BAB 2 LANDASAN TEORITIS
2.1 Tinjauan Pustaka
2.1.4 Saham
4. Reksa dana campuran: merupakan reksa dana yang menginvestasikan dananya pada berbagai jenis sekuritas yang berbeda, baik di pasar modal maupun di pasar uang.
5. Reksa dana terproteksi: merupakan reksa dana yang memberikan proteksi atas nilai investasi awal investor melalui mekanisme pengelolaan portofolio.
Sedangkan menurut Panduan Investasi Di Pasar Modal Indonesia yang disusun leh BAPEPAM-LK (2003: 9) “saham adalah sertifikat yang menunjukkan bukti kepemilikan suatu perusahaan, dan pemegang saham memiliki hak klaim atas penghasilan dan aktiva perusahaan”.
Berdasarkan kedua pengertian diatas, secara sederhana, saham dapat didefinisikan sebagai tanda bukti penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan atas suatu perusahaan.
2.1.4.2 Jenis Saham
Terdapat beberapa sudut pandang dalam menggolongkan jenis-jenis saham. Ada berdasarkan cara peralihannya, berdasarkan kinerja keuangannya dan berdasarkan kemampuan hak tagih atau klaimnya. Dalam penelitian ini hanya akan dibahas jenis saham berdasarkan kemampuan hak tagihnya.
1. Saham Biasa (Common Stock)
Menurut Tandelilin (2010: 32) saham biasa menyatakan kepemilikan atas perusahaan. “Saham biasa adalah sertifikat yang menunjukkan bukti kepemilikan suatu perusahaan. Apabila investor memiliki satu juta lembar saham biasa suatu perusahaan atas total seratus juta lembar saham biasa yang beredar di pasar, maka ia memiliki satu persen perusahaan tersebut”.
Karakteristik saham biasa menurut Keown et.al. (2011: 273) :
- Hak pendapatan terakhir atas pendapatan laba yang diterima perusahaan.
- Hak klaim terakhir atas aktiva perusahaan jika perusahaan dilikuidasi.
- Memiliki hak suara untuk memilih dewan direksi perusahaan dan memiliki kewenangan untuk memberikan persetujuan atas anggaran dasar yang ditetapkan perusahaan.
- Pemegang saham biasa memiliki preemptive rights,yakni hak untuk mempertahankan proporsi saham dalam kepemilikan perusahaan. Ketika perusahaan menerbitkan saham baru, pemegang saham biasa diberikan hak untuk membeli terlebih dahulu.
2. Saham Preferen (Preferred Stock)
Menurut Ross, Westerfield dan Jaffe (2005: 392) “Preffered stock represents equity of a corporation, but it is different from common stock because it has preference over common stock in the payment of dividens and in the assets of
the corporation in the event of bakruptcy”. Saham preferen menunjukkan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan, tetapi berbeda dengan saham biasa karena saham preferen memiliki preferensi lebih dibandingkan saham biasa dalam hal pembayaran dividen dan atas aset-aset perusahaan apabila terjadi kebangkrutan (perusahaan).
Saham preferen sering disebut saham hybrid karena memiliki karekter gabungan antara saham biasa dan obligasi. Saham preferen menyatakan hak kepemilikan atas perusahaan, perusahaan penerbit saham preferen wajib membayar dividen kepada pemegang saham preferen, dan saham preferen diterbitkan tanpa memiliki jatuh tempo, semuanya sama dengan saham biasa. Namun saham preferen juga memiliki karakter yang sama dengan obligasi, yakni termasuk sebagai sekuritas dengan penghasilan tetap.
2.1.4.3 Return Saham
Sumber-sumber pendapatan investasi terdiri dari dua komponen utama, yaitu yield dan capital gain (loss).
o Yield merupakan komponen return yang mencerminkan aliran kas atau pendapatan yang diperoleh secara periodik dari suatu investasi. Jika kita berinvestasi pada obligasi misalnya, maka besarnya yield ditunjukkan dari dari bunga obligasi yang diterima. Demikian pula halnya dengan pembelian saham, yield ditunjukkan oleh besarnya dividen yang kita peroleh.
o Capital gain (loss) sebagai komponen kedua dari pendapatan merupakan kenaikan (penurunan) harga suatu surat berharga, yang bisa memberikan keuntungan (kerugian) bagi investor. Dengan kata lain, capital gain (loss) bisa juga diartikan sebagai perubahan harga sekuritas (Tandelilin, 2010: 102).
Total return yang diterima oleh investor secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut:
Totalreturn = yield + capital gain (loss)
Menghitung secara pasti besarnya return yang akan diperoleh dari suatu investasi merupakan tindakan yang sangat sulit dilakukan. Besarnya return tersebut hanya dapat diestimasikan. Expected return yang diharapkan oleh investor sering kali berbeda dengan actual return yang diterima oleh investor.
2.1.4.4 Risiko saham
Disamping memperhitungkan return, investor perlu mempertimbangkan faktor risiko sebagai dasar pengambilan keputusan sebelum melakukan investasi, karena keputusan investasi melibatkan trade-off antara keduanya. “Return and risk are opposite sides of the same coin”. (Jones, 2007: 143)
Berikut adalah beberapa sumber risiko yang dapat mempengaruhi besarnya risiko suatu investasi:
1. Risiko suku bunga : variabilitas return sekuritas yang disebabkan oleh perubahan tingkat suku bunga. Perubahannya biasanya berbanding terbalik. Jadi apabila tingkat suku bunga naik, maka harga saham akan turun, dengan asumsi ceteris paribus. Begitu pula sebaliknya.
2. Risiko pasar : variabilitas return saham yang disebabkan oleh fluktuasi yang terjadi pada pasar secara keseluruhan. Risiko pasar terutama berpengaruh besar terhadap saham biasa.
3. Risiko inflasi : fluktuasi tingkat return yang diperoleh oleh investor yang diakibatkan oleh kenaikan (penurunan) inflasi yang mempengaruh penurunan (peningkatan) daya beli masyarakat.
4. Risiko bisnis : risiko dalam menjalankan bisnis di suatu industri atau suatu lingkungan.
5. Risiko finansial : risiko yang diasosiasikan dengan penggunaan hutang sebagai sumber pembiayaan perusahaan. Semakin besar proporsi hutang dalam modal perusahaan, semakin besar risiko finansialnya.
6. Risiko likuiditas : risiko ini berkaitan dengan kecepatan suatu sekuritas yang diterbitkan perusahaan bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Semakin cepat suatu sekuritas dapat diperdagangkan, semakin likuid sekuritas tersebut.
Semakin tidak likuid suatu sekuritas, berarti semakin besar risiko likuiditas yang ditanggung perusahaan.
7. Risiko nilai tukar : variabilitas return sekuritas yang diterima investor yang disebabkan oleh fluktuasi nilai tukar mata uang asing.
8. Risiko negara : risiko yang berkaitan dengan kondisi politik suatu negara.
Stabilitas politik dan ekonomi negara tujuan investasi dapat mempengaruhi besar kecilnya risiko negara yang ditanggung investor.