• Tidak ada hasil yang ditemukan

E. Manfaat Penelitian

3) SÈCURITÈ

21

digunakan pada saat mengumumkan pesan keadaan bahaya

digunakan pada saat mengumumkan pesan mendesak

digunakan pada saat mengumumkan pesan keselamatan 3) Apabila informasi yang diminta tidak tersedia pada saat itu juga,

katakan:

“Stand by” – diikuti dengan interval waktu di mana informasi akan tersedia.

4) Apabila informasi yang diminta tidak dapat diberikan, katakan:

“No information.”

5) Apabila sebuah INSRUKSI/INSTRUCTION (misalnya dengan Stasiun VTS, kapal angkatan laut atau petugas yang berwenang penuh lainnya) atau sebuah SARAN/ADVICE diberikan, jika tanggapan positif, katakan:

“I will/can … “ – diikuti dengan instruksi atau saran secara penuh;

dan jika tanggapan negatif, katakan:

“I will not/cannot … “ – diikuti dengan instruksi atau saran secara penuh.

Misalnya : “ADVICE. Do not overtake the vessel North of you.”

Tanggapan : “I will not overtake the vessel North of me.”

6) Tanggapan atas perintah dan jawaban atas pertanyaan yang sangat penting baik dalam komunikasi eksternal maupun di atas kapal diberikan dalam kata-kata dan frase yang bersangkutan.

f. Distress, Urgency and Safety Signals 1) MAYDAY

22

bad/one with signal strength one (i.e. barely perceptible) poor/two with signal strength two (i.e. weak)

fair/three with signal strength three (i.e. fairly good) good/four with signal strength four (i.e. good) excellent/five with signal strength five (i.e. very good)

adalah pada saat kapal mengalami kebakaran, kapal terbalik, dan juga pada saat kapal kandas; PAN-PAN adalah bentuk panggilan berita segera atau urgency seperti kecelakaan kerja, sakit parah dan membutuhkan penanganan segera, juga ketika ada orang jatuh ke laut (Man Over Board);

sedangkan SÈCURITÈ biasanya disiarkan oleh petugas VTS untuk menyampaikan informasi-informasi bahaya navigasi atau keadaan cuaca di wilayah tersebut ataupun pada saat kapal mengalami blackout.

g. Frase Organisasi Standar

SMCP juga memiliki beberapa pernyataan ataupun frase standar yang biasa digunakan terutama pada saat melakukan komunikasi menggunakan radio, seperti:

1) "How do you read (me)?"

2) "I read you ...

3) Apabila disarankan untuk tetap berada di saluran VHF/frekuensi, katakan:

"Stand by on VHF Channel ... / frequency ... "

4) Apabila diterima untuk tetap berada di saluran VHF / frekuensi yang ditunjukkan, katakan;

"Standing by on VHF Channel ... / frequency ... "

5) Apabila disarankan untuk beralih ke frekuensi / saluran VHF lainnya, katakan:

"Advise (you) change to VHF Channel ... / frequency ... ."

"Advise (you) try VHF Channel .. / frequency... ."

6) Apabila perubahan frekuensi / saluran VHF diterima, katakan:

"Changing to VHF Channel ... / frequency ... ."

h. Koreksi

Pada saat terjadi kesalahan pada pesan maka harus diikuti dengan pernyataan yang menyatakan telah terjadi kesalahan pada pesan yang di

23

sampaikan dan juga diikuti dengan koreksi pada bagian yang ingin dikoreksi, maka katakan:

“Mistake …” – diikuti dengan pesan yang salah;

“Correction …” ditambahkan dengan bagian pesan yang dikoreksi.

Misalnya: “My present speed is 14 knots mistake.

Correction, my present speed is 12, one-two, knots.”

i. Kesiapan

Pada saat siap maupun tidak siap untuk menerima pesan, katakan:

“I am / I am not ready to receive your message”.

j. Pengulangan

1) Jika ada bagian dari pesan dianggap cukup penting untuk diperhatikan, katakan:

“Repeat … “ – diikuti dengan bagian pesan yang sesuai.

Misalnya: “My draft is 12.6 repeat one-two decimal 6 metres.”

“Do not overtake – repeat – do not overtake.”

2) Apabila sebuah pesan tidak terdengan dengan baik, katakan:

“Say again (please).”

k. Angka

Berbeda dengan pengucapan angka pada umumnya, dalam SMCP angka harus diucapkan dalam digit terpisah, contohnya adalah sebagai berikut:

“One-five-zero” untuk 150

“Two decimal five” atau

“Two point five” untuk 2.5

Catatan: Perhatian! Saat menyatakan sudut haluan misalnya dalam perintah kemudi diberikan, katakan:

“Fifteen” untuk 15 atau

“Twenty” untuk 20 dsb.

l. Posisi

1) Apabila garis lintang dan bujur digunakan, maka harus dinyatakan dalam derajat dan menit (dan desimal satu menit jika diperlukan), Utara atau Selatan Khatulistiwa dan Timur atau Barat dari Greenwich.

24

Misalnya: “WARNING. Dangerous wreck in position 15 degrees 34 minutes North 061 degrees 29 minutes West.”

2) Apabila posisi berhubungan dengan tanda, tanda tersebut harus merupakan objek yang ada di peta. Baringan harus dalam notasi 360 derajat dari utara sejati dan harus ada di posisi dari tanda.

Misalnya: “Your position bearing 137 degrees from Big Head lighthouse distance 2.4 nautical miles.”

m. Baringan

Baringan dan tanda atau kapal yang bersangkutan, adalah baringan dalam notasi 360 derajat dari utara (utara sejati kecuali dinyatakan lain), kecuali dalam kasus baringan relatif. Baringan bisa dari tanda juga bisa dari kapal.

Misalnya: “Pilot boat is bearing 215 degrees from you.”

Catatan: Kapal yang melaporkan posisi mereka harus selalu mengutip baringan dari tanda, seperti dijelaskan pada paragraph 17b dalam bagian ini.

1) Baringan relatif

Baringan relatif dapat dinyatakan dalam rerajat relatif terhadap bagian depan kapal. Lebih sering hal ini berhubungan dengan sisi kiri dan kanan dari haluan kapal.

Misalnya: “Bouy 030 degrees on your port bow”

(Baringan relatif D/F lebih sering dinyatakan dalam notasi 360 derajat.)

n. Jarak

Untuk menyatakan jarak sebaiknya diungkapkan dalam mil laut atau kabel (sepersepuluh mil) jika tidak dalam kilometer atau meter, unit harus selalu dinyatakan.

o. Kecepatan

Untuk menyatakan kecepatan harus dinyatakan dalam knot:

1) Apabila tanpa notasi lebih lanjut berarti kecepatan melalui air; atau, 2) “ground speed” artinya kecepatan di atas tanah.

p. Waktu

25

Waktu harus diungkapkan dalam notasi UTC 24 jam; jika waktu setempat akan digunakan di pelabuhan amakan harus dinyatakan dengan jelas.

q. Nama Geografis

Nama tempat yang digunakan haruslah yang ada di peta atau dalam Petunjuk Pelayaran yang digunakan. Jika tidak dipahami, garis lintang dan bujur harus diberikan.

r. Kata-kata Ambigu

Beberapa kata dalam Bahasa Inggris memiliki arti yang bergantung pada konteks di mana itu muncul. Kesalahpahaman sering terjadi, terutama dalam komunikasi VTS, dan telah mengakibatkan beberapa kecelakaan. Kata-kata seperti itu adalah:

1) Kondisional dari “May”, “Might”, “Should”, dan “Could”.

- May

Jangan katakan: “May I enter the fairway?”

Katakan: “QUESTION. Do I have permission to enter the fairway.”

Jangan katakan: “You may enter the fairway.”

Katakan: “ANSWER. You have permission to enter the fairway

- Might

Jangan katakan: “I might enter the fairway.”

Katakan: “INTENTION. I will enter the fairway.”

- Should

Jangan katakan: “You should anchor in anchorage B 3.”

Katakan: “ADVICE. Anchor in anchorage B 3.”

- Could

Jangan katakan: “You could be running into danger.”

Katakan: “WARNING. You are running into danger.”

2) Kata “Can”

26

Kata “Can” menggambarkan kemungkinan atau kemampuan melakukan sesuatu. Di SMCP situasi di mana ungkapan menggunakan kata “Can” muncul membuat jelas apakah sebuah kemungkinan dirujuk. Dalam konteks yang ambigu, katakanlah, sebagai contohnya:

“QUESTION. Do I have permission to use the shallow draft fairway at this time?”,

Jangan katakan: “Can I use the shallow draft fairway at this time?”, Jika anda meminta izin.

(hal yang sama juga berlaku untuk kata “May”)

Catatan: Dalam semua kasus prosedur telepon radio sebagaimana diatur dalam peraturan ITU – Radio Regulations harus diperhatikan.

Fitur komunikasi dasar inilah yang harus dipahami betul oleh seluruh pelaut terlebih khusus untuk pelaut yang berlayar di perairan internasional, karena setiap poin yang ada di dalam ini adalah hal-hal yang penting yang dapat memudahkan komunikasi serta mendapatkan pemahaman yang lebih sederhana dari Bahasa Inggris pada umumnya.

Dokumen terkait