guna menjaga keberlangsungan dan meningkatkan daya saing serta mengembangkan portofolio bisnis Perseroan, Pupuk Indonesia secara konsisten melakukan berbagai riset dan proyek untuk mengembangkan perusahaan.
Beberapa proyek pengembangan yang sedang dilaksanakan di lingkungan anak perusahaan Pupuk Indonesia, antara lain :
1. Proyek Pusri 2B dari Pt Pupuk Sriwidjaja Palembang dengan desain kapasitas produksi 660 ribu ton amoniak dan 907,5 ribu ton urea per tahun. Pabrik yang berlokasi di Palembang, Sumatera Selatan ini mulai dibangun tahun 2013 dan direncanakan beroperasi komersil pada tahun 2017.
2. Proyek Urea Bulk Storage (UBS) dan Conveyor System (CS) Pusri 2B dari Pt Pupuk Sriwidjaja Palembang bekerja sama dengan Pt Adhi karya. UBS ini memiliki desain kapasitas 70 ribu ton yang berlokasi di Palembang, Sumatera Selatan dan merupakan sarana pendukung dari proyek Pusri 2B. Proyek ini mulai dibangun tahun 2013 dan direncanakan beroperasi pada tahun 2017.
3. Proyek Stg Boiler Batubara & Conveyor System dari Pt Pupuk Sriwidjaja Palembang bekerja sama dengan Pt Rekayasa Industri. Proyek ini memiliki desain kapasitas Boiler terpasang 2 x 240 tPh dan Power 23 mw. Proyek ini mulai dibangun tahun 2013 dan direncanakan beroperasi pada tahun 2017.
4. Proyek Jetty dan Coal handling Storage Pt Pupuk Sriwidjaja Palembang bekerja sama dengan Pt Adhi karya ini memiliki desain jetty 10.000 Dwt dan kapasitas coal storage 30.000 ton. Proyek ini berlokasi di Palembang, Sumatera Selatan. Proyek ini dimulai pada tahun 2013 dan sudah diserahterimakan pada oktober 2016.
5. Proyek NPk fused I dari Pt Pupuk Sriwidjaja Palembang bekerja sama dengan Pt timas Suplindo. Pabrik NPk yang terletak di Palembang, Sumatera Selatan ini memiliki desain kapasitas produksi terpasang sebesar 100 ribu tPY. Proyek ini dimulai pada tahun 2014 dan beroperasi secara komersil pada tahun 2016.
6. Proyek Ammonia-Urea II (Ammurea II) dari Pt Petrokimia gresik bekerja sama dengan konsorsium wuhuan engineering Corporation dan Pt Adhi karya. Pabrik ini memiliki desain kapasitas produksi sebesar 660 ribu ton Ammonia dan 570 ribu ton Urea per tahun. Pabrik yang berlokasi di gresik, Jawa timur ini dimulai pada tahun 2014 dan direncanakan beroperasi komersil pada tahun 2018.
7. Proyek IPA gunungsari dari Pt Petrokimia gresik bekerja sama dengan Pt Aneka Jasa grahadika ini membangun unit Installasi Pengolahan Air yang memiliki kapasitas 3.000 m3 per jam dan pekerjaan pipa sepanjang 27 km serta tangki Air kapasita 22.000 m3. Pabrik yang terletak di gresik, Jawa timur ini dimulai pembangunannya pada tahun 2014 dan direncanakan selesai pada tahun 2017.
8. Proyek tanggul Pengaman tahap III & IV dari Pt Petrokimia gresik bekerja sama dengan Pt gresik Cipta Sejahtera. Proyek ini bertujuan untuk menyediakan lahan baru berlokasi di gresik, Jawa timur. Proyek ini dimulai pada tahun 2015 dan direncanakan selesai pada tahun 2018.
9. Proyek gresik gas Cogeneration Plant milik Pt Pupuk Indonesia energi ini bekerjasama dengan Pt PP (Persero) yang memiliki kapasitas produksi steam sebesar 160 tPh dan kapasitas produksi tenaga listrik sebesar 22 mw. Proyek yang terletak di gresik, Jawa timur ini pembangunannya dimulai pada tahun 2015 dan direncanakan selesai pada tahun 2017.
10. Proyek Urea Bulk Storage (UBS) 6 dan Conveyor System Pt Pupuk kalimantan timur bekerjasama dengan Pt krakatau engineering.
UBS ini memiliki desain kapasitas 100 ribu ton yang berlokasi di Bontang, kalimantan timur. Proyek ini mulai dibangun tahun 2013 dan direncanakan selesai pada tahun 2017.
11. Proyek Independent Power Producer (IPP) Pt Rekind Daya mamuju yang merupakan anak usaha Pt Rekayasa Industri yang bekerjasama dengan China huadian engineering Corporation (CheC) dan Pt Rekadaya elektrika (Re). Proyek ini memiliki kapasitas produksi steam sebesar 2 x 150 tPh dan kapasitas produksi tenaga listrik sebesar 2 x 25 mw. Proyek yang terletak di mamuju, Sulawesi tengah ini pembangunannya dimulai pada tahun 2015 dan direncanakan selesai pada tahun 2017.
12. Proyek Amonium Nitrat. Proyek Amonium Nitrat kerjasama antara Pupuk kaltim dengan Pt Dahana, dengan desain kapasitas terpasang 150 ribu ton per tahun. Proyek ini menurut rencana akan mulai dijalankan pada tahun 2017.
13. Pengembangan Lahan Pertanian di merauke. Proyek riset untuk pengembangan lahan pertanian di daerah merauke seluas 250 ha.
Untuk tahap awal, proyek dilakukan dalam skala riset di atas lahan seluas 50 ha.
14. Pengembangan kawasan Petrokimia di Bintuni
Perseroan berencana mengembangkan pabrik-pabrik petrokimia di Bintuni. Untuk langkah awal, Pupuk Indonesia telah memperoleh alokasi gas sebesar 130 mmSCfD. Proyek yang akan dibangun antara lain pabrik methanol, etilene, polyethylene, propilen dan polipropilen. Saat ini proyek masih dalam tahap studi kelayakan dan penjajakan kerjasama dengan mitra-mitra strategis.
Kebijakan Teknologi Informasi
Seiring dengan peningkatan kompleksitas dan kebutuhan bisnis Perseroan, Pupuk Indonesia terus memperbaiki sistem teknologi Informasi yang diterapkan di Perseroan sebagai kelanjutan dari Information and Communication Technology Master Plan (ICtmP) yang telah dicanangkan.
Salah satu implementasi ICtmP, Perseroan sedang melakukan persiapan implementasi enterprise Resources Planning (eRP) terpusat dengan tujuan, sebagai berikut:
• Mendukung transformasi perusahaan untuk merealisasikan model bisnis yang tepat (core and supporting) melalui analisa data yang akurat dan lebih transparan.
• Menyediakan data secara terintegrasi dengan integritas yang tinggi dan tepat waktu.
• Menciptakan sinergi antar anak perusahaan.
• Melakukan otomatisasi yang berbasis bisnis proses yang seragam.
Untuk mendukung implementasi eRP, Perseroan melakukan penataan ulang Data Center (DC)/ Disaster Recovery Center (DRC) dan infrastruktur lainnya sehingga layanan teknologi informasi menjadi lebih handal. Dengan implementasi eRP, layanan teknologi informasi tidak hanya berubah menjadi business enabler bahkan menjadi business driver. Perubahan layanan ini didukung juga dengan penerapan tata kelola teknologi informasi berbasis CoBIt.
fokus Bidang teknologi Informasi di tahun 2016 adalah menjalankan implementasi eRP, menyusun tata kelola teknologi informasi, serta perencanaan organisasi tI dan desain arsitektur tI. Implementasi eRP meliputi pengesahan final Blueprint, persiapan Go Live fase 1, serta Go Live eRP Pupuk Indonesia.
oleh karena itu, Divisi tI PIhC group memiliki kebijakan tI yang mencakup prinsip- prinsip, pokok aturan dan arahan sebagai dasar dan pedoman dalam pelaksanaan tata kelola tI. kebijakan tI tersebut terdiri dari:
a. kebijakan Penetapan peran tI b. kebijakan Perencanaan tI
c. kebijakan kerangka kerja Proses dan organisasi tI d. kebijakan Pengelolaan Investasi tI
e. kebijakan Pengelolaan Proyek tI f. kebijakan Pengembangan Solusi tI g. kebijakan Pengelolaan Sumber Daya tI
h. kebijakan Pengelolaan Risiko tI
i. kebijakan Pengelolaan operasi dan Layanan tI j. kebijakan Pengelolaan kelangsungan Layanan tI k. kebijakan Pengelolaan keamanan tI
l. kebijakan Pengelolaan Layanan Pihak ketiga m. kebijakan monitor dan evaluasi kinerja tI
n. kebijakan monitor dan evaluasi Pengendalian Internal tI o. kebijakan Pengelolaan Compliance kepada Regulasi dan Standar.