BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
1. Bagi Peneliti
Peneliti diharapkan lebih teliti dalam melalukan asuhan keperawatan, salah satunya dalam mengangkat diagnose keperawatan peneliti sebaiknya dalam melaksanakan asuhan keperawatan dapat melaksanakan pengkajian dan pengisian data ecara komperhensif dan menyeluruh.
2. Bagi perkembangan ilmu pengetahuan
Hasil peneliti ini diharapkan agar selalu menambah dan memperdalam imu pengetahuan dalam bidang keperawatan khususnya dalam pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien efusi pleura menggunakan litearur-literatur terbaru.
DATAR PUSTAKA
Arif Muttaqin. (2008). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Pernafasan. Jakarta: Salemba Medika.
Ayni (2019). Karya Tulis Ilmiah Efusi Pleura. http://repo.stikesicme- jbg.ac.id/2528/. Diakses tanggal 23 april 2020.
Bararah, Taqiyyah & Jauhar, M. (2013). Asuhan Keperawatan Panduan Lengkap Menjadi Perawat Profesional. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Dean, E. (2014). Effect of Body Position on Pulmonary Function. Journal of American Physical Therapy: Diakses pada 19 februari 2020 pada : http://ptjournal.apta.org/
Dinarti & Mulyanti, Y. (2017). Dokumentasi Keperawatan. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Dugdale, D.C. (2014). Pleural efussion: US international Library of Medicine National Institute of Health: Diakses pada 19 februari 2020 pada http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000086.htm
E Doenges Marilynn dkk, 1999.Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta: Buku kedoktteran EGC
Haugen, N & Galura, S.J. (2012).Ulrich & Canale's Nursing Care Planning Guides (7th Ed). Diakses pada 19 februari 2020 pada http://www1.us.elsevierhealth.com/SIMON/Ulrich/Constructor/diagnos es.cfm?did=320
Irianto, K. (2014). Anatomi dan Fisiologi. Bandung: Alfabeta.
Juall Lynda, 2006. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Jakarta: Buku kedokteran EGC
Morton dkk. (2012). Keperawatan Kritis. Jakarta: EGC.
Morton. (2012). Kapita Selekta Kedokteran Jilid 1 dan 2. Jakarta: Media Aesculapius.
Martha & Smith Kelly, 2010. Nanda Diagnosa Keperawatan. Yogyakarta: Digna pustaka
NANDA-I, 2010. Diagnosa Keperawatan Definisi dan Klasifikasi 2009-2011.
Jakarta: Buku kedokteran EGC
NANDA International. (2012). Nursing diagnoses: definitions and classifications 2013-2014. USA: Wiley-Blackwell.
Nair, M., & Peate, I. (2015). Dasar-dasar Patofisiologi Terapan Edisi 2. Jakarta:
Bumi Medika.
Nurarif, A. H., & Kusuma, H. (2015). NANDA NIC-NOC edisi refisi jilid 1 2015.
Jakarta: Media Action Publishing.
PHILIP ENG Respiratori medical clinic. (2017). philipeng.com. Dipetik April22, 2017, dari philipeng.com.sg:http://www.philipeng.com.sg/ms /conditions/pleural-effusion/
PPNI, T. P. S. D. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia. Jakarta Selatan: Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Priharjo Robert, 1996. Pengkajin Fisik Keperawatan. Jakarta: Buku kedokteran EGC
Rosmalawati dan Kasiat (2016). Kebutuhan Dasar Manusia I. Jakarta : Pusdik SDM Kesehatan
.
Rubins, J .(2013). Pleural Efussion. Diakses pada tanggal 19 februari 2020 pada http://emedicine.medscape.com/article/299959-overview
Sherwood, L. (2010). Human physiologi: From cell to system. USA: Brooks and Cole
The British Thoracic Society. (2010). Pleural Disease Guideline 2010 A Quick Reference Guide. British Thoracic Society Reports, Vol 2, No 3, 2010.
Diakses pada tanggal 19 februari 2020 pada http://www.brit- thoracic.org.uk/clinical-information/pleural-disease.aspx
Wartonah, 2006. Kebutuhan dasar manusia dan proses keperawatan. Jakarta salemba medika
Wedro, B. (2014). Pleural Effusion. Medicine Net: Diakses pada tanggal 19
februari 2020 pada:
http://www.onhealth.com/pleural_effusion/article.htm
Wilkinson, J.M dan Ahern, N.R. (2005). Diagnosis Keperawatan: Diagnosis Nanda, Intervensi NIC dan Kriteria Hasil NOC. Jakarta: EGC
LAMPIRAN : Asuhan Keperawatan Pasien 1
LAMPIRAN : Asuhan Keperawatan Pasien 2 A. PEMERIKSAAN FISIK
Item pengkajian
Klien 2 Data
umum
Nama : Ny. N
Umur : 53 tahun Status perkawinan : menikah Pekerjaan : IRT
Pendidikan : sma
Jenis kelamin : perempuan Alamat : sutiyoso gg.
Panderwangi lk I kota baru, kec.Tanjung Karang Timur
Sumber biaya :jamkesmas BPJS
Dx. Medis : efusi pleura No. rekam medic : 00.54.19.21 Tanggal pengkajian : 25 Maret 2019
Keluhan utama
Sesak napas
Riwayat penyakit sekarang
Klien datang ke Rs. Abdoel Moeloek pada tanggal 24 maret 2019 melalui UGD pukul 21.23 WIB. Klien mengatakan sesak napas.
klien mengatakan sesak dan yang dirasakan hilang timbul, sesak berat dirasakan saat beraktivitas dan sesak terasa ringan saat dalam keadaan rileks dan memoposisikan setengah duduk dan miring sebelah kanan, klien mengatakan dada sebelah kanan atas terasa berat, frekuensi sesak tidak menentu, sesak mengakibatkan klien mual dan tidak nafsu makan. sesak sudah dirasakan sejak 3 hari yang lalu, TD 120/90, RR 28 x/menit, S: 36,0 0C, HR 92 x/menit, SaO2: 98%
Riwayat penyakit dahulu
klien mengatakan tidak pernah masuk rumah sakitsebelumnya, klien tidak pernah mengalami operasi sebelumnya.
Riwayat penyakit keluarga
Klien mengatakan keluarga klien tidak ada yang memiliki riwayat penyakit TBC, jantung, diabetes militus, dan hipertensi
Riwayat alergi
Klien mengatakan klien tidak memiliki riwayat alergi baik alergi obat maupun makanan
Pemeriksa an fisik
TD: 120/90 mmHg Nadi: 92x/menit RR: 28 x/menit Suhu: 36,0C
Kesadaran: Composmentis
a. Kepala : kepala tidak ada lesi, rambut tampak bersih, tidak terdapat nyeri tekan, konjungtiva ananemis, mata isokor, wajah tidak pucat, bibir tidak sianosis.
b. Hidung : napas menggunakan cuping hidung, tidak terjadi gangguan penciuman
c. Leher : tidak ada pembesaran vena jugularis, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid.
d. THORAK :
Inspeksi : bentuk dada asimetris, gerakan dinding dada asimetris (pergerakan dadakanan tertinggal), tidak terdapat benjolan atau lesi, tampak retraksi dinding dada.
Palpasi : tidak terdapat nyeri tekan, vocal fremitus menurun, ekspansi dada tidak maksimal ada ketertinggalan gerak pada dada sebelah kanan, tidak teraba getaran antara IC 6-8 pada dada sebelah kanan depan
Perkusi: terdapat suara redup antara IC 6-8 pada dada sebelah kanan
Auskultasi : terdengar suara vesikuler pada thorax sinistra dan terdengar suara ronkhi pada thorax dextra antara IC 6-8 depan.
e. ABDOMEN
Inspeksi : tidak ada lesi dan stomatitis, terdapat distensi abdomen, klien tidak terpasang kolostomi,
Auskultasi: bissing usus 10 x/m Palpasi :terdapat nyeri tekan pada ulu hati klien, klien mengatakan nyeri seperti terlilit dan hilang timbul, nyeri akan hilang jika klien berbaring setengah duduk dan menarik napas dalam, dan akan timbul jika klien melakukan aktivitas, nyeri tidak menyebar dengan
Skala 4. Tidak ada pembesaran hepar
Perkusi: terdapat suara timpani pada kuadran kanan atas.
a. Punggung dan tulang belakang: tidak terdapat kelainan pada tulang belakang.
b. Genetalia: tidak ada kelainan pada genetalia.
c. Ekstremitas atas dan bawah: akral hangat, warna merah muda, tidak terdapat kelainan pada jari
d. Kekuatan otot: 5555 5555 5555 5555
Pola pengkajian oksigenasi
Klien mengatakan sesak saat melakukan aktivitas dan cepat lelah, klien tidak batuk. Pada saat pengkajian diperoleh data:
Inspeksi: frekuensi napas 28x/m, kedalaman pernapasan dangkal dan cepat, pernapasan tidak menggunakan cuping hidung, irama napas tidak teratur, tampak ekspansi dada asimetris
Palpasi : tidak terdapat nyeri tekan, vocal fremitus menurun, ekspansi dada tidak maksimal ada ketertinggalan gerak pada dada sebelah kanan, tidak teraba getaran antara IC 6-8 pada dada sebelah kanan depan
Perkusi: terdapat suara redup antara IC 6-8 pada thorax dextra Auskultasi : terdengar suara vesikuler pada thorax sinistra dan terdengar suara ronkhi pada thorax dexyta antara IC 6-8 depan.
Pola pengkajian metabolis medan nutrisi
Klien mengatakan sebelum masuk rumah sakit klien makan 3 kali dalam seharidan selalu menghabiskan 1 piring setiap makan,.
semenjak masuk rumah sakit nafsu makan klien berkurang dan hanya menghabiskan sedikit atau ½ porsi makanan yang diberikan rumah sakit. Klien mengatakan minum dalam sehari sekitar 8-9 gelas. Selama 24 jam terakhir klien makan 3 kali dalam sehari.
Klien mengatakan selama di rumah sakit tidak menghabiskan makanan yang disediakan. Klien mengatakan nyeri pada ulu hati nya
dan klien merasa mual dan tidak nafsu makan. Klien tampak lemas.
Pola Aktivitas
Sebelum sakit klien baraktivitas dan bekerja seperti biasa, setelah sakit klien hanya terbaring di tempat tidur dan aktivitas nya dibantu oleh keluarga
Pola Konsepsi Diri
Klien bekerja sebagai ibu rumah tangga, situasi keluarga klien baik, dengan ia sebagai kepala keluarga memiliki seorang istri dan 2 orang anak. Klien termasuk aktif dalam keanggotaan kelompok sosial, yaitu pengajian ibu-ibu dan arisan di sekitar rumahnya.
Klien mengatakan bahwa tiadak ada keadaan fisiknya yang tidak ia sukai.
Pola pengkajian istirahat tidur
Klien mengatakan sebelum masuk rumah sakit tidur nya 6-8 jam/hari dan setelah bangun merasa segar.
Klien mengatakan tidur 5-6 jam/hari klien mengatakan tidak dapat tidur dengan nyenyak dan sering terbangun saat tidur karena nyeri padaulu hati.
Pola pengkajian eliminasi
Klien mengatakan dirumah frekuensi buang air kecil normal dalam satu
hari 3-4 kali perhari dengan konsistensi kuning jernih, bau normal dan BAB 1x dalam sehari dengan
konsistensi pad at. Sedangkan, klien mengatakan saat
dirumah sakit frekuensi buang air kec il dalam sehari 4-5 kali p erhari dengan warna kuning jernih dan bau seperti bau obat.
Sedangkan dengan BAB dalam satu hari 1 kali dengan konsistensi padat.
Pemerikaa n
penunjang
Pemeriksaan laboratorium Tgl: 24 Maret 2 19
Parameter Hasil PATOLOGI
Hemoglobin 8,8 Leukosit 21.100
Eritrosit 3,1 Hemotokrit 26
Trombosit 599.00 0
MCV 85
MCH 28
MCHC 34
Hitung jenis:
- Basofil 0 - Eoshinofil 0
- Batang 0
- Segmen 86
- Limfosit 8 - Monosit 6 Instalasi
Patologi Anatomi:
Makroskopis
Diterima cairan fleura volume 200 ml warna merah
Nilai rujukan
12,0-16,0 4.800-10.800 4,2-5,4
37-47
150.000 - 450.000
79-99 27-31 30-35 0-1 2-4 3-5 50-70 25-40 2-8
Terapi obat - IVFD RL 10 tts/mnt
- Inj. metil predinosolon 5mg /12jam - Inj. Ranitidine 50 mg / 12 jam - Katerolac 30 mg/hari
- Inj. Levofloxacin 5 mg/24 jam
B. ANALISIS DATA
Ny. N 1. - Klien
mengatakan dia sulit bernapas - Klien
mengatakan sesak
bertambah jika beraktivitas
- Tampak sulitbernapas - Napas
menggunakanc uping hidung - Pernapasan
cepat dan dangkal - Frekuensi
pernapasan28x /m
- Terpasang oksigen nasal kanul 2 l/m
Pola Napas Tidak Efektif
Hambatan Upaya Napas
2. - Klien mengatakan mual dan tidak nafsu makan - Klien
mengatakan nyeri pada ulu hatinya
- Klien tampak lemas
- Tampak distensi abdomen - Klien tampak
hanya menghabiskan
½ dari porsi yang telah diberikan
Risiko Defisit Nutrisi
Faktor Psikologis (Keenggan an Untuk Makan)
3. - Klien mengatakan mudah lelah - Klien
mengatakan sesak jika banyak beraktivitas
- Klien tampak lemas
- Aktivitas klien dibantu oleh Perawat dan keluarga - Klien
terpasang oksigen nasal kanul 2 liter/ menit
Intoleransi Aktivitas
Kelemahan Fisik Umum dan Keletihan Sekunder Akibat Adanya Sesak Napas.
C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Nama klien Diagnosa keperawatan
Ny. N 1. Pola Napas Tidak Efektif berhubungan dengan
Hambatan Upaya Napas
2. Risiko Defisit Nutrisi berhubungan dengan Faktor Psikologis (Keengganan Untuk Makan) 3. Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan
Kelemahan Fisik Umum Dan Keletihan Sekunder Akibat Adanya Sesak Napas.
D. PERENCANAAN KEPERAWATAN Masalah
keperawatan
Rencana keperawatan
Tujuan Rencana tindakan 1. Pola Napas Tidak
Efektif berhubungan dengan Hambatan Upaya Napas
Setelah dilakukan asuhan keperawatan diharapkan pola napas pada Ny. N menjadi efektif dengan kriteria hasil:
kriteria hasil:
1. Frekuensi
pernapasan dalam rentan normal ( RR : 24 x/menit)
2. Pada pemeriksaan rontgen thorak tidak ditemukan adanya akumulasi cairan 3. Tidak ada bunyi
napas tambahan 4. Tidak ada retraksi
dinding dada dan penggunaan alat bantu pernapasan.
Observasi
1. Observasi tanda-tanda vital (nadi dan pernapasan) / 8 Jam 2. Kaji kualitas, frekuensi, dan
kedalaman pernapasan, serta melaporkan setiap perubahan yang terjadi / 8 jam
Mandiri :
3. Berikan klien posisi yang nyaman atau tinggikan kepala (60-90º) dan bantu mengubah posisi fowler/semi fowler, miringkan ke arah sisi yang sakit 4. Lakukan auskultasi bunyi napas dan catat adanya bunyi tambahan.
5. Bantu dan ajarkan klien untuk batuk dan napas dalam yang efektif.
Kolaborasi :
6. Kolaborasi dengan tim medis lain untuk pemberian , foto thoraks serta obat- obatan - Inj. metil predinosolon 5mg
/12jam
- Inj. Ranitidine 50 mg / 12 jam - Katerolac 30 mg/hari
- Inj. Levofloxacin 5 mg/24 jam 2. Risiko Defisit
Nutrisi berhubungan Mual
Setelah dilakukan tindakan asuahan Keperawatan diharapkan risiko defisit nutrisi pada Ny.
N dapat teratasi dengan kriteria hasil:
1. Klien mengatakan tidak mual 2. Tidak terjadi
penurunan BB 3. Asupan makanan
menjadi adekuat
Observasi
1. Lakukan pengkajian lengkap rasa mual termasuk frekuensi, durasi, tingkat mual, dan faktor yang menyebabkan pasien mual.
2. Monitor mual ( misal, frekuensi, durasi dan tingkat keparahan )
3. Evaluasi efek mual terhadap nafsu makan pasien, aktivitas sehari-hari, dan pola tidur pasien
Mandiri
4. Anjurkan makan sedikit tapi sering dan dalam keadaan hangat
5. Kendalikan faktor lingkungan penyebab mual (mis, rangsangan visual yang tidak menyenangkan)
6. Anjurkan pasien mengurangi jumlah makanan yang bisa
menimbulkan mual.
7. Berikan istirahat dan tidur yang adekuat untuk mengurangi mual
Kolaborasi
8. Kolaborasi pemberian obat
3. Intoleransi Aktifitas
berhubungan denga Ketidak Seimbangan Antara Suplei dan Kebutuhan Oksigen
Setelah dilakukan asuhan keperawatan diharapkan intoleransi aktivitas pada Ny. N dapat diatasi dengan kriteria hasil:
1. Mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri, seperti: ke kamar mandi, mengganti pakaian, makan dan minum dll.
2. Kebutuhan aktivitas terpenuhi tanpa merasa sesak
3. Pasien
toleran terhadap aktivitasnya.
Observasi :
1. Monitor respon fisik, emosi, social dan spiritual setiap 12 jam
Mandiri :
2. Bantu klien untuk mengidentifikasi aktivitas yang mampu dilakukan 3. Bantu pasien untuk
mengidentifikasi aktivitas yang disukai
4. Bantu pasien untuk mengembangkan motivasi diri dan penguatan Kolaborasi :
5. Kolaborasi dengan tenaga rehabilitasi medic dalam merencanakan program terapi yang tepat.
E. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
Waktu dan Tanggal Evaluasi 25 Maret 2019
08.15 WIB
Subjektive
1. Pasien mengatakan sesak
2. Pasien mengatakan sesak bertambah saat beraktivitas
Objektive
1. Terpasang O2 Nasal Kanul 2 l/menit 2. Posisi pasien semifowler
3 . TTV:
TD:120/90 mmHg Nadi: 92x/menit, RR: 28 x/menit, Suhu: 36,0 0C 4. Bunyi nafas ronchi
5. Terdapat penggunaan otot bantu pernafasan Assesment
Pola Napas Tidak Efektif Belum Teratasi Planning
Lanjutkan Intervensi Observasi :
1. Monitor kualitas, frekuensi, dan kedalaman
pernapasan, serta melaporkan setiap perubahan yang terjadi /8jam
2. Monitor bunyi napas dan catat adanya bunyi
26 Maret 2019 08.15 WIB
27 Maret 2019 09.30 WIB
tambahan /8 jam Mandiri :
1. Pertahankan posisi yang nyaman atau tinggikan kepala 60º dan bantu mengubah posisi semi fowler atau arah yang sakit
2. Evaluasi klien napas dalam yang telah diajarkan Kolaborasi :
1. Kolaborasi pemberian obat Subjective:
1. Pasien mengatakan sesak berkurang
2. Pasien mengatakan sudah tidak begitu sesak saat beraktivitas ringan seperti duduk dan makan sendiri di tempat tidur
Objective:
1. Terpasang O2 Nasal Kanul 2 lpm 2. Posisi pasien semifowler 3. TTV:
TD : 120/90 mmHg
Nadi: 92x/menit, RR: 26 x/menit Suhu:
36,0⁰C
4. Bunyi nafas ronchi
5. Terdapat penggunaan otot bantu pernafasan 6. Pola nafas dispneu.
Assesment:
Pola Napas Tidak Efektif belum teratasi Planning:
Lanjutkan intervensi Observasi :
1. Monitor kualitas, frekuensi, dan kedalaman
pernapasan, serta melaporkan setiap perubahan yang terjadi /8 jam
2. Monitor bunyi napas dan catat adanya bunyi tambahan /8 jam
Mandiri :
1. Pertahankan posisi yang nyaman atau tinggikan kepala 60º dan bantu mengubah posisi semi fowler atau arah yang sakit
2. Evaluasi klien napas dalam yang telah diajarkan Kolaborasi
1. Kolaborasi pemberian obat
Subjective:
1. Pasien mengatakan sesak berkurang
2. Pasien mengatakan sudah tidak begitu sesak saat beraktivitas ringan
Objective:
1. Terpasang O2 Nasal Kanul 2 lpm 2. Posisi pasien semifowler 3. TTV:
4. TD : 120/90 mmHg
5. Nadi: 92x/menit, RR: 24 x/menit, Suhu: 36,00C 6. Bunyi nafas ronchi
7. Terdapat penggunaan otot bantu pernafasan Assesment:
Pola Napas Tidak Efektif Belum Teratasi Planning:
Lanjutkan intervensi Observasi :
1. Monitor kualitas, frekuensi,dan kedalaman
pernapasan,serta melaporkan setiap perubahan yang terjadi //8 jam
2. Monitor bunyi napas dan catat adanya bunyi tambahan /8 jam
Mandiri :
1. Pertahankan posisi yang nyaman atau tinggikan kepala 60º dan bantu mengubah posisi semi fowler atau arah yang sakit
2. Evaluasi klien napas dalam yang telah diajarkan Kolaborasi:
1. Kolaborasi pemberian obat
LAMPIRAN : LEMBAR KONSUL
LEMBAR KONSULTASI PROPOSAL Nama : Tika Herlia
NIM : P07220117077
Judul : Literatur Review asuhan keperawatan pada pasien dengan efusi pleura
Nama pembimbing : Rahmawati Shoufiah, S.ST., M.Pd
NO HARI/TANGGAL MATERI YANG DI KONSULKAN
SARAN PEMBIMBING
TTD PEMBIMBI
NG
TTD MAHASIS
WA 1 14 januari 2020 BAB I
Latar belakang masalah
a. Penulisan judul cover harus berbntuk pyramid
b. Format margin harus sesuai c. Data pada efusi
pleura belum di masukan d. Masalah, solusi
dan perawat
belum di
cantumkan e. Prevalensi
belum di
cantumkan f. Penulisan klien
diganti menjadi pasien
g. Kata pengantar, daftar isi,daftar pustaka belum saatnya
dicantumkan 2 4 februari 2020 BAB I
Latar belakang masalah
a. Perhatikan spasi yang digunakan b. Masalah yang
muncul pada efusi pleura belum dicantumkan c. Komplikasi
efusi pleura d. Data efusi
pleura harus dicantumkan 3 10 februari 2020 BAB I-II
Latar belakag
maslah –
metode penelitian
a. Penelitian sebelumnya harus dimasukan b. Pengetikan disesuaikan c. Penomoran
harus rapih d. Tambahkan
gangguan pernapasan e. Sumber belum
dimasukan f. Definisi
operasional diperbaiki g. Umur pasien
diperbaiki h. Pint ke 5 di
bab 3
penulisan di perbaiki
4. 21 februari 2020 BAB I - III
a. Penomoran diubah menjadi abjad
b. Perbaiki bagan pathway c. Intervensi
sesuaikan dengan siki,sdki,slki d. Tambahkan
kata pada asuhan keperawatan e. Bahasa
operasional f. Tambahkan tanggal di jadwl penelitian
LEMBAR KONSULTASI KARYA TULIS ILMIAH Nama : Tika Herlia
NIM : P07220117077
Judul : Literatur Review asuhan keperawatan pada pasien dengan efusi pleura
Nama pembimbing : Rahmawati Shoufiah, S.ST., M.Pd NO HARI/TANGGAL MATERI
YANG DI KONSULKAN
SARAN PEMBIMBING
TTD PEMBIMB
ING
TTD MAHASI
SWA 1 28 April 2020 BAB 4
Hasil &
Pembahasan
Lampirkan askep yang asli pada pasien 1 dan pasien 2
2 1 Mei 2020 BAB 4
Hasil &
Pembahasan
a. di telaah kembali Bab 4 dan 5
b. penomoran pada tabel di baiki
c. nomor pada rekamedik ganti dengan yang baru d. Ds & Do
dilengkapi lagi sesuai
pengkajian e. 5. lengkapi tanda mayor dan mior pada diagnose
3 13 mei 2020 BAB III-V Metodologi penelitian – penutup
a. tabel pasien 1&2 jadikan Satu
b. daftar pustaka pasien ke 2 di cantumkan c. sumber di
cantumkan d. Bab 3 isi di
sesuaikan dengan peraturan kti yang baru 4. 28 juni 2020 BAB I –V
Pendahuluan - penutup
a. Cover digabung b. Lembar
persetujun disamakan c. Perbaiki kata
kata proposal dengan Kayra tulis ilmiah d. Manfaat di
perbaiki e. Bagian abstrak
ditambahkan literature rivew f. Bagian hasil
ditambahkan sumber pada bagian bawah table
g. Saran di perbaiki
LEMBAR KONSULTASI PROPOSAL Nama : Tika Herlia
NIM : P07220117077
Judul : Literatur Review asuhan keperawatan pada pasien dengan efusi pleura
Nama pembimbing : Nurhayati, S.ST., M.Pd
NO HARI/TANGGAL MATERI YANG DI KONSULKAN
SARAN PEMBIMBING
TTD PEMBIM
BING
TTD MAHA SISWA 1 15 januari 2020 BAB I
Latar belakang masalah
a. Penulisan judul cover harus sesuai buku panduan
b. Pengetikan harus sesuai buku panduan 2 8 januari 2020 BAB I
Latar belakang masalah
a. Nyeri termasuk diagnose b. Penelitian
pendahuluan harus
dicantumkan c. LBM masih
dangkal diperbaiki lagi 3 19 februari 2020 BAB I
Latar belakag masalah
a. Perbaiki penomoran b. Perbaiki
pengetikan
4. 21 maret 2020 BAB I - III a. Yang diberi tanda merah pada proposal diperbaiki lagi b. Bab 2
menggunakan sub bab sesuai buku panduan c. Pathway
dipaparkan dulu setelah itu diagnose keperawatan 5 26 maret 2020 BAB I - III a. Perbaiki
penulisan b. Telaah kembali
LEMBAR KONSULTASI KARYA TULIS ILMIAH Nama : Tika Herlia
NIM : P07220117077
Judul : Literatur Review asuhan keperawatan pada pasien dengan efusi pleura
Nama pembimbing : Nurhayati, S.ST., M.Pd NO HARI/TANGGAL MATERI YANG
DI KONSULKAN
SARAN PEMBIMBING
TTD PEMBIMB
ING
TTD MAHA SISWA
1 30 April 2020
BAB IV-V Hasil - penutup
a. Penomoran tabel diperbaiki b. Rekamedik di
ubah c. DS & DO
dilengkapi sesuai pengkajian d. Perbaiki
diagnose ke 3 e. Pelaksanaan
di pola nafas diperbaiki f. Ditelaah
kembali 2 17 Mei 2020 BAB I – V a. Perbaiki
pengetikan b. ACC