BAB I PENDAHULUAN
H. Metode penelitian
4. Prosedur pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan keharusan bagi seorang peneliti dan merupakan inti kegiatan utama penelitian dalam rangka memperoleh data yang dibutuhkan. Adapun metode pengumpulan data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah metode, observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi.
38Moleong J. Lexy,Metodologi Penelitian Kualitatif(Bandung: PT. Remana Rosdakarya, 2012) h. 157.
a. Metode Observasi
Observasi adalah suatu proses pengamatan yang dilakukan oleh peneliti untuk memperoleh data dan informasi yang diinginkan. Dalam bukunya Emzir, observasi (pengamatan) dapat didifinisikan sebagai perhatian yang terfokus terhadap kejadian, gejala atau sesuatu.39
Dari segi proses pelaksanakan pengumpulan data, observasi dapat dibedakan menjadi participant observation (observasi berperan serta) dan non participant observation. Observasi berperan serta, dalam observasi ini peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati (sumber data), sedangkan non participant yaitu peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat independent.40 Adapun jenis observasi yang peneliti lakuan dalam penelitian ini adalah teknik observasi non participant. Teknik observasi non participant yaitu peneliti tidak terlibat dalam kegiatan (proses) belajar-mengajar, tetapi peneliti hanya mengadakan pengamatan terhadap gejala-gejala subjek yang diselidiki dan diperantarai sebuah alat sepertifieldnotedanchecklist.
Fieldnoteadalah catatan lapangan yang berupa kegiatan sehari-hari guru PAI di madrasah, sedangkan checklistmerupakan suatu daftar yang berisi unsur-unsur yang mungkin terdapat dalam situasi atau tingkah laku atau kegiatan individu yang diamati. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan alat observasi berupa checklis. Peneliti tinggal memberi tanda check (cek atau biasanya dicentang) pada list sesuai perilaku subjek
39Emzir,Metodologi Penelitian Kualitatif(Jakarta: Rajawali Pres, 2010) h. 37.
40 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2010) h. 145.
yang muncul di lembar observasi, sehingga memungkinkan observer dapat melakukan tugasnya secara cepat dan objektif.41Data (informasi) yang peneliti peroleh dari kegiatan observasi ini adalah: 1) lokasi dan sarana- prasarana yang ada di lokasi penelitian, 2) supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah Mts Al-Banun Tanak Beak Dasan.
b. Metode Wawancara
Sugiyono mendifinisikan wawancara adalah percakapan langsung dan tatap muka (face to face) dengan maksud tertentu.42 Sedangkan menurut Suprayogo, wawancara merupakan suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya.43 Jadi metode wawancara adalah pengumpulan data yang dilakukan peneliti dengan cara melakukan dialog (tanya-jawab) dengan narasumber.
Metode wawancara terdiri dari: 1) wawancara tersetruktur, dimana responden tidak bisa dengan bebas untuk mengutarkan pendapatnya, karena dibatasi oleh patokan-patokan yang dibuat oleh peneliti, dan 2) wawancara tidak tersetruktur (bebas), dimana responden mempunyai kebebasan untuk mengutarkan pendapatnya, tanpa dibatasioleh patokan- patokan yang dibuat oleh peneliti.44 Wawancara bebas sering digunakan dalam penelitian pendahuluan.
41Dalam http://jeffy-louis.blogspot.com diambil tanggal 15 maret 2017.
42Sugiyono,Metode Penelitian…, h 178.
43 Imam Suprayogo dan Tobroni, Metodologi Penelitian Sosial-Agama (Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya, 2003) h. 29.
44Suharsimin Arikunto,Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan(Jakarta: Bumi Aksara, 2012) h. 44.
c. Macam-macam Wawancara
Istilah wawancara dikenal juga dengan istilah interview, Terdapat tiga macam wawancara atauinterviewantara lain sebgai berikut:
1) Wawancara Terstuktur.
Wawanacara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti sudah mengetahui dengan pasti informasi yang akan diperoleh.
2) Wawancara Semi terstuktur
Dalam pelaksanaan wawancara semiterstruktur lebih bebas dibandingkan wawanacra terstruktur.
3) Wawancara Tak Berstruktur
Wawancara ini adalah wawancara yang bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis.45
Dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan teknik wawancara semiterstruktur karena bersifat lebih bebas. Di mana peneliti lebih leluasa untuk menggali informasi yang hendak dicari. Selain itu, alas an peneliti memilih wawancaar semi terstruktuk sebgai cara untuk mengumpulkan data karena peneliti yakin dalam hal jawaban informan bisa melahirkan pertanyaan baru atau sifatnya terus berkembang sehingga memunculkan pertanyaan baru lagi yang berhubungan dengan penelitian tersebut.
d. Langkah-langkah Wawancara
Lincoln dan Guba dalam Sugiyono mengemukakan ada tujuh langakah dalam pengumpulan data kualitatif dengan teknik wawanacara yaitu sebagai berikut:
1) Menetapkan kepada siapa wawanacara itu kan dilakukan
45Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatifdan R & D, (Bandung: Alfa Beta, 2012), h. 233.
2) Menyiapkan pokok-pokok masalah yang akan menjadi pokok pembicaraan
3) Mengawali atau membuka alur wawancara
4) Mengkonfirmasikan ikhtisar hasil wawancara dan mengakhirinya 5) Menuliskan hasil wawanacara kedalam catatan lapangan
6) Mengidentifikasi tindak lanjut hasil wawancara yang telah diperoleh46
Dalam pelaksanaan wawancara ini peneliti akan menghubungi informan terlebih dahulu,menyiapkan outline pertanyaan selanjutnya membuat janji kapan dan dimana tempat wawancara akan dilaksanakan.
Setelah itu menulis hasil wawancara dan sebagainya sesuai prosedur dan langkah wawancara yang benar.
Dalam proses interview (wawancara), peneliti terlebih dahulu menyusun daftar pertanyaan yang akan diajukan kepada responden untuk mengali informasi masalah: (1) bagaimanakah peran kepemimpinan kepala sekolah dalam supervisi pendidikan, dan (2)Bagaimana Teknik Supervisi Yang Diterapkan Oleh Kepala Sekolah di Mts Tanak Beak Dasan. Dalam melakukan penelitian, peneliti yang menentukan sendiri pertanyaan yang akan diajukan kepada responden. Responden yang diwawancara (interview) adalah: a) kepala sekolah MTs Al-Banun, b) beberapa guru, dan c) beberapa siswa-siswi di madrasah tersebut.
e. Metode Dokumentasi
46Ibid., h. 235.
Selain metode observasi dan wawancara, peneliti juga menggunakan metode dokumentasi; metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variable yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prestasi, notulen rapat, dan sebagainya. Dengan metode ini, peneliti dapat memperoleh data-data seperti program tertulis dan perencanaan tertulis yang dikembangkan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran.
Penggunaan metode dokumentasi dalam penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data dengan mencatat data (informasi) yang bersumber dari dokumentasi resmi MTs Al-Banun Tanak Beak Dasan yang berupa frofil madrasah, sejarah berdirinya, sarana-prasarana yang dimiliki, visi dan misi, serta jumlah guru dan siswa-siswi di madrasah tersebut. Dengan ketersediaan data-data tersebut, maka akan dapat mendukung peneliti dalam menyelesaikan penelitian yang dilakukannya.
Jadi kesimpulan dalam teknik pengumpulan data ini adalah peneliti menggunkaan tiga teknik pengumpulan data, yaitu teknik wawancara, teknik observasi dan teknik dokumentasi guna kelengkapan data yang dibutuhkan.
5. Teknik Analisis Data
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh melalui hasil daripengamatan, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan peneliti yang berupa dokumen pribadi, dokumen resmi, dan sebagainya. Setelah dibaca, dipelajari, dan ditelaah,
maka langkah berikutnya adalah menyusun satuan-satuan data yang diperoleh, satuan-satuan itu kemudian dikategorisasikan pada langkah berikutnya yaitu tahap akhir dalam menganalisa data, kemudian, mengadakan pemeriksaan keabsahan data tersebut.
menurut Suharsimi Arikunto, “instrument pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegaitannya mengumpulakan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis”.47
a. Instrument pengumpulan data dengan teknik wawancara
Jika teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara paling tidak alat bantu yang paling sederhana adalah sebagai berikut:
1) Pedoman wawanacara
Pedoman wawancara digunakan agar wawancara tidak menyimpang dari tujuan penelitian. Wawancara pada umumnya akan lanacar apabila persiapannya matang. Wawanacra harus dilakukan dengan gigih, sabar, tidak menilai, diplomatik, analitik, dan tidak dicampur dengan solusi-solusi dari peneliti.48
2) Alat perekam
Alat perekam berfungsi untuk merekam semua percakapan dan pembicaraan peneliti dengan informan. 49Pada penelitian ini akan digunakan teknik wawancara yang menggunakan petunjuk umum, di mana sebelum bertemu dengan informan, peneliti akan mempersiapkan berbagai
47Imtaqsangpendidik.blog.spot.co.id. goggle dikutip tanggal 15 maret 2017.
48Afifudin, Beni,Metodologi Penelitian Kualitatif(Bandung: Pustaka Setia, 2012),h. 132.
49SugiyonoMetodologi Penelitian, h. 328.
hal yang akan ditanyakan sehingga berbagai hal yang ingin diketahui dapat lebih terfokus.Adapun alat yang akan digunkan dalam wawancara pada penelitian ini adalah alat perekam berupasmart phone..
b. Instrument Pengumpulan Data dengan Teknik Observasi
Instrument pengumpulan data dengan teknik observasi adalah pedoman observasi, berisi sebuah daftar jenis kegiatan yang mungkin timbul dan akan diamati.
Dalam hal ini peneliti tidak menggunakan instrument pengamatan atau disebut dengan observasi non sistematis, sebagaimana yang dikemukakan oleh suharsimi dalam bukunya Prosedur Penelitian yaitu “ observasi non sitematis dilakukan oleh pengamat dengan tidak menggunakan instrument pengamatan”.50 Jadi peneliti melakukan observasi menggunakan alat indera tanpa menggunakn pedoman secara terstruktur.
c. Instrument Pengumpulan Data dengan Teknik Dokumentasi
1) Pedoman dokumentasi yang memuat garis-garis besar atau kategori yang akan dicari datanya.
2) Check-list, yaitu daftar variabel yang akan dikumpulkna datanya dalam hal ini peneliti hanya tinggal memberikan tanda.51
50Suharsimi Arikunto,Prosedur Penelitian(Rineka Cipta: Jakarta, 2010), h. 200.
51Ibid., h. 2002.
6. Keabsahan Data
Keabsahan data merupakan konsep penting yang diperbaharui dari konsep kesahehan (validitas) dan kehandalan (reliabilitas) menurut versi
“positipisme” dan disesuaikan dengan tuntutan pengetahuan, keriteria, dan pradigmanya sendiri. Keabsahan data dalam sebuah penelitian bertujuan untuk membuktikan apakah data yang kita peroleh dari lapangan betul- betul sesuai atau tidak. Sugiyono mendifinisikan validitas adalah data yang tidak berbeda antar data yang diperoleh oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadipada objek penelitian, sedang reliabilitas adalah yang berkenaan dengan derajak konsistensi dan stabilitas data atau temuan.52
Untuk mengetahui data (informasi) yang diperoleh peneliti dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa cara untuk bisa megukur keabsahan data yang diperoleh dari responden ataupun dari prosedur pengumpulan data yang dilakukan peneliti.
Cara yang digunakan peneliti dalam mengukur keabsahan data yang diperolehnya adalah:
a. Ketekunan pengamatan; tujuannya untuk menemukan data yang dibutukkan dalam penelitian baik itu dalam bentuk aktivitas guru PAI dan metode yang digunakan dalam proses kelancaran pembelajaran.
b. Triangulasi (pengecekan) yaitu pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk
52Sugiyono,Metode…, h. 267-268.
membandingkan data yang diperoleh. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pengecekan (pemeriksaan) dari sumber lain.
c. Kecukupan refrensi sebagai alat untuk menanpung dan menyesuiakan dengan kritik tertulis untuk keperluan evaluasi.
H. Sistematika
Berdasarkan ketentuan yang berlaku atau lazimnya dipergunakan dalam menyusun karya ilmiah, maka disusun sistematika penulisan skripsi ini sebagai berikut:
1. Bagian awal, yang terdiri dari halaman sampul,judul, persetujuan pembimbing, nota dians, halaman pengesahan, motto, persembahan, kata pengantar, daftar isi, dan daftar tabel.
2. Bagian utama, meliputi:
Bab 1 : Pendahuluan, dalam pendahuluan ini dikemukakan tentang konteks penelitian, ruang lingkup, setting, telaah pustaka, kerangka teoritik, metode penelitian, dan sistematika penelitian skripsi.
Bab II : Paparan Data Hasil Temuan, pada bab ini berisikan gambaran umum Mts al-Banun Tanak Beak Dasan, peran kepemimpinan kepala sekolah dalam supervisi pendidikan di Mts al-Banun Tanak Beak Dasan Narmada.
Bab III : Pembahasan, dalam pembahasan ini, membahas tentang peran kepemimpinan kepala sekolah dalam supervise pendidikan di Mts Al-Banun Tanak Beak Dasan Narmada.
Bab IV : Penutup, bab ini berisikan kesimpulan dan saran-saran.
3. Bagian akhir yang terdiri dari daftar pustaka dan lampiran-lampiran.
BAB II
PAPARAN DATA DAN TEMUAN
A. Lokasi penelitian
1. Sejarah Berdirinya MTs Al Banun
Pendidikan pada dasarnya adalah usaha dasar untuk memanusiakan manusia. sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang, tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan itu berada di pundak keluarga, masyarakat dan pemerintah. Untuk mengambil peran sebagai penyelenggara pendidik tersebut, pada pertengahan tahun 1956 masyarakat lingkungan Tanak Beak Dasan bersama-sama dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat bersepakat untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan yang bercirikan agama yaitu MTs Al-Banun. Pada awal berdirinya madrasah ini bernama PGAP yang didirikan oleh H. Abdurahaman yang berkedudukan di lingkungan perkampungan dan berdiri di atas tanah dengan luas 1.500 M2 yang diwakafkan oleh H.Abdurrahman53. Nama Al Banun diambil dari nama pendiri sendiri yang pada waktu itu masih muda dan juga ide dari salah satu anak dari pendiri itu sendiri yang bernama Syafiin yang sekarang lebih dlikenal dengan sebutan H. Syafiin. sekarang dikenal dengan MTs Al-Banun.
53Dokumentasi Tata Usaha MTs Al Banun, 23 Mei 2017
48
2. Data Madrasah Tsanawiyah Al-Banun
a. Nama Yayasan : AL BANUN TANAK BEAK
b. No. Statistik Yayasan : 510052010079
c. No SK Kemenkumham : AHU-0040991.AH.01.12.Tahun 2016
d. Tanggal SK Kemenkumham : 27 September 2016 e. Alamat LengkapYayasan : Jln.
Dusun Tanak Beak Dasan Desa Tanak Beak Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat Kota Mataram Propinsi Nusa Tenggara Barat
f. No. Telp. :0817365800
g. NPWP Yayasan : 31.708.814.4-915.000
h. Nama Ketua Yayasan : AMRUL JIHADI,S.Ag i. No. Akte Pendirian Yayasan : 01
j. Kepemilikan Tanah : Yayasan
k. Status Tanah : Milik yayasan
l. Luas Tanah : 15000 m2
m. Status Bangunan : Yayasan
n. Luas Bangunan : 11.200 m2
o. Lembaga yang dikelola : - Raudhatul Athfal - Madrasah Ibtida’iyah - Madrasah Tsanawiyah p. Jumlah Keseluruhan Siswa : 173 siswa
q. Kegiatan : - Istighasah
- Tilawatil Qur’an
3. Letak Geografis MTs Al-Banun
Adapun letak geografis MTs Al-Banun adalah:
a. Sebelah Utara : Bangunan sekolah, dan rumah penduduk b. Sebelah Selatan : Bangunan sekolah MI dan rumah penduduk c. Sebelah Barat : Rumah Penduduk
d. Sebelah Timur : Sawah Penduk.dan Rumah penduduk 4. Vlsi dan Misi MTs Al-Banun Tanak Beak Dasan
a. Vlsi
Berakhlakul karimah, beriman, bertaqwa serta berprestasi hingga menjadi sekolah yang unggul54.
b. Misi
1) Meningkatkan pengamalan berakhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari
2) Menanamkan pemahaman imtaq 3) Menciptakan suasana beragama Islam
4) Meneiptakan proses belajar mengajar yang dinamis
5) Membina dan mengembangkan bakat dan keterampilan siswa.
5. Keadaan Guru MTs Al-Banun Tanak Beak Dasan
Sebagian besar guru di MTs Al-Banun Tanak Beak Dasan dilatar belakangi pendidikan agama dan umum. Guru-guru di MTs Al Banun Tanak Beak Dasan juga terdiri dari guru tetap dan guru honorer. Mengenai
54Dokumentasi Tata Usaha MTs Al Banun 23 Mei 2017
keadaan guru di MTs Al Banun tahun pelajaran 2011/2012 dapat dilihat pada tabel di bawah ini
Tabel 4.1.
Daftar Nama Guru MTs Al Banun Tanak Beak Dasan Tahun Pelajaran 2016/2017
NO NamaINIP JABATAN
1 2 4
1. Amrul Jihadi, S.Ag Kepala Madrasah
3. Sindiani, S.Ag GTY
4. Seriana, A.Ma GTY
5. Rokiah Guru mata pelajaran SBK
6. Sri Arwani GTY
7. Fattimatuzzahrah GTY
8. M. Muhlis, S.Pd Guru Bahasa Inggris
9. Laelatul Hidayati GTY
10. Herni Yanti, S.Pd GTY
11. Sri Fuji Harwati GTY
12. Drs.H.M.Syaflin GTY
13. Laelatul Hidayati GTY
14 Layali Ihyani Wali kelas IX
15 Karim GTY
16 Sahnan S.Pd.I Guru Bahasa Arab
17 Sahwin, S.Pd GTY
18 Zaeinal Abidin S.Pd. GTY
19 Mulianto,S.Pd GTY
20 Puja Agfariadi, S.Pd.I GTY
21 Muhazab Karimaen GTY
22 Lalu Surya Kusuma, S.PdI GTY 23 Laily Supiana, S.Pd GTY
Sumber data: Data Guru MTs AlBanun Tanak Beak55
Dari data di atas dapat dilihat bahwa MTs Al Banun Tanak Beak Dasan mempunyai 23 orang guru. Meskipun sebagian dan semua guru tersebut tidak ada pegawai negeri sipil, akan tetapi kemampuan mereka dalam mengajar sudah memadai dan tidak perlu diragukan lagi. Hal tersebut dapat dilihat dari masing-masing guru mengajarkan mata pelajaran yang sesuai dengan bidang masing-masing dan sesuai dengan jurusan mereka. Hal tersebut penting untuk mewujudkan sikap profesional dalam melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai seorang guru.
6. Struktur Organisasi MTs Al-Banun Tanak Beak Dasan
Struktur organisasi merupakan suatu kerangka acuan atau susunan yang menunjukkan hubungan antara komponen yang satu dengan komponen yang lainnya dalam sebuah organisasi, sehingga terdapat kesejelasan antara tugas, wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam organisasi tersebut. Dari struktur keorganisasian juga tergambar tugas dan bentuk kekuasaan yang dimiliki seorang pemimpin atau kepala sekolah sebagai pemimpin formal atau yang kadang-kadang disebut
55Dokumentasi Tata Uasaha MTs Al-Banun 23 Mei 2017
legitimate power (kekuasaan yang sah) dan dari mana sumber-sumber kekuasaan yang dimilikinya.
Dengan kekuasaan yang dimiliki seorang kepala sekolah sebagai pejabat formal berhak dan memiliki kewenangan untuk menetapkan peraturan-peraturan, member tugas kerja, dan mengatur perilaku tugas para bawahannya. Lebih dari itu, seorang kepala sekolah juga memiliki kewenangan untuk melakukan control terhadap barang, uang, sumberdaya dan lainnya. Mengenai struktur organisasi ini antara sekolah yang satu dengan yang lainnya tidak harus sama, lebih disesuaikan dengan kebutuhan, keadaan dan kemampuan masing-masing sekolah.
Adapun struktur organisasi yang dimilik MTs Al-Banun adalahn sebagai berikut :
Gambar 01
Struktur Organisasi Komite MTs AL Banun Yayasan Ponpes Al Banun Tahun Pelajaran 2016/2017
………
Sumber Data: Struktur Organisasi MTs Al Banun Tanak Beak56
56Dokumentasi Tata Usaha MTs Al-Banun 25 mei 2017.
Pembina Drs.H.M.Syafii
Drs. H Burhanul Islam ketua yayasan m
Amrul Jihadi S,A,g
Kepala madrasah Amrul Jihadi S,A,g
Bendahara
Junaini Hadmi, S.Pd.I Tata Usaha
Layali Ihyani, S.E
Wakamad M. Muhlis, S.Pd
Wali Kelas VIII Rokiah, S.Pd.I Wali Kelas VII
Sri Ernawati, S.Pd.
SISWA-SISWI Siswa & Siswi
Wakil Kepala M. Hadratul
Ulya, S.Ag Bendahara
Sri Fuji Harwati,S.Pd.I
Wali Kelas IX Layali Ihyani, S.E
Berdasarkan bagan tersebut, maka terlihat bahwa dalam menjalankan peran dan funngsinya sebagai kepala sekolah, kepala sekolah MTs Al-Banun Tanak Beak Dasan tidak hanya bekerja sendidri melainkan melibatkan, komite, TU, wali kelas dan guru-guru. Hal tersebut mengindikasikan bahwa seorang kepala sekolah secara struktural keorganisasian berada pada posisi teratas, namun juga bertanggung jawab terhadap lembaga yang menaunginya yang memiliki fungsi kontrol terhadapanya sedangkan dalam menjalankan fungsinya selaku kepala sekolah, ia perlu dibantu oleh para bawahannya, dan juga berhak membuat peraturan-peraturan yang berupa kebijakan-kebijakan yang harus dijalankan oleh bawahannya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
7. Keadaan Sarana dan Prasarana MTs Al Banun Tanak Beak Dasan Dalam rangka melancarkan aktivitas belajar mengajar tidak lepas dari perlengkapan sarana dan prasarana belajar, karena sarana dan prasarana ini akan membantu para pendidik dan peserta didik untuk mempermudah proses belajar mengajar yang tujuannya untuk mengoptimalkan kegiatan pembelajaran.Adapun sarana dan prasarana atau potensi fisik yang dimiliki oleh MTs Al Banun Tanak Beak Dasan dipaparkan pada tabel berikut:
Tabel 4.2.
Keadaan Sarana dan Prasarana MTs Al Banun Tanak Beak Dasan Data sarana prasarana57
No o Jenis Prasarana Jml Ruang
Luas Ruang /lahan
Jml Ruang Kondisi Baik
Jlm Ruang Kondisi Rusak
Kategori Kerusakan Rusak
Ringan Rusak Sedang
Rusak Berat
1 Ruang Kelas 3 6x7 m2 3 - - - -
2 Perpustakaan 3 R. Lab. IPA 4 R. Lab. Biologi 5 R. Lab. Fisika 6 R. Lab. Kimia 7 R. Lab. Komptr 8 R. Lab. Bahasa
9 R. Kepala 1 3x3 m2 1 - - - -
10 R. Guru 1 3x3 m2 1 - - - -
11 R. Tata Usaha 1 1 3x3 m2 1 - - - -
12 R. Konseling 13 Tmpt Bribdah 14 R. UKS 15 Jaraban 16 Gudang
57Dokumentasi Profil MTs Al-Banun 26 mei 2017.
17 R. Kesenian 18 Lapangan Olhrga 19 Tolilet Guru 20 R. Lainya
7. Keadaan dan Jumlah Siswa MTs Al Banun Tanak Beak Dasan
Sama halnya dengan guru, siswa juga merupakan subjek yang penting dan harus ada dalam proses belajar mengajar. Tanpa siswa, maka proses pendidikan tidak akan berjalan.
Siswa adalah subyek yang terlibat dalam proses belajar mengajar.
Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa tidak lepas dari perhatian dan bimbingan serta arahan dari para pendidik.Dimana kedua komponen ini merupakan bagian yang integral dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.
Tabel 4.3
Keadaan Siswa MTs Al Banun Tanak Beak Dasan Tahun Petajaran 2016/2017
Data siswa dalam lima tahun terakhir untuk MTs agar dikondisikan58
Thn Kelas I Kelas II Kelas III
Jumlah (Kelas I-VI) Jml
Sisw Jml Rmbel
Jml Sisw
Jml Rmbel
Jml Sisw
Jml Rmbel
Jml Sisw
Jml Rmbel
2012/2013 16 I 13 I 15 I 44 III
2013/2014 11 I 16 I 13 I 40 III
2014/2015 5 I 12 I 13 I 30 III
2015/2016 16 I 5 I 12 I 33 III
2016/2017 15 I 15 I 5 I 35 III
Jumlah siswa MTs Al-Banun pada tahun 2016/2017 berjumlah 37 siswa, jumlah siswa tersebut selalu mengalami perubahan tiap tahunnya, mereka sangat antusias dan semangat dalam mengikuti pelajaran yang disampaikan oleh guru.
Dilihat dari tabel di atas maka MTs Al-Banun memiliki kualitas bangunan yang cukup memadai dan masih layak pakai,.
Sekolah ini di pimpin oleh seorang kepala sekolah dan 1 wakilnya proses belajar mengajar di MTs Al-Banun Tanak Beak Dasan selalu dapat berjalan lancar sebagaimana mestinya. Keberadaan tenaga pengajar untuk
58Dokumentasi Profil MTs Al-Banun 27 mei 2017.
masing-masing mata pelajaran membuat MTs Al-Banun cukup memasyarakat dan di kenal. Hal ini cukup memberikan paparan penting dalam proses kegiatan belajar mengajar di MTs Al-Banun.
B. Peran Kepala Sekolah dalam Supervisi Pendidikan di MTs Al-Banun Tahun Pelajaran 2016/2017
Dalam bidang supervisi, kepala sekolah bertugas memberikan bimbingan, bantuan, pengawasan, dan penilaian pada berbagai masalah yang timbul di sekolah yang berhubungan dengan masalah teknis penyelenggaraan dan pembangunan pendidikan pengajaran, yaitu berupa perbaikan program dan kegiatan pendidikan agar dapat menciptakan situasi belajar mengajar yang kondusif dan iklim sekolah yang segar dan hubungan yang harmonis antar kepala sekolah dengan semua warga sekolah. Peran kepala sekolah dalam supervisi pendidikan di MTs Al- Banun sangat sentral sebagaimana data yang peneliti peroleh dari hasil wawancara dan observasi sebagai bukti pentingnya peran kepala sekolah dalam supervisi pendidikan sebagai berikut:
a. Peran Kepala Sekolah dalam Hal Bimbingan
Salah satu peran dan tugas kepala sekolah adalah memberikan bimbingan kepada guru dan stafnya. Di samping itu, kepala sekolah bertanggung jawab atas kualitas sumber daya manusia yang ada agar mereka mampu menjalankan tugas-tugas pendidikan . oleh karena itu, sebagai pengelola, kepala sekolah memiliki tugas untuk mngembangkan kinerja para guru ke arah profesionalisme yang diharapkan. Adapun