• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rumus Pengolahan Data Hasil Uji Kuat Tekan Beton

2.1 Landasan Teori .1 Pengertian Beton.1 Pengertian Beton

2.1.8 Rumus Pengolahan Data Hasil Uji Kuat Tekan Beton

Setelah didapat data dari hasil uji kuat tekan beton masing-masing benda uji, maka data tersebut diolah dengan menggunakan rumus-rumus ketentuan dari SK.SNI.T-15-1990-03 sebagai berikut :

1. Rumus kuat tekan beton masing-masing benda uji σ bi=W

A ...(2.2) Keterangan :

σ bi : Kuat tekan beton masing-masing benda uji (Kg/cm2) W : Berat setiap benda uji (Kg)

A : Luas penampang benda uji ( Cm2) 2. Rumus kuat tekan beton rata-rata

σ bm=

σbi

N ...(2.3) Keterangan :

σ bm : Kuat tekan beton rata-rata (Kg/cm2) σ bi : Kuat tekan beton (Kg/cm2)

N : Jumlah benda uji 3. Rumus deviasi standar

S=

N1 (σbiσbm)N−1 ² ...(2.4) Keterangan :

S : Deviasi standar (Kg/cm2) N : Jumlah benda uji

Rumus kuat tekan beton karakteristik Tabel 2.5 Nilai-nilai Konstanta

Persen hasil pengujian yang

ada di dalam batasan X = to' Kemungkinan untuk berada

di bawah batasan terendah K

40 3 dalam 10 0.50

50 2.5 dalam 10 0.67

60 2 dalam 10 0.84

68.27 1 dalam 6.3 1.00

70 1.5 dalam 10 1.04

80 1 dalam 10 1.28

90 1 dalam 20 1.65

95 1 dalam 40 1.96

95.45 1 dalam 44 2.00

98 1 dalam 100 2.33

99 1 dalam 200 2.58

99.73 1 dalam 741 3.00

Sumber : SNI 03-6815-2002

σ bk = σ bm – 1,65. S...(2.5) Keterangan :

σ bk : Kuat tekan beton karakteristik (Kg/cm2) σ bm : Kuat tekan beton rata-rata (Kg/cm2) 1,28 : Konstanta

S : Standar deviasi 2.2 Literatur Review

Literatur review adalah beberapa hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan topik penelitian penulis. Berikut beberapa hasil penelitian terdahulu yang digunakan pada penelitian dapat dilihat pada table 2.6. :

No Tahun Peneliti Tujuan

Lokasi Metode Pedoman Hasil Utama

1.

2021

Luthfi Chandra Amarullah, (2021) Tabel 2.6. Penelitian Terdahulu

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lembah GRC dan Abu Sekam Padi sebagai bahan pengganti material Beton terjdap kuat tekan beton

Dilaksnakan di Laboratorium Fakultas Teknik dan Sains Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Metode Experimen SNI 03-2834-2000 SNI 03-2491-2002 SNI 03-3349-2002

Berdasarkan hasil penelitian ini beton inovasi dengan limbah GRC dan Abu Sekam Padi memiliki pengaruh kenaikan kuat tekan 18,44 % dari beton konvensional. Dan biaya yang di keluarkan untuk pembuatan beton inovasi sedikit lebih menghemat biaya dari beton konvensional

2.

2021

Maria Deolinda Bere, (2021)

mengetahui kuat tekan dan kuat tarik belah dari beton busa dengan variasi foam agent yang digunakan dan juga pengaruh dari agregat halus yang digunakan yaitu pasir abu batu. variasi foam agent yang digunakan adalah 15% dan 30% dari jumlah semen per m³, pengujian dilakukan pada umur beton 14 hari, 28 hari dan 35 hari menggunakan benda uji silinder 15 cm x 30 cm.

Penelitian ini dilakukan di laboratorium fakultas Teknik Universitas Tama Jagakarsa, Jakarta Selatan

Metode experimen ASTM C 330-82a SNI 03-2834-2000 SNI 03-2491-2002 SNI 03-3349-2002

-Rata–rata kuat tekan berturut–turut menurut umur beton 14 hari, 28 hari dan 35 hari adalah: 23.13 MPa, 26.25 MPa, dan 27.78 MPa (tanpa foam agent), 17.54 MPa, 20.29 MPa, dan 21.91 MPa (foam agent 15%), 13.44 MPa, 15.11 MPa dan 16.69 MPa (foam agent 30%).Rata–rata kuat tarik belah berturut–turut menurut umur beton 14 hari, 28 hari dan 35 hari adalah : 3.63 MPa, 4.09 MPa, dan 4.32 MPa (tanpa foam agent), 2.93 MPa, 3.34 MPa, dan 3.42 MPa (foam agent 15%), 2.82 MPa, 2.29 MPa dan 3.36 MPa (foam agent 30%).

3.

2020

Ahmad Syariful Umam, (2020)

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk memgetahui apakah biji plastic bisa digunakan sebagai isian bata GRC

Dilakukan di Laboratorium Universitas Negeri Semarang Metode experimen

SNI 4431:2011

Biji plastik tidak dapat digunakan sebagai bahan isian Bata GRC. Hal ini karena biji plastik tidak mendukung terhdap uji kuat lentur, sementara bata GRC harus tetap memeprhatikan kuat lentur.

4.

2019

Dimas septio pascal, (2019)

tujuan penelitian ini untuk menganalisis kekuatan tekan beton dan pengaruh 4 pengurangan FAS yang berbeda yaitu 0%, 10%, 20%, dan 30% terhadap kuat tekan beton dengan penambahan superplasticizer sebanyak 0,5%, 1,0%, dan 1,5%

serta menggunakan variasi umur rendaman beton dalam air selama 3 hari, 7 hari, dan 28 hari. Perancangan beton ini menggunakan metode ACI dan benda uji dibuat pada kubus dengan ukuran 15 cm x 15 cm.

Dilakukan di laboratorium Universitas Muhammadiyah Palembang Metode experimen

SNI - 2847-2013 SNI T-03-2834-1993

SNI T-15-1991-03 SNI 03-6815-2002

penilitian nilai kuat tekan rata-rata beton umur 3hari, 7 hari, dan 28 hari berturut- turut adalah 252,4 Kg/Cm2, 365,7 Kg/Cm2. 521,3 Kg/Cm2, dengan nilai penambahan Superplasticizer Sika ViscoCrete 0,5% dan penguran air 30% adalah 175,3 Kg/Cm2, 250,8 Kg/Cm2. 359,6 Kg/Cm2, dan untuk beton dengan penambahan Superplasticizer Sika ViscoCrete 1,5% dan pengurangan air 10%

adalah 331,7 Kg/Cm2, 531,9 Kg/Cm2, 676,2 Kg/Cm2.

5.

2019 Lilis Tiyani, (2019)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan lentur dan kuat geser dinding beton busa yg dicampur material GRC dan Wiremesh menggunakan

standard beton ringan

Dilaksanakan di laboratorium Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Experimen dan analisis data

ASTM E72-05 ASTM C 307–03, 2003

ASTM C 469–02

ASTM E 72–98

Dari hasil penelitian ini kuat tekan kubus beton ringan ukuran 5 x 5 x 5 cm memperoleh nilai sebesar 5,2 mpa. Dan Analisa data penggunaan lapis GRC dan perkiuatan dapat menambah kekuatan dari kuat lentur dan kuat geser panel dinding

6.

2019

Jeny Alifianti, (2019)

Penelitian ini mempelajari pengaruh variasi serat ampas tebu sebagai bahan pengganti pada plafon GRC terhadap nilai kuat tekan, nilai kuat lentur, dan nilai resapan air dengan usia plafon 7 hari, 14 hari, dan 28 hari.

PT. GRC Hexagon, Mojo Agung kab. Jombang, Jawa Timur Survey, observasi dan experimen

ACI 544.1R-96 2002, SNI-03-6861.1-2002

Berdasarkan hasil penelitian bahwa interface serat tebu dan fiberglass mempengaruhi nilai kat lentur dan kuat tekan pada plafon GRC. Interface yang semakin rapat membuat nilai kuat tekan beton mengalami penurunan dikarenakan luasan plafoon dipenuhi oleh serat. pada serapan mengalami kenaikan di karenakan serat tebu mudah menyerap dan menyimpan air.

7.

2018

Retno Trimurtiningrum, (2018)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beton serat bambu terhadap gaya Tarik dan tekan beton. Dengan persentase serat bambu bervariasi dari 0%, 1%, 2%, dan 3% oleh bahan semen.

Di laboratorium fakultas fakultas Teknik Universitas 17 agustus Surabaya experimen

ASTM 1995 SNI 03-2847-2013 SNI 03-2847-2002 SNI 03-2834-2000 SNI 03-1974-1990

SNI S-04-1989

Dari hasil pengujian menunjukan bahwa serat bambu beton meningkatkan hasil uji kuat Tarik dan kuat tekan. Palimg atas kuat Tariksebesar 12,4 Mpa dalam waktu 28 hari, diperoleh campuran yang mengandung 2% bambu serat. Beton kuat tekan tertinggi adalah 28,3 Mpa dalam 28 hari dari campuran 1% serat bambu.

8.

2017

Adytia Eko Sutrisno, (2017)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan beton yang di tambah abu jerami padi dengan variasi penambahan 0%, 5%, 10%, dan 15%. Benda uji silnder dengan ukuran 15 cm x 30 cm. dengan kuat tekan yang di rencanakan 14,5 Mpa.

Di laboratorium Teknik Sipil UNISLA, lamongan, Jawa Timur Experimen dan studi literatur

ASTM C 127 ASTM C 128-78 ASTM C 188-95 ASTM C 29-91 ASTM C 566-89 ASTM C-187-86 SNI 15-2049-2004

SNI 7394:2008 SNI03-2847-2002

Berdasarkan hasil dari data pada bab sebelumnya, penggunaan abu jerami padi pada campuran beton dengan variasi penambahan 0%, 5%, 10%, dan 15% dari berat semen berdampak terhadap penurunan nilai kuat tekan beton. Nilai kuat tekan yang diperoleh pada umur 28 hari yaitu 18.440 Mpa, 15.366 Mpa,13.948 Mpa, dan 12.530 Mpa. Penelitian beton dengan tambahan abu Jerami dapat di gunakan untuk bangunan non structural.

9.

2016 Sahrudin, (2016)

Penelitian ini dimaksudkan untuk mencari konsentrasi serat sabut kelapa yang memiliki nilai kuat tekan tertinggi. Benda uji berupa beton silinder dia.15 x 30 cm dengan variasi penambahan serat sabut kelapa sebesar 0.125%, 0.250% dan 0.50% dari volume beton. Mutu beton yang direncanakan adalah K-225 dengan uji tekan pada umur 28 hari.

Di laboratorium Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Jakarta

experimen SNI-T-15-1991-03 SNI 03-2834-2000

- Terjadi peningkatan kuat tekan pada beton dengan penambahan serat sabut kelapa.

- Makin besar penambahan sabut kelapa pada campuran beton, berat volume makin ringan.

- Peningkatan kuat tekan beton berserat terjadi pada penambahan serat 0.50%

sebesar 272.14 kgf.cm2 naik 29.55%, dan penambahan serat 0.125% sebesar 244.84 kgf/cm2 naik 16.56% dari beton normal tanpa penambahan serat sabut kelapa sebesar 210.06 kgf/cm2.

10.

2015

Dan Fianca, (2015)

Penelitian ini bertujuan untuk mencari alternatif pembuatan ponton menggunakan material GRC (Glassfiber Reinforced Concrete) dan mengetahui nilai kuat lentur dan impak

Di laboratorium bahan dan konstruksi Teknik Sipil Universitas Diponegoro experimen

SNI 4431-2011 ACI 544.2R.89

Hasil dari nilai kuat lentur dimensi 0,5 x 0,5 x 0,45 mm mendapatkan nilai rata- rata yaitu 4,53 Mpa atau Fs = 45,3 Kg/cm2

Nilai energy impak rata-rata yang dibutuhkan untuk menyebabkan retak pertama dan kehancuran akhir berturut-turut adalah 34,29 kN/mm dan 89,154 kN/mm

2.1

Dokumen terkait