BAB I PENDAHULUAN
3.3 Prosedur Penelitian
Secara garis besar terdapat empat tahapan yang lazim dilalui dalam penelitian tindakan kelas, yaitu : (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Masing-masing tahapan dilakukan atas dua siklus. Setelah siklus pertama selesai, dan diketahui letak hamabatan- hambatanya, maka langsung dibuat perencanaan ulang di siklus dua, dan melanjutkan ketahapan berikutnya, sehingga tidak ada lagi hambatan dalam proses pembelajaran. Adapun bentuk bagannya dapat dilihat sebagai berikut :
24 Tim PGSM, Penelitian Tindakan Kelas (Jakarta: Diknas, 1999), h. 98.
25 Hufad Mufid, PTK dan Peningkatan Hasil Pembelajaran (Bandung: Angkasa, 2009), h. 9.
Diagram 3.1: Proses Penelitian Tindakan Kelas26
Sesuai dengan diagram di atas, penelitian ini direncanakan terdiri dari dua siklus. Siklus pertama terdiri dari dua kali tatap muka dan siklus kedua terdiri atas satu kali tatap muka, masing- masing kegiatan tatap muka adalah dua jam pelajaran. Dalam penelitian ini peneliti berperan sebagai pengajar yang berkolaborasi dengan guru mata pelajaran untuk bersama-sama melakukan penelitian. Tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, evaluasi, dan refleksi.27
26 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian (Bandung: Rineka Cipta, 2004), h. 16.
27Ibid., h. 16.
Perencanaan
SIKLUS I
Pengamatan
Perencanaan
SIKLUS II
Pengamatan
Pelaksanaan Refleksi
Pelaksanaan Refleksi
Adapun langkah-langkah yang dilakukan pada setiap siklus adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan
Perencanaan dalam kegiatan ini meliputi identifikasi masalah melalui observasi awal, analisis penyebab masalah dan menetapkan intervensi. Adapun langkah perencanaan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Penetapan Tujuan
Pertama mendiskripsikan bagaimana pembelajaran berdasarkan masalah direncanakan untuk membantu tercapainya tujuan-tujuan tertentu misalnya ketrampilan menyelidiki, memahami peran orang dewasa dn membantu siswa menjadi pebelajar yang mandiri
b. Merancang situasi masalah
Dalam pembelajaran berdasarkan masalah guru memberikan kebebasan siswa untuk memilih masalah yang akan diselidiki, karena cara ini meningkatkan motivasi siswa. Masalah sebaiknya otentik, mengandung teka-teki dan tidak terdefinisikan secara ketat, memungkinkan kerjasama, bermakna dan konsisten dengan tujuan kurikulum.
c. Organisasi sumber daya dan rencana logistik
Dalam pembelajaran berdasarkan masalah guru mengorganisasikan sumber daya dan merencanakan keperluan untuk
keperluan penyelidikan siswa karena dalam model pembelajaran ini dimungkinkan siswa bekerja dengan beragam material dan peralatan, pelaksanaan dapat dilakukan didalam maupun diluar kelas.
2. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan merupakan suatu kegiatan dilaksanakannya skenario pembelajaran yang telah direncanakan.
3. Pengamatan
Pengamatan adalah suatu kegiatan mengamati jalannya tindakan untuk memantau sejauh mana efek tindakan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Pada tahap ini, peneliti dibantu oleh mitra kerja (mitra penelitian) akan melaksanakan proses observasi terhadap aktivitas yang telah dilakukan oleh guru dan siswa pada saat pembelajaran dilaksanakan. Hal ini akan dilakukan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah disusun dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat.
4. Refleksi
Refleksi meliputi kegiatan: analisis, sintesis, penafsiran, menjelaskan dan menyimpulkan serta dianalisa, dengan data observasi guru dapat merefleksi diri apakah dengan model pembelajaran berbasis masalah telah dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam belajar dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada tahap ini, peneliti akan melakukan refleksi terhadap hasil yang diperoleh pada saat melakukan tindakan. Tahap evaluasi dan refleksi ini akan dilakukan setelah pengumpulan semua data yang
diperoleh dalam tahap pelaksanaan tindakan dan observasi. Hasil yang diperoleh pada saat tindakan pertama atau siklus pertama akan dievalusi dan akan dijadikan bahan perbandingan dengan tindakan berikutnya. Selain itu, pada tahap evaluasi dan refleksi ini, guru (peneliti) akan merefleksi diri dengan melihat data observasi yang dilakukan, yakni apakah telah sesuai dengan rencana sebelumnya atau tidak. Dengan demikian akan diketahui letak kelemahan dari hasil tindakan untuk melakukan perbaikan pada tindakan berikutnya. Hasil dari refleksi adalah diadakannya revisi terhadap perencanaan yang telah dilaksanakan.
Penelitian tindakan kelas ini adalah terdiri dari dua tahap yaitu persiapan dan pelaksanaan penelitian :
1. Perencanaan
Perencanaan dalam kegiatan penelitian ini meliputi identifikasi masalah, menganalisis penyebab masalah dan menetapkan solusi yang akan dilakukan. Selain itu di dalam tahap perencanaan ini juga menyiapkan instrumen penelitian yang terdiri atas rencana pelaksanaan pembelajaran pembelajaran (RPP), menyusun Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai bahan diskusi kelompok, menyusun lembar observasi aktivitas siswa untuk mengamati aktivitas dan interaksi siswa pada saat pembelajaran berlangsung, menyusun lembar observasi kinerja guru untuk mengamati kegiatan guru pada saat melaksanakan pembelajaran, menyusun kisi–kisi soal penelitian sebagai acuan pembuatan soal evaluasi, dan menyusun soal evaluasi untuk mengetahui hasil belajar.
2. Pelaksanaan
Guru menjelaskan rencana kegiatan dengan melaksanakan Seknario pembelajaran yang telah dibuat berdasar rencana pembelajaran.
Adapun langkah–langkah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah adalah sebagai berikut :
1) Pendahuluan
a) Penyiapan kondisi fisik
Aktivitas guru pada tahap ini mengabsen siswa dan menyiapkan bahan pelajaran.
b) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengin formasikan model pembelajaran yang akan dilakukan.
c) mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari 2) Inti
a) Guru mengorientasikan siswa kepada masalah: menjelaskan tujuan pembelajaran, memotivasi siswa terlibat pada aktivitas pemecahan masalah yang dipilihnya.
b) Guru mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas yang berhubungan dengan masalah tersebut.
c) Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok: guru membimbing siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai.
Melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah.
d) Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya dan membantu mereka untuk berbagai tugas dengan temannya.
e) Membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang digunakan.
3) Penutup
a) Bersama-sama dengan siswa membuat rangkuman atau kesimpulan pembelajaran.
b) Melakukan penilaian dan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan.
c) Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.
d) Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
3. Observasi
Kegiatan observasi dilakukan secara rutin setiap kali pembelajaran.
Selama berlangsungnya pelaksanaan tindakan, prilaku aktivitas guru dicatat dalam lembar observasi oleh observer (guru mata pelajaran).
Sedangkan pada tahap evaluasi ini guru memberikan soal berupa tes evaluasi sebagai aplikasi sejauh mana siswa memahami konsep-konsep yang telah diajarkan dengan tujuan untuk mengetahui peningkatakan keaktifan belajar.
4. Refleksi
Refleksi disini meliputi kegiatan: analisis ,sintesis, penafsiran, menjelaskan dan menyimpulkan serta dianalisa, dengan data observasi guru dapat merefleksi diri apakah dengan model pembelajaran berbasis masalah telah dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam belajar dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil dari refleksi adalah diadakannya revisi terhadap perencanaan yang telah dilaksanakan, yang akan digunakan untuk memperbaiki pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.