• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosedur Intervensi 1. Psikoedukasi Guru

Waktu : 2 x 30 Menit Tujuan :

1) Memberikan pemahaman kepada guru mengenai kondisi klien

2) Memberikan pemahaman kepada guru mengenai strategi menjaga rentang perhatian klien

Prosedur:

1) Praktikan mengapresiasi perhatian guru terhadap permasalahan yang klien hadapi

2) Praktikan melengkapi usaha yang telah dilakukan guru untuk mengoptimalkan pendampingan belajar klien selama di dalam kelas 3) Praktikan menjelaskan teknik reinforcement sederhana untuk

diterapkan kepada klien selama pengerjaan tugas untuk mengurangi perilaku off-task klien

4) Praktikan meminta bantuan guru pendamping untuk memperhatikan perilaku on-task klien, jika klien mampu on task maka guru mengapresiasi klien dengan pujian dan mengarahkan ketika perilaku off task muncul.

2. Konseling Non direktif orang tua Waktu : 2 x 60 menit

Tujuan :

1) Memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai kondisi klien serta faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi klien

2) Memunculkan insight bahwa klien membutuhkan kualitas pendampingan belajar yang baik

3) Memunculkan insight bahwa pentingnya menciptakan suasana yang kondusif bagi klien untuk belajar

4) Menyepakati program token ekonomi terhadap perilaku belajar anak

Prosedur :

1) Praktikan menginformasikan hasil asesmen untuk memberikan gambaran kelebihan dan kekurangan dari klien yang memungkinkan dioptimalkan dalam perkembangan klien. Praktikan menjelaskan temuan di lapangan mengenai kondisi dan penyebab dari permasalahan yang muncul.

2) Praktikan meminta kerjasama orang tua untuk menerapkan beberapa saran untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif serta jadwal belajar yang rutin. Praktikan menjelaskan aktivitas yang dapat

dilakukan klien setiap malam hari untuk membangun kebiasaan belajar seperti mengerjakan PR atau mengulangi pelajaran.

3) Praktikan juga menjelaskan teknik mendukung klien melalui reward yang dapat diberikan oleh orang tua. Praktikan menjelaskan mengenai reward yang akan diberikan kepada klien apabila klien mampu melakukan proses belajar di malam hari dengan baik dengan syarat menyelesaikan tepat waktu sesuai dengan kesepakatan bersama.

4) Praktikan mengajak orang tua terlibat untuk mendampingi klien belajar seminimalnya sejam saat mengerjakan tugas. Orang tua diajarkan untuk memberikan reinforcement (penguatan) verbal berupa pengapresiasi terhadap pekerjaan yang dilakukan anak dan mengarahkan anak ketika muncul perilaku off-task.

5) Praktikan mengajak orang tua untuk mengapresiasi perilaku belajar anak dengan memberikan hadiah yang dilakukan secara terencana melalui program token ekonomi.

3. Penerapan Reinforcement pada klien Waktu : 4 x @90 menit

Tujuan :

1) Untuk mengoptimalkan perilaku belajar klien di rumah

2) Mengikutsertakan orang tua dalam mendampingi klien dalam belajar di rumah

Prosedur:

1) Praktikan membentuk kontrak dengan klien mengenai kesepakatan- kesepakatan jam belajar, waktu belajar, serta kegiatan yang akan dilakukan bersama dengan klien. Praktikan juga mengajak klien membuat kontrak bersama mengenai waktu yang perlu klien gunakan untuk mengerjakan suatu tugas.

2) Praktikan bersama dengan orang tua dan klien bersama-sama menentukan reward yang klien inginkan jika dapat mencapai suatu tugas yang telah disepakati secara bersama. Sehingga klien

menyampaikan apa yang diinginkan dari tuntutan-tuntutan tugas yang dibuat.

3) Praktikan menemani klien saat pembelajaran di rumah sebanyak lima pertemuan seminggu sekali di akhir minggu. Praktikan mencontohkan kepada orang tua penerapan reinforcement. Jika anak melakukan perilaku off task pada waktu tersebut dapat langsung diarahkan dan jika anak berperilaku on task maka dapat diberikan pujian..

4) Praktikan mencontohkan dalam tiap pertemuan, sehingga orang tua (ibu) dapat menemani pendampingan belajar di rumah pada malam hari selama hari efektif sekolah.

C. Pelaksanaan Intervensi 1. Psikoedukasi Guru

Tabel 9. Pelaksanaan Intervensi Psikoedukasi Guru No. Sesi /

Tanggal Kegiatan Uraian 1. Sesi 1

15 Januari

Penjelasan Permasalahan klien

Tujuan

Memberikan pemahaman kepada guru mengenai kondisi klien

Deskripsi:

1. Praktikan menjelaskan hasil asesmen kepada guru bahwa klien memiliki potensi kecerdasan akademik yang baik, hanya saja terdapat

kecenderungan klien kesulitan dalam mempertahankan perhatiannya selama pembelajarannya.

2. Praktikan menjelaskan berbagai bentuk perilaku off-task klien selama pembelajaran berlangsung selama ini.

Guru menyadari bahwa klien sangat sering melamun ketika belajar

sehingga kerap menjadi yang terakhir selesai.

3. Guru menyadari bahwa meningkatkan klien dari anak yang terakhir selesai menjadi setidaknya 5 terakhir di kelas sudah merupakan pencapaian yang diharapkan

2. Sesi 2 Psikoedukasi Tujuan

15 Januari guru

pendamping

Memberikan pemahaman kepada guru mengenai strategi menjaga rentang perhatian klien

Deskripsi

1. Praktikan menjelaskan teknik

reinforcement yang meliputi apresiasi verbal terhadap kinerja klien yang mengerjakan tugas dengan baik (perilaku on task) dan bentuk pengarahan ketika klien berperilaku off-task dengan cara diingatkan.

2. Guru menentukan waktu sekitar 5 menit untuk bisa memberikan perhatian khusus terhadap klien selama sesi mengerjakan tugas.

3. Praktikan menjelaskan metode reinforcement fixed time, bahwa guru dapat memberikan reinforcement jenis apapun dalam rentang waktu 5 menit tergantung dengan perilaku yang muncul saat itu

2. Konseling Orang tua

Tabel 10 . Pelaksanaan Intervensi Konseling Orang Tua No

.

Tanggal Kegiatan Uraian 1. 16 Januari

2015

Konseling non direktif Ibu klien

Tujuan:

a. Memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai kondisi klien serta faktor- faktor yang mempengaruhi kondisi klien

b. Memunculkan insight bahwa klien membutuhkan kualitas pendampingan belajar yang baik

c. Memunculkan insight bahwa

pentingnya menciptakan suasana yang kondusif bagi klien untuk belajar Deskripsi:

1) Praktikan menjelaskan hasil temuan klien yang menyatakan bahwa klien memiliki potensi akademik yang baik namun terdapat indikasi adanya kurang stimulasi dari lingkungan.

Hal ini mengarah kepada kurangnya kualitas pendampingan klien selama belajar di rumah

2) Ibu menyadari kondisi

pendampingan belajar di rumah selama ini dikarenakan sulitnya mengkonsistensikan pola asuh yang diterapkan ayah dan ibu di rumah.

Sehingga anak tidak memiliki jadwal pembelajaran rutin.

3) Ibu paham mengenai beberapa teknik untuk menciptakan kondisi iyang kondusif untuk

mendisiplinkan pembelajaran klien di rumah. Sehingga praktikan menambahkan saran untuk menyepakati membuat beberapa aturan tertentu untuk pembelajaran klien selama di rumah

2. 22 Januari

2015 Konseling non direktif ke ayah klien

Tujuan:

a. Memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai kondisi klien serta faktor- faktor yang mempengaruhi kondisi klien

b. Memunculkan insight bahwa klien membutuhkan kualitas pendampingan belajar yang baik

Deskripsi:

1) Praktikan menjelaskan hasil asesmen yang telah dilakukan kepada ayah. Sehingga ayah klien mendapat gambaran mengenai kelebihan dan kekurangan klien serta kondisi-kondisi yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki klien.

2) Praktikan menyadarkan bahwa klien memerlukan pendampingan belajar yang berkualitas untuk

mengoptimalkan potensi tersebut.

Muncul kesadaran bahwa ayah perlu menyisihkan waktunya terhadap pembelajaran klien di rumah setelah kesibukkannya bekerja.

3) Praktikan menjelaskan bahwa ayah dan ibu perlu menjalin komunikasi untuk menyepakati bersama mengenai pembelajaran klien di rumah. Serta bentuk-bentuk

perhatian yang bisa diberikan kepada klien untuk mendukung klien dalam belajar. sehingga klien tidak hanya belajar untuk

mengerjakan tugas saja tetapi mengulang pelajaran yang telah diajarkan di sekolah

4) Praktikan menyarankan orang tua untuk menjalin komunikasi yang baik dengan guru di sekolah untuk mengetahui perkembangan anak di sekolah sehingga dapat disesuaikan di rumah pula.

3. Penerapan Reinforcement

Intervensi yang dilakukan terhadap klien dilakukan di rumah pada akhir pekan sekolah setiap hari Sabtu. Intervensi berupa pendampingan belajar di rumah untuk mengoptimalkan pendampingan belajar klien dengan memberikan reinforcement baik positif dan negatif selama pendampingan. Hal ini dilakukan dengan memberikan contoh kepada ibu untuk memberikan reinforcement positif dengan memberikan apresiasi melalui pujian dan reward serta memberikan reinforcement negatif dengan pengarahan ketika klien melakukan perilaku off task dalam pengerjaan tugas, dengan mengarahkan klien mengingat aturan Give Me Five yakni

a. Telinga Mendengar (Ears are listening): klien mendengarkan ketika guru atau pembicara menjelaskan

b. Mata Melihat (Eyes are watchin) : klien melihat kearah guru atau orang yang sedang berbicara di depan kelas

c. Tangan tetap Tenang (Quite hand): klien diminta tidak memainkan alat-alat di atas meja yang tidak relevan selama pengerjaan tugas d. Wajah Menghadap ke Depan (Face forward ): wajah menatap ke

depan saat guru berbicara

e. Bibir tertutup (Lips are closed ): klien tidak berbicara saat guru menjelaskan

Intervensi yang diberikan secara bergantian oleh praktikan dan orang tua. Hal tersebut dilakukan supaya pada saat belajar malam di rumah tanpa pendampingan praktikan, intervensi ini tetap bisa dilakukan oleh ibu atau ayah di rumah.

Tabel 11. Pelaksaan Intervensi Reinforcement Pendampingan Belajar Mingg

u

Hari/Tanggal Pendamping

I Sabtu/ 18-04-2015 Praktikan

Minggu/ 19-04-2015 Ayah Selasa/ 21-04-2015 Ibu

II Sabtu/ 25-04-2015 Praktikan

Senin/27-04-2015 Ibu

Rabu/29-04-2015 Ibu

III Senin/ 04-05-2015 Ibu

Kamis/ 07-05-2015 Ibu

IV Sabtu/ 09-05-2015 Praktikan

Selasa/12-05-2015 Ibu/ Ayah

V Sabtu/16-05-2015 Praktikan

Selasa/ 19-05-2015 Ayah

Kamis/21-05-201 Ibu

Dokumen terkait