TINJAUAN PUSTAKA
2. Proses Biologis
Dalam proses ini terjadi dekomposisi melalui aktivitas bakteri anaerob, terbentuknya gas dan zat cair lainnya sehingga memungkinkan septic tank tidak cepat penuh.
2.6.3. Tekhnik Pembuangan Tinja Dengan Sistem Jamban.
Wagner dan lanoix (1958) mengelompokkan tekhnik pembuangan tinja kedalam dua kategori, yakni tekhnik yang mengandung sistem jamban (privary methode) dan tekhnik yang menggunakan sistem aliran air (water carried methode). Terdapat tiga kelompok tekhnik pembuangan tinja dengan sistem jamban yaitu :
1. Tekhnik yang menggunakan jamban tipe utama
2. Tekhnik yang menggunakan jamban tipe yang kurang dianjurkan 3. Tekhnik yang menggunakan jamban untuk situasi khusus.
2.6.4. Tekhnik yang menggunakan jamban Tipe Utama
Dua jenis jamban tipe utama yang paling memenuhi persyaratan adalah jamban cubluk dan jamban leher angsa.
a. Jamban Cubluk
Jamban Cubluk digunakan secara luas dinegara barat termsuk Eropa, dan negara Afrika ,serta Timur Tengah. Dengan perhatian sedikit pada penempatan dan konstruksi, jenis jamban ini tidak akan mencemari tanah ataupun mencemari air permukaan. Tinja tidak akan dapat dicapai oleh lalat apabila lubang jamban selalu tertutup. Bahkan, meskipun lubang di biarkan terbuka, masalah lalat tidak terlalu gawat karena lalat tidak akan tertarik pada lubag permukaan yang gelap. Rumah jamban yang baik akan memebantu mencegah masuknya sinar matahari ke dalam lubang. Dengan jamban cubluk ini idak akan terjadi penanganan langsung tinja. Bau dapat diabaikan dan tinja biasanya tidak terlihat. Jamban cubluk mudah direncanakan, digunakan dan tidak memerlukan pengoperasian.
Masa penggunaannya bervariasi, dari 5 sampai 15 tahun tergantung pada kapasitas lubang dan penggunaan bahan pembersih yng dimasukkan kedalamnya. Keuntungan yang utama dari jenis jamban itu adalah dapat dibuat oleh keluarga dengan sedikit atau tanpa bantuan dari luar dan dapat dibuat dengan bahan yang tersedia. Jenis jamban itu mempunyai sedikit kelemahan tapi dapat berperan utama dalam pencegahan penyakit yang disebarluaskan melalui tinja.
Jamban cubluk terdiri dari lubang dalam tanah yang di gali dengan tanah, dilengkapi dengan lantai tempat berjongkok, dan dibuat rumah jamban diatasnya. Lubang berfungsi untuk mengisolasi dan menyimpan yang baru. Lubang biasanya berbentuk bulat atau bujur sangkar untuk instalasi jamban keluarga, dan empat persegi panjang untuk jamban umum.
Lubang mempunyai diameter atau panjang sisi bervariasi, dari 90 sampai 120 cm. Jamban umum dengan lubang berbentuk empat persegi panjang biasanya berukuran lebar 90 – 100 cm dan panjangnya bergantung pada jumlah lubang pemasukan tinja. Kedalaman lubang sekitar 2,5 meter, tetapi dapat bervariasi dari 1,8 meter sampai 5 meter.
b. Jamban Leher Angsa
Jamban leher angsa atau jamban tuang siram yang menggunakan sekat air, lantai dengan sekat air dapat dipasang diatas lubang pada jamban cubluk atau diatas tangki air pada jamban air. Apabila digunakan dan dipelihara secara semestinya, sekat air akan mencegah masuknya lalat kedalam lubang dan keluarnya bau. Perangkap kecil pada sekat air tidak akan menahan tisu pembersih yang dibuang kedalamnya. Lantai dengan sekat air digunakan secara luas di kawasan Asia Tenggara yang kebanyakan menggunakan air sebagai bahan pembersih anus.
Jamban leher angsa terdiri dari lantai beton biasa yang dilengkapi leher angsa. Satu sampai tiga liter air cukup untuk menggelontor tinja ke dalam lubang. Dengan adanya sekat
air pada leher angsa, lalat tidak dapat mencapai bahan yang terdapat pada lubang jamban, dan bau tidak dapat keluar dari lubang itu.
2.6.5. Tekhnik Menggunakan Jamban Tipe Yang Tidak Dianjurkan
Beberapa jamban yang kurang dianjurkan antara lain : jamban bor, jamban keranjang, jamban parit, dan jamban gantung, karena berbagai resiko pencemaran dan penularan penyakit yang dapat di timbulkannya.
a. Jamban Bor
Merupakan variasi dari jamban cubluk yang lubangnya di buat dengan cara di bor.
Lubangnya mempunyai penampang melintang yang lebih kecil, dengan diameter sama dengan diameter mata bor yang digunakan (10 – 30 cm) dan lebih dalam. Dengan demikian kapasitasnya jauh lebih kecil dibandingkan jamban cubluk biasa dan masa penggunannya pun lebih pendek.
b. Jamban Keranjang
Jamban keranjang (kotak) atau jamban kaleng banyak digunakan pada masa lalu Eropa, Amerika, Australia dan masih digunakan di banyak Negara di Afrika, Asia Tenggara dan Pasific Barat. Namun penggunannya semakin berkurang. Sistem jamban keranjang biasanya menarik lalat dalam jumlah yang sangat besar, tidak dilokasi jambannya tetapi di sepanjang perjalanan ke tempat pembuangan.
c. Jamban Parit
Jamban parit biasanya di gunakan di beberapa daerah di Afrika, di daerah perkemahan dan dalam keadaan darurat. Jenis jamban ini dapat digunakan secara saniter atau sangat tidak saniter, tergantung pada kepatuhan pemakai pada ketentuan yang harus di perhatikan. Lubang di atas tanah yang digunakan pada jamban parit biasanya berbentuk bujur sangkar dengan
ukuran 30 x 30 cm dan kedalaman 40 cm. Tanah hasil galian di tumpuk disekitar lubang, diharapkan pemakai mau melemparkan tanah itu untuk menutup tinja yang telah dibuangnya.
d. Jamban Gantung
Jamban ini sering digunakan di daerah yang secara berkala tertutup air, terutama air laut atau di daerah pasang surut. Kriteria pembuangan tinja saniter seperti yang disebutkan di atas tidak diterapkan secara taat asa. Faktor terpenting yang harus diperhatikan adalah kadar garam air penerima, kedalamannya dan derajat pengenceran yang mungkin di capai.
2.6.6. Tekhnik Yang Menggunakan Jamban Untuk Situasi Khusus a. Jamban Kompos
Jamban ini biasanya digunakan oleh daerah yang penduduknya suka membuat kompos dari campuran tinja dan sampah organic (jerami, limbah dapur, potongan rumput, dan sebagainya) di jamban yang digunakan. Bila dibuat dan dioperasikan tidak secara semestinya, jamban itu dapat menarik lalat yang akan bertelur pada bahan isian.
b. Jamban Kimia
Merupakan instalasi pembuangan tinja yang efisien dan memenuhi semua kriteria jamban saniter di atas, kecuali satu yaitu yang berhubungan dengan biaya. Jamban ini sering digunakan di daerah rumah dan sekolah yang tingkat ekonominya memungkinkan, serta pada sarana transportasi jarak jauh, baik darat, laut maupun udara.
c. Jamban Kolam
Jamban ini banyak dijumpai diberbagai daerah di Indonesia terutama penduduk yang mengusahakan kolam atau tambak ikan. Orang yang menggunakan jamban ini memanfaatkan tinja yang dibuatnya secara langsung untuk makanan ikan peliharaannya.
d. Jamban Biogas
Merupakan instalasi pembuangan tinja yang memberikan keuntungan ganda. Apabila dioperasikan sebagaimana semestinya tekhnik akan mencegah penularan penyakit saluran
pencernaan, selain itu juga akan menghasilkan dua bahan yang bermanfaat, yaitu bio gas untuk bahan bakar dan kompos untuk menyuburkan tanah.
2.7. Kerangka Konsep
Kerangka konsep adalah sesuatu yang abstrak dan akan membantu peneliti dalam menghubungkan hasil penelitian dengan teori yang ada (Notoatmodjo, 2011)
Kerangka konsep pada penelitian ini adalah :
Variabel Independent Variabel Dependent
Perilaku Kepala Keluarga - Pengetahuan
- Sikap - Tindakan
Pengadaan Jamban Keluarga
- ada - tidak ada
2.8. Hipotesis Penelitian
Hipotesis adalah jawaban sementara dari masalah atau pertanyaan penelitian. Hipotesis pada penelitian ini adalah :
Ho : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan kepala keluarga tentang pengadaan jamban keluarga di desa Aek Suhat Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara tahun 2015.
Ha : Terdapat hubungan yang signifikan antara antara pengetahuan kepala keluarga tentang pengadaan jamban keluarga di desa Aek Suhat Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara tahun 2015.
Ho : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap kepala keluarga tentang pengadaan jamban keluarga di desa Aek Suhat Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara tahun 2015.
Ha : Terdapat hubungan yang signifikan antara antara sikap kepala keluarga tentang pengadaan jamban keluarga di desa Aek Suhat Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara tahun 2015.
Ho : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tindakan kepala keluarga tentang pengadaan jamban keluarga di desa Aek Suhat Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara tahun 2015.
Ha : Terdapat hubungan yang signifikan antara antara tindakan kepala keluarga tentang pengadaan jamban keluarga di desa Aek Suhat Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara tahun 2015.
BAB III
METODE PENELITIAN