• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Konstitusi di Indonesia mempunyai arti sama dengan UUDNRI 1945 dalam arti yang luas petunjuk untuk itu kita jumpai dalam penjelasan umum UUDNRI 1945 tentang system pemerintahan Negara.

Disebutkan bahwa pemerintahan berdasar atas system konstitusi (Hukum Dasar) tidak bersifat absolutism (kekuasaan yang tidak terbatas). Disebutkan bahwa Undang-Undang Dasar adalah sebagian dari hukum dasar. Undang-Undang Dasar suatu Negara ialah hanya sebagian dari hukum dasar Negara itu. Undang-Undang Dasar ialah hukum dasar yang tertulis, sedang di sampingnya Undang-Undang Dasar itu berlaku hukum dasar yang tidak tertulis ialah aturan-aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara meskipun tidak tertulis (penjelasan umum UUDNRI 1945).

2. Fungsi konstitusi Pada dasarnya konstitusi dibuat dengan berbagai fungsi yang melekat, antara lain:

a. Fungsi control terhadap penyelenggara negara baik lembaga eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, serta komisi-komisi negara.

b. Perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia c. Pedoman penyelenggaraan negara.

d. Member suatu rangka dan dasar hukum untuk perubahan masyarakat yang dicita-citakan dalam tahap berikutnya.

e. Sebagai landasan struktural.

f. Sebagai bagian dari kontrak sosial (perwujudan perjanjian masyarakat)

3. Dinamika konstitusi di Indonesia mengalami empat kali tahap yakni:

Periode 18 Agustus – 27 Desember 1949, Periode 27 Desember – 17 Agustus 1950, Periode 17 Agustus – 5 Juli 195, dan Periode 5 Juli 1959 – Sekarang.

4. Isi muatan konstitusi adalah berbicara tentang materi muatan Konstitusi, maka kita akan membahas tentang materi apa yang harus

48 ada dalam suatu konstitusi, Secara garis besar, konstitusi memuat tiga hal, yaitu: pengakuan HAM, struktur ketatanegaraan yang mendasar dan pemisahan atau pembatasan kekuasaan.

5. Nilai-nilai fundamental yang terkandung dalam konstitusi, yaitu:nilai normative, nilai historis, nilai sosio-kultural-edukatif, dan nilai luhur,nilai cinta tanah air, nilai kreatif, dan nilai professional.

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Pembelajaran 2.

Arti tingkat penguasaan: 90 – 100% = baik sekali 80 – 89% = baik 70 – 79% = cukup

< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih maka Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Pembelajaran 3, jika masih di bawah 80% Anda harus mengulangi materi Kegiatan Pembelajaran 2, terutama yang belum dikuasai.

𝑇𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑢𝑎𝑠𝑎𝑎𝑛 =𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟

𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑜𝑎𝑙 𝑥 100%

49

Kegiatan Pembelajaran 3

NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI) Oleh: Diana Wulandari, S.Pd.

A. Tujuan

Adapun tujuan kegiatan pembelajaran 3peserta diharapkan mampu:

1. menjelaskan hakikat negara dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai konsep

2. menjelaskan unsur-unsur Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai konsep

3. menjelaskan pentingnya persatuan dan kesatuan untukmemperkuat serta memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan baik

4. menjelaskan semangat persatuan dan kesatuan yang mencerminkan nilai-nilai karakter gotongroyongterhadap keutuhan nasional dengan baik

5. menjelaskan sejarah perjuangan membangun NKRI sesuai fakta 6. menjelaskan pentingnya komitmen moral dalam menegakkan NKRI 7. menjelaskan macam-macam ancaman yang membahayakan keutuhan

NKRI sesuai fakta

8. menjelaskan tanggungjawab sebagai warga negara dalam usaha mempertahankan keutuhan NKRI dengan baik.

B. Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Menjelaskan hakikat negara dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2. Menjelaskan unsur-unsur Negara Kesatuan Republik Indonesia.

3. Menjelaskan pentingnya persatuan dan kesatuan untuk memperkuat.

serta memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

4. Menjelaskan semangat persatuan dan kesatuan yang mencerminkannilai-nilai karakter gotongroyong terhadap keutuhan nasional.

5. Menjelaskan sejarah perjuangan membangun NKRI.

6. Menjelaskan pentingnya komitmen moral dalam menegakkan NKRI.

50 7. Menjelaskan macam-macam ancaman yang membahayakan keutuhan

NKRI.

8. Menjelaskantanggungjawab sebagai warga Negaradalam usaha mempertahankan keutuhan NKRI.

C. Uraian Materi

1. Hakikat Negara dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

NKRI adalah merupakan suatu negara merdeka dengan aneka corak keragaman budaya, suku, agama,dan warna-warni kebudayaan(multicultural).Disamping itu NKRI juga merupakan negara berdaulat yang mendapatkan pengakuan dari dunia internasional dan menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mempunyai kedudukan dan kewajiban yang sama dengan negara-negara lain di dunia, yaitu ikut serta memelihara dan menjaga perdamaian dunia karena kehidupan suatu Negara tidak dapat terlepas dari pengaruh kehidupan dunia internasiobnal (global).

NKRI didirikan berdasarkan Pancasila (weltanshaung, groundnorm, way of life, basic value) dan UUD 1945 yang mengatur tentangdan hak serta kewajiban warga negara terhadap negaranya dalam suatu sistem kenegaraan. Kewajiban negara terhadap warga negaranya pada dasarnya adalah memberikan kesejahteraan hidup dan keamanan lahir batin sesuai dengan sistem demokrasi yang dianutnya.

Negara Indonesia ialah negara kesatuan yang berbentuk republikdituangkan dalam Pasal 1 ayat (3) UUDNRI 1945. Negara kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota, yang tiap-tiap provinsi, kabupaten, dan kota itu mempunyai pemerintahan daerah.

Hal tersebut diatur dalamPasal18 ayat (1), yang berbunyi “Negara kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berciri nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang”.

51 2.

Unsur-Unsur Negara Kesatuan Republik Indonesia

.

Suatu organisasi atau masyarakat politik dapat dikatakan sebagai negara apabila memenuhi unsur–unsur pokok yang harus ada dalam negara. Unsur–unsur yang harus ada dalam negara menurut Oppenheimer dan Lauterpacht adalah rakyat yang bersatu, daerah atau wilayah, pemerintahan yang berdaulat, dan pengakuan dari negara lain. Menurut pendapat tersebut di atas bahwa NKRI sudah mencakup empat unsur pokok yang harus ada dalam negara.

.

3. Pentingnya Persatuan dan Kesatuan Untuk Memperkuat serta Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Persatuan dan kesatuan berasal dari kata satu yang berarti utuh atau tidak terpecah-belah. Persatuan dan kesatuan mengandung arti

“bersatunya macam-macam corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan yang utuh dan serasi. Sebuah negara akan berdiri kokoh apabila masyarakatnya memiliki semangat persatuan dan kesatuan yang menunjukan ketulusan hati, kesetiaan, kecintaan,mencerminkan tindakan menghargai semangat kerjasama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama, teguh pendiriaan, dan memiliki komitmenatas keputusan bersama untuk memperkuat serta memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bagi bangsa Indonesia semangat persatuan dan kesatuan ditegaskan dalam Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pengaturan semangat persatuan dan kesatuan dalam Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan bahwa semangat persatuan dan kesatuan sangat penting bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu untuk mewujutkan rasa kecintaan terhadap NKRI, maka hadirnya Penguatan Pendidikan Karakter Bangsa yang diintegasikan dalam mata pelajaran PPKn merupakan suatu hal yang urgen ditengah-tengah dinamika global dunia saat ini dalam upaya membina generasi yang ulet, jujur, tangguh, dan cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

52 4. Memperkuat Semangat Persatuan dan Kesatuan yang

Mencerminkan Nilai-Nilai Karakter Gotongroyong Terhadap Keutuhan Nasional

Semangat persatuan yang mencerminkan komitmen bersama dalam bernegara merupakan pengikat suatu negara untuk dapat berdiri tegak NKRI selama-lamanya. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 tidak akan terwujud dan bertahan apabila diantara rakyat Indonesia tidak bersatu dan tidak menjunjung nilai – nilai kebersamaan yang telah disepakati bersama. Untuk tetap tegaknya persatuan dan kesatuan NKRI, maka Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dijadikan landasan dan arah perjuangannya.

a. Landasan Ideal.

Landangan untuk memperkuat semangat persatuan dan kesatuan dengan tegaknya NKRI adalah Pancasila.

b. Landasan Konstitusional,

Landasan konstitusinalnya adalah UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang terdiri dari:1) Pembukaan alinea IV:

… Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada … persatuan Indonesia;2) Pasal 1 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan bahwa “Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk Republik.”

Berbagai peristiwa pahit yang telah dialami bangsa Indonesia dapat diambil sebagai suatu pelajaran yang sangat berarti bagi bangsa Indonesia. Rongrongan terhadap Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dapat dihadapi dan diselesaikan karena adanya semangat bangsa Indonesia untuk bersatu. Persatuan dan kesatuan mengandung makna dan arti penting bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Sikap kerelawanan tanpa pamrih yang dijiwai oleh semangat kerjasama, tanggung jawab, komitmen moral yang tinggidan bahu-membahu dalam menyelesaikan persoalan bersama dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

53 5. Sejarah Perjuangan Membangun NKRI

Sejak Indonesia mencapai kemerdekaannya tanggal 17 Agustus 1945, perjuangan menegakkan NKRI masih banyak ancaman dan hambatan, baik datang dari dalam maupun luar negara. Sepanjang sejarah perjalanan bangsa Indonesia telah beberapa kali penberontakan dan kasus separatisme, di antaranya: (a) pemberontakan PKI Madiun yang dipimpin oleh Muso, (b) pemberontakan PRRI/ Permesta, (c) pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan), (d) pemberontakan G/30/S/PKI, (e) pemberontakan DI/TII, (f) Gerakan Aceh Merdeka (GAM)

Ancaman terhadap keutuhan negara bisa datang dari luar dan dari dalam. Ancaman yang datang dari luar, seperti penguasaan wilayah Indonesia, pencurian kekayaan alam, penyelundupan barang, atau masuknya pesawat asing ke wilayah Indonesia tanpa izin, Sebagai contoh misalnya negara lain yang tidak sepaham dengan keutuhan wilayah Republik Indonesia. Salah satu contohnya, kasus Sipadan dan Ligitan. Malaysia, negara tetangga kita mengklaim bahwa kedua pulau di dekat Kalimantan tersebut adalah milik mereka. Setelah melalui jalur diplomatik akhirnya Sipadan dan Ligitan terlepas dari Indonesia. Begitu juga dengan kelakuan negara tetangga yang lain seperti Singapura. Mereka mengeruk dan membeli banyak pasir dari Sumatera untuk menambah luas wilayah negara kecil tersebut.

6. Pentingnya Komitmen Moral dalam Menegakkan NKRI

Lahirnya sumpah pemuda, semboyan Bhinneka Tunggal Ika, wawasan nusantara, dan terciptanya lagu kebangsaan Indonesia raya, lagu satu nusa satu bangsa, serta lagu-lagu perjuangan merupakan perwujudan kesadaran yang didukung oleh komitmen moral, daqn daya juang yang tangguh para generasi muda bangsa Indonesiadalam upaya mempertahan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pepatah mengajarkan kepada kita bahwa “Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh”. Sapu lidi yang terikat dalam satu kesatuan yang bulat dan utuh, maka akan sulit kita patahkan. Sebaliknya, jika sapu lidi

54 itu tercecer satu per satu, maka kita dengan mudah mematahkannya.

Begitu pula dengan Indonesia yang majemuk, dan pluralisme, yang terdiri dari banyak pulau, agama, suku, dan keaneka ragaman budaya daerah (multicultural), jika kita tidak menjaga persatuan dan kesatuan akan mudah dihancurkan musuh.

7. Macam-Macam Ancaman yang Membahayakan Keutuhan NKRI a. Landasan Hukum tentang Kewajiban Membela Negara

Kewajiban untuk bela negara dituangkan dalam UUD 1945 Pasal 27 ayat (3) adalah “setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”. Selain itu juga diatur dalam Pasal 30 ayat (1) dan ayat (2) UUDNRI 1945. Ayat (1) menyatakan ”Tiap-tiap warga negara berhak dan wajb ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara”. Ayat(2) berbunyi

”Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh TNI dan POLRI sebagai kekuatan utama,dan rakyat sebagai kekuatan pendukung”.

b. Bentuk-Bentuk Usaha Pembelaan Negara

Bentuk Penyelenggaraan Usaha Bela Negara menurut Pasal 9 Ayat (2) UURI No 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara, keikutsertaan warga negara dalam usaha pembelaan negara diselenggarakan melalui: (a) Pendidikan kewarganegaraan, (b) pelatihan dasar kemiliteran secara wajib, (c) pengabdian sebagai prajurit TNI secara suka rela atau wajib, (d) pengabdian sesuai dengan profesi.

8. Tanggung jawab Warga Negara Indonesia dalam Usaha Mempertahankan Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Perilaku atau wujud tanggungjawab dalam usaha mempertahankan keutuhan Negara Kesatua Republik Indonesiayaitu Pendidikan Bela Negara.Pengertian Bela Negara menurut UU No.3 Tahun 2002 Pasal 9 ayat (1) adalah ”Sikap dan prilaku warga negara

55 yang dijiwai oleh kecintaan kepada negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUDNRI 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

Salah satu solusi kedepan untuk menjaga keutuhan, keamanan, dan kenyamanan hidup berbangsa dan bernegara, setiap Negara membutuhkan fundamental pertahanan keamanan nasional yang kuat dan kokoh yang dilandasi oleh komitmen moral dan kecintaannya terhadap NKRI. Tanpa fundamental ketahanan nasional, kecintaan NKRI yang kuat, maka keutuhan NKRI mustahil akan terwujud, lebih- lebih saat ini bangsa kita dihadapkan pada gerakan radikalisme, intoleransi agamayang memecah belah dari nilai-nilai kesatuan dan persatuan bangsa. Oleh karena itu hadirnya Pendidikan Penguatan Karakter bangsa adaalah pendidikan kewarganegaraan melalui pendidikan bela Negara sautu yang urgen untuk segera dilaksanakan.

Pertama: Pendidikan bela negara saat ini merupakan hal yang sangat penting ditanamkan pada generasi muda untuk menjaga keutuhan dan tetatap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Adapun landasan hukum yang terkait dengan pendidikian bela Negara, sebagaimana diatur dalam Pasal 30 UUD 1945, yang berbunyi: setiap warga negara memiliki kewajiban bela negara. Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan bela negara menjadi sesuatu hal yang legal dan dipayungi konstitusi negara yang sangat kuat.

Kedua, Merujuk pada penjelasan Pasal 30 UUD 1945 di atas, bahwa pendidikan bela negara menjadi sesuatu yang urgen dan segera untuk dilaksanakan. Hal ini sejalan dengan kenyataan empiris yang berkembang saat ini, yaitu jika dikaitkan dengan kondisi empiris Indonesia yang berada pada persimpangan kepentingan dunia.

Realitas empiris inilah yang menjadi satu kebutuhan Indonesia untuk melakukan reorientasi sistem ketahanan nasional yang dilandasi oleh nilai-nilai karakter kemandirian yang sesuai nilai dasar Pancasila untuk memperkuat ketuhan NKRI.

Upaya atau usaha yang harus dilakukan untuk memperkuat keutuhan NKRI, antara lain adalah:

56 1. meningkatkan pelaksanaan wawasan kebangsaan dan wawasan

nusantara;

2. menghindari sikap yang dapat merusak dan mengancam keutuhan NKRI, diantaranya chauvinisme, fanatik sempit, sukuisme, diskriminasi, individualistik atau egoisme, privilege, dan rasisme.

3. Alat Perekat Keutuhan NKRI sebagai alat pemersatu bangsa dan perekat keutuhan NKRI, yaitu: Sumpah Pemuda, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, semboyan Bhinneka Tunggal Ika, Bahasa Indonesia, bendera merah putih, Lambang negara kita Burung Garuda, Pancasilasebagai dasar dan ideologi negara, dan UUDNRI 1945 sebagai konstitusi negara.

Di samping ketiga hal tersebut yang urgen untuk segera dilakukan saat ini dalam upaya untuk memperkuat keutuhan NKRI kedepan adalah Penguatan Pendidikan Karakter melalui pendidikan bela negara bagi generasi muda dengan tujuan untuk memperkuat wawasan kebangsaan, dan ketahanan nasional.

D. Aktivitas Pembelajaran

Pada bagian ini akan diuraikan aktivitas pembelajaran untuk moda tatap muka, yaitu tatap muka penuh dan In-On-In.

1. Tatap Muka Penuh

Aktivitas pembelajaran untuk tatap muka penuh dilaksanakan sebagaimana dijabarkan dalam tabel 3.1.

Tabel 3.1. Aktivitas Pembelajaran Negara Kesatuan Republik Indonesia:

Tahap Kegiatan

Rincian Kegiatan

Waktu Prasarana Pendukung Tutor Peserta Diklat

Awal

Presensi dan Apersepsi

mempersiapkan diri agar dapat mengikuti PBM dengan sebaik- baiknya.

Bertanya atas hal-hal yang kurang difahami

15’ LCD Pengeras suara Laptop/

Komputer Jaringan internet Lembar kerja Inti

Menjelaskan tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia

mengkaji dan memahami materi Bertanya atas hal-hal yang kurang difahami

60’

Penutup Review materi

pemberian tugas Menjawab soal 25’

57 2. In-On-In

Aktivitas pembelajaran pada Kegiatan Pembelajaran 3 ini peserta peningkatan kompetensi karir guru mengerjakan LK pada Kegiatan Pembelajaran 3 untuk dibahas pada saat In1 (tatap muka).

E. Latihan/Kasus /Tugas E.1 Lembar Kegiatan

Aktivitas 3.1: Deskripsi Perilaku yang Menunjukkan Semangat Persatuan dan Kesatuan untuk Menjaga Keutuhan NKRI

LK. 3.1 Mendeskripsikan Perilaku yang Menunjukkan Semangat Persatuan dan Kesatuan untuk Menjaga Keutuhan NKRI

Prosedur:

1. Amatilah lingkungan sekitar Anda!

2. Tuliskan perilaku-perilaku yang menunjukkan semangat persatuan dan kesatuan untuk menjaga keutuhan NKRI!

3. Berikan saran Anda terkait perilaku yang telah Anda tulis, agar prilaku yang menunjukkan semangat persatuan dan kesatuan tetap lestari!

4. Kerjakan secara individu!

Perilaku yang Menunjukkan Semangat

Persatuan dan Kesatuan Saran

1.

2.

Dst.

58 Aktivitas 3.2 Pengembangan Butir Soal

Lembar Kerja 3.2 Menyusun Soal USBN/Penilaian Berbasis Kelas Petunjuk Pengerjaan:

1. Cermatilah kisi-kisi untuk penyusunan soal USBN yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang terdapat dalam tabel 3 dan tabel 4!

2. Buatlah kisi-kisi soal USBN pada lingkup materi yang dipelajari sesuai format berikut! (sesuaikan dengan kurikulum yang berlaku di sekolah Saudara)

3. Buatlah soal UN/USBN pada lingkup materi yang dipelajari pada modul ini berdasarkan kisi-kisi yang telah Anda kembangkan!

4. Buatlah soal-soal yang sesuai dengan konsep HOTs!

5. Buatlah soal pilihan ganda (PG) sebanyak 3 soal!

6. Buatlah soal uraian (Essay) sebanyak 3 soal!

Tabel 3.2. Format penyusunan soal untuk soal pilihan ganda dan soal subyektif:

Jenis Sekolah : ...

Bahan Kelas/Semester: ...

Mata Pelajaran/Paket

Keahlian/Layanan/Kelas: ...

Jurusan : ...

Kurikulum : ...

Nama Penyusun : ...

Unit Kerja : ...

Kompetensi Dasar Buku Sumber

Rumusan Butir Soal No soal

Kunci Materi

Indikator

Pengatahuan dan

Pemahaman Aplikasi Penalaran

59

E.2 Tes Formatif

Pilihlah Salah Satu Jawaban yang Paling Benar!

1. Bentuk negara dan pemerintahan Indonesia adalah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik, hal ini tercantum dalam:

a. Pasal 1 ayat (2) UUD NRI Tahun 1945.

b. Pasal 1ayat (1) UUD NRI Tahun1945.

c. Pasal 1 ayat (3) UUD NRI Tahun1945.

d. Pasal 2 ayat (1) UUD NRI Tahun1945.

2. Negara kesatuan ialah bentuk negara yang menunjuk wewenang, tugas, dan tanggung jawab tertinggi berada di tangan:

a. Pemerintah pusat b. Lembaga nasional c. Presiden yang terpilih d. Penguasa hasil pemilu

3. Yang membedakan bentuk negara kesatuan dengan federal adalah..

a. Dalam negara kesatuan tidak ada berdiri negara di dalam negara yaitu: negara bagian.

b. Dalam negara federal, kekuasan terpusat di negara bagian, kecuali politik luar negeri

c. Kepala pemerintahan dalam negara kesatuan biasanya dipegang oleh seoran presiden.

d. Kepala pemerintahan dalam negara federal biasanya di pegang oleh perdana menteri.

4. Pernyataan dibawah ini merupakan salah satu ciri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dibandingkan dengan Negara federal : a. Tanggung jawab dan wewenang untuk mewujudkan tujuan

negara secara nasional berada ditangan pemerintah pusat.

b. Pemerintah pusat mengakui system pemerintahn dekonsentrasi dan desentralisasi.

c. Pemerintah pusat mengakui dan ikut menumbuh kembangkan ekonomi dearah.

60 d. Dalam negara kesatuan tidak ada negara yang berdiri dan

berdaulat di dalam kedaulatan negara

5. Ditinjau dari konteks geopolitik dan sejarah perjuangan, bangsa Indonesia menyadari pentingnya ….untuk menjaga keutuhan wilayah NKRI.

a. Pembudayan Bhinneka Tunggal Ika.

b. Pembinaan persatuan bangsa Indonesia.

c. Kesadaran hidup berbangsa dan bernegara d. Pembinaan tiap suku untuk hidup berbangsa

F. Rangkuman

Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah suatu negara besar dan strategis dalam percaturan dunia, negara yang menghargai keberagaman, kaya sumber daya alam dan lautan, negara berdiri atas dasar Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI dan Kebhinnekaan Tunggal Ika Oleh karena sebagai warga negara wajib menjunjung tinggi nilai-nilai kesucian. harkat dan martabat negara serta mempertahankan keutuhan dan kedaulatan sampai akhir hajat hidup hayat dikandung badan demi kelangusngan hidup bangsa Indonesia. Berbuatlah yang terbaik demi dan atas nama negara ini, itulah sejatinya hidup yang mermakan bagi orang lain baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Pembelajaran 3.

Arti tingkat penguasaan: 90 – 100% = baik sekali 80 – 89% = baik

𝑇𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑢𝑎𝑠𝑎𝑎𝑛 =𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟

𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑜𝑎𝑙 𝑥 100%

61 70 – 79% = cukup

< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih maka Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Pembelajaran 4, jika masih di bawah 80% Anda harus mengulangi materi Kegiatan Pembelajaran 3, terutama yang belum dikuasai.

62

Kegiatan Pembelajaran 4

SISTEM DAN BENTUK PEMERINTAHAN NEGARA INDONESIA

Oleh: Dr. Didik Sukriono, S.H., M.Hum.

A. Tujuan

Adapun tujuan pembelajaran ini agar peserta dapat:

1. menjelaskan pengertian sistem dan bentuk pemerintahan negara sesuai konsep

2. menjelaskan macam-macam sistem dan bentuk pemerintahan negarasesuai klasifikasinya

3. menjelaskan sistem dan bentuk pemerintahan negara Indonesia menurut UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan baik 4. menjelaskan dinamika pelaksanaan sistem dan bentuk pemerintahan

di Indonesia sesuai perkembangannya

5. menjelaskan sistem pembagian kekuasaan pemerintah pusat sesuai UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sesuai dengan konsep 6. menjelaskan sistem pembagian kekuasaan pemerintahan pusat dan

daerah menurut UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan baik

7. menjelaskan hubungan struktural dan fungsional pemerintahan pusat dan daerah menurut UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan baik

8. menjelaskan konsep demokrasi Pancasila sesuai teori

9. menjelaskan perkembangan pelaksanaan demokrasi Pancasila di Indonesia sesuai periode

10. menjelaskan contoh sikap dan perilaku cinta damai dan komitmen moralyang mencerminkan nilai-nilai demokrasi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan baik

63

B. Indikator Pencapaian Kompetensi

Indikator pencapaian kompetensi dalam pembelaran ini adalah:

1. Menjelaskan pengertian sistem dan bentuk pemerintahan negara.

2. Menjelaskan macam-macam sistem dan bentuk pemerintahan negara.

3. Menjelaskan sistem dan bentuk pemerintahan negara Indonesia menurut UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

4. Menjelaskan dinamika pelaksanaan sistem dan bentuk pemerintahan di Indonesia.

5. Menjelaskan sistem pembagian kekuasaan pemerintah pusat sesuai dengan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

6. Menjelaskan sistem pembagian kekuasaan pemerintahan pusat dan daerah menurut UUD NRIIndonesia tahun 1945.

7. Menjelaskan hubungan struktural dan fungsional pemerintahan pusat dan daerah menurut UUDNRI 1945.

8. Menjelaskan konsep demokrasi Pancasila.

9. Menjelaskan perkembangan pelaksanaan demokrasi Pancasila di Indonesia.

10. Menjelaskan contoh sikap dan perilaku cinta damai dan komitmen moralyang mencerminkan nilai-nilai demokrasi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa danbernegara.

C. Uraian Materi

1. Pengertian Sistem dan Bentuk Pemerintahan

Sistem pemerintahan diartikan sebagai suatu tatanan utuh yang terdiri atas berbagai komponen pemerintahan yang bekerja saling bergantung dan mempengaruhi dalam mencapai tujuan dan fungsi pemerintahan. Sedangkan pengerrtian bentuk pemerintahan adalah suatu istilah yang digunakan untuk merujuk pada rangkaian institusi politik yang digunakan untuk mengorganisasikan suatu negara guna menegakan kekuasaannya atas suatu komunitas politik.

2. Macam-Macam Sistem Pemerintahan Negara

Sistem pemerintahan dibagi menjadi dua yaitu: (1) Sistem pemerintahan presidensial dan (2) Sistem pemerintahan parlementer.

Dokumen terkait