• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosedur Penelitian dan Pengembangan

METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

B. Prosedur Penelitian dan Pengembangan

Prosedur penelitian yang digunakan dalam pengembangan media pembelajaran berbasis Powtoon dengan model penelitian pengembangan 4D oleh Thiagarajan adalah sebagai berikut39 :

38 Punaji Setyosari, Metode Penelitian Pendidikan Dan Pengembangan, 4th ed. (Jakarta:

Prenadamedia Group, 2013).

39 Nurul Huda Pangabean and Amir Danis, Desain Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Sains (Medan: Yayasan KIta Menulis, 2020).

1. Tahap Pendefinisian (Define)

Define merupakan tahap awal yaitu peneliti melakukan kegiatan untuk menemukan permasalahan, kelemahan dan kondisi yang menjadi faktor pendorong peneliti untuk melakukan penelitian pengembangan dari suatu produk berupa media pembelajaran berbasis Powtoon.

a. Analisis awal

Pada analisis awal peneliti melakukan wawancara tidak terstruktur terhadap seorang guru IPA di SMP Negeri 1 Gending guna memperoleh informasi terkait permasalahan utama dalam pembelajaran IPA yang tengah dihadapi oleh siswa saat ini. Dari informasi yang diperoleh peneliti mengangkat permasalahan dalam pembelajaran IPA sebagai topik penelitian yang hendak dilaksanakan oleh peneliti.

b. Analisis siswa/peserta didik

Berdasarkan informasi yang diperoleh melalui guru terkait permasalahan utama yang dialami siswa dalam pembelajaran IPA saat ini, maka peneliti melakukan analisis kebutuhan siswa melalui penyebaran angket kepada siswa sehingga peneliti memutuskan untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran berbasis Powtoon.

c. Analisis Tugas

Peneliti melakukan analisis tugas terkait dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) dari materi yang hendak dikembangkan dalam media pembelajaran berbasis Powtoon.

d. Analisis Konsep

Pada tahap ini peneliti menentukan isi materi yang terdapat dalam media pembelajaran Powtoon berdasarkan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) yang telah ditentukan.

Tabel 3.3

Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) KOMPETENSI INTI (KD) KOMPETENSI DASAR (KI)

1. Menghayati dan

mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia

dalam lingkungan serta

mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya.

1.2 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya

2. Menghargai dan

menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti;

cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi.

2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan.

2.3 Menunjukkan perilaku bijaksana dan bertanggung jawab dalam aktivitas

sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam memilih penggunaan bahan kimia untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

2.4 Menunjukkan penghargaan kepada orang lain dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi perilaku menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan

3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

3.1 Menjelaskan konsep campuran dan zat tunggal (unsur dan senyawa), sifat fisika dan kimia, perubahan fisika dan kimia dalam kehidupan sehari-hari.

4. Mencoba, mengolah, dan menyajikan dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

4.3 Menyajikan hasil penyelidikan atau karya tentang sifat larutan, perubahan fisika dan perubahan kimia, atau pemisahan campuran.

e. Analisis Tujuan Pembelajaran

Pada tahap ini peneliti melakukan analisis tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Tujuan pembelajaran disesuaikan dengan indikator, Kompetensi Inti (KI), dan Kompetensi Dasar (KD) yang terdapat dalam materi sebagai dasar dalam merancang materi dari media pembelajaran berbasis Powtoon. Materi kelas VII SMP/MTs

yang telah ditetapkan oleh peneliti yaitu tentang Klasifikasi Materi dan Perubahannya.

Tabel 3.4

Kompetensi Dasar (KD), Indikator dan Tujuan Pembelajaran KOMPETENSI

DASAR (KD)

INDIKATOR TUJUAN

PEMBELAJARAN 3.1 Menjelaskan

konsep

campuran dan zat tunggal (unsur dan senyawa), sifat fisika dan kimia,

perubahan fisika dan kimia dalam

kehidupan sehari-hari.

3.3.1 Membedakan

karakteristik zat padat, cair, dan gas.

3.3.2 Mengklasifikasikan zat padat, cair, dan gas.

3.3.3 Membedakan

campuran homogen dan heterogen.

3.3.4 Membedakan karakteristik unsur, senyawa, dan campuran.

3.3.5 Mengidentifikasi metode

pemisahan campuran

berdasarkan prinsip kerjanya.

3.3.6 M e m b e d a k a n c i r i - c i r i p e r u b a h a n

f i s i k a d a n perubahan kimia suatu zat.

3.3.7 Mengidentifikasi contoh-contoh perubahan fisika dan perubahan

kimia dalam

kehidupan sehari- hari.

1. Peserta didik diharapkan dapat membedakan

karakteristik zat padat, cair, dan gas 2. Peserta didik

diharapkan dapat Mengklasifikasikan zat padat, cair, dan gas

3. Peserta didik diharapkan dapat Membedakan

campuran homogen dan heterogen

4. Peserta didik diharapkan dapat Membedakan

karakteristik unsur,

senyawa, dan

campuran

5. Peserta didik diharapkan dapat Mengidentifikasi metode pemisahan campuran

berdasarkan prinsip kerjanya.

6. Peserta didik diharapkan dapat M e m b e d a k a n c i r i - c i r i

p e r u b a h a n f i s i k a d a n perubahan kimia suatu zat

7. Peserta didik diharapkan dapat Mengidentifikasi

contoh-contoh perubahan fisika dan perubahan kimia dalam kehidupan sehari-hari

4.3 Menyajikan hasil

penyelidikan atau karya tentang sifat larutan,

perubahan fisika dan perubahan kimia, atau pemisahan campuran.

4.3.1 Melakukan

penyelidikan untuk mengidentifikasi perbedaan

perubahan fisika dan perubahan kimia suatu zat.

1. Peserta didik diharapkan dapat mengidentifikasi perbedaan

perubahan fisika dan perubahan kimia suatu zat

2. Tahap Perancangan (Design)

Tahap perancangan merupakan tahap untuk menyiapkan prototipe dari sebuah media pembelajaran. Berdasarkan topik permasalahan yang telah diperoleh dari tahap pendefinisian, maka media pembelajaran yang hendak dikembangkan adalah media pembelajaran berbasis Powtoon. Tahap perancangan yang akan dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut :

a. Menyusun Materi Pembelajaran

Penyusunan materi dilakukan berdasarkan materi yang telah ditetapkan oleh peneliti yaitu Klasifikasi Materi dan Perubahannya dengan melalui analisis Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) berdasarkan kurikulum 2013. Materi yang telah ditetapkan selanjutnya akan dipaparkan di dalam media pembelajaran yang hendak dirancang oleh peneliti.

b. Pemilihan Media

Pemilihan media yang hendak dijadikan sebagai bahan penelitian pengembangan didasarkan pada kebutuhan siswa dengan harapan adanya media pembelajaran ini akan membantu tercapainya Kompetensi inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), indikator dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Media pembelajaran yang dipilih oleh peneliti yaitu media pembelajaran berbasis Powtoon dengan topik bahasan Klasifikasi Materi dan Perubahannya.

c. Perancangan Awal

Pada tahap perancangan awal media pembelajaran berbasis Powtoon dengan pokok bahasan Klasifikasi Materi dan Perubahannya peneliti perlu menyiapkan format bahan ajar dan instrumen.

1) Pemilihan Format

Pemilihan format untuk mengembangkan media dengan cara merancang komponen-komponen yang terdapat dalam media pembelajaran yang dikembangkan menggunakan aplikasi online yaitu Powtoon untuk mendesain slide, animasi, audio

dan fitur-fitur lainnya yang perlu dimanfaatkan, selain itu peneliti juga menggunakan bantuan aplikasi lain yaitu aplikasi rekam layar. Pemilihan format untuk mengembangkan media dengan cara merancang komponen-komponen yang terdapat

dalam media pembelajaran yang dikembangkan menggunakan aplikasi online yaitu Powtoon untuk mendesain slide, animasi, audio dan fitur-fitur lainnya yang perlu dimanfaatkan, selain itu peneliti juga menggunakan bantuan aplikasi lain yaitu aplikasi rekam layar untuk memperoleh video dengan format MP4.

2) Rancangan Instrumen

Pada tahap rancangan instrumen, peneliti merancang instrumen yang dibutuhkan untuk validasi media pembelajaran yaitu berupa angket respons siswa dan instrumen validasi itu sendiri.

3. Tahap Pengembangan (Development)

Pada tahap ini media pembelajaran akan divalidasi ahli validator media dan materi serta uji respons dari siswa. Tahapan yang perlu dilakukan oleh peneliti, yaitu :

a. Penilaian Ahli

Pada tahap ini media pembelajaran berbasis Powtoon yang telah dirancang oleh peneliti akan divalidasi oleh beberapa ahli validator dengan menggunakan lembar angket penilaian yang sebelumnya telah divalidasi terlebih dahulu. Validator terdiri dari 1 orang dosen sebagai ahli media dan 1 orang dosen sebagai ahli materi yang merupakan dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Jember dan 2 orang guru mata pelajaran IPA di SMP Negeri 1 Gending sebagai ahli pembelajaran. Dengan adanya validasi dari beberapa ahli validator maka media pembelajaran yang

dikembangkan dapat lebih berkualitas dan tentunya valid digunakan sebagai media pembelajaran.

b. Uji Pengembangan

Pada tahap ini peneliti akan melakukan uji coba media pembelajaran berbasis Powtoon yang telah divalidasi oleh beberapa ahli validator. Uji coba dilakukan kepada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Gending untuk mengetahui respons siswa terhadap media pembelajaran yang telah dikembangkan oleh peneliti.

Dokumen terkait