• Tidak ada hasil yang ditemukan

Indikator Keberhasilan

Dalam dokumen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR (Halaman 42-64)

BAB III METODE PENELITIAN

H. Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan penelitian tidakan kelas ini adalah apabila terjadinya peningkatan hasil belajar murid terhadap bahan ajar setelah diterapkan pendekatan integratif pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Yaitu apabila terdapat 85% murid yang memperoleh skor minimal 70 maka kelas dianggap tuntas.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

Hasil yang diperoleh dari penelitian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk menganalisis data murid yang aktif sesuai indikator melalui pendekatan integratif , sedangkan analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis hasil belajar murid pada setiap siklus.

Data hasil tes dan data hasil observasi aktivitas murid pada akhir siklus disajikan dalam bentuk tabel.

1. Siklus I

a. Tahap Perencanaan

Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap perencanaan penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu:

1) Membuat rencana pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum SD kelas IV dengan menerapkan pendekatan integratif.

2) Membuat bahan penunjang untuk kelancaran penelitian yaitu pedoman observasi dan referensi penunjang yang relevan dengan penelitian.

3) Membuat alat evaluasi untuk melihat apakah hasil belajar bahasa Indonesia khususnya pada keterampilan mendengarkan murid dapat meningkat.

b. Tahap Pelaksanaan

Pelaksanaan penelitian pada siklus pertama berlangsung dalam 4 kali pertemuan, 3 kali pertemuan proses pembelajaran dan 1 kali pertemua pemberian

tes. Pertemuan pertama tanggal 30 April 2014, pertemuan kedua pada tanggal 3 Mei 2014, pertemuan ketiga pada tanggal 5 Mei 2014, dan pertemuan keempat pada tanggal 7 Mei 2014.

Pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan pendekatan Integratif dalam meningkatkan hasil belajar keterampilan menyimak murid kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa, yaitu:

 Pada pertemuan pertama, tepatnya pada tanggal 30 April 2014 guru menyampaikan bahwa pendekatan pembelajaran yang akan diterapkan selama penelitian ini yaitu pendekatan Integratif. Adapun kegiatan pada pertemuan pertama ini adalah :

1. Guru memulai pelajaran dengan menyampaikan materi yang akan dipelajari, tujuan pembelajaran, dan memotivasi murid agar mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh.

2. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan pendekatan Integratif dengan cara menentukan mata pelajaran yang akan digabungkan dalam satu pembelajaran dan menetukan tema yang akan diangkat.

3. Mengajukan pertanyaan tentang peristiwa yang terjadi di sekitar dan melakukan tanya jawab tentang materi yang akan dipelajari

4. Guru menyajikan pelajaran dengan topik yang telah ditentukan.

5. Guru memberikan instruksi kepada murid dalam pemberian tugas individu maupun kelompok sesuai dengan topik yang telah diberikan.

6. Murid memahami apa yang telah dijelaskan oleh guru sehingga dapat menyelesaikan tugas yang telah diberikan.

7. Pada akhir pertemuan, revisi : pada tahap ini murid secara individu ataupun dengan bantuan temannya ataupun guru mengoreksi tugas yang telah diberikan.Pengeditan : pada tahap ini murid secara individu atau dengan bantuan temannya ataupun guru mengoreksi dan memperbaiki tugas yang salah. Publikasi : pada tahap ini murid mempresentasikan tugasnya kemudian ditanggapi oleh teman maupun gurunya.

Pada pertemuan pertama ini diketahui bahwa kehadiran murid untuk mengikuti proses penbelajaran mencapai 96,15%, murid yang memperhatikan penjelasan guru mencapai 76,92%, murid yang berani membacakan materinya dan berani mengeluarkan hasil simakannya 57,69%, murid yang menyimak dengan baik teks wacana yang dibacakan temannya 61,53%, murid yang berpartisipasi dalam kelompok 50%, murid yang melakukan pencatatan tentang hal-hal penting dari bacaan yang disimak 61,53%, Murid yang menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru dan meluruskan kesalahan temannya 15,38% dan murid yang melakukan kegiatan lain seperti (ribut, keluar masuk kelas, bermain-main, dll) mencapai 38,46 %.

 Pertemuan kedua tepatnya pada tanggal 3 Mei 2014.

Adapun kegiatan pada pertemuan ini adalah :

1. Guru memulai pelajaran dengan menyampaikan materi yang akan dipelajari, tujuan pembelajaran, dan memotivasi murid agar mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh.

2. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan pendekatan integratif dengan

cara menentukan mata pelajaran yang akan digabungkan dalam satu pembelajaran dan menetukan tema yang akan diangkat.

3. Mengajukan pertanyaan tentang peristiwa yang terjadi di sekitar dan melakukan tanya jawab tentang materi yang akan dipelajari.

4. Guru menyajikan pelajaran dengan topik yang telah ditentukan.

5. Guru memberikan instruksi kepada murid dalam pemberian tugas individu maupun kelompok sesuai dengan topik yang telah diberikan.

6. Murid memahami apa yang telah dijelaskan oleh guru sehingga dapat menyelesaikan tugas yang telah diberikan

7. Pada akhir pertemuan, revisi : pada tahap ini murid secara individu ataupun dengan bantuan temannya ataupun guru mengoreksi tugas yang telah diberikan.Pengeditan : pada tahap ini murid secara individu atau dengan bantuan temannya ataupun guru mengoreksi dan memperbaiki tugas yang salah. Publikasi : pada tahap ini murid mempresentasikan tugasnya kemudian ditanggapi oleh teman maupun gurunya.dan menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan diadakan evaluasi atau ujian.

Pada pertemuan kedua ini diketahui bahwa kehadiran murid untuk mengikuti proses penbelajaran mencapai 100%, murid yang memperhatikan penjelasan guru mencapai 80,76%, murid yang berani membacakan materinya dan berani mengeluarkan hasil simakannya 57,69%, murid yang menyimak dengan baik teks wacana yang dibacakan temannya 61,53%, murid yang berpartisipasi dalam kelompok 53,84%, murid yang melakukan pencatatan tentang hal-hal penting dari bacaan yang disimak 65,38%, Murid yang menjawab pertanyaan-pertanyaan dari

guru dan meluruskan kesalahan temannya 15,38% dan murid yang melakukan kegiatan lain seperti (ribut, keluar masuk kelas, bermain-main, dll) mencapai 42,30 %.

 Pertemuan ketiga tepatnya pada tanggal 5 Mei 2014.

Adapun kegiatan pada pertemuan ini adalah :

1. Guru memulai evaluasi dengan menyampaikan materi yang akan dipelajari, tujuan pembelajaran, dan memotivasi murid agar mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh.

2. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan pendekatan Integratif dengan cara menentukan mata pelajaran yang akan digabungkan dalam satu pembelajaran dan menetukan tema yang akan diangkat.

3. Mengajukan pertanyaan tentang peristiwa yang terjadi di sekitar dan melakukan tanya jawab tentang materi yang akan dipelajari

4. Guru menyajikan pelajaran dengan topik yang telah ditentukan.

5. Guru memberikan instruksi kepada murid dalam pemberian tugas individu maupun kelompok sesuai dengan topik yang telah diberikan.

6. Murid memahami apa yang telah dijelaskan oleh guru sehingga dapat menyelesaikan tugas yang telah diberikan

7. Pada akhir pertemuan, revisi : pada tahap ini murid secara individu ataupun dengan bantuan temannya ataupun guru mengoreksi tugas yang telah diberikan.Pengeditan : pada tahap ini murid secara individu atau dengan bantuan temannya ataupun guru mengoreksi dan memperbaiki tugas yang

salah. Publikasi : pada tahap ini murid mempresentasikan tugasnya kemudian ditanggapi oleh teman maupun gurunya.

Pada pertemuan ketiga ini diketahui bahwa kehadiran murid untuk mengikuti proses penbelajaran mencapai 100%, murid yang memperhatikan penjelasan guru mencapai 76,92%, murid yang berani membacakan materinya dan berani mengeluarkan hasil simakannya 69,23%, murid yang menyimak dengan baik teks wacana yang dibacakan temannya 69,23%, murid yang berpartisipasi dalam kelompok 53,84%, murid yang melakukan pencatatan tentang hal-hal penting dari bacaan yang disimak 65,38%, Murid yang menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru dan meluruskan kesalahan temannya 15,38% dan murid yang melakukan kegiatan lain seperti (ribut, keluar masuk kelas, bermain-main, dll) mencapai 38,46 %.

 Pertemuan keempat tepatnya pada tanggal 7 Mei 2014. diadakan evaluasi siklus I. Adapun kegiatannya adalah :

1. Guru memulai evaluasi dengan menyampaikan tata cara dalam menyelesaikan soal-soal evaluasi dan memotivasi murid agar mengikuti evaluasi dengan sungguh-sungguh.

2. Guru membagikan soal dan kertas jawaban kepada setiap murid.

3. Guru membacakan berita untuk disimak.

4. Murid memahami berita yang telah dibacakan oleh guru sehingga dapat menyelesaikan tugas yang telah diberikan.

5. Pada akhir pertemuan, guru mengumpulkan lembar jawaban dari evaluasi murid dan memberikan pesan-pesan moral untuk murid.

c. Tahap Opservasi / Pengamatan

Berdasarkan hasil observasi/ pengamatan yang dilakukan peneliti selama berlangsungnya penelitian, diperoleh data perubahan sikap dan perilaku belajar seperti keaktifan murid pada setiap siklus. Hasil observasi perubahan sikap dan perilaku murid pada siklus I disajikan pada tabel berikut.

Tabel 4.1 Hasil observasi akivitas murid pada siklus I

no Komponen yang diamati

peremuan Rata- rata

%

1 2 3 4

1 2 3

4

5 6

7

8

Murid yang hadir pada saat pembelajaran berlangsung Murid yang memperhatikan penjelasan guru.

Murid yang berani membacakan materinya dan berani mengeluarkan hasil simakannya.

Murid yang menyimak dengan baik teks wacana yang dibacakan

temannya.

Murid yang berpartisipasi dalam kelompok.

Murid yang melakukan pencatatan tentang hal-hal penting dari bacaan yang disimak.

Murid yang menjawab pertanyaan- pertanyaan dari guru dan meluruskan kesalahan temannya.

Murid yang melakukan kegiatan lain (ribut, bermain dll).

25 20 15

16

13

16

4

10 26 21 15

16

14

17

3

11 26 20 18

18

14

17

4

10 S I K L U

S

I

25,66 20,33 16

16,66

13,66

16,66

3,66

10,33

98,71 78,20 61,53

64,10

52,56

62,82

14,10

39,74

Berdasarkan tabel 4.1 di atas bahwa pada siklus I, dari 26 jumlah murid kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa, rata-rata kehadiran murid mencapai 98,71%, murid yang memperhatikan penjelasan guru mencapai rata-rata 78,20%, murid yang berani membacakan materinya dan berani mengeluarkan hasil simakannya 61,53%, murid yang menyimak dengan baik teks wacana yang dibacakan temannya 64,10%, murid yang berpartisipasi dalam kelompok 52,56%, murid yang melakukan pencatatan tentang hal-hal penting dari bacaan yang disimak 62,82%, Murid yang menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru dan meluruskan kesalahan temannya 14,10% dan murid yang melakukan kegiatan lain seperti (ribut, keluar masuk kelas, bermain-main, dll) mencapai rata-rata 39,74 %.

d. Hasil Evaluasi

Evaluasi ini diikuti oleh 26 orang murid, pada siklus I adapun skor perolehan hasil tes belajar melalui penggunaan pendekatan integratif pada tabel berikut ini

Tabel 4.2 Statistik nilai keterampilan menyimak melalui pendekatan integratif pada murid kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa pada siklus I.

STATISTIK NILAI STATISTIK

Subjek 26

Nilai ideal 100

Nilai Tertinggi 80

Nilai Terendah 40

Rentang Nilai 40

Nilai Rata-rata 62,88

Berdasarkan pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung pada siklus I maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase sebagai berikut:

Tabel 4.3. Distribusi Frekuensi Dan Persentase Skor keterampilan menyimak melalui pendekatan integratif pada murid kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa pada Siklus I.

Berdasarkan tabel 4.2 dan 4.3 di atas, maka dapat dikemukakan bahwa keterampilan menyimak dengan menggunakan pendekatan integratif pada murid kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa pada siklus I dimana skor rata- rata yang diperoleh sebesar 62,88 dari 26 jumlah murid berada pada kategori rendah.

Untuk melihat persentase ketuntasan keterampilan menyimak pada murid kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa setelah diterapkan pendekatan integratif pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)

00–54 Sangat rendah 7 26,92

55–69 Rendah 9 34,61

70–79 Sedang 3 11,53

80–89 Tinggi 7 26,92

90–100 Sangat tinggi 0 0

Jumlah 26 100

Tabel 4.4. Deskripsi Ketuntasan menyimak melalui pendekatan integratif pada murid kelas IV SD Inpres Mangasa I Kab. Gowa pada siklus I.

No Interval skor Kategori Frekuensi Persentase % 1

2

00–69 70–100

Tidak Tuntas Tuntas

16 10

61,54 38,46

Jumlah 26 100

Berdasarkan tabel 4.4 di atas dapat dilihat bahwa persentase ketuntasan yang dicapai yaitu sebesar 38,46%, yakni 10 dari 26 jumlah murid yang termasuk dalam kategori tuntas. Sedangkan murid yang termasuk dalam kategori tidak tuntas sebesar 61,54% yakni 16 dari 26 jumlah murid.

Sehingga secara klasikal dapat dilihat bahwa nilai keterampilan menyimak pada murid kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupten Gowa pada siklus I belum memenuihi pencapian standar KKM, karena jumlah murid yang memenuhi standar KKM belum mencapai 85% dari seluruh murid selama proses pembelajaran siklus I dilaksanakan. Oleh Karena itu, peneliti berusaha untuk mengadakan perbaikan dengan cara melanjutkan penelitian pada siklus II untuk melihat seberapa jauh pemahaman belajar bahasa Indonesia murid itu tercapai.

e. Tahap Refleksi

Siklus I yang dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan diperoleh beberapa hal yang menjadi bahan refleksi untuk dapat melanjutkan penelitian ke siklus II, di antaranya masih rendahnya tingkat partisipasi murid dalam kelompok dan kemampuan murid mempresentasekan materi yang disimaknya.

Selain itu, jika ditinjau dari aspek-aspek yang dinilai pada tes keterampilan menyimak, maka secara umum kelemahan murid yaitu: 1) kurang mampu menemukan amanat atau pesan dari bahan cerita, 2) menentukan watak cerita, 3) membuat kesimpulan dari bahan cerita. Selain itu, kurang optimalnya tindakan guru dalam proses pembelajaran di antaranya: kurang terampil dalam menerapkan apersepsi, belum optimal dalam pengaplikasian pendekatan integratif agar tepat waktu dan tepat sasaran tujuan pembelajaran, kurang dapat menerapkan aspek pengamatan untuk mengukur taraf perkembangan kemampuan murid baik secara individual maupun efektifitas kelompok belajar.

Untuk mengatasi permasalahan yang muncul pada siklus I agar tidak terulang lagi disiklus II. Peneliti melakukan tindakan seperti memberikan pengarahan dan pengenalan kembali tentang kegiatan yang dilakukan dalam pembelajaran melalui pendekatan integratif, guru menjelaskan materi pokok secara lebih rinci dan memberikan motivasi yang lebih kepada murid, utamanya kepada murid yang kurang paham mengenai materi sebelumnya, mengubah posisi tempat duduk dan jarak bangku antara kelompok agar semua murid bisa menyimak materi yang dibacakan temannya dengan baik, memberi sanksi yang tegas kepada murid yang melakukan kegiatan lain diluar kegiatan pembelajaran, mengawasi lebih ketat tiap kelompok agar tiap murid bekerja sama dengan teman kelompoknya dengan baik, dan menanamkan kepercayaan diri kepada murid bahwa mereka memiliki kemampuan masing-masing yang dapat dikembangkan khususnya dalam keterampilan menyimak.

Oleh karena itu dengan merefleksi kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan pada siklus I, maka penelitian tindakan kelas dengan penerapan pendekatan integratif pada murid kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa akan dilanjutkan ke siklus II dengan melakukan perbaikan-perbaikan yang bertolak pada refleksi siklus I sehingga kekurangan-kekurangan yang terjadi di siklus I tidak terulang pada siklus selanjutnya.

2. Siklus II a. Perencanaan

Berdasarkan hasil observasi, evaluasi dan refleksi pada pelaksanaan tindakan siklus I belum mencapai target indikator keberhasilan yang ditentukan oleh peneliti, sehingga peneliti bersama guru dan teman sejawat secara berkolaborasi merencanakan tindakan pada Siklus II. Kekurangan-kekurangan yang ada pada Siklus I akan diperbaiki pada Siklus II, begitupun keberhasilan- keberhasilan pada Siklus I akan dipertahankan dan dikembangkan di Siklus II.

Adapun hal yang dipersiapkan yaitu membuat: (1) rencana pelaksanaan pembelajaran , (2) tes formatif , dan (3) lembar observasi aktivitas guru.

b. Tahap Pelaksanaan

Pelaksanaan penelitian pada siklus kedua berlangsung dalam 4 kali pertemuan, 3 kali pertemuan proses pembelajaran dan 1 kali pertemua pemberian tes. Pertemuan pertama tanggal 12 Mei 2014, pertemuan kedua pada tanggal 14 Mei 2014, pertemuan ketiga pada tanggal 17 Mei 2014, dan pertemuan keempat pada tanggal 19 Mei 2014.

Pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan pendekatan integratif dalam meningkatkan hasil belajar keterampilan menyimak murid kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa, yaitu:

 Pada pertemuan pertama, tepatnya pada tanggal 12 Mei 2014 guru menyampaikan bahwa pendekatan pembelajaran yang akan diterapkan selama penelitian ini yaitu pendekatan integratif. Adapun kegiatan pada pertemuan pertama ini adalah :

1 Guru memulai pelajaran dengan menyampaikan materi yang akan dipelajari, tujuan pembelajaran, dan memotivasi murid agar mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh.

2 Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan pendekatan integratif dengan cara menentukan mata pelajaran yang akan digabungkan dalam satu pembelajaran dan menetukan tema yang akan diangkat.

3 Mengajukan pertanyaan tentang peristiwa yang terjadi di sekitar dan melakukan tanya jawab tentang materi yang akan dipelajari

4 Guru menyajikan pelajaran dengan topik yang telah ditentukan.

5 Guru memberikan instruksi kepada murid dalam pemberian tugas individu maupun kelompok sesuai dengan topik yang telah diberikan.

6 Murid memahami apa yang telah dijelaskan oleh guru sehingga dapat menyelesaikan tugas yang telah diberikan.

7 Pada akhir pertemuan, revisi : pada tahap ini murid secara individu ataupun dengan bantuan temannya ataupun guru mengoreksi tugas yang telah diberikan.Pengeditan : pada tahap ini murid secara individu atau dengan

bantuan temannya ataupun guru mengoreksi dan memperbaiki tugas yang salah. Publikasi : pada tahap ini murid mempresentasikan tugasnya kemudian ditanggapi oleh teman maupun gurunya.

Pada pertemuan pertama ini diketahui bahwa kehadiran murid untuk mengikuti proses penbelajaran mencapai 100%, murid yang memperhatikan penjelasan guru mencapai 80,76%, murid yang berani membacakan materinya dan berani mengeluarkan hasil simakannya 88,46%, murid yang menyimak dengan baik teks wacana yang dibacakan temannya 76,92%, murid yang berpartisipasi dalam kelompok 76,92%, murid yang melakukan pencatatan tentang hal-hal penting dari bacaan yang disimak 76,92%, Murid yang menjawab pertanyaan- pertanyaan dari guru dan meluruskan kesalahan temannya 57,69% dan murid yang melakukan kegiatan lain seperti (ribut, keluar masuk kelas, bermain-main, dll) mencapai 19,23 %.

 Pertemuan kedua tepatnya pada tanggal 14 Mei 2014.

Adapun kegiatan pada pertemuan ini adalah :

1. Guru memulai pelajaran dengan menyampaikan materi yang akan dipelajari, tujuan pembelajaran, dan memotivasi murid agar mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh.

2. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan pendekatan integratif dengan cara menentukan mata pelajaran yang akan digabungkan dalam satu pembelajaran dan menetukan tema yang akan diangkat.

3. Mengajukan pertanyaan tentang peristiwa yang terjadi di sekitar dan melakukan tanya jawab tentang materi yang akan dipelajari

4. Guru menyajikan pelajaran dengan topik yang telah ditentukan.

5. Guru memberikan instruksi kepada murid dalam pemberian tugas individu maupun kelompok sesuai dengan topik yang telah diberikan.

6. Murid memahami apa yang telah dijelaskan oleh guru sehingga dapat menyelesaikan tugas yang telah diberikan

7. Pada akhir pertemuan, revisi : pada tahap ini murid secara individu ataupun dengan bantuan temannya ataupun guru mengoreksi tugas yang telah diberikan.Pengeditan : pada tahap ini murid secara individu atau dengan bantuan temannya ataupun guru mengoreksi dan memperbaiki tugas yang salah. Publikasi : pada tahap ini murid mempresentasikan tugasnya kemudian ditanggapi oleh teman maupun gurunya.dan menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan diadakan evaluasi atau ujian.

Pada pertemuan kedua ini diketahui bahwa kehadiran murid untuk mengikuti proses penbelajaran mencapai 96,15%, murid yang memperhatikan penjelasan guru mencapai 84,61%, murid yang berani membacakan materinya dan berani mengeluarkan hasil simakannya 76,92%, murid yang menyimak dengan baik teks wacana yang dibacakan temannya 84,61%, murid yang berpartisipasi dalam kelompok 76,92%, murid yang melakukan pencatatan tentang hal-hal penting dari bacaan yang disimak 73,07%, Murid yang menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru dan meluruskan kesalahan temannya 57,69% dan murid yang melakukan kegiatan lain seperti (ribut, keluar masuk kelas, bermain-main, dll) mencapai 15,38 %.

 Pertemuan ketiga tepatnya pada tanggal 17 Mei 2014.

Adapun kegiatan pada pertemuan ini adalah :

1. Guru memulai evaluasi dengan menyampaikan materi yang akan dipelajari, tujuan pembelajaran, dan memotivasi murid agar mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh.

2. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan pendekatan Integratif dengan cara menentukan mata pelajaran yang akan digabungkan dalam satu pembelajaran dan menetukan tema yang akan diangkat.

3. Mengajukan pertanyaan tentang peristiwa yang terjadi di sekitar dan melakukan tanya jawab tentang materi yang akan dipelajari

4. Guru menyajikan pelajaran dengan topik yang telah ditentukan.

5. Guru memberikan instruksi kepada murid dalam pemberian tugas individu maupun kelompok sesuai dengan topik yang telah diberikan.

6. Murid memahami apa yang telah dijelaskan oleh guru sehingga dapat menyelesaikan tugas yang telah diberikan

7. Pada akhir pertemuan, revisi : pada tahap ini murid secara individu ataupun dengan bantuan temannya ataupun guru mengoreksi tugas yang telah diberikan.Pengeditan : pada tahap ini murid secara individu atau dengan bantuan temannya ataupun guru mengoreksi dan memperbaiki tugas yang salah. Publikasi : pada tahap ini murid mempresentasikan tugasnya kemudian ditanggapi oleh teman maupun gurunya.

Pada pertemuan ketiga ini diketahui bahwa kehadiran murid untuk mengikuti proses penbelajaran mencapai 100%, murid yang memperhatikan penjelasan guru

mencapai 88,46%, murid yang berani membacakan materinya dan berani mengeluarkan hasil simakannya 76,92%, murid yang menyimak dengan baik teks wacana yang dibacakan temannya 76,92%, murid yang berpartisipasi dalam kelompok 88,46%, murid yang melakukan pencatatan tentang hal-hal penting dari bacaan yang disimak 76,92%, Murid yang menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru dan meluruskan kesalahan temannya 61,53% dan murid yang melakukan kegiatan lain seperti (ribut, keluar masuk kelas, bermain-main, dll) mencapai 19,23 %.

 Pertemuan keempat tepatnya pada tanggal 19 Mei 2014. diadakan evaluasi siklus II. Adapun kegiatannya adalah :

1 Guru memulai evaluasi dengan menyampaikan tata cara dalam menyelesaikan soal-soal evaluasi dan memotivasi murid agar mengikuti evaluasi dengan sungguh-sungguh.

2 Guru membagikan soal dan kertas jawaban kepada setiap murid.

3 Guru membacakan berita untuk disimak.

4 Murid memahami berita yang telah dibacakan oleh guru sehingga dapat menyelesaikan tugas yang telah diberikan.

5 Pada akhir pertemuan, guru mengumpulkan lembar jawaban dari evaluasi murid dan memberikan pesan-pesan moral untuk murid.

c. Tahap Opservasi / Pengamatan

Berdasarkan hasil observasi/ pengamatan yang dilakukan peneliti selama berlangsungnya penelitian, diperoleh data perubahan sikap dan perilaku

belajar seperti keaktifan murid pada setiap siklus. Hasil observasi perubahan sikap dan perilaku murid pada siklus II disajikan pada tabel berikut.

Tabel 4.5 Hasil observasi akivitas murid pada siklus II

no Komponen yang diamati

peremuan Rata- rata

%

1 2 3 4

1 2 3

4

5 6

7

8

Murid yang hadir pada saat pembelajaran berlangsung Murid yang memperhatikan penjelasan guru.

Murid yang berani membacakan materinya dan berani mengeluarkan hasil simakannya.

Murid yang menyimak dengan baik teks wacana yang dibacakan

temannya.

Murid yang berpartisipasi dalam kelompok.

Murid yang melakukan pencatatan tentang hal-hal penting dari bacaan yang disimak.

Murid yang menjawab pertanyaan- pertanyaan dari guru dan meluruskan kesalahan temannya.

Murid yang melakukan kegiatan lain (ribut, bermain dll).

26

21 23

20

20 20

15

5 25

22 20

22

20 19

15

4 26

23 20

20

23 20

16

5 S I K L U S

II

25,66

22 21

48,66

21 19,66

15,33

4,66

98,71

84,61 80,76

79,48

80,76 75,64

58,97

17,94

Dalam dokumen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR (Halaman 42-64)

Dokumen terkait