• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rekomendasi Hasil Permodelan Potensi Lokasi Nature Based Solution dengan

Dalam dokumen Laporan DTA Riam Kiwa (Halaman 82-92)

4. BAB 4 REKOMENDASI DAERAH TANGKAPAN AIR (DTA) RIAM KIWA

4.2 Intervensi Sipil Teknis

4.2.2 Rekomendasi Hasil Permodelan Potensi Lokasi Nature Based Solution dengan

82

Titik yang berwarna merah menandakan kecepatan yang tinggi untuk setiap DTA. Hasil permodelan menunjukkan kecepatan tinggi di sekitar bantaran sungai. Pada titik yang mengalami kecepatan aliran 5 m/s ke atas, direkomendasikan agar dibangun struktur gully plug dan dan dinding perkuatan bantaran sungai. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya erosi.

Untuk area yang mengalami kecepatan tinggi, dapat dibangun check dam untuk meredam kecepatannya. Selain penurunan kecepatan, check dam juga mampu menghambat transportasi sedimen dan material lainnya sehingga mengurangi potensi kerusakan akibat material yang terbawa oleh sungai.

Perkiraan biaya yang perlu dikeluarkan dalam rencana sipil teknis berdasarkan kepada juknis KLHK melalui Peraturan Direktur Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung Nomor P.8/PDASHL/SET/KUM.1/8/2017. Dalam konservasi tanah dan air, termasuk ke pembuatan gully plug dan DAM Penahan. Secara keseluruhan, rencana sipil teknis di DTA Riam Kiwa diperkirakan membutuhkan biaya Rp 1.439.383.216.000. Berikut adalah perhitungan rekomendasi berdasarkan intervensi sipil teknis di DTA Riam Kiwa.

Tabel 4-12 Perhitungan dalam Pembuatan Rekomendasi Sipil Teknis di DTA Riam Kiwa Jenis

Sipil Teknis Rencana Sipil Teknis Satuan Harga Satuan (Rupiah) Biaya (Rupiah) In-Stream Bendungan Riam Kiwa 654,04 ha 2.200.000.000/ha 1.438.888.000.000

Kolam Retensi/Kolam

Detensi/Rawa Buatan 3 unit 42.812.000/unit 128.436.000 Off-Stream Gully Plug/DAM Penahan 5 unit 73.356.000/unit 366.780.000

Total 1.439.383.216.000

Sumber: Hasil Analisis, 2021

4.2.2 Rekomendasi Hasil Permodelan Potensi Lokasi Nature Based Solution dengan

83

Bioretensi yang baik mampu menahan dan mengosongkan air dalam waktu kurang dari 24 jam. Air yang menggenang di area tampungan berkisar antara 150-300 mm. Dimensi dari biorentensi yang efektif memiliki lebar yang tidak melebihi 3 m dan panjang 6 m. Untuk meningkatkan efektivitas pengendalian banjir, kombinasi antara struktur yang telah ada dengan rekomendasi yang diajukan perlu diterapkan. Sistem bioretensi dapat diintegrasikan dengan sistem drainase eksisting. Air yang berasal dari rumah, bangunan komunal, dan permukaan kedap air lainnya dapat dialirkan menuju sebuah rain garden melainkan langsung menuju saluran air.

Gambar 4-10 Implementasi Rain Garden

Sumber: memangmameng.weebly.com, diakses pada November 2021

Intervensi dengan bioretensi dapat dilakukan di kawasan pedesaan maupun perkotaan.

Tepi jalanan dimana air tidak meresap merupakan salah satu lokasi potensial dari sistem bioretensi. Apabila dibangun suatu kolam regulasi atau sistem bioretensi, debit puncak banjir akan menurun yang berimbas pada luas area genangan yang terjadi.

Dari hasil analisis, setidaknya terdapat 1.669,2 ha lahan di DTA Riam Kiwa yang dapat disesuaikan untuk pembuatan sistem bioretensi. Kecamatan Sungai Pinang menjadi kecamatan terluas yang lahannya direkomendasikan disistem bioretensi seluas 447,1 ha atau sekitar 26,79%

dari luas keseluruhan rekomendasi tersebut di DTA Riam Kiwa. Desa-desa yang menjadi prioritas adalah Desa Rantau Bakula, Desa Simpang Empat, Desa Rantau Nangka, Desa Mangkauk, dll.

Tabel rekomendasi pembuatan sistem bioretensi di DTA Riam Kiwa di tiap desanya dapat dilihat pada Tabel 4-13 berikut ini.

Tabel 4-13 Rekomendasi Pembuatan Sistem Bioretensi di DTA Riam Kiwa

Kecamatan Desa Luas (ha)

Astambul Astambul Kota 19,2 Astambul Seberang 0,4 Banua Anyar Danau Salak 23,7 Danau Salak 33,2

Jati Baru 8,8

Kaliukan 35,6

Pasar Jati 33,0

Pematang Hambawang 25,4

Pingaran 5,6

Pingaran Ulu 1,0 Sungai Alat 40,6

84

Kecamatan Desa Luas (ha)

Sungai Tuan Ulu 7,9 Tambak Danau 36,5 Bungur Rantau Bujur 0,3 Hatungun Asam Randah 3,3

Bagak 19,9

Batu Hapu 10,1

Burakai 25,5

Hatungun 65,0

Kambang Kuning 18,4 Matang Batas 8,7

Tarungin 23,5

Karang Intan Balau 5,5

Mataraman Bawahan Pasar 29,4 Bawahan Seberang 0,3 Bawahan Selan 30,3

Lok Tamu 24,5

Mangkalawat 0,3

Mataraman 27,7

Pasiraman 19,3

Pematang Danau 40,5 Simpang Tiga 71,2

Surian 28,5

Tanah Abang 15,5

Paramasan Angkipih 37,9

Paramasan Bawah 10,8

Remo 37,4

Pengarom Antaraku 6,6

Ati'im 5,0

Benteng 14,6

Kertak Empat 3,5 Lobang Baru 1,5 Lok Tunggul 1,1

Lumpangi 9,2

Mangkauk 83,3

Pengaron 20,6

Penyiuran 15,8

Salam Babaris Suato Lama 0,2 Sambung Makmur Baliangin 5,6 Batang Banyu 41,1 Batu Tanam 3,3 Gunung Batu 3,5

Madurejo 1,5

Pasar Baru 13,8

Sungai Lurus 0,9

Simpang Empat Cabi 5,6

85

Kecamatan Desa Luas (ha)

Lawiran 0,0

Lok Cantung 2,9 Paring Tali 8,3 Simpang Empat 95,8 Sungai Langsat 1,2 Sungai Raya 22,2 Sungai Tabuk 7,3 Sungai Pinang Belimbing Baru 55,4 Belimbing Lama 52,9 Kupang Rejo 19,5

Pakutik 38,9

Rantau Bakula 130,5 Rantau Nangka 85,3 Sumber Baru 11,3 Sumber Harapan 9,9 Sungai Pinang 43,4 Telaga Bauntung Rantau Bujur 22,6 Telaga Baru 0,3

Total 1.669,2

Sumber: Analisis Data, 2021

4.2.2.2 Pembuatan Constructed Wetlands

Wetland atau lahan basah adalah wilayah yang terdiri atas rawa atau lahan gambut yang digenangi oleh air, baik tawar atau asin yang diam atau mengalir. Dengan demikian, constructed wetland adalah lahan basah buatan hasil rekayasa manusia. Karakteristik dari lahan basah terdiri atas air yang selalu menggenang, jenis tanah yang berbeda dari tanah di sekitarnya, serta keberadaan tumbuh-tumbuhan yang telah beradaptasi di area yang tergenang.

Gambar 4-11 Lahan Basah Buatan Sumber: Google Search, 2021

Pada umumnya, tujuan utama dari pembuatan lahan basah adalah untuk mengatasi waste water (air buangan) atau polusi air lainnya. Lahan basah memiliki fungsi filtrasi karena tanaman-tanaman yang tumbuh di sekitarnya (macrophyte) mampu menyaring zat-zat kimiawi tertentu sehingga meningkatkan kualitas air yang mengalir melaluinya.

86

Selain untuk membersihkan air, lahan basah juga dibuat untuk mengatasi air limpasan hujan dari daerah pemukiman. Polutan-polutan yang berasal dari jalanan dan pemukiman mampu ditangkap oleh vegetasi yang ada di lahan basah. Bentuknya yang berupa cekungan juga bertindak sebagai tampungan air alami – mengalihkan genangan air yang tidak diinginkan ke area tersebut.

Pada umumnya, lahan basah yang didesain memiliki kedalaman yang berkisar antara 1 – 2 m. Dari total area yang dibuat, sebanyak 50 – 80% area tersebut merupakan Zona Macrophyte atau zona yang ditumbuhi oleh vegetasi. Jumlah vegetasi yang ada dapat mencapai 10 tanaman per m2 dan dapat bervariasi menurut kedalaman genangannya.

Dibandingkan dengan solusi penanganan air hujan lainnya, lahan basah buatan dinilai lebih ekonomis. Lahan basah buatan merupakan solusi praktis yang berketahanan serta tidak membutuhkan perawatan yang banyak. Lahan basah yang dibuat juga mampu meningkatkan keragaman hayati di lingkungannya.

Dari hasil analisis, setidaknya terdapat 80.713,1 ha lahan di DTA Riam Kiwa yang dapat disesuaikan untuk pembuatan contructed wetlands. Kecamatan Sungai Pinang menjadi kecamatan terluas yang lahannya direkomendasikan contructed wetlands seluas 22.947,5 ha atau sekitar 28,43% dari luas keseluruhan rekomendasi tersebut di DTA Riam Kiwa. Desa-desa yang menjadi prioritas contructed wetlands di DTA Riam Kiwa adalah Desa Kahelaan, Desa Belimbing Lama, Desa Hakim Makmur, Desa Maniapun, dll. Tabel rekomendasi pembuatan constructed wetlands di DTA Riam Kiwa di tiap desanya dapat dilihat pada Tabel 4-14 berikut ini.

Tabel 4-14 Rekomendasi Pembuatan Constructed Wetlands di DTA Riam Kiwa

Kecamatan Desa Luas (ha)

Aranio Rantau Bujur 348,5 Astambul Banua Anyar Danau Salak 853,4 Danau Salak 1.054,1 Pasar Jati 170,4 Pematang Hambawang 191,4 Bungur Rantau Bujur 108,5 Hatungun Asam Randah 462,2

Bagak 183,9

Batu Hapu 220,3

Burakai 588,2

Hatungun 554,7

Kambang Kuning 260,2 Matang Batas 276,1 Tarungin 74,1

Karang Intan Balau 1.205,4

Pulau Nyiur 558,2 Sungai Arfat 0,2

Mataraman Baru 2.626,7

Bawahan Pasar 199,9 Bawahan Seberang 100,7 Bawahan Selan 3.258,1 Gunung Ulin 1.017,5

87

Kecamatan Desa Luas (ha)

Lok Tamu 323,1

Mangkalawat 584,6 Mataraman 521,2 Pasiraman 331,1 Pematang Danau 354,5 Simpang Tiga 875,1 Sungai Jati 958,4

Surian 200,3

Takuti 940,8

Tanah Abang 402,0 Paramasan Angkipih 890,9 Paramasan Atas 578,5 Paramasan Bawah 1.698,6

Remo 3.580,5

Pengarom Alimukim 2.146,3

Antaraku 3.524,6

Ati'im 716,0

Benteng 128,6

Kertak Empat 251,6 Lobang Baru 2.446,9 Lok Tunggul 2.229,6

Lumpangi 769,2

Mangkauk 2.078,4

Maniapun 3.871,3

Pengaron 237,9

Penyiuran 1.101,8

Piani Pipitak Jaya 3,1 Salam Babaris Kambang Habang Lama 1,8 Suato Lama 1,5 Sambung Makmur Baliangin 256,6 Batang Banyu 1.044,2 Batu Tanam 197,4 Gunung Batu 72,9

Madurejo 115,7

Pasar Baru 875,6 Sungai Lurus 897,3 Simpang Empat Batu Balian 1,1

Cabi 372,0

Lawiran 596,5

Lok Cantung 176,9 Paring Tali 416,9 Simpang Empat 1.272,4 Sungai Langsat 153,7 Sungai Raya 596,7 Sungai Tabuk 517,9

88

Kecamatan Desa Luas (ha)

Tanah Intan 808,6 Sungai Pinang Belimbing Baru 1.515,0 Belimbing Lama 4.767,8 Hakim Makmur 4.394,6

Kahelaan 6.888,4

Kupang Rejo 469,1

Pakutik 477,2

Rantau Bakula 1.031,2 Rantau Nangka 750,3 Sumber Baru 1.322,0 Sumber Harapan 451,7 Sungai Pinang 880,2 Telaga Bauntung Lok Tanah 648,9

Rampah 608,2

Rantau Bujur 767,3 Telaga Baru 1.307,7

Total 80.713,1

Sumber: Analisis Data, 2021

4.2.2.3 Pembuatan Infiltration Trench

Infiltration Trench atau parit infiltrasi adalah saluran dengan permeabilitas tinggi yang menangkap air yang berasal dari area sekitarnya. Parit ini diisi oleh kerikil atau batuan kecil yang mampu menahan air sementara yang kemudian disaring dan diserap ke dalam tanah di bawahnya. Infiltration trench dapat mengurangi debit dan volume dari limpasan air hujan. Tidak hanya itu, infiltration trench dapat mengurangi polutan atau sedimen yang terbawa oleh air hujan.

Bentuknya yang memanjang memiliki potensi lokasi yang strategis seperti di sisi jalanan atau pada lahan parkir.

Gambar 4-12 Detail Infiltration Trench Sumber: Dwinanti, 2021

89

Sebuah infiltration trench yang efektif mampu memiliki nilai laju infiltrasi sebesar 13 mm/jam.

Parit didesain lebih rendah dari tanah di sekitarnya serta memiliki kedalaman maksimum, tetapi harus berada 1.5 m di atas air tanah. Terdapat bangunan pelimpah kecil di salah satu sisi dari parit untuk memungkinkan overflow.

Gambar 4-13 Hasil GITBoLA DTA Riam Kiwa Sumber: Hasil Analisis, 2021

Berdasarkan hasil program GITBoLA, terdapat beberapa rekomendasi perubahan tutupan lahan. Hal yang paling terlihat adalah penambahan luas area resapan air. Selain itu, terjadi peningkatan area bioretensi yang berada di sisi kawasan terbangun dan jalanan. Pada area peresapan, dapat dibuat lahan basah buatan karena areanya yang cukup luas. Lahan ini akan berfungsi sebagai penampung genangan apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Wilayah rekomendasi bioretensi dapat diisi dengan rain garden atau infiltration trench. Kedua bangunan tersebut dibuat memanjang dan paralel terhadap jalanan yang telah ada. Dengan demikian, limpasan air yang jatuh ke atas jalan dapat mengalir menuju rain garden atau infiltration trench terdekat untuk diserap ke dalam tanah.

Dari hasil analisis, setidaknya terdapat 80.713,2 ha lahan di DTA Riam Kiwa yang dapat disesuaikan untuk pembuatan infiltration trench. Kecamatan Sungai Pinang menjadi kecamatan terluas yang lahannya direkomendasikan infiltration trench seluas 22.947,5 ha atau sekitar 28,43%

dari luas keseluruhan rekomendasi tersebut di DTA Riam Kiwa. Desa-desa yang menjadi wilayah kesesuaian terbesar adalah Desa Kahelaan, Desa Belimbing Lama, Desa Hakim Makmur, Desa Maniuapun, dll. Tabel rekomendasi pembuatan infiltration trench di DTA Riam Kiwa di tiap desanya dapat dilihat pada Tabel 4-15 berikut ini.

90

Tabel 4-15 Rekomendasi Pembuatan Infiltration Trench di DTA Riam Kiwa

Kecamatan Desa Luas (ha)

Aranio Rantau Bujur 348,5 Astambul Banua Anyar Danau Salak 853,4 Danau Salak 1.054,1 Pasar Jati 170,4 Pematang Hambawang 191,4 Bungur Rantau Bujur 108,5 Hatungun Asam Randah 462,2

Bagak 183,9

Batu Hapu 220,3 Burakai 588,2 Hatungun 554,7 Kambang Kuning 260,2 Matang Batas 276,1 Tarungin 74,1 Karang Intan Balau 1.205,4 Pulau Nyiur 558,2 Sungai Arfat 0,2

Mataraman Baru 2.626,7

Bawahan Pasar 199,9 Bawahan Seberang 100,7 Bawahan Selan 3.258,1 Gunung Ulin 1.017,5 Lok Tamu 323,1 Mangkalawat 584,6 Mataraman 521,2 Pasiraman 331,1 Pematang Danau 354,5 Simpang Tiga 875,1 Sungai Jati 958,4 Surian 200,3 Takuti 940,8 Tanah Abang 402,0 Paramasan Angkipih 890,9 Paramasan Atas 578,5 Paramasan Bawah 1.698,6

Remo 3.580,5

Pengarom Alimukim 2.146,3 Antaraku 3.524,6 Ati'im 716,0 Benteng 128,6 Kertak Empat 251,6 Lobang Baru 2.446,9 Lok Tunggul 2.229,6 Lumpangi 769,2

91

Kecamatan Desa Luas (ha)

Mangkauk 2.078,4 Maniapun 3.871,3 Pengaron 237,9 Penyiuran 1.101,8 Piani Pipitak Jaya 3,1 Salam Babaris Kambang Habang Lama 1,8 Suato Lama 1,5 Sambung Makmur Baliangin 256,6 Batang Banyu 1.044,2 Batu Tanam 197,4 Gunung Batu 72,9 Madurejo 115,7 Pasar Baru 875,6 Sungai Lurus 897,3 Simpang Empat Batu Balian 1,1

Cabi 372,0

Lawiran 596,5 Lok Cantung 176,9 Paring Tali 416,9 Simpang Empat 1.272,4 Sungai Langsat 153,7 Sungai Raya 596,7 Sungai Tabuk 517,9 Tanah Intan 808,6 Sungai Pinang Belimbing Baru 1.515,0 Belimbing Lama 4.767,8 Hakim Makmur 4.394,6 Kahelaan 6.888,4 Kupang Rejo 469,1 Pakutik 477,2 Rantau Bakula 1.031,2 Rantau Nangka 750,3 Sumber Baru 1.322,0 Sumber Harapan 451,7 Sungai Pinang 880,2 Telaga Bauntung Lok Tanah 648,9 Rampah 608,2 Rantau Bujur 767,3 Telaga Baru 1.307,7 Total 80.713,2 Sumber: Analisis Data, 2021

92

Dalam dokumen Laporan DTA Riam Kiwa (Halaman 82-92)

Dokumen terkait