• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rencana Pengembangan Usaha

Dalam dokumen Perencanaan Bisnis Pada Usaha (Halaman 34-44)

BAB II. PERENCANAAN BISNIS ” USAHA MIE JAWA BEBAS

H. Analissi SDM

I. Rencana Pengembangan Usaha

Dalam strategi produksi Mie Jawa Bebas Formalin akan terus meningkatkan kualitas rasa dari mie jawa itu sendiri dan juga meningkatkan pelayanan dan kepuasan konsumen. Hal ini direncanakan untuk lebih mengembangkan dan mengekspansi usaha ini untuk lebih berkembang.

2. Strategi Organisasi dan SDM

Dalam penerapan strategi organisasi dan SDM juga sangat diperhatikan karena organisasi dan SDM mempengaruhi berkembangnya usaha ini. Strategi yang diterapkan adalah dengan memberikan motivasi dan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi berupa bonus, ataupun tunjangan lainnya.

3. Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran yang dilakukan yaitu dengan promosi melalui spanduk yang dipajang, dan dengan kualitas rasa yang enak akan menimbulkan promosi dari mulut ke mulut. Selain itu melalui kecanggihan teknologi Mie Jawa Bebas Formalin juga dapat memasarkan produknya. Dalam persaingan bisnis yang semakin keras dan ketat saat ini, IT memegang peranan penting dalam pengembangan bisnis. Yang menjadi titik point adalah bagaimana teknologi dapat digunakan dan apa yang perlu diketahui bisnis mengenai teknologi sehingga memberi dampak terhadap stategi bisnis dan selalu terlibat dalam berbagai perencanaan serta pengkajian strategi bisnis. Untuk itu, Mie Jawa

maya (online), sehingga akan lebih banyak orang lagi yang mengetahui tentang Mie Jawa Bebas Formalin.

4. Strategi Keuangan

Dalam mengembangkan usaha, pemilik akan menambah armada untuk mengembangkan usaha dengan modal sendiri yang telah didapat dari keuntungan yang selama ini didapat.

J. Analisis Keuangan

Rencana Sumber Modal

Sumber dana untuk memulai bisnis ini, pemilik memakai sumber dana dengan menggunakan modal yang dimiliki dan ditambah dengan meminjam modal dari orang tua.

Tabel 2.6 Sumber Pendanaan

No. Uraian Jumlah

1 Modal Sendiri Rp 15.000.000

2 Pinjaman 0

Total Pendanaan Rp 15.000.000

Tabel 2.7 Proyeksi Cash Flow

Keterangan Unit Harga Per Unit Total

Fixed Assets : - - -

Rak/steling 1 1.800.000 1.800.000

Alat-alat Dapur - - 300.000

Kompor Gas 1 200.000 200.000

Kursi Makan 15 50.000 750.000

Meja Makan 5 200.000 1000.000

Meja Kasir 1 200.000 200.000

Kursi Kasir 1 100.000 100.000

Aktiva Tetap Lain :

Piring Kaca 30 3000 90.000

Gelas Kaca 30 2000 100.000

Sendok/Garpu 50 2000 100.000

Kain Pembersih meja 5 2000 10.000

TOTAL 4.650.000

Tabel 2.8 Kebutuhan Pembiayaan/Modal Investasi

Uraian Jumlah

a. Tanah 0

b. Bangunan 2.000.000

c. Peralatan 4.650.000

d. Peralatan Kantor 0

e. Alat angkut/Gerobak 0

f. Infrastruktur 0

g. Biaya pra operasi 0

Jumlah 6.650.000

Tabel 2.9 Cash Inflow Penjualan

Asumsi Penjualan Perhari Asumsi Penjualan Perbulan Penerimaan Perbulan 22 porsi (8.000) + 10 botol

minuman (4.000)

176.000 + 40.000 = 216.000

I

216.000 x 30 hari

6.480.000

24 porsi + 10 botol minuman 192.000 + 40.000 = 232.000

II

232.000 x 30 hari

6.960.000 26 porsi + 12 botol minuman

208.000 + 48.000 = 256.000

III

256.000 x 30 hari

7.680.000 28 porsi + 14 botol minuman

224.000 + 56.000 = 280.000

IV

280.000 x 30 hari

8.400.000 30 porsi + 16 botol minuman

240.000 + 64.000 = 304.000

V

304.000 x 30 hari

9.120.000 32 porsi + 17 botol minuman

256.000 + 68.000 = 324.000

VI

324.000 x 30 hari

9.720.000 34 porsi + 19 botol minuman

272.000 + 76.000 = 348.000

VII

348.000 x 30 hari

10.440.000 36 porsi + 20 botol minuman

288.000 + 80.000 = 368.000

VIII

368.000 x 30 hari

11.040.000 38 porsi + 21 botol minuman

304.000 + 84.000 = 388.000

IX

388.000 x 30 hari

11.640.000 40 porsi + 22 botol minuman

320.000 + 88.000 = 408.000

X

408.000 x 30 hari

12.240.000 42 porsi + 23 botol minuman

336.000 + 92.000 = 428.000

XI

428.000 x 30 hari

12.840.000 44 porsi + 24 botol minuman

352.000 + 96.000 = 432.000

XII

432.000 x 30 hari

12.960.000

Tabel 2.10 Total Pembiayaan dalam 1 bulan pertama

No. Jenis Biaya Kebutuhan per hari

Kebutuhan per bulan

Biaya satuan

Jumlah

Variabel Cost

Bahan Baku dan Bahan Penolong

1 Mie 3 kg 90 kg 9.000 810.000

2 Ayam 2 kg 60 kg 12.000 720.000

3 Telur 22 butir 660 butir 800 528.000

4 Sawi 1 kg 30 kg 3.000 90.000

5 Minyak Makan 2 kg 60 kg 9.000 540.000

6 Bumbu jadi 2 kg 60 kg 5.000 300.000

7 Gas 1 tabung 75.000 75.000

8 Biaya Penolong 750.000

Total Variable Cost 3.813.000

Fixed cost

1 Peralatan 4.650.000

2 Gaji 2.100.000

3 Bangunan 2.000.000

Total Fixed Cost 8.750.000

Total Cost Rp 12.563.000

Tabel 2.11. RENCANA ARUS KAS MIE JAWA BEBAS FORMALIN

TAHUN 2011 (dalam ribuan rupiah)

Bln 0 Bln 1 Bln 2 Bln 3 Bln 4 Bln 5 Bln 6 Bln 7 Bln 8 Bln 9 Bln 10 Bln 11 Bln 12 A. PENERIMAAN

Penerimaan Penjualan 0 6480 6960 7680 8400 9120 9720 10440 11040 11640 12240 12840 12960

Penambahan Modal 15.000 - - - - - - - - - - - -

Sub Total Penerimaan 15.000 6480 6960 7680 8400 9120 9720 10440 11040 11640 12240 12840 12960 B. PENGELUARAN

Pembelian Bahan Baku 0 3063 3070 3077 3084 3091 3098 3105 3112 3119 3126 3133 3140

Bahan Penolong 750 754 758 762 766 770 774 778 782 786 790 794

Kapasitas Produksi dan Perlengkapan

4650 - - - - - - - - - - - -

Gaji Pimpinan 0 600 600 600 600 600 600 600 600 600 600 600 600

Gaji pegawai 3 orang 0 1500 1500 1500 1500 1500 1500 1500 1500 1500 1500 1500 1500

Promosi 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50

Sub Total Pengeluaran 4700 5963 5984 6005 6026 6047 6068 6089 6100 6121 6140 6163 6194 C. SELISIH KAS 10.300 517 976 1675 2374 3073 3625 4351 4940 5519 6100 6677 6766 D. SALDO KAS AWAL 0 10.300 10.817 11.793 13468 15842 18915 22540 26891 31831 37350 43450 50127 E. SALDO KAS AKHIR 10.300 10.817 11.793 13468 15842 18915 22540 26891 31831 37350 43450 50127 56893

PROYEKSI LAPORAN ARUS KAS 3 TAHUN KE DEPAN MIE JAWA BEBAS FORMALIN

Proyeksi Aliran Kas Usaha (Berdasarkan proyeksi peningkatan proyek penjualan sebesar 10% per tahun

Tabel 2.12 Proyeksi Laporan Arus Kas

Perhitungan Tahun ke 2 sampai dengan Tahun ke 5 diperoleh dengan rumus :

UUUUrUuUuian TTahTTt

1 2 3

a. Sumber dana (in flow) 134.520.000 147.972.000 162.769.200 b. Penggunaan dana (out flow)

(total variable cost + total fixed cost)

77.627.000 85.389.700 93.928.670

c. Arus kas bersih (net flow = a – b) 56.893.00 62.582.300 68.840.530

d. Keadaan kas awal 0 62.582.000

e. Keadaan kas akhir (c + d) 56.893.000 119.893.300 131.422.830

Thn ke 2 = Penggunaan dana tahun pertama x 10% + Penggunaan dana tahun pertama

K. Analisis Resiko

Resiko timbul karena adanya ketidakpastian. Biasanya ketidakpastian diakibatkan karena adanya keraguan terhadap sesuatu hal dimasa depan atau kelemahan seseorang/ perusahaan atau institusi dalam memprediksi masa depan perusahaannya. Ketidakpastian dapat diklasifikasikan dalam 3 hal yaitu :

1. Ketidakpastian ekonomi yaitu ketidakpastian yang deisebabkan oleh kejadian-kejadian yang timbul akibat gejolak ekonomi disuatu negara, misalnya krisis ekonomi yang berkepanjangan seperti kenaikan harga BBM, dan perubahan perilaku konsumen.

2. Ketidakpastian politik yaitu ketidakpastian yang disebabkan oleh kejadian- kejadian politik yang timbul disuatu negara yang menyebabkan kerusuhan, perang atau kudeta militer.

3. Ketidakpastian alam yaitu ketidakpastian yang disebabkan oleh kejadian- kejadian alam seperti bencana alam.

A.Analisis Resiko Usaha

Resiko yang dihadapi ketika perekonomian tidah stabil adalah akan terganggunya produktivitas yang akan dihasilkan.

1. Dari segi keamanan, masih banyaknya ancaman-ancaman dari pihak tertentu yang mengambil keuntungan dari usaha ini.

2. Ketidakpastian alam yang tidak kita ketahui akan datangnya suatu bencana alam seperti gempa dan banjir.

B.Antisipasi Resiko Usaha

1. Dengan modal dan cadangan modal yang besar akan dapat mengatasi ketika perekonomian tidak stabil.

2. Dengan antisipasi dalam menghadapi ketidakpastiaan alam dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

3. Untuk mengantisipasi perubahan selera pasar, produsen akan mencari inovasi dalam mempertahankan usaha dengan menjadi perusahaan yang inovatif.

4. Dalam mengantisipasi kebijakan pemerintah, kita dapat mentaati peraturan yang telah ditetapkan pemerintah.

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil pembahasan yang telah dilakukan, maka bisnis ini dinyatakan layak, karena :

a. Disisi Produk

Mie Jawa Bebas Formalin ini adalah usaha kecil yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin mengkonsumsi makanan selain nasi. Produk yang dihasilkan juga mempunyai khasiat karena banyak mengandung gizi dan vitamin dari bahan- bahannya.

b. Disisi Struktur Organisasi dan SDM

Struktur organisasi yang terdapat dalam Mie Jawa Bebas Formalin adalah struktur yang berbentuk garis lurus, yang merupakan struktur yang sangat sederhana. Perencanaan Tenaga Kerja Langsung sangat memperhatikan kualitas, upah, dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. Disini pemilik juga merupakan investor aktif yang berarti pemilik juga menjalankan kegiatan operasional.

c. Disisi Pasar

Gambaran pasar untuk usaha Mie Jawa Bebas Formalin ini sangat menjanjikan karena ditempat yang strategis. Merupakan suatu usaha yang memberikan inovasi – inovasi dalam setiap menunya, sehingga

d. Disisi Keuangan

Aspek keuangan dari bisnis ini dapat memperlihatkan potensi dana yang dimiliki, kebutuhan dana dan perhitungan kelayakan usaha.

Dengan demikian dapat dilihat bisnis ini dapat dijalankan dengan modal yang tidak terlalu besar yaitu Rp 15.000.000,- .

e. Disisi Resiko Usaha

Usaha ini dapat menghasilkan keuntungan yang cukup besar dengan resiko yang kecil. Tetapi masih ada ancaman – ancaman dari pihak tertentu, seperti pesaing pasar lainnya serta perubahan selera pasar yang kemungkinan terjadi.

B. Saran

a. Sebelum melakukan suatu usaha hendaknya membuat suatu bisnis plan terlebih dahulu untuk memudahkan penanganan usaha tersebut dapat berkembang.

b. Lakukan analisa pasar dengan mengadakan atau melakukan berbagai survei untuk mengetahui minat pasar.

c. Perancangan bisnis plan yang matang hendaknya dapat dimintakan pendapat-pendapat para pakar yang ada yang sudah berpengalaman.

Dalam dokumen Perencanaan Bisnis Pada Usaha (Halaman 34-44)

Dokumen terkait