• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

F. Definisi Operasional

Saran-Saran Penggunaan Analisis Rasio

1. Agar analisis rasio mencapai tujuannya, sebaiknya angka-angka besaran rasio diperbandingkan dari tahun ke tahun. Dengan cara demikian, dapat dilihat perkembangan atau maju mundurnya kinerja perusahaan. Akan lebih baik lagi jika diperbandingkan juga dengan rasio yang sama dengan perusahaan- perusahaan lain sejenis untuk dapat melihat apakah perusahaan kita lebih baik atau lebih buruk daripada mereka.

2. Dari rasio-rasio keuangan yang banyak ini, sebaiknya dipilih beberapa jenis rasio yang dianggap penting bagi tujuan perusahaan.

3. Sajikanlah rasio keuangan dalam bentuk yang mudah dibaca, lengkap dengan standar yang dikehendaki, berdasarkan usaha-usaha sejenis dan atas permintaan pihak ketiga.

4. Pusatkanlah perhatian pada penyimpangan-penyimpangan serta perkembangan yang mencolok dan terus-menerus.

5. Carilah penyebab penyimpangan dan perkembangan ini dengan menghubungkan antara rasio yang satu dengan rasio yang lain.

3. Rasio Keuangan adalah bentuk atau cara umum yang digunakan dalam analisis laporan keuangan dengan kata lain diantara alat-alat analisis yang selalu digunakan untuk mengukur kekuatan atau kelemahan suatu perusahaan di bidang keuangan.

4. Rasio Keuangan dapat dibagi kedalam tiga bentuk umum yang dipergunakan yaitu: Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas dan Rasio Rentabilitas.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Pengujian Hipotesis

1. Dari hasil penelitian diatas maka ketiga rasio likuiditas yaitu perhitungan Rasio Lancar, Rasio Cepat dan Rasio Kas pada tahun 2008-2013 adalah 84,99%. Rasio lancar yang digunakan sebagai titik tolak untuk analisis, yaitu sebesar 200%. Rasio lancar sebesar 200% kadang-kadang sudah memuaskan bagi suatu perusahaan.

Rasio cepat pada umumnya semakin mendekati 100% menunjukkan posisi likuiditas perusahaan baik. Sedangkan rasio kas pada umumnya 300% itu sebabnya bahwa kinerja keuangan PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) tahun 2008-2013 ternyata tidak optimal.

2. Dari hasil penelitian diatas bahwa perhitungan dari kedua Rasio Rentabilitas yaitu perhitungan Gross Profit Margin dan Return On Equity adalah 67,01%. Ternyata tidak optimal setiap tahunnya artinya margin laba kotor dan margin laba berubah- ubah kadang mengalami kenaikkan kadang mengalami penurunan.

3. Dari hasil penetian tersebut diatas bahwa perhitungan dari kedua Rasio Solvabilitas yaitu perhitungan Total Debt to Equity Ratio dan Total Debt to Total Asset Ratio adalah 8,67% ternyata tidak optimal setiap tahunnya artinya rasio hutang terhadap ekuitas dan rasio hutang terhadap aktiva berubah kadang mengalami kenaikkan kadang mengalami penurunan.

B. Analisis Kinerja keuangan 1. Rasio Likuiditas

Aktiva Likuid adalah aktiva yang dapat diperdagangkan pada pasar yang aktif dan dapat dengan segera dikonversikan menjadi kas.Posisi likuiditas perusahaan menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya seperti melunasi hutangnya yang jatuh tempo dalam jangka pendek.Perhitungan rasio likuiditas dengan membagi aktiva lancar dengan hutang lancar atau kewajiban lancar.

Tabel 4.1 Perhitungan Rasio Lancar (Current Ratio) PT. Asuransi Jiwasraya Tahun 2008-2013

Tahun Aktiva

Lancar

Hutang Lancar

Rasio Lancar

2008 3.297.627 25.760 50,14%

2009 4.080.134 101.923 40,32%

2010 257.043.438.284 113.804.627.761 225,86%

2011 223.982.929.897 140.175.357.004 159,79%

2012 352.639.084.784 136.567.876.778 258.21%

2013 293.278.698.742 136.833.773.808 214,33%

Sumber: Neraca dan diolah oleh penulis

Dari hasil perhitungan diatas dapat diketahui tahun 2008 rasio lancar 50,14%. Pada tahun 2009 turun menjadi 40,32% kemudian pada tahun 2010 meningkat menjadi 225,86% terjadi penurunan kembali pada tahun 2011 menjadi 159,79% dan pada tahun 2012 rasio lancar mengalami peningkatan 258,21% sampai pada tahun 2013 rasio lancar menjadi 214,33%.

Kenaikan aktiva lancar disebabkan oleh bertambahnya kas perusahaan, investasi jangka pendek, piutang, persediaan, uang muka dan jaminan dan biaya dibayar dimuka dan asset lancar lainnya.Sedangkan kenaikan hutang lancar disebabkan naiknya hutang bank jangka pendek maupun jangka panjang, hutang usaha, hutang pajak dan hutang sewa.

Tabel 4.2 Perhitungan Rasio Cepat (Quick Ratio) PT. Asuransi Jiwasraya tahun 2008-2013

sumber: Neraca dan diolah oleh penulis

Quick Ratio PT. Asuransi Jiwasraya tahun 2008 sebesar 33,76% menjadi 4,08%

pada tahun 2009 kemudian pada tahun 2010 mengalami penurunan menjadi 2,57%. Pada tahun 2011 mengalami peningkatan yaitu 159,78% dan pada tahun 2012 menagalami penurunan 3,53% hingga tahun 2013 Quick Ratio mengalami penurunan sebesar 2,94%.

Tahun Aktiva Lancar Hutang Lancar Persediaan Rasio Cepat

2008 3.297.627 65.760 88.274 33,76%

2009 4.080.134 101.923 74.802 4,08%

2010 257.043.438.284 113.804.627.761 17.835.894 2,57%

2011 223.982.929.897 140.175.357.004 14.533.426 159.78%

2012 352.639.084.784 136.567.876.778 30.604.410 3,53%

2013 293.278.698.742 136.833.773.808 30.631.377 2,94%

Tabel 4.3 Perhitungan Rasio Kas (Cash Ratio) PT. Asuransi Jiwasraya Tahun 2008- 2013

Tahun Kas Investasi Jangka

Pendek

Hutang Lancar Rasio Kas

2008 7.599 640.930 65.760 77,63%

2009 8.854 1.618.037.369 101.923 25,56%

2010 23.180.542.543 271.146.166.141 113.804.627.761 2,31%

2011 9.694.969.685 817.994.187 140.175.357.004 9,70%

2012 11.698.018.876 1.918.037.513 136.567.876.778 1,17%

2013 20.916.819160 1.817.994.187 136.833.773.808 2,09%

Sumber : Neraca dan diolah oleh penulis

Cash Ratio PT. Asuransi Jiwasraya pada tahun 2008 sebesar 77,63% turun menjadi 25,56% pada tahun 2009 . Pada tahun 2010 mengalami penurunan yaitu 2,31% tetapi pada tahun selanjutnya yaitu tahun 2011 Cash Ratio mengalami peningkatan sebesar 9,70% yang kemudian menurun 1,17% pada tahun 2012 dan pada tahun 2013 cash ratio terus meningkat sebesar 2,09%.

2. Rasio Rentabilitas

Rasio Rentabilitas disebut juga Rasio Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk mengahsilkan laba.Satu-satunya ukuran profitabilitas yang palin penting adalah laba bersih.

Tabel 4.4 Gross Profit Margin PT. Asuransi Jiwasraya Tahun 2008-2013

Sumber: Laporan laba rugi dan diolah oleh penulis

Gross Profit Margin PT. Asuransi Jiwasraya tahun 2008 sebesar 126,62% menurun menjadi 114,39% pada tahun 2009 kemudian pada tahun 2010 mengalami kenaikkan menjadi 118,76%. Pada tahun 2011 mengalami peningkatan yaitu 120,47% dan pada tahun 2012 mengalami kenaikkan 122,01% hingga tahun 2013 Quick Ratio mengalami penurunan sebesar 120,42%.

Tahun Laba Kotor Penjualan Bersih Margin Laba Kotor

2008 1.575.606 1.244.325 126,62%

2009 2.391.098 2.090.432 114,39%

2010 2.726.681.559 2.295.970.978.866 118,76%

2011 2.766.859.561 2.295.970.978.866 120,47%

2012 3.018.891.917.508 2.474.245.350.492 122,01%

2013 4.213.377.000.265 3.498.827.546.120 120,42%

Tabel 4.5 Return on Equity PT. Asuransi Jiwasraya Tahun 2008-2013

Sumber: Laporan laba rugi dan diolah oleh penulis

ROE PT. Asuransi Jiwasraya pada tahun 2008 sebesar 0,79% naik menjadi 0,98%

pada tahun 2009 . Pada tahun 2010 mengalami kenaikkan yaitu 7,56% tetapi pada tahun selanjutnya yaitu tahun 2011 Cash Ratio mengalami penurunan sebesar 3,64%% yang kemudian naik menjadi 47,23% pada tahun 2012 dan pada tahun 2013 cash ratio terus menurun sebesar 21,33%.

3. Rasio Solvabilitas

Rasio ini disebut juga Ratio Leverage yaitu mengukur perbandingan dana yang disediakan oleh pemiliknya dengan dana yang dipinjam dari kreditur perusahaan tersebut. Rasio ini dimaksudkan untuk mengukur sampai seberapa jauh aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang rasio ini menunjukkan indikasi tingkat keamanan dari para pemberi pinjaman.

Tahun Laba setelah pajak Ekuitas Pemegang Saham

Margin Laba

2008 25.824 3.289.874 0,79%

2009 39.511 4.001.653 0,98%

2010 34.235.044.145 452.885.513.430 7,56%

2011 16.169.427.665 443.424.788.232 3,64%

2012 356.067.263.559 753.942.779.353 47,23%

2013 204.470.227.337 958.527.574.649 21,33%

Tabel 4.6 Total Debt to Equity Ratio PT. Asuransi Jiwasraya Tahun 2008-2013

Sumber: Neraca dan diolah oleh penulis

Dari hasil perhitungan diatas dapat diketahui tahun 2008 rasio hutang terhadap ekuitas 2,00%. Pada tahun 2009 naik menjadi 2,54% kemudian pada tahun 2010 meningkat menjadi 23,97% terjadi kenaikkan kembali pada tahun 2011 menjadi 29,92%

dan pada tahun 2012 rasio lancar mengalami penurunan sebesar 18,11% sampai pada tahun 2013 rasio hutang terhadap ekuitas menurun menjadi 14,27%.

Tahun Total Hutang Ekuitas Pemegang

Saham

Rasio Hutang terhadap Ekuitas

2008 65.760 3.289.874 2,00%

2009 101.923 4.001.653 2,54%

2010 108.569.273.491 452.885.513.430 23,97%

2011 132.661.890.128 443.424.788.232 29,92%

2012 136.567.876.778 753.942.779.353 18,11%

2013 136.833.773.808 958.527.574 14,27%

Tabel 4.7 Total Debt to Total Asset Ratio PT. Asuransi Jiwasraya Tahun 2008-2013 Tahun Total Hutang Total Aktiva Rasio Hutang terhadap

Total Aktiva

2008 65.760 3.671.326 1,79%

2009 101.923 4.432.747 2,30%

2010 108.569.273.491 5.137.196.742.088 2,12%

2011 132.661.890.128 4.852.450.114.213 2,74%

2012 136.567.876.778 5.426.207.029.391 2,52%

2013 136.833.773.808 7.195.067.737.866 1,90%

Sumber: Neraca dan diolah oleh penulis

Total Debt to Total Asset Ratio PT. Asuransi Jiwasraya Jiwasraya pada tahun 2008 sebesar 1,79% naik menjadi 2,30% pada tahun 2009. Pada tahun 2010 mengalami penurunan yaitu 2,12% tetapi pada tahun selanjutnya yaitu tahun 2011 Cash Ratio mengalami peningkatan sebesar 2,74% yang kemudian menurun 2,52% pada tahun 2012 dan pada tahun 2013 Total Debt to Total Asset Ratio turun sebesar 1,90%.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Dapat ditarik kesimpulan bahwa berdasarkan analisis rasio secara horizontal antara tahun 2008-2013 didapatkan hasil yang kurang baik. Khususnya pada jangka waktu selama tiga tahun terakhir 2011, 2012 dan 2013 hal tersebut dideteksi dari penurunan dari beberapa parameter kinerja keuangan. Diantaranya Rasio Likuiditas, Quick Ratio, Cash Ratio yang terus menurun.

2. Namun pada rasio Solvabilitas seperti perputaran piutang mengalami peningkatan yaitu diketahui tahun 2008 Rasio hutang terhadap ekuitas 2,00% pada tahun 2009 naik menjadi 2,54% kemudian pada tahun 2010 meningkat menjadi 23,97%.

3. Berdasarkan analisis tersebut hanya beberapa rasio yang mengalami kenaikan kinerja diantaranya Gross Profit Margin dan Return on Equity

B. Saran

Dari kesimpulan diatas, maka penulis ingin memberikan saran dan masukan yang mungkin berguna bagi manajemen PT. Asuransi Jiwasraya adapun saran adalah:

Melihat penurunan kinerja keuangan perusahaan pada laba bersih setelah pajak penghasilan perusahaan yang menurun pada tahun 2013, bila dibandingkan tahun sebelumnya yaitu tahun 2012, maka seharusnya dengan segera manajemen memperbaiki dan meningkatkan kinerjanya agar efektif dan efisien, sehingga hasil pengembalian dari penjualan dan investasi dapat kembali meningkat.

DAFTAR PUSTAKA

Astuti, Dewi. 2004. Manajemen Keuangan Perusahaan. Jakarta: Ghalia Indonesia Dahlan. 2008. Forum Positif. Pengertian Laporan Keuangan, (Online),

(http://dahlanforum.wordpress.com/2008/04/21/pengertian-laporan- keuangan/)

Djojosoedarso Soeisno. 2003. Prinsip-Prinsip Manajemen Risiko dan Asuransi.

Jakarta: Salemba Empat

Effendy Eka Juliana (2003). Analisis Kinerja Keuangan PT. Bank Syariah Muamalat Indonesia, TBK. Makassar: Program Strata Satu (S1) Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin

Harmono, DR. 2009. Manajemen Keuangan Berbasis Balanced Scorecard Pendekatan Teori, Kasus, dan Riset Bisnis. Jakarta: Bumi Aksara

Jarwanto. 2011. Metode dan Teknik Analisa Laporan Keuangan. (online) (http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2159912-metode-dan-teknik- analisa-laporan/)

Keown, Arthur J. 2004. Manajemen Keuangan Prinsip-Prinsip dan Aplikasi Jilid 1.

Jakarta: Indeks

Keown, Arhur J. 2005. Manajemen Kuangan Prinsip-Prinsip dan Aplikasi Jilid 2.

Jakarta: Indeks

Kuswadi, Ir. 2006. Rasio-Rasio Keuangan. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo Lailza dan Dyah.2012. Pengguna Laporan Keuangan, (Online),

(http://lailza.blogspot.com.html, diakses 12 April 2012).

Ormiston, Aileen dan Lyn, M. Fraser. 2008. Memahami Laporan Keuangan. Jakarta:

Indeks

Rahmat. 2005. Tujuan Laporan Keuangan, (online), (http://blog.re.or.id/tujuan- laporan-keuangan.html)

Sawir, Agnes. 2001. Analisis Kinerja Keuangan dan PerencanaanKeuangan Perusahaan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Dokumen terkait