• Tidak ada hasil yang ditemukan

THE MASTER | SKD CPNS DAN KEDINASAN 2024/2025 Alman, S.Si, M.Si

BAGIAN II

THE MASTER | SKD CPNS DAN KEDINASAN 2024/2025 Alman , S.Si , M.Si

Tes Intelegensi Umum (TIU) merupakan tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan peserta tes CPNS dan Kedinasan yang berkaitan dengan berbagai bentuk soal penalaran, logika ,dan analisis . Kemampuan ini akan berguna untuk menghadapi dunia pelayanan publik di berbagai instansi pemerintahan , seperti kementerian , lembaga nasional, maupun pemerintah daerah tingkat I dan II , dalam hal memecahkan masalah dan mengambil suatu keputusan atau kebijakan yang merupakan hasil dari pertimbangan akal dan penalaran . Melalui TIU, diharapkan keputusan atau kebijakan yang diambil berdasarkan suatu pertimbangan atau penalaran yanglogis atau masuk akal .

Berdasarkan PERMENPAN No. 27 Tahun 2021 , bentuk soal TIU pada Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS dan Kedinasan terbagi dalam 3 sub tes yaitu Kemampuan Verbal , Kemampuan Numerik, dan Kemampuan Figural .

II . A. Kemampuan Verbal

Penalaran verbal merupakan bagian dari materi Tes Intelegensi Umum (TIU) dalam tes seleksi CPNS dan Kedinasan yang digunakan untuk memngukur kemampuan seseorang terhadap kata sehingga dituntut untuk menguasai pembendaharaan kosa kata sebaik mungkin . Pada materi kemampuan verbal ini terdiri atas beberapa bentuk soal yaitu analogi/kesesejaran kata , silogisme (penarikan kesimpulan) dan penalaran analitis . Analogi

Tes Analogi merupakan bagian dari kemampuan verbal yang digunakan untuk mengukur kemampuan peserta ujian dalam menentukan hubungan/padanan kata yang sesuai dengan pola- pola tertentu . Melalui tes ini , sesorang diuji dalam hal mengartikan kata , fungsi kata , hubungan antar kata , dan pemakaian serta padanan fungsi dengan kata yang lain dapat diketahui .

66 Berikut ini beberapa hubungan pasangan kata yang biasa dinyatakan dengan bentuk “………:

= 66

dan digunakan dalam setiap soal . 1. Hubungan kesamaan kata/sinonim 2. Hubungan lawan kata/Antonim 3. Hubungan jenis dari

4. Hubungan sebab akibat

5. Hubungan kata benda dan sifatnya 6. Hubungan orang dan profesinya 7. Hubungan defenisi

8. Hubungan urutan peristiwa

9. Hubungan pancaindra dan penyakitnya 10. Hubungan runtun peristiwa

Soal analogi memiliki beberapa jenis tipe soal yang biasanya dimunculkan dalam setiap ujian , diantaranya

94

THE MASTER | SKD CPNS DAN KEDINASAN 2024/2025 Alman , S.Si , M.Si

1. Tipe 1 : Melengkapi Pasangan Kata

Pada tipe 1 ini , peserta akan diberikan dua buah kata yang terkait satu sama lain dalam hubungan tertentu . Selanjutnya peserta akan diberikan kata ketiga lalu diminta untuk menentukan kata keempat dalam pilihan jawaban sehingga kata ketiga dan keempat memiliki hubungan yang sama dengan dua kata di awal .

[Kata Pertama] : [ Kata Kedua ] = [ Kata Ketiga ] : ...

2. Tipe 2 : Memilih Pasangan Kata

Pada tipe 2 ini , peserta akan diberikansepasang kata yang terkait satu sama lain dalam hubungan tertentu . Selanjutnya peserta diminta memilih pasangan kata dalam pilihan jawaban yang memiliki yang memiliki hubungan yang sama drngan pasangan kata di awal.

[Kata Pertama ] : [ Kata Kedua ] = ... : . 3. Tipe 3 : Analogi Ganda

Contoh 1 :

: ..

Pada tipe 3 ini , peserta akan diberikan dua buah kata dalam dua pasangan yang berbeda . Masing -masing pasangannya rumpang . Peserta juga akan diminta melengkapi kedua pasang kata pada analogi tersebut .

[Kata Pertama ]: ... = [ Kata Kedua] : ...

Massa : Kilogram = Suhu : ...

a . Panas b . Celcius c . Listrik d . Dinamo e . Matahari

Jawaban b : Massa satuannya Kilogram,

Celcius . Contoh 3 : Senapan ...

a .

=

Suhu

: Menangkap Terkam - Taring b. Ikan—Pancing c . Berburu - Perangkap d . Peluru – Tajam e . Berburu - Binatang

satuannya

Contoh 2 :

Bank : Uang = ... : ...

a . Kayu : Hutan b . Lumbung : padi c. Baju Tekstil d . Pakaian : Loundry e . Masak : Dapur

Jawaban b : Bank tempat menyimpan uang, Lumbung tempat menyimpan Padi .

Contoh 4 :

=

... : Doktor Skripsi : ...

a . Mahasiswa - Kampus b. Pascasarjana - Kuliah C. Rektor - Dekan d . Disertasi - Sarjana e . Laboratorium : Meneliti Jawaban C : Senapan dipakai

untuk berburu , Perangkap dipakai untuk menangkap

Jawaban D : Disertasi tugas akhir seorang Doktor, Skripsi tugas akhir dari Sarjana .

THE MASTER | SKD CPNS DAN KEDINASAN 2024/2025 Alman, S.Si, M.Si

Silogisme

Penarikan kesimpulan atau sering disebut sebagai silogisme merupakan materi tes yang diujikan untuk mengetahui kemampuan dalam berbahasa Indonesia, namun disusun untuk menguji kemampuan dalam mendapatkan fakta-fakta pada suatu pernyataan (premis). Disamping itu juga, tes silogisme dipakai untuk menguji kemampuan peserta dalam memanipulasi informasi tanpa mengubah maknanya. Pertanyaan-pertanyaan dalam tes ini mengharapkan peserta untuk mengambil kesipulan secara logis dari data yang tidak cukup tersedia.

Terdapat tiga (3) buah cara dalam pengambilan keputusan dari beberapa pernyataan/premis yang diberikan, yaitu:

1. Penalaran Langsung

Jika P adalah bagian dari himpunan Q, dan x anggota P, maka dapat disimpulkan bahwa x juga anggota dari Q.

Notasi:

Premis 1 : Semua anggota P adalah anggota Q Premis 2

Kesimpulan

: x adalah anggota P : x adalah anggota Q

Notasi di atas dapat dituliskan dalam bentuk lain seperti berikut Premis 1

Premis 2 Kesimpulan Contoh:

Premis 1 Premis 2 Kesimpulan

: Jika P terjadi maka Q terjadi : P terjadi

: Q terjadi

: Semua yang rajin belajar berpeluang lulus CPNS 2023 : Azwar rajin belajar

: Azwar berpeluang lulus CPNS 2023

Ingat bahwa penarikan kesimpulan di atas tidak berlaku sebaliknya bahwa jika premis 2 menyatakan Q terjadi maka tidak dapat ditarik kesimpulan.

2. Penarikan Tidak Langsung

Jika P adalah himpunan bagian dari Q, dan x bukan anggota Q, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa x bukan anggota P.

Notasi:

Premis 1 : Semua anggota P adalah anggota Q Premis 2

Kesimpulan

: x bukan anggota Q : x bukan anggota P

Notasi di atas dapat dituliskan dalam bentuk lain seperti berikut Premis 1 : Jika P terjadi maka Q terjadi

96

THE MASTER | SKD CPNS DAN KEDINASAN 2024/2025 Alman, S.Si, M.Si

Premis 2 Kesimpulan Contoh:

Premis 1 Premis 2 Kesimpulan

: Q tidak terjadi : P tidak terjaadi

: Semua yang rajin belajar berpeluang lulus CPNS 2023 : Azwar tidak berpeluang lulus CPNS 2023

: Azwar tidak rajin belajar 3. Penalaran Transisi

Jika P adalah himpunan bagian dari Q, Q adalah himpunan bagian dari R, dan x anggota P, maka dapat disimpulkan bahwa x juga anggota R.

Notasi:

Premis 1 Premis 2 Premis 3 Kesimpulan

: Semua anggota P adalah anggota Q : Semua anggota Q adalah anggota R : x adalah anggota P

: x adalah anggota R

Notasi di atas dapat dituliskan dalam bentuk lain seperti berikut Premis 1

Premis 2 Kesimpulan Contoh:

Premis 1 Premis 2 Kesimpulan

: jika P terjadi maka Q terjadi : Jika Q terjadi maka R terjadi : Jika P terjadi maka R terjadi

: Setiap orang yang rajin belajar akan lulus CPNS 2023.

: Setiap orang yang lulus CPNS 2023 hidupnya akan bahagia.

: Setiap orang yang rajin belajar hidupnya akan bahagia Tips dan Trik dalam penarikan kesimpulan:

1.

2.

Jika dalam salah satu premis terdiri dari proposisi partikular maka kesimpulannya juga harus merupakan proposisi partikular.

Contoh:

Premis 1 : Semua sifat baik patut diteladani

Premis 2 : Sebagian sifat pegawai instansi X adalah baik

Kesimpulan : Sebagian perilaku pegawai instansi X patut diteladani Jika dalam salah satu premis terdiri dari proposisi negatif maka kesimpulannya juga harus merupakan proposisi negatif.

Contoh:

Premis 1 : Semua tindakan tawuran tidak disenangi.

Premis 2 : Sebagian remaja melakukan tawuran

Kesimpulan : Sebagian remaja tidak disenangi

THE MASTER | SKD CPNS DAN KEDINASAN 2024/2025 Alman , S.Si , M.Si

Penalaran Analitis

Penalaran analitis merupakan bagian dari materi kemampuan verbal . Cara penyelesaian soal dalam materi ini tidak menggunakan teori atapun rumus - rumus akan tetapi penjawab soal dituntut berpikir runtun dan terukur dalam memecahkan masalah yang diberikan .

Bentuk soal penalaran analitis adalah berupa bacaan dengan satu atau lebih pertanyaan . Struktur dari bentuk soal ini terdiri dari 3 bagian penting, yaitu pengantar, pembatas dan pertanyaan . Gambaran struktur soal tersebut seperti berikut :

Pengantar

Seorang karyawan sebuah pabrik bertugas memberikan kode produksi suatu barang yang terdiri atas 5 angka . Kode tersebut harus memenuhi aturan sebagai berikut :

Pembatas

• Kode hanya terdiri dari angka- angka 0 , 1 , 2 , 3 dan 4 .

• Setiap angka hanya digunakan sekali

Nilai angka kedua adalah dua kali nilai angka pertama . Nilai angka ketiga lebih kecil daripada nilai angka kelima . Soal

1. Jika angka terakhir pada kode produksi adalah 1 , maka pernyataan yang benar adalah (A) angka pertama adalah 2

(B) angka kedua adalah 0 (C) angka ketiga adalah 4 (D) angka keempat adalah 4 (E) angka keempat adalah 0

2. Manakah di antara pernyataan -pernya -taan di bawah ini yang benar?

(A) angka 1 muncul di beberapa posisi sebelum angka 2 (B) angka 1 muncul di beberapa posisi sebelum angka 3 (C) angka 2 muncul di beberapa posisi sebelum angka 3 (D) angka 3 muncul di beberapa posisi sebelum angka 0 (E) angka 4 muncul di beberapa posisi sebelum angka 3

II. B. Kemampuan Numerik

Kemampuan numerik adalah bentuk soal TIU untuk mengukur peserta tes dalam hal hitungan angka- angka dan untuk mengetahui seberapa baik seseorang dapat memahami ide - ide dan konsep - konsep yang dinyatakan dalam bentuk angka serta seberapa mudah seseorang dapat berfikir dan menyelesaikan masalah dengan angka - angka .

Sejak 4 tahun terakhir, bentuk- bentuk soal kemampuan numerik dalam materi tes ujian Seleksi Kompetensi Dasar ( SKD) CPNS dan Kedinasan disajikan dalam beberapa bentuk yaitu Operasi Hitung Pecahan, Deret Angka, Perbandingan Senilai/terbalik , Perbandingan Kuantitatif dan Analisis Data Tabel .

Operasi Hitung Pecahan

Konsep dasar pecahan yang perlu dimiliki oleh peserta tes CPNS dan Kedinasan adalah pengetahuan mengenai jenis -jenis pecahan , mengubah bentuk pecahan , operasi

98

THE MASTER | SKD CPNS DAN KEDINASAN 2024/2025 Alman, S.Si, M.Si

penjumlahan/pengurangan pecahan, operasi perkalian/pembagian pecahan dan operasi campuran.

Jenis-Jenis Pecahan

1. Pecahan biasa berbentuk ,dengan b ≠ 0