Bab IV Pembahasan Dan Saran
4.5 Evaluasi Keperawatan
Pada tinjauan pustaka evaluasi belum dapat dilaksanakan karena merupakan kasus semu sedangkan pada tinjauan kasus evaluasi dapat dilaksanakan karena dapat diketahui keadaan pasien dan masalahnya secara langsung.
Pada akhir evaluasi pada diagnosa keperawatan nyeri akut berhubungan dengan luka post operasi dapat disimpulkan baha nyeri pada pasien berkurang dan
pasien merasa lebih nyaman. Hal ini sesuai dngan teori dari Perry & potter, (2010) kebutuhan terbebas dari rasa nyeri itu merupakan salah satu kebutuhan dasar yang merupakan tujuan diberikannya asuhan keperawatan pada seorang pasien di rumah sakit.
Diagnosa keperawatan Defisit perawatan diri: mandi berhubungan dengan kelemahan fisik dapat disimpulkan bahwa masalah teratasi pasien dapat melakukan aktivitas mandi dan berhias secara mandiri. Hal ini sesuai dengan teori tujuan dilakukan asuhan keperawatan perawatan diri mandiri yaitu meningkatkan derajat kesehatan seseorang, memelihara kebersihan diri secara mandiri, memperbaiki perawatan diri secara mandiri yang kurang (Sujono dalam setyawati 2016).
Hasil evaluasi pana Pasiendapat disimpulkan bahwa semua masalah keperawatan dapat teratasi dengan baik dan kondisi pasien sudah mengalami perkembangan yang baik sesuai dengan intervensi dan implementasi keperawatan, sehingga pasien sudah bisa dianjurkan untuk KRS.
BAB V PENUTUP
Setelah penulis melakukan pengamatan dan melaksanakan asuhan keperawatan secara langsung pada Pasien dengan diagnosa medis CF Humerus Sinistra diruang melati RSUD Bangil Pasuruan, maka penulis dapat menarik beberapa kesimpulan sekaligus saran yang dapat bermanfaat dalam meningkatkan mutu asuhan keperawatan pada Pasien dengan diagnosa medis CF Humerus Sinistra.
5.1 Simpulan
Dari hasil uraian yang telah menguraikan tentang asuhan keperawatan pada Pasien dengan diagnosa medis CF Humerus Sinistra, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :
5.1.1 Fokus pengkajian pada Tn. A yaitu pada system muskuloskeletal Kemampuan pergerakan sendi dan tungkai (rom) bebas, kekuatan otot : 5/3 5/5, ada fraktur di sebelah lengan kiri, tidak ada dislokasi, terdapat luka post operasi, akral hangat, lembab, turgor baik, CRT ≤ 2detik, tidak ada oedema, kulit bersih, kemampuan melakukan ADL parsial : pasien dibantu keluarga untuk mandi dan memakai baju karena masih takut untuk melakukan sendiri dan pasien masih kesulitan bergerak dengan satu tangan karena tangan kiri masih nyeri ketika ada sedikit gerakkan, warna kulit sawo matang.
5.1.2 Diagnosa keperawatan prioritas pada Tn. A meliputi : Nyeri akut berhubungan dengan luka post operasi fraktur, Defisit perawatan diri : mandi berhubungan dengan kelemahan fisik.
5.1.3 Pada kedua diagnosa prioritas yang muncul pada Tn. A dilakukan melalui dua jenis tindakan yaitu tindakan mandiri keperawatan dan tindakan kolaborasi dengan dokter dan ahli gizi.
5.1.4 Implementasi keperawatan dilaksanakan selama dua hari mulai tanggal 27 januari 2020 hingga 29 januari 2020 dan semua tindakan yang diimplementasikan kepada Tn. A berdasarkan pada rencana tindakan keperawatan yang telah ditetapkan oleh perawat.
5.1.5 Dari ketiga diagnosa prioritas yang terjadi pada Tn. A didapatkan pada diagnosa keperawatan nyeri akut berhubungan dengan luka post operasi fraktur teratasi, pada diagnosa Defisit perawatan diri : mandi berhubungan dengan kelemahan fisik masalah teratasi. Kondisi Pasiensuduh cukup baik dari sebelumnya tanda vital pada pasien stabil sehingga Pasiendianjurkan untuk KRS.
5.2 Saran
Penulis memberikan saran sebagai berikut :
5.2.1 Untuk tercapainya tujuan suatu intervensi keperawatan dibutuhkan komunikasi yang baik antara perawat dengan pasien dan keluarga, perawat dengan teaga medis lain, dan perawat dengan mahasiswa
5.2.2 Untuk mahasiswa agar mendapatkan kepercyaan dari pasien hendaknya melakukan bina hubungan yang baik agar tidak menimbulkan keraguan pada pasien dan keluarga.
DAFTAR PUSTAKA
Abd.wahid. (2013). Asuhan Keperawatan Dengan Gangguan Sistem Muskuloskeletal. Jakarta: CV Sangung Seto.Anonim, (2013). Angka Kejadian Fraktur di jawa timur.( http://riskesdas.Com/
index.Php/read/cetak/2013/04/10/258225) di unduh pada tanggal 11 Agustus 2019
Anonim, (2013). World Health Organization. Road Traffic Injuries: World Health Organization; 2013.
Anonim, (2019). Intervensi Dan Rasional Ansietas NANDA NIC NOC.
(https://jurnalis-perawat-blogspot.com/2019/04/intervensi-dan-rasional- ansietas-nanda-nic-noc.html?m=) diakses pada 15 agustus 2019
Ardiansyah, M. 2012. Medikal Bedah. Yogyakarta: DIVA Press.
Asmadi, (2013). Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta. EGC
Andriyani Fivi (2017). Asuhan Keperawatan Fraktur Humerus. Sidoarjo
Anonim, (2013). Laporan Pendahuluan Asuhan Keperawatan Fraktur Humerus.
(Online), (http://lpkeperawatan.blogspot.com/2013/11/laporan- pendahuluan-fraktur.html?m=), diakses pada 15 Agustus 2019
Bare BG, Smeltzer SC. (2010). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta:
EGC
Bruner & Suddarth, (2013). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8 volume 2. Jakarta EGC.
Doenges, Marilynn E.dkk.(2000).Rencana Asuhan Keperawatan & Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Edisi III.Alih Bahasa: I Made Kriasa.EGC.Jakarta
Helmi, (2012). Buku Ajar Gangguan Muskuloskeletal. Jakarta : Salemba Medika.
Hidayati, Nurlaili (2013). Hubungan Perilaku Caring Perawat Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta di akses pada tanggal 30 april 2020
Kompas (2018), WHO: Tiap 24 Detik Satu Orang Tewas Akibat Kecelakaan Lalu
Lintas (Online),
(https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/international/read/201 8/12/0713032721/who-tiap24-detik-satu-orang-tewas-akibat-kecelakaan- lalu-lintas), diakses pada 8 agustus 2019.
Muttaqin, (2011). Buku Saku Gangguan Muskuloskeletal Aplikasi Pada Praktik Klinik Keperawatan.Jakarta: Salemba Medika.
Nurarif, Amin Huda, & Hardhi Kusuma. (2015). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis dan Nanda NIC-NOC Edisi Revisi Jilid 3.
Jogjakarta : MediAction
Nursalam, (2014). Manajemen Keperawatan: Aplikasi Dalam Praktik Keperawatan Profesional. Jakarta : Salemba Medika.
Nurdin Usman, 2002, Konteks Implementasi Berbasis Kurikulum, Bandung, CV Sinar Baru.
INFORMED CONSENT
Judul : “ Asuhan Keperawatan Dengan Diagnosa Medis Post Operasi Fraktur Di Ruang Melati RSUD Bangil Pasuruan”.
Tanggal pengambilan studi kasus ... Bulan ... Tahun ...
Sebelum tanda tangan dibawah, saya telah mendapatkan informasi tentang tugas pengambilan studi kasus ini dengan jelas dari mahasiswa yang bernama Selia Dara Fitra Mumpuni proses pengambilan studi kasus ini dan saya mengerti semua yang telah dijelaskan tersebut.
Saya setuju untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan studi kasus ini dan saya telah menerima salinan dari form ini .
Saya, Nona / Nyonya / Tuan ..., dengan ini saya memberikan kesediaan selain mengerti semua yang telah dijelaskan oleh peneliti terkait dengan proses pengam,bilan studi kasus ini dengan baik. Semua data dan informasi dari saya sebagai partisipan hanya akan digunakan untuk tujuan dari studi kasus ini.
Tanda tangan ...Partisipan (...)
Tanda tangan ...Saksi (...)
Tanda tangan ... Peneliti (...)
.