• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pupuk Ke Daun: Pendahuluan

Dalam dokumen MODUL KESUBURAN TANAH (Soil Fertility) (Halaman 80-85)

Penilaian

Modul 4. Aplikasi Pupuk

4.2. Pupuk Ke Daun: Pendahuluan

Pemupukan Daun dan Resistensi Hama Penyakit

Terdapat acuan dasar pertanian organik bahwa tanaman tertentu mempunyai perilaku tersendiri terhadap ketahanan hama penyakit. Sedang tradisi kebanyakan partisi mencoba mencapai hara optimum melalui menejemen tanah secara langsung, banyak pertimbangan pemupukan daun kunci akhir membuat beberapa format "resistency induced" suatu kenyataan praktek.

Pupuk Daun

Agar pupuk daun bekerja efektif, beberapa petunjuk berikut agar diikuti:

 Untuk efisiensi dan mencegah kerusakan tanaman, disarankan agar larutan nutrien seencer mungkin.

Kadang-kadang sebanyak satu atau ½ takaran kecil tiap akre adonan aktif cukup menunjukkan respon yang jelas (1). Semprotan konsentrasi tinggi, khususnya pupuk berupa garam-garam anorganik, mempunyai potensi "membakar" daun tanaman. Terutama garam-garam khlorida (mis, KCl).

 Nilai pH larutan semprot harus berada mendekati kisaran netral (5.5-8.5). Bila dibutuhkan peneraan pH, dapat digunakan vinegar untuk meningktkan kemasam, dan baking soda untuk menurunkan.

 Dalam hal pH, beberapa kualitas air semprot harus diperhatikan:

 Kebersihan. Partkel kecil tak larut, dapat segera menyumbat lubang nozzles—meski lebih baik- dilengkapi dengan strainers bila cukup banyak bahan mengendap.

 Bahan Kimia dan Kontaminan Penyakit. Beberapa air sumber kontaminan tidak boleh digunakan untuk pupuk daun. Apabila terdapat kecurigaan pada organisme penyakit tertentu, air dapat diperlakukan secara efektif dengan sedikit hidrogen peroksida.

 Khlorin. Khlorinasi air dapat menghilangkan bakteri membahayakan, tetapi dapat pula membunuh organisme yang menguntungkan, yang mana mungkin berada dalam larutan semprot daun.

Membiarkan air dalam tangki terbuka selama satu malam umumnya cukup menjadikan air tidak membahayakan mikroba campuran.

 Pengaruh baik adalah bila semprot daun mencapai kehalusan atom. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan tekanan pompa menggunakan blower. Perkembangan lanjut berupa semprot tipe boom dengan mengatur nozzles posisi sudut 45° membiarkan semprot menempel pada tanaman.

 Semprotkan saat angin minimal. Ini khusus penting dengan semprot halus mengatom agar mudah membasahi permukaan daun.

 Serapan akan meningkat bila semprotan memasahi dan menempel di helai daun. Semprotan agar mengenai bagian lokasi stomata.

 Tunda semprot daun bila suhu udara turun hingga 80°F atau lebih rendah. Serapan pada suhu tinggi sangat tidak baik sebab stomata menutup. Beberapa semprot daun paling efektif dilakukan sore hari menjelang malam, ketika suhu baik dan angin minimal.

 Serapan akan dibantu bila kondisi cuaca adalah lembab dan basah. Keberadaan embun pada daun membantu pupuk daun.

 Penambahan surfactant ke larutan menurunkan tegangan permukaan dan meningkatkan serapan.

81

 Catat kemungkinan terjadi interaksi di antara pupuk daun. Beberapa bahan tidak cocok untuk dicampurkan bersama-sama. Ia akan menyebabkan terjadi endapan yang mengikat hara dan menyumbat nozzle. Banyak label produk menunjukkan ketidak-kompatibelan. Bila tidak ada keterangan, campur sejumlah relatif bahan dengan air dan dalam botol dan kocok. Bila tidak ada endapan, bearti tidak ada masalah.

 Untuk penghematan dan pengurangan biaya, pupuk daun kadang-kadang dapat dikombinasikan dengan aplikasi pestisida. Bagaimanapun, konflik waktu dan ketidak-kompatibelan bahan dapat dikombinasikan melalui semprotan. Boleh jadi diperlukan membaca semua label produk dan melakukan uji dalam botol.

Defisiensi atau Simptom

Di kawasan di mana produksi tanaman secara kontinyu untuk suatu waktu dan di mana interaksi tanaman dan tanah tertentu telah dipelajari, defisiensi nutrisi tertentu dapat diprediksi. Di mana defisiensi ini berkaitan dengan hara sekunder dan mikro, pemupukan daun sering dianggap dapat mengatasi.

Sebagai contoh, pemupukan daun secara rutin digunakan untuk mengatasi defisiensi Zn pada tanaman pecan. Tampaknya, penyemprotan Ca sering direkomendasikan sebagai salah satu pencegah blossom - end rot pada tomat. Pemutusan untuk menyemprot pada beberapa kasus berdasar pada hasil peneleitian sebelumnya, sering bolstered dengan informasi uji tanah dan/atau pengamatan simptom di lapangan.

Uji Jaringan Tanaman

Uji jaringan tanaman faktual daripada cara pendekatan sebelumnya, yaitu melalui simptom tanaman, atau uji tanah untuk memantapkan kondisi adanya defisiensi hara, meski mereka dapat digunakan satu sama lain sebagai patokan dalam mengetahui dan mengatasi masalah defisiensi. Dalam hal tanaman hortikultura bernilai tinggi (termasuk pecan dan tomat), uji jaringan adalah rutin. Hal ini barangkali merupakan suatu hal secara umum diterima untuk mengidentifikasi defisiensi unsur hara.

Kesesuaian pemupukan daun sebagai cara koreksi biasanya tergantung pada defisiensi hara. Sebagai contoh, penggunaan pemupukan daun lebih umum bila defisiensi unsur mikro daripada defisiensi unsur makro nitrogen, fosfor, atau kalium.

Banyak servis uji tanah juga dilengkapi uji jaringan tanaman. Hal yang sama dilakukan banyak laboratorium lapangan. Sebagai contoh, Universitas Arkansas, mempunyai program khusus analisis daun blueberi—komoditi utama di negara ini.

Lab Uji Tanah Alternatif ATTRA mempublikasikan daftar sejumlah fasilitas uji secara bebas, sebagian di antaranya mengenai servis analisis jaringan.

Perlu perhatian bahwa analisis daun akurat tergantung pada pengambilan dan prosedur penanganan contoh. Sedang instruksi tampak pada setiap lab atau pengembangan servis konsultasi, beberapa advis umum yang baik disajikan dalam bentuk tulisan berjudul: Leaf/Petiole (Stem) Sampling.

Refraktometer

Suatu alat yang dirasakan petani baik diintreaksikan dengan pemupukan daun adalah refraktometer. Refractometer adalah alat sederhana yang murah untuk mengukur padatan larut dalam cairan tanaman (kebanyakan adalah gula), dengan cara menyelidiki berkas (refraksi) cahaya lewat melalui cairan. Persentase tinggi padatan larut yang ada dalam cairan, berarti perharaan baik dalam tanaman.

Seperti dijelaskan sebelumnya, kebanyakan proponen pemupukan daun berhubungan dengan pembacaan °Brix lebih tinggi dengan resistensi hama penyakit.

Bahan Pupuk untuk Pemupukan Daun:

Pupuk Sintetik

Bahan pupuk konvensional paling larut dapat digunakan untuk pemupukan daun. Campuran cairan panas dan formulasi larutan kering (contoh, produk Miracle-Gro™) biasanya ada saham, seperti halnya dirancang agar larut dalam air dan mengandung beberapa kontaminan. Pupuk mengandung jumlah banyak khlorin, harus dihindari untuk mengurangi kemungkinan kerusakan tanaman. Catat bahwa pupuk sintesis tidak diperbolehkan untuk produksi tanaman organik.

Pupuk Organik

Pupuk berbasis-ikan (emulsi ikan atau tepung ikan) dan rumput laut (tepung rumput laut larut atau ekstrak rumput laut) di antaranya adalah merupakan makanan tanaman paling umum dalam pertanian organik, diaplikasikan secara sendiri-sendiri maupun kombinasi. Informasi jenis pupuk-pupuk ini telah ada, dua-duanya telah sangat umum digunakan selama banyak dekade. Buku pegangan: The Non-Toxic Farming Handbook; menyajikan informasi tentang pupuk berbasis-ikan untuk aplikasi daun maupun tanah.

Berbagai buku oleh Lee Fryer, seperti: The Bio-Gardener's Bible, juga sumber advis yang baik dalam penggunaan pupuk ikan. Referensi dan detail tentang tumbuhan laut berbagai pupuk tersedia di ATTRA.

Teh kompos menjadi populer sebagai bahan pupuk daun sebab mengandung unsur hara dan bersifat menekan penyakit. Untuk informasi lanjut produksi teh kompos, disarankan: Compost Tea Manual by Ingham. Juga lihat: publikasi ATTRA: Notes on Compost Teas.

Bahan organik larut yang mana ekstraksi mudah dibuat, termasuk semprotan darah kering, guano kelelawar, kascing, teh pupuk, humat, tetes, susu, vitamin B, dan ekstrak herbal ekstrak tanaman seperti stinging nettle dan horsetail.

Pemupukan Daun untuk Pertanian Organik

Petani organik harus waspada ketika membeli produk pupuk organik komersial. Tidak semua berupa produk bersertifikasi yang benar. Sebagian telah dicampur dengan bahan pupuk konvensional. Stimulan tertentu, biokatalis, dan lain-lai juga dilarang, seringkali karena mengandung atau derivat organisme hasil rekayasa genetik.

83

Manipulasi Tanaman melalui Pemupukan Daun

Strategi pemupukan dapat berhubungan dengan pembungaan, pembentukan buah, ukuran buah, jumlah pertumbuhan vegetatif,dan karakteristik tanaman lain. Dengan memilih secara hati2 komponen pupuk daun atau pupuk samping, petani dapat "nudge" suatu tanaman melalui pembentukan buah lebih awal, lebih lebat, atau mencegah pembuahan—dalam pengembangan bila memproduksi tanaman hijau atau polong. Konsep ini agak lebih dikenal dalam komunitas pertanian konvensional. Sebagai contoh, banyak petani jeruk mengetahui bahwa makanan daun dicampur dengan kalium dan nitrat—hara mendorong pertumbuhan vegetatif—untuk meningkatkan ukuran buah setelah berbuah baik. Secara umum, campuran pupuk didominasi kalium, nitrat, kalsium, dan khlor cenderung mendorong pertumbuhan vegetatif dan ukuran buah. Campuran didominasi amonium, fosfor, sulfur, dan mangan memperbaiki pembuahan dan pembentukan biji.

Karena pengetahuan ini memberikan opsi menejemen lebih banyak pada petani, satu hal tidak diasumsikan lebih bila mencoba memanipulasi penampakan tanaman. Semua tanaman—tetapi khususnya tanaman buah—akan membutuhkan jumlah tertentu baik unsur hara untuk pertumbuhan maupun mendorong pembuahan tiap musimnya. Ketepatan waktu, atau lebih jauh menyeimbangkan, dapat menghasilkan kerugian dari segi biaya. Catatan, bahwa manipulasi ini dapat menjadi sulit dalam hal mensertifat organik untuk mencapai rantai pendek terhadap bahan pupuk tersedia untuk digunakan.

Dalam dokumen MODUL KESUBURAN TANAH (Soil Fertility) (Halaman 80-85)

Dokumen terkait