BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, peneliti memberikan beberapa saran antara lain sebagai berikut:
a. Pendidik
Buku cerita bergambar berbasis pendekatan problem based learning (PBL) pada materi cerita rakyat untuk kelas IV SD TANAH TINGGI sebagai bahan ajar mata pelajaran Kewarganegaraan diharapkan dapat digunakan pada proses pembelajaran
b. Sekolah
Hendaknya dalam pembelajaran Kewarganegaraan tidak hanya menggunakan satu bahan ajar saja, tetapi bisa menggunakan buku cerita bergambar berbasis PBL yang telah dikembangkan oleh peneliti agar dapat membantu peserta didik untuk lebih memahami konsep pembelajaran Kewarganegaraan.
c. Peserta Didik
Buku cerita bergambar berbasis PBL pada materi Kewarganegaraan untuk kelas IV SD TANAH TINGGI sebagai bahan ajar mata pelajaran Kewarganegaraan dapat digunakan di saat pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto. (2013). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan . Jakarta: Bumi Aksara.
Arsyad, A. (2014). Media Pembelajaran. Depok: PT RAJA GRAFINDO PERSADA.
Bua, M. T., Santoso, A., & Hasanah, M. (2016). ANALSIS MINAT MEMBACA PERMULAAN DENGAN CERITA BERGAMBAR DI KELAS I SEKOLAH DASAR. Jurnal Pendidikan, 1749-1752.
Borg, W.R.& Gall (1983). Educational Research: An Introduction, Fifth Edition.
New York:Longman
Citrawuni, M. D., Suharsini, M., Fauziah, E., & Adriani, K. P. (2017). The Effect Of Pop-up Book Aku dan Gigiku on Pulse Rate in Children Aged 4-6 Years. Innovare Academic Sciens, 135-136.
Dalman. (2014). Keterampilan Membaca. Jakarta: PT RAJA GRAFINDO PERSADA.
Darmawan. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: PT. REMAJA ROSDAKARYA.
Dewanti, H., Toenlioe, A. J., & Soepriyanto, Y. (2018). Pengembangan Media Pop-up Book untuk Pembelajaran Lingkungan Tempat Tinggalku Kelas IV SDN 1 Pakunden Kabupaten Ponorogo. JKTP, 221-228.
Fafan Feri Ishaq, Achmad Lutfi, Tabel Kelayakan, (Surabaya: Journal of Chemical EducationVol. 1 No. 1 ISSN: 2252-9454, Mei 2012), h. 102.
Gay (1991). Educational Evaluation And Measurement: Com-Potencies For Analysis And Application. Second Edition. New York: Macmillan Publishing Company
Hamdani. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV. Pustaka Setia.
Hamijaya, N. A., Rukmana, N. K., & Suciati, I. (2008). Quick Reading. Bandung:
Simbiosa Rekatama Media.
Hosen, M. (2016). Peningkatan Kemampuan Membaca Cepat Dengan Metode SQ3R Pada Siswa Kelas V SDN Gili Anyar bangkalan. Widyagogik, 17- 34.
Hsb, A. A. (2018). Kontribusi Lingkungan Belajar dan Proses Pembelajaran Terhadap Prestasi Belajar Siswa di Sekolah. Jurnal Tarbiyah, 1-30. Ibid, h.5.
48
Iskandarwassid, & Sunendar, D. (2018). Strategi Pembelajaran Bahasa.
Bandung: Remaja Rosdakarya.
Khotimah, A. H., Djuanda, D., & Kurnia, D. (2016). Keterampilan Membaca Cepat dalam Menemukan Gagasan Utama. Jurnal Pena Ilmiah, 341-350.
Kusminah. (2017). Pengembangan Model Pembelajaran Induktif Kata Bergambar Bermuatan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Aspek Membaca Permulaan Sekolah Dasar . Journal of Educatioanal Research and Evaluation, 115- 119.
Najahah, I., & Oemar, E. A. (2016). Perancangan Buku Pop-up Sebagai Media Pembelajaran tentang Rumah dan Pakaian Adat Nusantara di Jawa.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa, 494-501.
Nasional, M. P. (2006). Permendiknas no 22. 1-175.
Ngura, E. T. (2018). Pengembangan Meda Buku Cerita Bergambar untuk Meningkatkan Kemampuan Bercerita dan Perkembangan Sosial Anak Usia Dini di TK Maria Virgo Kabupaten Ende. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bekti, 6-14.
Ningtyas, T. W., Setyosari, P., & Praherdiono, H. (2019). PENGEMBANGAN MEDIA POP-UP BOOK UNTUK MATA PELAJARAN IPA BAB SIKLUS DAN PERISTIWA ALAM SEBAGAI PENGUATAN KOGNIIF SISWA. Jurnak Kajian Teknologi Pendidikan, 115-120.
Nisa, L., & Wuryandani, W. (2018). Perancangan Buku Cerita PBL Berbasis Karakter Untuk Menanamkan Karakter Peduli Sosial Anak Usia Dini.
Junal Pendidikan Pedagogia, 159-166.
Nur, M. A., S, R. W., & Lidinillah, D. A. (2017). Pngembangan Media Pop-up Book pada Pembelajaran IPS tentang Kerajaan dan Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia di Kelas IV Sekolah Dasar. Jurnal ilmiah Pendidikan Gur Sekolah Dasar PEDADIDAKTIKA, 39-48.
Nurani, H. I., Suhita, R., & Suryanto, E. (2017). Peningkatan Kemampuan Membaca Cepat dengan Metode SQ3R pada Siswa SD. Paedagogia, 33- 45.
Nurhadi. (20016). Strategi meningkatkan Daya Baca. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Nurhadi. (2010). Membaca Cepat dan Efektif. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional pendidikan . (2013).
Permana, Y., Sulistyowarni, D., & Irmayanti, M. (2016). Pengaruh Metode SQ3R
Terhadap Kemampuan Membaca Cepat Siswa Kelas V Sekolah Dasar.
ejournal.upi.edu, 231-240.
Permendiknas No 20 Tahun 2006 tentang pembelajaran Bahasa Indonesia. (2006).
Permendiknas Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Buku Pembelajaran. (2008).
Plomp, (1993). Educational Design Research: An Introduction. (P:9-35).
Netherland In Www.Slo.Nl/Organisatie/International/Publications.
Praditya, M. A., Parmiti, D. P., & Tastra, I. K. (2017). Pengembangan Buku Cerita elektronik dengan Metode Story Telling pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Semester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017 di SD Negeri 4 Banyuning. Jurnal EDUTECH, 152-159.
Pratama, I. Y., Bahruddin, M., & Riyanto, D. Y. (2016). Penciptaan Buku PBL Mesatua Bali Berjudul "I Lubdhaka" dengan Teknik Pull Tab Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Tradisional. Jurnal Desain Komunikasi Visual.
Putri, Q. K., Pratjojo, & Wijayanti, A. (2019). Pengembangan Media PBL Untuk Meningkatkan Kemampuan Menyimak Tema Menyayangi
Rahmawati, F. P., & Ervannudin, N. (2015). Kecepatan Membaca Cepat Mahasiswa Program Studi PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta. The 2nd University Research Coloquium, 27-35.
Santi, D. D., Sulaiman, H., & Kurnia , M. D. (2019). PEMANFAATAN TIMBANGAN DARI LIMBAH KAYU DAN BUKU POP-UP SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS DI SLB TUNAGRAHITA GUGUS KELOMPOK KERJA KABUPATEN CIREBON.
ALKHDMAT, 42-49.
Seels, Barbara B. & Richey (1994). Instructional Iecnology: The Definition And Domain Of The Field. AECT.
Sari, N. E. (2019). Tehamtic Pop-up Book as a Learning Media for Early Child- hood Language Development. Juunal Pendidikan Anak Usia Dini, 43-57.
Schleicher, A. (2018). PISA 2018 Insight and Interpretaion. OECD, 1-64.
Sholikhah, A. (2017). Pengembangan Media Pop-up Book Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Kreatif pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Materi Menulis Karangan Kelas V SDN Rowoharjo Tahun Ajarn 2016/2017. Simki-Pedagogia, 1-8.
Slamet, M. (2018). Meningkatkan kemampuan membaca cepat melalui metode latihan di kelas viii smp negeri 2 Darma. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (FON), 119-135.
Slameto. (2013). Belajar dan faktor-Faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: PT.
50
Rineka Cipta.
Subyantoro. (2011). Pengembangan Keterampilan Membaca Cepat.
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sugiarti, I. Y., & Hayati, A. A. (2019). Media Pop-up Book Kearifan Lokal Cirebon dalam Pembelajaran Sosial (Studi KAsus Mahasiswa PGSD Tingkat I Universitas Swadaya Gunung Jati). Caruban, 133-145.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian dan Pengembangan (Research and Development R&D). Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2016). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Suryaningsih, E., & Fatmawati, L. (2017). Pengembngan Buku Cerita Bergambar tentang Mitigasi Bencana Erupsi Gunung Api untuk Siswa SD. Profesi Pendidikan Dasar, 112-124.
Syafaah, N., & Haryadi. (2016). Peningkatan Keterampilan Membaca Pemahaman untuk Menemukan Gagasan Utama dengan Metode P2R dengan Teknik Diskusi pada Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Athfal Wedung Demak. JPBSI, 24-29.
Tarigan, N. T. (2018). Pengembangan Buku Cerita Bergambar Untuk Meningatkan Minat Baca Siswa Kelas Iv Sekolah Dasar. Jurnal Curere, 141-152.
Thio Dhamma Kumaro, dkk, Perancangan Buku Kumpulan Cerita Bergambar Rakyat Kalimantan Timur Sebagai Media Penyampaian Pesan Moral, (Surabaya: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain, Universitas Kristen Petra, 2013), h. 4.
Undang-Undang No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
(2003).
Xiao, N., & Zhu, Z. (2018). Computational Design of Transforming Pop-up Books. ransactions on Graphics, 1-14.
Yusi, dkk, Perancangan Cerita Bergambar Pentingnya Pengambilan Keputusan yang Bijak, (Surabaya: Jurnal Komunikasi Visual Universitas Kristen Petra, 2014), h. 5.
Zainorrahman, Azizah, L. F., & Kadarisman. (2018). Pengembangan Media Berbasis PBL untuk Pembelajaran IPA di MTS Raudhatut Thalibin.
ALPEN, 99-106.
Lampiran 1
KISI-KISI LEMBAR VALIDASI PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BUKU CERITA BERGAMBAR BERBASIS
PROBLEM BASED LEARNING UNTUK AHLI MATERI
Petunjuk:
Berilah tanda (√) pada salah satu alternatif skor validasi yang sesuai dengan penilaian anda jika:
Lembar ini terdiri dari lima skala penilaian yaitu 1 berarti tidak baik, 2 berarti kurang baik, 3 berarti cukup baik, 4 berarti baik dan 5 berartisangat baik.
ASPEK MATERI
No Indikator Skala Penilaian
1 2 3 4 5
1 Kesesuaian isi dengan
kompetensi dasar (KD) 2 Kebenaran konsep
materi ditinjau dari aspek keilmuan secara sistematis 3 Ketepatan secara sistematis
dengan indikator yang ada di kurikulum
4 Kesesuain isi dengan Materi secra sistematis
5 Kesesuaian materi dengan tujuan Pembelajaran mudah dipahami 6 Kebenaran konsep dan bahasa
pada materi mudh dipahami 7 Kejelasan topik
Pembelajaran mudah dipahami 8 Kesesuaian materi yang
dirumuskan dengan tingkat perkembangan peserta didik
9 Ketepatan materi yang
dirumuskan dengan cerita yang akan dikembangkan
10 Kesesuaian cerita yang
dirumuskan Dengan tujuan pembelajaran
52
11 Kebenaran cerita dengan materi yang akan disajikan sesuai dengan kemampuan siswa
12 Ketepatan teks cerita dengan materi
13 Muatan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik pada
Materi yang disampaikan sesuai kemampuan siswa
14 Kejelasan cerita yang Diberikan
15 Keterkaitan materi dengan kondisi yang ada dilingkungan sekitar 16 Ketuntasan cerita yang diberikan
sesuai dengan tujuan
pembelajaran
17 Penyajian cerita memberikan pengetahuan kepada peserta didik 18 Penyajian gambar sesuai dengan
materi yang disajikan
Validator
...
Lampiran 2
LEMBAR PENILAIAN AHLI BAHASA
Pengembangan Buku Cerita Bergambar Berbasis Problem Based Learning Pada Materi Kewarganegaraan Untuk Kelas IV SDN 12 TANAH TINGGI A. Pengantar
Lembar penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui pendapat Bapak terhadap Buku cerita bergambar materi kewarganegaraan berbasis PBL yang akan digunakan pada penelitian dengan judul “Pengembangan Buku Cerita Bergambar Berbasis Problem Based Learning Pada Materi Kewarganegaraan Untuk Kelas IV SDN 12 TANAH TINGGI . Sehingga dapat diketahui layak atau tidaknya Buku cerita bergambar tersebut untuk digunakan dalam pembelajaran di sekolah. Pendapat, penilaian, saran dan koreksi dari Bapak/Ibu akan sangat bermanfaat untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas Buku cerita bergambar ini. Atas perhatian dan kesedian Bapak/Ibu untuk mengisi lembar evaluasi ini, saya ucapkan terima kasih.
B. Petunjuk Pengisian
1. Berilah tanda √ pada kolom “nilai” sesuai penilaian Bapak terhadap Buku cerita bergambar berbasis PBL materi kewarganegaraan.
2. Gunakan indikator penilaian pada lampiran sebagai pedoman penilaian.
Nilai 5 = Sangat Menarik Nilai 4 = Menarik
Nilai 3 = Menarik dan Tidak (Netral) Nilai 2 = Tidak Menarik
54
Nilai 1 = Sangat Tidak Menarik
3. Apabila penilaian Bapak 2 atau 1, maka berilah saran terkait hal-hal yang kekurangan terhadap buku cerita bergambar berbasis PBL pada materi kewarganegaraan pada kolom komentar.
C. Aspek Penilaian No. Aspek
Penilaian Indikator Skala penilaian
5 4 3 2 1
1. Bahasa
Kejelasan petunjuk penggunaan buku cerita bergambar
Ketepatan istilah yang ada di buku cerita bergambar
Kemudahan memahami alur materi melalui penggunaan bahasa
Kesatuan penggunaan bahasa
Ketepatan dialog teks cerita dengan materi
Ketepatan ejaan yang digunakan Ketepatan struktur kalimat Keefektifan kalimat D. Komentar dan Saran Perbaikan
...
...
...
...
Medan, 2021 Validator,
Lampiran 3
PEDOMAN WAWANCARA UNTUK GURU Hari / Tanggal :
Narasumber :
Tempat :
Daftar pertanyaan :
No Daftar Pertanyaan Jawaban
Pertanyaan 1. Berkaitan dengan mata pelajaran
Kewarganegaraan, materi apa yang dirasa sulit untuk di ajarkan kepada siswa?
2. Apa alasan materi tersebut sulit diajarkan?
3. Bagaimana pendapat Bapak/Ibu terkait dengan penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar di kelas?
4. Pernahkah Bapak/Ibu menggunakan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar di kelas?
5. Seberapa seringkah Bapak/Ibu menggunakan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar di kelas?
6. Apa sajakah media pembelajaran yang sering Bapak/Ibu gunakan?
7. Bagaimana pendapat Bapak/Ibu terkait media pembelajaran berbasis problem based learing?
8. Apa sajakah media pembelajaran berbasis problem based learing yang Bapak/Ibu ketahui?
9. Apakah Bapak/Ibu pernah menggunakan media berbasis problem based learing dalam proses belajar mengajar di kelas?
10. Apakah jenis media pembelajaran berbasis problem based learing yang pernah Bapak/Ibu gunakan?
11. Apakah sekolah memiliki fasilitas yang mendukung penggunaan media pembelajaran buku cerita bergambar berbasis problem based learing?
12. Apakah Bapak/Ibu pernah membuat media pembelajaran berbasis problem based learing?
13. Kendala apa yang Bapak/Ibu dapatkan dalam membuat media pembelajaran berbasis problem based learing?
14. Bagaimana pendapat Bapak/Ibu terkait media pembelajaran berbasis problem based
56
learing menggunakan animaker ?
15. Menurut Bapak/Ibu, apakah penggunaan media problem based learing berupa buku cerita bergambar dapat membantu dalam proses belajar mengajar di kelas khususnya dalam mata pelajaran Kewarganegaraan?
16. Saran apa yang dapat Bapak/Ibu berikan terkait dengan pengembangan media pembelajaran berbasis problem based learing?
Lampiran 4
FOTO PENELITIAN
PENELITI MELAKUKAN WAWANCARA KEPADA GURU YANG MENGAJAR
MENGONTROL SISWA SAAT MENJELASKAN MEDIA TERKAIT PEMBELAJARAN
Lampiran 5