BAB VI PENUTUP
B. Saran
Sarana pelayanan yang dimaksud disini adalah segala jenis peralatan dan fasilitas pelayanan yang berfungsi sebagai alat utama/
pembantu dalam pelaksanaan pekerjaan dan juga berfungsi social dalam rangka kepentingan orang-orang yang sedang berhubungan dengan organisasi kerja PT Pegadaian.
E. Peralatan
Peralatan yang berhubungan untuk menentukan dengan PT Pegadaian adalah:
1. Alat uji kadar emas/perak
Alat ini digunakan untuk menentukan kadar emas yang terkandung dalam sebuah emas. Alat ini terdiri dari batu penggosok dan cairan yang tersimpan dalam botol.Untuk cairan yang pertama dinamakan salpiter dan untuk cairan kedua dinamakan Konegswatu. Disamping alat tersebut masih ada lagi alat penguji kadar emas yang dinamakan jarum uji emas.
2. Alat uji berlian
Alat ini digunakan untuk mengetahui kadar berlian. Alat ini mempunyai mata penguji yang menyerupai pena dan pada bagian atas terdapat indicator petunjuk dari lampu yang berwarna-warni untuk menentukan kadar berlian yang dikenal dengan Diamond Selector dan alat uji berlian lainnya dinamakan jarum uji berlian.
3. Timbangan emas/perak
Timbangan ini digunakan khusus untuk mengukur berat emas/perak.Alat ini bekerja apabila tombomi diatas timbangan diputar sehingga bagian
atas timbangan bergerak ke atas.Timbangan ini biasanya dilengkapi dengan boks (tempat) yang terbuat dari kayu dan kaca melindungi timbangan dari pengaruh angin.
4. Sarana pelayanan lainnya seperti :
a. Kantong kertas plastik untuk barang gadai emas
b. Komputer adalah serangkaian ataupun sekelompok mesin elektronik yang terdiri dari ribuan bahkan jutaan komponen yang dapat saling bekerja sama, serta membentuk sebuah sistem kerja yang rapi dan teliti. Sistem ini kemudian dapat digunakan untuk melaksanakan serangkaian pekerjaan secara otomatis, berdasar urutan instruksi ataupun program yang diberikan kepadanya.
c. Kalkulator adalah alat untuk menghitung dari perhitungan sederhana seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian sampai kepada kalkulator sains yang dapat menghitung rumus matematika tertentu.
5. Ruangan
Yang dimaksud dengan ruangan yaitu adanya pembangunan ruangan yang memadai antara ruangan tunggu nasabah dan ruangan kerja pegawai. Adapun tata ruang yang ada di PT Pegadaian Cabang Barru meliputi:
a. Ruangan tunggu nasabah adalah tempat atau fasilitas yang disediakan oleh kantor untuk memberikan kenyamanan kepada konsumen dalam
Pada hakikatnya, pelayanan perusahaan bertitik tolak pada usaha- usaha yang dilakukan perusahaan untuk melayani pembeli (pelanggan) dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat memberikan kepuasan kepada
pelanggan dan memenuhi kebutuhan serta keinginan pelanggan, baik yang berupa produk barang atau jasa. Pelayanan perusahaan adalah pelayanan terbaik yang diberikan perusahaan untuk memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan, baik pelanggan didalam perusahaan maupun diluar perusahaan.
Adapun tujuan pelayanan perusahaan antara lain sebagai berikut:
1. Untuk memberikan pelayanan yang bermutu tinggi kepada pelanggan.
2. Untuk menciptakan kepercayaan dan kepuasan kepada pelanggan.
3. Untuk menimbulkan keputusan dari pihak pelanggan agar segera membeli barang/jasa yang ditawarkan pada saat itu juga.
4. Untuk menumbuhkan kepercayaan pelanggan terhadap pelanggan terhadap barang/jasa yang ditawarkan.
5. Untuk menghindari terjadinya tuntutan-tuntutan yang tidak perlu dikemudian hari terhadap produsen.
6. Untuk menjaga agar pelanggan merasa diperhatikan segala kebutuhannya.
7. Untuk mempertahankan pelanggan.
Beberapa uraian mengenai pelayanan perusahaan berfungsi sebagai berikut:
1. Melayani pelanggan dengan ramah, tepat, dan cepat
2. Menciptakan suasana agar pelanggan merasa dipentingkan.
3. Menempatkan pelanggan sebagai mitra usaha.
4. Menciptakan pangsa pasar yang baik terhadap produk/jasa.
5. Memenangkan persaingan pasar.
6. Memuaskan pelanggan, agar mau berbisnis lagi dengan perusahaan.
7. Memberikan keuntungan pada perusahaan.
Pelayanan Perusahaan (Customer care) dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip 3 Pertama, kita harus menyajikan Attitude (Sikap) yang benar. Kedua, kita harus memberikan Attention (Perhatian) yang tidak terbagi. Ketiga, diatas semuanya pelanggan mencari Action (Tindakan) Pelayanan perusahaan berdasarkan konsep sikap meliputi tiga prinsip berikut:
1. Melayani pelanggan berdasarkan penampilan yang sopan dan serasi 2. Melayani pelanggan dengan berpikiran positif, sehat dan logis
3. Melayani pelanggan dengan sikap menghargai Pelayanan perusahaan berdasarkan attention (perhatian ) meliputi tiga prinsip :
a) Mendengarkan dan memahami secara sungguh-sungguh kebutuhan para pelanggan
b) Mengamati dan menghargai perilaku para pelanggan c) Mencurahkan perhatian penuh kepada para pelanggan
4. Pelayanan perusahaan berdasarkan action (tindakan) meliputi lima prinsip:
1) Mencatat setiap pesanan para pelanggan 2) Mencatat kebutuhan para pelanggan
3) Menegaskan kembali kebutuhan para pelanggan 4) Mewujudkan kebutuhan para pelanggan
5) Menyatakan terima kasih dengan harapan pelanggan mau kembali Hal-hal yang perlu diperhatikan, berkaitan dengan konsep pelayanan perusahaan yaitu:
1. Apabila dikaitkan dengan tugas pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat maka Pelayanan Perusahaan adalah pelayanan yang terbaik kepada masyarakat
2. Pelayanan Perusahaan didasarkan pada standar pelayanan yang terbaik 3. Untuk instansi yang sudah mempunyai standar pelayanan maka
pelayanan perusahaan adalah pelayanan yang memenuhi standar
4. Apabila pelayanan selama ini sudah memenuhi standar maka pelayanan perusahaan berarti adanya terobosan baru, yaitu pelayanan yang melebihi standarnya
5. Untuk instansi yang belum mempunyai standar pelayanan maka pelayanan perusahaan adalah pelayanan yang terbaik dari instansi yang bersangkutan. Usaha selanjutnya adalah menyusun standar pelayanan perusahaan
sehingga kecenderungan dan minat untuk melakukan transaksi gadai maupun pembelian barang pada PT pegadaian akan meningkat dengan sendirinya.
Untuk lebih jelasnya, pola pemikiran mengenai analisis pelayanan perusahaan terhadap peningkatan pendapatan pada PT Pegadaian Cabang Barru dapat dijabarkan dalam bagan/skema berikut:
SKEMA
KERANGKA PIKIR
PT PEGADAIAN CABANG BARRU
Studi Obyek Studi Empirik 1.Kehandalan 2.Ketanggapan 3.Jaminan 4.Kemampuan 5.Bukti fisik Studi Teoristik
1.Kotler2002 2.Ratminto2005 3.Heskett2009 4.Tjiptono 2007 5.Apiliani dan Wilfrijdus 2009
Rumusan Masalah
Hipotesis
Metode Analisis
Pendapatan
H.Hipotesis
Berdasarkan pada latar belakang dan masalah pokok maka dikemukakan hipotesis adalah sebagai berikut: “Diduga bahwa pelayanan perusahaan dapat meningkatkan pendapatan pada PT Pegadaian Cabang Barru di Kabupaten Barru”.
penulis untuk melakukan penelitian dan waktu penelitian direncanakan dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2015.
B. Tehnik Pengumpulan Data
Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Library Research (Penelitian Pustaka)
Yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara membaca buku literatur yang ada kaitannya dengan pembahasan skripsi ini, yang kemudian membandingkan dengan penerapan yang dilakukan oleh PT Pegadaian Cabang Barru.
2. Field Research (Penelitian Lapangan) a. Observasi (Pengamatan Langsung)
Dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan langsung terhadap aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan pelayanan.
b. Kuesioner (Daftar Pertanyaan)
Kuesioner, yaitu pengumpulan data melalui daftar pertanyaan kepada
responden yang mencakup indicator penelitian yaitu system layanan kemampuan personil, dan keadaan sarana dan prasarana.
3. Dokumentasi
Dokumentasi, yaitu mengumpulkan data-data yang dijadikan sebagai bahan penelitian yang berasal dari arsip yang dimiliki perusahaan.
C. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis data
a) Data kualitatif yaitu data yang diperoleh dari hasil studi kepustakaan dan yang bukan berupa angka-angka.
b) Data kuantitatif yaitu data yang berupa angka-angka dalam bentuk laporan keuangan.
2. Sumber data
a) Data primer meliputi data kebijaksanaan prosedur kerja.
kemampuan personil serta sarana dan prasarana yang digunakan.
b) Data Sekunder adalah data mengenai struktur organisasi, jumlah pelanggan dan pendapatan penjualan yang telah dicapai oleh perusahaan.
D. Populasi Dan Sampel 1. Populasi
Menurut Santoso dan Tjiptono (2002:79), “Populasi merupakan sekumpulan orang atau objek yang memiliki kesamaan dalam satu atau
beberapa hal dan dalam suatu riset khusus populasi meliputi seluruh karakteristik yang dimiliki oleh subyek-subyek itu.
2. Sampel
Menurut Sukardi (Johni, 2013:5) Sample adalah sebagian atau wakil dari populasi yang akan diteliti. Berdasarkan pengertian diatas maka perwakilan dari populasi pada penelitian ini adalah 30 orang pegawai pada PT Pegadaian Cabang Barru di Kabupaten Barru.
Tehnik pengambilan sampling yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling, yaitu tehnik pengambilan sampel secara acak untuk memudahkan penelitian.
E. Metode Analisis
Peneliti menggunakan metode deskriptif dalam menganalisis data pendapatan penjualan yang dicapai PT Pegadaian Cabang Barru periode 2004 – 2013. Data yang diperoleh melalui observasi dan dokumentasi dalam penelitian ini di analisis dengan menggunakan analisis deskritif kualitatif yaitu dengan cara data yag diperoleh dari hasil observasi dan kuesioner dari responden yang dideskritifkan secara menyeluruh. Data hasil dari dokumentasi dan kuesioner dalam penelitian adalah sumber data utama yang menjadi bahan analisis data untuk menjawab masalah penelitian. Analisis data dimulai dengan melihat perkembangan nasabah PT Pegadaian dari tiga tahun terakhir yang
Penulisan digunakan beberapa istilah sehingga didefenisikan secara operasional agar menjadi petunjuk dalam penelitian ini. Defenisi operasional tersebut adalah:
1. Pelanggan adalah masyarakat yang memanfaatkan jasa PT Pegadaian pada PT Pegadaian Cabang Barru
2. Pelayanan adalah setiap kegiatan yang dilakukan oleh PT Pegadaian untuk memenuhi kepuasan pelanggan dalam rangka meningkatkan pendapatan.
3. Pelayanan perusahaan (kualitas pelayanan) adalah pelayanan berkualitas yang bertujuan untuk memuaskan pelanggan, sehingga pelanggan sering datang berkunjung.
35
A. Sejarah singkat berdirinya PT Pegadaian
Lembaga kredit dengan sisten gadai pertama kali hadir di bumi nusantara pada saat VOC berkuasa, adapun institusi yang menjalankan usaha ini adalah Banh Van Leching. Bank ini didirikan melalui surat keputusan Gubernur Jendral Van Imhoff tanggal 28 agustus 1746 dengan modal sebesar (f 7.500.000) yang terdiri dari modal VOC 2/3 dan sisanya milik swasta. Tahun 1800 POC bubar dan kekuasaan di Indonesia diambil alih oleh Belanda, semasa pemerintahan Deandels dikeluarkan peraturan tentang macam barang yang dapat diterima sebagai jaminan gadai seperti perhiasan, kain, dan lain-lain.
Pada saat Belanda berkuasa kembali dikeluarkan Staatsblad (Stbl) nomor 131 tanggal 12 Maret 1901, yang mengatur bahwa usaha pegadaian merupakan monopoli pemerintah. Pada tanggal 1 April 1901 didirikan Pegadaian Negara (PN) pertama di sukabumi, Jawa Barat. Sejak awal kemerdekaan, pegadaian dikelola oleh pemerintah dan telah beberapa kali berubah status.
Untuk meningkatkan efisiensi dan produktifitasnya, maka perjan diubah lagi menjadi Perusahaan Umum (PT) berdasarkan PP nomor 10 Tahun 1990 (lalu diperbaharui lagi dengan PP nomor 103 Tahun 2000)
hingga sekarang. Sejak perubahan status menjadi PT ini dimulailah tahap baru sebagai salah satu alat pemerintah dengan tugas pokok meningkatkan pendapatan dan kesejahtraan masyarakat. Dengan status PT, pegadaian diharapkan akan lebih mampu mengelola usahanya secara profesional, berorientasi bisnis tanpa meninggalkan fungsi sosialnya.
Tahun 1811 kekuasan di Indonesia diambil alih oleh Inggris- Rafles selaku penguasa mengeluarkan peraturan dimana setiap orang yang dapat mendirikan Bank Van Learning asal mendapat izin penguasa setempat, yang disebut Lisentiestelsel. Lisentiestelsel ini ternyata tidak menguntungkan pemerintah. Tahun 1811 Lisentiestelsel di hapuskan, dan diganti dengan Pachstelsel yang dapat didirikan oleh anggota masyarakat umum dengan syarat sanggup membayar sewa dengan tinggi kepada pemerintah. Tahun 1816 Belanda kembali menguasai Indonesia, Pachstelsel makin berkembang, namun berdasarkan penelitian pemerintah ternyata banyak Pachstelsel yang melakukan perbuatan sewenang-wenang, seperti menaikan suku bunga, memiliki barang jaminan yang kadaluarsa karena tidak melelangnya, membayar uang kelebihan kepada yang berhak.
Dengan adanya kekurangan tersebut tahun 1870 Pachstelsel dihapuskan dan diganti lagi dengan Licentiestelsel, dengan maksud untuk mengurangi pelanggaran yang merugikan masyarakat umum dan pemerintah. Usaha ini tidak berhasil, karena ternyata penyelewengan masih
berjalan tanpa menghiraukan peraturan pemerintah sehingga timbul kehendak pemerintah untuk menguasai sendiri badan usaha ini. Tahun 1900 diadakan penelitian untuk maksud tersebut dan berkesimpulan bahwa badan usaha tersebut cukup menguntungkan. Maka didirikan Pilot Project di Suka Bumi, atas keberhasilan proyek ini dikeluarkan STBL No. 131 tanggal 1 April 1901 sebagai Pegadaian Negeri pertama di Indonesia, tanggal 1 april inilah kemudian dijadikan hari lahirnya pegadaian.
Pada mulanya uang pinjaman yang diberikan kepada peminjam berjumlah f 300 dan tidak dikenakan ongkos administratif. Karena pegadaian negeri ini semakin berkembang dengan baik maka dikeluarkan peraturan monopoli, diantaranya STBL No. 749 tahun 1914 dan STBL No.
28 tahun 1921. Sanksi terhadap pelanggaran peraturan monopoli diatur dalam kitab undang-undang hukum pidana pasal 509. berdasarkan STBL No.266 tahun 1930. Pegadaian Negeri dijadikan perusahaan Negara seperti yang dimaksudkan dalam pasal 2 pada Indonesia Bedrijvenwet STBL No.
419 tahun 1927.
Proklamasi kemerdekaan RI mengakibatkan pengalihan penguasaan terhadap Pegadaian Negara, yaitu kepada Pemerintahan RI melalui Peraturan Pemerintah No.176 tahun 1961, maka tanggal 1 Januari 1967 Pegadaian Negara dijadikan Perusahaan Negara dan berada dalam lingkup Departemen Keuangan. Perusahaan Pegadaian Negara ini mengalami kerugian, untuk itu dikeluarkan instruksi Presiden No. 17 tahun 1969,
Undang-undang No.9 tahun 1969 dan Peraturan Pemerintah No.17 tahun 1969 dan pelaksanaannya. Menurut surat keputusan Menteri Keuangan RI No.Kep.664/MK/9/1969,yang mulai berlaku 1 Mei 1969, perusahaan pegadaian negara menjadi jawatan pegadaian.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.10 tahun 1990, Perjan Pegadaian diubah menjadi perusahaan umum Pegadaian, dengan status PT Pegadaian diharapkan mampu mengelola usahanya secara profesional, berwawasan bisnis oriental tanpa meninggalkan misinya yaitu pertama turut melaksanakan dan menunjang pelaksanaan dan kebijaksanaan dan program pemeritah dibidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya melalui penyaluran uang pinjaman atas dasar hukum gadai, kedua mencegah timbulnya praktek ijon, pegadaian gelap, riba dan pinjaman tidak wajar lainnya. Kantor cabang mengadakan transaksi dengan para nasabah, melaksanakan pencatatan dan selanjutnya mengirimkan laporannya ke kantor daerah. Sedangkan kantor daerah diberi otorisasi penuh untuk mengelola dan mengawasi setiap operasional cabang oleh kantor pusat.
Begitu juga dengan keberadaan kantor Cabang PT Pegadaian di Barru ini, salah satu dasar pertimbangan didirikannya kantor Cabang Barru adalah memenuhi kebutuhan pasar masyarakat setempat dalam hal pemberian jasa gadai kredit yang nota bene adalah masyarakat nelayan selain pedagang dan sebagainya.
B. Visi dan Misi 1. Visi
“Pegadaian pada tahun 2013 menjadi “Champion”dalam pembiayaan mikro dan kecil berbasis gadai dan fidusia bagi masyarakat golongan menengah ke bawah.
2. Misi
Perusahaan menyangkut batasan bidang bisnis yang akan digarap, sasaran pasar yang dituju dan upaya peningkatan kemanfaatan PT pegadaian kepada stakeholders.
C. Sasaran dan Strategi 1. Sasaran PT Pegadaian
a. Pertumbuhan omzet gadai KCA minimal sebesar 37%.
b. Pertumbuhan omzet gadai syariah minimal sebesar 65%.
c. Pertumbuhan omzet usaha lain minimal sebesar 60%.
d. Kinerja keuangan SEHAT, dengan laporan keuangan wajar tanpa pengecualian serta rating perusahaan minimal AA.
e. Pertumbuhan laba sebelum pajak minimal meningkat 30%.
2. Strategi PT Pegadaian
a. Melakukan penataan UPC/UPS yang belum berkembang dan penguasaan pangsa pasar dengan membuka UPC/UPS secara selektif.
b. Pengembangan produk diversifikasi dengan prinsip kehati-hatian atau prudential.
c. Memelihara dan meningkatkan citra perusahaan secara konseptual.
Struktur Organisasi PT. Pegadaian Cabang Barru
Sumber : Pedoman Organisasi Kantor Cabang PT Pegadaian 1. Deskripsi Kerja
Secara garis besar uraian tugas dari masing-masing jabatan yang terdapat di PT Pegadaian adalah sebagai berikut :
a. Manajer Cabang
1) Memimpin dan mengkoordinasi seluruh kegiatan perusahaan.
2) Bertanggung jawab atas maju mundurnya perusahaan yang dipimpin
3) Membina bawahan untuk menunjang kelancaran perusahaan.
4) Menyusun program kerja cabang agar pelaksanaan sesuai dengan misi perusahaan
b. Penaksir
1) Semua barang yang akan digunakan sebagai barang jaminan oleh nasabah dalam mengambil kredit.
Manajer Cabang
Penaksir Kasir Penyimpan Bagian Gudang
Penjaga
2) Menetapkan uang pinjaman yang akan diberikan dengan ketentuan yang ada.
3) Mengisi surat bukti kredit (SBK) 4) Menetapkan cicilan bunga pinjaman.
c. Kasir
1) Mengeluarkan surat bukti kredit uang pinjaman yang tertera.
2) Menerima pelunasan uang pinjaman pembayaran sewa modal, cicilan uang pinjaman serta penerimaan lainnya.
3) Mencatat pada buku kredit yang sesuai dengan nomor SBK dan sudah diparaf oleh penaksir.
4) Membubuhkan surat terima pada SBK untuk semua jenis golongan sebagai tanda telah diterima uang pinjaman oleh nasabah.
5) Melakukan pembayaran kredit pada nasabah, uang titipan, retribusi, ongkos dan biaya operasional cabang.
d. Penyimpan
1) Menerima barang yang telah ditaksir atau dinilai harga barang tersebut dan menempatkan dengan rapi guna menghemat tempat 2) Menyimpan kedalam gudang dengan baik dan berurutan sesuai
dengan SBK dan bulan kredit guna mempermudah ditemukan kembali barang jaminan yang akan dilunasi.
3) Menghitung jumlah barang jaminan baik yang masuk dan keluar gudang setiap hari.
e. Bagian gudang
1) Secara berkala memeriksa keadaan gudang peyimpanan barang jaminan selain barang kantong sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk menjamin keamanan dan keutuhan barang jaminan 2) Merawat, memelihara, membersihkan barang jaminan dari debu, air
dan kotoran lainnya agar barang jaminan tetap dalam keadaan baik dan aman
3) Mengeluarkan barang jaminan dari gudang penyimpanan untuk keperluan penebusan, pemeriksaan oleh atasan atau keperluan lain 4) Melaporkan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pekerjaan
dalam rangka serah terima jabatan
5) Mencatat dan mengadministrasikan mutase (penambahan/
pengurangan) barang jaminan yang menjadi tanggung jawabnya.
f. Penjaga
1) Mengamankan harta perusahaan dan nasabah dalam lingkungan kantor dan sekitarnya
Jasa gadai adalah usaha layanan kepada masyarakat berupa pinjaman berdasarkan hukum gadai dengan anggunan bergerak seperti perhiasan (emas, berlian, batu bara), barang elektronik (tape, Televisi, VCD, audio dll), kendaraan bermotor dengan prosedur pelayanan yang mudah, aman dan cepat. Adapun prosesnya diuraikan sebagai berikut:
Proses pelunasan gadai untuk barang anggunan berupa emas, elektronik dan sepeda motor berbeda. Pada pelunasan barang anggunan seperti emas yang mempunyai nilai pinjaman sebesar Rp.
594.280 termasuk dalam golongan C1 dengan tingkat bunga sebesar 1,625% dalam tempo 15 hari. Sewa modal untuk 1 bulan pertama sebesar Rp. 594.280 X 1,625% = Rp. 19.314. Untuk 2 bulan sebesar Rp. 38.826. Sewa modal maksimal sebelum dilelang adalah Rp.
77.256 atau selama 4 bulan.
Sementara pada anggunan berupa barang elektronik dan sepeda motor pada umumnya mempunyai prinsip yang sama dalam perhitungannya. Sewa modal maksimal yang dikenakan kepada nasabah selama 4 bulan merupakan batas jatuh tempo untuk melunasi barang yang digadaikannya. Selengkapnya lihat tabel berikut:
Tabel 1. Proses Pelunasan Gadai Nama Pinjaman
(Rp)
Golongan (Rp)
1 bulan (Rp)
2 bulan (Rp)
3 bulan (Rp)
4 bulan (Rp) Emas 594.280 C1 = 1,625% 19.314 38.826 57.942 77.256 TV Sharp 21” 853.000 C1 = 1,625% 27.722 55.445 83.167 110.890 Sepeda Motor 8.208.750 C2 = 1,625% 266.785 533.570 800.353 1.067.140 Sumber : PT. Pegadaian Cabang Barru
2. Jasa Taksiran
Jasa taksiran ditawarkan oleh PT Pegadaian kepada masyarakat dengan tujuan untuk melindungi masyarakat dari kemungkinan pemalsuan para penjual barang-barang perhiasan emas permata. Jasa taksiran ini juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang ingin mengetahui seberapa besar nilai sesungguhnya dari barang yang dimiliki seperti emas, berlian, batu permata dan lain-lain. Biaya yang dibebankan kepada pelanggan sejak tahun 1993 adalah 1% dari taksiran harga barang tersebut, dengan catatan minimal sebesar Rp.
500.000 (lima ratus ribu rupiah) dan setinggi-tingginya Rp. 5.000 (lima ribu rupiah) untuk setiap potongan.
3. Jasa Titipan
Jasa titipan adalah fasilitas semacam safe deposit box yang ditawarkan oleh Pegadaian kepada masyarakat dengan maksud untuk
melindungi surat-surat dan atau barang-barang lainnya bila pemiliknya meninggalkan rumah, misal menunaikan ibadah haji, pergi keluar kota dan lain-lain atau menghendaki perlindungan yang lebih aman dibanding dengan disimpan dirumah. Usaha ini memberikan nilai lebih atas keberadaan Pegadaian ditengah masyarakat.
Adapun tarif jasa titipan yang diberlakukan kepada masyarakat adalah :
Tabel 2. Tarif Jasa Titipan
Waktu K1 K2 G1 G2 G3
2 minggu 1,500 2,000 2,500 2,000 1,000
1 bulan 2,000 2,500 3,000 2,500 1,500
2 bulan 3,900 4,900 5,900 4,900 2,900
3 bulan 5,800 7,200 3,700 7,200 4,300
4 bulan 7,600 9,500 11,400 9,500 5,700 5 bulan 9,400 11,700 14,100 11,700 7,000 6 bulan 11,100 13,900 16,700 13,900 8,300 7 bulan 12,800 16,000 19,200 16,000 9,600 8 bulan 14,400 18,000 21,600 18,000 10,800 9 bulan 15,900 19,900 23,900 19,900 11,900 10 bulan 17,500 21,300 26,200 21,800 13,100 11 bulan 18,400 23,700 28,400 23,700 14,200 12 bulan 20,000 25,500 30,600 25,500 15,000 Sumber : PT. Pegadaian Cabang Barru
Keterangan :
K1 : Dokumen dan surat berharga
K2 : Perhiasan dan Lain-lain, barang kecil lainnya
G1 : Barang ukuran besar, sepeda motor, TV 24” keatas dan sebagainya
G2 : Barang ukuran medium, TV 24” kebawah dan barang elektronik lainnya
G3 : Barang ukuran kecil, barang elektronik, mesin ketik dan lain-lain
4. KREASI (Kredit Jaminan Fidusia)
KREASI (Kredit Jaminan Fidusia) adalah pinjaman (kredit) dalam jangka waktu tertentu dengan menggunakan konstruksi penjaminan kredit secara jaminan fidusia, yang diberikan oleh PT.
Pegadaian kepada pengusaha mikro dan pengusaha kecil yang membutuhkan dana untuk keperluan pengembangan usahanya.
Jaminan fidusia adalah hak jaminan atas benda dengan ketentuan bahwa benda yang kepemilikannya dialihkan tersebut tetap berada dalam penguasaan pemilik benda, sebagai anggunan bagi pelunasan utang tetentu (undang-Undang No. 42 tahun 1999 tentang fidusia pasal 1 angka 2). Mekanisme atau prosedur Kreasi pada PT.
Pegadaian diuraikan pada alur atau flow chart sebagai berikut :
Flow Chart Kredit pada PT. Pegadaian
5. KRASIDA (Kredit Angsuran Sistem Gadai)
KRASIDA adalah bentuk layanan pemberian pinjaman kepada masyarakat menengah kebawah yang mempunyai usaha mikro kecil untuk pembiayaan kegiatan usahanya atas dasar hukum gadai yang pelunasannya diangsur setiap bulan sesuai jangka waktu pinjaman.
6. Lelang
Pelelangan dilakukan terhadap Barang Jaminan (BJ) yang sudah melewati batas tanggal jatuh tempo dan tidak ditebus atau dilunasi oleh nasabah. Ketentuan lelang dalam PT Pegadaian telah diatur dan ditentukan selengkapnya lihat gambar berikut:
Nasabah
Penyerahan SBK asli, dan menyiapkan sejumlah uang
yang akan dibayarkan untuk melunasi kredit
gadai Yang telah ditentukan
Administrasi Membuat reakpitulasi Pelunasan dan mencocokan
dengan Buku gudang dan buku pelunasan
Penaksir
Menerima, memeriksa kebenaran SBK dan melakukan perhitungan biaya yang harus dibayar oleh
nasabah dengan cara : Pokok Pijaman + Sewa Modal
Bagian Peyimpanan Mengambil BJ ke gudang dengan mencocokan SBK bagian dalam (D)
dengan SBK yang menepel di BJ Kasir menerima dan
mencocokan SBK dengan Slip Pelunasan dan besarnya biaya yang harus
dilunasi oleh nasabah Penerimaan BJ
Oleh nasabah
Penaksir
Menerbitkan dan menyerahkan slip pelunasan (SP) kepada nasabah sebagai bukti pelunasan Pembayaran biaya pelunasan
gadai kredit di kasir
Sumber : PT. Pegadaian Cabang Barru