• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proses Konseling Kelompok Dengan Pendekatan Analisis Transaksional Dan

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN

C. Proses Konseling Kelompok Dengan Pendekatan Analisis Transaksional Dan

93

“Perkembangan sosial anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya, baik orang tua, sanak keluarga, orang dewasa lainnya atau teman sebaya lainnya. apabila ligkungan tersebut memfasilitasi atau memberikan peluang atas terciptanya perkembangan anak secara fositif, maka anak akan mendapatkan perubahan dalam dirinya secara matang. nmaun apabila lingkungan sodialnya kurang kondusif, seperti perlakuan orangtua yang kasar, tidak peka dengan kebutuhan anakanya, dan tidak menjadi teladan yang baik terhadap anaknya”.66

Pernyatanan yang di smapaikan di atas peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa faktor yang tidak saling menhargai satu sama lain disebabkan oleh faktor lingkungan, faktor lingkungan tersebut sangat berpengaruh terhadap karakter dan pola pikir seseorang ketika meranjak dewasa.

C. Proses Konseling Kelompok Dengan Pendekatan Analisis

94

konselor ahli Laboratorium Al-tazkiah. Seperti yang disampaikan oleh Lalu Abdurrahamna Wahid selaku direktur laboratorium Al- tazkiah:

“Sebelum memulai sesi konseling kelompok konselor mengajak para peserta untuk berdoa agar kegiatan berjalan lancar dan konselor yang memimpin doa .setelah itu masing-masing Anggota Kelompok (AK) memperkenalkan diri satu sama lain didalam kelompok tersebut seperti memperkenalkan nama, hoby, dan cita-cita guna untuk mencairkan suasana sesama AK dan membangun kedekatan sesama anggota. Kemudian pimpinan kelompok yakni konselor menjelaskan tentang apa itu konseling kelompok, tujuan konseling kelompok, fungsi konseling kelompok dan asas-asas dari konseling kelompok agar AK termotivasi untuk terbuka mengemukakan kesulitan yang dihadapi sekalipun yang bersifat pribadi dan rahasia”. Setelah dijelaskan, konselor menanyakan kepada semua anggota agar membuat satu kesepakatan dan komitmen untuk saling menghargai dan berjanji tidak akan memberitahukan apa yang dibahas di kegiatan konseling kelompok, memperjelas kasus yang akan dibahas dengan mempertanyakan harapan-harapan masing-masing peserta konseling kelompok dalam mengikuti sesi konseling kelompok tersebut”.67

b. Tahap peralihan

Pada tahap ini konselor memastikan bahwa setiap AK siap untuk saling terbuka dengan masalah yang akan dibahas pada sesi konseling kelompok tersebut. Kesiapannya terlihat pada tidak saling canggung dan merasa malu antar masing-masing AK, benar- benar siap mengikuti sesi konseling atau memasuki sesi inti dari kegiatan konseling kelompok. Selain itu juga ketua kelompok menjelaskan peran dari masing-masing AK. Setelah semua peserta

67 Lalu Abdurrahamna Wahid selaku direktur laboratorium Al- tazkiah, wawancara di rumah Lalu Abdurrahman wahid ,3 Juni 2020, jam 16.00

95

sudah siap maka dilanjutkan ke tahap selanjutnya. Tekhnik konseling kelompok yang sering dilakukan adalah Analisis transaksional seperti yang disampaikan oleh Ety setiawati salah seorang konselor ahli lab AL-tazkiah:

“ Analisis transaksional biasanya digunakan dalam konseling kelompok dimana melibatkan orang lain. Anggota kelompok lain dapat berperan sebagai ego state yang bermasalah dengan konseli.

Melalui kegiatan ini konseli berlatih dengan anggota kelompok untuk bertingkah laku sesuai dengan apa yang akan diuji coba di dunia nyata. Model ini membantu masing -masing anggota konseling kelompok untuk menemukan makna pribadi dalam dunia sosial mereka dan membantu memecahkan dilema pribadi dalam bantuan kelompok. Dalam dimensi sosial model ini memudahkan individu untu bekerjasama dalam mengaalisis kondisi sosial, khususnya masalah untuk menumbuhkan sikap saling menghargai.”68

c. Tahap kegiatan

Tahap ini merupakan inti dari konseling kelompok, pada tahap ini dipersilahkan masing-masing AK untuk menceritakan permasalahan yang dihadapi terkait kurangnya sikap saling menghargai anggota Laboratorium Al-tazkiah. Pada sesi ini awalnya AK terlihat kebingungan untuk memulai bercerita menjelaskan permasalahan yang dihadapi kemudian konselor melakukan tehnik probing yakni diajukan pertanyaan-pertanyaan pengarahan kepada konseli sehingga diperoleh jawaban yang ditetapkan. Teknik ini dapat digunakan sebagai teknik pendahuluan untuk menstimulasi minat anggota terhadap materi yang akan

68 Ety Setiawati Salah Seorang Konselor Ahli Lab AL-Tazkiah, Wawancara Dirumah Ety Setiawati, 3 Juni 2020, Jam 15.00

96

dibahas. Ketua kelompok yakni konselor Lalu Abdurrahman Wahid, MA. Memberikan umpan pertanyaan kepada konseli dengan kalimat sebagai berikut:

“Sepertinya teman-teman terlihat kebingungan untuk memulai bercerita darimana, silahkan teman-teman ceritakan permasalahan teman-teman dengan mengacu kepada pertanyaan-pertanyaan ini.

Kapan teman-teman merasa mulai memiliki sifat suit menghargai, dan apa sebabnya”.69

Setelah diberikan umpan pertanyaan peserta konseling kelompok mulai paham dan satu persatu menceritakan keluhan mereka. Melalui tekhnik role playing semua peserta konseling mulai bermain peran tentang cara menumbuhkan sikap saling menghargai. Para konseli seolah sedang berada di dunia nyata.

Seperti yang disampaikan oleh Khalid anggota Lab Al-tazkiah:

“saya menyukai proses ini. Saya merasa sedang berada di dunia nyata. Walaupun hanya belajar drama banyak pelajaran yang dapat saya petik dari proses ini. Saya belajar bagai mana caranya menghargai orang lain. Sikap ini perlahan-lahan akan saya aplikasikan pada dunia nyata”.70

Penyampaian Khalid selaras dengan apa yang disampaikan oleh wahyu irhas selaku anngota laboratorium Al-Tazkiah:

“Belajar menghargai orang lain adalah tindakan yang mudah disebut tetapi susah untuk diaplikasikan. Saya secara pribadi dengan tidak sadar sering melakukan hal ini. Ketika teman saya berbicara saya sukar untuk mendengarkan. Terkadang saya sering bermain handphone pada saat teman saya berbicara. Saya rasa lawan bicara saya akan tersinggung. Melalui proses ini saya belajar banyak. Proses yang dikemas dengan bermain tetapi memiliki

69 Lalu Abdurrahamna Wahid Selaku Direktur Laboratorium Al-Tazkiah, Wawancara

70 Khalid Anggota Lab Al-Tazkiah, Wawancara Via Telfon,04 Juni 2020, Jam 16.00

97

pesan yang sangat kuat untuk menumbuhkan rasa saling menghargai pada diri saya”.71

Hal yang berbeda disampaikan oleh Samsul anwar selaku aggota Laboratorium Al-tazkiah:

“Entah mengapa sikap ini sulit sekali saya hindari. Seperti ada dorongan dalam diri saya yang tidak saya sadari untuk memotong pembicaraan lawan berbicara. Saya sadari bagai mana sulitnya belajar mendengarkan. Tidak jarang lawan-lawan bicara saya membentak dengan mengatakan dengarkan dulu orang berbcara.

Pada proses ini saya merasa se dang merilis emosi dan belajar bagaimana caranya agar bisa mengahargai lawan bicara saya”.72

Sikap saling menghargai juga merupakan salah satu bentuk sifat tidak bisa menghargai pedapat orang lain seperti yang disampaikan oleh Ari Susanto anggota Laboratorium Al-tazkiah:

“Sering kali ketika saya berjumpa dengan sesorang saya berfikiran negative tentang orang tersebut, sehingga saya sulit untuk menghargai pendapat orang itu. Pada proses ini saya belajar bagaimana caranya belajar berprasangka yang dilandasi rasa saling mencintai. Perlahan saya akan mempraktikan proses ini pada dunia nyata”.73,

d. Tahap pengakhiran

Tahap ini merupakan tahap akhir dari konseling kelompok, setelah masing-masing AK mengungkapkan kesulitan-kesulitan yang mereka rasakan kemudian di tahap akhir konselor kembali mengambil alih forum dengan mengarahkan AK untuk saling memberikan tanggapan terhadap kesulita-kesulitan yang mereka hadapi kemudian masing-masing AK memberikan solusi dengan

71 Wahyu Irhas Selaku Anngota Laboratorium Al-Tazkiah, Wawancara Dalam Berbagai Kesempatan

72 Samsul Anwar Selaku Aggota Laboratorium Al-Tazkiah, Wawancara Di Kos Samsul, 04 Juni 2020, Jam 10.00

73 Ari Susanto Anggota Laboratorium Al-Tazkiah, Wawancara Via Telfon, 5 Juni 2020, Jam 15.00

98

mengacu kepada pendekatan analisis transaksional, pada tahap ini digunakan tehnik diskusi kelompok dimana AK saling berbagi pendapat tentang cara menumbuhkan sikap saling menghargai dengan pendekatan terapi analisis transaksional.

Pada sesi ini AK terlihat aktif memberikan pendapat mereka, rata-rata dari mereka menanggapi dengan memberikan solusi untuk mengubah pola pikir negatif yang mempengaruhi pikiran mereka seperti suudzon, sulit mengahargai pendapat orang lain, susah menghargai orang yang berbicara. Sebagaimana peneliti menyimpulkam ungkapan dari konseli Muhamad Khalid Iswadi yang mengatakan bahwa:

“Cara agar kita selalu dapat menghargai orang lain adalah dengan cara selalu berfikir positif dan belajar mendengarkan lawan bicara”74

Selain itu konseli yang lain yakni Samsul anwar mengungkapkan hal yang senada yakni:

“Untuk dapat menumbuhkan sikap saling menghargai maka kita harus perlahan-lahan belajar untuk tidak memotong pembicaraan orang lain ketika berbicara”75

Ditambahkan pula oleh konseli Ari suanto yang mengungkapkan bahwa

“Ketika kita mampu menjalani Hubungan sosial, emosional yang baik ketika kita mampu berprasangka baik kepada orang lain dan tidak meremehkannya”.76

74 Observasi hasil konselin kelompok: 6 Juni 2020, jam 10.00

75 Observasi hasil konselin kelompok: 6 Juni 2020, jam 10.00

76 Observasi hasil konselin kelompok: 6 Juni 2020, jam 10.00

99

Setelah sesi diskusi, evaluasi dilakukan dari proses awal sampai tahap akhir dan AK menyampaikan pesan kesan mereka setelah melakukan konseling kelompok. AK satu persatu mengungkapkan pesan dan kesan mereka, dari pengamatan peneliti rata-rata dari semua AK kesan yang mereka rasakan setelah melakukan konseling kelompok yakni mereka merasa lega karena ada wadah untuk meluapkan apa yang mereka rasakan terkait kesulitan dalam menghargai pendapat orang lain, bisa berbagi pengalaman dan berbagi motivasi agar selalu berprasangka baik dengan Apa yang terjadi. Dengan demikian memberikan energy positif pada fikiran dan perasaan yang kemudian berpengaruh pada aktifitas positif.

Setelah semua AK menyampaikan kesan mereka selanjutnya konselor memberikan bimbingan tentang cara melaksanakan terapi shalat.

Harapannya adalah dengan melaksanakan terapi shalat dapat memberi energy positif bagi konseli dan dengan terapi shalat diharapkan juga dapat memperbaiki kualitas diri sehingga mampu untuk menumbuhkan sikap saling menghargai. Berikut adalah penjelasan konselor tentang tata cara melaksanakan terapi shalat:

“Memperbaiki kulitas ibadah merupakan upaya utama untuk menumbuhkan sikap saling menghargai. Perbaiki kualitas shalatmu, perbanyak berserah diri dan berdoa kepada Allah.

InsaAllah akan membentuk kualitas diri yang baik. Selanjutnya kita akan berjumpa pada sesi 2 untuk melakukan refleksi hasil dari belajar menghargai orang lain dan terapi shalat”.77

77 Observasi Hasil Konselin Kelompok: 6 Juni 2020, Jam 10.00

100

Terakhir konselor menyampaikan harapannya untuk dapat melaksanakan konseling sesi 2. Sesi 2 adalah refleksi makna yang dirasakan konseli selama belajar menghargai orang lain dan memperbaiki kualitas shalat

2. Terapi shalat mampu menumbuhkan sikap saling menghargai a. Patuh terhadap perintah.

Allah tidak akan memerintahkan hambanya untuk mengerjakan sesuatu dan melarang mengerjakan sesuatu pasati terdapat hikmah dibaliknya. Tidak semata-mata perintah dan tidak semata-mata larangan, seperti halnya manusia yang hanya modal lidah dan nafas. Beberapa firman Allah dalam Al-qur’an sebagai berikit yang dengan perintah shalat.

ءاسنلأ( اتوقوم اباتك نينمؤملا ىلع تناك ةولصلا نا -

401 )

Artinya: sesungguhnya sahalat itu ialah kewajiaban yang ditentukan waktunya atan orang-orang beriman.78

رط ةولصلا مقأو ركذ كلذ تائيسلا نبهذي تانسحلانا ليللانم افلزو راهنلا يف

نيركذلل ى

دوه(

- 441 )

Artinya: Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan daripada malam.

Sesungguhnya perbuatan yang baik itu menghapus (dosa)

78QS. An-nisa’: (4) 103.

101

perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah pernggatan bagi orang- orang yang ingat.79

ةرقبلا( نيتناق لله اوموقو ىطصولا ةلاصلاو تاولصلا يلع اوظفاح -

812 )

Artnya: Pliharalah semua shalatmu, dan pliharalah sahalat wustha, berdirilah karna Allah (dalam shalatmu dengan ) khusyuk.80

Inilah sebagian perintah Allah yang memerintahkan hambanya untuk beribadah melaksanakan shalat untuk mengingatnya dan meminta pertolongan kepadanya.

Seperti yang diungkapkan oleh Mardiah anggota Laboratorium Al-tazkiah.

”Semua orang jika mendapatkan masalah pasti membutuhkan bantuan dan tempat kita meminnta pertolongan hanyalah kepada Allah swt. Kemudian cara supaya Allah swt menolong kita adalah dengan melaksanakan perintahnya dan menjauhi laranganya, insyaallah masalah itu akan selesai. Dengan memperbaiki kualitas Shalat InsyAllah dapat menumbuhkan sikap saling menghargai”.81

b. Janji Allah.

Janji adalah hutang, dan hutang mau tidak mau harus dibayar”

inilah perkataan yang menjadi pedoman manusia dalam berjaji.

Namun apa, kata-kata ”ya dll” hanya sebagai pelipurlara untuk orang yang dijanjikan, manusia sering lalai dan ingkar dengan

79Qs. Hud (11): 114.

80Al-Baqarah (2): 238.

81 Mardiah Anggota Laboratorium Altazkiah, Wawancara Dalam Berbagai Kesempatan

102

janjinya. Berbeda dengan Allah yang pasti, dan tidak ada keraguan padanya.82 Seperti halnya janji Allah yang akan diberikan kepada orang yang melaksankan shalat.

Seperti penuturan Halimah Anggota Laboratorium Altazkiah ketika diwawancarai:

”karna itu memang janji Allah”.83

Dan inilah firman Allah yang kaitanya dengan janji shalat:

(2 -4نونمؤملا(نوعش اخ مهت ولص يف مه نيذلا * نونم ؤملا حلفا دق

Artinya: sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang yang khusyu’ dalam shalatnya. 84

َنيعشخلا ةرقبلا(ن - 14

) ىلع لاا ةريبكل اهناو ِةولصلاوَ ربصلاب ا ونْيِعَتْساو Artinya: “Jadikalah shalat dan sabar sebagai penolongmu.

Dan yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.85

نيربصلا عم الله نا ةولصلاو ربصل اب ا ونيعتسااونما نيذلااهياآي yang artinya: “wahai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya

82 ) الله دعو يف( هيف بير لا / د اعيملا فلخي لا الله نا

83 Haimah Anggota Laboratorium Altazkiah, Wawancara Dalam Berbagai Kesempatan.

84QS. Al- Mu’minun (23): 1-2

85QS. Al-Baqarah (2):45

103

Allah beserta orang-orang yang sabar . QS. al-Mu’minun (23): 1- 2

ربكا اللهركذلو ركنملاو ءاشحفلا نع ىهنت ةولصلا نا ةولصلا مقاو بتكلا نم كيلا يحواام لتا َن وعنصت ام ملعي اللهو Artinya: “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-Qur’an dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” QS. Al-‘Ankabut (29): 45

الله ركذب مهبولق نئمطتو اونمأ نيذللأ

دعرلا( بولقلا نئمطت الله ركذب لاأ -

82 )

Artinya: Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatkan, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.86

Itulah sebagian kecil dari janji Allah yang peneliti cantumkan tentang hikmah dibalik perintah shalat yang Allah janjikan kepada orang yang melaksanakannya kemenangan, kebahagiaan, dan ketentraman hati dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Menguatkan hal itu seperti yang tuturkan oleh maya anggota Laboratorium Altazkiah:

”Karna Allah mengasih ketenangan, kelapnagan hati, dan apapun permasalahan, selesai kita shalat tiba-tiba pikiran menjadi tentram”.87

86QS . Ar-ra’ad (13) 28.

87 Tufik Rahman, Wawancara LPKA kls II Mataram. 15 Desember 2017.

104 c. Faktor kebiasaan

Otak adalah CPU dari seluruh organ tubuh manusia, dan dialah yang mengaturnya. Didala otak terdapat suatu bagian yang berfungsi sebagai pembentuk kebiasaan yaitu Bangsal ganglia,88 yang apabila kebiasaan itu sudah terbentuk maka ketika kita meninggalknaya otak kita akan memanggil-mangilnnya dan akan menimbulkan yang disebut kecanduan atau ketagihan, tersa ada yang kurang ketika kita tidak melakukanya. Itulah yang peneliti sebut dengan ”teori paksa memmaksa”.

Begitu pula halnya dengan shalat. Kita dibiasakan shalat dari waktu kecil oleh orang tua melalui perintahnya dengan marah- marah, hanya sekedar untuk membiasakan anak-anaknya untuk shalat, dan hasilya sungguh luar biasa. Dan itulah yang dirasakan oleh kebanyakan muslim. Ketika belum melaksanakan shalat, pasti terasa ada yang kurang, seperti gelisah, bimbang, tergesa-gesa, dan marah-marah akan tetapi setelah mendirikan sholat perlahan- lahan mulai tumbuh sikap saling menghargai.

Seperti salah satu ungkapan Indah Anggota Laboratorium Altazkiah:

”karna kalau saya tidak melaksanakan shalat hati saya terasa tidak nyamann, resah dan bimbang, dan pikiran saya tidak keruan.

Tapi kalau saya sudah selesai melaksanakan shalat semua fikiran dan masalah hilang, , perlahan saya merasa sikap saling menghargai mulai tumbuh ”.89

88 Baca the secereat of habit……..

89 Indah, anggota laboratorium al-tazkiyah, Wawancara via telpon, 3 juni 2020.

105

Disamping karena kebiasaan yang dibentuk sejak kecil, janji Allah tetap berlaku juga, tentramnya hati dikala kita berzikir mengingatnya, karena tidak ada keraguan padanya.

3. Sesi konseling tahap 2 (refleksi)

Untuk memperkuat hasil konseling pada sesi konseling tahap 1 maka penting kiranya dilakukan konseling tahap 2. Sesi konseling tahap 2 merupakan tahap refleksi. Refleksi artinya adalah mencereritakan perubahan yang dirasakan selama proses belajar mengaplikasikan hasil konseling tahap 1 pada kehidupan sehari-hari.

Peniliti melihat bahwa proses konseling tahap 1 dengan konseling tahap 2 terlihat sama. Bedanya adalah pada proses konseling tahap 2 konseli menceritakan perubahan-perubahan yang mereka alami berdasarkan hasil konseling tahap 1. Sedangkan konseling tahap 1 lebih mengarah pada sesi mencari solusi bersama. Pada sesi konseling tahap 2 terlihat perubahan sikap positif para konseli. Seperti yang disampaikan oleh beberapa konseli dibawah. Hasil refleksi Samsul anwar selaku anggota laboratorium al-tazkiah:

“ Saya merasakan hal yang luar biasa dari hasil konselig tahap 1. Perlahan saya merasa hidup saya semakin bermakna. Belajar mendengarkan orang lain merupakan pendidikian hati yang luar biasa. Dari proses mendengarkan saya melihat lawan bicara saya merasa sangat dihargai. Selanjutnya saya belajar memperbaiki kualitas shalat saya. Luar biasa,dengan memperbaiki kualitas shalat memberikan ketenangan yang luar biasa.”90

90Samsul Anwar Selaku Anggota Laboratorium Al-Tazkiah,Wawancara Dalam Berbagai Kesempatan

106

Penyampaian Samsul selaras dengan yang disampaikan oleh Wahyu irhas selaku anggota laboratorium Al-tazkiah:

“Alhamdulilah perlahan saya akan belajar berkomitmen dengan diri saya untuk belajar menghargai orang lain. Terapi shalat atau memperbaiki kualitas ibadah merupakan pondasi utama yang membentuk kepribadian manusia. Konseling tahap 1 mengajarkan saya untuk cakap secara emosional dan terapi shalat mengajarkan saya untuk anggun secara religiusitas.”91

91 Wahyu Irhas Selaku Anggota Laboratorium Al-Tazkiah, Wawancara Dalam Berbagai Kesempatan

107 BAB III

Dokumen terkait