• Tidak ada hasil yang ditemukan

5. Kebersihan Pakaian

5.2 SARAN

36

Universitas Binawan BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

Universitas Binawan DAFTAR PUSTAKA

1. Gulgun M, Balci, E., Karaoglu, A., Babacan, O., & Türker, T. 2013.

Pedikulosis kapitis: prevalence and its associated factors in primary school children living in rural and urban areas in Kayseri, Turkey. Central Europe Journal Public Health, 21, 104.

2. Damayanti, S. “Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian Pedikulosis kapitis Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri Kloposawit, Turi,Sleman, Yogyakarta,” Jurnal Kesehatan Masyarakat, vol. 11, no. 1, 2018, doi:

10.47317/jkm.v11i1.71.

3. Azhar, S. L. Y. A. 2019. Hubungan antara Kebersihan Diri dan Jenis Kelamin dengan Kejadian Pedikulosis kapitis Pada Murid SDN. 018455 Desa Tanah Tinggi Kec. Air Putih Kab. Batubara Prov. Sumatera Utara. Hal 7. Tugas Akhir. Medan. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

4. Hadi, T. M. F. 2018. Hubungan Personal Hygiene dan Tingkat Pengetahuan dengan Kejadian Pedikulosis kapitis di Pondok Pesantren Ma’hadul Muta’alimin di Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi. Hal 9. Tugas Akhir. Madiun. STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun.

5. Hardiyanti, N.I, Kurniawan, B. and Mutiara, H. “Hubungan Personal Hygiene terhadap Kejadian Pedikulosis kapitis pada Santriwati di Pesantren Jabal An- Nur Al-Islami Kecamatan Teluk Betung Barat Bandar Lampung,” J.

Agromedicine, vol. 6, no. 1, pp. 38–45, 2019, [Online]. Available:

http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/23283.

6. Nurdiani, C. U. 2020. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pedikulosis kapitis pada Anak-anak umur 6-12 Taun di Pondok Pesantren Sirojan Mustaqim dan Penduduk RW 03 Kelurahan Pondok Ranggon Kecamatan Cipayung Jakarta Timur. Hal 39-47. Jurnal. Jakarta. Univeristas Husni Thamrin.

7. Handoko, RP. 2015. Pedikulosis. Dalam: Menaldi, Sri Linuwih SW. (Editor).

Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Badan Penerbit FKUI, Jakarta, Indonesia.

134- 145.

8. Norsiah, R. W. 2017. Pedikulosis kapitis dan Personal Hygiene Pada Anak SD di Daerah Pedesaan Kotamadya BanjarBaru. Poltekkes Kemenkes Banjarmasin. Hal 65-71. Jurnal. Banjarmasin. Kalimantan Selatan.

9. Hidayat, A. A. A. 2013. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan Edisi 2.

Jakarta: Salemba Medika.

10. Frankowski, Barbara L., Joseph A. Bocchini, Jr and Council on School Health and Committee on Infectious Diseases. 2012. Head Lice. Journal Pediatrics. Hal : 392-403.

11. Leung, Alexander KC., Fong, Justin HS. dan Rojas, Alfredo Pinto. 2013. In Vitro Efficacy of Synthetic Skin Repellent IR3535 on Head Lice (Pedikulosis kapitis). PubMed. 19(6): 369-373.

12. Badan Pusat Statistik Kota Jakarta Timur. 2020. Kecamatan Kramat Jati dalam Angka 2020. Diakses pada tanggal 2 Februari 2020 melalui https://jaktimkota.bps.go.id/.

13. Inge. S. 2017. Parasitologi Kedokteran, edisi keempat cetakan ke -7. Jakarta:

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Universitas Binawan 14. Ranchman Z. 2014. Faktor-Faktor Yang Berhubunngan Dengan Kejadian Pedikulosis Capitis Pada Santri Pesantren Rhodlotul Quran Semarang. Hal 45-49. (Tugas Akhir). Semarang. Fakultas Kedokteran Diponegoro.

15. Rahman, Zakaria A. dan Malik, Diah A. 2014. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Pedikulosis kapitis pada Santri Pesantren Rhodlotul Quran Semarang. Jurnal Media Medika Muda. 3(1): 1-17

16. Hadidjaja, P. 2011. Dasar Parasitologi Klinik. Edisi I. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

17. Veracz, A., Raoult, D. 2012. Biology and Genetics of Human Head and Body Lice. Trends in Parasitology. 28: 563-571. Diakses pada tanggal 4 Desember 2021 melalui https://www.cdc.gov/dpdx/pediculosis/

18. Weems, H. V. Jr. and T. R. Fasulo. 2013. Human Lice: Body Louse, Pediculus humanus humanus Linnaeus and Head Louse, Pediculus humanus capitis De Geer (Insecta: Phthiraptera (=Anoplura): Pediculidae). Ifas Extension. University Of Florida.

19. Eliska. N. 2015. Pedikulosis kapitis. Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Rumah Sakit Dr.

Mohamad Hoesin Plembang (Naskah Publikasi). Palembang. Diakses pada tanggal 12 Januari 2022.

20. Tarwoto & Wartono. 2014. Kebutuhan dasar manusia dan proses keperawatan Edisi 5. Jakarta: Salemba Medika.

21. Health, victoria, Australia. 2011. Treating and controlling head lice.

http://health.vic.gov.au/headlice/. Diakses tanggal 29 Januari 2022.

22. Perry dan potter. 2012. Fundamental Perawatan. Edisi IV. Jakarta: EGC 23. Rostamailis. 2005. Perawatan Badan, Kulit dan Rambut. Jakarta: Rhineka

Cipta.

24. W. A. Nadira, E. Sulistyaningsih, and D. A. Rachmawati, “Hubungan antara Personal hygiene dan Kepadatan Hunian dengan Kejadian Pedikulosis Correlation between Personal hygiene and Household Overcrowding to the Incidence of,” Jurnal agromedicine Med. Sci., vol. 6, no. 3, pp. 161–167, 2020.

25. Anifah, Siti Nur. 2018. Hubungan antara Tingkat Personal Hygiene dengan Kejadian Pedikulosis kapitis Anak Sekolah Dasar. Hal 61-65. Jurnal. Kendal.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal.

26. Notoatmodjo, Soekidjo. 2012. Kesehatan Masyarakat Ilmu Dan Seni. Jakarta:

Rineka Cipta.

27. Karimah, A., R.M N. Hidayah, dan A. Dahlan. 2016. Prevalence and Predisposing Factors of Pedikulosis kapitis on Elementary School Students at Jatinangor. Althea Medical Journal. 3(2): 254-258

28. Departemen Kesehatan. 2009. Kategori Usia Menurut Departemen Kesehatan. Diakses pada tanggal 6 April 2022 melalui https://depkes.go.id/.

29. Suweta, Ni Putu Tamara Bidari. 2021. Prevalensi Pedikulosis kapitis dan Faktor Risiko Infestasinya pada Anak di SD No. 6 Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Bandung. Hal 54-59. Jurnal. Bali. Universitas Udayana.

Universitas Binawan 30. Canyon DV, Speare R. Indirect transmission of head lice via inanimate

objects. The Open Dermatology Journal, 2010; 4: 72-6.

31. Maharani, A. Pandaleke, H. E. J. Niode, N. J. 2020. “Hubungan Kebersihan Kepala dengan Pedikulosis kapitis pada Komunitas Dinding di Pasar Bersehati Manado”. Hal 163-171. Jurnal. Universitas Sam Ratulangi.

[Online]. Available: https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/eclinic

32. Auliawati, E. 2013. Kualitas Sediaan Permanen Pediculus humanus capitis dengan viariasi waktu perendaman dalam KOH 10%. Tugas Akhir.

Universitas Muhammadiyah Semarang.

33. Nutong, T. N. N. 2018. Perbandingan KOH 10% dengan Pemanasan dan Tanpa Pemanasan Terhadap Kualitas Preparat Awetan. Jurnal. Universitas Muhammadiyah Semarang.

34. Iswara, A. 2017. Variasi Konsentrasi KOH dan Waktu Clearing terhadap Kualitas Preparat Awetan Pediculus humanus capitis. Prosing Seminar.

Universitas Muhammadiyah Semarang.

35. Anisah, A. A. 2019. Variasi Waktu Perendaman Alkohol Pada Preparat Awetan Ctenocepalides canis. Jurnal. Fakultas Ilmu Keperawatan Dan Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Semarang.

Universitas Binawan

Universitas Binawan

Universitas Binawan

Universitas Binawan

Universitas Binawan

Universitas Binawan

Universitas Binawan

Universitas Binawan

LAMPIRAN 7

PENJELASAN SEBELUM PENELITIAN

Perkenalkan nama saya Anik Indri Febriana mahasiswi program studi D-IV Teknologi Laboratorium Medis Universitas Binawan yang beralamat di Jalan Dewi Sartika No. 25-30, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, bermaksud melakukan penelitian dengan judul “Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Pedikulosis kapitis pada Balita dan Anak di Lingkungan RT 007 RW 011 Kelurahan Cawang Kramat Jati Jakarta Timur”. Penelitian ini dilakukan sebagai salah satu kegiatan dalam menyelesaikan proses studi saya di Diploma IV Program Studi Teknologi Laboratorium Medis Universitas Binawan.

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan personal hyegiene dengan kejadian Pedikulosis kapitis pada Balita dan Anak di lingkungan RT 007 RW 011 Cawang Kramat Jati Jakarta Timur. Adapun manfaat penelitian ini untuk mendapatkan pengetahuan tentang penyakit kutu, faktor resiko serta pencegahannya, sehingga dapat memberi motivasi untuk hidup bersih dan sehat.

Terimakasih saya ucapkan kepada Bapak/Ibu yang telah bersedia anaknya ikut serta dalam penelitian ini. Keikutsertaan anak Bapak/Ibu dalam penelitian ini akan menyumbangkan sesuatu yang berguna bagi ilmu pengetahuan. Setelah memahami berbagai hal yang menyangkut penelitiaan ini diharapkan orang bersedia mengisi lembar persetujuan yang telah saya siapkan.

Jakarta, 04 Juni 2022

(Anik Indri Febriana)

Universitas Binawan LAMPIRAN 8

PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI RESPONDEN

Setelah mendapatkan cukup informasi dan mengetahui pentingnya penelitian ini, maka dengan ini saya menyatakan bersedia untuk mengizinkan anak saya menjadi responden dalam penelitian tersebut di atas. Saya mengerti bahwa saya dapat menolak untuk ikut dalam penelitian. Saya sadar bahwa saya dapat mengundurkan diri dari penelitian ini kapan saja saya mau.

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama :

Jenis kelamin : Laki-laki/perempuan*

Tempat/Tgl lahir

: Umur : thn

No.Telp/Hp :

Wali dari :

Nama :

Jenis kelamin : Laki-laki/perempuan*

Tempat/Tgl lahir

: Umur : thn

Demikian pernyataan ini dibuat, tanpa adanya paksaan dari pihak manapun dan agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Jakarta, -- Juni 2022 Saksi,

(………..…….)

Yang menyetujui,

(………..…….)

Universitas Binawan LAMPIRAN 9

HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN

PEDIKULOSIS KAPITIS PADA BALITA DAN ANAK DI RT 007 RW 011 KELURAHAN CAWANG KRAMAT JATI JAKARTA TIMUR

Nomor Responden

Tanggal :………

Dokumen terkait