu, misalnya invoice atau sejenisnya dan diotorisasi pejabat tertentu;
4. Apakah organisasi menggunakan metode pencatatan persediaan perpectual, dan apakah kartu persediaan diadministrasi oleh petugas yang tidak menguasai persediaan secara fisik;
5. Apakah total persediaan dalam kartu selalu dicocokkan dengan buku besar persediaan, hasil stock opname,
6. Jika terdapat selisih dalam perhitungan tersebut, apakah dianalisis oleh orang yang tidak berhubungan langsung dengan persediaan secara fisik atau pemegang kartu persediaan; dan adjustment dari selisih tersebut diotorisasi oleh pejabat yang berwenang;
7. Jika akan dilakukan stock opname, apakah telah dibuat instruksi yang jelas atas pelaksanaannya;
8. Apakah stock opname dilaksanakan oleh orang yang terlepas dari penguasaan secara fisik persediaan dan pencatatan kartu persediaan;
9. Apakah dibuat cut-off atas penerimaan dan pengeluaran barang selama stock opname;
10. Apakah telah dipisahkan barang-barang rusak, usang;
11. Apakah hasil stock opname dicocokkan dengan saldo buku besar;
12. Apakah persediaan akhir dinilai dengan metode yang sama dengan periode sebelumnya (konsisten);
13. Umumnya persediaan yang terdapat di Partai Politik adalah persediaan alat-alat pendidikan, apakah persediaan tersebut selalu dilakukan stock opname secara berkala
Biaya dibayar dimuka
1. Apakah amortisasi biaya dibayar dimuka, dilakukan berdasarkan perjanjian atau dasar tertentu dengan mempertimbangkan manfaatnya;
2. Apakah pembebanan biayanya dilakukan proporsional, dan dihitung dengan computer, dicatat pada pos perkiraan yang tepat;
3. Apakah sering dialakukan analisa ulang untuk mencek nilai yang belum diamortisasi
Aktiva Tetap
1. Apakah semua penambahan/pengurangan aktiva tetap diotorisasi oleh pejabat yang berwenang;
2. Apakah Partai Politik memeiliki anggaran untuk capital expenditures dan persetujuan tertulis atas setiap proyek yang besar ditandatangani oleh pejabat yang berwenang;
3. Jika terdapat penyimpangan dari anggaran yang telah ditetapkan harus mendapatkan persetujuan tambahan;
4. Apakah registrasi terhadap kepemilikan aktiva tetap telah disimpan secara aman, dan diawasi secara baik;
5. Apakah metode penyusutan tidak menyimpang dari prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia;
6. Apakah nilai buku aktiva tetap selalu dikontrolkesesuaiannya dengan kondisi fisik aktiva tetap;
7. Bila terdapat aktiva tetap yang disewa, apakah diotorisasi sebagaimana mestinya, pembukuannya dicocokkan dengan PSAK?
8. Apakah Partai Politik telah memiliki kebijakan yang jelas untuk mengkategorikan pengeluaran untuk revenue expenditures dan capital expenditure;
9. Apakah masing-masing aktiva tetap memiliki tanda/kode tertentu;
10. Jika terdapat aktiva yang habis masa manfaatnya tapi masih dapat digunakan , tetap dicatat dalam daftar aktiva tetap;
11. Untuk proyek-proyek aktiva tetap yang masih dalam pengerjaan, apakah selalu direview nilai kapitalisasinya dan kondisinya.
Pembelian dan Kewajiban (liabilities) dan kewajiban jangka panjang
1. Apakah Pembelian gedung kuliah, alat-alat perkuliahan, laboratorium, fasilitas pendukung kampus lainnya untuk kegiatan akademik lainnya? (sebutkan oleh siapa,);
2. Apakah bagian pembelian atau pengadaan di Partai Politik terpisah dari bagian akuntansi, bagian pembayaran, penerimaan barang, penyimpanan, pencatatan persediaan?;
3. Apakah pembelian yang dilakukan Partai Politik dilakukan dengan syarat yang menguntungkan, (misalnya dengan tender, supplier yang terseleksi);
4. Apakah purchase order : dibuat untuk semua pembelian, diotorisasi oleh Pejabat yang kompeten dalam Partai Politik, diberi nomor urut tercetak, tersimpan lengkap termasuk yang dibatalkan, tembusannya tersimpan atau diarsip juga oleh bagian akuntansi, bagian penerimaan barang?;
5. Apakah pembelian juga berkaitan dengan, program kegiatan Partai Politik, anggaran pendapatan jasa, batas persediaan minimum?;
6. Apakah kebijaksanaan pembelian tidak memberlakukan keuntungan yang material kepada : staf tertentu, relasi tertentu, pengurus tertentu atau group perusahaan dengan Partai Politik?
7. Apakah terdapat bagian penerimaan barang yang terpisah dari bagian pembelian, akuntansi, pembayaran, penyimpanan, pencatatan persediaan?
8. Apakah barang yang diterima disertai : surat jalan / DO /Invoice Penjualan dari supplier, surat keterangan pengangkutan?
9. Apakah barang yang diterima diperiksa mengenai kuantitas, keadaan, spesifikasi pembeliannya, kesesuaiannya dengan order pembelian?
10. Apakah laporan penerimaan barang dibuat untuk seluruh penerimaan barang, mencatat jumlah yang diterima sesuai hasil perhitungan fisik yang sebenarnya, diberi nomor urut tercetak, disimpan selengkapnya termasuk yang dibatalkan, blankonya disimpan dengan baik?
11. Apakah tembusan Laporan penerimaan barang juga dikirim ke : bagian akuntansi untuk dicocokkan dengan purchase order dan invoice dari supplier;
12. Apakah tembusan juga dikirim ke bagian pembelian, sebagai laporan bahwa barang sudah diterima?
13. Jika barang ditolak oleh bagian penerimaan, apakah dibuatkan surat jalan, disimpan lagi oleh bagian penyimpanan, dibuatkan retur pembelian dan dikontrol untuk juga mengurangi kewajiban?
14. Apakah faktur-faktur dari supplier diperiksa atau dicocokkan oleh administrasi accounts payable dengan order pembelian, Laporan penerimaan barang?
15. Apakah administrasi hutang ini terpisah dengan bagian pemesanan pembelian, penerimaan barang;
16. Apakah faktur pembelian harus menunjukan bukti persetujuan seperti : kebenaran harga, kebenaran perhitungannya, biaya angkut, beban lainnya, discount atau allowance lainnya, kode perkiraan yang harus dibebankan,
17. Apakah pembelian-pembelian antar group dalam yayasan pemilik Partai Politik afiliasi harganya layak?
18. Apakah dalam sistem informasi termasuk budget pembelian, budget biaya, perbandingan budget dengan realisasinya, ada penjelasan atas penyimpangannya?
19. Apakah sering dilakukan perhitungan rasio-rasio yang berkaitan dengan pembelian?
20. Apakah ada prosedur yang cukup untuk menjamin pertimbangan yang tepat dari cut-off pembelian, penyesuaian pendapatan dan beban?
21. Apakah Partai Politik memiliki buku hutang,
22. Apakah buku hutang disusun secara up to date, dicocokan dengan saldo perkiraan control, secara periodik direview dengan saldo debit yang ada
23. Jika terdapat kreditor yang belum dibayar untuk periode yang sudah cukup lama, apakah dianalisis sebab-sebabnya?
24. Apakah pemegang buku besar hutang terpisah dengan buku control hutang?
25. Apakah supplier yang banyak melakukan transaksi dengan Partai Politik ini secara periodik mengirimkan konfirmasi saldo hutang?
26. Apakah semua pembayaran dilakukan dengan cheque atau giro?
27. Apakah cheque atau giro yang belum digunakan disimpan rapi, dan aman?
28. Apakah cheque atau giro digunakan berdasarkan nomor urutnya?
29. Apakag semua cheque atau giro yang dibatalakan tetap tersimpan rapi atau melekat pada buku dan tidak dapat disalah-gunakan?
30. Apakah cheque atau giro dilindungi dari pemalsuan tulisan;
31. Apakah Partai Politik tidak memungkinkan penanda-tanganan blanko kosong?
Menghindarkan pengeluaran cheque tunai (tidak atas nama), tidak mengeluarkan cheque atau giro mundur?
32. Haruskah semua cheque/giro discounter signed, dilengkapi dengan bukti pendukung yang cukup bila diajukan untuk ditanda-tangani?
33. Sebutkan pejabat yang berwenang menandatangani, dan batas maksimal otorisasinya?
34. Apakah penanda-tangan cheque atau giro terpisah dari yang menyimpan uang kas dan pemegang buku?
35. Bila digunakan stempel untuk cheque, apakah disimpan terpisah oleh yang berhak menanda-tangani cheque atau giro?
36. Apakah setiap pembayaran didukung oleh bukti otentik yang telah diperiksa dan disetujui oleh orang lain dari yang menandatangani cheque/giro?
37. Apakah untuk bukti yang telah dibayar, segera distempel lunas untuk menghindari double pembayaran?
38. Apakah orang yang menyiapkan cheque/giro terlepas dari orang yang menandatangani cheque/giro, terlepas dari pembayar kas?
39. Bila organisasi publik menerima cheque/giro mundur dari pelanggan, apakah tidak pernah dibayarkan lagi oleh pihak ke-tiga?
40. Apakah rekonsiliasi bank dibuat sebulan sekali? Dan apakah dibuat oleh orang yang terlepas dari pemegang kas, penyetor uang ke bank, dan direview oleh pejabat senior?
41. Apakah rekening Koran langsung diberikan kepada orang yang membuat rekonsiliasi?
42. Apakah saat rekonsiliasi, adanya deposit in transit dan outstanding cheque dianalisa dengan seksama;
43. Apakah prosedur pembukuan untuk pembelian, kreditor, pembayaran bank, pembayaran kas dapat diyakini keakuratannya untuk menyusun laporan keuangan?
44. Apakah internal control yang berkaitan dengan pembelian, kreditor, pembayaran melalui kas/bank dapat diyakini memadai dan mencegah kecurangan atau kesalahan dalam suatu periode.
Kewajiban jangka panjang dan Ekuitas
1. Apakah setiap pinjaman yang diperoleh dari pihak ke-tiga, yang bersifat jangka panjang, harus terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari ketua Parpol, Dewan Penyantun atau dewan pengawas dalam Partai Politik;
2. Apakah Partai Politik memiliki akte pendirian?
3. Apakah akte pendirian tersebut sudah disahkan oleh menteri kehakiman dan HAM dan diumumkan dalam lembaran Negara;
4. Apakah Partai Politik sudah mempunyai corporate secretary?
5. Apakah setiap perubahan dalam perkiraan fund raising sudah mendapat otorisasi dari Ketua Yayasan, Rektor dan Dewan Pengawas
6. Apakah pembagian deviden dan pembayarannya sudah diotorisasi oleh pejabat Partai Politik)?
7. Apakah setiap koreksi atas perkiraan akumulasi defisit sudah diotorisasi oleh pengurus parpol yang berwenang , didukung oleh bukti-bukti yang lengkap;
8. Jurnalnya sudah benar dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia?
9. Apakah akumulasi kerugian sudah melebihi fund raisingnya;
10. Jika akumulasi kerugian sudah melebihi fund raisingnya, apakah ada rencana Partai Politik untuk menambah perolehan dananya? Apakah ada rencana untuk memperbaiki defisit yang terjadi, ?
11. Jika hal tersebut dilakukan, yakinkan auditor bahwa perolehan modal tsb masuk akal dan going concernnya dapat diyakini..
Gaji dan Upah :
1. Apakah semua penerimaan karyawan, Pakar, Dewan pengawas, perubahan gaji dan pemberhentian melalui HRD?
2. Apakah HRD memiliki arsip karyawan dan Dosen secara lengkap?
3. Jika terdapat mutasi karyawan atau atau perubahan skala gaji, apakah diperlukan otorisasi dari pejabat yang berwenang, dan diberitahukan ke bagian gaji dan upah;
4. Apakah catatan waktu dilakukan dengan time clock, finger scan ? 5. Bila ya apakah pelaksanaannya diawasi dengan cukup?
6. Apakah sebelum dilakukan pembayaran gaji, dilengkapi dengan data total jam kerja, lembur, perhitungan PPh nya?
7. Bila pembayaran gaji dilakukan dengan tunai, apakah setiap karyawan yang menerima gaji, akan menandatangani bukti pengambilan gaji?
8. Bila dilakukan dengan transfer, apakah cheque yang dikeluarkan terlebih dulu diotorisasi oleh pejabat yang berwenang.
9. Jika gaji dibayar melalui transfer, apakah karyawan tetap menanda-tangani slip gaji:
10. Apakah prosedur cukup menjamin bahwa tidak ada kesalahan atau pengurangan atas gaji yang disetor?
11. Apakah gaji yang belum diambil, dibukukan kembali sebagai hutang gaji”
Selain Internal Control Questionaire tersebut diatas, berikut adalah internal control questionnaire spesifik untuk parpol :
1. Apakah Parpol didirikan dengan susunan pengurus yang Lengkap berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku,
2. Apakah tiap pengurus dalam partai memiliki tugas & wewenang sesuai aturan yang berlaku,
3. Apakah partai politik memiliki prosedur manual atau terkomputerisasi untuk setiap aktivitas dalam partai
4. Apakah parpol memiliki program kerja tahunan,
5. Apakah parpol memiliki anggaran komprehensif untuk menunjang program kerjanya,
6. Untuk pendanaan parpol, upaya apa saja yang dilakukan guna memenuhi target penerimaan dalam anggaran parpol,
7. Apakah perolehan dana tersebut sesuai dengan undang-undang atau prosedur yang berlaku
8. Apakah setiap donator memiliki kepentingan tertentu dalam pemberian sumbangan;
9. Apakah sumbangan yang diperoleh dapat berbentuk selain kas, sebutkan;
10. Apakah setiap sumbangan atau dana yang diberikan langsung ditransfer ke bank, 11. Ada berapa rekening bank yang dimiliki oleh parpol
12. Apakah tiap rekening parpol memiliki fungsi yang berbeda,
13. Apakah terdapat control secara periodik terhadap mutasi dalam rekening Koran, 14. Terhadap penggunaan dana, apakah ada pembatasan otorisasi pencairannya, 15. Apakah setiap pengajuan pengeluaran dana untuk kegiatan, dibuatkan proposal
kegiatannya, dan apakah terdapat bagian khusus yang mereviewnya,
16. Apakah setiap selesai suatu kegiatan, seperti kampanye, dibuatkan laporan kegiatannya, dan apakah terdapat review terhadap pencapaian target dari kampanye, tsb,
17. Apakah parpol memiliki daftar aktiva selain kas yang dimiliki perusahaan, misalnya aktiva tetap,
18. Apakah setiap asset yang dimiliki didukung oleh bukti kepemilikikan yang sah, 19. Apakah asset yang dimiliki juga disusutkan seperti perlakuan dalam standar
akuntansi
2. Untuk memperoleh gambaran atau bukti bahwa pencatatan seluruh item dalam laporan keuangan parpol telah dicatat sesuai dengan SAK atau peraturan lainnya, auditor harus menganalisa ketepatan parpol mencatat, mengukur, melaporkan pendapatan , beban, aktiva dan hutang ;
3. Untuk memperoleh keyakinan bahwa parpol telah menngunakan dananya untuk sesuai dengan prosedur dan ketentuan pengalokasiannya, auditor harus meneliti setiap pengeluaran yang dilakukan partai apakah berdasarkan item-item yang ada dalam program kerja dan anggaran partai.
▪ Untuk pengeluaran kas saldo awal yang biasanya untuk pengeluaran dana kampanye pasangan calon presiden dan wakil presiden sebelum ditetapkan sebagai pemilu, baik yang bersifat pengeluaran operasi atau pengeluaran modal, bandingkan pengeluaran ini dengan buku pembantu pengeluaran ini (subsidiary ledger);
▪ Untuk pengeluaran kas operasi, lakukan sample yang mewakili pengeluaran harian, apakah terdapat pengeluaran yang bertentangan dengan ketentuan. Periksa apakah untuk pembelian, parpol mendapatkan diskon yang luar biasa, yang dapat diperlakukan sebagai sumbangan, dan teliti apakah nilainya wajar diperlakukan sebagai sumbangan. Hal ini juga berlaku bagi pembelian aktiva tetap partai.
▪ Untuk pengeluaran pembayaran honorarium tim kampanye pasangan calon presiden dan wapres, apakah terdapat pembayaran pajaknya;
▪ Untuk meyakinkan ketepatan jumlah kas atau bank milik partai, lakukan kas opname atau konfirmasi bank;
▪ Untuk pengeluaran non kas, lakukan juga analisis terhadap sample secara acak kelengkapan bukti pengeluaran dan pastikan tidak ada yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;