• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rumusan Masalah Penelitian Kualitatif

Dalam dokumen Prosedur penelitian (Halaman 172-177)

Kasus

7.3. Rumusan Masalah Penelitian Kualitatif

Dalam penelitian kuantitatif, permasalahan bersifat pasti dan memili batasan, sehingga dengan mudah peneliti menentukan variabel penelitian, dari variabel yang sudah teridentifikasi, peneliti dengan mudah bisa menyusun instrumen penelitian untuk prosesn penggalian data. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif memiliki masalah yang luas, dan tidak ada batasan. Karena jika diberi batasan justru akan membatasi gerak peneliti untuk mndapatkan data yang akurat, dan permasalahan penelitian tidak berkembang. Pada umumnya rumusan masalah dalam penelitian kualitatif disebut dengan fokus penelitian, hal ini dikarenakan masalah dalam penelitian kualitatif bersifat holistic (menyeluruh). Sehingga dalam penelitian kualitatif tidak cukup melakukan penggalian hanya pada variabel penelitiannya saja, tetapi juga melibatkan keseluruhan kondisi sosial lokasi penelitian ( pelaku, tempat, dan aktivitas di lokasi penelitian).

Gambar 7.3 Unsur Kondisi Masyarakat

Sifat masalah dalam penelitian kualitatif adalah dinamis, kemungkinan berubah sesuai dengan perkembangan penemuan data di lapangan, hal ini juga menyebabkan fokus penelitian akan berubah mengikuti perkembangan perubahan masalah penelitian.

Pelaku

Tempat

Aktivitas

173 Secara bentuk, sebenarnya tidak ada perbedaan antara fokus penelitian (rumusan masalah pada penelitian kualitatif) dengan rumusan masalah pada penelitian kuantitatif, sama-sama berbentuk pertanyaan, yang membedakan adalah kalau dalam fokus penelitian tidak membandingkan variabel, tetapi lebih untuk mengetahui interaksi variabel dan kondisi masyarakat, sedangkan rumusan masalah pada penelitian kuantitatif lebih kepada pengaruh antar variabel penelitian.

Sama halnya dengan penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif juga memiliki bentuk rumusan masalah yang sama dengan penelitian kuantitatif, dan berikut adalah bentuk rumusan masalah pada penelitian kualitatif:

4. Rumusan masalah deskriptif

Rumusan masalah deskriptif bertujuan memandu peneliti dalam melakukan penelitiannya secara mendalam, sehingga dapat mngungkapkan kondisi sosial secara menyeluruh. Berikut adalah beberapa contoh rumusan masalah yang bersifat deskriptif:

Tabel 7.3 Contoh Rumusan Masalah Deskriptif

No Rumusan masalah (metode kuantitatif) Fokus masalah (metode kualitatif) Deskriptif

1

Apakah tata letak produksi pt. Trias indra saputra sudah efisien dan bagaimana merancang tata letak produksi yang lebih efisien?

Bagaiamanakah model tata letak produksi pt. Trias indra saputra

2

Bagaimana meningkatkan produktivitas proses customs clearance (penyelesaian bea & cukai) pada proses impor dengan optimalisasi tenggang waktu (lead time) menggunakan metode six sigma yang bersinergi dengan alat bantu lean yaitu value stream mapping?

Bagaiamanakah pt. Trias indra saputra merumuskan strategi dalam meningkatkan

produktivitasnya?

3

Bagaimana hasil pengukuran performa manajemen kualitas berdasarkan implementasi iso 9001:2008 yang sudah di terapkan di perusahaan?

Bagaiamana pt. Trias indra saputra dalam

mengimplementasikan iso 9001:2008?

174 4

Bagaimana mempersiapkan perguruan tinggi untuk mendapatkan sertivikasi standar kualitas pelayanan dengan menggunakan konsep cimosa sebagai alat untuk menstrukturisasi organisasi?”.

Bagaiamana model penjaminan mutu iaiig dalam menjaga kualitas perguruan tinggi?

5

Bagaimana kinerja biro administrasi dan tanggung jawab serta perananya di Institut Agama Islam Imam Ghozali (IAIIG) Cilacap?”

Bagaiamana pola pengawasan UNUGHA dalam menjaga kinerja biro administrasi?

5. Rumusan masalah komparatif

Rumusan masalah komparatif adalah rumusan masalah yang mempunyai tujuan penelitian membandingkan antara konteks sosial atau domain satu dengan lainnya.

Contoh rumusan masalah komparatif adalah sebagai berikut:

Tabel 7.4 Contoh Rumusan Masalah Komparatif

No Rumusan masalah (metode kuantitatif) Fokus masalah (metode kualitatif) Komparatif

1

Adakah kesamaan model kepemimpinan presiden sukarno dengan persiden suharto? Variabel dalam penelitian ini adalah presiden sukarno dan suharto dan objek penelitiannya adalah model kepemimpinan dari presiden sukarno dan suharto.

Apakah model kepemimpinan presiden sukarno berbeda dengan model

kepemimpinan presiden setelahnya?

2

Adakah perbedaan semangat kerja antara pegawai negri sipil dengan pegawai suasta? Pada rumusan masalah penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja pegawai negeri sipis dengan pegawai suasta

Apakah semangat kerja pegawai negri sipil sama dengan pegawai suasta?

3

Adakah perbedaan kualitas pelayanan di Bank permata dan Bank bca? Kualitas pelayanan Bank yang dapat merasakan adalah nasabahnya, ketika kita ingi membandingkan kualitas pelayanan Bank permata dan bca artinya responden kita adalah nasabah dari kedua Bank tersebut.

Apakah model pelayanan kualitas Bank bca berbeda dengan model pelayanan kualitas Bank permata?

175 4

Apakah ada perbedaan penjualan periode bulan maret dengan bulan april?

Rumusan masalah ini dikatakan sebagai rumusan masalah komparatif karena bertujuan untuk membandingkan hasil penjualan bulan maret dengan bulan april.

Apakah ada perbedaan penjualan penjualan bulan maret dengan bulan april?

6. Rumusan masalah asosiatif

Rumusan masalah asosiatif adalah bentuk rumusan masalah yang bertujuan memandu peneliti untuk mengkonstruksi hubungan antara situasi sosial satu dengan lainnya.

Bentuk rumusan masalah asosiatif terbagi dalam tiga bentuk, yaitu:

d. Rumusan masalah asosiatif simetris

Asosiatif simetris adalah hubungan hubungan suatu gejala yang munculnya bersamaan sehingga bukan merupakan sebab akibat atai interaktif. Contoh rumusan masalah penelitian yang bersifat asosiatif simetris adalah sebagai berikut:

• Apakah bentuk toko dan warnanya membawa hoki bagi pemiliknya?

• Bagaimana laju pertambahan penduduk dan meningkatnya pengangguran mempengaruhi stabilitas ekonomi Negara?

e. Rumusan masalah asosiatif kausal

Asosiatif kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat, beberapa contoh rumusan masalah asosiatif kausal adalah sebagai berikut:

• Bagaimana gaya kepemimpinan seorang rektor dapat mempengaruhi kinerja dosennya?

• Seberapa besar pengaruh dimensi kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanngan?

f. Rumusan masalah asosiatif interaktif

176 Asosiatif interaktif adalah hubungan yang saling mempengaruhi. Tidak diketahui pasti mana variabel yang mempengaruhi (independen) dan variaber yang dipengaruhi (dependen). Berikut adalah contoh asosiatif interaktif:

• Bagaiamanakah hubungan antara ketersediaan jalan raya dengan pendapatan masyarakat. Jika ada sarana jalan yang menghubungankan antar daerah, maka geliat ekonomi warga akan meningkat, dan dengan meningkatnya perekonomian warga, maka akan dapat memungkinkan adanaya pembangunan jalan.

• Agaiamaanaka hubungan antara besar gaji dengan pendapatan perusahaan.

Meningkatnya kesejahteraan karyawan bisa jadi menjadi pemicu meningkatnya penghasilan perusahaan, karena dipicu oleh meningkatnya produktifitas tenaga kerja.

Gambar 7.4 Jenis Rumusan Masalah Penelitian Kualitatif

Jenis Rumusan Masalah

Rumusan Masalah Deskriptif Rumusan

Masalah Komparatif

Rumusan Masalah Asosiatif

Rumusan Masalah Asosiatif

Simetris Rumusan Masalah Asosiatif

Kausal Rumusan Masalah Asosiatif

Interaktif

177 7.4. Judul Penelitian Kualitatif

Berbeda dengan judul penelitian kuantitatif, yang sudah harus menunjukan permasalahan yang akan diselesaikan. Judul penelitian kualitatif jenderung bersifat sementara dan akan lebih baik jika berubah, ini artinya peneliti telah melakukan pengembangan masalah karena temuan data-data baru yang ada di lapangan. Jadi judul yang ada dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara.

Judul penelitian kualitatif tidak harus mencerminkan permasalahan dan variabel penelitian, hanya saja harus disesuaiakan dengan studi pendahuluan (preliminary study) yang sudah dilakukan, sehingga perkembangan proses penelitiannya akan lebih jelas. Berikut adalah beberapa judul penelitian kualitatif:

1. Pola belajar mengajar Fakultas Tarbiyah IAIIG Cilacap dan pengaruhnya terhadap prestasi mahasiswa.

2. Makana kepuasan perspektif mahasiswa dan pengelola perguruan tinggi.

3. Menelusuri pola asuh masyarakat petani.

4. Keragaman penganut kepercayaan di daerah Pekuncen Cilacap Jawa Tengah.

5. Wisata religi sebagai salah satu omset daerah.

6. Kecendrungan para tenaga kerja Indonesia dalam menggunakan hasil kerjanya.

7. Pengajian kliwonan sebagai media pemersatu bangsa.

8. Pengembangan sikap ramah tamah sebagai strategi pemasaran di pasar kliwon.

Dalam dokumen Prosedur penelitian (Halaman 172-177)

Dokumen terkait