HAZARD PROTECTION FACILITY FASILITAS PROTEKSI BAHAYA
B. PROTEKSI BAHAYA JATUH DARI KETINGGIAN FALLING FROM HEIGHTS PROTECTION
GAMBAR HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
IMAGE MATTERS TO BE CONSIDERED
B. PROTEKSI BAHAYA JATUH DARI KETINGGIAN
4. Pemasangan Pipa Pagar Area Tangga Darurat Gedung
Installation of Railing Pipes in the Building’s Emergency Stairs Area a. Material yang digunakan berupa pipa galvanis diameter 2 inci.
The material used is galvanic pipes with a diameter of 2 inches.
b. Tinggi pemasangan pipa pagar 110 cm pada bagian atas dan 60 cm pada bagian bawah.
The railing pipe is installed at a height of 110 cm at the top rail and 60 cm at the mid rail.
c. Tiang dapat juga menggunakan pipa pendukung.
The pole can also use supporting pipes.
d. Pagar dilengkapi dengan penanda yang tidak melukai tangan.
The railing is equipped with markings that do not injure hands.
5. Pemasangan Pagar Area Bekisting (Cetakan Beton) Installation of Railing in Framework Area
a. Material yang digunakan berupa besi CNP.
The material used is CNP iron.
b. Tinggi tiang 110 cm.
The height of the post is 110 cm.
c. Dipasang bagian tengah dan bagian atas serta dilengkapi dengan jaring pengaman (polinet).
Installed the mid rail and the top rail and equipped with polynet.
d. Bekisting menggunakan platform atau material lain yang kuat dan rapat.
The formwork uses catwalk or other solid and dense materials.
e. Pada bagian yang belum tersambung atau ujung dari sisi atas harus dipasang penghalang lengkap dengan jaring pengaman (polinet).
A full stopper must be installed along with a polynet on disconnected sections or the tip of the top side.
6. Pemasangan Pipa Pagar Area Koridor Tangga Darurat dan Koridor Lift Installation of Railing Pipe in the Emergency Stairs Corridor and Lift Corridor a. Material yang digunakan berupa pipa galvanis diameter 2 inci.
Material used is galvanic pipes with a diameter of 2 inches.
b. Tinggi tiang 110 cm.
The height of the post is 110 cm.
c. Dipasang bagian bawah yang berfungsi sebagai pengaman pinggir lantai dan pengikat jaring.
Install a low rail that functions as toe board and net ties.
d. Dipasang jaring untuk menahan benda jatuh.
A net is installed to hold falling objects.
7. Pemasangan Pipa Pagar Perimeter Gedung Installation of Building Perimeter Railing Pipe
a. Material yang digunakan berupa pipa galvanis diameter 2 inci atau tali baja diameter 8 mm yang disambung dengan klip baja.
Material used is galvanic pipes with a diameter of 2 inches or wire rope with a diameter of 8 mm connected with a wire clip.
b. Tinggi tiang 110 cm dipasang tiap jarak 2 m atau diikat ke kolom bila menggunakan tali baja.
The height of the post is 110 cm, to be installed at an interval of 2 m or tied to the column if a wire rope is used.
c. Untuk memasang tiang menggunakan pelat dasar.
Use base plate to install the post.
d. Tiang dapat juga dipasang pada kedudukan/penunjang dinding pracetak.
The posts can also be installed on the pre-print holder/precast wall support.
e. Pagar terdiri dari 2 baris, bagian atas 110 cm dan bagian tengah dipasang pada ketinggian 60 cm dari lantai.
The railing consists of 2 lines, the top rail is 110 cm and mid rail is installed at the height of 60 cm off the ground.
f. Pipa untuk pagar dicat warna kuning.
Pipes for railings are painted yellow.
8. Pemasangan Pagar Perimeter Gedung pada Puncak Gedung Installation of Railing Building Perimeter on the Top of the Building
a. Pada bagian atas gedung harus dipasang pagar perimeter untuk mencegah benda jatuh dan orang jatuh, pagar harus dilapisi dengan jaring pengaman (polinet) yang menutup seluruh area konstruksi.
A perimeter railing must be installed on the top of the building to prevent objects and people from falling. The railing must be covered with a polynet that covers the entire construction area.
b. Tinggi tiang 110 cm dan dilapisi dengan jaring pengaman (polinet).
The post must be 110 cm in height and covered with a polynet.
c. Pasang papan kaki dari papan atau dapat juga digunakan jaring pengaman (polinet) yang diikatkan pada bagian bawah pipa galvanis.
Install toe board or use polynet to be tied on low rail the galvanic pipe.
9. Pemasangan Pipa Pagar Area Terminal Material Installation of Railing Pipe in the Material Terminal Area
a. Material yang digunakan berupa pipa galvanis diameter 1 inci.
Material used is galvanic pipe with a diameter of 1 inch.
b. Tinggi tiang 110 cm.
The height of the post is 110 cm.
c. Dipasang jaring untuk menahan benda jatuh.
The safety net is installed to hold falling objects.
d. Dipasang jaring pengaman pada sisi kiri dan kanan untuk menahan benda jatuh saat pengangkatan material.
Safety wing is installed on the left and right side to hold falling objects from the lifting of the material.
10. Pemasangan Tali Keselamatan pada Gondola Installation of Lifeline on the Gondola
a. Material yang digunakan berupa tambang khusus dari bahan nilon/
karmantel.
Material used is special ropes made of nylon/kernmantle.
b. Digunakan alat pemberhenti otomatis untuk mengaitkan kait sabuk pengaman tubuh.
Roll lift/slide chuck is used to latch the hook of the full body harness.
c. Tambang dipasang mengikuti ketinggian gondola sampai dengan lantai dasar (lokasi awal naik keranjang gondola).
The rope is installed in accordance with the distance of the gondola from the ground floor (initial location of the gondola cradle before elevating).
d. Pemasangan tambang dikaitkan pada struktur bangunan yang kuat yang tidak berhubungan dengan gondola dan dipasang selubung tambang untuk mengurangi gesekan dengan ujung lantai/perimeter lantai beton.
The rope is installed by latching it to the sturdy part of the building construction that is not connected to the gondola and covered with rope sheath to reduce friction with the edge of the floor/concrete floor perimeter.
e. Keranjang dipasang jaring pengaman pada sisi untuk memastikan material yang diangkat tidak terjatuh.
Safety wing is installed on the side of the cradle to ensure the prevention of the material lifted from falling.
11. Pengaman Naik Lift Sementara di Lantai Atas Passenger Hoist Safety on the Upper Floor
a. Pada lantai atas dimana pekerja menunggu lift sementara untuk turun maupun naik, harus dipasang pengaman naik lift sementara.
On the upper floor where the workers are waiting for the passenger hoist to either go up or down, a passenger hoist safety must be installed.
b. Harus dipastikan pengaman naik lift sementara minimal sesuai dengan desain di samping, untuk memastikan pekerja tidak berdesakan naik lift sementara.
Ensure that the passenger hoist safety is at least in accordance with the side design to ensure that the workers do not crowd the passenger hoist.
c. Pintu pengaman naik lift sementara harus di gembok dan kunci gembok dipegang oleh operator lift sementara.
The passenger hoist safety door must be locked and the key must be held by the passenger hoist operator.
d. Operator lift sementara harus membawa radio komunikasi.
The passenger hoist operator must carry a communication radio.
e. Buat peraturan maksimal kapasitas angkut (orang dan material), jam angkut pekerja, dan jam angkut material.
Make a regulation on the maximum transport capacity (people and materials), workers transporting hours, and material transporting hours.
C. PROTEKSI BAHAYA BENDA JATUH