BAB III METODOLOGI PENELITIAN
C. Sampel dan Populasi
Dalam penelitian ini, populasi yang digunakan dalam penelitian ini mengambil sampel anak dikelas TK A yaitu anak yang masih umur 4-5 tahun dari TK Negeri Pembina Kaur Utara yang dijadikan sebagai kelas
eksperimen dengan jumlan anak 16 Orang anak, dan di kelas TK A anak dari TK Pembina Kelam Tengah di desa rigangan III yang dijadikan sebagai kelas kontrol. Dengan jumlah anak 15 orang anak
Tabel 3.3 Jumlah Anak
KELAS KONTROL KELAS EKSPERIMEN
15 orang anak 16 orang anak
2. Sampel
Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Purposive adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu pertimbangan tertentu misalnya orang tersebut dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan, atas mungkin dia sebagai penguasa sehingga akan memudahkan peneliti menjelajahi objek situasi sosial yang teliti.
Subjek penelitian disini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a. Anak yang dimaksud adalah anak yang mempunyai umur 4-5 tahun b. Yang dipilih secara acak agar dapat melihat perkembangan motorik
halusnya.
3. Teknik Sampling
Dalam penelitian ini penarikan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampliing. Teknik purposive sampliingadalah teknik penelitian
sampel dengan penelitian tertentu.
Teknik purposive sampling ini digunakn berdasarkan pertimbangan bahwa kedua kelompok sampel dalam penelitian ini 31 anak dari kelas TK A yaitu kelas eksperiemen 16 di TK Pembina Desa Simpangan III Kaur Utara, dan Kelas kontrol 15 anak dari TK Pembina Desa Rigangan III Kelam Tengah.
D. Variabel Penelitian
Variabel adlah sebuah karakteristik yang terdapat pada individu atau benda yang menunjukan adanya perbedaan (variasi) nilai atau kondisi yang dimiliki pada penelitian ini variabelyang di teliti di bagi menjdi 2 kelompok yaitu:
1. Variabel independen (indepebdent variable)
Variabel ini sering disebut sebagai stimulus, prediktor, dan antecedent. Dalam bahasa indonesia sering disebut sebgai variabel bebas.
Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel dependen (terikat).
2. Variabel dependen (dependnt variable)
Variabel ini sering disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam bahasa indonesia sering disebutvariabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel ysng di pengaruhi atau menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan cara untuk memperoleh data dalam kegiatan penelitian yang mempengaruhi standar yang ditetapkan,Teknik pengumpulan data yang diguakanan dalam penelitaian ini adalah dalam pulan data cara untuk memperoleh data.
1. Observasi
Observasi sering diartikan sebagai aktivitas yang sempit, yakni memperhatikan sesuatu dengan mengunakan mata, dalam pengertian pisikologi observasi atau yang disebut juga dengan pengamatan, meliputi kegiatan pemutan perhatian terhadap suatu objek dengan mengunakan seluruh alat indra. Menurut Wina Sanjaya yaitu observasi merupakan teknik mengumpulkan data dengan cara mengamati setiap kejadian yang secara langsung dan mengunakan alat catatannya dengan alat observasi tentang hal-hal yang akan di amati atau di teliti alat bantu lainya yang digunakan untuk observasi dalam pengambilan gambar atau mengabadikan setiap kegiatan dengan mengunakan kamera. Observasi atau pengamtan dilakukan peneliti dibantu kolabulator kepada anak dengan cara melakukan pengamatan dan penelitian mengenai perkembangan motorik halus pada anak usia dini dengan mengunakan media dan sebagai bahan batu dalam penelitian tersebut
rxy = 2. Dokumentasi
Teknik dokumentasi adalah teknik mencari data dan informasi dalam bentuk buku, arsip, dokumen, tulisan angka dan gambar yang berupa laporan serta keterangan yang dapat mendukung penelitian.
3. Teknik Validitas an Reliabilitas Data 1. Teknik Validitas
Validitas adalah menunjukan sejauh mana suatu alat ukur mampu mengukur apa yang ingin di ukur. Suatu alat ukur yang menunjukan tingkat kevalitan suatu instrument. Pengukuran atau pengamatan yang berarti prinsip keandalan instrument dalam mengumpulkan data.53
Rumus Kolerasi Product Moment
Keterangan:
rxy = Koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y yang dikorelasikan (validitas butir soal).
N = Number of cases (jumlah responden uji coba).
∑xy = Jumlah perkalian antara skor X dan skor Y.
∑x = Jumlah seluruh skor X.
∑y = Jumlah seluruh skor Y.
53 Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Bandung: PT Alfabeta, 2019), h. 4.
N∑xy – (∑x)(∑y)
√
{N∑x2 – (∑x)2}{N∑y2 – (∑y)2k ∑ si
k – 1 st
r11= x
{
1- }
2. Teknik Reliabilitas Instrumen
Reliabilitas instrumen merupakan syarat untuk pengujian validitas instrumen. Instrumen dikatakan baik apabila instrumen tersebut valid dan reliable. Reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan rumus alpha sebagai berikut:
Rumus alpha
Keterangan:
r11 =Nilai reliabilitas
∑sb = Jumlah Varians Skor Tiap-Tiap item st = Varians total
k = jumlah item
4. Teknik Analisis Data
Untuk menganalisis data pada permasalahan dan untuk membuktikan hasil penelitian tentang “Pengaruh pengunaan media daun untuk melatih perkembangn motorik halus anak udia 4-5 tahun di TK Pembina simpang III, Kecamatan Kaur Utara Kabupaten Kaur”, maka peneliti mengunakan teknik analisa sebagai berikut:
1. Uji Prasyarat Analisa Data a. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui normal tidaknya suatu distribusi data. Hal ini penting diketahui berkaitan dengan ketetapan pemilihan uji statistik yang akan dipergunakan. Analisis kuantitatif dapat menggunakan statistik parametis dan nonparametis. Statistik parametis dapat digunakan untuk menganalisis data interval dan rasio jumlah sampel besar, serta berlandaskan ketentuan bahwa data yang akan dianalisis berdistribusi normal. Sedangkan jika data tidak berdistribusi normal maka dapat menggunakan statistik nonparametis.
Adapun pedoman pengambilan keputusan mengenai uji normalitas yaitu jika, nilai Sig. (Signifikansi) atau nilai probabilitas <
0.05 maka distribusi adalah tidak normal, sedangkan jika nilai Sig.
(Signifikansi) atau nilai probabilitas > 0.05 maka distribusi adalah normal. Uji normalitas dilakukan terhadap nilai pre test dan post test dua kelompok peserta didik (kelas eksperimen dan kelas kontrol). Jika kedua data berdistribusi normal, maka analisis data dilanjutkan dengan uji homogenitas varians untuk menentukan uji parametris yang sesuai.
Namun, jika data tidak berdistribusi normal, maka tidak dilakukan uji homogenitas varians tetapi langsung dilakukan uji kesamaan dua rerata (uji non-parametris).
b. Uji Homogenitas
Setelah pengujian kedua kelompok berdistribusi normal, maka dilanjutkan dengan uji homogenitas. Uji homogenitas varians dilakukan untuk mengetahui apakah kedua sampel yang diambil memiliki varians homogen atau tidak. Adapun pedoman pengambilan keputusan mengenai uji homogenitas adalah sebagai berikut:
a. Jika level signifiansi > 5%, maka data tersebut homogen.
b. Jika level signifiansi < 5%, maka data tersebut tidak homogen.
c. Uji Hipotesis
Uji hipotesis penelitian didasarkan pada data nilai pre test dan post test serta data Normalized Gain (N-Gain) baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol. “Bila sampel berkorelasi/berpasangan, misalnya membandingkan sebelum dan sesudah treatment (perlakuan), atau membandingkan kelas eksperimen dengan kelas kontrol maka digunakan t- test sample related.”
46 BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Disktipsi Tempat Penelitian
1. Sejarah Singat Berdirinya TK Negeri Pembina Kelam Tengah
TK Negeri pembina kelam tengah didirikan pada tahun 2008. Tokoh yang paling berjasa dalam membidangi lahirnya taman kanak-kanak negeri pembina kelam tengah adalah Syofni Lucy S.Ip sebagai kepala sekolah.
Syofni Lucy S.Ip yang merasa prihatin melihat banyak anak-anak usia 3-6 tahun yang orang tuanya bekerja di sebuah kantor dan tidak memiliki pengasuh dirumah, sementara TK Negeri pembina sangat strategis untuk menitipkan putra putrinya dengan pola asuh yang benar.
Maka ia berkeinginan keras untuk mendirikan sebuah taman kanak- kanak, dengan perjuangan yang penuh rintangan maka ia berhasil mendirikan sebuah taman kanak-kanak yang diberi nama TK Negeri Pembina Kelam Tengah. dengan motivasi dari teman-teman dan instansi terkait lainya maka taman kanak-kanak ini berjalan sesuai harapan.
a. Visi dan Misi TK Pembina Negeri Kelam Tengah Visi
Terwujudnya generasi yang beriman, cerdas dan mandiri.
Misi
Mengembangan dan melaksanakan kegiatan keagamaan serta budi pekerti, mengembangkan potensi yang dimiliki.
b. Tata Tertib Kelas
1) Berbaris Sebelum Masuk Kelas 2) Berdoa Sebelum Belajar
3) Absen
4) Membudidayakan Antri
5) Bersahabat Dengan Semua Teman.
Tabel 4.4
Profil Sekolah TK Negeri Pembina Kelam Tengah
No Identitas Sekolah Keterangan
1 Nama Sekolah Tk Negeri Pembina Kelam Tengah
2 Tahun Berdiri Tahun 2008
3 Tanggal Berdiri 27/03/2014
Tabel 4.5
Data Guru TK Negeri Pembina Kelam Tengah
NO Nama Guru Keterangan
1 Syofni Lucy S.Ip Kepalah Sekolah
2 Umseri Jalia S.Pd Sekretaris
3 Ijah Kurbania Bendahara
4 Septira Putriani Guru/Pendidik
5 Umseri Jalia S.Pd Guru/Pendidik
Tabel 4.6
Dena Ruangan TK Negeri Pembina Kelam Tengah
No Jenis Prasarana Jumlah
1 Ruang Kelas 1 Ruangan
2 Ruang Guru 1 Ruangan
3 Tempat Main 1 Ruangan
4 Gudang 1 Ruangan
Tabel 4.7
Daftar Nama Anak TK Negeri Pembina Kelam Tengah
No Nama Anak Jenis kelamin Umur anak
1 Arum Maria Perempuan 4
2 Adzakia Dinda Saufa Perempuan 5
3 Arief Wahyu Laki-Laki 5
4 Bungga Dwi Rahayu Perempuan 5
5 Albin Alfaredo Laki-Laki 5
6 Rangga Alik Saputra Laki-Laki 5
7 Zakira Fathia Zahra Perempuan 5
8 Deanda Perempuan 5
9 Muhammad Alfaroq Laki-Laki 5
10 Sangyang Perempuan 4
11 Amel Puri Perempuan 4
12 Raja Aditya Laki-Laki 5
13 Uswatun Hasana Perempuan 4
14 Azalea Perempuan 4
15 Anjas Putra Laki-Laki 5
Bagan 4.2
Struktur Organisasi TK Negeri Pembina Kelam Tengah Kepalah Sekolah
Syofni Lucy S.Ip
Bendahara Ijah Kurbania
Guru Kelas 1. Septira Putriani 2. Umseri Jualia S.Pd Sekretaris
Umseri Jalia S.Pd
2. Sejarah Singat Berdirinya TK Negeri Pembina kaur utara.
TK Negeri Pembina Kaur Utara berdiri pada tahun 2016 adalah sekolah yang berada di bawah naungan Yulita warni S.Pd TK Negeri Pembina Kaur Utara,dalam proses kegiatan belajar sambil bermain tidak hanya ditekankan pada kegiatan sebagaimana sekolah TK pada umumnya yang mengikuti kurikulum DIKNAS, tetapi ditunjang pula dengan pendidikan agama serta pembelajaran karakter didalamya.
Kelembagaan Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia memiliki peran penting dalam memacu peningkatan angka partisipasi anak mengikuti layanan PAUD yang kini mulai tersebar diberbagai lingkungan pendidikan, mulai dari pendidikan formal maupun non formal. Lembaga PAUD adalah suatu lembaga yang memberikan layanan pengasuhan, pendidikan dan pengembangan bagi anak usia 3 sampai enam tahun, baik yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah.
Anak pada hakikatnya adalah seorang individu yang memiliki pola perkembangan tertentu dan kebutuhan yang berbeda dengan orang dewasa.
Anak adalah manusia kecil yang memiliki potensi, tingkah laku dan karakteristik tertentu yang harus dikembangkan, sehingga saat ia dewasa semua potensi yang ada dapat ia gunakan untuk mencapai menjadi manusia yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama.
TK Negeri Pembina Kaur Utara, berusaha menumbuhkan bakat, minat dan potensi anak melalui belajar sambil bermain melalui penerapan pendidikan karakter`
a. Visi dan Misi TK Pembina Negeri Kaur Utara Visi
Menciptakan hubungan kerjasama antara masyarakat dan TK terpadu untuk menjadikan manusia cerdas dan mandiri.
Misi
1) Menciptakan suasana yang sehat, bersih, rapi dan indah
2) Menciptakan anak didik untuk belajar mandiri, melalui hubungan lingkungan
3) Memberikan rasa aman, nyaman kepada para wiswa untuk meningkatkan kecerdasan dengan cara belajar sambil bermain.
Menciptkan kepercayaan masyarakat terhadap TK terpadu untuk mengembangkan dirisebagai lembaga pendidikan dalam mendidik anak.
Tabel 4.8
Profil Tk Negeri Pembina Kaur Utara
No Identitas TK Keterangan
1 Nama Sekolah TK NEGERI PEMBINA
2 Alamat KEL, SIMPANG TIGA RT. 01
3 NPSN 69987013
4 NPWP 7667996.2.32.00
5 Tahun Berdiri Tahun 2016
6 Status Beraprasi 2016
7 Status Tanah Milik Pemerintah
Tabel 4.9
Data Guru Tk Negeri Pembina Kaur Utara
No Nama Guru Keterangan
1 Yulita Warni S.Pd AUD Kepalah Sekolah
2 Feby Komite
3 Ramona Siska Sekretaris
4 Irlis Harlisah Bendahara
5 Yulita Warni Guru/pendidik
6 Irlis Harlisah Guru/pendidik
7 Ramona Siska Guru/pendidik
Tabel 4.10
Dena Ruangan TK Negeri Pembina Kaur Utara
No Keterangan Jumlah
1 Ruang Kelas 3 Ruangan
2 WC 1 Ruangan
3 Ruang Kepalah Sekolah 1 Ruangan
4 Tempat Bermain 1 Ruangan
5 Dapur 1 Ruangan
Tabel 4.11
Daftar Nama Anak TK Negeri Pembina Kaur Utara
No Nama Anak Jenis kelamin Umur Anak
1 Abbas Jaya Indara Laki-Laki 5
2 Askiya Nurul Perempuan 5
3 Aliya Dinda Saufa Perempuan 5
4 Bagus Putra Malik Laki-Laki 5
5 Clara Anidia Putri Perempuan 5
6 Nazera Putri Hikma Perempuan 5
7 Airen Perempuan 5
8 Yugsu Pranata Laki-Laki 5
9 Muhammad Muzzaki Laki-Laki 5
10 Izza Ilma Ika Perempuan 5
11 Zhafa Azarah Perempuan 5
12 Kaizen Laki-Laki 4
13 Fardhan Laki-Laki 5
14 Eliza Syafitri Perempuan 4
15 Zazabella Perempuan 4
16 Nagita Bella Perempuan 4
Bagan 4.3
Struktur Organisasi TK Negeri Pembina Kaur Utara
Pembina TK Dinas Pendidikan Pls
Komite Feby Pengelolah TK
Yulita Warni S.Pd
Sekretaris Ramona Siska
Bendahara Irlis Herliza
Pendidik Yulita Warni S. Pd
Pendidik Irlis Herlisah
Pendidik Ramona Siska
Peserta didik
Masyarakat
B. Hasil Penelitian
Tabel 4.12 hasil uji validitas
Pernyataan variabel yang dinilai valid atau
tidak valid
Nilai p/nilai signifikan
r hitung r tabel Keterangan
Gerakan tangan
1. Mampu menggambil kuas dan di pindah kan ketempat lain
2. Mampu menpel media daun ke kertas
3. Mampu mengunakan jari untuk menempel
0,018
0,018
0,001
0,422
0,422
0,554
0,355
0,355
0,355
Valid
Valid
Valid
Menyusun media 1. Mampu mengangkat benda
2. Mampu
memindahkan benda dari satu tempat ketempat lain 3. Mampu menyusun dengan rapi
0,012
0,017
0,001
0,445
0,426
0,548
0,355
0,355
0,355
Valid
Valid
Valid
Kemampuan gerak 1. Anak dapat menempel mengikuti garis lurus 2. Anak dapat mewarnai mengikuti garis lengkung 3. Mampu mewarnai mengikuti garis
0,010
0,021
0,003
0,456
0,414
0,514
0,355
0,355
0,355
Valid
Valid
Valid
Mampu menempel media ke kertas
1. Kerapian dalam mempel dan mengelem 2. Keluwesan jari-jari ketika menempel 3. Anak mampu menyelesaikan menempel media dan hasilnya bersih
0,000
0,009
0,022
0,651
0,461
0,409
0,355
0,355
0,355
Valid Valid
Valid
Memindahkan benda/
media
1. Mampu mengerakan jari-jari tangan
2. Mampu mengengam benda
3. Mampu menggerakan jari tangan untuk
mengambil benda
0,000
0,001
0,011
0,621
0,546
0,449
0,355
0,355
0,355
Valid
Valid
Valid
Soal yang dikatakan valid atau tidak valid bisa dilihat dari nilai p/nilai signifikannya disetiap item pernyataan yang sudah terterah di tabel di atas. Untuk melihat lebih jelas valid atau tidaknya suatu pernyataan di lihat dari nilai r hitung lebih besar dari r tabel 0,355 dapat di lihat dari tabel di bawah ini:
Tabel 4.13 Validasi
No soal r hitung r tabel Keterangan
1 0,422 0,355 Valid
2 0,423 0,355 Valid
3 0,554 0,355 Valid
4 0,445 0,355 Valid
5 0,426 0,355 Valid
6 0,548 0,355 Valid
7 0,456 0,355 Valid
8 0,414 0,355 Valid
9 0,514 0,355 Valid
10 0,651 0,355 Valid
11 0,461 0,355 Valid
12 0,409 0,355 Valid
13 0,621 0,355 Valid
14 0,546 0,355 Valid
15 0,449 0,355 Valid
HASIL UJI RELIABILITAS
Tabel 4.14 Reliability
Hasil uji reliabilitas terhadap 16 item pernyataan yang valid diperoleh nilai Cronbach’s Alpha = 0,769 > 0,7 yang berarti item pernyataan dalam penelitian ini adalah reliabel.
Reliability Statistics
,769 15
Cronbach's
Alpha N of Items
HASIL UJI HOMOGENITAS
Oneway
Tabel 4.15
Hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa pada saat pre test diperoleh nilai p
= 0,609 > 0,05 yang berarti data homogen, dan pada saat post test diperoleh nilai p
= 0,732 > 0,05 yang berarti data homogen.
HASIL UJI NORMALITAS
NPar Tests
Tabel 4.16
Hasil uji normalitas data terhadap data Pre test kelas kontrol diperoleh nilai p
= 0,985 > 0,05 yang berarti data normal.
T est of Homogeneity of Variances
,268 1 29 ,609
,120 1 29 ,732
Pre Test Post Tes t
Levene
Statistic df1 df2 Sig.
O ne -Sample Kolmogor ov -Smir nov T e st
15 31,40 5,068 ,118 ,109 -,118 ,456 ,985 N
Mean
Std . Deviation Norm al Param etersa,b
Absolute Positive Negative Most Extrem e
Differenc es
Kolmog orov-Smirnov Z Asym p. Sig. (2-tailed)
Pre Test Kelas Ko ntrol
Test d istribution is Norm al.
a.
Calculated from da ta.
b.
NPar Tests
Tabel 4.17
Hasil uji normalitas data terhadap data Post test kelas kontrol diperoleh nilai p
= 0,981 > 0,05 yang berarti data normal.
NPar Tests
Tabel 4.18
Hasil uji normalitas data terhadap data Pre test kelas eksperimen diperoleh nilai p = 0,998 > 0,05 yang berarti data normal.
O ne -Sample Kolmogor ov -Smir nov T e st
15 32,53 4,642 ,121 ,109 -,121 ,468 ,981 N
Mean
Std . Deviation Norm al Param etersa,b
Absolute Positive Negative Most Extrem e
Differenc es
Kolmog orov-Smirnov Z Asym p. Sig. (2-tailed)
Post Tes t Kelas Ko ntrol
Test d istribution is Norm al.
a.
Calculated from da ta.
b.
O ne -Sample Kolmogorov -Smirnov T e st
16 29,00 5,215 ,098 ,092 -,098 ,391 ,998 N
Mean
Std . De viation Norm al Param etersa,b
Absolute Positive Negative Most Extrem e
Differenc es
Kolmogo rov-Smirn ov Z Asym p. Sig. (2 -tailed)
Pre Test Kelas Eksperimen
Test distributio n is No rm al.
a.
Calcula ted from data.
b.
NPar Tests
Tabel 4.19
Hasil uji normalitas data terhadap data Post test kelas eksperimen diperoleh nilai p = 0,529 > 0,05 yang berarti data normal.
C. Hasil Uji T Kelas Kontrol
T-Test
Tabel 4.20
Hasil uji Paired samples test terhadap data pre test kelas kontrol dengan post test kelas kontrol diperoleh nilai p = 0,066 > 0,05, yang berarti tidak terdapat pengaruh penggunaan media kolase untuk meningkatkan kemampuan motorik
O ne -Sample Kolmogorov -Smirnov T e st
16 33,19 5,023 ,202 ,202 -,151 ,810 ,529 N
Mean
Std . De viation Norm al Param etersa,b
Absolute Positive Negative Most Extrem e
Differenc es
Kolmogo rov-Smirn ov Z Asym p. Sig. (2 -tailed)
Post Tes t Kelas Eksperimen
Test distributio n is No rm al.
a.
Calcula ted from data.
b.
Paired Samples Test
-1,133 2,200 ,568 -2,351 ,085 -1,996 14 ,066 Pre Test Kelas Kontrol -
Post Tes t Kelas Kontrol Pair
1
Mean Std. Deviation Std. Error
Mean Lower Upper 95% Confidence
Interval of the Differenc e Paired Differenc es
t df Sig. (2-tailed)
halus anak usia dini 4-5 tahun di TK Negeri Pembina Kelam Tengah Desa Rigangan III.
D. Hasil Uji T Kelas Eksperimen
T-Test
Tabel 4.21
Hasil uji Paired samples test terhadap data pre test kelas eksperimen dengan post test kelas eksperimen diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh penggunaan media daun untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini 4-5 tahun di TK Negeri Pembina Kaur Utara Desa Simpang III.
E. Pembahasan
Dari hasil penelitian, di TK Negeri Pembina Kaur Utara masih banyak anak-anak yang bermasalah pada motorik halusnya, seperti menulis masih banyak anak menulis belum rapi, mengunting juga masih banyak anak belum bisa mengunting rapi mengikuti pola yang sudah di berikan, oleh karena itu pentingnya melatih motorik halus pada anak usia dini.
Paired Samples Test
-4,188 2,971 ,743 -5,771 -2,604 -5,637 15 ,000 Pre Test Kelas
Eksperimen - Post Test Kelas Eksperimen Pair
1
Mean Std. Deviation Std. Error
Mean Lower Upper 95% Confidence
Interval of the Difference Paired Differences
t df Sig. (2-tailed)
Berdasarkan hasil penelitian, diketahui juga di desa simpang III kaur utara dan desa rigangan III terdapat TK Negeri Pembina Kaur Utara dan TK Negeri Pembina Kelam Tengah.
Penelitian dalam hal ini mengambil sampel penelitian yakni dari TK Negeri Pembina Kaur sebagai kelas eksperimen sebanyak 16 orang anak dan TK Negeri Pembina Kelam Tengah sebagai kelas control sebanyak 15 orang anak dengan jumlah keseluruhan anak sebanyak 31 anak yang di jadikan sampel.
Tujuan riset ini buat mengenali akibat pemakaian media daun guna melatih motori halus anak usia dini 4-5 tahun, dimana motik halus anak sangaat lah penting yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Dan penegrtian motoric sendiri iyalah brangsangan, dalam permebangan kemampuan mototik anak itu sendiri.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti di Desa Simpang III, Kaur Utara, dan Desa Rigangan III dapat diketahui dari nilai r hitung yang lebih besar dari nilai r tabel sebesar 0,444 bahwa pernyataan masing-masing instrumen pengamatan adalah asli atau tidak valid. . Jika sebuah pernyataan dianggap asli, itu harus lebih besar dari 0,444 dalam r tabel.
Terdapat skor Cronbach's Alpha sebesar 0,769 > 0,7 yang menunjukkan bahwa 16 item pernyataan yang valid dalam penelitian ini kredibel.
Selain itu, penelitian menemukan bahwa data post-test kelas kontrol memperoleh nilai p 0,981 > 0,05, yang menunjukkan bahwa data tersebut
normal, berdasarkan temuan. Data pre-test dari kelas kontrol memiliki nilai p- value 0,985>0,05 yang menunjukkan bahwa data tersebut secara statistik normal.
Konsistensi data class-to-class P value = 0,998>0,05 menunjukkan bahwa data sebelum dilakukan pengujian normal. Data post-test dari kelas eksperimen memiliki nilai p sebesar 0,529% yang menunjukkan bahwa data tersebut normal.
P = 0,000 0,05 Hasil uji sampel berpasangan pada data pre-test kelas eksperimen dengan post-test kelas eksperimen menunjukkan bahwa penggunaan media daun di TK Negeri Pembina Kaur meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini usia 4-5 tahun. Tidak jauh dari desa Simpang III. Pemanfaatan media daun di TK Negeri Pembina Kaur Utara untuk mengajarkan motorik halus pada anak usia 4 sampai 5 tahun memberikan dampak positif. P = 0,066 > 0,05 menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh pemanfaatan materi kolase terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak PAUD 4-5 tahun di TK Negeri Pembina. Tengah Desa Rigangan III: Kegelapan. TK Negeri Pembina Kelam Tengah tidak menggunakan media kolase untuk mengajarkan kemampuan motorik halus anak usia dini 4-5 tahun.
Maka dari hasiltersebut dapat dilihat hipotesis nya sebagai berikut:
Ha : ada pengaruh penggunaan media daun untuk meningkatkan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TK Pembina Desa Simpang III Kaur Utara.
Ho : Tidak Ada Pengaruh kegiatan kolase terhadap perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TK Pembina Desa Rigangan III Kelam Tengah.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitain yang telah peneliti lakukan menggenai penggaruh penggunaan media daun untuk melatih motorik halus anak 4-5 tahun di TK Negeri Pembina Kaur Utara. Maka dapat di tarik kesimpulan bahwa perhitungan di tinjau dari hasil uji T yaitu :
Hasil uji Paired samples test terhadap data pre test kelas kontrol dengan post test kelas kontrol diperoleh nilai p = 0,066 > 0,05, yang berarti tidak terdapat pengaruh penggunaan media kolase untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini 4-5 tahun di TK Negeri Pembina Kelam Tengah Desa Rigangan III.
Hasil uji Paired samples test terhadap data pre test kelas eksperimen dengan post test kelas eksperimen diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh penggunaan media daun untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini 4-5 tahun di TK Negeri Pembina Kaur Utara Desa Simpang III.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan mengenai penggaruh penggunaan media daun untuk melatih motorik halus anak 4-5 tahun di TK Negeri Pembina Kaur Utara. Ada beberapa saran dari peneliti yang dapat peneliti sanpai kan agar lebih baik lagi kedepanya, antara lain: