• Tidak ada hasil yang ditemukan

Setelah diasapi bahan pangan mempunyai rasa yang sangat spesifik, yaitu rasa keasap-asapan yang sedap. Rasa tersebut dihasilkan oleh asam-asam organic dan phenol serta zat-zat lain sebagai pembantu.

Kelebihan Metode

Pengasapan

Tekstur bahan pangan dapat berubah menjadi keras terutama jika pengasapan dilakukan pada suhu rendah dalam waktu lama.

Proses pengasapan secara sempurna memerlukan waktu yang cukup lama.

Bahan pangan yang sudah diasapi yang teksturnya menjadi sangat keras dan sebagian diperlukan proses rehidrasi (pembasahan kembali) sebelum dapat dikonsumsi.

1.

2.

3.

Kekurangan Metode

Pengasapan

Faktor Yang

Memengaruhi Pengasapan

Jenis Bahan Bakar

Di Amerika dan Eropa kayu yang biasa digunakan untuk pengasapan adalah kayu hikori, oak dan kayu beech. Kayu- kayu tersebut memberikan bahan-bahan pengawet asam asetat dan kreosol dalam jumlah relatif banyak.

o

Kadar Air

Kayu Penguap

Kadar air pada kayu yang dibakar akan menentukan kimia asap yang dihasilkan.

Kayu dengan kadar air tinggi akan menghasilkan asap yang relatif lebih banyak.

Kadar air kayu yang dibakar akan menentukan komposisi kimia asap yang dihasilkan. Kayu yang kadar airnya tinggi akan menghasilkan asap yang relatif banyak, sedang kayu yang kadar airnya sedikit akan menghasilkan asap yang relatif sedikit pula.

o

Kepekatan Asap

Asap pekat sangat efektif untuk menekan jumlah bakteri pada permukaan bahan yang diasapi (terutama pada produk daging dan ikan) sehingga produk relatif lebih awet.

o

Suhu

Asap tidak boleh dihasilkan oleh suhu di atas (350-400)⁰ C, karena suhu di atas (350- 400)⁰ C dapat menimbulkan senyawa-senyawa karsinogen (senyawa penyebab kanker) serta dapat menimbulkan rasa pahit pada bahan.

o

Kelembaban

Kelembaban udara pada ruang asap akan mempengaruhi penetrasi asap ke dalam bahan makanan. Pada kelembaban yang tinggi, bahan makanan akan menyerap asap lebih banyak dan lebih cepat bila dibandingkan dengan keadaan kelembaban yang rendah.

o

Masalah

Karsinogenik

Ada 3 kelompok senyawa utama yang dituduh sebagai penyebab kanker, yaitu kelompok senyawa pilicydic aromatic hydrocarbon (PAH), N-nitriso compound (NNC), dan heterocylic armatic amino (HAA). Senyawa PAH biasanya ditemukan pada ikan asap, NNC pada daging asap, dan HAA pada ikan dan daging bakar atau panggang.

Alat-Alat

Pengasapan

Peti Insulasi,

Freezer, dan

Cold Storage

Peralatan dan

Fasilitas Lain

Pengasap Alat

Alat Pengasap Semi Konvensional

Berupa bangunan mirip rumah dengan rangka kayu atau besi yang terdiri dari dua bagian yaitu bagian tungku yang terletak di bagian bawah dan tempat pengasapan dibagian atas. Alat pengasap jenis ini tidak efektif karena banyak panas dan asap yang terbuang.

Alat Pengasap Model Kabinet/Rumah

Pengasap

Konstruksi pengasap model kabinet ini mirip bentuk rumah sehingga sering disebut rumah pengasap. Seperti pada pengasap konvensional, pengasap kabinet ini terdiri atas dua bagian, yaitu bagian bawah untuk tungku dan bagian atas untuk ruang pengasapan.

Alat Pengasap Model Drum

Alat ini terdiri dari dua bagian. Yaitu bagian bawah untuk tungku dan bagian atas untuk ruang pengasapan. Dibuat dari drum ukuran 200 liter. Tentu saja kapasitasnya cukup kecil sehingga cocok untuk pengasapan berskala kecil saja.

Alat Pengasap Tidak Langsung

Alat pengasap yang telah diungkapkan semuanya dengan model pengasapan langsung yaitu tungku ditempatkan langsung di bagian bawah alat pengasap sehingga asap dan panas langsung masuk ke dalam ruang pengasap.

Untuk pengasapan dingin model seperti ini kurang sesuai karena suhu pengasapan biasanya tinggi.

Cara

Pengasapan

Penggaraman

Proses penggaraman dilakukan sebelum ikan diasapi, penggaraman dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan cara penggaraman kecil (dry salting) dan penggaraman basah atau larutan (brine salting).

Penggaraman menyebabkan daging ikan menjadi lebih kompak, karena garam menarik air dan menggumpalkan protein dalam daging ikan. Pada konsentrasi tertentu, garam dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Disamping itu garam juga memberikan rasa pada daging ikan.

Pengeringan

Ikan yang sudah digarami dan ditiriskan dimasukkan ke dalam kamar asap yang berisi asap panas hasil pembakaran. Pemanasan secara tidak langsung menyebabkan terjadinya penguapan air pada daging ikan, sehingga permukaan air dan dagingnya mengalami pengeringan. Hal ini akan memberikan efek pengawetan karena bakteri-bakteri pembusuk lebih aktif pada produk-produk berair. Oleh karena itu, proses pengeringan mempunyai peranan yang sangat penting dan ketahanan mutu produk tergantung kepada banyaknya air yang diuapkan.

Pemanasan

Ikan dapat diasapi dengan pengasapan panas atau dengan pemanasan dingin. Pada pengasapan dingin panas yang ditimbulkan karena asap tidak begitu tinggi efek pengawetannya hampir tidak ada. Untuk meningkatkan daya awet ikan, waktu untuk pengasapan harus diperpanjang. Pada pengasapan panas karena jarak antara sumber api (asap) dengan ikan biasanya dekat, maka suhunya lebih tinggi sehingga ikan menjadi masak.

Suhu yang tinggi dapat menghentikan aktivitas enzim-enzim yang tidak diinginkan, menggumpalkan protein ikan dan menguapkan sebagian air dalam jaringan daging ikan, jadi disini ikan selain diasapi juga terpanggang sehingga dapat langsung dimakan.

Pengasapan

Suatu metode pengawetan ikan yang merupakan kombinasi dari proses penggaraman dan pengeringan dan penyerapan senyawa-senyawa kimia yang berasal dari asap. Selain memperpanjang masa simpan ikan, pengasapan juga menimbulkan rasa dan aroma yang khas yang disukai oleh penduduk di daerah tertentu. Faktor yang paling berperan dalam pengasapan adalah pemilihan sumber asap, sumber asap yang baik adalah dari golongan kayu keras contoh: kayu bakau kering, kayu oak dan tempurung kelapa.

Pengasapan yang menggunakan kayu keras yang mengandung bahan-bahan pengawet kimia yang berasal dari pembakaran selulosa dan lignin menurut Kurniadi (2010).

Proses

Pengasapan

Pengeringan pendahuluan, dalam tingkatan ini bahan makanan mulai mengering karena kontak dengan udara atau uap yang panas.

Proses peresapan asap

Perlakuan panas, tingkatan ini merupakan proses pengeringan lanjutan.

Proses pengasapan terjadi dalam tiga tingkatan:

1.

3.2.

Kerusakan Selama

Pengasapan

Kerusakan

Penciutan bahan makanan Gosong nitrat

Jasad renik

Kerusakan oleh asap

Kerusakan pengaruh rumah asap 2.1.

3.4.

5.

Produk Yang Dapat Diawetkan Dengan

Pengasapan

Daging

Di pabrik pengemas daging yang modern, pengasapan dilakukan dalam rumah asap yang terdiri dari beberapa tingkat. Apabila daging yang diasapi akan disimpan pada suhu kamar, maka daging tersebut harus diasapi pada suhu 57,2⁰ C sehingga suhu bagian dalam daging mencapai 110⁰ C.

Daging asap dapat disimpan beberapa

lama dan mendapat rasa yang khas

Daging

Daging sapi, daging babi, atau ayam yang

diasap untuk menghasilkan produk

seperti ham atau bacon.

Ikan

Ikan salem merupakan ikan yang banyak diasapi di Amerika Serikat. Setelah digarami pada konsentrasi rendah, ikan salem kemudian di asap dingin. Ikan diasap pada suhu sekitar 27⁰ C selama 24 sampai 48 jam dalam asap yang sedikit.

Berbagai jenis ikan yang diasap, seperti

salmon, makarel, atau tuna.

Ikan

Sosis

Tujuan proses pengasapan pada sosis

adalah untuk memperbaiki kenampakan

sosis yaitu oleh komponen-komponen

dalam asap, untuk memberi rasa dan

aroma tambahan asap yang khas, serta

memberi daya awet pada sosis.

Sosis

Keju

Pengasapan keju dapat memperbaiki kualitas penyimpanan keju tersebut, hal itu disebabkan karena permukaan keju akan diselimuti dan diliputi oleh senyawa- senyawa antimikroba dan antioksidan yang memang terdapat didalam asap.

Dengan demikian keju akan langsung

terhindar dari serangan kapang dan

jasad-jasad renik lainnya.

Keju

Keju yang diberi paparan asap juga dapat

memberikan karakteristik rasa dan aroma

tertentu.

Sayuran

Beberapa sayuran seperti paprika atau

tomat dapat diasap untuk digunakan

dalam berbagai hidangan.

Dampak Pengasapan

Komponen asap yang terserap pada daging/ ikan akan meningkatkan daya simpan.

Penampakan ikan menjadi mengkilap karena adanya pembentukan lapisan damar tiruan dari reaksi Fenol dan Formaldehid.

Warna ikan menjadi kuning keemasan karena adanya oksidasi Fenol.

Tiamin dapat turun sampai 2,25% tapi kerusakan vitamin lain hampir tidak ada

1.

2.

3.

4.

Dokumen terkait