BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
6.2 Saran
1. Bagi SMK Budhi Warman II, disarankan untuk memberikan edukasi terkait gizi remaja putri dengaan mengundang ahli gizi atau praktisi kesehatan terkait mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi remaja putri dan pengetahuan mengenai body image dan pola diet yang cocok untuk usia remaja.
2. Pada penelitian selanjutnya, disarankan untuk meneliti juga mengenai pengaruh faktor lain seperti perilaku makan dan asupan zat gizi. selain itu juga dapat melakukan penelitian dengan melanjutkan pada intervensi seperti penyuluhan terkait penelitian untuk melihat sejauh mana peningkatan setiap variable sebelum dan sesudah intervensi.
Program Studi Ilmu Gizi STIKes Binawan DAFTAR PUSTAKA
Aini, Nur Syarifatun. 2013. Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Gizi Lebih Pada Remaja di Perkotaan. Unnes Journal of Public Health.
Alipoor, S. 2009. Analysis of the Relationship between Eating Attitudes and Body Shape in Female Student. Journal Of Applied Sciences. 9(10): 1994-1997 Almatsier, S. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : Penerbit PT Gramedia
Pustaka Utama.
Amelia, F. 2008. Konsumsi Pangan, Pengetahuan Gizi, Aktivitas Fisik, dan Status Gizi pada Remaja di Kota Sungai Penuh Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi.[Skripsi]. Bogor: Intitut Pertanian Bogor.
Amirin, T., 2011, Populasi Dan Sampel Penelitian 4: Ukuran Sampel Rumus Slovin. Erlangga, Jakarta
Anggraeni, Sebtina D. 2015. Hubungan Antara Body Image Dengan Frekuensi Makan, Jenis Makanan Dan Status Gizi Remaja Putri Di Sma Negeri 7 Surakarta [Skripsi]. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhamadiyah Surakarta. Surakarta.
Arisman. 2010. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran EGC.
BKKBN, 2013. (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) Kesehatan Remaja. Diakses pada 9 Oktober 2017, dari http://www.menegpp.go.id/v2/indeks.phhp/datadaninformasi/kesehatan.
Brown, Judith E. 2013. Nutrition Throught The Life Cycle (Sixth Edition).
Wadsworth: USA
Cash, F. Thomas and Smolak, Linda. 2011. A Handbook of Science, Practice, and Prevention. New York: The Guilford.
Chiolero, A dkk. 2008. Consequences of Smoking for Body Weight, Body Fat Distribution, and Insulin Resistence. American Journal of Clinical Nutrition 87, 801-9
Darmadi, Riska H.R. 2012. Analisis Regresi Logistik Untuk Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Remaja. Medical Journal of Andalas University. Volume 36, No.1, Jan-Jun 2012.
Departemen Kesehatan RI. (2010). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2009.
Jakarta; Bakti Husada.
Program Studi Ilmu Gizi STIKes Binawan Suyogo, . 2011. Gizi Remaja Putri. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran UI:
Jakarta.
Dieny, Fillah F. 2007. Hubungan Body Image, Aktivitras Fisik, Asupan Energi dan Protein dengan Status Gizi pada Siswi SMA. [Skripsi]Fakultas Kedokteran UNDIP: Semarang
Di Pietro M. And Da Silveira XD. Intrenal Validity, Dimentionality and Performance of The Body Shape Questionnaire in A Group of Brazilian College Student. Brazilia Journal Psychiatry, 2008. No.3.p.1-4
Elnovriza, D. Bachtiar, H. dan Yenrina. 2009. Hubungan Pengetahuan dan Asupan Gizi dengan Status Gizi Mahasiswa di Asrama Universitas Andalas. Padang: Univrsitas Andalas.
Emilia,E, 2008. Pengembangan Alat Ukur Pengetahuan, Sikap, dam Praktek Gizi pada Remaja. [Disertasi]. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.
Emalia, E. 2009. Pengetahuan, Sikap dan Praktek Gizi pada Remaja dan Implikasinya pada Sosialisasi Perilaku Hidup Sehat. Media Pendidikan Gizi dan Kuliner. Vol.1 No.1
Epridawati, DD. 2012. Hubungan Pengetahuan Tentang Gizi dengan Status Gizi Siswa SMP di Kecamatan Karjo Kabupaten Karanganyar. [Skripsi].
UMS. Surakarta
Erison, M., 2014, Hubungan Antara Body Image dan kebiasaan Makan dengan Status Gizi Remaja di SMA Padang. [Skripsi]. Bogor: Intitut Pertanian Bogor.
Fatah, A,. 2011. Keterkaitan Remaja dalam Perkembangan Media Massa. [Karya Tulis Ilmiah]. Jakarta
Florence, A.G., 2017. Hubungan Pengetahuan Gizi dan Pola Konsumsi Dengan Status Gizi Pada Mahasiswa TPB Sekolah Bisnis dan Manajemen Institusi Teknologi Bandung. [Skripsi]. Universitas Pasundan: Bandung Gragon, S., 2008, Body Image: Understanding Body Dissatisfaction in Men,
Women, and Children. East Sussex: Routledge
GSHS (Global School-based Student Health Survey), 2015.[Online] dari http://www.who.int/chp/gshs/Indonesia_2015_factsheet.pdf. [17 Oktober 2017]
Hasdianah, HR., 2014. Pemanfaatan Gizi,Diet, dan Obesitas. Yogyakarta: Nuha Medika.
Program Studi Ilmu Gizi STIKes Binawan Hastuti, J., 2013. Anthropometry and Body Composition of Indonesian Adults: An Evaluation of Body Image, Eating Behaviours, and Physical Activity.
Queensland University of Technology. PhD Thesis
Hizira, S. 2008. Hubungan Pola Konsumsi dan Status Gizi Penderita Tuberkulosis. diakses pada 20 November 2017 dari http://www.scribd.com/doc.
Huq, A.K, Obidul. 2011. Studies on the Behavior Changes Among Adolescent Smokers and Their Nutritional Status. J. Envior. Sci. & Natural Resource, 4 (2): 7-12.
IPAQ, 2005. Guidelines For Data Processing and Analusis of The International Physical Activity Questionnaire (IPAQ)
KepMen, 2010. Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak Jakarta:
Direktorat Jendral bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak.
Khasanah, Daimatul. 2016. Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Status Gizi Remaja Putri Di Pondok Pesantren Ta’mirul Islam Surakarta (Skripsi). Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhamadiya Surakarta.Surakarta.
Kurnianingsih, Y., 2009. Hubungan Faktor Indovidu dan Lingkungan Terhadap Diet Penurunan Berat Badan pada Remaja Putri di SMA 4 Terpilih Depok Tahun 2009. [Skripsi]. FKM UI: Depok
Kusumajaya,Ngurah.A.A, 2007. Persepsi Remaja Terhadap Body Image (Citra Tubuh) Kaitannnya dengan Pola Konsumsi Makan dan Status Gizi.
Jurnal Skala Husada, 5(2); 114-25
Laus, Maria Fernanda, 2013. Body Image Dissatisfaction. Nutritional Status, and Eating Attitudes in Adolescents. Acta Scientiarum. Health Sciences Maringa, Vol 35, No 2, Hal 243-237, July-Dec.
Longe, Jacquelin. 2008. The Gate Encyclopedia of Diets. New York: The Gale Group
Mardayanti, P, 2008, Hubungan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Status Gizi pada Siswa Kelas 8 di SLTPN 7 Bogor (Skripsi). Jurusan Gizi Universitas Indonesia, Depok.
Mardhina, S., 2014. Hubungan Pengetahuan Gizi dan Body Image dengan Frekuensi Konsumsi Fast Food Remaja Putri SMK N 4 Surakarta.
[Skripsi]. UMS: Surakarta.
Marmi. 2013. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Program Studi Ilmu Gizi STIKes Binawan Mendonca, Karla L., 2014. Does Nutritional Status Interfere with Adolencents’
Body Image Perception. Journal of Eating Behavior.Vol 15 (2014) 509- 512.
Mulia, Dina Dwi, 2013, Hubungan Konsumsi Makanan dan Aktivitas Fisik Serta Citra Tubuh Terhadap Status Gizi Pada Mahasiswa FKM UI Tahun 2012.[Skripsi]. Universitas Indonesia.
Muniroh, 2008. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perbedaan Status Gizi Remaja Putri di Daerah Perkotaan dan Pedesaan Kabupaten Jombang.
[Skripsi]. Universitas Airlangga. Surabaya.
Naude, Celeste E. 2011. Growth and Weight Status in Treatment-Naive 12-16 Years Old Adolencents with Alcohol Use Disorders in Cape Town,South Africa. Nutrition Journal, 10:87.
Ningsih, T. dan Taman, A. 2014. Pengaruh Disiplin Belajar dan Teman Sebaya di Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Akutansi Perusahaan Jasa. Kajian Pendidikan Akutansi Indonesia Edisi 6. Yogyakarta
Nix S. 2012. Williams’ Basic Nutrition and Diet Therapy 14th ed. Mosby;.USA Notoatmodjo, S., 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta Nursalam dan Efendi, 2008. Pendidikan Dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba
Medika.
Nurudin, 2007. Pengantar Komunikasi Massa. Malang: Cespur
Pratiwi, 2017. Dampak Sosial Media terhadap Kehidupan Remaja. [Artikel Online]. http://www.kompasiana.com. Diakses pada 22 Oktober 2017 Putri, LN. 2014. Hubungan Pola Konsumsi Fast food Dengan Kejadian
Overweight Pada Remaja Putri Di SMA Batik 1 Surakarta (Skripsi).
Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Rahayu, Santi D. dan Filla, Fithra D. 2012. Citra Tubuh, Pendidikan Ibu, Pendapatan Keluarga, Pengetahuan Gizi, Perilaku Makan dan Asupan Zat Besi pada Siswi SMA. Media Medika Indonesia Vol.46 No. 3.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). 2007. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2013. Diakses: 17 Mei 2018, dari http://www.depkes.go.id.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). 2010. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2013. Diakses: 9 Oktober 2017, dari http://www.depkes.go.id.
Program Studi Ilmu Gizi STIKes Binawan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2013. Diakses: 9 Oktober 2017, dari http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesda s%20 2013.pdf.
Rochman, Iftia dan Merryana, Adriani. 2013. Hubungan Gaya Hidup dengan Status Gizi Remaja. Media Gizi Indonesia, Vol 9, No. 1 Januari-Juni 2013: hlm, 36-41.
Sada, Merinta. Veni Hadju dan Djunaedi M.Dachlan. 2012. Hubungan Body Image, Pengetahuan Gizi Seimbang, Dan Aktifitas Fisik Terhadap Status Gizi Mahasiswa Politeknik Kesehatan Jayapura. Jurnal
Sahputri, 2015. Hubungan Antara Status Gizi dan Gambaran Tubuh Remaja Putri di SMA Negeri 3 Cimahi.[Skripsi]. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah: Jakarta
Savitri, Wulan, 2015. Hubungan Body Image, Pola Konsumsi dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Siswi SMAN 63 Jakarta Tahun 2015 [Skrips].
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah: Jakarta
Serly, Vicenna. Sofian, A dan Ernalia, Y. 2015. Hubungan Body Image, Asupan Energi Dan Aktivitas Fisik Dengan Status Gizi Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau Angkatan 2014 vol.2 No.2.
Journal Of Medical Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Riau.
Sediaoetama, A. Djaeni. 2006, Ilmu Gizi Untuk Mahasiswa dan Profesi Di Indonesia. Jakarta: PT.Dian Rakyat.
Simanjuntak, Sri Rejeki Norintan Pertama, 2009, Perspesi Remaja Tentang Body Image Ditinjau Dari Konsep Diri. Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata: Semarang.
Sivert dan Sinanovic, 2008. Body Dissatisfaction- is a AGE Factor?. Journal of Tulza, Philosophy, Sociology, psychology and History. Vol 7 No.1, 55- 61.
Stender, S., Dyerberg, J., Astrup, A. 2007. Fast Food Unfriendly and Unhealthy.
London : International Journal of Obesity. Diakses : 24 November 2017.
http://www.ncbi.nlm.nih.gov.
Supariasa, I.DN. Bakri, B. dan Fajar, I. 2013. Penilaian Status Gizi (Edisi Revisi).
Jakarta: EGC.
Sugiyono, 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Surya. H, 2009. Menjadi Manusia Pembelajar. Jakarta: Gramedia.
Program Studi Ilmu Gizi STIKes Binawan Swarjana, Ketut, 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta:ANDI.
Syahrir, N., Thaha, A.R., Jafar, N., 2013. Pengetahuan Gizi, Body Image Dan Status Gizi Remaja di SMA Islam Athirah Kota Makasar Tahun 2013.
Program Studi Ilmu Gizi Fakuktas Kesehatan Masyarakat Universits Hasanuddin Makasar.
Triyusanti, Erma. 2015. Hubungan Pola Makan Seimbang dengan Status Gizi Remaja Putri di SMA Negeri 2 Ponorogo (Skripsi). Fakultas Ilmu Keseatan Universitas Muhamadiyah Ponorogo. Ponorogo.
UNICEF. 2012. Indonesia Laporan Tahunan. UNICEF: Geneva
Verawati, Ratna. 2015. Hubungan Antara Body Image Dengan Pola Makan Dan Status Gizi Remaja Putri Di Smp Al Islam 1 Surakarta (Skripsi). Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhamadiyah Surakarta. Surakarta.
Wardlaw, G.M. & Jeffrey, S. H. 2007. Perspectives in Nutrition. Seventh Edition.
Mc Graw Hill Companies Inc, New York
Widianti, Nur dan Candra, Aryu, 2012. Hubungan antara Body image dan Perilaku Makan dengan Status Gizi Remaja Putri di SMA Theresiana Semarang [Skripsi]. Semarang: Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran UNDIP: Semarang.
Wulandari,S dan Titin. U, 2015. Status Gizi, Aktivitas Fisik, dan Usia Menarche Remaja Putri. Jurnal Keperawatan Indonesia UI: Depok.
WHO, 2005. Nutritional in Adolescence-Issues and Challanges for Health Sector.
Geneva
WHO, 2010. Physical Activity. In Guide to Community Preventive Service (Diakses pada 20 November 2017)
Frequencies
Notes
Output Created 30-JUL-2018 11:58:52
Comments
Input
Active Dataset DataSet0
Filter <none>
Weight <none>
Split File <none>
N of Rows in Working Data File 30
Missing Value Handling
Definition of Missing User-defined missing values are treated as missing.
Cases Used Statistics are based on all cases with valid data.
Syntax
FREQUENCIES
VARIABLES=Kejadian_stunting Asupan_Energi Asupan_Protein Pemberian_ASI
/ORDER=ANALYSIS.
Resources
Processor Time 00:00:00,00
Elapsed Time 00:00:00,00
[DataSet0]
Statistics
Kejadian_stunting Asupan_Energi Asupan_Protein Pemberian_ASI N
Valid 30 30 30 30
Missing 0 0 0 0
Frequency Table
Kejadian_stunting
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
stunting 15 50,0 50,0 50,0
normal 15 50,0 50,0 100,0
Total 30 100,0 100,0
Asupan_Energi
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid
cukup 17 56,7 56,7 56,7
kurang 13 43,3 43,3 100,0
Asupan_Protein
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
cukup 16 53,3 53,3 53,3
kurang 14 46,7 46,7 100,0
Total 30 100,0 100,0
Pemberian_ASI
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
ASI Eksklusif 19 63,3 63,3 63,3
ASI Tidak Eksklusif 11 36,7 36,7 100,0
Total 30 100,0 100,0
CROSSTABS
/TABLES=Asupan_Energi BY Kejadian_stunting /FORMAT=AVALUE TABLES
/STATISTICS=CHISQ CORR BTAU /CELLS=COUNT ROW
/COUNT ROUND CELL.
Crosstabs
Notes
Output Created 30-JUL-2018 12:00:12
Comments
Input
Active Dataset DataSet0
Filter <none>
Weight <none>
Split File <none>
N of Rows in Working Data File 30
Missing Value Handling
Definition of Missing User-defined missing values are treated as missing.
Cases Used
Statistics for each table are based on all the cases with valid data in the specified range(s) for all variables in each table.
Syntax
CROSSTABS
/TABLES=Asupan_Energi BY Kejadian_stunting
/FORMAT=AVALUE TABLES /STATISTICS=CHISQ CORR BTAU /CELLS=COUNT ROW
/COUNT ROUND CELL.
Resources
Processor Time 00:00:00,03
Elapsed Time 00:00:00,01
Dimensions Requested 2
Cells Available 174734
Case Processing Summary
Cases
Valid Missing Total
N Percent N Percent N Percent
Asupan_Energi * Kejadian_stunting 30 100,0% 0 0,0% 30 100,0%
Asupan_Energi * Kejadian_stunting Crosstabulation
Kejadian_stunting Total stunting normal
Asupan_Energi
cukup
Count 3 14 17
% within Asupan_Energi 17,6% 82,4% 100,0%
kurang
Count 12 1 13
% within Asupan_Energi 92,3% 7,7% 100,0%
Total
Count 15 15 30
% within Asupan_Energi 50,0% 50,0% 100,0%
Chi-Square Tests
Value df Asymp. Sig. (2- sided)
Exact Sig. (2- sided)
Exact Sig. (1- sided)
Pearson Chi-Square 16,425a 1 ,000
Continuity Correctionb 13,575 1 ,000
Likelihood Ratio 18,694 1 ,000
Fisher's Exact Test ,000 ,000
Linear-by-Linear Association 15,878 1 ,000
N of Valid Cases 30
a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 6,50.
b. Computed only for a 2x2 table
Symmetric Measures
Value Asymp. Std. Errora Approx. Tb Approx. Sig.
Ordinal by Ordinal
Kendall's tau-b -,740 ,119 -6,025 ,000
Spearman Correlation -,740 ,119 -5,821 ,000c
Interval by Interval Pearson's R -,740 ,119 -5,821 ,000c
N of Valid Cases 30
a. Not assuming the null hypothesis.
b. Using the asymptotic standard error assuming the null hypothesis.
c. Based on normal approximation.
CROSSTABS
/TABLES=Asupan_Protein BY Kejadian_stunting /FORMAT=AVALUE TABLES
/STATISTICS=CHISQ CORR BTAU /CELLS=COUNT ROW
/COUNT ROUND CELL.
Crosstabs
Output Created 30-JUL-2018 12:00:54 Comments
Input
Active Dataset DataSet0
Filter <none>
Weight <none>
Split File <none>
N of Rows in Working Data File 30
Missing Value Handling
Definition of Missing User-defined missing values are treated as missing.
Cases Used
Statistics for each table are based on all the cases with valid data in the specified range(s) for all variables in each table.
Syntax
CROSSTABS
/TABLES=Asupan_Protein BY Kejadian_stunting
/FORMAT=AVALUE TABLES /STATISTICS=CHISQ CORR BTAU /CELLS=COUNT ROW
/COUNT ROUND CELL.
Resources
Processor Time 00:00:00,00
Elapsed Time 00:00:00,02
Dimensions Requested 2
Cells Available 174734
[DataSet0]
Case Processing Summary
Cases
Valid Missing Total
N Percent N Percent N Percent
Asupan_Protein * Kejadian_stunting 30 100,0% 0 0,0% 30 100,0%
Asupan_Protein * Kejadian_stunting Crosstabulation
Kejadian_stunting Total stunting normal
Asupan_Protein
cukup
Count 3 13 16
% within Asupan_Protein 18,8% 81,3% 100,0%
kurang
Count 12 2 14
% within Asupan_Protein 85,7% 14,3% 100,0%
Total
Count 15 15 30
% within Asupan_Protein 50,0% 50,0% 100,0%
Chi-Square Tests
Value df Asymp. Sig. (2- sided)
Exact Sig. (2- sided)
Exact Sig. (1- sided)
Pearson Chi-Square 13,393a 1 ,000
Continuity Correctionb 10,848 1 ,001
Likelihood Ratio 14,663 1 ,000
Fisher's Exact Test ,001 ,000
a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 7,00.
b. Computed only for a 2x2 table
Symmetric Measures
Value Asymp. Std. Errora Approx. Tb Approx. Sig.
Ordinal by Ordinal
Kendall's tau-b -,668 ,135 -4,919 ,000
Spearman Correlation -,668 ,135 -4,752 ,000c
Interval by Interval Pearson's R -,668 ,135 -4,752 ,000c
N of Valid Cases 30
a. Not assuming the null hypothesis.
b. Using the asymptotic standard error assuming the null hypothesis.
c. Based on normal approximation.
CROSSTABS
/TABLES=Pemberian_ASI BY Kejadian_stunting /FORMAT=AVALUE TABLES
/STATISTICS=CHISQ CORR BTAU /CELLS=COUNT ROW
/COUNT ROUND CELL.
Crosstabs
Notes
Output Created 30-JUL-2018 12:01:33
Comments
Input
Active Dataset DataSet0
Filter <none>
Weight <none>
Split File <none>
N of Rows in Working Data File 30
Missing Value Handling
Definition of Missing User-defined missing values are treated as missing.
Cases Used
Statistics for each table are based on all the cases with valid data in the specified range(s) for all variables in each table.
Syntax
CROSSTABS
/TABLES=Pemberian_ASI BY Kejadian_stunting
/FORMAT=AVALUE TABLES /STATISTICS=CHISQ CORR BTAU /CELLS=COUNT ROW
/COUNT ROUND CELL.
Resources
Processor Time 00:00:00,02
Elapsed Time 00:00:00,01
Dimensions Requested 2
Cells Available 174734
[DataSet0]
Valid Missing Total
N Percent N Percent N Percent
Pemberian_ASI * Kejadian_stunting 30 100,0% 0 0,0% 30 100,0%
Pemberian_ASI * Kejadian_stunting Crosstabulation
Kejadian_stunting Total stunting normal
Pemberian_ASI
ASI Eksklusif
Count 6 13 19
% within Pemberian_ASI 31,6% 68,4% 100,0%
ASI Tidak Eksklusif
Count 9 2 11
% within Pemberian_ASI 81,8% 18,2% 100,0%
Total
Count 15 15 30
% within Pemberian_ASI 50,0% 50,0% 100,0%
Chi-Square Tests
Value df Asymp. Sig. (2- sided)
Exact Sig. (2- sided)
Exact Sig. (1- sided)
Pearson Chi-Square 7,033a 1 ,008
Continuity Correctionb 5,167 1 ,023
Likelihood Ratio 7,459 1 ,006
Fisher's Exact Test ,021 ,010
Linear-by-Linear Association 6,799 1 ,009
N of Valid Cases 30
a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 5,50.
b. Computed only for a 2x2 table
Symmetric Measures
Value Asymp. Std. Errora Approx. Tb Approx. Sig.
Ordinal by Ordinal
Kendall's tau-b -,484 ,154 -3,031 ,002
Spearman Correlation -,484 ,154 -2,928 ,007c
Interval by Interval Pearson's R -,484 ,154 -2,928 ,007c
N of Valid Cases 30
a. Not assuming the null hypothesis.
b. Using the asymptotic standard error assuming the null hypothesis.
c. Based on normal approximation.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN TINGKAT ASUPAN ENERGI PROTEIN MP-ASI DENGAN KEJADIAN STUNTING ANAK USIA 6 – 24 BULAN DI WILAYAH KELURAHAN LUBANG BUAYA TAHUN
2018
(RELATIONSHIP EXCLUSIVE BREASTFEEDING, LEVELS OF INTAKE ENERGY AND PROTEIN MP-ASI WITH STUNTING CHILDREN AGE 6 - 24 MONTHS IN DISTRICT OF LUBANG BUAYA 2018)
Nia Rizki Rahmadhani, Gusti Kumala Dewi2,
1Program Studi Gizi STIKes Binawan
2STIKes Binawan
E-mail: [email protected] ABSTRACT
RELATIONSHIP EXCLUSIVE BREASTFEEDING, LEVELS OF INTAKE ENERGY AND PROTEIN MP-ASI WITH STUNTING CHILDREN AGE 6 - 24 MONTHS IN DISTRICT OF LUBANG BUAYA 2018
Background: Nutrition Status Monitoring (PSG) shows an increase in stunting percentage in children under two years from 15.8% in 2016 to 18.1% in 2017. Children under two years is a critical period for stunting and a priority for interventions related to exclusive breastfeeding and the level of energy and protein intake of MP-ASI. Objective: The aim of this study was to explain the relationship exclusive breastfeeding and the level of energy and protein intake of MP-ASI with stunting incidence of 6-24 months of age in district of lubang buaya 2018. Method: This research used analytic observational research design with case control design. Respondents were 30 children who suited with the criteria, aged 6-24 months and were willing to be respondents by signing the agreement. This study began by identifying subjects who experienced stunting (case groups) and looking for subjects who did not have stunting (control group).Results: Exclusive breastfeeding, levels of energy and protein intake of MP-ASI protein were associated with stunting incidence of children aged 6-24 months (p <0.05). Conclusion: There was a relationship between Exclusive breastfeeding (p = 0,002), MP-ASI energy level (p = 0,000), and intake of MP-ASI Protein (p = 0,000) with stunting incidence in children aged 6-24 months.
Keywords: Exclusive breastfeeding, Intake Energy MP-ASI, Intake Protein MP-ASI, Stunting, under two years
ABSTRAK
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN TINGKAT ASUPAN ENERGI PROTEIN MP-ASI DENGAN KEJADIAN STUNTING ANAK USIA 6 – 24 BULAN DI WILAYAH KELURAHAN LUBANG BUAYA TAHUN
2018
Latar belakang : Pemantauan Status Gizi (PSG) menunjukkan adanya peningkatan presentase anak baduta (bawah dua tahun) stunting dari 15,8% di tahun 2016 menjadi 18,1% di tahun 2017. Baduta (bawah dua tahun) merupakan periode kritis untuk terjadinya stunting dan menjadi prioritas untuk dilakukan intervensi terkait pemberian ASI Eksklusif dan tingkat asupan energi protein MP-ASI.Tujuan : Menjelaskan hubungan pemberian ASI Eksklusif dan tingkat asupan energi protein MP-ASI dengan kejadian stunting anak usi 6-24 bulan di wilayah kelurahan lubang buaya tahun 2018. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik dengan desain case control. Responden sebanyak 30 anak baduta yang memenuhi kriteria, usia 6 – 24 bulan dan bersedia menjadi responden dengan menandatangani lembar persetujuan. Penelitian ini dimulai dengan mengidentifikasi subyek yang mengalami stunting (kelompok kasus) dan mencari subyek yang tidak mengalami stunting (kelompok kontrol). Hasil: Pemberian ASI Eksklusif, Tingkat Asupan Energi dan Tingkat Asupan Protein MP-ASI berhubungan dengan kejadian stunting anak usia 6 – 24 bulan (p<0,05). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara pemberian ASI Eksklusif (p=0,002), Tingkat asupan energi MP-ASI(p=0,000), dan Tigkat asupan Protein MP-ASI (p=0,000) dengan kejadian stunting pada anak usia 6 – 24 bulan.
Kata kunci : ASI Eksklusif, Asupan Energi MP-ASI, Asupan Protein MP-ASI, Stunting, Baduta
PENDAHULUAN
tunting merupakan retardasi pertumbuhan linear dengan defisit panjang badan/tinggi badan sebesar ≤ 2 SD menurut baku rujukan pertumbuhan World Health Organization (UNICEF/WHO/World Bank, 2016). Sindrom Stunting merupakan perubahan patologi ditandai dengan retardasi pertumbuhan linier, meningkatkan morbiditas dan mortalitas anak serta berkurangnya pertumbuhan fisik, persyarafan dan akhirnya kapasitas ekonomipun berkurang (Prendergast &
Humphrey, 2014).Antara tahun 2000 dan 2016, prevalensi stunting secara global menurun dari 32,7 % menjadi 22,9 %, dan jumlah anak yang terkena dampak turun dari 198 juta menjadi 155 juta. Pada 2016, 22,9 %, satu dari empat anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia mengalami pertumbuhan terhambat, sekitar dua dari setiap empat anak stunting tinggal di Asia Selatan dan satu dari tiga di sub-Sahara Afrika.
(UNICEF/WHO/World Bank, 2016). Kejadian stunting dimulai sejak dalam kandungan dan berlanjut sampai minimal usia 24 bulan; sehingga periode konsepsi sampai dengan 2 tahun merupakan periode kritis untuk terjadinya stunting dan menjadi prioritas untuk dilakukan intervensi ( Victora et al., 2010).
Penyebab stunting belum diketahui secara pasti, namun dari studi epidemiologi mengarahkan pada interaksi dari nutrisi ibu, gangguan hormonal, perkembangan plasenta. Bayi yang lahir kurang dari 2500 g termasuk prematur dan kecil pada masa kehamilan (SGA/Small for Gestational Age) risiko tinggi untuk terjadinya stunting. Meta-analisis dari 19 birth cohort, pada negara ekonomi rendah dan menengah, kejadian stunting 1,9 kali lebih banyak terjadi pada bayi yang lahir dengan premature, SGA 2.4 kali dan premature 4,5 kali (Christian, Lee et al. Int. J Epidemiol 2013). Penyebab utama adalah nutrisi yang tidak adekuat dan infeksi kronis. Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2017 menunjukan adanya peningkatan persentase anak baduta stunting dari sebelumya. Terlihat bahwa di tahun 2016, prevalensi baduta stunting DKI Jakarta yaitu 15,8 %. Kemudian pada tahun 2017, meningkat 2,3 % menjadi 18,1 %.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik dengan desain case control merupakan suatu desain penelitian yang mengidentifikasi kelompok kasus dan kontrol terlebih dahulu, kemudian diidentifikasi dengan pemberian ASI eksklusif dan tingkat asupan energi protein MP- ASI. Sehingga dapat menerangkan mengapa kelompok kasus dapat terkena efeknya dan kelompok kontrol tidak. Penelitian ini dimulai dengan mengidentifikasi subyek yang mengalami stunting (kelompok kasus) dan mencari subyek yang tidak mengalami stunting (kelompok kontrol).
Sampel pada penelitian ini adalah anak usia 6 – 24 bulan di wilayah kelurahan lubang buaya.
Adapun kriteria inklusi adalah sebagai berikut: balita diasuh oleh ibunya sendiri, tinggal di wilayah keluraan lubang buaya dan ibu balita bersedia di wawancara. Bersedia menjadi responden dengan menandatangani lembar persetujuan. Adapun kriteria eksklusi untuk penelitian ini adalah sebagai berikut:
Responden mengalami gangguan mental dan cacat fisik. Balita yang tinggal tidak menetap di wilayah penelitian, misalnya balita tersebut secara rutin datang kerumah neneknya hanya siang hari.
Berdasarkan jenis penelitian maka rumus besar sampel yang digunakan adalah sebagai berikut:
Keterangan:
α = tingkat signifikansi (%) = 5 β = kekuatan uji (%) = 90
P*1 = perkirakan kemungkinan baduta stunting = 18,1%
P*2 = perkirakan kemungkinan baduta normal = 81,9%
n = jumlah sampel = 11 orang