BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3 Rekapitulasi Unit Instalasi Pengolahan Lindi
(Safria et al., 2021). Dikarenakan karakteristik air lindi yang belum memenuhi bakumutu PermenLHK No.59 Tahun 2016 pada bak effluent IPL TPA Sarimukti, maka perlu adanya pengolahan lanjutan untuk meningkatkan kualitas air lindi dengan teknologi tambahan (Hadiwidodo et al., 2012).
Tabel 4.12 Rekapitulasi Unit Instalasi Pengolahan Air Lindi di TPA Sarimukti Unit
Pengolahan
Kriteria Desain / bakumutu
Kondisi eksisting / permasalahan Gambar Kondisi Eksisting Rekomendasi
Kolam Stabilisasi
Permen PU 3/2013
• Kedalaman 2,50 – 5,00
• m Waktu
Detensi (Td) = 20 – 50 hari
PermenLHK 59/2016
• TSS = 100
• pH = 6-9
• BOD = 150
• COD = 300
• N Total = 60
• Kadmium = 0,1
• Kondisi dari bangunan kolam ini terlihat tidak baik, kondisi fisik dari bangunan ini sudah banyak yang hancur.
• Tanggul yang ada di kolam stabilisasi ini hancur sehingga tanah dasar kolam stabilisasi ini naik keatas dan menyebabkan rusaknya bangunan kolam stabilisasi tersebut.
• Lubang inlet pun tertimbun sehingga tidak dapat mengalirkan air lindi yang seharusnya keluar dari lubang tersebut dan pada akhirnya membuat lubang inlet baru.
• Lindi yang terkumpul di unit ini juga berwarna hitam pekat, sedikit berbuih dan tercium aroma yang pekat.
• Parameter kedalaman Kolam Stabilisasi adalah 3m sehingga sudah memenuhi kriteria desain yang ditetapkan pada Permen PU No 3 Tahun 2013.
• Waktu detensi Kolam Stabilisasi adalah 8,39 hari atau 201,36 jam sehingga belum memenuhi kriteria desain yang ditetapkan pada Permen PU No 3 Tahun 2013
• Didapatkan kandungan BOD tertinggi dengan nilai sebesar 696 mg/l, N Total 3069 mg/l, dan COD 5038 mg/l sehingga masih melebihi bakumutu yang ditetapkan pada PermenLHK No 59 Tahun 2016.
• Nilai tertinggi yang didapatkan untuk parameter Total Suspended Solid (TSS) adalah 42,33 μg/l, pH 7,9 – 8,2, dan cadmium 0,1 mg/l masih memenuhi bakumutu yang ditetapkan PermenLHK No 59 Tahun 2016.
• Kolam stabilisasi ini perlu dilakukan redesain kembali yang dapat diimplementasikan dengan kondisi eksisting tersebut dengan harapan dapat memenuhi kriteria desain yang sudah ditetapkan dan dapat dimaksimalkan sebagai pre treatment dan juga mencegah potensi terjadinya longsoran sampah yang diakibatkan oleh tanggul yang sudah hancur.
Unit Pengolahan
Kriteria Desain / bakumutu
Kondisi eksisting / permasalahan Gambar Kondisi Eksisting Rekomendasi
Bak Ekualisasi
• Kriteria Desain menurut:
(Metcalf dan Eddy, 2003) Kedalaman Air minimum = 1,5 – 2 m
• Waktu Detensi (Td) = 0,5 – 2 jam
• Bak ekualisasi ini sesekali sering meluap apabila ada limpasan air dari eksternal.
• Parameter kedalaman air minimum di bak ekualisasi IPL TPA Sarimukti diketahui yaitu 2,2m dan itu tidak memenuhi kriteria desain yang ditetapkan menurut (Metcalf dan Eddy, 2003).
• Begitu juga dengan waktu detensi di bak ekualisasi IPL TPA Sarimukti yang diketahui adalah 2,13 jam dan itu tidak memenuhi kriteria desain yang ditetapkan menurut (Metcalf dan Eddy, 2003).
• Perlu dibuat bak ekualisasi yang baru atau dengan melakukan pelebaran bak ekualisasi, tentunya dengan ukuran dan tipe yang dapat memenuhi kuantitas dan juga perubahan air limbah yang ada di IPL TPA Sarimukti (Santoso, 2015).
Selain itu juga upaya agar tidak terjadi peluapan dari air eksternal ketika musim penghujan dapat
diimplementasikan dengan membuat drainase dalam tanah yang berfungsi untuk mengalirkan air lindi ke unit pengolahan selanjutnya (Alawiyah, 2007).
Kolam Anaerob
Permen PU 3/2013
• Kedalaman 2,50 – 5,00
• Waktu Detensi (Td) = 20 – 50 hari
• Organic Loading Rate = 224 – 560 Kg.Ha/hari
• Efisiensi = 50 – 85%
PermenLHK 59/2016
• TSS = 100
• Pemberian nutrisi untuk mikroorganisme agar menguraikan zat organik tidak dilakukan.
• Banyaknya lumpur dan tidak adanya pola pembuangan lumpur.
• Parameter kedalaman kolam ABR ini adalah 3m, lalu ada waktu detensi selama 4,55 hari atau 109,31 jam dan sudah memenuhi kriteria desain yang ditetapkan oleh Permen PU No 3 Tahun 2013.
• Parameter efisiensi didapatkan sebesar 4%
kondisi maksimum dan beban COD yang tersisihkan adalah 0,16 Kg/m3.hari dalam keadaan maksimum jadi masih belum memenuhi kriteria desain yang ditetapkan oleh Permen PU No 3 Tahun 2013.
• Kandungan BOD didapatkan pada kondisi maksimum dengan nilai sebesar 544 mg/l, N Total sebesar 2295 mg/l, dan COD sebesar 3948 mg/l jadi nilai tersebut masih melebihi
• Harus dilakukan pemberian nutrisi agar mikroorganisme dapat berkembang dan tumbuh secara baik untuk menguraikan atau mendegradasikan zat organik sehingga dapat menurunkan
konsentrasi BOD dan COD yang tinggi.
• Mengaktifkan kembali pola
pembuangan lumpur, agar tidak terjadi pendangkalan sehingga unit
pengolahan kolam ABR dapat bekerja secara optimal.
Unit Pengolahan
Kriteria Desain / bakumutu
Kondisi eksisting / permasalahan Gambar Kondisi Eksisting Rekomendasi
• pH = 6-9
• BOD = 150
• COD = 300
• N Total = 60
• Kadmium = 0,1
bakumutu yang ditetapkan pada PermenLHK No 59 Tahun 2016.
• Kandungan TSS didapatkan pada kondisi maksimum dengan nilai sebesar 42,5 mg/l, pH 8,3, dan kadmium sebesar 0,1 mg/l maka dari itu nilai parameter tersebut masih memenuhi bakumutu yang ditetapkan pada PermenLHK No 59 Tahun 2016.
Kolam Aerob
Permen PU 3/2013
• Kedalaman 2,50 – 5,00
• Waktu Detensi (Td) = 20 – 50 hari
• Organic Loading Rate = 224 – 560 Kg.Ha/hari
• Efisiensi = 50 – 85%
PermenLHK 59/2016
• TSS = 100
• pH = 6-9
• BOD = 150
• COD = 300
• N Total = 60
• Kadmium = 0,1
• Dari 17 alat aerator hanya 1 yang masih berfungsi.
• Tidak memiliki pola pembuangan lumpur.
• Tidak ada pemberian nutrient dan juga pemberian kandungan oksigen dengan proses aerasi
• Parameter kedalaman di kolam aerob ini adalah 3m dan sudah memenuhi kriteria desain Permen PU No. 3 Tahun 2013.
• Waktu detensi yang didapatkan adalah sebesar 2,45 hari atau 58,74 jam dan masih terlihat belum mencapai kriteria desain saat kondisi debit maksimum, yang berdampak pada beban organic/COD
• Parameter organic loading rate (OLR) atau beban organik/COD yang tersisihkan adalah 0,13 Kg/m3.hari jadi tidak memenuhi kriteria desain yang ditetapkan pada Permen PU No.
3 Tahun 2013.
• Didapatkan kandungan BOD di nilai tertinggi yaitu 405 mg/l, TSS sebesar 154 mg/L, N Total sebesar 2.320 mg/l, dan COD sebesar 3.283 mg/l dimana dari hasil tersebut diketahui masih melebihi bakumutu yang ditetapkan pada PermenLHK No 59 Tahun 2016 tentang baku mutu lindi bagi usaha dan/atau kegiatan tempat pemrosesan akhir sampah.
• Perlu adanya perbaikan pada kolam ini dengan mengfungsikan kembali aerator agar pola aliran udara merata, dan pola pembuangan lumpur juga dapat berjalan dengan baik.
• Pada tahap unit pengolahan kolam aerobik di IPL TPA Sarimukti ini perlu dilakukan pemberian nutrisi dan menambahkan alat aerator agar oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menguraikan zat organik dapat terpenuhi, sehingga dapat menurunkan kadar BOD dan COD yang sangat tinggi.
Unit Pengolahan
Kriteria Desain / bakumutu
Kondisi eksisting / permasalahan Gambar Kondisi Eksisting Rekomendasi
• Nilai parameter pH dan Kadmium memiliki nilai 8,4 dan 0,01 dalam nilai tertinggi sehingga masih dapat memenuhi bakumutu yang ditetapkan pada PermenLHK No 59 Tahun 2016.
Clarifier Biologi
Kriteria Desain menurut: (Ronald L. Droste, 1997)
• H Kedalaman
= 4,9 m
• Diameter = 38 m
• Kemiringan Kerucut = 1:12
• Waktu Detensi (Td) = 2 – 4 jam
• Air lindi yang dihasilkan dari unit pengolahan ini masih keruh, berwarna hitam pekat dan juga menimbulkan aroma yang tidak sedap.
• Dapat membuat proses filtrasi menjadi sering melakukan proses backwash karena tingkat kekeruhan yang dapat diidentifikasi secara kasat mata masih tinggi.
• Desain eksisting clarifier ini memiliki H tabung dan kerucut 4,5m, diameter 10m, kemiringan kerucut 22,5°, jadi memenuhi kriteria desain yang ditetapkan menurut (Ronald L. Droste, 1997).
• Waktu detensi yang dihasilkan oleh unit pengolahan clarifier biologi yang ada di IPL TPA Sarimukti adalah sebesar 0,17 hari atau 4,3 jam dan ini tidak memenuhi kriteria desain yang ditetapkan menurut (Ronald L.
Droste, 1997) dan juga dapat mengakibatkan pengolahan yang berlebih tersebut tidak efektif secara waktu dan membuat pengolahan berjalan melebihi batas optimalnya (Sutanhaji et al., 2021).
• Sebaiknya melakukan perbaikan pada kolam aerobik agar air lindi yang selanjutnya diolah di unit pengolahan clarifier biologi ini sudah tidak berwarna hitam pekat, berbau dan memiliki kandungan zat organik yang begitu tinggi.
Dissolved Air Flotation
• Pemberian bahan kimia pada unit pengolahan DAF yang ada di IPL TPA Sarimukti ini tidak dilakukan.
• Air lindi yang sudah melewati proses ini masih saja berwarna hitam pekat dan menimbulkan aroma yang tidak sedap.
• Sebaiknya segera dioperasikan dan melakukan penambahan bahan kimia yaitu koagulan dan flokulan agar parameter pencemar yang ada pada air lindi bisa berkurang.
Unit Pengolahan
Kriteria Desain / bakumutu
Kondisi eksisting / permasalahan Gambar Kondisi Eksisting Rekomendasi
• Mahalnya biaya untuk melakukan penambahan bahan kimia pada unit ini.
Thickener
Kriteria menurut (Qasim, 1985)
• Kedalaman Bak = 3,5 – 5,0 m
• Kondisi air lindi pada unit ini masih berwarna hitam pekat dan menimbulkan aroma yang tidak sedap.
• Tahap ini hanya melakukan proses pengendapan saja.
• Tidak adanya penambahan bahan kimia di unit pengolahan ini.
• Kedalaman bak pada unit pengolahan thickener adalah 5,1m jadi tidak memenuhi kriteria desain yang ditetapkan (Qasim, 1985).
• Lebih baik apabila proses thickener menambahkan flocculant untuk meningkatkan efisiensi proses sedimentasi.
Screw Press
• Belum dioperasikan karena masih dalam tahap uji coba sehingga belum ada lumpur yang diolah di pengolahan ini.
• Tahap pengembangan di IPL TPA Sarimukti dipercepat agar unit pengolahan screw press ini dapat beroperasi dan memisahkan kandungan lumpur dan air dengan baik.
Unit Pengolahan
Kriteria Desain / bakumutu
Kondisi eksisting / permasalahan Gambar Kondisi Eksisting Rekomendasi
Filtrasi
• Secara kasat mata air lindi yang dihasilkan masih berwarna dan juga berbau.
• Karena tingkat kekeruhan pada air lindi masih tinggi membuat komponen filter yaitu pasir silika dan juga karbon mudah jenuh
• Harus dilakukan backwash secara berkala.
• Regenerasi atau penggantian adsorben yang baru.
Bak Effluent
PermenLHK 59/2016
• TSS = 100
• pH = 6-9
• BOD = 150
• COD = 300
• N Total =
• 60 Kadmium = 0,1
• Tidak ada media filtrasi apapun pada unit pengolahan ini karena penyaringan dilakukan pada unit pengolahan sebelumnya yaitu filtrasi.
• Pada kolam ini tidak terdapat media uji yaitu ikan sebelum dibuang ke badan air penerima.
• Pada unit ini didapatkan bahwa Kandungan TSS pada kondisi maksimum sebesar 136 mg/l, BOD 1087 mg/l, N Total sebesar 4374 mg/l, dan COD sebesar 4262 mg/l dan nilai ini masih melebihi bakumutu yang
• Kolam bak effluent ini semestinya dapat digunakan menjadi indikator para makhluk hidup seperti ikan untuk menguji kelayakan bahwa air lindi sudah aman apabila dibuang ke badan air penerima (BAP).
• Perlu adanya pengolahan lanjutan untuk meningkatkan kualitas air lindi dengan teknologi tambahan (Hadiwidodo et al., 2012).
Unit Pengolahan
Kriteria Desain / bakumutu
Kondisi eksisting / permasalahan Gambar Kondisi Eksisting Rekomendasi
ditetapkan pada PermenLHK No 59 Tahun 2016.
• Parameter pH berada pada rentang 8,1-8,5 dan kadmium memiliki nilai sebesar 0,01 dan nilai ini masih memenuhi bakumutu yang ditetapkan PermenLHK No 59 Tahun 2016.
Sumber: Hasil Analisa, 2023
BAB 5 KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktik kerja mengenai evaluasi unit instalasi pengolahan lindi di TPA Sarimukti Provinsi Jawa Barat Tahun 2022, dapat disimpulkan bahwa:
1. Berdasarkan hasil pengukuran, kandungan parameter pencemar seperti TSS, N Total, BOD, dan COD tidak memenuhi bakumutu yang ditetapkan dalam PermenLHK No.59 Tahun 2016 ketika dibuang ke badan air penerima. Kandungan pH di IPL TPA Sarimukti cenderung bersifat basa karena dipengaruhi oleh lama usia TPA lebih dari 10 tahun. Kandungan kadmium yang ada di IPL TPA Sarimukti memenuhi bakumutu yang ditetapkan karena kebanyakan sampah dihasilkan dari sampah domestik.
2. Berdasarkan hasil pengamatan, dari 10 unit pengolahan hampir semuanya terkendala baik dari segi biaya, terbatasnya sumber daya manusia yang berkompeten dalam mengoperasikan maupun melakukan perawatan terhadap IPL yang ada di TPA Sarimukti.
3. Berdasarkan Analisa setiap parameter yang terukur, air lindi yang belum memenuhi bakumutu dan dibuang ke badan air penerima akan berdampak pada membahayakan kesehatan para makhluk hidup, menimbulkan kerusakan baik pada bangunan maupun pada tanah, merusak kehidupan biota air, menimbulkan aroma yang tidak sedap serta merusak pemandangan.
5.2 Saran
Setelah melakukan kegiatan praktik kerja mengenai evaluasi unit instalasi pengolahan lindi di TPA Sarimukti Provinsi Jawa Barat Tahun 2022, terdapat saran yang diberikan, yaitu:
1. Melakukan redesain atau perbaikan kepada setiap unit agar parameter pencemar yang ada pada air lindi dapat diturunkan dan memenuhi bakumutu PermenLHK 59/2016.
2. Melakukan pengukuran atau pengecekan air lindi terhadap nilai parameter pencemar di setiap unit pengolahan agar dapat dilihat unit apa saja yang belum optimal dalam mengolah air lindi.
DAFTAR PUSTAKA
Alawiyah, T. (2007). Penurunan Kadar Chemical Oxigen Demand (COD) pada Lindi (Leachate) TPA Piyungan dengan Metode Elektrokoagulasi.
Alifianna. (2018). KEMAMPUAN MEDIA ZEOLIT DALAM MENURUNKAN KADAR Fe.
Ali, M. (2011). REMBESAN AIR LINDI (LEACHATE) DAMPAK PADA TANAMAN PANGAN DAN KESEHATAN.
Angrianto, N. L., Manusawai, J., & Sinery, A. S. (2021). Analisis Kualitas Air Lindi dan Permukaan di areal TPA Sowi Gunung dan Sekitarnya di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Cassowary, 4(2), 221–233.
https://doi.org/10.30862/casssowary.cs.v4.i2.79
Azis, I. M., Arnas, Y., & Acton, I. S. (2018). IMPLEMENTASI SAND FILTER DAN CARBON FILTER DALAM MENGOPTIMALKAN KUALITAS AIR BERSIH DI ASRAMA TOWER. Ilmiah Aviasi Langit Biru, 11, 1–68.
Citra Malina, A., Suhasman, Muchtar, A., & Sulfahri. (2017). KAJIAN
LINGKUNGAN TEMPAT PEMILAHAN SAMPAH DI KOTA
MAKASSAR. In Jurnal Inovasi dan Pelayanan Publik Makassar (Vol. 1, Issue 1).
Damanhuri, E., & Padmi, T. (2010). PENGELOLAAN SAMPAH.
Droste, R.L.,1997,Theory And Practice of Water And Waste Water Treatment,New York: John Willey And Sons.
Fikri, M. (2021). PENGGUNAAN TEKNOLOGI CLARIFIER TANK PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI KELAPA SAWIT.
Fitrianan, R. E. R. (2020). Regina Emia Recta Fitrianan PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENGENAI KLASIFIKASI DAN PENGOLAHAN SAMPAH MENURUT JENISNYA BERABASIS 2D. JMP Online, 4(8), 485–498.
Friadi, Y., Marsudi, & Yusuf, W. (2005). DESAIN INSTALASI PENGOLAHAN LEACHATE (IPL) DI TPA ENTIKONG KABUPATEN SANGAU. Carolrhoda Books.
Hadi, W., Hermana, J., & Mangkoedihardjo, S. (2011). Penelitian Masalah Lingkungan di Indonesia.
Hadiwidodo, M., Oktiawan, W., Primadani, A. R., Parasmita, B. N., & Gunawan, I. (2012). PENGOLAHAN AIR LINDI DENGAN PROSES KOMBINASI BIOFILTER ANAEROB-AEROB DAN WETLAND.
Hermanto, S. (2017). TEKNIK PENGOLAHAN KELAPA SAWIT PERANCANGAN SCREW PRESS.
Indriyati. (2005). PENGOLAHAN LIMBAH CAIR ORGANIK SECARA BIOLOGI MENGGUNAKAN REAKTOR ANAEROBIK LEKAT DIAM. In Pengolahan Limbah Cair Organik Secara Biologi ……… JAI (Vol. 1, Issue 3).
Islamawati, D., Hanani Darundiati, Y., & Astorina Dewanti, N. (2018). STUDI PENURUNAN KADAR COD (CHEMICAL OXYGEN DEMAND) MENGGUNAKAN FERRI KLORIDA (FeCl 3 ) PADA LIMBAH CAIR TAPIOKA DI DESA NGEMPLAK MARGOYOSO PATI (Vol. 6).
http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm
Kahar, A. (2018). PENGARUH TEMPERATUR DAN pH TERHADAP COD, BOD DAN VFA PADA PENGOLAHAN LINDI TPA SAMPAH KOTA DALAM BIOREAKTOR ANAEROBIK. In Pros. Semnas KPK (Vol. 1).
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2018). Pedoman Perencanaan Teknik Terinci Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) BUKU B.
Komang Ayu Artiningsih, N., & Prawata Hadi, S. (2008). PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA (Studi Kasus di Sampangan & Jomblang, KotaSemarang).
Metcalft and Eddy, 2003, Wastewater Engineering Treatment And Reuse, Fourth Edition, Internasional Edition, New York : McGraw –Hill.
Nurfadilah, A. R., Nugrahayati, E., & Janah, S. Z. (2018). PENGELOLAAN SAMPAH SKALA KOTA DI TPPSA SARIMUKTI.
Pahing Perdana, Y. (2012). ANALISA TIMBULAN LINDI PADA BERBAGAI UMUR SAMPAH PERKOTAAN MENGGUNAKAN KOLOM LANDFILL PARALEL. 1–82.
Permana, D. (2008). PENGOLAHAN LIMBAH CAIR YANG MENGANDUNG AMONIA DENGAN MENGGUNAKAN ZEOLIT ALAM LAMPUNG SEBAGAI BAHAN PENGIKAT DENGAN METODE FLOTASI UDARA : STUDI KASUS PENGARUH pH, KOAGULAN PAC, DAN SURFAKTAN SLS.
Permen LHK No.59. (2016). PERMEN LHK NO 59 TAHUN 2016.
Permen PUPR No.3. (2013). PERMEN PUPR NO 3 TAHUN 2013.
Pribadi, L. R. (2005). EVALUASI KINERJA KOLAM FAKULTATIF 2B DALAM MENURUNKAN KADAR BOD & COD PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR KOTOR BOJONGSOANG BANDUNG.
Priyatna, M. S. (2018). ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI PELARUT FOSFAT (BPF) PADA LIMBAH SLUDGE PABRIK KELAPA SAWIT.
Purnama Sari, F. (2012). SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN MEMANFAATKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG).
Qasim, Syed R (1985). Waste Water Treatment Plants Planning, Design, and Operations. Usa : Cbs College Publishing.
Raffinet, Z. (2020). LAPORAN KERJA PRAKTIK MONITORING HARIAN IPAL DI TPA BATUAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN SUMENEP.
Rahardiyan, D. S. (2019). PERENCAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) PADA PABRIK TAHU MAJU JAYA, PIYUNGAN, BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.
Rahayu, R. (2018). PENYISIHAN KONSENTRASI COD DALAM PROSES SEEDING DAN AKLIMATISASI SECARA ANAEROB DENGAN SISTEM CURAH MENGGUNAKAN FLUIDIZE BED REACTOR (Vol. 17).
Safria, P., & Perdana, A. (2021). Evaluasi dan Optimalisasi Instalasi Pengolahan Lindi di TPK Sarimukti. Jurnal Reka Lingkungan, 10(1), 11–22.
https://doi.org/10.26760/rekalingkungan.v10i1.11-22
Said, N. I., & Hartaja, D. R. K. (2015). PENGOLAHAN AIR LINDI DENGAN PROSES BIOFILTER ANAEROB-AEROB DAN DENITRIFIKASI Leachate Treatment Using Anaerobic-Aerobic Biofilter and Denitrification Process (Vol. 8, Issue 1).
Samina, Setiani, O., & Purwanto. (2013). EFEKTIVITAS INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DOMESTIK DI KOTA CIREBON TERHADAP PENURUNAN PENCEMAR ORGANIK DAN E-COLI.
Santoso, A. (2015). PERENCANAAN PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK DENGAN ALTERNATIF MEDIA BIOFILTER (STUDI KASUS : KEJAWAN GEBANG KELURAHAN KEPUTIH SURABAYA).
Saputra, M. L. (2021). Kelayakan Pengembangan TPA Sarimukti Sebagai Kawasan Industri Sampah (KIS) (Berdasarkan Aspek Ekonomi). In FTSP Series.
Sholichin, M. (2012a). Pengelolaan Air Limbah: TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR LIMBAH.
Sholichin, M. (2012b). TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR LIMBAH.
Sudarsono, B., & Sukmono, A. (2016). STUDI DISTRIBUSI TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) DI PERAIRAN PANTAI KABUPATEN DEMAK MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT. In Jurnal Geodesi Undip (Vol. 6, Issue 1).
Sulistyono, A. (2011). ANALISA TIMBULAN LOGAM BERAT, (Pb DAN Cd) PADA LINDI BERBAGAI UMUR SAMPAH PERKOTAAN DENGAN MENGGUNAKAN KOLOM LANDFILL PARALEL.
Sutanhaji, A. T., Suharto, B., & Darmawan, A. R. (2021). Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Domestik di Inkubator Bisnis Permata Bunda Kota Bontang. Jurnal Sumberdaya Alam Dan Lingkungan, 8(2), 65–73.
https://doi.org/10.21776/ub.jsal.2021.008.02.2
Tchobanoglous. (1993). HANDBOOK OF SOLID WASTE MANAGEMENT.
Tumimomor, F., Palilingan, S., & Pungus, M. (n.d.). PENGARUH FILTRASI TERHADAP NILAI pH, TDS, KONDUKTANSI DAN SUHU AIR LIMBAH LAUNDRY (Vol. 1, Issue 1).
Undang-undang RI No.8. (2008). UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2008 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH.
http://www.legalitas.org/incl-php/buka.php?d=2000+8&f=UU18-2008.htm UPTD PSTR. (2020). REVIEW DETAIL ENGINEERING DESIGN (DED) IPAL
TPK SARIMUKTI II.
Yuniarti, D. P., Komala, R., & Aziz, S. (2019). PENGARUH PROSES AERASI TERHADAP PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT DI PTPN VII SECARA AEROBIK (Vol. 4, Issue 2).
Yusuf, M., Widayati, S., & Solihin. (2016). Prosiding Teknik Pertambangan Analisis Perbandingan Antara Kondisi Normal Dengan Kondisi Pemompaan Langsung Ke Sump Discharge Ball Mill Dari Underflow Fines Thickener Untuk Meningkatkan Efisiensi Milling di PT Antam Tbk. UBPE Pongkor, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. 2.
LAMPIRAN
TAHUN / BULAN
KOTA / KABUPATEN
JUMLAH TOTAL
BANDUNG CIMAHI KAB. BANDUNG KAB. BANDUNG
BARAT
KUANTITAS KUANTITAS KUANTITAS KUANTITAS KUANTITAS
M³ TON M³ TON M³ TON M³ TON M³ TON
JANUARI
2019 88.265 41.818,504 17.250 6.852,020 14.224 6.221,796 11.731 4.707,164 131.470 59.599,484 FEBRUARI
2019 77.337 36.800,036 13.802 5.498,276 12.601 5.569,200 10.563 4.278,288 114.303 52.145,800 MARET 2019 83.459 40.453,812 17.136 6.810,608 13.647 6.143,256 10.953 4.442,984 125.195 57.850,660 APRIL 2019 80.407 38.104,752 16.349 6.497,876 13.275 5.902,876 10.618 4.327,316 120.649 54.832,820 MEI 2019 85.937 40.669,440 17.074 6.762,532 15.591 6.897,716 11.014 4.493,916 129.616 58.823,604 JUNI 2019 81.230 38.462,228 15.461 6.117,076 12.239 5.391,652 9.956 4.034,576 118.886 54.005,532 JULI 2019 89.702 42.520,604 17.045 6.746,348 14.419 6.465,508 10.971 4.547,228 132.137 60.279,688 AGUSTUS
2019 87.591 41.228,580 16.708 8.099,408 13.845 6.969,814 10.928 5.051,172 129.072 61.348,974 SEPTEMBER
2019 87.075 40.997,490 16.933 6.945,750 14.099 6.452,942 10.488 4.347,924 128.595 58.744,106 OKTOBER
2019 91.748 43.576,848 18.193 7.245,196 14.180 6.412,672 11.555 4.707,640 135.676 61.942,356 NOVEMBER
2019 87.800 41.633,190 16.844 6.798,202 13.372 6.160,578 10.363 4.320,160 128.379 58.912,130 DESEMBER
2019 90.321 42.840,952 17.317 6.906,284 14.003 6.396,012 10.346 4.278,288 131.987 60.421,536 Ʃ 1.030.872 489.106,436 200.112 81.279,576 165.495 74.984,022 129.486 53.536,656 1.525.965 698.906,69
TAHUN / BULAN
KOTA / KABUPATEN
JUMLAH TOTAL
BANDUNG CIMAHI KAB. BANDUNG KAB. BANDUNG
BARAT
KUANTITAS KUANTITAS KUANTITAS KUANTITAS KUANTITAS
M³ TON M³ TON M³ TON M³ TON M³ TON
JANUARI
2020 90.245 42.785,736 17.852 7.105,728 14.868 6.802,992 10.809 4.393,004 133.774 61.087,460 FEBRUARI
2020 81.043 38.458,896 16.595 6.567,372 13.596 6.270,348 9.589 4.000,780 120.823 55.297,396 MARET 2020 87.889 41.679,512 17.786 7.093,352 15.094 6.892,480 11.231 4.662,420 132.000 60.327,764 APRIL 2020 82.792 39.297,132 16.826 6.632,108 16.036 7.360,124 12.021 5.008,948 127.675 58.298,312 MEI 2020 80.795 38.331,328 17.587 6.991,964 14.107 6.389,348 11.238 4.571,504 123.727 56.284,144 JUNI 2020 84.360 40.033,028 17.601 7.016,716 15.913 7.212,828 12.778 5.249,328 130.652 59.511,900 JULI 2020 87.147 41.369,636 17.826 7.207,592 16.095 7.278,992 12.601 5.159,840 133.669 61.016,060 AGUSTUS
2020 86.720 41.294,428 16.614 6.965,784 15.710 7.319,452 12.190 5.043,696 131.234 60.623,360 SEPTEMBER
2020 86.393 41.191,136 15.174 6.641,628 15.049 6.979,588 12.273 5.055,120 128.889 59.867,472 OKTOBER
2020 88.134 41.938,390 16.582 6.984,356 15.286 7.076,160 12.843 5.287,408 132.845 61.286,314 NOVEMBER
2020 84.794 40.327,672 16.726 7.052,416 14.667 6.734,924 12.193 5.005,140 128.380 59.120,152 DESEMBER
2020 88.329 42.042,700 17.329 7.283,276 17.045 7.764,988 13.236 5.454,008 135.939 62.544,972 Ʃ 1.028.641 488.749,594 204.498 83.542,292 183.466 84.082,224 143.002 58.891,196 1.559.607 715.265,306
TAHUN / BULAN
KOTA / KABUPATEN
JUMLAH TOTAL
BANDUNG CIMAHI KAB. BANDUNG KAB. BANDUNG
BARAT
KUANTITAS KUANTITAS KUANTITAS KUANTITAS KUANTITAS
M³ TON M³ TON M³ TON M³ TON M³ TON
JANUARI
2021 86.326 41.060,712 17.038 7.177,604 15.973 7.259,476 13.673 5.639,172 133.010 61.136,964 FEBRUARI
2021 78.805 37.494,044 14.655 6.106,128 14.500 6.481,216 13.088 5.350,240 121.048 55.431,628 MARET 2021 85.683 40.727,036 16.925 7.021,476 16.581 7.384,188 13.941 5.688,676 133.130 60.821,376 APRIL 2021 83.250 39.645,088 16.244 6.814,416 16.080 7.261,856 13.001 5.385,940 128.575 59.107,300 MEI 2021 81.403 38.754,492 13.839 5.825,764 14.307 6.376,020 12.984 5.321,680 122.533 56.277,956 JUNI 2021 81.745 38.909,668 14.066 5.906,208 15.495 6.833,456 12.803 5.258,848 124.109 56.908,180 JULI 2021 85.516 40.678,484 15.099 6.312,236 16.541 7.289,940 12.201 5.057,024 129.357 59.337,684 AGUSTUS
2021 85.970 40.889,352 16.435 7.003,864 15.384 7.112,392 11.758 5.052,264 129.547 60.057,872 SEPTEMBE
R 2021 83.494 39.727,436 15.725 6.804,896 15.492 7.278,992 11.218 4.968,012 125.929 58.779,336 OKTOBER
2021 83.869 39.933,068 15.668 6.786,332 15.177 7.099,540 11.300 5.026,084 126.014 58.845,024 NOVEMBER
2021 69.240 32.962,524 11.174 4.788,560 11.122 6.072,332 9.246 4.729,536 100.782 48.552,952 DESEMBER
2021 76.168 36.221,220 14.244 6.185,620 7.217,112 4.908,988 90.412 54.532,940 Ʃ 981.469 467.003,124 181.112 76.733,104 166.652 83.666,520 135.213 62.386,464 1.464.446 689.789,212
No Kota/
Kabupaten
Jumlah Penduduk
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 1. Kota
Bandung 2.394 2.437 2.462 2.458 2.471 2.481 2.481 2.498 2.504 2.508 2.444 2. Kabupaten
Bandung 3.178 3.235 3.307 3.405 3.470 3.534 3.534 3.658 3.717 3.775 3.624
3.
Kabupaten Bandung Barat
1.510 1.537 1.563 1.589 1.609 1.629 1.629 1.666 1.684 1.700 1.788 4. Kota Cimahi 541 551 561 571 579 587 586 601 608 614 568
No Kota/
Kabupaten
Kepadatan Penduduk
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 1. Kota
Bandung 14.283 14.491 14.634 14.613 14.736 14.750 14.854 14.898 14.932 14.957 14.577 2. Kabupaten
Bandung 1.798 1.841 1.882 1.938 1.962 2.011 2.034 2.069 2.103 2.135 2.050 3.
Kabupaten Bandung
Barat
1.157 1.151 1.170 1.189 1.232 1.219 1.262 1.276 1.289 1.302 1.370 4. Kota
Cimahi 13.781 13.371 13.608 13.859 14.744 14.237 15.127 15.307 15.478 15.643 14.474
Bak Penampung setelah unit pengolahan thickener IPL TPA Sarimukti
Kolam Backwash unit pengolahan Filtrasi IPL TPA Sarimukti
Kantor Petugas Lapangan IPL TPA Sarimukti
Landfill TPA Sarimukti
Kegiatan Diskusi bersama Pembimbing di DLH Provinsi Jawa Barat
Rapat bersama UPTD PSTR di DLH Provinsi Jawa Barat
Kunjungan ke TPA Sarimukti
NOTULENSI SEMINAR PRAKTIK KERJA Jumat, 12 Mei 2023
Judul Praktik Kerja : Evaluasi Unit Instalasi Pengolahan Air Lindi di TPA Sarimukti
Nama Mahasiswa : Ranu Suwandani (252019012) Notulensi : Rachel Devina S. Kalua (252019081) Dosen Pembimbing : Kancitra Pharmawati, S.T., M.T.
Dosen Penguji : Ir. Rachmawati S.Dj., M.Env.Stud., Ph.D.
Jam Mulai : 14.14 PM
Kehadiran Mahasiswa :
No Nama NRP
1 Rachel Devina S. K 252019081
2 Abelda Salsabila 252019028
3 Novi Lisnawati 252019030
4 Gina Salsabila 252019014
5 Aljabar Azis 252019093
6 Zidan Fachreza 252019022
7 Neti Ayuni 252019076
8 Syelfa Azhura 252019069
9 Gena Gisela K 252019067
10 Frederica Dinda 252019090
11 Amalia Nuraini 252019018
12 Fitriana Khodijah 252019077
13 Arynda Dewi 252019053
14 Nurul Putri 252019107
15 Alnisa Geronimo 252019088
16 Laila Syifa 252019091
17 Kamilia Fatin 252019066
18 Rezi Amalia 252019102
19 Nila Thania 252019099
20 Nabila Aprilyani 252019087
21 Zannuba Dien 252019092
22 Shelvy Putri 252019089
23 Anisa Dwiputri 252019011
24 Salma Desnita 252109035
25 Yuditya Putri 252019009
26 Guido I.P 252019020
Sesi Tanya Jawab Mahasiswa :
No Penanya Pertanyaan Jawaban
1 Rezi Amalia (252019102)
Musim hujan berpengaruh tidak terhadap pengolahan lindi?
Berdasarkan literatur, ya berpengaruh karena kuantitasnya naik, tapi konsentrasinya turun, kalau musim kemarau sebaliknya.
2 Anisa Dwiputri (252019011)
Di proses filtrasi tadi merekomendasikan
perlunya dilakukan backwash secara berkala, kalo boleh tau air untuk backwashnya itu dari air bersih pipa atau darimana ya?
Dari kolam backwash (peta lokasi IPL TPA Sarimukti), dari air hujan sehingga bersih.
3 Zidan Fachreza (252019022)
Di unit DAF tadi ada koagulan, kalau boleh tahu koagulannya disana apa ya? sama kenapa pakai koagulan itu?
Berdasarkan hasil wawancara, koagulan yang dipakai ada 2, flokulan 1, flokulannya kapur. Ferri klorit mudah di dapat.
4 Arynda Dewi (252019053)
Di bak effluent tidak memenuhi baku mutu, langsung dibuang ke BAP, BAPnya dijadikan sumber air warga atau tidak?
Berdasarkan hasil wawancara, di kantor TPA Sarimuktinya itu kuning, kemungkinan tercemar dari air lindinya.
Sesi Diskusi dengan Dosen Penguji Dr. IR. Rachmawati S.Dj., M.Env.Stud. :
No Pertanyaan dan Comment Jawaban
1
Yang pertama PPT keseluruhan bagus, backgroundnya bagus.
Yang kedua bagus karena per poin, harusnya bikin kolom saja memenuhi atau tidak, jangan dari laporan yaitu membaca saja.
2
Kalau ada hujan, volume banyak, konsentrasi kecil, konsentrasi apa?
Karakteristik air lindi, karena mengalami pengenceran
Semua parameter? Limbah yang masuk ke TPA limbah apa saja?
Limbah domestik
Saya tidak setuju. Karena tadi ada cadmium, berarti ada metal, kalau untuk metal pasti melarutkan jadi makin banyak
3 Harus cek ejaan, di tujuan nomor3, merekomendasikan proses yang