• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR"

Copied!
74
0
0

Teks penuh

(1)

PELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI PENDEKATAN INTEGRATIF MURID KELAS IV SD INPRES MANGASA I

KABUPATEN GOWA

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Muhammadiyah Makassar untuk Memenuhi Sebahagian Persyaratan guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh

Yustari NIM 10540 2961 09

JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

2014

(2)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

ii

LEMBAR PENGESAHAN

Nama : Yustari

Stambuk : 10540 2961 09

Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar Program Studi : Strata Satu (S1)

Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Judul : Peningkatan Keterampilan Menyimak pada Mata

Pelajaran Bahasa Indonesia melalui Pendekatan Integratif Murid Kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa Setelah diperiksa/diteliti ulang, skripsi ini telah memenuhi persyaratan untuk diujikan.

Makassar, Mei 2014 Disetujui oleh,

Pembimbing I

Dr. H. Bahrun Amin, M.Hum

Pembimbing II

Andi Adam, S.Pd.,M.Pd Diketahui,

Dekan FKIP Unismuh Makassar

Dr. A. Sukri Syamsuri, M.Hum NBM : 858 625

Ketua Jurusan

Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Sulfasyah, Ma.,Ph. D NBM : 970 635

(3)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

iii

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Nama : Yustari

Stambuk : 10540 2961 09

Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar Program Studi : Strata Satu (S1)

Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Judul : Peningkatan Keterampilan Menyimak pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia melalui Pendekatan Integratif Murid Kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa

Setelah diperiksa dan diteliti ulang, skripsi ini telah memenuhi persyaratan dan layak diujikan dihadapan tim penguji.

Makassar, Mei 2014 Disetujui Oleh

Pembimbing I

Dr. H. Bahrun Amin, M.Hum

Pembimbing II

Andi Adam, S.Pd.,M.Pd

Diketahui, Dekan FKIP

Unismuh Makassar

Dr. A. Sukri Syamsuri, M.Hum NBM : 858 625

Ketua Jurusan

Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Sulfasyah, Ma.,Ph. D NBM : 970 635

(4)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

iv

SURAT PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : Yustari

Nim : 10540 2961 09

Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Judul Skripsi : Peningkatan Keterampilan Menyimak pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia melalui Pendekatan Integratif Murid Kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa.

Dengan ini menyatakan bahwa:

Skripsi yang saya ajukan di depan TIM Penguji adalah ASLI hasil karya saya sendiri, bukan hasil ciplakan dan tidak dibuat oleh siapapun.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan saya bersedia menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar.

Makassar, Mei 2014 Yang membuat pernyataan

Yustari

Nim : 10540 2961 09 Diketahui oleh

Pembimbing I

Dr. H. Bahrun Amin, M.Hum

Pembimbing II

Andi Adam, S.Pd.,M.Pd

(5)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

v

SURAT PERJANJIAN Saya yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : Yustari

Nim : 10540 2961 09

Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar Dengan ini menyatakan perjanjian sebagai berikut:

1. Mulai dari penyusunan proposal sampai selesainya skripsi ini, saya yang menyusunnya sendiri (tidak di buat oleh siapapun).

2. Dalam penyusunan skripsi ini, saya akan melakukan konsultasi dengan pembimbing yang telah ditetapkan oleh pimpinan fakultas.

3. Saya tidak akan melakukan penjiplakan (plagiat) dalam menyusun skripsi ini.

4. Apabila perjanjian seperti butir 1, 2, dan 3 dilanggar, maka saya bersedia menerima sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Demikian perjanjian ini saya buat dengan penuh kesadaran.

Makassar, Mei 2014 Yang membuat perjanjian

Yustari

Nim : 10540 2961 09

(6)

vi

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Dengan Ilmu Hidup Menjadi Mudah, Dengan Seni Hidup Menjadi Indah, Dan Dengan Agama Hidup Menjadi Terarah

…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat... (Q.S. 58:11)

Kupersembahkan karya ini

Untuk orang tuaku yang senantiasa mendoakan keberhasilanku Juga untuk saudara-saudaraku tercinta

Yang telah menyayangiku Dengan cinta yang purnama

Semoga karya ini menjadi berarti dan

Bermanfaat untuk semua insan

(7)

vii

Yustari 2014. Peningkatan Keterampilan Menyimak melalui Pendekatan Integratif pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Murid Kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Dibimbing oleh H. Bahrun Amin dan Andi Adam.

Penelitian ini dilandasi oleh kenyataan di lapangan bahwa masih banyak murid SD mengalami kesulitan dalam keterampilan menyimak. Masalah utama dalam penelitian ini yaitu bagaimana menerapkan pendekatan integratif untuk meningkatkan hasil belajar keterampilan menyimak pada murid kelas IV SD Inpres Mangasa I kabupaten Gowa.

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menyimak melalui pendekatan integaratif. Subjek penelitian adalah murid kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa pada semester Genap tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 26 murid (16 laki-laki dan 10 perempuan). Siklus I dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan dan siklus II sebanyak 4 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data berupa tes yang diberikan pada akhir siklus. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan data kualitatif dan kuantitatif.

Hasil data yang diperoleh melalui analisis deskriptif sebagai berikut: (1) Hasil keterampilan menyimak murid kelas IV SD Inpres Mangasa I pada siklus I berada pada kategori rendah dengan nilai rata-rata 62,88 dari 26 jumlah murid (2) Hasil keterampilan menyimak murid kelas IV SD Inpres Mangasa I pada siklus II berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 86,73 dari 26 murid. (3) Adanya peningkatan penguasan materi, yakni meningkatnya kuantitas murid yang mencapai KKM pada siklus I sebanyak 10 orang (38,46%) dari 26 murid dan murid yang mencapai KKM pada siklus II sebanyak 24 orang (92,31%) dari 26 murid.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa pendekatan integratif dapat meningkatkan keterampilan menyimak pada mata pelajaran Bahasa Indonesia murid kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa

Kata kunci: keterampilan, menyimak, Pendekatan Integratif

(8)

viii Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahi rabbil alamin, untaian zikir lewat kata yang indah terucap sebagai ungkapan rasa syukur penulis selaku hamba dalam balutan kerendahan hati dan jiwa yang tulus kepada Sang Khaliq, yang menciptakan manusia dari segumpal darah, Yang Maha Pemurah, mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya dengan perantaraan qalam. Tiada upaya, tiada kekuatan, dan tiada kuasa tanpa kehendak-Nya. Bingkisan salam dan shalawat tercurah kepada kekasih Allah, Nabiullah Muhammmad saw, para sahabat dan keluarganya serta umat yang senantiasa istiqamah di jalan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul: “Peningkatan Keterampilan Menyimak pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia melalui Pendekatan Integratif Murid Kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa”.

Terima kasih sebesar-besarnya penulis haturkan kepada ayahanda Tarwito dan kakanda Roby Tarwito S.Si.T.,M.Mar.E dan Wahyuni S.Pd, yang telah memberikan segala doa, cinta ,perhatian, kasih sayang, dorongan baik moral maupun materi dan mendidik serta membesarkan penulis dengan penuh keikhlasan. Terima kasih dan penghargaan khusus kepada Dr. H. Bahrun Amin, M.Hum., dan Andi Adam, S.Pd.,M.Pd., pembimbing I dan pembimbing II, yang telah meluangkan waktu untuk mencurahkan segenap perhatian, arahan, dorongan,

(9)

ix

dapat membuka wawasan berpikir yang sangat berarti bagi penulis hingga terselesainya skripsi ini. Semoga Allah Swt, membalas segala kebaikannya dengan pahala yang tak terhingga.

Tak lupa pula penulis ucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada :Dr. H. Irwan Akib, M.Pd., Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar. Dr. Andi Sukri Syamsuri, M.Pd., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universiatas Muhammadiyah Makassar, Sulfasyah, MA., Ph. D., Ketua jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar. Sitti fithriani shaleh, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Prodi PGSD Universitas, Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah mengajar dan mendidik penulis dari semester awal hingga dapat menyelesaikan studi di perguruan tinggi ini. St. Nurhayati, S.Pd., Kepala Sekolah SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa yang telah memberikan kesempatan pada penulis untuk melaksanakan penelitian di sekolah yang beliau pimpin; Hj. Bau Tekne, S.Pd, wali kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa, terima kasih atas arahan dan bimbingan yang diberikan kepada penulis dalam melaksanakan penelitian. Anak-anakku murid kelas IV SD SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa yang telah membantu dan mendukung penulis selama melaksanakan penelitian.

Seluruh keluarga besarku yang senantiasa mendukung saya selama ini. Rekan- rekan mahasiswa jurusan PGSD FKIP Unismuh, terkhusus teman-teman kelas J 2009 atas segala bantuan dan kebersamaan selama menjalani perkuliahan hingga penyelesaian skripsi ini dan semua pihak yang telah membantu penulis dalam kelancaran penyusunan skripsi ini. Semoga bantuan dan dukungannya mendapat balasan yang setimpal dari Allah

(10)

x

dan saran dari semua pihak senantiasa penulis harapkan.

Akhirya, penulis berharap semoga bantuan yang telah diberikan mendapatkan balasan dari Allah Swt., dengan pahala yang berlipat ganda. Amin Ya Rabbal Alamin.

Makassar, Mei 2014

Penulis

(11)

xi

DAFTAR ISI

JUDUL. ... i

LEMBAR PENGESAHAN . ... ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii

SURAT PERNYATAAN... iv

SURAT PERJANJIAN . ... v

MOTTO DAN PERSEMBAHAN . ... vi

ABSTRAK. ... vii

KATA PENGANTAR . ... viii

DAFTAR ISI . ... xi

DAFTAR TABEL. ... xiv

DAFTAR BAGAN. ... xv

DAFTAR LAMPIRAN... xvi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang... 1

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Tujuan Penelitan ... 4

D. Manfaat Penelitian... 4

(12)

xii A. Kajian Pustaka

1. Penelitian yang Relevan ... 6

2. Pengertian Menyimak ... 7

3. Pengertian Belajar ... 8

4. Hasil Belajar ... 9

a. Pengertian Hasil Belajar ... 9

b. Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar ... 10

c. Fungsi hasil belajar ... 10

5. Pendekatan Integratif... 11

a. Pengertian Pendekatan Integratif... 11

b. Karakteristik Pendekatan Integratif ... 12

c. Prosedur Penerapan Pendekatan Integratif ... 13

d. Kelebihan dan Kelemahan Pendekatan Integratif ... 14

B. Kerangka Pikir... 15

C. Hipotesis Tindakan ... 17

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 18

B. Setting dan Subjek Penelitian... 18

C. Faktor yang diselidiki ... 18

D. Prosedur Penelitian ... 19

E. Instrument Penelitian... 22

F. Teknik Pengumpulan Data ... 22

G. Teknik Analisis Data ... 25

H. Indikator Keberhasilan ... 26

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Siklus I ... 27

2.Siklus II ... 38

B. Pembahasan Hasil Penelitian ... 48

(13)

xiii BAB V SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan ... 52 B. Saran ... 52 DAFTAR PUSTAKA ... 54 LAMPIRAN

RIWAYAT HIDUP

(14)

xiv

DAFTAR TABEL

Nomor Tabel Judul Tabel Halaman

Tabel 3.1 Format obserasi kegiatan siswa………. 23

Tabel 3.2 Format tes……….. 24

Tabel 3.3 Teknik kategori standar berdasarkan ketetapan Depdiknas…...25 Tabel 4.1 Hasil observasi aktivitas murid pada siklus I………. 33 Tabel 4.2 Statistik nilai keterampilan menyimak melalui pendekatan

integratif pada murid kelas IV SD Inpres Mangasa I

Kabupaten Gowa pada siklus I………...34 Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Dan Persentase Skor keterampilan

menyimak melalui pendekatan integratif pada murid kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa pada

Siklus I………35 Tabel 4.4 Deskripsi Ketuntasan menyimak melalui pendekatan

integrative pada murid kelas IV SD Inpres Mangasa I

Kab. Gowa pada siklus I ...36 Tabel 4.5 Hasil observasi akivitas murid pada siklus II...44 Tabel 4.6 Statistik Keterampilan Menyimak Murid Kelas IV SD Inpres

Mangasa I Kabupaten Gowa setelah PenerapanPendekatan Integratif pada siklus II ...46 Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Keterampilan

Menyimak Murid Kelas IV SD Inpres Mangasa I

Kabupaten Gowa setelah Penerapan Pendekatan Integratif pada Siklus II ...46 Tabel 4.8 Persentase Ketuntasan Keterampilan Menyimak Murid

Kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa setelah

Penerapan Pendekatan Integrati pada Siklus II...47 Tabel 4.9 Perbandingan Hasil Evaluasi Murid pada Siklus I dan II ...51

(15)

xv

DAFTAR BAGAN

Nomor GambarJudul Bagan Halaman

Gambar 2.1. Bagan Kerangka Pikir…………... 17 Gambar 3.1. Bagan ProsedurPenelitian………... 19

(16)

xvi 1. LAMPIRAN 1 RPP

2. LAMPIRAN 2 LKM

3. LAMPIRAN 3 DAFTAR HADIR MURID 4. LAMPIRAN 4 TES SIKLUS I

5. LAMPIRAN 5 TES SIKLUS II

6. LAMPIRAN 6 KUNCI JAWABAN SIKLUS I DAN II 7. LAMPIRAN 7 DAFTAR NILAI SIKLUS I DAN II

8. LAMPIRAN 8 LEMBAR PENGAMATAN OBSERVASI MURID 9. LAMPIRAN 9 DOKUMENTASI

(17)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Dalam kehidupan, sehari-hari kita tidak terlepas dengan yang namanya bahasa, karena bahasa merupakan media komunikasi. Bahasa sebagai media komunikasi dapat meningkatkan hubungan antara individu yang satu dengan yang lainnya dalam percakapan. Hal ini disebabkan oleh bahasa yang secara fungsional merupakan salah satu alat yang digunakan untuk menyampaikan pikiran dan perasaan manusia. Kondisi tersebut dapat berjalan dengan lancar apabila bahasa yang dipergunakan dapat saling dimengerti.

Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional memiliki peran yang sangat penting dalam perilaku berbahasa, baik secara lisan maupun tertulis. Karena sifatnya yang sangat penting ini, maka bahasa Indonesia perlu kita bina dan lestarikan.

Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar (SD) berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih menekankan keterlibatan murid dalam proses pembelajaran. Hal ini terlihat dalam standar kompetensi yang harus dikuasai oleh murid yaitu kompetensi mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis (Depdiknas, 2006:11).

Keterampilan menyimak sebagai salah satu keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif dan apresiasif. Reseptif artinya bahwa dalam keterampilan menyimak pelibat harus mampu mendengarkan apa yang terkandung dalam bahan simakan. Bersifat apresiatif artinya bahwa mendengarkan menuntut pelibat untuk

(18)

tidak hanya mampu mendengarkan pesan apa yang terkandung dalam bahan simakan tetapi lebih jauh memahami bahan simakan tersebut. Mendengarkan merupakan kegiatan aktif yang dilakukan secara sungguh-sungguh untuk memahami pesan yang terkandung dalam bahan simakan yang diperdengarkan secara lisan.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa, ditemukan bahwa dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia, banyak murid yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran menyimak. Kesulitan murid dalam menyimak antara lain : murid kurang konsentrasi dalam pembelajaran khususnya dalam pelajaran bahasa Indonesia, murid yang kurang memahami pelajaran, murid yang kurang kreatif, juga ditemukan bahwa permasalahan yang dihadapi dalam pelajaran menyimak adalah murid mengalami kesulitan dalam mengungkapkan pendapat sendiri dan hanya berpatokan pada buku pelajaran. Hal ini berarti bahwa pada hakikatnya kemampuan murid dalam menyimak masih rendah. Dari observasi yang dilakukan peneliti terhadap 26 murid, hanya 10 murid yang mendapat nilai memenuhi standar KKM yakni 70 dan yang 16 lainnya mendapat nilai di bawah standar KKM.

Keterampilan menyimak harus segera dikuasai oleh para murid di SD karena keterampilan ini secara langsung berkaitan dengan seluruh proses belajar murid di SD. Murid yang tidak memiliki kemampuan menyimak akan mengalami kesulitan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran untuk semua mata pelajaran.

Murid akan mengalami kesulitan dalam menangkap dan memahami informasi

(19)

yang disajikan oleh guru atau teman ujarannya dengan menggunakan lambang- lambang lisan sehingga berpengaruh terhadap pemahaman, apresiasi, serta interprestasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. Akibatnya, kemajuan belajarnya juga lamban jika dibandingkan dengan teman-temannya yang tidak mengalami kesulitan dalam menyimak.

Pada umumnya kenyataan di atas disebabkan karena kurangnya pemahaman murid terhadap keterampilan menyimak. Namun rendahnya hasil belajar menyimak murid bukan semata-mata disebabkan rendahnya kemampuan peserta didik melainkan disebabkan juga karena penggunaan strategi ataupun pendekatan pembelajaran yang kurang tepat. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan pembelajaran di kelas yang selalu didominasi oleh guru. Dalam penyampaian materi, biasanya guru hanya menggunakan metode ceramah dan hampir tidak pernah menggunakan metode ataupun pendekatan pembelajaran yang relevan dengan karekateristik materi pelajaran.

Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan integratif memanfaatkan kecenderungan murid untuk berinteraksi sehingga pembelajaran dapat lebih bermakna. Pengetahuan yang diperoleh dapat diorganisasi dan dibentuk oleh pembelajar secara individu melalui interaksi sosial. Oleh karena itu, tepatlah jika pendekatan integratif digunakan untuk mengaktifkan murid dalam pembelajaran.

Keaktifan murid menjadi salah satu syarat keberhasilan pembelajaran Bahasa Indonesia.

(20)

Hal inilah yang menarik perhatian penuh penulis untuk melakukan penelitian dengan judul; “Peningkatan Keterampilan Menyimak pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Melalui Pendekatan Integratif Murid kelas IV SD Inpres Mangasa 1 Kabupaten Gowa.”

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian tentang masalah di atas, maka masalah penelitian dirumuskan sebagai berikut: Bagaimanakah peningkatan hasil belajar keterampilan menyimak murid pada mata pelajaran bahasa Indonesia melalui pendekatan integratif kelas IV SD Inpres Mangasa 1 Kabupaten Gowa ?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menyimak murid pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yang dirancang melalui pendekatan integratif di kelas IV SD Inpres Mangasa 1 Kabupaten Gowa.

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi bagi pembanguna dan pengembangan kelembagaan, kontribusi hasil penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Manfaat Teoritis

Sebagai bahan referansi untuk memperoleh gambaran tentang peranan guru

(21)

Sebagai pendidik pada murid Sekolah Dasar di Kota Makassar, sebagai bahan penembangan ilmu pengetahuan untukpihak-pihak terkait dalam pengambilan kebijakan dan menentukan langkah selanjutnya.

2. Manfaat Praktis a. Bagi murid

Bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia murid kelas IV SD Inpres Mangasa I Kab. Gowa.

b. Bagi guru

Dapat meningkatkan kreatifitas guru untuk mengelolah proses belajar Bahasa Indonesia. Di samping itu,guru juga terbiasa melakukan tindakan kelas untuk memperbaiki pembelajaran dan karir guru itu sendiri.

c. Bagi sekolah

Hasil penelitian ini memberikan sumbangan yang baik kepada sekolah dalam rangka perbaikan pembelajaran, sehingga dapat menopang pencapaian target yang diharapkan.

d. Bagi Peneliti

Menambah pengalaman dan pengetahuan peneliti, khususnya dalam membuat karya ilmiah sekaligus sebagai persyaratan untuk menyelesaikan program S1 PGSD Universitas Muhammadiyah Makassar.

e. Bagi Pembaca.

Memberi informasi bagi pembaca, khususnya tentang pembelajaran yang menggunakan pendekatan integratif .

(22)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS TINDAKAN

A. Kajian Pustaka

1. Penelitian yang Relevan

a. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan Hazmi, Wardi. (2011) dalam skripsinya berjudul “Peningkatan Kemampuan Mengapresiasikan Puisi Melalui Pendekatan Integratif Pada Siswa Kelas VI B Semester 2 SDN Lowokwaru 3 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang Tahun Pelajaran 2010/2011” diperoleh hasil evaluasi meningkat dari nilai rata-rata 67,66 menjadi 98 dan ketuntasan belajar pada murid meningkat dari 52% menjadi 82%. Hasil belajar ini telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan. Berdasarkan data ini dapat dikatakan bahwa kemampuan mengapresiasikan puisi melalui pendekatan integratif mengalami peningkatan dari hasil belajar siklus I ke hasil belajar siklus II.

b. Selain itu, berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Juleth Juni Astuti Gardjalay (2012) dalam skripsinya berjudul “peningkatan keterampilan menyimak siswa melalui penerapan pendekatan integratif di kelas V SD Negeri Tanggung I Kota Blitar” diperoleh hasil evaluasi murid meningkat dari nilai rata-rata 55 menjadi 67 dan ketuntasan belajar murid meningkat dari 23 % menjadi 68 %. Hasil belajar ini telah mencapai tolak ukur yang diharapkan, dengan demikian penelitian telah berhasil dan pelaksanaan siklus berikutnya tidak perlu dilakukan. Berdasarkan data ini

(23)

dapat dikatakan bahwa keterampilan menyimak pada mata pelajaran bahasa Indonesia melalui pendekatan integratif mengalami peningkatan dari hasil belajar siklus I ke hasil belajar siklus II.

2. Pengertian Menyimak

Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan, dengan konsentrasi dan penuh perhatian serta memahami makna komunikasi yang disampaikan oleh pembicara.

Menyimak merupakan serangkaian aktivitas yang dilakukan murid untuk memperoleh dan memahami pesan, informasi, dan serangkaan gagasan yang terkandung dalam bahan simakan melalui bimbingan, arahan, dan motivasi guru. Pembelajaran menyimak harus dilakukan melalui pelibatan murid secara aktif melalui berbagai aktivitas yang mampu melatih mereka agar memperoleh berbagai macam keterampilan untuk menangkap dan memahami bahasa lisan.

(Yunus:2012:95).

Kegatan menyimak merupakan kegiatan yang paling awal dilakukan oleh manusia bila dilihat dari proses pemerolehan bahasa. Menyimak merupakan aktivitas yang dilakukan oleh seseorang dengan sengaja untuk memperoleh informasi melalui pendengaran dan bisa merespon apa yang telah dikemukakan oleh orang lain.

Menyimak, menurut Tarigan (dalam Saddhono, 2012:13) merupakan mendengarkan dan memahami isi bahan simakan yang bertujuan untuk menangkap, memahami, atau menghayati pesan, idea atau gagasan yang tersirat dalam bahan simakan. Pada dasarnya menyimak itu bukan hanya berupa mendengarkan saja, melainkan juga memahami dan dapat merespon apa yang telah didengarkan.

Dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan, menyimak merupakan kegiatan mendengarkan, memahami dan merespon sesuatu yang telah didengarkan.menyimak juga merupakan suatu kegiatan yang reseptif dan

(24)

apresiatif. Oleh karena itu keterampilan menyimak harus dilatih secara rutin dan berkesinambugan disertai dengan praktik yang teratur agar keterampilan menyimak dapat dicapai dengan baik.

3. Pengertian Belajar

Hakikat belajar adalah proses dari tidak tahu menjadi tahu. Dari proses tidak tahu menjadi tahu inilah yang menimbulkan sebuah perubahan tingkah laku melalui pengalaman setiap individu. Belajar merupakan istilah yang sudah populer namun bersifat kompleks, karena dapat ditinjau dari sudut pandang manapun tergantung disiplin ilmu para ahli yang memberikan defenisi.

Menurut Gredler (1991:80) bahwa “belajar adalah proses orang memperoleh berbagai kecakapan, keterampilan, dan sikap”.

Kemudian lebih lanjut Mudjiono (2009:4) menyatakan bahwa

“dalam arti sempit, belajar dapat diartikan sebagai usaha penguasaan materi ilmu pengetahuan yang merupakan sebagian kegiatan menuju terbentuknya kepribadian seutuhnya”.

Hergenhahn dan olson (Bundu, 2010: 25) mengemukakan ada lima hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan belajar yaitu :

a. Belajar menunjuk pada suatu perubahan tingkah laku;

b. Perubahan tingkah laku tersebut relative menetap;

c. Perubahan tingkah laku segera setelah mengikuti pengalaman belajar;

d. Perubahan tingkah laku merupakan hasil pengalaman dan latihan;

e. Pengalaman dan latihan harus diberi penguatan.

Selanjutnya Slameto (2010:2) mendefinisikan pengertian belajar bahwa:

Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara

(25)

keseluruhan, sebagai pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

Berdasarkan beberapa pengertian belajar yang telah diuraikan di atas, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah sebuah proses perubahan di dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, pemahaman, keterampilan, daya piker dan kemampuan- kemampuan lainnya.

4. Hasil Belajar

a. Pengertian Hasil Belajar

Hasil dari serangkaian kegiatan belajar mengajar adalah hasil belajar, dengan objeknya adalah murid. Hasil belajar mempunyai peran penting dalam pendidikan, bahkan menentukan kualitas belajar yang dicapai oleh murid pada bidang studi yang dipelajari. Murid yang cerdas dapat dengan cepat menciptakan lingkungan belajar yang mendorong perkembangan intelektual dirinya dalam bentuk macam-macam kegiatan yang dapat meningkatkan hasil belajarnya.

Setelah terjadi proses belajar mengajar maka diharapkan terjadi suatu perubahan pada diri murid, baik pengetahuan, keterampilan maupun sikap perubahan tingkah laku.

Menurut Syah (2005:2) hasil belajar adalah hasil belajar adalah penilaian yang menggambarkan prestasi yang dicapai murid sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Menurut Suprijono (2012:16)“hasil belajar adalahpola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi, dan keterampilan”.

(26)

Dari pendapat para pakar tersebut dapat dipahami bahwa hasil belajar adalah penilaian yang menggambarkan prestasi yang dicapai murid sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

b. Faktor yang mempengaruhi hasil belajar

Menurut Mudjiono (2006), ada beberapa hal yang mempengaruhi minat seorang terhadap mata pelajaran tertentu, termasuk dalam pembelajaran bahasa. Secara keseluruhan faktor tersebut digolongkan dalam dua kelompok besar, yaitu faktor eksternal (faktor yang berasal dari luar diri murid) dan faktor internal (faktor yang berasal dari dalam diri murid)

Dari pendapat di atas dapat dijabarkan bahwa faktor yang mempengaruhi hasil belajar murid ada dua faktor yaitu berasal dari luar diri murid seperti ruangan tenpat belajar, prasarana yang dimiliki sekolah, lingkungan dan yang berasal dari diri murid adalah minat murid, tingkat perhatanmurid juga sikap murid.

lanjut Purwanto (2007:102) mengemukakan bahwa: Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar yaitu: murid dalam masyarakat media massa, teman bergaul, dan bentuk kehidupan masyarakat.

Berdasarkan kedua pendapat di atas, pada hakikatnya terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar murid, namun pada intinya dapat diklasifikasikan atas dua faktor, yaitu faktor yang bersumber dari dalam diri maupun dari dalm dirinya. Faktor dari diri berupa faktor fisik, psikologis dan gaya belajar sedangkan faktor dari luar diri yaitu faktor lingkungan keluarga,, lingkungan sekolah, lingkungan masayarakat, maupun lingkungan pergaulan murid yang mempengaruhi aktivitas belajarnya sehari-hari.

c. Fungsi hasil belajar

Menurut Sudjana (2005:3) fungsi hasil belajar yaitu:

(27)

1) Alat untuk mengetahui tercapai atau tidaknya tujuan intruksional, 2) Umpan balik bagi perbaikan proses belajar mengajar,perbaikan

mungkin dilakukan dalam hal tujuan instruksional. Kegiatan belajar murid dan strategi mengajar guru.

3) Dasar dalam penyusunan laporan kemajuan belajar murid kepada para orang tuanya. Dalam laporan tersebut dikemukakan kemampuan dan kecakapan belajar berbagai bidang studi dalam bentuk nilai-nilai prestasi yang dicapainya.

Pendapat di atas jelas bahwa fungsi hasil belajar sangat penting karena merupakan alat ukur untuk melihat tingkat keberhasilan murid dalam satu pelajaran, dijadikan sebagai bahan perbaikan dalam proses belajar mengajar dan sebagai dasar untuk membuat laporan hasil belajar murid.

5. Pendekatan Integratif

a. Pengertian Pendekatan Integratif

Pendekatan integratif merupakan pendekatan pembelajaran bahasa yaitu dengan cara berpikir menyeluruh, yang menghubungkan semua aspek keterampilan berbahasa sebagai kesatuan yang bermakna (Routman, 1991:276).

Selain itu, Djiwandono (1996:10) mengatakan bahwa integratif merupakan penggabungan dari bagian-bagian dan komponen-komponen bahasa, yang bersama-sama membentuk bahasa. Dalam pembelajaran bahasa, materi pembelajaran bahasa disajikan secara terpadu,yaitu terpadu antar-materi dalam pembelajaran bahasa dan berpijak pada satu tema tertentu.

Menurut Prabowo (2000: 2 ) pembelajaran integratif atau terpadu adalah suatu proses pembelajaran dengan melibatkan /mengaitkan berbagai bidang studi. Integratif terbagi menjadi inter bidang studi dan antar bidang studi. Inter bidang studi artinya beberapa aspek dalam satu bidang studi diintegrasikan. Misalnya, menyimak diintegrasikan dengan berbicara dan menulis, Menulis diintegrasikan dengan berbicara dan membaca.

Menggunakan pendekatan integratif anak diajar secara terpadu, mulai dari membaca, mendengar, berbicara dan menulis, sehingga anak memadukan berbagai keterampilan berbahasa. Pembelajaran dimulai dengan mengenalkan

(28)

bagian-bagian khusus dari materi pelajaran, kemudian mengenalkan materi pelajaran tersebut ke bagian-bagian umum.

Pada hakikatnya pembelajaran terpadu merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan murid aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep secara holistik, bermakna, dan autentik. Prinsip yang harus di perhatikan dalam mencapai keterpaduan dalam proses pembelajaran secara integratif adalah keefektifan komunikasi secara luas, situasi pembelajaran bahasa dan memaksimalkan hubungan antara keterampilan berbahasa.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran secara integratif adalah suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan murid, baik secara individu maupun kelompok aktif menggali, mencari dan menemukan konsep serta prinsip keilmuan secara menyeluruh, bermakna dan otentik serta sistem pembelajarannya memadukan berbagai mata pelajaran berdasarkan tema.

b. Karakteristik Pendekatan Integratif

Menurut Depdikbud (1996: 3), pembelajaran terpadu sebagai suatu poses memiliki beberapa karakteristik atau ciri-ciri, yaitu holostik, bermakna, otentik dan aktif.

1. Holistik, artinya suatu peristiwa yang menjadi pusat perhatian dalam pembelajaran terpadu di amati dan di kaji dari beberapa mata pelajaran sekaligus, tidak dari sudut pandang yang terkotak-kotak.

2. Bermakna, artinya pengkajian suatu penomena dari berbagai macam aspek memungkinkan terbentuknya semacam jalinan skemata yang dimiliki murid.

(29)

3. Otentik, artinya informasi dan pengetahuan yang diperoleh sifatnya menjadi otentik.

4. Aktif, artinya murid perlu terlibat langsung dalam proses pembelajaran mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga proses evaluasi.

c. Prosedur Penerapan Pendekatan Intergratif

langkah-langkah pendekatan integratif dalam meningkatkan keterampilan menyimak menurut Harvadi dalam Muhammad Amir (2008:6) adalah sebagai berikut:

1. Pada tahap pramendengarkan, kegiatan pembelajaran yang dilakukan adalah a) Guru menentukan topik pembelajaran.

Pada tahap ini guru menentukan topik dan pembelajaran. Hasil kegiatan ini merupakan dilaksanakan agar topik yang diangkat bias merangsang motivasi dan semangat murid dalam memperhatikan pelajaran. Aktifitas yang dapat dilakukan sangat beragam seperti bertanya pengalaman murid, memberikan kesempatan kepada murid untuk mengungkapkan pendapatnya.

2. Pada tahap mendengarkan kegiatan pembelajaran yang dilakukan adalah:

a) Guru menyajikan pelajaran dengan topik yang telah ditentukan.

Kegiatan ini penting untuk melatih pendengaran dan perhatian murid terhadap pelajaran.

b) Guru memberikan instruksi kepada murid dalam pemberian tugas individu maupun kelompok sesuai dengan topik yang telah diberikan.

c) Murid memahami apa yang telah dijelaskan oleh guru sehingga dapat menyelesaikan tugas yang telah diberikan.

3. Tahap pascamendengarkan kegiatan pembelajaran yang dilakukan adalah:

a) Revisi : pada tahap ini murid secara individu atau dengan bantuan temannya ataupun guru mengoreksi tugas yang telah diberikan.

b) Pengeditan : pada tahap ini murid secara individu atau dengan bantuan temannya ataupun guru mengoreksi dan memperbaiki tugas yang salah.

c) Publikasi : pada tahap ini murid mempresentasikan tugasnya kemudian ditanggapi oleh teman maupun gurunya.

Menurut Trianto (2007: 18) mengemukakan bahwa pendekatan integratif dalam pembelajaran bahasa Indonesia dilihat dari segi pelaksanaannya tidak dilakukan secara serempak melainkan secara bertahap yang meliputi tahap

(30)

perencanaan, tahap pelaksanaan, dan evaluasi, dengan kata lain tahap persiapan sama dengan tahap pembelajaran pramendengarkan. Tahap pelaksanaan sama dengan tahap pembelajaran mendengarkan, dan tahap evaluasi sama dengan tahap pascamendengarkan.

d. Kelebihan dan Kelemahan Pendekatan Intergratif

Sudah dipahami bahwa tidak ada metode mengajar yang terbaik atau lebih unggul dari metode-metode mengajar lainnya. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor antara lain : faktor tujuan, bahan pelajaran, kemampuan guru, karakteristik murid, situasi dan kondisi lingkungan belajar dan sebagainya.

Dikemukakan oleh Pandie (1984: 72) bahwa :

“Tidak jarang terjadi metode yang sama secara efektif dan efisien dilakukan oleh guru yang satu, tetapi gagal ditangan guru yang lain.

Karena itu kebaikan dan kelemahan masing-masing metode itu sendiri relatif sifatnya.”

Pendapat diatas di atas menjelaskan bahwa kelebihan dan kelemahan suatu metode pembelajaran itu sifatnya relatif tergantung siapa yang melaksankannya, hal tersebut dapat dilihat tidak semua guru gagal dalam pelaksanaan metode tersebut dan tidak semua guru yang gagal dalam melaksanakan metode itu.

Adapun kelebihan dan kelemahan pendekatan integratif seperti yang dikemukakan oleh Trianto (1990: 142) sebagai berikut :

Kelebihan :

1. Adanya kemungkinan pemahaman antar bidang studi, karena dengan memfokuskan pada isi pelajaran, strategi berpikir, keterampilan social dan ide-ide penemuan lain, satu pelajaran dapat mencakup banyak

(31)

dimensi, sehingga murid dalam pelajaran menjadi semaki diperkaya dan berkembang.

2. Memotivasi dalam belajar.

3. Tipe terintegrasi dapat memberikan perhatian pada berbagai bidangyang penting dalam satu saat, tipe ini tidak memerlukan penambahan waktu untuk bekerja dengan guru lain.

4. Metode ini dapat membuat murid bergairah dalam belajar karena kegiatan-kegiatan belajar dilakukan dengan berbagai variasi dan pelajaran yang beragam sehingga tidak membosankan.

5. Metode ini dapat membina tanggung jawab dan disiplin murid.

6. Metode ini dapat mengembangkan ketivitas murid.

Rincian penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pendekatan integratif dapat melatih murid untuk melatih pikirannya sendiri secara bertahap.

Kelemahannya :

1. Penerapannya yaitu, sulitnya meneraokan tipe ini secara penuh.

2. Tipe ini memerlukan tim antar bidang studi, baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan.

3. Pengintegrasian kurikulum dengan konsep-konsep dari masing-masing bidang studi menuntut adanya sumber belajar yang beraneka ragam.

Selain dari kelebihan metode ini terdapat pula kelemahan dari pendekatan integratif, apalagi keseringan murid jalan sendiri akan menimbulkan kejenuhan/kebosanan pada murid.

B. Kerangka Pikir

Rendahnya hasil belajar Bahasa Indonesia yang dicapai murid kelas IV SD Inpres Mangasa 1 Kabupaten Gowa terutama keterampilan menyimak murid memerlukan perbaikan proses pembelajaran dalam kelas yang dilaksanakan oleh

(32)

guru dengan memberikan motivasi baru, cara-cara baru dalam mengajar yang dipandang lebih efektif. Strategi pembelajaran pendekatan integratif dianggap sebagai salah satu inovasi pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar yang dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia.

Pembelajaran di sekolah hendaknya mengaktifkan peserta didik tidak hanya secara mental tetapi memiliki jiwa kritis, kreatif, dan partisipatif terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam penelitian ini, kegiatan belajar mengajar dibagi dalam dua siklus, yakni siklus I dan siklus II dengan memberikan perlakuan yang sama berupa pembelajaran pendekatan integratif .

Tes yang diberikan kepada murid setelah kegiatan belajar mengajar bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman murid terhadap materi yang telah diajarkan. Dan pada akhirnya dapat diketahui pula bahwa hasil belajar murid ada peningkatan atau belum dari hasil belajar sebelumnya.

(33)

Adapun bagan kerangka pikir di atas dapat disajikan sebagai berikut :

Gambar 2.1. Bagan Kerangka Pikir

C. Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kerangka pikir tersebut, maka hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah “Jika pendekatan integratif diterapkan, maka keterampilan menyimak pada mata pelajaran bahasa Indonesia murid kelas IV SD Inpres Mangasa 1 Kabupaten Gowa meningkat”

Hasil Belajar Bahasa Indonesia Meningkat

KTSP

Membaca

Pendekatan Integratif

Siklus I

Siklus II

Berbicara Menyimak

Menulis

PEMBLAJARAN BAHASA INDONESIA

(34)

BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakn kelas atau yang disebut dengan istilah (classroom action research). Ciri utama dari penelitian ini adalah adanya kajian yang berhubungan dengan penerapan rancangan, sajian dan evaluasi pembelajaran yang ditujukan untuk mencapai hasil belajar tertentu pada suatu tujuan.

B. Setting dan Subjek Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa. Yang menjadi subjek dari penelitian ini adalah murid kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa yang mengikuti mata pelajaran bahasa Indonesia tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 26 murid terdiri dari 16 murid laki-laki dan 10 murid perempuan.

C. Faktor yang Diselidiki

Karena input dari penelitian ini adalah murid maka peneliti akan meneliti peningkatan ketermpilan menyimak murid pada mata pelajaran bahasa Indonesia melalui penerapan pendekatan integratif. Adapun fokus dari penelitian ini adalah:

1. Faktor proses yaitu melihat aktivitas murid dan guru dalam mengikuti pembelajaran melalui pendekatan integratif dalam pembelajran bahasa Indonesia.

(35)

2. Faktor hasil yaitu dengan melihat hasil belajar setelah diterapkan pendekatan integratif.

D. Prosedur Penelitian

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang di rencanakan dua siklus dengan mengikuti tahap-tahap penelitian tindakan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi/ evaluasi, dan refleksi. prosedur kerja penelitian tindakan kelas ini dirancang pelaksanaannya dalam dua siklus, yaitu: siklus pertama tiga kali pertemuan dan siklus kedua juga tiga kali pertemuan. Desainnya adalah sebagai berikut.

Gambar 3.1. Desain penelitian tindakan kelas (Arikunto: 2006) Perencanaan

Pelaksanaan

Pengamatan Refleksi SIKLUS I

Perencanaan

Pelaksanaan Pengamatan

Refleksi

Hasil Belajar Meningkat

SIKLUS II

(36)

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka prosedur penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut.

1. Perencanaan

a. Membuat skenario pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum SD kelas IV dengan menerapkan pendekatan integratif

b. Membuat bahan penunjang untuk kelancaran penelitian yaitu observasi dan referensi penunjang yang relevan dengan penelitian

c. Membuat alat evaluasi untuk melihat apakah hasil belajar bahasa Indonesia khususnya pada keterampilan menyimak murid dapat meningkat.

Pada penelitian ini yang dijadikan tolak ukur pelaksanaan pembelajaran, yaitu menyimak pelajaran bahasa Indonesia, adalah (a) murid mampu menyimak dengan baik pelajaran yang diberikan oleh guru , (b) Murid mampu memahami semua instruksi yang diberikan oleh guru maupun teman-temannya, (c) Murid mampu menaggapi pelajaran yang telah diberikan,

Penetapan tindakan dalam penelitian didasarkan atas (a) kajian teori atau penelitian yang relavan, (b) kesanggupan guru yang akan diteliti, (c) kemampuan murid (d) pasilitas dan sarana prasarana yang tersedia atau yang memadai, (e) iklim suasana dikelas dan fasilitas di sekolah, atas dasar kelima asfek diatas maka penulis memilih media pembelajaran menyimak dengan menggunakan pendekatan integrtif untuk menyelesaikan permasalahan tentang pembelajaran menyimak.

2. Pelaksanaan Tindakan

Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah melaksanakan pembelajaran sesuai skenario pembelajaran yang telah dibuat. Kegiatan itu sebagai berikut.

(37)

1. Pada tahap pramendengarkan, kegiatan pembelajaran yang dilakukan adalah a. Guru menentukan topik pembelajaran.

Pada tahap ini guru menentukan topik dan pembelajaran. Aktifitas yang dapat dilakukan sangat beragam seperti bertanya pengalaman murid, memberikan kesempatan kepada murid untuk mengungkapkan pendapatnya.

2. Pada tahap mendengarkan kegiatan pembelajaran yang dilakukan adalah:

a) Guru menyajikan pelajaran dengan topik yang telah ditentukan.

Kegiatan ini penting untuk melatih pendengaran dan perhatian murid terhadap pelajaran.

b) Guru memberikan instruksi kepada murid dalam pemberian tugas individu maupun kelompok sesuai dengan topic yang telah diberikan.

c) Murid memahami apa yang telah dijelaskan oleh guru sehingga dapat menyelesaikan tugas yang telah diberikan.

3. Tahap pascamendengarkan kegiatan pembelajaran yang dilakukan adalah:

a. Revisi : pada tahap ini murid secara individu atau dengan bantuan temannya ataupun guru mengoreksi tugas yang telah diberikan.

b. Pengeditan : pada tahap ini murid secara individu atau dengan bantuan temannya ataupun guru mengoreksi dan memperbaiki tugas yang salah.

c. Publikasi : pada tahap ini murid mempresentasikan tugasnya kemudian ditanggapi oleh teman maupun gurunya.

(38)

3. Observasi / Pengamatan

a. Peneliti memperhatikan keseluruhan murid untuk mengetahui siapa yang hadir dan siapa yang tidak hadir.

b. Pemantauan keaktifan murid pada saat pembelajaran berlangsung berdasarkan format yang telah disiapkan.

4. Refleksi

Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah menganalisis data yang diperoleh pada tahap observasi. Berdasarkan hasil analisis data dilakukan refleksi guna melihat kekurangan dan kelebihan yang terjadi pada saat pembelajaran. Kekurangan dan kelebihan ini dijadikan acuan untuk merencanakan siklus berikutnya.

E. Instrumen Penelitian

Dalam penelitian ini, instrument yang digunakan adalah :

1. Lembar hasil belajar, yaitu tes akhir pada setiap siklus yang diberikan kepada murid setelah diterapkan pendekatan integratif.

2. Lembar observasi, yaitu berupa catatan tentang aktivitas murid dan guru dalam mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia melalui pendekatan integratif.

F. Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan, maka teknik pengumpulan yang digunakan dalam penelitian ini menurut Arikunto (1997: 62) adalah:

(39)

1. Observasi

Observasi adalah kegiatan (pengambilan data) untuk mengamati seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran. Efek dari suatu intervensi (action) terus dimonitor secara reflektif. Misalnya kemajuan murid (nilai), tingkah laku murid pada waktu belajar, tingkah laku guru pada waktu mengajar, suasana kelas.

Table 3.1 Format Observasi Kegiatan

No Objek Pengamatan

Siklus I Rata- rata

Persent ase (%) Pertemuan

I II III IV

1. Murid yang hadir

E V A L U A S I

S I K L U S

2. Murid yang memperhatikan penjelasan guru

3. Murid yang aktif dalam membaca materi yang dibagikan oleh guru

4. Murid yang aktif dalam menerima kartu yang diberikan oleh guru

5. Murid yang memikirkan jawaban dari kartunya

6. Murid yang aktif dalam mencari pasangan jawaban/soal dari kartu yang dipegannya.

7. Murid yang mendapatkan poin 8 Murid yang melakukan kegiatan

lain ( ribut, bermain, dll)

(40)

2. Tes.

Tes dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang pemahaman murid terhadap keterampilan menyimak. Tes dilaksanakan pada awal penelitian, pada akhir setiap tindakan, dan pada akhir setelah diberikan serangkaian tindakan.

Table 3.2 Format Tes

NO NAMA

L/P SIKLUS I

Aspek yang diamati

1 2 3 4 5 Jumlah

1 2 3 4 5

Jumlah Rata-rata Nilai tertinggi Nilai terendah 3. Dokumentasi.

Dokumentasi digunakan untuk merekam kejadian yang tidak terdapat dalam format pengamatan dan dianggap penting. Dokumentasi ini dapat berupa foto, atau dokumen lain yang juga diperlukan untuk mencatat kejadian-kejadian istimewa yang terjadi selama pelaksanaan tindakan.

(41)

G. Teknik Analisis Data

Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif (hasil belajar) dan kualitatif (proses pembelajaran). Analisis kuantitatif digunakan untuk mencari persentase Menurut (Sudijono, 2006: 43) mencari persentase (%) nilai rata-rata adalah:

f

P = X 100 N

Dimana: P = angka persentase

ƒ = frekuensi yang dicari persentasenya

N = banyaknya sampel

Sumber: Sudijono, 2006:43

Adapun untuk keperluan analisis kuantitatif digunakan teknik kategori tingkat penguasaan materi. Pedoman yang digunakan untuk mengubah skor mentah yang diperoleh murid menjadi skor standar (nilai).

Tabel 3.3. Tingkat Penguasaan Materi

Sumber: Depdikbud, 2008 Interval Kategori Hasil Belajar

85–100 70–84 55–69 46–54 0–45

Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah

(42)

H. Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan penelitian tidakan kelas ini adalah apabila terjadinya peningkatan hasil belajar murid terhadap bahan ajar setelah diterapkan pendekatan integratif pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Yaitu apabila terdapat 85% murid yang memperoleh skor minimal 70 maka kelas dianggap tuntas.

(43)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

Hasil yang diperoleh dari penelitian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk menganalisis data murid yang aktif sesuai indikator melalui pendekatan integratif , sedangkan analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis hasil belajar murid pada setiap siklus.

Data hasil tes dan data hasil observasi aktivitas murid pada akhir siklus disajikan dalam bentuk tabel.

1. Siklus I

a. Tahap Perencanaan

Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap perencanaan penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu:

1) Membuat rencana pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum SD kelas IV dengan menerapkan pendekatan integratif.

2) Membuat bahan penunjang untuk kelancaran penelitian yaitu pedoman observasi dan referensi penunjang yang relevan dengan penelitian.

3) Membuat alat evaluasi untuk melihat apakah hasil belajar bahasa Indonesia khususnya pada keterampilan mendengarkan murid dapat meningkat.

b. Tahap Pelaksanaan

Pelaksanaan penelitian pada siklus pertama berlangsung dalam 4 kali pertemuan, 3 kali pertemuan proses pembelajaran dan 1 kali pertemua pemberian

(44)

tes. Pertemuan pertama tanggal 30 April 2014, pertemuan kedua pada tanggal 3 Mei 2014, pertemuan ketiga pada tanggal 5 Mei 2014, dan pertemuan keempat pada tanggal 7 Mei 2014.

Pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan pendekatan Integratif dalam meningkatkan hasil belajar keterampilan menyimak murid kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa, yaitu:

 Pada pertemuan pertama, tepatnya pada tanggal 30 April 2014 guru menyampaikan bahwa pendekatan pembelajaran yang akan diterapkan selama penelitian ini yaitu pendekatan Integratif. Adapun kegiatan pada pertemuan pertama ini adalah :

1. Guru memulai pelajaran dengan menyampaikan materi yang akan dipelajari, tujuan pembelajaran, dan memotivasi murid agar mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh.

2. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan pendekatan Integratif dengan cara menentukan mata pelajaran yang akan digabungkan dalam satu pembelajaran dan menetukan tema yang akan diangkat.

3. Mengajukan pertanyaan tentang peristiwa yang terjadi di sekitar dan melakukan tanya jawab tentang materi yang akan dipelajari

4. Guru menyajikan pelajaran dengan topik yang telah ditentukan.

5. Guru memberikan instruksi kepada murid dalam pemberian tugas individu maupun kelompok sesuai dengan topik yang telah diberikan.

6. Murid memahami apa yang telah dijelaskan oleh guru sehingga dapat menyelesaikan tugas yang telah diberikan.

(45)

7. Pada akhir pertemuan, revisi : pada tahap ini murid secara individu ataupun dengan bantuan temannya ataupun guru mengoreksi tugas yang telah diberikan.Pengeditan : pada tahap ini murid secara individu atau dengan bantuan temannya ataupun guru mengoreksi dan memperbaiki tugas yang salah. Publikasi : pada tahap ini murid mempresentasikan tugasnya kemudian ditanggapi oleh teman maupun gurunya.

Pada pertemuan pertama ini diketahui bahwa kehadiran murid untuk mengikuti proses penbelajaran mencapai 96,15%, murid yang memperhatikan penjelasan guru mencapai 76,92%, murid yang berani membacakan materinya dan berani mengeluarkan hasil simakannya 57,69%, murid yang menyimak dengan baik teks wacana yang dibacakan temannya 61,53%, murid yang berpartisipasi dalam kelompok 50%, murid yang melakukan pencatatan tentang hal-hal penting dari bacaan yang disimak 61,53%, Murid yang menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru dan meluruskan kesalahan temannya 15,38% dan murid yang melakukan kegiatan lain seperti (ribut, keluar masuk kelas, bermain-main, dll) mencapai 38,46 %.

 Pertemuan kedua tepatnya pada tanggal 3 Mei 2014.

Adapun kegiatan pada pertemuan ini adalah :

1. Guru memulai pelajaran dengan menyampaikan materi yang akan dipelajari, tujuan pembelajaran, dan memotivasi murid agar mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh.

2. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan pendekatan integratif dengan

(46)

cara menentukan mata pelajaran yang akan digabungkan dalam satu pembelajaran dan menetukan tema yang akan diangkat.

3. Mengajukan pertanyaan tentang peristiwa yang terjadi di sekitar dan melakukan tanya jawab tentang materi yang akan dipelajari.

4. Guru menyajikan pelajaran dengan topik yang telah ditentukan.

5. Guru memberikan instruksi kepada murid dalam pemberian tugas individu maupun kelompok sesuai dengan topik yang telah diberikan.

6. Murid memahami apa yang telah dijelaskan oleh guru sehingga dapat menyelesaikan tugas yang telah diberikan

7. Pada akhir pertemuan, revisi : pada tahap ini murid secara individu ataupun dengan bantuan temannya ataupun guru mengoreksi tugas yang telah diberikan.Pengeditan : pada tahap ini murid secara individu atau dengan bantuan temannya ataupun guru mengoreksi dan memperbaiki tugas yang salah. Publikasi : pada tahap ini murid mempresentasikan tugasnya kemudian ditanggapi oleh teman maupun gurunya.dan menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan diadakan evaluasi atau ujian.

Pada pertemuan kedua ini diketahui bahwa kehadiran murid untuk mengikuti proses penbelajaran mencapai 100%, murid yang memperhatikan penjelasan guru mencapai 80,76%, murid yang berani membacakan materinya dan berani mengeluarkan hasil simakannya 57,69%, murid yang menyimak dengan baik teks wacana yang dibacakan temannya 61,53%, murid yang berpartisipasi dalam kelompok 53,84%, murid yang melakukan pencatatan tentang hal-hal penting dari bacaan yang disimak 65,38%, Murid yang menjawab pertanyaan-pertanyaan dari

(47)

guru dan meluruskan kesalahan temannya 15,38% dan murid yang melakukan kegiatan lain seperti (ribut, keluar masuk kelas, bermain-main, dll) mencapai 42,30 %.

 Pertemuan ketiga tepatnya pada tanggal 5 Mei 2014.

Adapun kegiatan pada pertemuan ini adalah :

1. Guru memulai evaluasi dengan menyampaikan materi yang akan dipelajari, tujuan pembelajaran, dan memotivasi murid agar mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh.

2. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan pendekatan Integratif dengan cara menentukan mata pelajaran yang akan digabungkan dalam satu pembelajaran dan menetukan tema yang akan diangkat.

3. Mengajukan pertanyaan tentang peristiwa yang terjadi di sekitar dan melakukan tanya jawab tentang materi yang akan dipelajari

4. Guru menyajikan pelajaran dengan topik yang telah ditentukan.

5. Guru memberikan instruksi kepada murid dalam pemberian tugas individu maupun kelompok sesuai dengan topik yang telah diberikan.

6. Murid memahami apa yang telah dijelaskan oleh guru sehingga dapat menyelesaikan tugas yang telah diberikan

7. Pada akhir pertemuan, revisi : pada tahap ini murid secara individu ataupun dengan bantuan temannya ataupun guru mengoreksi tugas yang telah diberikan.Pengeditan : pada tahap ini murid secara individu atau dengan bantuan temannya ataupun guru mengoreksi dan memperbaiki tugas yang

(48)

salah. Publikasi : pada tahap ini murid mempresentasikan tugasnya kemudian ditanggapi oleh teman maupun gurunya.

Pada pertemuan ketiga ini diketahui bahwa kehadiran murid untuk mengikuti proses penbelajaran mencapai 100%, murid yang memperhatikan penjelasan guru mencapai 76,92%, murid yang berani membacakan materinya dan berani mengeluarkan hasil simakannya 69,23%, murid yang menyimak dengan baik teks wacana yang dibacakan temannya 69,23%, murid yang berpartisipasi dalam kelompok 53,84%, murid yang melakukan pencatatan tentang hal-hal penting dari bacaan yang disimak 65,38%, Murid yang menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru dan meluruskan kesalahan temannya 15,38% dan murid yang melakukan kegiatan lain seperti (ribut, keluar masuk kelas, bermain-main, dll) mencapai 38,46 %.

 Pertemuan keempat tepatnya pada tanggal 7 Mei 2014. diadakan evaluasi siklus I. Adapun kegiatannya adalah :

1. Guru memulai evaluasi dengan menyampaikan tata cara dalam menyelesaikan soal-soal evaluasi dan memotivasi murid agar mengikuti evaluasi dengan sungguh-sungguh.

2. Guru membagikan soal dan kertas jawaban kepada setiap murid.

3. Guru membacakan berita untuk disimak.

4. Murid memahami berita yang telah dibacakan oleh guru sehingga dapat menyelesaikan tugas yang telah diberikan.

5. Pada akhir pertemuan, guru mengumpulkan lembar jawaban dari evaluasi murid dan memberikan pesan-pesan moral untuk murid.

(49)

c. Tahap Opservasi / Pengamatan

Berdasarkan hasil observasi/ pengamatan yang dilakukan peneliti selama berlangsungnya penelitian, diperoleh data perubahan sikap dan perilaku belajar seperti keaktifan murid pada setiap siklus. Hasil observasi perubahan sikap dan perilaku murid pada siklus I disajikan pada tabel berikut.

Tabel 4.1 Hasil observasi akivitas murid pada siklus I

no Komponen yang diamati

peremuan Rata- rata

%

1 2 3 4

1 2 3

4

5 6

7

8

Murid yang hadir pada saat pembelajaran berlangsung Murid yang memperhatikan penjelasan guru.

Murid yang berani membacakan materinya dan berani mengeluarkan hasil simakannya.

Murid yang menyimak dengan baik teks wacana yang dibacakan

temannya.

Murid yang berpartisipasi dalam kelompok.

Murid yang melakukan pencatatan tentang hal-hal penting dari bacaan yang disimak.

Murid yang menjawab pertanyaan- pertanyaan dari guru dan meluruskan kesalahan temannya.

Murid yang melakukan kegiatan lain (ribut, bermain dll).

25 20 15

16

13

16

4

10 26 21 15

16

14

17

3

11 26 20 18

18

14

17

4

10 S I K L U

S

I

25,66 20,33 16

16,66

13,66

16,66

3,66

10,33

98,71 78,20 61,53

64,10

52,56

62,82

14,10

39,74

(50)

Berdasarkan tabel 4.1 di atas bahwa pada siklus I, dari 26 jumlah murid kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa, rata-rata kehadiran murid mencapai 98,71%, murid yang memperhatikan penjelasan guru mencapai rata-rata 78,20%, murid yang berani membacakan materinya dan berani mengeluarkan hasil simakannya 61,53%, murid yang menyimak dengan baik teks wacana yang dibacakan temannya 64,10%, murid yang berpartisipasi dalam kelompok 52,56%, murid yang melakukan pencatatan tentang hal-hal penting dari bacaan yang disimak 62,82%, Murid yang menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru dan meluruskan kesalahan temannya 14,10% dan murid yang melakukan kegiatan lain seperti (ribut, keluar masuk kelas, bermain-main, dll) mencapai rata-rata 39,74 %.

d. Hasil Evaluasi

Evaluasi ini diikuti oleh 26 orang murid, pada siklus I adapun skor perolehan hasil tes belajar melalui penggunaan pendekatan integratif pada tabel berikut ini

Tabel 4.2 Statistik nilai keterampilan menyimak melalui pendekatan integratif pada murid kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa pada siklus I.

STATISTIK NILAI STATISTIK

Subjek 26

Nilai ideal 100

Nilai Tertinggi 80

Nilai Terendah 40

Rentang Nilai 40

Nilai Rata-rata 62,88

(51)

Berdasarkan pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung pada siklus I maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase sebagai berikut:

Tabel 4.3. Distribusi Frekuensi Dan Persentase Skor keterampilan menyimak melalui pendekatan integratif pada murid kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa pada Siklus I.

Berdasarkan tabel 4.2 dan 4.3 di atas, maka dapat dikemukakan bahwa keterampilan menyimak dengan menggunakan pendekatan integratif pada murid kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa pada siklus I dimana skor rata- rata yang diperoleh sebesar 62,88 dari 26 jumlah murid berada pada kategori rendah.

Untuk melihat persentase ketuntasan keterampilan menyimak pada murid kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa setelah diterapkan pendekatan integratif pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)

00–54 Sangat rendah 7 26,92

55–69 Rendah 9 34,61

70–79 Sedang 3 11,53

80–89 Tinggi 7 26,92

90–100 Sangat tinggi 0 0

Jumlah 26 100

(52)

Tabel 4.4. Deskripsi Ketuntasan menyimak melalui pendekatan integratif pada murid kelas IV SD Inpres Mangasa I Kab. Gowa pada siklus I.

No Interval skor Kategori Frekuensi Persentase % 1

2

00–69 70–100

Tidak Tuntas Tuntas

16 10

61,54 38,46

Jumlah 26 100

Berdasarkan tabel 4.4 di atas dapat dilihat bahwa persentase ketuntasan yang dicapai yaitu sebesar 38,46%, yakni 10 dari 26 jumlah murid yang termasuk dalam kategori tuntas. Sedangkan murid yang termasuk dalam kategori tidak tuntas sebesar 61,54% yakni 16 dari 26 jumlah murid.

Sehingga secara klasikal dapat dilihat bahwa nilai keterampilan menyimak pada murid kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupten Gowa pada siklus I belum memenuihi pencapian standar KKM, karena jumlah murid yang memenuhi standar KKM belum mencapai 85% dari seluruh murid selama proses pembelajaran siklus I dilaksanakan. Oleh Karena itu, peneliti berusaha untuk mengadakan perbaikan dengan cara melanjutkan penelitian pada siklus II untuk melihat seberapa jauh pemahaman belajar bahasa Indonesia murid itu tercapai.

e. Tahap Refleksi

Siklus I yang dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan diperoleh beberapa hal yang menjadi bahan refleksi untuk dapat melanjutkan penelitian ke siklus II, di antaranya masih rendahnya tingkat partisipasi murid dalam kelompok dan kemampuan murid mempresentasekan materi yang disimaknya.

(53)

Selain itu, jika ditinjau dari aspek-aspek yang dinilai pada tes keterampilan menyimak, maka secara umum kelemahan murid yaitu: 1) kurang mampu menemukan amanat atau pesan dari bahan cerita, 2) menentukan watak cerita, 3) membuat kesimpulan dari bahan cerita. Selain itu, kurang optimalnya tindakan guru dalam proses pembelajaran di antaranya: kurang terampil dalam menerapkan apersepsi, belum optimal dalam pengaplikasian pendekatan integratif agar tepat waktu dan tepat sasaran tujuan pembelajaran, kurang dapat menerapkan aspek pengamatan untuk mengukur taraf perkembangan kemampuan murid baik secara individual maupun efektifitas kelompok belajar.

Untuk mengatasi permasalahan yang muncul pada siklus I agar tidak terulang lagi disiklus II. Peneliti melakukan tindakan seperti memberikan pengarahan dan pengenalan kembali tentang kegiatan yang dilakukan dalam pembelajaran melalui pendekatan integratif, guru menjelaskan materi pokok secara lebih rinci dan memberikan motivasi yang lebih kepada murid, utamanya kepada murid yang kurang paham mengenai materi sebelumnya, mengubah posisi tempat duduk dan jarak bangku antara kelompok agar semua murid bisa menyimak materi yang dibacakan temannya dengan baik, memberi sanksi yang tegas kepada murid yang melakukan kegiatan lain diluar kegiatan pembelajaran, mengawasi lebih ketat tiap kelompok agar tiap murid bekerja sama dengan teman kelompoknya dengan baik, dan menanamkan kepercayaan diri kepada murid bahwa mereka memiliki kemampuan masing-masing yang dapat dikembangkan khususnya dalam keterampilan menyimak.

(54)

Oleh karena itu dengan merefleksi kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan pada siklus I, maka penelitian tindakan kelas dengan penerapan pendekatan integratif pada murid kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa akan dilanjutkan ke siklus II dengan melakukan perbaikan-perbaikan yang bertolak pada refleksi siklus I sehingga kekurangan-kekurangan yang terjadi di siklus I tidak terulang pada siklus selanjutnya.

2. Siklus II a. Perencanaan

Berdasarkan hasil observasi, evaluasi dan refleksi pada pelaksanaan tindakan siklus I belum mencapai target indikator keberhasilan yang ditentukan oleh peneliti, sehingga peneliti bersama guru dan teman sejawat secara berkolaborasi merencanakan tindakan pada Siklus II. Kekurangan-kekurangan yang ada pada Siklus I akan diperbaiki pada Siklus II, begitupun keberhasilan- keberhasilan pada Siklus I akan dipertahankan dan dikembangkan di Siklus II.

Adapun hal yang dipersiapkan yaitu membuat: (1) rencana pelaksanaan pembelajaran , (2) tes formatif , dan (3) lembar observasi aktivitas guru.

b. Tahap Pelaksanaan

Pelaksanaan penelitian pada siklus kedua berlangsung dalam 4 kali pertemuan, 3 kali pertemuan proses pembelajaran dan 1 kali pertemua pemberian tes. Pertemuan pertama tanggal 12 Mei 2014, pertemuan kedua pada tanggal 14 Mei 2014, pertemuan ketiga pada tanggal 17 Mei 2014, dan pertemuan keempat pada tanggal 19 Mei 2014.

(55)

Pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan pendekatan integratif dalam meningkatkan hasil belajar keterampilan menyimak murid kelas IV SD Inpres Mangasa I Kabupaten Gowa, yaitu:

 Pada pertemuan pertama, tepatnya pada tanggal 12 Mei 2014 guru menyampaikan bahwa pendekatan pembelajaran yang akan diterapkan selama penelitian ini yaitu pendekatan integratif. Adapun kegiatan pada pertemuan pertama ini adalah :

1 Guru memulai pelajaran dengan menyampaikan materi yang akan dipelajari, tujuan pembelajaran, dan memotivasi murid agar mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh.

2 Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan pendekatan integratif dengan cara menentukan mata pelajaran yang akan digabungkan dalam satu pembelajaran dan menetukan tema yang akan diangkat.

3 Mengajukan pertanyaan tentang peristiwa yang terjadi di sekitar dan melakukan tanya jawab tentang materi yang akan dipelajari

4 Guru menyajikan pelajaran dengan topik yang telah ditentukan.

5 Guru memberikan instruksi kepada murid dalam pemberian tugas individu maupun kelompok sesuai dengan topik yang telah diberikan.

6 Murid memahami apa yang telah dijelaskan oleh guru sehingga dapat menyelesaikan tugas yang telah diberikan.

7 Pada akhir pertemuan, revisi : pada tahap ini murid secara individu ataupun dengan bantuan temannya ataupun guru mengoreksi tugas yang telah diberikan.Pengeditan : pada tahap ini murid secara individu atau dengan

Gambar

Tabel 3.1 Format obserasi kegiatan siswa………………………………. 23
Gambar 2.1. Bagan Kerangka Pikir…………........................................ 17 Gambar 3.1
Gambar 2.1. Bagan Kerangka Pikir
Gambar 3.1. Desain penelitian tindakan kelas (Arikunto: 2006)Perencanaan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tabel pengkategoriaan skor hasil belajar murid menunjukkan bahwa hasil belajar murid kelas IV SD Inpres Bertingkat Mamajang 3 Makassar pada siklus I masih rendah. Hal ini

Berdasarkan data pada tabel 3 diperoleh gambaran mengenai aktivitas belajar murid pada siklus I, dimana dari 17 murid kelas IV SD Inpres Boronguntia Kecamatan

Studi ini dimaksudkan dengan menjawab permasalahan: 1 Bagaimana minat belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Inpres Batangmata Sapor 2Bagaimana motivasi belajar mata

Tingkat Kebugaran Jasmani Murid SD Inpres Bertingkat Mamajang IV Deskripsi data hasil penelitian mengenai tingkat kebugaran jasmani murid SD Inpres Mamajang IV diperoleh nilai Range =

Dari keseluruhan respon validator, respon guru, dan respon siswa, dalam pengembangan media pembelajaran Flipbook pada mata pelajaran IPA Kelas IV SD Inpres Tello Baru Makassar

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keterampilan berbicara murid melalui murid kelas V SDN 18 Inpres Bababulo dapat ditingkatkan melalui peningkatan proses penggunaan metode poster

Hasil penelitian menunjukkan Multimedia interaktif berbasis android pada mata pelajaran matematika materi bangun datar untuk peserta didik kelas IV SD Inpres Mallengkeri II Kota

AKBAR YUNUS 10542 0030 08 Suryani Tawali “HUBUNGAN KONSUMSI JAJANAN DENGAN STATUS GIZI SISWA DI SD NEGERI KOMPLEKS IKIP I DAN SD INPRES KARUNRUNG KECAMATAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR