BAB IV PEMBAHASAN
4.3 Rekomendasi Perbaikan
Rekomendasi perbaikan atau evaluasi dari kegiatan magang yang kami tempuh adalah dalam proses penilaian Otonomi Award seharusnya juga melibatkan masyarakat di lingkungan kelurahan dan kecamatan secara langsung. Karena berdasar pada salah satu tujuan dari pelaksanaan Otonomi Award Kelurahan dan Kecamatan adalah untuk mengetahui efektivitas dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat. Maka masyarakat sebagai target dalam pemberian pelayanan yang merasakan langsung kekurangan dan kelebihan pada pemerintah baik itu kelurahan maupun kecamatan harus ikut serta dalam memberikan penilaian terhadap kinerja pemerintahan kelurahan dan kecamatan. Sehingga proses penilaian terhadap kinerja dari pemerintahan kelurahan dan kecamatan dapat lebih optimal dan objektif. Kemudian hasil dari penilaian kegiatan Otonomi Award Kelurahan dan Kecamatan harus diketahui oleh masyarakat sebagai bentuk transparansi, sehingga masyarakat juga ikut mengetahui evaluasi yang harus diperbaiki dari hasil penilaian terhadap kinerja pemerintahan kelurahan dan kecamatan.
b. Pembagian Kerja
Rekomendasi perbaikan mengenai pembagian tugas ketika kegiatan magang berlangsung, Salah satunya berkaca pada Malam Penganugerahaan Kelurahan dan Kecamatan Se-Kota Malang (Otonomi Award 2019) peserta magang tidak mendapatkan briefing yang jelas mengenai tugas yang harus dilakukan ketika acara berlangsung, akibatnya sering terjadi miskoordinasi diantara peserta.
Seharusnya dilakukan pembagian tugas yang jelas sehingga bisa meminimalisir miskoordinasi yang terjadi antara ASN bagian Pemerintahan dengan peserta magang. Selain itu pembagian tugas
magang ketika berada diruangan kantor pun hanya dilakukan berdasarkan tempat duduk yang terdekat dengan subbagian tertentu yang akan menerima tugas, hal itu berbeda dengan pembagian tugas diawal namun pada prosesnya tak sesuai. Sehingga membuat mahasiswa perlu beradaptasi kembali mengenai tugas yang baru diterima dari subbagian yang berbeda.
c. Sistem Pengajuan Magang
Sistem pengajuan magang yang dilaksanakan oleh pihak program studi sudah cukup baik, namun terkait penyebaran informasi mengenai pengajuan terdapat miskomunikasi/misinformasi yang terjadi antara mahasiswa dengan program studi. Seperti ketika program studi melakukan pembaharuan terkait sistem magang mahasiswa namun hal tersebut tidak segera di informasikan kepada mahasiswa. Disatu sisi mahsiswa masih menganggap bahwa mekanisme magang yang akan dilakukan adalah sama dengan mekanisme tahun-tahun sebelumnya.
Selain itu sistem pengajuan magang di instansi terkait menurut kamu sudah cukup baik, namun alangkah baiknya di lakukan arsip mengenai mahasiswa yang akan magang, sedang magang, dan selesai magang.
Sehingga nanti ketika dibutuhkan berkas-berkas terkait magang yang dilakukan mahasiswa dapat diakses dengan mudah.
d. Sistem Pembimbingan Magang
Sistem pembimbingan magang yang kami dapatkan sudah sangat baik, dengan arahan dan masukan perbaikan bagi laporan kegiatan magang kami oleh bapak Suhartono Winoto selaku pembimbing magang kami.
Namun terkait saran perbaikan sistem pembimbingan mungkin dapat ditambahkan absensi bimbingan beserta pembahasan apa saja yang dilakukan antara mahasiswa dengan dosen pembimbing sehingga akan menjadi jelas poin-poin mana saja yang sudah dibahas antara mahasiswa dengan dosen pembimbing.
e. Sistem Pengawasan Dan Penilaian Pelaksanaan Kegiatan Magang Terkait sistem pengawasan dan penilaian pelaksanaan magang menurut kami sudah sangat baik. Namun berdasarkan saran dan masukan dari pimpinan instansi dalam hal ini kepala Bagian Pemerintahan
menyarankan bahwa diperluka indikator-indikator apa saja yang harus dicapai ketika mahasiswa melakukan kegiatan magang, serta terkait hal-hal apa saja yang perlu dinilia oleh instansi sehingga ada sinkronisasi antara nilai yang diberikan oleh instansi dilapangan tempat mahasiswa magang dengan nilai yang diberikan oleh dosen ketika dilakukan pengujian.
BAB V REFLEKSI DIRI
5.1. KESIMPULAN
Berkesempatan magang di Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Malang yang berlangsung selama satu bulan memberikan banyak pelajaran kepada kami berempat. Kegiatan magang ini secara tidak langsung menyadarkan betapa tidak tahunya kami mengenai bagaimana proses bekerja secara teknis di instansi pemerintah. Proses administrasi pemerintahan yang sebelumnya hanya dipelajari di dalam kelas menjadi berbeda ketika kami praktek di lapangan. Perbedaan antara teori dan kenyataaan di lapangan menjadi sebuah pengetahuan baru bahwa teori hanyalah adalah dasar atau kerangka yang harus didukung oleh pengetahuan lainnya yaitu praktek. Pengalaman bagiamana praktek di lapangan adalah pelengkap dari teori yang di pelajari selama ini di dalam kelas yang artinya teori dan praktek merupakan dua hal tidak dapat dipisahkan. yang artinya antara teori dan praktek menjadi dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
BAB VI KESIMPULAN
6.1. KESIMPULAN
Berdasarkan kegiatan magang pada Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Malang, dapat disimpulkan bahwa tugas dan fungsi Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Malang adalah untuk menyiapkan perumusan kebijakan, mengoordinasikan, pemantauan dan evaluasi program kegiatan dan pelayanan administrasi di bidang pemerintahan dan administrasi kewilayahan yang meliputi kecamatan dan kelurahan, otonomi daerah, ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, tenaga kerja, transmigrasi, kearsipan, perpustakaan, pemberdayaan masyarakat, serta administrasi kependudukan dan pencatatan sipil. Oleh karena itu, Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Malang dituntut untuk mampu melaksanakan perumusan, pengkoordinasian, serta mengawasi jalannya program kegiatan secara optimal.
Berdasarkan kegiatan magang yang kami lakukan pada bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Malang kami menemukan bahwa terdapat kesamaan antara teori yang kami pelajari mengenai pemerintahan daerah dengan pelaksanaan tugas yang ada pada bagian pemerintahan, sehingga kami dapat memahami teori dan prakteknya secara langsung. Dalam prakteknya juga ilmu mendasar yang dipelajari selama masa perkuliahan berguna dalam hal pelaksanaan magang.
Di era demikian juga sejatinya dibutuhkan pemerintah daerah yang inovatif dan responsif. Dimana keduanya menjadi cerminan dari terselenggaranya pemerintahan yang dinamis. Demikian halnya dengan Pemerintah Kota Malang yang berkomitmen untuk terus berinovasi dalam setiap proses penyelenggaraan pemerintahannya. Hal ini salah satunya terbukti dengan adanya Otonomi Award Lurah dan Camat.
Terselenggaranya Otonomi Award Lurah dan Camat 2019 menjadikan Pemerintah Kota Malang lebih inovatif dalam pelaksanaan pemerintahannya.
Kegiatan ini juga menjawab sebagian dari fungsi Bagian Pemerintahaan
Pemerintah Kota Malang yang tercantum pada Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 22 Tahun 2016 salah satunya adalah monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan di bidang pemerintahan dan administrasi kewilayahan serta urusan pemerintahan bidang ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, tenaga kerja, transmigrasi, kearsipan, perpustakaan, pemberdayaan masyarakat, serta administrasi kependudukan dan pencatatan sipil.
Daftar Pustaka
2015. Fungsi Pemerintah. Diakses melalui https://pemerintah.net/fungsi-pemerintah/
diakses pada 15 September 2019.
https://kbbi.web.id/otonomi (diakses pada 16 September 2019) https://kbbi.web.id/perintah (diakses pada 15 September 2019)
Lestari, Nurfaidah. 2017. Otonomi Daerah. Dalam Suparmoko (2002:61). Diakses melalui https://www.academia.edu/10066499/Otonomi_Daerah dikases pada 16 September 2019.
Noviardi, Siti Aulia. 2019. Jelaskan Pengertian Dan Bentuk-Bentuk Pemerintahan.
Diakses melalui file:///D:/magang/tugas%20hk%20tt%20negara.pdf diakses pada 15 September 2019.
Peraturan Walikota Malang Nomor 22 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Dan Fungsi Serta Tata Kerja Sekretariat Daerah.
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Pembukaan.
Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi
Pemerintahan. Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Otonomi Daerah.
Undang-Undang Nomor 16 tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kota Besar Dalam Lingkungan Propinsi Djawa Timur, Djawa Tengah, Djawa Barat Dan Dalam Daerah Istimewa Jogjakarta.
Lampiran 1 : Surat Administrasi Magang
Lampiran 2 : Daftar Hadir & Kegiatan Magang Johanis Mercurius Cigo Pratama
Lampiran 3 : Daftar Hadir & Kegiatan Magang Muhammad Arifin
Lampiran 4 : Daftar Hadir & Kegiatan Magang Dimas Rizki Dwi Sandyana
Lampiran 5 : Daftar Hadir & Kegiatan Magang Dirgo Surya Mahendra
Lampiran 6 : Nilai Magang Johanis Mercurius Cigo Pratama
Lampiran 7 : Nilai Magang Muhammad Arifin
Lampiran 8 : Nilai Magang Dimas Rizki Dwi Sandyana
Lampiran 9 : Nilai Magang Dirgo Surya Mahendra
Lampiran 10 : Dokumentasi Magang