• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rekomendasi Kebijakan

Dalam dokumen Kajian Risiko Bencana di Indonesia (Halaman 67-73)

BAB IV REKOMENDASI

A. Rekomendasi Kebijakan

Upaya pengurangan risiko bencana di Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi memerlukan landasan kebijakan strategis. Kebijakan strategis ini dapat dilakukan setelah melakukan kajian risiko bencana yang ada di Desa Tegalarum seperti dilakukan diatas. Berdasarkan hasil kajian risiko tersebut akan nampak tindakan pencegahan dan mitigasi apa yang sesuai, kesiapsiagaan apa yang harus dibangun, rencana tanggap darurat yang sesuai dengan kebutuhan, serta tindakan pemulihan pasca bencana untuk semua jenis ancaman sesuai prioritasnya.

Tak hanya pengkajian risiko tingkat desa yang menjadi acuan penyusunan pilihan tindakan penanggulangan bencana Desa Tegalarum, tetapi juga rencana penanggulangan bencana tingkat di atasnya. Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) tingkat desa harus sejalan dengan RPB tingkat kabupaten, RPB tingkat propinsi dan Rencana Aksi Nasional (RENAS) Penanggulangan Bencana Indonesia, sehingga membentuk keterpaduan tingkat nasional hingga desa.

Praktik-praktik pengurangan risiko bencana ini berkaitan dengan berbagai pihak yang berkepentingan atau pemangku kepentingan yang ada di desa Tegalarum.

Untuk melihat keberadaaan pemangku kepentingan tersebut, dilakukan pemetaan pemangku kepentingan secara partisipatif.

Adapun hasil dari pemetaan pemangku kepentingan secara partisipatif tersebut adalah sebagai berikut;

Halaman 67 dari 84

Gambar 4. Hasil Diskusi Pemetaan Pemangku Kepentingan di Desa Tegalarum

Sumber: Kajian Partisipatif Desa Tegalarum 2023

Dari kajian pemetaan pemangku kepentingan diatas, karakteristik masyarakat Tegalarum banyak dipengaruhi oleh pemangku kepentingan yang bergerak di sektor ekonomi utama pertanian. Adanya lembaga-lembaga sosial di tingkat desa seperti LMDH, PKK dan BUMDES memiliki peran strategis serta mempunyai pengaruh yang kuat di dalam masyarakat.

Keberadaan Pengelola cukup memiliki pengaruh yang besar di masyarakat. Hal ini dimungkinkan karena keberadaan mereka dipandang dapat menggerakkan sektor ekonomi alternatif bagi desa. Tetapi peran mereka dalam praktik-praktik yang mendukung pembangunan desa belum nampak, atau bisa jadi belum digandeng oleh pemangku kepentingan lainnya.

Dari analisa pemangku kepentingan diatas, dapat dilihat gap antar para pemangku kepentingan agar dapat mengoptimalkan peran serta pengaruh masing- masing dalam upaya mengembangkan desa Tangguh bencana Tegalarum.

Penjelasan :

• Posisi X (x – axis)

menunjukkan seberapa besar peran pemangku kepentingan tersebut dalam kerja-kerja pembangunan di desa secara umum serta dalam upaya pengurangan risiko bencana secara khusus.

• Posisi Y (y-axis) menunjukkan seberapa besar pengaruh pemangku kepentingan tersebut terhadap komunitas desa secara umum. Pengaruh ini juga menunjukkan seberapa besar pengaruh pemangku kepentingan tersebut terhadap kebijakan desa.

X = PERAN

Y = PENGARUH

Banser

Ansor HIPPA Karang

taruna Jaranan

Buto Songkel Meja

Tenaga Kesehaan

PKK Gapoktan

KEPALA DESA

RAPI Fatayat/

Muslimat Jangger

Titro Budaya

BPD RT Kadus

RW

LPMD

BABINSA

Kelompok Tani

Tokoh Agama

POKDAKAN Kelompok Pembudi daya Ikan POLMAS

Kader Posyandu Sanggar

Sayu Wiwit

Kelompok Silat

Kelompok

Senam KELOMPOK

TERNAK

Halaman 68 dari 84

Tabel 44. Analisa Pemangku Kepentingan dalam Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Desa Tegalarum

Desa/Kec : Tegalarum/Sempu Kabupaten : Banyuwangi Provinsi : Jawa Timur

No Lembaga/

perkum

pulan Keadaan / potensi Harapan/ Fungsi Ideal Masalah/ Kendala Peran dalam PRB 1 Pemerintah

Desa Tegalarum

- Kegiatan pemerintahan - Kepala desa ;

Sarimanto

- Jumlah perangkat Desa 12 orang (L= 8) , (P=4).

- ATK ada lengkap - Luas kantor 500m2

- Pemdes melayani masyarakat dengan baik

- Pelayanan mudah dan cepat - Adanya Keterbukaan dalam

anggaran dan penganggaran

- Penyebaran informasi yang kurang maksimal terhadap masyarakat - Pemeliharaan

infrastruktur yang belum maksimal - PAD masih kecil

- Koordinasi - Perenca

naan - Pengang

garan

2 Kepala Desa - Sebagai pemimpin desa

-Achmad Turmudzi

- Meningkatkan pelayanan pada

masyarakat - Jadwal kerjanya yang

terlalu padat - Sebagai koor dinator selu ruh lembaga 3 Kepala

Dusun - Ada 2 Kepala dusun - Darungan; Hadi Sukoco - Tegalyasan ; Anang

Hadi Susanto

- Meningkatkan pelayanan pada masyarakat di dusun masing- masing

- Mengorgansir potensi dusun masing-masing

- Jadwal kerjanya yang

terlalu padat - Membantu Kades meng koordinir wilayah dusunnya 4 BPD Anggota 8 orang (L= ),

(P= ) - BPD dipilih dengan cara voting - Mengemban aspirasi masyarakat -Membuat keputusan berama

pemdes

- Tidak diharuskan mengantor

-Tidak ada komputer

- Koordinasi - Musyawarah

5 Lembaga Masyarakat Desa (LPMD)

- Jumlah 4 orang - Laki-laki= ,

Perempuan =

- Bisa bekerja sama dengan warga - Membantu pelaksanaan pemerin

tah desa di bidang Pengurangan risiko bencana (PRB)

- Sosialiasasi

- Gabung dengan

kantor desa - Koordinasi

6 PKK - Ketua: Yunis Sufirma Dewi. Pengurus inti 6 orng, 4 Pokja.

- Kegiatan; pendidikan, kesehatan, sosial, bumil/balita

- Berperan aktif dalam membantu pemdes dalam pemberdayaan perempuan

- Meningkatkan kesejahteraan bagi keluarga

-Edukasi bencana

- Kurangnya koordinasi

antar Lembaga - Mengelola bantuan logistic - Edukasi

bencana 7 BUMDES - BUMDESA ARUM

WANGI

- Ketua; Moh. Askuri - Pengelola BUMDES

induk ( 3 orang)

- Menjadi sumber PAD - Menghidupkan ekonomi

masyarakat desa

- Mengembangkan potensi desa - Mengembangkan UMKM - Petani dan UMKM bisa sejahtera

- Minimnya dana

Bumdes - Mencari

investor - Kerjasama

dengan pihak luar 8 Karang

taruna - Sebagai kelompok pemuda

- Ketua;

- anggota ; ….. orang - Kegiatan; Olah raga,

Seni budaya, Wirausaha

- Membantu pemdes di bidang Kepemudaan

- Memajukan olah raga di Tegalarum. Mengembangkan potensi generasi muda Tegalarum - Meningkatkan kegiatan sosial di

desa

- Kurangnya koordinasi

antar anggota - Koordinasi

Halaman 69 dari 84

Desa/Kec : Tegalarum/Sempu Kabupaten : Banyuwangi Provinsi : Jawa Timur

No Lembaga/

perkum

pulan Keadaan / potensi Harapan/ Fungsi Ideal Masalah/ Kendala Peran dalam PRB 9 Rukun

Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW)

- Jumlah RT=52, RW =14 - Sebagai pusat

pelayanan masyarakat terkecil

Membantu pemdes:

- Kemasyarakatan -Koordinasi warga -Gotong royong - Sosialiasi - Keamanan

- Insentif sangat

kurang - Koodinasi - Mengontrol

lingkungan masing- masing 10 Kelompok

tani - Ketahanan pangan desa

- Kelompok tani : 4 Padi, Petani cabe, buah-buahan, penderes kelapa, dll

- Mensejahterakan petani - Meningkatkan hasil tani - Menjadi potensi unggulan desa

- Kurangnya modal usaha tani - Pupuk terbatas - Hama & penyakit

yang susah dicegah - Minimnya

pengetahuan petani

- Memberikan bantuan pangan - Program

ketahanan pangan - Koordinasi 11 Kelompok

Pembudida ya Ikan POKDAKAN

- Peternak lele -Peternak gurami - Sumber daya

melimpah

- Bekerjasama memanfaat kan potensi perikanan,

mengembangkan usaha, dana, pemasaran dll

- urangnya koordinasi

antar anggota - Program ketahanan pangan 12 Kelompok -

Ternak - Peternak ayam - Peternak bebek - Peternak kambing

- Bekerjasama mengembangkan

potensi ternak - kurangnya koordinasi

antar anggota - Program ketahanan pangan 13 Tenaga -

kesehatan - Sebagai pelaksanan

pelayanan kesehatan - SIGAP - Perbenturan jadwal

pelayanan - Sebagai pelaksana pelayanan kesehatan 14 HIPPA - Himpunan Petani

Pemakai air -

- Pengelolaan air bersama yang mengindahkan pengurangan risiko bencana

- Kurangnya koordinasi

antar kelompok - Koordinasi 15 BABINSA &

BHABINKA MTIBMAS

- Sebagai Pendamping

desa - SIGAP - Kurangnya sarpras

dalam melaksanakan kegiatan

- Membantu warga yang terdampak bencana 16 POSYANDU - Jumlah kader ….

- Kegiatan Posyandu;

BALITA … kali/bulan, Lansia … kali/bulan,

- Meningkatkan pelayanan masyarakat

-Sarana edukasi kesehatan remaja - Mendukung program kesehatan.

- - Membantu

pelayanan bidang kesehatan - Koordinasi 17 LINMAS - Koordinator : Imam

Hanafi

- Jumlah personel 31 orang

- Menegakkan ketertiban &

keamanan desa - Koordinsi

18 Kelompok

seni budaya - Sanggar sayu Wiwit -Jaranan buto Songkel

Meja

- Jangger Tirto Budoyo - Kelompok Hadrah - Kelompok Senam

- Melestarikan budaya

-Menambah income masyarakat desa

- Menghibur masyarakat

- Kurangnya pembinaan - Kurangnya kreasi

- Koordinasi -Sosialisasi

PRB melalui kesenian

Halaman 70 dari 84

Desa/Kec : Tegalarum/Sempu Kabupaten : Banyuwangi Provinsi : Jawa Timur

No Lembaga/

perkum

pulan Keadaan / potensi Harapan/ Fungsi Ideal Masalah/ Kendala Peran dalam PRB 19 Nahdlatul

Ulama - Fatayat, Muslimat, GP

Ansor, Banser - Meningkatkan ukhuwah

Islamiyah - Kurangnya sosialisasi

pada masyarakat - Koordinasi - Potensi

relawan desa 20 Perguruan

beladiri/

Kelompok silat

-Pagar Nusa - Kera Sakti - SH Teratai - dll

-Mempersatukan dan ikut membantu ketertiban masyarakat

- Melestarikan budata &

menyehatkan masyarakat

-Sering terjadi kesalahpahaman antar perguruan sehingga menyeba- bkan perselisihan

-Koordinasi

21 Komunitas Sepeda Onthel

- Kegiatan rutin

- Pertemuan/kunjungan ke luar desa

- Meningkatkan solidaritas desa - Belum/Kurangnya koordinasi antar Lembaga

- Koordinasi - Potensi

relawan 22 Pengelola

Wisata -Pengelola café &

homestay

- Pengelola rafting, dll

-Ikut memajukan potensi ekonomi desa

- Membantu sosial kemasyarakatan

-Belum/kurangnya koordinasi antar pemangku kepentingan

-Koordinasi

23 RAPI - Radio Amatir Indonesia - Punya banyak anggota

di Tegalarum

- Membantu Penyebar luasan informasi peringatan dini, informasi keben canaan, dll

- Belum/Kurangnya koordinasi antar Lembaga

- Koordinasi

24 UMKM -Pedagang pasar tradisional “Cunduk Menur”

- Dll

-Memajukan potensi ekonomi, sosial dan budaya melalui gelaran pasar tradisional

-Belum/Kurangnya koordinasi antar Lembaga - Konsistensi

-Koordinasi

Sumber: Kajian Partisipatif Desa Tegalarum 2022

Risiko Bencana disadari dapat menimpa berbagai sektor sekaligus, karena itu pengurangan risiko bencana juga harus dilakukan secara lintas sektoral atau lintas pemangku kepentingan. Keberhasilan kerja koordinasi lintas sektor dan pemangku kepentingan ini akan menjamin adanya pengarusutamaan pengurangan risiko bencana dalam kegiatan masing-masing sektor dalam mewujudkan desa tangguh.

Sinergi kerja lintas sektor ini juga akan dapat menghindari tumpang-tindih program/kegiatan yang dapat berakibat pada pendanaan yang tidak efisien.

Rekomendasi kebijakan dalam Pengurangan Risiko bencana perlu diselaraskan dengan tujuan dari komunitas Desa. Dengan penyelarasan ini kegiatan-kegiatan akan selaras dengan visi misi dalam pengembangan Desa Tangguh dan cita-cita komunitas Desa Secara umum.

Halaman 71 dari 84

Dari hasil identifikasi harapan-harapan dari komunitas terkait kondisi serta arah tujuan Desa Tegalarum, kemudian

disandingkan dengan beberapa pendekatan umum pembangunan desa adalah sebagai berikut;

1) Desa Tangguh, dimana kepentingannya adalah Pengelolaan Risiko bencana berbasis Komunitas (PRB)

2) Tujuan Kelestarian Lingkungan (KL) 3) Tujuan Kesejahteraan, capaian

Pembangunan Berkelanjutan (PB)

Pada akhirnya perpaduan dari ketiga tujuan tersebut menghasilkan rekomendasi kegiatan-kegiatan yang mengakomodir dari tujuan ketiga-tiganya.

Rekomendasi bentuk kegiatan dituangkan dalam matrik rekap rekomendasi di bawah ini;

Gambar 5. Titik temu dari 3 isu

stratagis; Pengurangan Risiko Bencana (PRB), Kelestarian Lingkungan (KL) dan Penghidupan Berkelanjutan (PB)

Halaman 72 dari 84

Dalam dokumen Kajian Risiko Bencana di Indonesia (Halaman 67-73)

Dokumen terkait