• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSESADMINISTRASI

Dalam dokumen Buku Saku Saksi Peserta Pemilu 2024 (Halaman 101-136)

vTPSTidakDibukaTepatWaktu vLokasiTPSDiDekatPaslon/TimKampanye vBilikSuaraTidakTertutupdanBisaDilihat vTPSSusahDiakses

vTPSTidakRamahDisabilitas

vPendampingan Pemilih Disabilitas, Orang Tua danOrangSakit;

vKecurangan Proses Pemungutan dan PenghitunganSuara;

vIntimidasiolehTimKampanyediTPS;

vPraktikPolitikUang

SaksiTidakMendapatkanSalinan DPT

SaksiTidakMendapatkanSalinan C1

SaksiTidakMendapatkanSalinan SertifikatHasil PenghitunganSuara

KPPS TidakNetral

KPPSCurang

PengawasTPS TidakNetral

PemantauPemiluMasukkeTPS

Infografis Kerawanan di TPS

Sumber: Republika

Sumber: Perludem.org

Sumber: KPU RI

Sumber: IndonesiaBaik

Sumber: siberkreasi.id

Sumber: Okezone

Sumber: JPP Indoensia

Sumber: JPP Indonesia

ISU KRUSIAL KERAWANAN

TAHAPAN PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA Akurasi Data Pemilih

Penyaluran Hak Pilih

Sumber: Kompas

Hak Pemilih Disabilitas

Sumber: Antara

Distribusi Logistik

Sumber: Antara

TPS Rawan

Kelelahan Penyelenggara

Sumber: Kompas

Politik Uang

Sumber: Tirto

Sumber: Antara

Potensi Penggelembungan Suara

Pemungutan Suara Ulang

Sumber: Klinik Hukuk Pemilu

PENEGAKAN HUKUM PEMILU Mekanisme Pelaporan Dugaan Pelanggaran Pemilu

Mekanisme Pemungutan Suara Ulang

Mekanisme Pemberian Keterangan di Mahkamah Konstitusi Peraturan MK Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pedoman Beracara dalam Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, menyebutkan: Pasal 43 “Dalam pemeriksaan persidangan, Mahkamah dapat memanggil Badan Pengawas Pemilihan Umum dan/atau jajarannya secara berjenjang, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum, dan/atau pihak- pihak yang dipandang perlu, baik atas inisiatif Mahkamah maupun atas permintaan para pihak untuk didengar keterangannya sebagai pemberi keterangan terkait dengan Permohonan yang sedang diperiksa”. Saksi peserta pemilu bisa dikategorikan sebagai pihak-pihak yang dipandang perlu. Saksi peserta Pemilu bisa dijadikan pemberi keterangan di MK jika diusulkan oleh peserta Pemilu yang sedang melakukan gugatan sengketa hasil Pemilu sebagai saksi.

Tata Cara Pemberian Keterangan di Mahkamah Konstutusi diatur sebagai berikut:

1. Setelah penetapan hasil Pemilu, Peserta Pemilu mengajukan permohonan PHPU;

2. Peserta Pemilu memantau permohonan PHPU yang terregistrasi di Mahkamah Konstitusi;

3. Setelah permohonan PHPU terregistrasi di Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi, Peserta Pemilu meminta salinan permohonan PHPU;

4. Setelah mendapatkan salinan permohonan PHPU, peserta Pemilu segera menyampaikan salinan permohonan tersebut kepada Partai politik atau tim pemenangan (jika perseorangan tidak perlu) yang terkait dengan permohonan PHPU di Mahkamah Konstitusi;

5. Dalam hal dipandang sebagai penyiapan alat bukti, peserta Pemilu dapat menunjuk saksi peserta Pemilu sebagai saksi resmi peserta Pemilu yang melihat, mendengar atau mengalami proses penghitungan suara yang diperselisihkan;

6. Saksi peserta Pemilu yang ditunjuk sebagai saksi untuk memberi keterangan di MK, menyusun keterangan tertulis setelah memperoleh salinan permohonan PHPU;

7. Saksi peserta Pemilu menyusun keterangan tertulis dengan melakukan konsultasi kepada peserta Pemilu, partai politik atau tim kampanye;

8. Keterangan tertulis sebagaimana dimaksud ditujukan untuk memberikan penjelasan tentang pokok-pokok perkara yang berhubungan dengan tugas pengawasan penyelenggaraan pemungutan dan penghitungan suara;;

9. Saksi menyiapkan dokumen yang mendukung keterangan yang akan disampaikan kepada Mahkamah Konstitusi sebagai berikut:

a. Berita Acara dan Sertifikat hasil Pemungutan dan Penghitungan Suara di Tempat Pemungutan Suara;

b. Berita Acara dan Sertifikat Hasil Rekapitulasi perolehan suara di PPS, PPK, KPU Kabupaten/Kota, KPU Provinsi, dan KPU (jika diperlukan);

c. Berita Acara dan Keputusan KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota pada setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu; (jika diperlukan)

d. Dokumentasi dan Data-data pembanding yang dimiliki saksi;

e. dokumen dan/atau data-data lain terkait hasil kinerja saksi peserta Pemilu yang dipandang perlu disampaikan dalam PHPU di Mahkamah Konstitusi.

10. Keterangan tertulis dibuat dengan format standar sebagai berikut:

a. kepala surat;

b. pembukaan yang terdiri dari:

• tempat dan tanggal surat keterangan dibuat;

• tujuan kepada Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia;

• alasan saksi memberikan keterangan; dan

TEKNIK DAN DOKUMENTASI PENGAWASAN

Alat Kerja Pengawasan Mandiri a) Pemungutan Suara di TPS

Pengawasan Mandiri dilakukan dengan cara:

1. Datang di TPS sebelum jam 07.00

2. Melakukan pengamatan terdapat seluruh proses pemungutan suara

3. Medokumentasikan hasil pengawasan

4. Melaporkan bila adanya dugaan pelanggaran dan menindaklanjuti

Nama Saksi No Tlp No TPS

Desa/kelurahan Kecamatan Kab/Kota Provinsi

NO PERTANYAAN YA TIDAK

1 Apakah petugas KPPS memiliki SK sebagai KPPS?

2 Apakah rapat pemungutan suara dimulai lebih dari pukul 07.00?

3 Apakah KPPS mengucapkan janji dan sumpah?

4 Apakah DPT dipasang dipapan pengumuman yang di tempatkan disekitar TPS?

5 Apakah Gambar Pasangan Calon/Visi dan misi pasangan calon dipasang dipapan pengumuman yang di tempatkan disekitar TPS?

6 Apakah jumlah surat suara yang tidak sesuai dengan jumlah DPT?

Jika ya, berapa jumlahnya? (jumlah DPT berapa dan jumlah suara suara berapa)?

7 Apakah tersedianya alat bantu tuna netra (braille template) di TPS?

8 Apakah terdapat surat suara yang rusak?

Jika ya, Ada berapa?

9 Apakah terdapat pendamping Pemilih penyandang disabilitas yang tidak menandatangani surat pernyataan pendamping (formulir Model C3 KWK)?

10 Apakah terdapat mobilisasi pemilih (pemilih digerakkan secara bersamaan oleh timsukses) untuk menggunakan hak pilihnya di TPS?

11 Apakah terdapat KPPS yang mengarahkan pilihan kepada pemilih di TPS?

12 Apakah terdapat intimidasi kepada pemilih di TPS?

13 Adakah pemilih yang tidak tercantum dalam DPT, DPTb (Daftar Pemilih Tambahan), DPPH (Daftar Pemilih Pindahan) menggunakan hak pilihnya?

Jika Ya, berapa jumlah nya?

14 Apakah terdapat lebih dari 1 (satu) orang Pemilih menggunakan hak

pilih lebih dari 1 (satu) kali di TPS?

15 Apakah terdapat KPPS yang menggunakan sisa surat suara (kelebihan surat suara) untuk dimasukkan kedalam kotak suara?

16 Apakah pemungutan suara berakhir pada pukul 13.00 waktu setempat?

17 Apakah terdapat pelayanan tidak baik yang dilakukan KPPS kepada pemilih disabilitas?

b) Penghitungan Suara di TPS Pengawasan di lakukan dengan cara:

1. Melakukan pencermatan terhadap seluruh proses perhitungan suara 2. Berapa dilokasi di TPS, sampai berakhirnya proses perhitungan 3. Mengawal penyerahan kotak suara kepada PPK melalui PPS

4. Memastikan konsistensi KPPS dalam penetuan suara sah dan tidak sah

5. Memastikan akurasi pehitungan suara

6. Mendapatkan seluruh dokumentasi dan berita acara serta Salinan C1 dan C7.

7. Melaporkan bila adanya dugaan pelanggaran dan menindaklanjuti Nama Saksi

No Tlp No TPS

Desa/kelurahan Kecamatan Kab/Kota Provinsi

NO PERTANYAAN YA TDK KETERANGAN

1 Apakah Rapat Penghitungan Suara langsung dimulai setelah Pemungutan Suara selesai?

2 Apakah Penghitungan Suara dilakukan secara terbuka?

3 Apakah Penghitungan Suara dilakukan di tempat yang terang atau yang mendapat penerangan cahaya cukup?

4 Apakah Ketua KPPS menyatakan sah terhadap surat suara yang tanda coblos pada kolom 1 (satu) calon yang memuat nomor urut atau nama calon atau foto Pasangan Calon?

5 Apakah Ketua KPPS menyatakan sah terhadap surat suara yang tanda coblos lebih dari satu kali pada kolom 1 (satu) calon yang memuat nomor urut, nama calon dan foto Pasangan Calon?

6 Tanda coblos tepat pada garis kolom 1 (satu) calon yang memuat nomor urut, nama calon dan foto Pasangan Calon coblos tepat pada garis kolom 1 (satu)

calon yang memuat nomor urut, nama calon dan foto Pasangan Calon

7 Apakah Penghitungan Suara dilakukan dengan mencatat tulisan yang jelas dan terbaca pada Model C1 Plano Berhologram yang ditempelkan pada papan yang telah disediakan?

8 Apakah setiap hasil Penghitungan Suara dicatatkan ke dalam formulir Model C1 Plano Berhologram yang ditempel pada papan tulis?

9 Apakah Saksi yang hadir bersedia menandatangani formulir Berita Acara?

Jika tidak, apa alasannya?

10 Apakah para saksi TPS di berikan salinan Berita Acara dan sertfikat hasil penghitungan suara model C1 dan lampirannya, sesat setelah selsai penghitungan suara?

11 Apakah Pengawas TPS mendapatkan Salinan C1?

12 Apakah Pengawas TPS dapat mendokumentasikan salinan C7?

13 Apakah setelah rapat Penghitungan Suara di TPS, KPPS menyegel, menjaga, mengamankan keutuhan kotak suara?

14 Apakah KPPS menyerahkan kotak suara kepada PPK melalui PPS pada hari dan tanggal yang sama dengan hari Pemungutan Suara ?

Dokumentasi Kegiatan

Metode dokumentasi adalah metode mencari data mengenai hal- hal yang berupa catatan, buku, transkip, surat kabar,prasasti, majalah, notulen rapat, agenda serta foto-foto kegiatan. untuk melengkapi data dari hasil wawancara dan hasil pengamatan (observasi). Dokumentasi memiliki dua arti. Arti pertama yakni menyuguhkan informasi atau bukti resmi yang berguna untuk menjadi sebuah catatan. Sedangkan arti yang kedua yiatu sebagai upaya mencatat dan mengategorikan suatu informasi dalam bentuk tulisan, foto, video, dan lainnya. Dari sini, dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian dokumentasi adalah bentuk kegiatan atau proses sistematis dalam melakukan pencarian, pemakaian, penyelidikan, penghimpunan, penyediaan dokumen untuk memperoleh pengetahuan, keterangan, serta bukti, dan menyebarkannya kepada pihak yang berkepentingan.

Saksi Peserta Pemilu melakukan dokumentasi dalam pengawasan penyelenggaraan pemungutan dan penghitungan suara melalui:

1. Mendokumentasikan kegiatan melalui foto;

2. Mendokumentasikan kegiatan melalui video;

3. Mencatat hal-hal yang dianggap sebagai pelanggaran;

4. Menyusun alat kerja pengawasan mandiri;

5. Menyusun rekapitulasi hasil perhitungan suara;

6. Mendapatkan Salinan dokumen-dokumen penting yang menjadi hak saksi peserta Pemilu dari KPPS, seperti:

- Daftar Pemilih Tetap;

- Undangan C6;

- Salinan Berita Acara;

- Salinan C1;

- Dokumentasi C1 Plano.

- Salinan Sertifikat Perolehan Suara;

- Dokumen lainnya.

Manajemen Alat Bukti

Mekanisme Pengajuan Keberatan

Dalam dokumen Buku Saku Saksi Peserta Pemilu 2024 (Halaman 101-136)

Dokumen terkait