• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rekomendasi

Dalam dokumen penguatan kapasitas pengurus rehabilitasi (Halaman 135-153)

KETUA LPMKETUA BPD

6.2 Rekomendasi

kegiatan Musrenbang desa untuk biaya operasional, konsumsi kegiatan, dan honorium narasumber untuk kegiatan RBM secara rutin. Selain anggaran, mobil desa juga dihibahkan untuk kebutuhan transportasi disabilitas mental dan keluarga ketika melakukan rujukan ke rumah sakit. Selain dukungan dari pihak desa, dukungan juga diberikan oleh Puskesmas Unit Situ berupa tenaga medis, obat- obatan, dan konsumsi bagi ODGJ yang hadir pada saat Pos pelayan terpadu ODGJ .

5. RBM diharapkan lebih giat mengembangkan kegiatan-kegiatan inovatif dan variatif bagi disabilitas mental, keluarga, dan masyarakat.

4.2.2 Bagi Aparatur Pemerintah Desa dan Masyarakat

Aparatur pemerintahan dan Masyarakat desa diharapkan dapat mendukung setiap kegiatan dan pengembangan RBM. Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut

1. Menidaklanjuti naskah kebijakan (police paper) yang telah terbentuk mengenai RBM di setiap kegiatan atau program lainnya bagi disabilitas mental.

2. Bekerja sama dengan RBM desa untuk merubah stigma negatif masyarakat kepada kepada disabilitas mental dan keluarga.

3. Bekerja sama dengan RBM dalam upaya penanganan permasalahan disabilitas mental secara preventif, kuratif, dan rehabilitatif

4. Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab bersama mengenai permasalahan penyandang disabiitas mental, terkait hak dan kewajiban yang sama dengan warga negara lainnya khusunya di bidang aksesibilitas.

5. Bekerja sama dengan RBM dalam upaya memperluas jaringan kerja dengan berkordinasi dan bermitra dengan pihak-pihak lainnya yang terkait.

6. Mewujudkan Desa Kebonjati sebagai desa yang ramah terhadap disabilitas mental.

117

Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Diharapkan keluarga dapat turut serta, aktif, dan memberikan feedback dalam setiap kegiatan pelayanan yang diselenggarakan RBM demi pelayanan yang lebih baik lagi.

2. Diharapkan keluarga dapat memberikan perhatian dan pendampingan kepada klien secara lebih intens khususnya dalam pengawasan minum obat dan keperawatan kesehatan.

3. Diharapkan keluarga dapat memastikan dan mendampingi klien melakukan pemeriksaan rutin setiap bulannya di Pos Pelayanan Terpadu ODGJ desa sesuai waktu yang telah ditentukan.

4. Pelibatkan anggota keluarga disabilitas mental dalam kegiatan atau pekerjaan positif sesuai dengan kemampuan.

118

.2014. Pengantar Kesejahteraan Sosial. Bandung: PT.Refika Aditama.

Alfitri. 2011. Community Development: Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bracht, Neil F. 1978. Social Work In Health Care: A Guide to Professional Practice. New York : The Haworth Press.

Davison, R. M., Martinsons, M. G., Kock N., (2004), Journal : Information Systems Journal : Principles of Canonical Action Research 14, 65–86 Dubois, Brenda & Karla K.Miley.2005. Social Work An Empowered Profession.

Boston: Allyn and Bacon.

Eade, D. 1997. Capacity Building an Approach to People Centered Development.

UK and Ireland: An Oxfam Publication.

E, Kosasih. 2012. Cara Bijak Memahami Anak Berkebutuhan Khusus. Bandung:

Yrama Widya.

Handoko. 2014. Akesibilitas Publik bagi Penyandang Cacat di Indonesia.

Tanggerang: Universitas Pelita Harapan.

Hardjanto, Imam. 2006. Pembangunan Kapasitas Lokal. Malang: Pascasarjana Universitas Brawijaya.

Iman Setiadi Arif. 2006. Skizofrenia: Memahami Dinamika Keluarga Pasien.

Bandung: Refika Aditama.

Kartini Kartono. 1989. Psikologi Abnormal dan Abnormalitas Seksual. Bandung:

Mandar Maju.

Milen, Anelli. 2004. Pegangan Dasar Pengembangan Kapasitas. Yogyakarta:

Pondok Pustaka Jogja

Meiti Subardhini, dkk. 2006. Rehabilitasi Sosial Berbasis Masyarakat. Bandung:

Jurusan Rehabilitasi Sosial STKS Bandung.

Moleong, Lexy J. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif : Edisi Revisi. Bandung:

PT.Remaja Rosdakarya.

119

Rubin, H.J. And Rubin, I.S. 1992. Comunity Organizing and Development Second Edition. New York: Mac Millan Publishing Company.

Rudi Maslim. 2013. Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa: Rujunkan Ringkas dari PPDGJ-III dan DSM V. Jakarta: PT.Nuh Jaya.

Soeprapto, Riyadi. 2010. Pengembangan Kapasitas Pemerintahan Daerah Menuju Good Governance. World Bank

Sugiono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

Sutardjo, A.Wiramihardja. 2015. Pengantar Psikologi Abnormal. Bandung:

Refika Aditama.

Suwarsih Madya, 2011. Penelitian Tindakan Action Research. Bandung: Refika Aditama.

Zastrow, Charles. 2010. Introduction to Social Work and Social Welfare Empowering People Tenth Edition. Belmount: Cangage Learning.

Sumber Lainnya:

Australian Association of Social Workers National. 2016. Scope of Social Work Practice Social Work In Disability. Melbourne.

Peraturan Menteri Sosial Nomor 08 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pendataan dan Pengolahan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial.

Undang-Undang Nomor 18 tahun 2014 Tentang Kesehatan Jiwa

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2011 Tentang Pengesahan Convention on The Rights of Persons with Disabilities.

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Jiwa.

Eva Rahmi Kasim. 2011. Pedoman-Pedoman WHO tentang Rehabillitasi Berbasis Masyarakat. Jurnal. Bandung.

120

Berbasis Masyarakat Terhadap Aksesibilitas Penyandang Disabilitas di Desa Cibiru Wetan Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Bandung:

STKS Bandung.

Dedeh Bahagiati.2018. Tesis: Penguatan Kapasitas Pengurus Rehabilitasi Berbasis Masyarakat di Kelurahan Babakan Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung. Bandung: STKS Bandung.

121

No .

Tahap

Kegiatan Kegiatan Teknik yang

Digunakan Sumber Data Instrumen Output Outcome

1. Refleksi Awal (Baseline)

1. Refleksi Awal (Baseline)

2. Analisis masalah:

Gambaran Pelayanan RBM Desa Kebonjati bagi disabilitas mental

Wawancara Mendalam (In-depth Interview)

1. Pengurus RBM 2. Keluarga disabilitas

mental

Pedoman Wawancara

Diketahuinya kebutuhan dan masalah RBM

Baseline Awal

Observasi Partisipatif (Observation Participation)

1. Pelayanan RBM

2. Keterampilan pengurus RBM

3. Pengetahuan pengurus RBM terhadap disabilitas mental dan

penanganannya

4. Implementasi tugas pokok dan fungsi pengurus RBM

Pedoman Observasi

Penilaian Kapasitas (PEKA)

1. Kepala Desa Kebonjati 2. Kaur Kesra Desa

Kebonjati

3. Penanggung Jawab Program ODGJ

Skenario PEKA

Sumedang

5. Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Sumedang Utara

6. Pengurus Rehabilitasi Berbasis Masyarakat 7. Keluarga Penyandang

Disabilitas Mental 8. Bidan Desa kebonjati 9. Kepala Dusun, RT dan

RW Desa Kebonjati Studi

Dokumentasi

1. Profil RBM 2. Data penyandang

disabilitas mental di Desa Kebonjati

3. Surat Keputusan Kepala Desa pembentukan RBM 4. Pelayanan RBM Desa

Kebonjati bagi disabilitas mental

5. Keterampilan pengurus RBM dalam memberikan pelayanan kepada

Pedoman Studi

Dokumentasi

masalah 2. Merumuskan

program

(FGD) 2. Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Sumedang 3. Kepala Desa Kebonjati 4. Kaur Kesra Desa

Kebonjati

5. Penanggung Jawab Program ODGJ Puskesmas Unit Situ 6. Dokter Spesialis Jiwa

RSUD Kabupaten Sumedang

7. Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Sumedang Utara 8. Pengurus Rehabilitasi

Berbasis Masyarakat 9. Keluarga Penyandang

Disabilitas Mental 10. Bidan Desa kebonjati 11. Kepala Dusun, RT dan

RW Desa Kebonjati

lanjut bagi RBM

mengenai penguatan kapasitas pengurus RBM

3. Implementasi penguatan

1. Pre-Test 2. Pelatihan-

Wawancara Mendalam (In-

Pengurus RBM Pedoman

Wawancara

Terlaksananya penguatan

Pelaksanaan penguatan

(Participative Observation) 4 Evaluasi

program (refleksi akhir)

Melakukan evaluasi proses dan evaluasi hasil

Wawancara Mendalam (In- depth Interview)

Pengurus RBM Pedoman

Wawancara

Meningkatnya pengetahuan dan

keterampilan pengurus RBM

Baseline Akhir Wawancara

Mendalam (In- depth Interview)

1. Pelayanan RBM 2. Pengetahuan dan

Keterampilan pengurus RBM

3. Pelaksanaan tugas dan fungsi pengurus RBM 4. Keterlibatan masyarakat

dalam kegiatan RBM 5. Hubungan pengurus

RBM dengan disabilitas mental dan keluarga, aparat kelurahan, instansi terkait, perusahaan dan organisasi lokal.

Pedoman Observasi

Focus Group Discussion (FGD)

1. Dinsos Pemberdayaan Perempuan dan

Perlindungan Anak (P3A)

Skenario FGD

Kebonjati

4. Penanggung Jawab Program ODGJ Puskesmas Unit Situ 5. Dokter Spesialis Jiwa

RSUD Kabupaten Sumedang

6. Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Sumedang Utara

7. Pengurus Rehabilitasi Berbasis Masyarakat 8. Keluarga Penyandang

Disabilitas Mental 9. Bidan Desa kebonjati

Kepala Dusun, RT dan RW Desa Kebonjati

2. Penegtahuan dan Keterampilan pengurus RBM dalam memberikan pelayanan

DI DESA KEBONJATI KECAMATAN SUMEDANG UTARA KABUPATEN SUMEDANG PROVINSI JAWA BARAT Langkah-langkah penelitian ini dilakukan sebagai berikut:

1. Melakukan perizinan penelitian yang ditujukan kepada:

a. Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung

b. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat c. Kecamatan Sumedang Utara

d. Desa Kebonjati

2. Melakukan refleksi awal kepada pengurus Rehabilitasi Berbasis Masyarakat yang terdiri dari:

a. Pengumpulan data melalui Wawancara Mendalam (In-depth Interview) mengenai gambaran pelayanan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat Desa Kebonjati dalam pelayanan disabilitas mental

b. Pengumpulan data melalui Observasi Partisipatif (Participative Observation) mengenai:

1) Pelayananan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat

2) Pengetahuan dan Keterampilan pengurus Rehabilitasi Berbasis Masyarakat

3) Implementasi tugas pokok dan fungsi Rehabilitasi Berbasis Masyarakat

d. Pengumpulan data melalui studi dokumentasi terhadap:

1) Profil Rehabilitasi Berbasis Masyarakat

2) Surat Keputusan Kepala Desa tentang Pembentukan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat Desa Kebonjati

3) Data penyandang disabilitas di Desa Kebonjati

4) Pelayanan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat Desa Kebonjati bagi penyandang disabilitas mental

5) Pengetahuan dan Keterampilan pengurus Rehabilitasi Berbasis Masyarakat dalam memberikan pelayanan kepada penyandang disabilitas mental

3. Melakukan perencanaan berdasarkan hasil refleksi awal melalui Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan:

a. Perwakilan Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Sumedang

b. Kepala Desa Kebonjati c. Kaur Kesra Desa Kebonjati

d. Penanggung Jawab program ODGJ Puskesmas Unit Situ e. Dokter Spesialis Jiwa RSUD Kabupaten Sumedang

f. Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Sumedang Utara g. Pengurus Rehabilitasi Berbasis Masyarakat

4. Melakukan penguatan kapasitas kepada pengurus Rehabilitasi Berbasis Masyarakat yang meliputi:

a. Sosialisasi mengenai disabilitas mental dan penanganannya b. Pelatihan keterampilan identifikasi dan asesmen

c. Pelatihan keterampilan Perencanaan kerja d. Pelatihan keterampilan perluasan jejaring kerja

e. Pelatihan keterampilan pencatatan dan pelaporan (recording) f. Pelatihan keterampilan penggalangan dana ( fundrising)

5. Melakukan evaluasi mengenai proses dan hasil penguatan kapasitas pengurus Rehabilitasi Berbasis Masyarakat dengan teknik:

a. Wawancara Mendalam (In-depth Interview) b. Observasi Partisipatif (Participative Observation) c. Studi Dokumentasi

prasyarat kelulusan memperoleh gelar Spesisialis Pekerja Sosial Pelayanan Penyandang Disabilitas (Sp.PSPD) di program Pendidikan Pascasarjana Spesialis-1 Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung. Tujuan dari penelitian ini diperuntukkan juga kepada kepentingan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat Desa Kebonjati, sehingga menjadi sumber pemikiran yang bermanfaat dalam mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan pengananan masalah disabilitas mental.

Kegiatan ini bersifat sukarela sehingga Anda boleh setuju atau menolak.

Data yang bersifat pribadi akan peneliti jaga kerahasiannya sehingga Anda tidak perlu takut atau ragu-ragu dalam memberikan jawaban yang sejujur- jujurnya. Apabila Anda setuju untuk diwawancarai, di bawah ini ada beberapa pernyataan. Berikan tanda checklist () pada kolom setuju atau tidak setuju terhadap pernyataan yang sesuai pilihan Anda dan tidak ada paksaan apapun.

Pernyataan Setuju Tidak Setuju Saya bersedia memberikan informasi yang

diperlukan oleh peneliti.

Apabila saya mengalami kesulitan untuk memberikan informasi kepada peneliti, maka saya akan memberitahu peneliti mengenai hal tesebut.

Untuk semua informasi yang telah saya berikan, maka saya mengijinkan peneliti untuk :

a. Mencatat b. Merekam, dan

c. menuliskannya kedalam laporan/Tesis.

Apabila diperlukan, peneliti dapat memotret saya dalam aktivitas pelayananan Rehabilitasi

untuk membacanya .

Semua informasi yang telah saya berikan, saya harap peneliti dapat mempertanggung jawabkannya dengan baik.

Dengan ini saya menyatakan setuju untuk menjadi informan dalam penelitian ini. Dan saya akan memberikan informasi yang sebenar-benarnya dan apa adanya sesuai fakta yang ada di lapangan

Nama saya :

Tanggal :

Tanda tangan :

KABUPATEN SUMEDANG PROVINSI JAWA BARAT

1. Nama : ………...

2. Jenis Kelamin : ………...

3. Usia : ………...

4. Agama : ………...

5. Alamat : ………...

6. Nomor telepon/HP : ………...

7. Pendidikan Terakhir : ………...

8. Status perkawinan : ………...

9. Pekerjaan : ………...

Tanda tangan :

KABUPATEN SUMEDANG PROVINSI JAWA BARAT

Dalam dokumen penguatan kapasitas pengurus rehabilitasi (Halaman 135-153)